"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Selasa, 16 Oktober 2018

Presiden Jokowi Tinjau Fasilitas Ramah Penyandang Disabilitas di GBK





Presiden Joko Widodo pagi ini, Selasa, 16 Oktober 2018, mendatangi kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta. Kunjungan Presiden kali ini dilakukan untuk meninjau fasilitas umum bagi penyandang disabilitas di kompleks olahraga tersebut.

"Kita ingin melihat fasilitas untuk kaum difabel terutama yang berkaitan dengan fasilitas yang ada di Senayan. Baik toilet, musala, trotoar, atau fasilitas menuju (bangku) penonton. Saya kira 80 persen sudah baik," ujar Presiden setelah peninjauan.

Didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Presiden memulai peninjauan dengan melihat fasilitas toilet yang ramah bagi para disabilitas. Fasilitas toilet itu berada di sekitar patung Bung Karno di kawasan GBK.

Selanjutnya, Presiden dan rombongan meninjau fasilitas jalur penuntun dan petunjuk bagi disabilitas berupa _guiding block_ yang berada di sepanjang trotoar.

Meski mengaku cukup puas, Presiden masih memiliki sejumlah catatan yang masih harus ditindaklanjuti. Misalnya ketinggian wastafel yang menurutnya terlalu tinggi.

Dirinya sekaligus mendorong agar semua provinsi, kota, dan kabupaten mulai menyediakan fasilitas yang ramah bagi disabilitas di ruang-ruang publik.

"Kita ingin mendorong agar semua provinsi, kota, kabupaten itu juga ramah terhadap disabilitas. Ini yang ke depan ingin terus kita dorong sehingga yang kurang apa, nanti secara detail saya diberi masukan oleh Pak Menteri PU. Pak Gubernur juga beri masukan," ucapnya.


Jakarta, 16 Oktober 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Minggu, 30 September 2018

*Tiba di Palu, Presiden Langsung Pimpin Ratas*





Setibanya di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Kota Palu, pada Minggu, 30 September 2018, Presiden Joko Widodo langsung memimpin rapat terbatas (ratas) dengan sejumlah jajarannya terkait bencana gempa dan tsunami yang melanda Sulawesi Tengah.

Tiba pada pukul 13.06 WITA, Presiden disambut oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian. Selain itu tampak juga Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola, Kapolda Sulteng Brigjen Pol Ermi Widyatno, dan Pangdam XIII/Merdeka Mayjen TNI Tiopan Aritonang.

Presiden kemudian menuju ruangan yang berada di bandara dan langsung ratas bersama Gubernur Sulteng, Menko Polhukam Wiranto, Menteri Sosial Agus Gumiwang, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Kepala BNPB Willem Rampangilei, dan Kepala Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Marsekal Madya TNI M Syaugi.

Setelah ratas, Presiden yang mengenakan jaket loreng hijau-hitam TNI, kemudian memberikan arahan kepada prajurit TNI di pelataran atau teras bandara. Secara khusus, dirinya meminta kesiapan para prajurit TNI untuk bekerja keras dalam tahapan evakuasi. "Saya minta saudara-saudara semuanya siap untuk bekerja siang dan malam menyelesaikan yang berkaitan dengan evakuasi, siap?" kata Presiden. “Siap!” jawab prajurit TNI serempak.

Selain evakuasi, Kepala Negara juga meminta kesiapan para anggota TNI untuk membantu proses rehabilitasi dan rekonstruksi di Sulawesi Tengah ini. "Juga bekerja keras bersama-sama dengan masyarakat, dengan seluruh komponen Polri, masyarakat dan seluruh lembaga dan kementerian agar kita semuanya bisa segera menyelesaikan persoalan yang ada di provinsi Sulawesi Tengah ini," ujarnya.

Dari bandara, Presiden dan rombongan langsung bergerak untuk meninjau sejumlah titik yang terdampak bencana. 
Titik pertama yang dituju adalah Perumnas Balaroa dan tiba pada pukul 13.55 WITA. Di lokasi ini, Presiden meninjau lokasi reruntuhan bangunan dan menyerahkan bantuan.

Setelah itu titik berikutnya yang akan ditinjau Presiden adalah Pantai Talise. Pantai ini merupakan tempat wisata utama di Palu dan terdampak tsunami paling parah. Selanjutnya Presiden akan menuju RS Undata dan terakhir Presiden akan meninjau posko pengungsi di Lapangan Vatulemo. 

Palu, 30 September 2018
Deputy Bidang Protokol, Pers dan Media, Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Kamis, 28 Juni 2018

Presiden Jokowi dan Presiden Lú Olo Tanam Pohon Perdamaian di Istana Bogor





Presiden Joko Widodo menyambut kedatangan Presiden Timor Leste, Francisco Guterres Lú Olo, di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis 28 Juni 2018. Kunjungan Presiden Lú Olo ke Indonesia, yang baru saja ditetapkan sebagai Presiden Timor Leste pada tahun lalu, merupakan kunjungannya yang pertama usai menjabat.

Presiden Lú Olo yang datang bersama Ibu Negara Timor Leste, Cidália Lopes Nobre Mouzinho Guterres, tiba sekira pukul 10.08 WIB di mana para pelajar yang mengenakan pakaian adat Nusantara turut menyambut kedatangan mereka. Presiden Joko Widodo dan Presiden Lú Olo tampak menyapa para pelajar dari Kota Bogor yang membawa bendera kedua negara.

Usai prosesi penyambutan dan pengisian buku tamu kenegaraan, Presiden Jokowi mengajak Presiden Lú Olo menuju halaman belakang Istana Kepresidenan Bogor.

Selanjutnya, Presiden Jokowi mengajak Presiden Lú Olo untuk melakukan penanaman pohon bersama. Sementara Ibu Negara Iriana Joko Widodo dengan Ibu Cidália Lopes bersiap untuk mengikuti acara pendamping tamu negara. Dalam kegiatan ini, keduanya menanam pohon dengan nama latin _Barringtonia asiatica_ atau yang dikenal dengan pohon keben.

Di Indonesia, pohon keben ini memperoleh predikat sebagai pohon perdamaian sejak tahun 1986 silam. Penanaman pohon tersebut oleh keduanya menandakan semangat untuk terus menjaga perdamaian di antara kedua negara dan di dunia.

Rangkaian kenegaraan tersebut dilanjutkan dengan pertemuan tête-à-tête antara Presiden Joko Widodo dan Presiden Lú Olo serta pertemuan bilateral yang diikuti oleh delegasi masing-masing negara.


Bogor, 28 Juni 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Sabtu, 23 Juni 2018

Presiden Resmi Turunkan PPh Final UMKM Jadi 0,5 Persen




Presiden Joko Widodo hari ini resmi merevisi tarif Pajak Penghasilan (PPh) Final bagi para pelaku UMKM. Hal itu dilakukan sebagai wujud dorongan untuk para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar dapat mengembangkan usahanya lebih jauh. Kini, tarif PPh Final yang dibebankan kepada mereka hanya sebesar 0,5 persen dibanding sebelumnya sebesar 1 persen.

"Pada pagi hari ini, pemerintah akan meluncurkan revisi dari PPh Final untuk usaha mikro, kecil, dan menengah yang sebelumnya 1 persen," kata Presiden di Jatim Expo, Surabaya, pada Jumat, 22 Juni 2018.

Sebelumnya, Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 46 Tahun 2013 mengatur besaran tarif PPh final yang wajib dibayarkan tiap bulannya sebesar 1 persen dari omzet. Presiden menjelaskan, saat berkunjung ke daerah dan menemui masyarakat, sering dirinya menerima keluhan seputar beban pajak penghasilan final yang dirasa masih memberatkan para pelaku UMKM. Untuk itu, dirinya meminta kepada jajaran terkait untuk mengetahui adanya kemungkinan untuk meringankan beban para pelaku usaha.

"Saya perintahkan kepada Menteri Keuangan dan Dirjen Pajak untuk coba hitung lagi sebetulnya total penerimaan pajak dari usaha kecil, mikro, dan menengah ini berapa? Kemudian kita punya kemampuan berapa untuk memberikan keringanan kepada mereka? Dihitung-hitung ketemunya 0,5 persen," ujarnya.

Aturan penurunan tarif PPh Final bagi para pelaku UMKM itu ditetapkan melalui PP Nomor 23 Tahun 2018. Aturan tersebut berlaku secara efektif mulai 1 Juli 2018 mendatang.

"Sudah saya tanda tangani kemarin. Artinya ada revisi PP dari PP 46 Tahun 2013 di situ disampaikan pajak finalnya 1 persen, kemudian direvisi menjadi PP Nomor 23 Tahun 2018 menjadi 0,5 persen," tutur Presiden.

Penurunan tarif tersebut, selain karena adanya keluhan dari masyarakat, juga dimaksudkan agar para pelaku usaha kecil dapat mengembangkan usahanya sehingga mampu berkembang menjadi usaha yang lebih besar lagi.

"Agar usaha mikro ini bisa tumbuh melompat menjadi usaha kecil. Usaha kecil juga bisa tumbuh melompat menjadi usaha menengah. Usaha menengah juga bisa melompat lagi menjadi usaha besar. Pemerintah menginginkan seperti itu," tandasnya.

Untuk diketahui, penurunan tarif PPh bagi UMKM ini disepakati setelah melalui tiga kali rapat pembahasan antara Presiden bersama dengan jajaran terkait. Hal yang sama juga diupayakan bagi penyaluran kredit usaha rakyat (KUR).

Dahulu, bunga yang dibebankan bagi para penerima KUR ialah sebesar 22 persen. Beban tersebut sempat diturunkan hingga sebesar 9 persen. Di tahun ini, Presiden mengupayakan lagi agar angka tersebut kembali dapat diturunkan menjadi 7 persen.

"Ini ada subsidi dari pemerintah. Dulu KUR itu 22 persen, sekarang hanya 7 persen. Tolong ini dimanfaatkan," kata Presiden di hadapan ribuan pelaku UMKM yang hadir.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara tersebut, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Koperasi dan UKM Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf, Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo, Direktur Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Robert Pakpahan dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo. 


Surabaya, 22 Juni 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Kamis, 21 Juni 2018

KEMBALINYA SANG "ANAK"


-- 57 tahun Jokowi


Sore seusai berlebaran di istana, Presiden Joko Widodo mudik ke kampung halaman. Ia ke Solo. Ke rumahnya, salam sungkem kepada ibunya. Esok harinya, ia bersama Ibu dan adik-adiknya nyekar ke makam ayahnya.


Malam itu, sebagaimana orang-orang yang kembali, ia mendatangi rumah keluarganya, Pakdhe Miyono diantar sang ibu. Ia duduk diapit Ibu Noto dan Pakdhe Miyono — yang melipat sebelah kakinya di atas sofa — dengan suguhan secangkir teh. Di atas meja tampak berderet botol-botol minuman bersoda. “Malam ini, Pak Jokowi benar-benar jadi ‘anak’ kembali,” kata putra Pakdhe Miyono, sepupunya.


Ya, anak yang kembali ke haribaan keluarga, bercengkerama tanpa batas, sebagaimana dulu sebelum ia memasuki belantara politik ibukota yang kejam dan centang perenang. Baru enam tahun lalu ia meninggalkan Solo — kota yang lebih 90 persen penduduk memilihnya sebagai wali kota — untuk menjadi Gubernur Jakarta, lalu menyeberangi silang Monas untuk berkantor di istana sebagai Presiden Republik Indonesia. 


Masa-masa bertahta sebagai orang nomor satu di republik ini adalah tahun-tahun yang singkat tapi sungguh membara oleh dua hal sekaligus: kebencian, dan harapan.


Ia yang datang dari kampung; dari latar orang biasa yang almarhum ayahnya tak tercatat dalam buku-buku biografi; yang berbicara dalam dialek Jawa yang kental tidak ber-elo-gue atau setengah Inggris ala orang Jakarta; yang baru masuk politik setelah lama menekuni usaha perkayuan; mengguncang jagat politik negeri ini dengan loncatan yang langsung ke puncak. Elit-elit Jakarta disalip dalam satu putaran lomba, oleh dukungan besar gerakan sukarelawan seantero negeri. 


Dan kita semua tahu, latar belakangnya yang “lemah” itulah yang memantik segenap kegaduhan: dipertanyakan keturunannya, garis politiknya, agamanya, …. segalanya. Bahkan sebelum dilantik menjadi Presiden pun, Jokowi pun sudah diguncang-guncang. Sampai-sampai, di satu grup perbincangan, seorang pendukung mengatakan: “Melewati satu periode pemerintahan sebagai Presiden ini saja adalah sebuah keajaiban bagi Jokowi.”


Mengapa Jokowi tetap bertahan? Karena impian yang hendak ia wujudkan di negeri ini beririsan dan berhimpitan dengan mimpi-mimpi rakyat banyak. Jokowi, saya — mungkin juga Anda — sama-sama menginginkan sebuah negeri yang berperadaban maju, yang dibangun merata sampai pinggir-pinggirnya, sampai ke tapal-tapal batas yang jauh. 


Saya ingat sepenggal pidato yang ia sampaikan di hadapan wakil rakyat Indonesia setahun lalu, yang menjelaskan ke arah mana gerangan bahtera bangsa ini hendak dibawanya berlayar.


“Tidak mungkin bangsa Indonesia menjadi bangsa yang maju, kalau rumah-rumah rakyat kita di seluruh pelosok nusantara tidak menikmati aliran listrik.


“Tidak mungkin kita menjadi negara yang kompetitif ketika biaya logistik kita mahal.


“Tidak mungkin kita menjadi Poros Maritim Dunia, kalau kita tidak mempunyai pelabuhan- pelabuhan yang menjadi tempat bersandar kapal-kapal besar yang mengangkut produk-produk kita.


“Tidak akan mungkin menjadi bangsa yang berdaulat di bidang pangan, kalau jumlah bendungan dan saluran irigasi yang mengairi lahan-lahan pertanian kita di seluruh penjuru Tanah Air, sangat terbatas.”


Mimpi-mimpi yang kini mewujud dalam pembangunan infrastruktur masif, siang dan malam, dan berbiaya besar. Jika jalan, jalan tol, jembatan, pelabuhan, bandara-bandara, bendungan-bendungan itu telah rampung kelak, maka bangsa ini pun dengan mudah menganyam kehidupan dan masa depan di atasnya. Bukan untuk Jokowi semata-mata, tapi untuk kita. Anak cucu kita. 


Karena itulah, saya memahami keharuan yang dalam dari keluarga besar Jokowi di Solo, melihat Sang Presiden datang ke rumah Pakdhe Miyono di malam hari, sebagaimana dulu ketika ia masih seorang keponakan biasa. Baru enam tahun berpindah kota, tapi ia seolah anak yang hilang. Dan malam itu ia kembali.


Selamat Ulang Tahun Tuan Presiden. Hari ini, di usiamu yang ke-57, doa-doa  dan pengharapan dari segenap pelosok negeri ini, bersilangan di keheningan pagi. Semoga dipanjangkan umurmu — tetap sehat, kuat dan tabah.


#57okowi


*Tomi Lebang*



by Facebook Comment

Minggu, 13 Mei 2018

Presiden Targetkan Tahun Ini 1,5 Juta Sertifikat Tanah Diberikan untuk Warga Jawa Timur





Presiden Joko Widodo hari ini, Sabtu,12 Mei 2018, menyerahkan 3.973 sertifikat hak atas tanah untuk rakyat di Gedung Olahraga Sasana Krida Anoraga, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. 

Sebanyak 3.973 penerima sertifikat tersebut berasal dari sejumlah kabupaten dan kota yang ada di Provinsi Jawa Timur. Mulai dari Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Probolinggo, Kota Probolinggo, Kabupaten Mojokerto, hingga Kota Surabaya.

Dalam sambutannya kepada warga yang hadir, Presiden menyampaikan alasan betapa pentingnya penyerahan sertifikat dilakukan pemerintah. Hal ini dikarenakan banyaknya laporan terkait sengketa lahan yang terjadi hampir di semua daerah di Tanah Air. 

Oleh karena itu, Presiden menyatakan bahwa dirinya akan terus mengejar target penyerahan sertifikat di setiap daerah di seluruh Indonesia. Setelah tahun 2017 lalu berhasil menyerahkan 5 juta sertifikat, tahun ini pemerintah menargetkan 7 juta sertifikat dibagikan kepada masyarakat.

“Di Jawa Timur sendiri ditargetkan 1,5 juta sertifikat diberikan kepada masyarakat tahun ini,” ujar Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga berpesan kepada masyarakat untuk menjaga dengan baik sertifikat yang telah dimiliki.

"Tolong diberi plastik sertifikatnya dan difotokopi. Biar kalau hilang bisa langsung urus ke BPN," ucapnya. 

Tak hanya itu, Presiden juga mengingatkan agar masyarakat berhati-hati dan berpikir dengan bijak apabila ingin menggunakan sertifikatnya untuk agunan di bank.

“Tapi tolong sebelum pinjam uang ke bank, bisa mengangsur _enggak_?” kata Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.


Pasuruan, 12 Mei 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Presiden Tinjau Ruas Tol Gempol-Pasuruan Seksi 2




Sebelum bertolak kembali ke Jakarta dari kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur, Presiden Joko Widodo terlebih dahulu meninjau pembangunan ruas jalan tol Gempol-Pasuruan (Gempas) seksi 2. Ruas tol seksi 2 itu pada Lebaran 2018 mendatang diharapkan sudah masuk proses laik operasi sehingga dapat digunakan masyarakat.

"Kita ingin memastikan penggunaan jalan tol untuk mudik. Tadi sudah kita pastikan dari Merak sampai di Pasuruan sudah bisa dipakai untuk mudik meskipun ada beberapa kilometer yang masih fungsional, tapi sudah bisa dipakai. Kita harapkan nantinya lebaran yang akan datang kelancaran lalu lintas kita harapkan bisa lebih baik," ujar Presiden kepada jurnalis.

Pengoperasian ruas jalan tol Gempas seksi 2 tersebut nantinya akan memberikan pilihan bagi para pemudik yang akan melintas di jalur Pantura Surabaya-Pasuruan. Ruas jalan tol Gempas yang bisa dilalui musim Lebaran mendatang yakni seksi 1 Gempol-Rembang dan seksi 2 Rembang-Pasuruan.

"Masyarakat bisa memilih yang jalan arteri Pantura atau pilih jalan tol. Ada pilihan berarti, biasanya kan hanya satu. Ini sekarang ada dua, berarti lebih lancar logikanya," tuturnya.

Pembangunan tol Gempas sepanjang 34,15 km ini ditargetkan selesai pada akhir tahun 2018 yang nantinya akan menghubungkan Gempol hingga Probolinggo. Selanjutnya, pada 2019 mendatang diharapkan pembangunan dapat berlanjut dan mampu menghubungkan Merak hingga Banyuwangi.

Adapun ruas tol Gempas seksi 2 yang ditinjau Presiden kali ini menghubungkan Rembang dan Pasuruan sepanjang 6,6 kilometer. Jalan tol ini merupakan bagian dari Tol Trans Jawa yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2019.

Turut menyertai Presiden dalam peninjauan ini di antaranya, Menteri PU dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.


Pasuruan, 12 Mei 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Kamis, 10 Mei 2018

Pernyataan Pers Presiden Terkait Tindakan Narapidana Terorisme Terhadap Aparat Keamanan di Mako Brimob





1. Saya telah mendapatkan laporan langsung dari Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Wakapolri, Panglima TNI dan Kepala BIN terkait dengan upaya pengendalian situasi dan pemulihan keamanan di Mako Brimob yang telah selesai dengan cara-cara yang baik. 

2. Alhamdulillah, narapidana terorisme semuanya sudah menyerahkan diri kepada aparat keamanan. Dan pada kesempatan yang baik ini, saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas nama rakyat dan negara kepada seluruh aparat keamanan yang terlibat dalam menyelesaikan peristiwa ini.

3. Perlu saya tegaskan bahwa negara dan seluruh rakyat tidak pernah takut dan tidak akan pernah memberikan ruang sedikitpun pada terorisme dan juga upaya-upaya yang mengganggu keamanan negara.

4. Yang terakhir, atas nama rakyat, bangsa dan negara, saya menyampaikan rasa duka mendalam atas gugurnya lima anggota Kepolisian dalam melaksanakan tugas dari negara dan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi duka ini.

5. Saya juga telah memerintahkan kepada Wakapolri untuk memberikan kenaikan pangkat luar biasa kepada prajurit yang telah menjadi korban keganasan teroris. 

Saya rasa itu yang bisa saya sampaikan pada kesempatan yang baik ini, terima kasih.

Bogor, 10 Mei 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Presiden: Tidak Ada Ruang Bagi Terorisme





Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa negara tidak akan pernah memberikan ruang sedikit pun bagi terorisme di Indonesia. Hal ini disampaikan Presiden ketika memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis 10 Mei 2018.

"Saya tegaskan bahwa negara dan seluruh rakyat tidak pernah takut dan tidak akan pernah memberikan ruang sedikit pun pada terorisme dan upaya-upaya yang mengganggu keamanan negara," ujar Presiden.

Dalam pernyataannya itu, Kepala Negara menyampaikan bahwa dirinya telah menerima laporan langsung dari Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan, Wakapolri, Panglima TNI, dan Kepala Badan Intelijen Negara terkait dengan kondisi terkini di Markas Komando Brimob (Mako Brimob), Depok, Jawa Barat. Saat ini, situasi di sana telah mampu dikendalikan dan dipulihkan.

"Alhamdulillah, narapidana terorisme semuanya sudah menyerahkan diri kepada aparat keamanan. Pada kesempatan yang baik ini saya ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas nama rakyat dan negara kepada seluruh aparat keamanan yang terlibat dalam menyelesaikan peristiwa ini," ucapnya.

Di penghujung pernyataan, Presiden Joko Widodo menyampaikan duka mendalam atas gugurnya lima anggota kepolisian saat menjalankan tugas negara. Ia telah menginstruksikan kepada Polri untuk memberikan kenaikan pangkat luar biasa atas gugurnya lima anggota itu.

Atas nama rakyat, bangsa, dan negara, saya menyampaikan rasa duka yang mendalam atas gugurnya lima anggota kepolisian dalam melaksanakan tugas dari negara. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dalam menghadapi duka ini," tandasnya.

Mendampingi Presiden Joko Widodo saat memberikan keterangan ialah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kepala BIN Budi Gunawan, Wakapolri Komjen Syafruddin dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Suhardi Alius.


Bogor, 10 Mei 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Selasa, 17 April 2018

Tinjau Langsung, Presiden Pastikan BIJB Bisa Uji Coba Bulan Depan



Presiden Joko Widodo sore ini meninjau proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB), Kertajati Kabupaten Majalengka, Jawa Barat. Saat ini, pembangunan tersebut berjalan dengan baik dan dikerjakan sesuai dengan target yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam kurun waktu dua tahun sejak pemancangan, bandara tersebut diperkirakan dapat mulai diuji coba pada Mei mendatang.

"Insyaallah nanti bulan depan sudah akan kita coba mulai tanggal 24 Mei. Nanti akan kita lihat apakah masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki di sini. Airport Kertajati yang bisa menampung kurang lebih 5,6 juta penumpang (tahap pertama) ini merupakan airport terbesar setelah Soekarno-Hatta," ujar Presiden setelah peninjauan pada Selasa, 17 April 2018.

Bandara yang dibangun di atas lahan seluas 1.800 hektare itu memiliki landas pacu atau runway berukuran 2.500x60 meter dan akan diperpanjang menjadi 3.000x60 meter. Ke depannya, pemerintah juga akan mengembangkan bandara dan kawasan sekitarnya hingga terintegrasi dengan moda transportasi lain seperti kereta api yang langsung menuju ke bandara tersebut.

"Ini juga nanti akan dikoneksikan dengan tol. Bisa masuk ke Cipali," tutur Presiden.

Selain itu, Presiden mengatakan, Bandara Kertajati ini nantinya juga akan menjadi bandara keberangkatan jemaah haji yang rencananya akan dimulai pada musim haji tahun ini.

"Tadi saya tanya ke Angkasa Pura siap, ke Garuda juga siap. Arus mudik juga sudah dipakai," ucapnya.

Lebih lanjut, dari pembangunan yang dilakukan ini, Presiden Joko Widodo mengapresiasi skema pendanaan dan kerja sama yang dilakukan antara pemerintah pusat, daerah, dan pihak swasta. Presiden berharap skema kerja sama ini juga dapat dilakukan di dalam pembangunan-pembangunan lainnya.

"Yang saya senang, ini merupakan kerja sama pemerintah Provinsi Jawa Barat, pemerintah pusat, dan swasta. Ini bisa bergabung dan pengerjaannya cepat sekali. Kita ini mencari model-model bisnis yang mempercepat pembiayaan agar infrastruktur cepat diselesaikan," ujarnya.

Turut mendampingi Presiden dalam peninjauan ini antara lain, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dan Bupati Majalengka Sutrisno.

Majalengka, 17 April 2018
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!