"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Kamis, 23 Februari 2017

Kepala BKPM Tom Lembong Optimistis Pariwisata Indonesia Jadi Bisnis Masa Depan

 

BALI - Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) bersama Kementerian Pariwisata proaktif memasarkan potensi investasi di sektor pariwisata dan infrastruktur pendukungnya. Salah satu upaya itu dilakukan melalui Regional Investment Forum (RIF) 2017 yang digelar BKPM di Bali Nusa Dua Convention Center, Nusa Dua, Bali, Kamis (23/02).

Ajang RIF 2017 dihadiri 400 investor yang setengahnya barasal dari mancanegara. Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala BKPM Thomas Trikasih Lembong itu menghadirkan pembicara antara lain Menteri Pariwisata Arief Yahya, Dubes RI untuk RRT, Dubes RI untuk Persatuan Emirat Arab, serta perwakilan pelaku bisnis.

Rangkaian RIF selain dialog forum bisnis dengan pembicara utama Mentpar Arief Yahya, juga terintegrasi dengan one on one meeting. Ada pula pameran produk-produk perusahaan penanaman modal unggulan.

Kepala BKPM Thomas Lembong mengatakan, sektor pariwisata merupakan ujung tombak baru dari upaya pemerintah untuk meningkatkan penanaman modal. "Sektor pariwisata dan ini yang tidak kalah pentingnya yakni infrastruktur pendukung akan menjadi sektor prioritas untuk menarik investor asing dan domestik," ujarnya dalam keterangan resmi kepada media, Kamis (23/2).

Menurut Thomas, peluang-peluang usaha yang muncul dari infrastruktur pendukung harus dimanfaatkan oleh investor secara optimal. "Prospek sektor ini sangat besar bila melihat data-data yang ada. Pertumbuhan investasi sektor ini mencapai 18 persen per tahunnya," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, BKPM juga telah mencatat 70 pertemuan one on one meeting baik antara investor dengan pemerintah daerah maupun investor dengan perusahaan lokal. Pertemuan one on one meeting tersebut bertujuan untuk mempromosikan potensi investasi pariwisata dan infrastruktur pendukungnya di daerah kepada existing investor maupun calon investor baik domestik maupun asing.

Selama lima tahun terakhir kontribusi sektor pariwisata pada total realisasi investasi berada di level 2,2 persen atau Rp 51,2 triliun. Dari data BKPM tahun 2016, nilai investasi dari penanaman modal dalam negeri (PMDN) di sektor pariwisata mencapai Rp 2,2 triliun.

Sedangkan penanaman modal asing (PMA) pariwisata pada 2015 mencapai Rp 12,8T. Total investasi baru sektor pariwisata pada 2015 adalah Rp 15 triliun.

Thomas bahkan menyatakan optimismenya pada investasi pariwisata. Dengan pertumbuhan stabil rata-rata pariwisata Indonesia 10 persen, turisme di Indonesia sangat menjanjikan. 

"Tourism in Indonesia is the future business! Opportunity of the decade!" sebutnya dalam bahasa Inggris.

Sementara Menpar Arief Yahya dalam paparannya menjelaskan, sektor pariwisata adalah alat yang paling murah dan mudah bagi pemerintah untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, mendapatkan devisa asing serta menciptakan lapangan kerja. Menurutnya, pertumbuhan sektor pariwisata Indonesia pada tahun 2015 jauh di atas pertumbuhan pariwisata di ASEAN dan Dunia.

"Secara umum sektor pariwisata tumbuh 10,3 persen, di atas ASEAN yang tumbuh 5,1 persen dan dunia di level 4,4 persen,” jelasnya.

Sementara terkait dengan infrastruktur pendukung dan infrastruktur dasar seperti jalan, air, listrik dan internet yang kini populer dengan istilah JALI, Arief menyebutnya sudah menjadi basic needs. “Investasi JALI itu menjadi tugas pemerintah. Yang mengisi dan menghidupkan kawasan dengan amenitas itu, harus menggerakkan private sector,” lanjut dia.

Deputi Bidang Promosi Penanaman Modal BKPM Himawan Hariyoga menambahkan, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan Kemenpar untuk meningkatkan investasi di sektor pariwisata. "Arahan Presiden Jokowi yang menargetkan jumlah wisatawan asing mencapai 20 juta tentu membutuhkan kerja keras dan sinergi berbagai Kementerian dan Lembaga, BKPM siap mendukung dari sisi investasi," terang Himawan.

Kegiatan RIF 2017 juga dihadiri 30 kepala Dinas Penanaman Modal-PTSP Provinsi. Ada juga pengelola lima kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata di Kawasan Timur Indonesia (KTI). Yakni KEK Mandalika di Nusa Tenggara Barat, Morotai di Maluku Utara, Labuan Bajo, di Nusa Tenggara Timur,Wakatobi di Sulawesi Tenggara dan Bunaken di Sulawesi Utara.

Selain itu, dalam Kegiatan RIF 2017 juga akan digelar back to back dengan dua kegiatan BKPM lainnya, yakni Peluncuran Perluasan Implementasi Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KLIK) yang telah dilaksanakan Rabu (22/2), serta kegiatan Rakornas BKPM pada tanggal 24 Februari 2017 yang akan mengumpulkan seluruh aparat penanaman modal baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten dan Kota di Indonesia. Penyelenggaraan tiga kegiatan BKPM tersebut memiliki nilai strategis dalam mendukung pencapaian target investasi tahun 2017 sebesar Rp 678,8 triliun.(****)
by Facebook Comment

Punya 99 Homestay, Destinasi Belitung Makin Sadar Wisata

 

JAKARTA – Komitmen Menpar Arief Yahya untuk membina masyarakat agar sadar wisata, terus dilakukan. Bukan hanya infrastruktur fisik yang digarap, tetapi soft skill masyarakat, keramah tamahan, culture menerima tamu, kebersihan, kerapian, kesehatan lingkungan juga terus disentuh. “Kini giliran masyarakat Belitung, yang kami ajari hospitality,” kata Asdep Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Deputi Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kemenpar, Oneng Setya Harini.

Mereka mengumpulkan masyarakat Belitung, dan menggelar sosialisasi bertajuk “Pentingnya Homestay dan Sadar Wisata” di Destinasi Pariwisata, di Hotel Bahamas, Belitung, pada 21 Februari 2017. Acara ini diikuti oleh para penggiat wisata, pemilik home stay, kepala desa, dan BPD. Kegiatan ini dilakukan selama empat hari, sejak 21 Februari. Peserta dan tema pembahasan bervariasi setiap harinya.

“Di 10 Top Destinasi terus kami gerakkan masyarakat untuk memiliki homestay, dan diajarkan hospitality. Ini penting, agar masyarakat juga mendapatkan manfaat secara ekonomi dari pengembangan destinasi. Homestay itu harus dikelola dengan baik, oleh ibu-ibu di kampung-kampung yang berdekatan dengan destinasi wisata. Homestay sendiri bisa menjadi destinasi bagi wisatawan,” kata Oneng.

Oneng juga menjelaskan, bahwa pengembangan homestay yang diminta Menpar Arief Yahya itu adalah cara untuk memenuhi amenitas, yang kapasitas akomodasinya harus diperbanyak, untuk target wisman yang semakin besar, 20 juta tahun 2019. Dengan hotel dan resort yang ada, tidak akan mencukupi. “Maka homestay dikembangkan oleh Pak Menpar Arief Yahya, selain untuk memenuhi capacity, juga sebagai sharing economy,” sebut Oneng.

Sosialisasi dibuka oleh Wakil Bupati Belitung Erwandi A Rani. Kemenpar diwakili Kabid Internalisasi dan Pengembangan Sadar Wisata Kemenpar RI Yabes L Tosia.  Erwandi A Rani mengapresiasi langkah Kemenpar yang terus memberikan kesempatan bagi masyarakat Belitung untuk belajar mengelola homestay. Dia pun berharap, kesempatan ini dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh masyarakat Belitung.

"Peserta jangan segan bertanya dengan pakarnya ini, tentang pengolalaan homestay dan pokdarwis. Harus tahu apa upaya supaya home stay laku dan bisa bersaing dengan hotel. Jangan sampai berbulan-bulan enggak ada orang yang datang," kata Erwandi.

Ditambahkan dia, Kabupaten Belitung terkenal dengan keindahan lautnya. Saat ini, sudah terdapat 99 homestay di kawasan itu yang tersebar di wilayah Sijuk, Membalok, dan Selatnasik. Pendirian homestay ini akan terus bertambah lagi.

"Homestay punya segmentnya sendiri, mungkin wisatawan yang keuangannya minim bisa ke homestay dan homestay kan jarak ke objeknya tidak jauh. Mereka yang ingin berbaur dan mengenal masyarakat lokal juga bisa memilih home stay," tambahnya.

Menurutnya, kehadiran homestay selain untuk mengembangkan pariwisata, juga dapat meningkatkan ekonomi masyarakat. Dia berharap, masyarakat jeli dan siap untuk melihat peluang ini. "Homestay ini kita memback up daerah-daerah seputaran pariwisata yang jauh dari Tanjungpandan seperti di Sijuk, Membalong. Kalau Sijuk biasanya Tanjung Tinggi. Harapan kami wisatawan yang ke objek wisata gak perlu ke Tanjungpandan untuk menginap, tapi bisa ke homestay," jelasnya.

Sementara itu, Yabes L Tosia mengatakan, Belitung merupakan lokasi strategis untuk pengembangan homestay. Pasalnya, destinasi wisata yang berada di wilayah ini semakin banyak. "Mau tidak mau kita pelaku pariwisata, pemerintah, maupun swasta bersama-sama mendukung program kebijakan pemerintah. Saatnya untuk kerja keras lagi mengembangkan pariwisata yang dinamis ini," papar Yabes.

Dalam sosialisasi itu, Yabes menekankan tentang pentingnya pengelolaan toilet, pengelolaan sampah pada homestay. Toilet merupakan hal penting yang sering kali diabaikan. Untuk itu, penekanan kepada kebersihan dan kenyamanan toilet menjadi sangat penting bagi homestay.

"Pariwisata ini dinamis, dan Belitung dengan potensi wisatanya harus bisa mengikuti perkembangan itu. Saat ini kan homestay jadi pilihan wisatawan, karena mereka tak hanya mau mengenal destinasi, tapi mereka juga mau mengenal budaya dan kearifan lokal secara langsung. Inilah yang menjadi salah satu keunggulan dari homestay," ungkapnya.

Salah seorang peserta sosialisasi, Jumhadi mengatakan, sudah sejak 2012 dirinya menjadikan rumahnya sebagai home stay yang terletak di Desa Tanjung Tinggi, Kecamatan Sijuk, Belitung. Nama homestaynya adalah Panji dan Vadila. Hingga kini, rumahnya sudah didaangi wisatawan dari 23 negara.

"Ada tiga kamar di rumah yang kami jadikan home stay. Saya dan keluarga juga tinggal bersama dengan tamu. Karena kami enggak hanya jual kamar, tapi tamu juga bagian dari keluarga kami," ungkap Jumhadi.

Jumhadi menceritakan, awalnya dirinya sempat terkendala dengan bahasa saat kedatangan tamu dari mancanegara. Namun seiring waktu, ditambah keinginan yang kuat, dia mulai mempelajari bahasa asing, dan bisa berkomunikasi dengan lancar bersama wisatawan itu.

"Kalau awal buka dulu kebanyakan wisman yang menginap ada yang dari Jerman, Amerika, Inggris, banyak lah. Tapi kesini-kesini juga banyak wisatawan nusantara yang menginap," jelasnya.

Menjalankan bisnis homestay cukup menjanjikan, dan sangat membantu ekonomi keluarga Jumhadi. Hingga Agustus nanti, kamarnya sudah penuh dibooking. Dia bahkan berencana akan menambah kamar lagi di rumahnya untuk dijadikan homestay.

"Kalau lamanya variatif. Ada yang tiga malam, ada yang satu minggu. Kalau kamar minta Rp175.000/malam itu termasuk sarapan pagi. Saya biasa promosi homestay dengan media sosial, dan dari mulut ke mulut," tukasnya.(*)
by Facebook Comment

Sungailiat Triathlon 2017 di Bangka Akan Diserbu 19 Negara

 

BANGKA – Sungailiat, Bangka, Provinsi Babel bakal kembali diserbu wisatawan sport tourism lagi. Sedikitnya 19 negara yang bakal berebut posisi tercepat, terkuat, terhebat di Sungailiat Triathlon 2017, yang akan dilangsungkan di Kota Sungailiat, 20-22 April 2017. “Ini sudah kali ke empat, event internasional yang merupakan kerja bareng antara Kemenpar dan Pemkab Bangka, Babel,” kata Menpar Arief Yahya.

Sport tourism, kata Arief Yahya, adalah kegiatan turisme yang memadukan antara olahraga renang, bersepeda, dan marathon atau sport dan wisata. Dari tahun ke tahun, animo wisman yang ikut dalam triathlon ini semakin besar. Biasanya, diikuti 400-an peserta dari sedikitnya 19 negara seperti Aljazair, Australia, Austria, AS, Belanda, Brazil, Filipina, Jerman, Jepang, Italia, Inggris, Kanada, Malaysia, Selandia Baru, Singapura, Spanyol, Swedia, Rumania, dan Perancis.

Ada data yang menarik, dari sport tourism itu. Direct impact-nya lebih kecil dari indirect impact atau media value-nya. Sport tourism itu berpotensi diliput oleh media-media internasional, sehingga foto dan videonya bisa meluas di seluruh dunia. Jika dihitung, valuasinya akan sangat besar, bahkan jauh lebih besar dari direct impact, yang langsung dirasakan oleh daerah. “Tetapi, wisman sport tourism ini 60% akan menjadi repeat visitor. Kalau mereka merasaa nyaman dengan alam dan budayanya, mereka akan datang lagi,” kata Arief Yahya.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Esthy Reko Astuti menilai, acara ini semakin baik dan semakin besar serta mampu memberikan dampak yang signifikan dalam hal pariwisata. Kemenpar mendukung penuh event sport tourism tersebut karena memberikan direct impact terhadap kunjungan wisatawan ke Bangka.

“Tahun ini tidak hanya Triathlon tapi ada kemungkinan event lain, seperti mountain bike. Kami ingin mempromosikan potensi pariwisata Kabupaten Bangka. Oleh karena itu, rute dalam Triathlon tahun ini akan melewati objek wisata unggulan Kabupaten Bangka," ujar Esthy.

Sungailiat Triathlon ini bertepatan dalam rangka menyambut HUT Kota Sungailiat yang ke-251 Tahun. Sungailiat Triathlon membuka kategori jarak 70.3 secara resmi sebagai salah satu dari dua daerah di Indonesia yang menyelenggarakan kategori serupa yakni long distance (1,9 km swim, 90 km bike, 21,1 km run), standar dan standar relay (1,5 km swim, 40 km bike, 10 km run) dan sprint (750 m swim, 20 km bike, 5 km run).

"Sungailiat Triathlon ini akan menjadi ikonnya Bangka untuk kedepannya. Bangka Belitung itu perpaduan dua pulau besar. Belitung sudah lebih dulu banyak dieskpos, sekarang giliran Bangka. Acara triathlon ini sudah yang keempat kalinya dan animonya semakin bagus. Tahun depan kita perbesar lagi. Event ini sekaligus bisa mempromosikan wisata. Triathlon memberikan dampak yang signifikan dalam hal pariwisata. Kementrian akan selalu mendukung," jelas Esthy.

Esthy menambahkan, pariwisata Babel ke depan akan sangat cerah, lantaran terkait langsung dengan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata untuk menjadikan Tanjung Kelayang sebagai sebagai satu dari 10 Bali Baru.

“Tanjung Kelayang salah satu 10 destinasi prioritas. Dan di tahun-tahun sebelumnya, sedikitnya yang datang 400 wisman dan 1,200 wisnus yang datang ke Bangka untuk menyaksikan event ini,” pungkas Esthy.

Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Thony Marza mengatakan, selain Sungailiat Triathlon, Bangka juga tengah mempersiapkan Bangka Expo ada tanggal 27-30 April 2017 di Taman Hiburan Rakyat (THR) Batin Tikal Sungailiat.

Thony menjelaskan, Bangka Expo nantinya akan digelar pameran pembangunan dan potensi daerah dimana 62 desa akan menampilkan produk unggulannya, pameran potensi wisata, investasi dan perdagangan, produk kreatif, UKM, kuliner, kreasi dan inovasi mahasiswa/siswa, kreatifitas dan seni, talkshow dan untuk menarik pengunjung akan diadakan stand up comedy dan panggung hiburan artis lokal dan nasional.

"Untuk Sungailiat Triathlon 2017, peserta yang sudah mendaftar sekitar 399 peserta yang terdiri dari peserta lokal 330 orang dan luar negeri 19 peserta dengan target kita pada tahun ini 500 peserta," pungkas Thony.(*)
by Facebook Comment

Raja Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud Bakal Berlibur ke Bali

 

JAKARTA – Pesona Pulau Dewata Bali rupanya menarik perhatian Raja Saudi Salman bin Abdulazis Al Saud. Dalam kunjungan kenegaraannya ke Indonesia awal Maret 2017 nanti, Salman tidak hanya menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta. Dia juga akan berlibur ke Pulau Dewata, Bali. Bahkan, masa liburannya lebih lama ketimbang kunjungan kenegaraannya.

“Rencananya, Raja Salman bakal berkunjung selama sembilan hari. Kunjungan dimulai dari 1 Maret. Selama tiga hari, Salman melakukan kunjungan kenegaraan resmi. Sisanya, enam hari Salman akan berlibur ke Bali. Jumlah rombongannya pun tidak tanggung-tanggung, mencapai 1.500 orang. Termasuk di dalamnya 10 menteri dan 25 pangeran,”  ujar Wamenlu AM Fachir usai Ratas mempersiapkan kunjungan tersebut, Selasa (21/2).

Dia mengaku sangat happy lantaran hal ini akan berimbas positif ke pariwisata Indonesia. Seorang raja, tokoh yang berpengaruh di Timur Tengah, yang punya banyak follower di dunia maya, memilih Bali sebagai destinasi liburannya? Yang selalu diikuti media-media berpengaruh? Efeknya dinilai bakal sangat dahsyat.’’Itu promosi luar biasa. Sangat bagus untuk pariwisata Indonesia,’’ tutur Fachir.

Soal pesona, Bali memang punya segalanya. Keindahannya terus diakui oleh dunia internasional. Bahkan, di 2017 ini Pulau Dewata dinobatkan sebagai pulau terbaik di duniaoleh DestinAsian Readers Choice Award (RCA) 2017 yang bermarkas di Singapura. Keunikan adat dan budaya, keramahan manusianya, keindahan alamnya, kuliner dan ekspektasi terhadap destinasi di Bali, dinilai yang terbaik di muka bumi ini.

Wisata bulan madunya? Juga terbaik di dunia. Youku Travel and Sina Travel, Double Platform Big Data, sudah menyematkan Bali sebagai The Best Honeymoon Destination 2016. Pulau 1000 Pura itu dianggap sebagai tempat berbulan madu yang paling mengasyikkan di dunia!

Aktivitas liburan sejumlah selebritis dunia, seperti Christina Aguilera dan Jordan Bratman sempat berbulan madu ke Pulau Dewata pada Desember 2005. Bintang pop dunia itu menyewa sebuah vila pribadi di Jimbaran. Keduanya pun sempat bermain dan menikmati pesona matahari tenggelam di Jimbaran.

Setelah itu, ada Ashton Kutcher dan Milan Kunis. Pasangan itu berbulan madu di Bali pada Agustus 2012. Dan Nusa Dua menjadi pilihan mereka untuk mengabiskan waktu bulan madunya. Pasangan Ashlee Simpson dan Evan Ross punya cerita lain lagi. Setelah melangsungkan pernikahan pada 31 Agustus 2014, keduanya langsung terbang ke Indonesia untuk menikmati bulan madu eksklusif di Pulau Dewata Bali. Maret 2016 silam, artis top Taiwan, Nicky Wu dan Cecilia Liu juga ikutan bulan madu di

Bali. Dan yang terbaru, ada Rain dan Kim Tae Hee yang berbulan madu di Pulau Dewata sejak Minggu, 22 Januari 2017. Dan tak hanya selebritis dunia saja yang melirik Bali untuk dijadikan destinasi honeymoon.

Sepanjang 2016, sedikitnya 100 pasangan China juga ikut melakukan pesta nikah di Bali, Indonesia. “Tidak sedikit warga Saudi dan dari negara timur tengah lainnya

berbulan madu di Bali. Dan itu membuat Bali terkenal. Dan kebetulan, Indonesia punya semua yang diinginkan wisman Saudi. Warna hijau dan biru ada di sini. Biru diwakili pantai, dan hijau diwakili hutan serta pegunungan. Itulah yang menjadikan Indonesia menarik di mata masyarakat Timur Tengah,” ucap dia.

Menpar Arief Yahya ikut mengamini pernyataan AM Fachir. Menurutnya,  rencana liburan Raja Salman ke Bali akan makin membuat destinasi dengan sebutan Pulau Dewata itu langsung naik daun. Pamor dan popularitas Bali diyakini langsung menanjak tajam, karena diendors oleh tokoh dunia yang sangat berpengaruh seperti Raja Salman. "Ini promosi yang luar biasa efektif. Karena itu, saya mengucapkan Selamat Datang ke Bali. Selamat menikmati Wonderful Indonesia," kata Arief Yahya, Menteri Pariwiisata RI.

Pemilik label Marketeer of The Year 2013 versi MarkPlus itu memng cerdik dalam soal marketing. Kepala Negara dengan tujuan khusus berwisata ke destinasi Bali, itu sebuah promosi yang luar biasa. Dia bisa menjadi endorser yang bakal “membawa” pengaruh positif bagi market Arab Saudi dan Timur Tengah. “Karena itu harus disiapkan juga publishing di Timur Tengah, terkait dengan liburan ke Bali itu,” kata Arief Yahya.

Saat di Indonesia nanti, Raja Salman tidak hanya berlibur. Dia juga siap menanam investasi cukup besar di sektor pariwisata. Daerah yang sudah dilirik, Mandeh Sumatera Barat dan Belitung. “Mandeh, dan Sumatera Barat adalah destinasi yang kita proyeksikan menjadi wisata halal, selain Lombok dan Aceh,” kata Arief Yahya.(*)
by Facebook Comment

Lima Duta Besar Hadiri Gebyar Budaya Garut 2017

 

GARUT - Pembukaan Gebyar Budaya Garut 2017 berlangsung heboh dan meriah. Lima Duta Besar negara sahabat, Bupati Garut, Bupati Karawang hingga pejabat eselon I Kemenpar ikut menghadiri festival. Begitu juga
100.000 masyarakat yang menyemut di sepanjang Jalan Ahmad Yani tersebut.
“Kami sangat bangga dan senang Gebyar Budaya Garut 2017 dihadiri sejumlah Duta Besar dan Counsellor dari negara-negara sahabat. Value acara ini jadi semakin tinggi dan banyak diliput media. Kegiatan festival kami juga akan terangkat. Keragaman budaya dan keindahan Garut jadi akan semakin dikenal dimana-mana,” ujar Deputi Pengembangan
Pemasaran Pariwisata Nusantara  Kemenpar, Esthy Reko Astuti, yang didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Kemenpar, Wawan Gunawan, di sela Pembukaan Gebyar Budaya Garut 2017, Rabu (22/2).
Pada pembukaan itu, Esthy yang mengenakan kain batik tulis khas Garut didampingi Bupati Garut Rudi Gunawan, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, serta sejumlah SKPD Garut. Esthy juga dikelilingi Duta Besar Austria Angelica de Buschette, Duta Besar Cuba Nirsia Castro Guavara, Duta Besar Mongolia Sadgar Batdetseg, Duta Besar Polandia Morawski
Romuland, serta Duta Besar Suriname Shefferon.
Itu belum termasuk Diplomat Australia, Counsellor China, Counsellor Jerman, Deputy Chief of Mission USA, Deputy Chief of MissionVenezuela, Deputy Chief of Mission Vietnam, Deputy Chief of Mission Libya dan
Deputy Chief of Mission India. “Kehadiran para Dubes asing ke Gebyar Budaya Garut 2017 menjadi peluang promosi bagi pariwisata Garut. Akses Garut bisa ditempuh dari Bandung dan Jakarta. Amenitasnya ada banyak fasilitas hotel, restoran, yang berkualitas seperti Kampung Sampireun dan Kamojang Green Hotel & Resort. Atraksi utamanya adalah budaya,,” ujar wanita berkerudung itu.
Impact lainnya? Ada Media value yanga sangat tinggi. Maklum, semua Duta Besar yang hadir ke Garut  ikut memboyong media-media dari
negaranya masing-masing. “Yang saya dengar, semua Duta BEsar ikut membawa tim media dari negara masing-masing. Ini menandakan Gebyar Budaya Garut sudah mendunia. Lima Duta Besar dan sejumlah Counsellor sampai rela datang jauh-jauh ke Garut, khusus untuk acara ini saja,” kata Esthy.
Esthy yang mewakili Menpar Arief Yahya itu mengapresiasi pelaksanaan Gebyar Budaya Garut 2017. Sebagai festival yang setiap tahun diselenggarakan, dia yakin akan terus ada perbaikan dan penyempurnaan. Terutama terkait dengan commercial value-nya, bahwa festival itu tidak hanya berhenti pada cultural value, atau keunikan festival itu sendiri. “Ke depan akan kami dorong TA/TO untuk membuat paket-paket pariwisata yang mendatangkan turis baik mancanegara maupun nusantara. Dengan begitu, ekonomi masyarakat
pun ikut terdongkrak,” kata Esthy.
Lantas apa menariknya gebyar budaya ini? Mengapa juga sejumlah Duta besar itu mau jauh-jauh berkunjung ke Garut? “Saya ke sini karena ingin melihat budaya Indonesia yang terkenal sangat beragam. DI sampng
itu, saya penasaran dengan alam Garut yang kata orang menyimpan panorama yang bagus,” ucap Duta Besar Mongolia Sadgar Batdetseg.
Wanita yang mengaku sudah dua kali bertemu Menpar Arief Yahya itu termasuk beruntung. Karena di Gebyar Budaya Garut 2017, dia bisa
menyaksikan 22 seni unggulan Garut, budaya 5 kabupaten/kota di Jabar, serta kesenian 6 provinsi di indonedia. “Ternyata budaya Indonesia sangat wonderful. Saya suka dengan sajian tarian khas Bali,” sambungnya.
Wisata alamnya pun tak kalah keren dari atraksi budayanya. Ada banyak pilihan destinasi berpanorama keren. Mau pilih apa? Gunung Papandayan? Pemandian Air Panas Cipanas?, Situ Bagendit? Candi Cangkuang? Kawah
Putih Talaga Bodas? Arung Jeram Sungai Cimanuk? Pantai Santolo? Semuanya ada di Garut. Dan semuanya, punya keindahan alam kelas dunia. “Pokoknya tidak rugi kalau datang ke daerah kami. Akan ada banyak keunikan yang tidak bisa dijumpai di daerah lain,” timpal
Bupati Garut Rudi Gunawan. (*)
by Facebook Comment

Festival Pesona Teluk Tomini Bakal Pecahkan Rekor Baru

 

PARIMO - Festival Pesona Teluk Tomini (FPTT) di Kabupaten Parigi Moutongyang (Parimo), Sulawesi Tengah selama dua tahun terakhir digelar setiap bulan Oktober, mulai tahun 2017, akan dipercepat atau digeser ke 1-9 April 2017. Event tahun lalu yang mencetak rekor Muri dalam hal membakar kuliner tradisional Lalampa dengan peserta terbanyak diyakini akan didatangi lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman). 
"Jika FPTT dihelat pada April, maka kunjungan wisatawan mancanegara kemungkinan akan lebih banyak karena pada bulan tersebut di wilayah Eropa sedang banyak liburan," ungkap Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Esthy Reko Astuti. 
Alasan lainnya, karena pada bulan September, banyak kegiatan nasional maupun internasional yang digelar di Pulau Jawa dan Sumatra. Sehingga kemungkinan hanya sedikit tamu dari luar daerah yang bisa datang. 
Esthy menambahkan, FPTT merupakan agenda nasional Kementerian Pariwisata (Kemenpar) di bawah komando Menteri Arief Yahya, dan  bersifat internasional untuk menggenjot wisata bahari. Dia berharap setiap tahun pelaksanaan, perlu dilakukan evaluasi untuk perbaikan dan peningkatan kualitas ke depannya. 
"Tujuannya hanya ingin membangkitkan gairah wisatawan datang ke Parimo dan membuat roda perekonomian bergerak lebih baik dan cepat untuk kesejahteraan masyarakat," ujar Esthy. 
Rangkaian FPTT terdiri dari Festival Musik Pesona Teluk Tomini, underwater photograph (foto bawah laut), lomba perahu layar tradisional, fashion yang menampilkan lomba karnaval dan busana-busana tradisional dari berbagai wilayah di Parimo, dan pesta kuliner atau makanan tradisional seperti lalampa. 
"Kegiatan lain seperti reli promosi wisata alam, selanjutnya ada festival musik yang pesertanya banyak berasal dari luar daerah. Ada juga dero massal yang akan memecahkan rekor MURI," tambah Kepala Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Parigi Moutong Hamka Lagala. 
Hamka berharap kegiatan ini berjalan sukses sehingga bisa mendorong tumbuhnya industri pariwisata di Kabupaten Parigi Moutong yang diharapkan menjadi lokomotif baru perekonomian daerah di masa mendatang. 
Minat wisatawan mengunjungi objek wisata di Sulteng mengalami peningkatan tiga hingga 5 persen per tahun. Pada 2016, kunjungan wisman ke Sulteng mencapai 43.000. Untuk berpartisipasi pemenuhan target kunjungan wisman 15 juta tahun ini dan 20 juta tahun 2019, pemprov Sulteng menargetkan kunjungan wisman tahun 2017 sebanyak 45.000 kunjungan, kemudian 52.000 wisman di tahun 2018 dan 2019 mencapai 62.000. (*)
by Facebook Comment

Majapahit Travel Fair 2017 Datangkan Ratusan Buyers Mancanegara

 

SURABAYA - Majapahit Travel Fair (MTF) kembali digelar di Surabaya pada 13-16 April 2017. Event ini akan menghadirkan para pelaku bisnis travel dan pariwisata baik Indonesia maupun mancanegara. Sedikitnya 118 buyers dari 16 negara akan turut berpartisipasi di MTF 2017. Ini sekaligus untuk menepati janji pada Menpar Arief Yahya, yang meminta untuk lebih  banyak menjual inbound, dengan memperbanyak buyers. 
Event yang rencananya dilangsungkan di Grand City Convex Surabaya ini kegiatan utamanya Tabel-Top Business Meeting yaitu pertemuan antara penjual dan pembeli industri travel dan pariwisata. Tahun lalu, acara table top business meeting ini sukses besar, dan terealisasi dengan baik.
”Setiap tahun MTF sukses memfasilitasi ratusan peserta yang akan menggelar pameran bisnisnya dari dalam dan luar negeri, termasuk dari negara-negara di Asia dan beberapa wilayah di Eropa. Pameran ini melibatkan agen-agen perjalanan, hotel, promosi tempat wisata, dan lainnya. Semua akan berkumpul bersama,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Esthy Reko Astuti.
Tahun lalu, buyer yang datang berasal dari 16 negara antara lain Malaysia, Singapura, Myanmar, Brunei Darussalam, Thailand, Filiphina, Kamboja, Vietnam, Jepang, Belanda, Italia, India, China, Hongkong, Bangladesh dan Saudi Arabia. Singapore dan Malaysia. Mereka semua adalah pasar utama ke Indonesia.
Sementara, seller yang hadir ada 66 industri pariwisata yang terdiri dari 38 industri pariwisata Jatim dan 28 industri pariwisata dari luar Jatim, seperti Jakarta, Bali, Jawa Barat, Banten, Yogyakarta, NTB, dan Kep. Riau.
”Industri di sektor pariwisata memang sedang bertumbuh dan bergairah. Semakin lama semakin banyak pebisnis pariwisata yang mengikuti MTF ini. Karena di sinilah pasar riil industri pariwisata,” ujar Esthy. 
Selain Tabel-Top Business Meeting, MTF merupakan pameran wisata yang menampilkan produk, fasilitas dan jasa pariwisata, serta ada pula trip bagi para buyer, seller, dan exhibitor ke beberapa destinasi pariwisata penting di Jawa Timur. Pameran ini juga akan diisi seminar yang menghadirkan para professional di industri pariwisata terkemuka Indonesia.
Seperti diketahui, industri pariwisata di Jawa Timur mulai berkembang. Beberapa daerah, seperti Banyuwangi, Malang, Batu dan Surabaya sudah banyak atraksi yang layak dikunjungi wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara.
Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung penuh MTF di Surabaya ini, karena dalam strategi marketing ada tiga hal yang perlu dijalankan, yakni Branding, Advertising dan Selling. 
“Di MTF 2017 yang mempertemukan antara sellers dan buyers ini adalah bagian dari selling, termasuk 10 destinasi prioritas yang dijadikan Bali Baru untuk memenuhi target 15 juta wisman tahun ini,” pungkas Esthy.(*)
by Facebook Comment

Wonderful Indonesia Jawara di Los Angeles Travel and Adventure Show 2017

 

LOS ANGELES – Menteri Pariwisata Arief Yahya boleh tersenyum bangga. Wonderful Indonesia kembali menorehkan prestasi emas dalam Los Angeles Travel and Adventure Show 2017. Dua award bergengsi berhasil diboyong dari Negeri Paman Sam itu. Gelar Best of Show Cultural Display dan Best Dance World Heritage Cultural Center dipastikan menjadi milik Wonderful Indonesia setelah mengalahkan performer Middle East, Mesir, China, Tahiti, Panama dan Spanyol.

“Award ini memiliki 3 makna. Pertama menaikkan confidence atau kepercayaan diri sebagai bangsa. Kedua  mengangkat credibility di mata bangsa lain. Satunya lagi sebagai calibration untuk memotret seberapa hebat Wonderful Indonesia di global level. Sudah sampai di mana jika dilihat dari kacamata dunia? Ternyata kita terus bisa bersaing,” ucap Menpar Arief Yahya.

Menurut Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana, yang didampingi Kabid Promosi Pasar Amerika dan Afrika, Hari Budiarti, Rabu, 22 Februari 2017, prestasi itu cukup membanggakan. Award ini makin bermakna lantaran di even akbar itu, Wonderful Indonesia mampu berkreasi yang menjadi selera dunia. Dan terbukti menyisihkan negara-negara lain yang punya reputasi tinggi di Pariwisata, Mesir, China, Tahiti, Panama dan Spanyol.

“Dua penghargaan dari Los Angeles Travel and Adventure Show 2017 itu adalah bukti bahwa jika serius, tidak ada yang tidak bisa dilakukan. Mengejar award, dengan segala kriteria itu, secara otomatis akan mendekatkan diri pada standar dunia,” ucap Pitana.

Ucapan Pitana tadi memang sangat masuk akal mengingat ada 14 pilar yang dipakai sebagai alat ukur competitiveness index oleh World Economic Forum (WEF). “Jadi, sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Membangun destinasi dengan standar dunia, membuat objek wisata semakin bagus, bisa dikompetisikan di tingkat dunia dan berpotensi menang,” sambung pria asal Bali itu.

Soal potensi, Wonderful Indonesia memang punya banyak kartu sakti yang bisa dikeluarkan kapan saja. Wisata halalnya? Terbaik di dunia. Dari16 kategori yang dilombakan di World Halal Tourism Award 2016, Wonderful Indonesia sukses menyambar 12 gelar juara dunia. Wisata baharinya? Langganan juara dunia. Di 2017 ini, Indonesia dinobatkan sebagai Best Dive Destination 2017 oleh majalah Dive Magazine. Raja Ampat juga pernah dinobatkan sebagai Best Snorkling Site 2015 bersi CNN. Runner up nya, dipegang Labuan Bajo.

Belum lagi potensi 10 destinasi unggulan yang akan menjadi 10 "Bali baru". Dari Toba, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Pulau Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Jawa Timur, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara, semuanya punya panorama yang world class. Aktris peraih Oscar, Gwyneth Paltrow hingga dua jagoan MotoGP, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi bahkan tak ragu memposting momen-momen liburan dengan background panorama keren di Labuan Bajo.”Kalau Brand Equity nya sudah kuat, maka Indonesia akan makin masuk Consideration Set para turis yang mau milih destinasi. Terutama bagi yang belum punya awareness tinggi terhadap Indonesia. Di sinilah pentingnya memperkuat dan mempertajam branding Wonderful Indonesia di semua lini, termasuk memenangi persaingan di awarding,” sebutnya.

Lantas apa yang ditampilkan di Los Angeles Travel and Adventure Show 18-19 Februari 2017? Mengapa juga Wonderful Indonesia bisa dinobatkan meraih dua penghargaan sekaligus? Soal ini, Kabid Promosi Pasar Amerika dan Afrika, Hari Budiarti, ikut memberikan keterangan.  “Yang kami tampilkan semuanya adalah yang terbaik. Semua disiapkan dengan sangat matang,” ucap Hari.

Sebanyak 9 industri yang terdiri dari 5 Travel Agent dari Indonesia, 3 Travel Agent lokal dari USA dan 1 dari Singapore Airlines, tak henti-hentinya menggoda pengunjung dengan paket-paket menarik.

Aktivitas pavilion Wonderful Indonesia? Di set sangat keren. Dari mulai Indonesia Hospitality Corner yang menyediakan beef rendang, beef rendang quesadillas, es kopi padang, mixology ginger based traditional drink with lemongrass & lime, tak pernah henti disajikan ke pengunjung. Semua tak sabar memburu racikan keren dari chef dan Mixologist Marco Padang Restaurant.

Di Indonesia  Mini Stage? Wonderful Indonesia juga tampil sangat oke. Tradisional dance seperti Bajidor Kahot, Topeng Jigrik Ndat, Tari Piring dan Banyuwangi Carnival, selalu menghibur pengunjung yang datang.  Begitu juga dengan Taste of Travel. Ada demo membuat rendang hitam, beef rendang quesadillas dan mixology ginger based tradisional drink dengan daun sereh dan lemon segar yang sulit ditolak pengunjung.

Belum lagi pesona Destination Theatre Soft Adventure of WonderfulIndonesia: People, Culture & Nature yang dipresentasikan Paul Edmundus ( DPD Asita Bali) dan  Herry Rudyanto (DPD Asita Yogya). Semuanya ditata sangat keren. “Indonesia Hospitality Corner dan Indonesia Mini Stage menjadi magnet bagi para pengunjung LATAS 2017. Sajian kuliner khas Indonesia mampu menarik animo pengunjung ke booth Indonesia, mereka rela antri untuk mencicipinya. Respon dari pengunjung yang telah mencicipi makanan dan minuman khas Indonesia juga menuai banyak pujian,” ucap Hari.

Semua magnet tadi makin terasa lengkap lantaran ada juga Game interaktif & Quiz yang digelar. Pengunjung yang bisa menjawab pertanyaan seputar destinasi Indonesia langsung mendapat hadiah goody bag dan souvenir berupa kain songket.  (*)
by Facebook Comment

Rabu, 22 Februari 2017

Bandara Silangit Danau Toba Naik Kelas Jadi International Airport

 

MEDAN – Hore.. Bandara Silangit naik kelas. Bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II itu sudah diputuskan melalui rapat kabinet terbatas minggu lalu, bakal di up grade menjadi international airport 2018. “Karena itu, perpanjangan landasan dari 2200 meter menjadi 2650 meter, dan pelebaran dari 30 meter ke 45 meter bakal segera dituntaskan,” ujar Menpar Arief Yahya, di Jakarta. 

Karena status Bandara Silangit yang berlokasi di Siborong-borong, Tapanuli Utara, itu menjadi internasional, maka akan dibuat CIQP, Carantine, Immigration, Quarantine, Port. Bandara lain yang akan dinaikkan statusnya adalah Komodo Labuan Bajo, yang sampai sekarang masih berada di bawah pengelolaan Kementerian Perhubungan. “Semua bandara yang masuk dalam pengembangan 10 Bali Bali, atau 10 Top Destinasi Prioritas, diproyeksikan menjadi international airports” jelas Arief Yahya yang mantan Dirut PT Telkom ini.

“Kalau ingin menjadi global standar, dan memiliki customers di global market, maka aksesnya pun harus international standar. Sehingga ada direct flight yang bisa langsung dari negara originasi ke destinasi prioritas itu,” ungkap Menpar Arief Yahya. Dari 10 Destinasi itu yang belum memiliki bandara internasional adalah Danau Toba Sumut, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara. 

Joglosemar, Jogja-Solo-Semarang, saat ini sudah berstatus international airport, tetapi khusus Adi Sucipto Jogjakarta sudah overload. Karena itu, Presiden Joko Widodo sudah meletakkan batu pertama di Kulonprogo untuk mendukung destinasi Joglosemar, dengan ikon Borobudur.

“Info dari Pak Menkomar Luhut Panjaitan memang seperti itu. Di rapat

kabinet terbatas minggu lalu Menhub Budi Karya hadir juga, Bandara Silangit bakal naik kelas. Ini kabar yang bagus buat percepatan destinasi Danau Toba, yang saat ini Badan Otrita Pariwisata Danau Toba sedang bekerja keras,” terang Ketua Pokja

Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar, Hiramsyah S Thaib, yang

didampingi Direktur Utama Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata

Danau Toba, Arie Prasetyo, Rabu (22/2).

Setelah Danau Toba ditetapkan menjadi satu dari 10 destinasi wisata

prioritas di Indonesia, Badan Otorita Danau Toba (BODT) memang makin

getol membenahi Danau Toba, baik di kawasan otoritatif maupun wilayah koordinatif.

“Presiden Jokowi sudah berkali-kali mengatakan, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba, semuanya harus all out. Dari bandara yang sebelumnya tidak layak dilandasi pesawat, lantas dibenahi, dan sekarang sudah 300-500 orang per hari. Hasilnya mengejutkan, penumpang naik lima hingga enam kali lipat di Bandara Silangit,” ujar Hiram.

Pembenahan insfratruktur terus dilakukan. Tahapannya sudah masuk dalam level renovasi Bandara Silangit untuk mengejar kapasitas 500 ribu penumpang.  Target renovasinya? Selesai di April 2017. ”Nanti, bandara ini bisa disinggahi pesawat besar seperti Citilink dan Garuda. Landandasan pacu juga ikut diperbaiki hingga Desember 2017 melalui Angkasa Pura (AP) II. Prosesnya malah akan dipercepat menjadi September 2017. Jadi, harapan kita, September 2017, Bandara Silangit sudah bisa diresmikan, khususnya terminal dan landasan. Maka pada bulan April 2018, Bandara

Silangit sudah bisa kita usulkan menjadi bandara internasional,” timpal Arie Prasetyo, Dirut Badan Otorita Danau Toba.

Dari paparan Arie, Bandara Silangit sangat mungkin dipromosikan menjadi bandara internasional. Dasarnya? Peraturan Kementerian Perhubungan RI  yang menyebutkan bahwa bisa diusulkan karena adanya perubahan dalam hal posisi perkembangan pariwisata yang cukup besar. “Itulah alasannya,” sebut Arie.

Dari sisi market juga sangat mendukung.  Tapanuli Utara Silangit (wilayah Danau Toba), secara kawasan menjadi kunjungan utama wisatawan ke Sumut yang presentasenya mencapai 73 persen. Umumnya wisatawan-wisatawan itu =datang dari Benua Asia seperti Malaysia, Singapura,  Philipina, Thailand dan Vietnam. “Mayoritas pengunjung ke Sumut tahun lalu dari Malaysia mencapai 50 persen lebih,” imbuhnya.

Setelah Silangit naik kelas, Arie berharap, perjalanan dari Singapura ke Silangit dengan tujuan Danau Toba, tidak lagi melalui Kualanamu. Wisatawan akan diarahkan direct ke SIlangit  “Maunya dari Bandara Singapura ke Silangit bisa ditempuh dalam waktu 2 jam atau 1,5 jam, suapaya hari itu juga mereka bisa menikmati alam Danau Toba,” ujarnya.

Lantas apa yang akan dilakukan setelah peresmian run way September nanti?  ”Kerja parallel,” ucap Arie.  Badan Otorita Pariwisata Danau Toba, menurut dia, akan kembali membuka kerjasama dengan Malaysia Airlines dan Singapore Airlines untuk kembali

menawarkan apa-apa saja langkah konkret yang sudah dilakukan setelah sebulan penerbangan perdana ditetapkan. “Oleh  Kemenhub, selanjutnya akan menanyakan apa-apa saja yang akan kita benahi setelah membuka bandara internasional. Nah, untuk itu, kami harus bekerja secara paralel lagi dengan bandara internasional melalui intensif yang harus kita tawarkan, supaya perusahaan airlines dari luar negeri tertarik memulai bisnis. Kita benahi dulu bandara kita, baru berani kita jualan,” tegas Arie. (*)
by Facebook Comment

Artis-artis Korea Promosikan Hutan Sumatera Melalui TV Show

 

JAKARTA – Inilah cara cerdas mempromosikan destinasi wisata adventure Indonesia ke Korea Selatan. Setelah sukses bermain film di Manado, artis-artis kenamaan Negeri Ginseng itu bakal mengulang heboh di Hutan Sumatera. “Kami senang, semakin banyak film Korea yang menggunakan setting tempat di Indonesia. Semoga filmnya ngeboom di sana, sehingga semakin banyak orang Korsel yang penasaran dan berwisata ke Indonesia,” kata Arief Yahya, Menpar RI di Jakarta.

Eksotisme dan Keindahan alam Indonesia memang memikat hati industry pertelevisian Korea Selatan. Tim produksi acara reality show Law of the Jungle yang ditayangkan stasiun televisi SBS Korsel memutuskan untuk syuting di Pulau Sumatera untuk beberapa episode.

"Ini adalah kesekian kalinya Law of The Jungle mengambil lokasi syuting di Tanah Air. Sebelumnya, 2014 syuting di Borneo Kalimantan, lalu Sulawesi Utara 2016 untuk beberapa episode. Di Sumatera mereka akan mengambil lokasi di salah satu hutan yang ada di Sumatera Utara dan Sumatera Barat," ungkap Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Vinsensius Jemadu.

Law of the Jungle edisi Sumatera kabarnya akan dibintangi oleh Sungjae dan Peniel dari Born to Beat (BTOB), Shin Won Ho Cross Gene, aktris Jo Bo Ah serta aktor Kwak Si Yang. Syuting di Sumatera akan dilakukan di Februari ini. Produksi acara yang difilmkan di Sulawesi Utara sudah ditayangkan pada bulan November 2016 lalu. Peserta reality show Law of the Jungle pada waktu itu berasal dari kelompok K-Pop Infinite Sungyeol, WJSN Sungso, BTS Jin serta aktor Kim Min Seok dan Gong Myung.

Otoritas lokal Indonesia menyambut syuting seperti itu bisa membantu meningkatkan pariwisata di daerah atau membantu mempromosikan pantai yang indah di Sulawesi Utara. "Memang obyek wisata yang bisa kita tawarkan tidak hanya wisata liburan saja. Karena banyak juga wisatawan mancanegara yang senang akan kegiatan petualang yang menantang. Dan hutan atau pegunungan yang ada di Indonesia cocok buat mereka ini," ujar Vinsen.

Menurut dia, Kemenpar bakal memboyong sederet artis di bawah bendera Seoul Broadcasting System untuk kembali syuting di tiga destinasi unggulan Indonesia lainnya. Ketiga destinasi wisata itu Danau Toba (Sumatera Utara), Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur), dan Mandeh (Sumatera Barat) dalam waktu dekat ini.

“Kami sudah melakukan pembicaraan dengan pihak Seoul Broadcasting System agar syuting sinetron maupun reality show-nya. Semoga bisa terealisasi dan berdampak hebat untuk ketiga daerah tersebut dan pariwisata Indonesia. Dan kami sudah sukses memulainya dengan Law of the Jungle ini," ungkap VJ.

Law of the Jungle sendiri merupakan reality show yang membawa sejumlah selebritis Korsel berkunjung ke pedalaman. Mereka ditantang untuk bertahan hidup di dalam hutan dan mendapat pengalaman bersosialisasi dengan penduduk setempat. Law of The Jungle pertama kali tayang Oktober 2011 silam. Acara ini sudah mengunjungi pedalaman di berbagai negara seperti Madagaskar, Amazon & Galapagos, Savanna, dan banyak lainnya.

Yang menarik, bukan hanya melihat keteguhan para selebritis dalam mencoba setiap tantangan, tapi juga mengetahui sedikit tentang keberadaan masyarakat yang hidup di sana. Di episode Borneo Kalimantan misalnya, di sini terdapat Suku Bajau, atau biasa disebut kaum gipsy laut, masyarakat yang tinggal di rumah-rumah kayu di atas permukaan air laut. Suku Bajau Laut ada suku asli Filipina yang beberapa penduduknya menyebar di tiga negara Indonesia, Malaysia dan Filipina.

Dengan syuting yang melibatkan artis-artis Korea ini, Vincent optimis akan mempengaruhi masyarakat Korea untuk turut mengunjungi Indonesia. Tidak hanya hutan atau alam yang digunakan lokasi syuting reality show Law of the Jungle saja, melainkan destinasi-destinasi wisata lainnya yang ada di Indonesia.

"Tren wisatawan Korsel sebenarnya peluang yang sangat besar bagi Indonesia, oleh karena itu Kemenpar akan terus mensusun strategi atau kiat untuk meningkatkan wisman Korsel ke Indonesia," pungkas VJ.

Berdasarkan data Kemenpar, pasar utama wisman di Indonesia didominasi oleh 10 negara dengan kontribusi Asean mencapai 39,76%. Sisanya diikuti oleh China, Jepang, Korsel, dan Amerika Serikat. Korsel selama ini termasuk salah satu dari 10 kontributor wisman terbesar ke Indonesia. Jumlah kunjungan wisatawan Korsel ke Indonesia pada 2015 meningkat menjadi 338.671 orang atau naik 3% dibanding 2014 yang sebesar 328.122 orang. Sedangkan sepanjang Januari-September 2016, jumlah wisman dari Korsel sebesar 263.265.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!