"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Jumat, 26 Agustus 2016

67th Indonesia-Tiongkok, Menpar Arief Yahya Dialog INACHAM di Shanghai


 

JAKARTA – Atmosfer 17 Agustusan, peringatan HUT RI ke-71 masih terasa. Pun juga di Shanghai, Tiongkok. Sedikitnya 250 pengusaha dari Indonesia dan mitranya di Tiongkok memaknai perayaan itu dengan mengundang Menteri Pariwisata Arief Yahya, 26-27 Agutus 2016. Mereka akan berdiskusi dan membangun business opportunity di sector pariwisata Indonesia yang ibarat kuncup bunga, tak lama lagi bakal merekah indah berwarna-warni.

“Masa depan destinasi pariwisata dunia dan industri kreatif ada di Indonesia. Nature-nya, tidak perlu bertegang nadi untuk berdebat, silakan lihat dan buktikan sendiri dari ujung Sabang NAD (Nangroe Aceh Darussalam) sampai Raja Ampat Papua, destinasi kami selalu masuk dalam Top 20 dunia, oleh lembaga pemeringkat manapun juga,” ujar Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI di Grand Hyatt Shanghai, Jin Mao Tower,  Tiongkok.

Apalagi soal culture? Data yang dipetik Menpar Arief Yahya menegaskan sensasi paling greng, mengapa wisman terbang ke Indonesia itu 60% karena ingin sentuhan culture. Baru 35% karena factor nature atau alam, baik wisata bahari yang meliputi coastal zone, underwater zone, sea zone, maupun non bahari seperti gunung, hutan, danau, geopark, dan lainnya. “Kami akan diskusi soal peluang untuk berinsvestasi di bidang Pariwisata di Indonesia,” kata Arief Yahya.

Momentum itu sekaligus untuk memperingati 67 tahun hubungan diplomatik RI-RRT ”Pak Menpar Arief akan hadir sebagai nara sumber di INACHAM. Indonesia China Chamber of Commerce yang didirikan 13 April 2015 lalu di Beijing. INACHAM adalah satu-satunya kamar dagang resmi Indonesia di RRT. INACHAM terdiri dari dari beberapa komisi yang mencerminkan visi dan misi organisasi, untuk menjadi wadah kegiatan ekonomi, social, budaya, masyarakat Indonesia, terbuka untuk pebisnis maupun professional dan bebas dari kepentingan politik,” sambung Vincensus Jemadu, Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar.

Dari 250 orang itu, ada 80-an pengusaha lokal, yang selama ini bermitra dengan pengusaha Indonesia. Namun, tidak semua bergerak di bidang pariwisata. Ada juga tour and travel dan beberapa media di sana. “Kami mengusung tema, Investment Opportunity in Indonesia. Dalam pertemuan tersebut akan dipaparkan Perkembangan pariwisata di Indonesia, termasuk 10 Bali Baru,” ujar pria yang wajahnya mirip si leher beton Mike Tyson dan biasa disapa VJ itu.

Sedangkan agenda 27 Agustus 2016, Menpar Arief Yahya akan bertemu dengan Huawei Center untuk menjajaki kerjasama IT pendukung destinasi Pariwisata di tanah air. Dalam membangun ekosistem pariwisata di tanah air, salah satu hal yang sedang getol dilakukan Kemenpar adalah mengundang investor untuk menanamkan modal ke bisnis pariwisata di Indonesia. Menteri Arief Yahya pun "road show" dari satu Negara ke Negara lain yang berpotensi. 

Di Seoul Korea Selatan, belum lama, dari 6 pengusaha besar yang dia temui, 3 diantaranya positif menanamkan modal ke tanah air. Ada yang bergerak di bisnis Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata di Tanjung Lesung, dengan investasi sementara USD 500 juta atau Rp 6,5 Triliun di awal. Perjalanan pria yang juga peraih Marketeer Of The Year 2013 itu juga akan dilakukan Visit dan Meeting dengan Huawei Innovation Center di Shanghai bersama INACHAM.

VJ berharap pertemuan tersebut dapat membuka peluang kerja sama bisnis sekaligus transfer teknologi dengan para pengusaha di tanah air. Kata VJ, visit dan meeting dengan pelaku industri di Shanghai sekaligus upaya untuk mempromosikan brand Wonderful Indonesia kepada pelaku usaha di negara itu. Apalagi Tiongkok merupakan salah satu negara fokus pasar wisata utama yang paling potensial, dengan 120 juta outbound traveler tahun 2015 lalu. "Wisatawan asal Tiongkok yang berkunjung ke Indonesia tahun lalu mencapai 1.141.330 orang, tidak sampai 1% dari outbound China," kata VJ.

Seperti diketahui, Kementerian di bawah komando Arief Yahya itu menargetkan mampu menjaring 1.700.000 wisman asal Tiongkok sampai tutup tahun ini. Target tahun ini 1.700.000 wisman dari Tiongkok. Infrastruktur sedang dibangun, termasuk kawasan ekonomi khusus yang sebagian di antaranya mengkhususkan diri di bidang Pariwisata. Diantaranya Danau Toba Sumut, Tanjung Kelayang Babel, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu dan Kota Lama Jakarta, Borobudur Jateng, Bromo Tengger Semeru Jatim, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara.(*)
by Facebook Comment

Wow, Tim Kesenian Reog Ponorogo Sukses Mengguncang Filipina


 

FILIPINA - Reog Ponorogo benar-benar memberikan kejutan di Filipina. Itu setelah, sebanyak 30 Reog yang dikirim oleh Kementerian Pariwisata, KBRI Manila, Pemda Ponorogo dan KJRI Manila menabur pesona di University Of Mindanao, Davao City, 20-23 Agustus dan Mall Of Asia Manila 24-27 Agustus 2016.

Menurut Endah Rahmi Yuliarti dari KJRI di Manila, masyarakat Filipina benar-benar terpukau dengan atraksi kesenian asal Jawa Timur yang menggigit topeng raksasa itu. Salah satu bukti, tim kesenian Reog Ponorogo berhasil mempesona ribuan warga Davao Filipina itu adalah kerumunan manusia yang menonton sepanjang 2,5 kilometer di hari perdana sampai hari terakhir.

”Acaranya sangat meriah banget, diawali pada tanggal 21 Agustus 2016 mereka berpartisipasi dalam kegiatan parade yang biasa disebut di Filipina dengan sebutan Kadayawan. Lokasinya di kota Davao. Mereka penuh sesak, acara ini sendiri bermakna sebagai wujud syukur rakyat Davao atas hasil panen di wilayah mereka. Makin terhibur dan meriah saat Reog tampil,” ujar Endah lewat pesan singkat whatsup-nya kepada wartawan.

Endah membeberkan, buktinya meriah dengan banyaknya permintaan foto dari warga Davao dengan penari Reog maupun pendukung Reog lainnya seperti Jantilan, Warok, dan Barongan Dadak Merak.

Seperti diketahui, Filipina bisa juga dibidik sebagai “kolam yang banyak ikannya” seperti halnya Singapore dan Hongkong. Karena turis China dan Korea yang terbang ke Cebu Island cukup besar setiap harinya. Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Asia Tenggara, Rizki Handayani mengucapkan terima kasih atas atas kerjasama yang kompak ini dari semua pihak.

Reog tampil tidak sekali, namun hampir satu pekan. Dimulai pada tanggal 21 Agustus di Davao Filipina yang akan diadakan Parade Seni Budaya Kadayawan sepanjang 2 kilometer, di sini di isi oleh penari dan pemain musik berjalan, alat musik dan sound system menggunakan mobil truk. Selain itu ada workshop interaktif di University Of Mindanao yang menggelar general lecture Indonesia and Philipines art and culture.

”Indonesia menargetkan mampu menjaring 275.000 wisatawan mancanegara (wisman) asal Filipina sampai tutup tahun ini. Kami menggenjot promosi pariwisata di Filipina karena tahun 2016 ini target kunjungan wisman Filipina ke Indonesia dinaikkan lebih tinggi menjadi 275.000 wisman. Sedangkan realisasi kunjungan wisman Filipina ke Indonesia tahun 2015 sebanyak 143.538 orang sepanjang tahun,”kata Kiki.

Duta Besar RI untuk Filipina Johny Lumintang mengaku senang dengan antusias yang didapat dari pagelaran Reog. Kata dia, pihaknya baru melihat begitu sumringahnya rakat Filipina dengan Reog yang ditampilkan di berbagai kesempatan dan acara. Kata Johny,  acara hari kedua diisi dengan penampilan Reog Ponorogo dalam international conference on indonesian and filiphina art culture and languages, dalam acara ini tari Reog  berperan sebagai tari pembuka dan penutup.

Sedangkan hari ketiga, masih kata Johny, giliran SM Mall of Asia di kota Manila yang mendapatkan kesempatan mempertonton kebudayaan dan  kesenian Reog. ”Ini merupakan Mall terbesar di Filipina. Kesenian Reog tampil memukau para pengunjung Mall dengan keindahan tarian mereka, kita bangga punya kekayaan budaya dan alam yang tidak ada tandingannya, terima kasih kepada semua pihak termasuk Kemenpar,” kata Johny.

Menteri Pariwisata Arief Yahya merasa yakin pasar Filipina bakal terbuka, setelah September 2016 nanti Lion Air mulai terbang dari Manado-Davao PP. Selain itu, akan dirintis juga terbang Manado-Cebu Island, salah satu ikon wisata bahari di Filipina tersebut. Mengapa harus membidik pasar Filipina yang selama ini tidak termasuk dalam pasar prioritas? “Ingat, ada 1 juta wisatawan Korea yang terbang ke Cebu Island setiap tahunnya. Itu baru Korea, masih ada Hongkong, Taiwan, Macau, dan Jepang yang juga berpotensi, karena jaraknya tidak terlalu lama ditempuh. Jumlah itu sudah lebih besar dari wisman Korea plus Jepang ke Indonesia. Kita menjaring di kolam penuh ikan di Filipina,” tutur (*)
by Facebook Comment

Tamu PATA Travel Mart 2016 Disuguhi Atraksi Budaya di TMII


 

BANTEN - Setelah sembilan tahun berlalu, akhirnya Indonesia kembali mendapatkan kehormatan menjadi tuan rumah ajang pameran pariwisata bergengsi, Pacific Asia Travel Association (PATA) Mart 2016. Bertempat di Indonesia Convention Center (ICE), BSD Tangerang, Banten, perhelatan yang akan disambangi 60 negara dan ribuan pengunjung itu akan dihelat pada tanggal 7-9 September 2016 mendatang.

Sebelumnya, selama empat kali menjadi tuan rumah selalu Bali yang beruntung menjamu para tamu-tamu PATA Travel Mart. Namun, pada kesempatan kelima ini giliran Banten dan Jakarta yang menyediakan ICE sebagai tempat penyelenggaraan. “Tahun lalu, saya hadir di Bangelore, India. Dan, PATA ini memang salah satu travel mart yang sangat bergengsi di dunia. Akan banyak buyers dan sellers yang hadir di tanah air,” ungkap Arief Yahya, Menteri Pariwisata.

Project Manager PTM 2016, Ika Nazaruddin mengatakan telah mempersiapkan agenda untuk memperkenalkan destinasi wisata Indonesia di sela-sela acara tersebut. ”Direct benefit-nya menjadi tuan rumah PTM 2016 sangat banyak. Karena akan menjadi fokus perhatian para pelaku industri pariwisata mancanegara dari 60 negara. Kami akan memanfaatkan momentum ini dengan membawa para tamu ke Taman Mini Indonesia Indah dan memperkenalkan keragaman Indonesia dan keindahan Indonesia,” ujar Ika.

Ika memaparkan, peserta nantinya tanggal 8 hingga tanggal 9 akan melakukan pertemuan bisnis antara buyer dan seller sejak pagi hingga sore hari. ”Untuk tanggal 7 kita siapkan setengah hari tur ke TMII untuk international buyer, seller  dan media. Semua agenda tercantum secara jelas di website PATA halaman PTM 2016, Taman Mini merupakan tempat yang indah untuk menambah informasi tentang tanah air untuk para tamu,” ujar dia. 

Ika memaparkan, PTM 2016 juga nantinya akan membangun network antara pelaku bisnis pariwisata di Indonesia dengan pelaku bisnis pariwisata anggota PATA. Membangun citra dan reputasi Pariwisata Indonesia di mata internasional, utamanya negara-negara anggota PATA, selain itu tentu saja memberikan kesempatan sekaligus edukasi kepada pelaku usaha dari seluruh provinsi di Indonesia untuk mengikuti ajang bursa pariwisata tingkat internasional. Apalagi diprediksi akan banyak media international yang hadir ke acara tersebut. 

”Selain itu juga akan hadir sekitar 12 travel blogger dari mancanegara. Sampai saat ini PATA telah menerima pendaftaran dari 58 media dari 15 negara, ditambah 12 travel blogger mancanegara,”kata Ika. Manager Communications PATA, Paul Pruangkarn. Mengatakan bahwa Eksposure PATA Travel Mart memang sangat besar. Akan banyak media international maupun media nasional untuk bergabung meliput. ”Kami masih membuka registrasi bagi kawan-kawan media yang ingin meliput PATA Travel Mart 2016, silahkan mendaftar dan datang,” ujar Paul.

Untuk meliput agenda besar ini hanya diperlukan ID Card khusus untuk media. Cara mendapatkannya simpel. Tinggal klik aja website resmi PATA di sini: https: //www.pata.org/portfolio/ptm-2016/ isi aplikasi, dan langsung diregistrasi oleh organizer. Semua informasi terkait PATA Travel Mart termasuk form registrasi media tersaji di sana.

Dan bila sudah mengisi form registrasi media, jurnalis bisa langsung mengirimkan email balasan ke: communications@PATA.org. Semua permohonan peliputan akan langsung diproses. Dan sejak 15 Juli 2016, registrasinya sudah dibuka. “Bila sudah terverifikasi, media bisa mendapatkan kesempatan untuk menjadwalkan wawancara pribadi satu-satu dengan delegasi NTO, masuk ke acara dan mengikuti konfrensi pers. Fasilitas lainnya, ada potongan harga untuk akomodasi hotel,” terang Paul dalam keterangan resminya.

Barisan media internasional yang meliput PATA Travel Mart juga bisa mendapatkan tur kota setengah hari secara gratis. Transfer kembali ke bandara juga gratis. “Jadwal pastinya akan dikirim ke delegasi media yang terdaftar sebelum acara,” ungkapnya.

PTM Media Centre nantinya mulai dibuka Kamis, 8 September 2016, pukul 09.00 WIB. Nantinya, seluruh jurnalis bisa mendapatkan fasilitas area wawancara, terminal komputer dengan akses internet dan plug-in port USB serta printer. “Rincian detilnya silahkan lihat di web resmi PTM2016,” pungkasnya.(*)
by Facebook Comment

Samosir Bakal Diguncang Musik Austrian Tobatak Rock


 

SAMOSIR – Karnaval, Karnaval, dan Pesta Rakyat Kemerdekaan Pesona Danau Toba 2016 baru saja berakhir 20-21 Agustus 2016 lalu di kawasan supervolcano terbesar dan 10 danau terdalam di dunia itu. Hebohnya masih terasa nyaring hingga saat ini. Tetapi Pulau Samosir, bakal kembali diguncang heboh konser music. Kali ini yang bakal tampil adalah Austrian Tobatak Rock, yang bakal manggung 27 Agustus 2016 di Openstage Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi event berbasis musik ini. Pertama, semakin banyak dan sering konser internasional digelar di kawasan Danau Toba ini yang akan membuat nama kawasan ini semakin mendunia. Brand Danau Toba sebagai satu dari 10 top destinasi itu akan semakin dikenal banyak orang, baik di tanah air, maupun mancanegara. “Sambil secara paralel dikebut 3A-nya, atraksi, akses, amenitas-nya di Danau Toba,” ungkap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

”Samosir Music International merupakan  konsep lanjutan kegiatan pada tahun 2014 yang lalu, yaitu Hermann Delago – Samosir Orchestra yang berhasil menarik minat 15.000 ribu pengunjung termasuk wisatawan untuk menyaksikan pertunjukan musik kolaborasi antar 2 negara ini. Tentu acara ini akan sangat menarik,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Samosir, Ombang Siboro.

Lebih lanjut Ombang menjelaskan, perhelatan tersebut digelar dengan unsur utama menonjolkan keagungan musik dan lagu tradisional batak dikemas dengan unsur asing. Kata Ombang, tahun 2016 yang lalu, kegiatan yang sama digelar dengan mengambil tema kegiatan Austrian Tobatak Rock dengan menghadirkan salah satu band papan atas Austria Tasha Band featuring Hermann Delago.

”Tasha Band dan Hermann Delago merupakan artis asal Austria yang mencintai sekaligus mengkagumi budaya batak terlebih kekayaan unsur musik dan lagu. Kecintaanya terhadap keunikan dan harmoni khas lagu-lagu batak akan dipertunjukkan di panggung utama, mereka cinta Batak dan cinta Pariwisatanya,” ujar Ombang.

Dalam paparannya Ombang menjelaskan, sebagai perhelatan yang sudah ke-empat kalinya dari Kegiatan Horas Samosir Fiesta 2016, even ini disamping bertujuan untuk memperkenalkan kekayaan musik dan lagu Batak kepada dunia Internasional juga diharapkan mampu mempromosikan Kabupaten Samosir sebagai sasaran utama kunjungan para wisatawan manca negara terlebih wisatawan yang berasal dari benua eropa.

”Konten kegiatan merupakan konser musik dan lagu oleh Tasha Band Feat Hermann Delago, dimana artis asal Austria ini akan menyanyikan beberapa lagu batak disamping lagu gubahan mereka sendiri. Hadir untuk mendukung kegiatan ini artis lokal Indonesia seperti Tongam Sirait, NoS dari yogyakarta , Retta Sitorus dan Jajabi Band. Mereka akan mempesona wisatawan semua,”tegasnya. ” Kami sangat bersyukur Tasha Band dan Hermann Delagoo yang termasuk artis super sibuk tersebut mau hadir untuk mendukung  event pariwisata di Kabupaten Samosir,” ujarnya.

Perhelatan ini dinilai sangat bermanfaat. Pasalnya,masih kata Ombang, dengan pagelaran tersebut nantinya akan membangun kepercayaan terhadap Pemerintah Kabupaten Samosir dimana paduan antara komitmen, semangat, kejujuran, Local Culture Uniqueness share atau  berbagi keunikan budaya Samosir.

”Kami juga sudah melakukan promosi dengan baik. Yakni sejak dilaunching di kota Medan pada bulan maret 2016 sebagai salah satu event pada Horas Samosir Fiesta 2016, publikasi event ini telah dilakukan secara meluas baik kepada wisatawan luar negeri maupun dalam negeri melalui media cetak berupa flyer, release di koran lokal, promosi melalui  media sosial termasuk melalui baliho di beberapa kota di Indonesia,” kata Ombang.

Untuk urusan luar negeri? Ombang juga menegaskan sudah dilakukan. Kata dia, promosi melalui luar negeri banyak dilakukan melalui Manager Pelaksana Event, Henry Manik yang berdomisili di Belanda. ”Promosi kami juga dibantu Kementerian Pariwisata Republik Indonesia,” kata Ombang.

Untuk urusan fasiltas? Samosir juga sudah siap lahir batin. Kata Ombang, untuk kelancaran kegiatan ini pihaknya telah melakukan koordinasi untuk mengantisipasi lonjakan wisatawan yang akan menyaksikan event berskala international tersebut. ” Kami sudah mempersiapkan jaminan jumlah Hotel dan fasilitas yang baik, Hospitality, Safety and Guard guarantee semua sudah dipikirkan dengan baik dan sudah dikondisikan dengan berbagai pihak terkait, maka dari itu, mari datang ke Samosir,” katanya.(*)
by Facebook Comment

Mau Wisata Bahari? Ada Festival Bahari Pesona Kep Togean 2016


 

JAKARTA - Bagi Anda yang ingin menikmati keindahan alam dari wilayah darat dan bawah air, kunjungilah Festival Bahari Pesona Kepulauan Togean 2016 di Sulawesi Tengah. Acaranya bakal digelar 27-31 Agustus 2016. Ini adalah agenda tahunan yang bakal selalu dihadiri oleh wisatawan dari berbagai negara di dunia. “Kalau soal wisata bahari, Togean tidak perlu diragukan, silakan hadir di sana,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Menurut Menpar Arief Yahya, ada tiga jenis wisata bahari yang dikembangkan di tanah air. Pertama, coastal zone, atau bentang laut seperti pasir putih. Kedua, underwater zone, atau eksplorasi bawah laut Indonesia, dengan wisata selam. Ketiga, sea zone, wisata antar pulau dengan yacht atau perahu pesiar yang biasa sailing atau berlayar dari satu pulau ke pulau yang lain.

“Saat ini wisatawan mancanegara dari Italia, Jerman, Korea dan Prancis sudah mulai berdatangan di lokasi wisata Togean. Mereka datang  untuk menghadiri festival yang dihelat 27-31 Agustus tersebut,” terang Esthy Reko Astuti, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Kamis (26/8).

Kedatangan wisman-wisman tadi disambut dengan layanan prima. Pemerintah Provinsi Sulteng sudah menyiapkan berbagai fasilitas transportasi serta menyiapkan hunian sementara bagi wisatawan asing yang datang ke Togean. “Begitu mendarat, wisman sudah nggak perlu bawa apa-apa lagi. Semua sudah ada yang urus. Dari mulai transportasi sampai penginapan sudah tersedia,” ungkap Esthy.

Lantas apa sih yang menarik dari Togean? Mengapa juga turis-turis asing sampai kepincut datang ke destinasi yang kalah populer dengan Wakatobi itu? “Nama kepulauan Togean di Sulawesi Tengah mungkin tak setenar Wakatobi yang juga ada di provinsi tersebut. Tapi keindahannya tak kalah menakjubkan. Destinasi yang satu ini sangat cocok untuk wisatawan yang ingin berelaksasi,” tambah Esthy.

Ucapan Esthy memang tidak berlebihan. Selain hamparan pantai berpasir putih dan lautan biru jernih, Anda juga bisa melihat hutan mangrove yang keren di Togean. Ada sekitar 33 jenis mangrove yang ada di sana. Dari 19 jenis bakau sejati (true mangrove) dan 14 jenis bakau ikutan (associate mangrove), bisa dijumpai di Togean. Sepanjang mata memandang, Anda bisa melihat rumput pantai yang luas dan menjadi sumber makanan mamalia laut, dugong. Selain itu, masih ada juga gua-gua, sungai hingga air terjun.

Namun, tentunya pemandangan bawah laut yang spektakuler lah yang membuat Kepulauan Togean menjadi incaran para traveler. Kepulauan Togean termasuk bagian penting dari segitiga terumbu karang dunia, yaitu Sulawesi, Filipina dan Papua Nugini. Terumbu karangnya masih sangat sehat dan alami sehingga para wisatawan yang datang ke sini tidak akan melewatkan kesempatan untuk menyelam dan menikmati pemandangan tersebut. Keanekaragaman hayati inilah yang membuat Kepulauan Togean ditetapkan sebagai taman nasional sejak 2004 lalu.

“Karenanya Kementerian Pariwisata memberikan dukungan atas terselenggaranya festival ini. Kami ingin menarik minat wisatawan lokal maupun mancanegara,” terang wanita berkerudung itu.

Di Togean nanti, wisatawan bisa menikmati 15 kegiatan yang keren. Dari mulai lomba perahu layar, perahu kecil (ketinting), tarik tambang perahu, lomba rally photo landscape, jelajah destinasi kepulauan Togean, lomba lari karung di pantai, busana daerah serta pameran industri kreatif masyarakat, sudah siap menyapa wisatawan yang datang. Bagi yang lapar, wisata kuliner juga dipastikan siap menyambut kedatangan tamu. “Potensi wisata bahari tentu juga ada kuliner. Makanan olahan hewan lautnya sangat enak. Ikan bakar rica-rica juga oke punya,” tambah Esthy.

Terpisah, Norma Mardjanu, Kadispar Sulawesi Tengah mengaku sudah siap menggelar festival yang mengangkat wisata bahari itu. Rangkaian kegiatan Festival Bahari Pesona Kepulauan Togean sudah disiapkan dengan baik. ”Semua sudah siap 100 persen. Jelajah Togean nanti akan menjadi sesuatu yang luar biasa, karena wisatawan akan diperkenalkan keindahan enam pulau dari 40 pulau besar yang sudah bernama di Togean. Dari Pulau Kadidiri, Pangempa Bolilanga, Pulau Taupan, Jellyfish Lake, Kulingkinari, semua dikunjungi,” terang Norma.

Magnit lain yang tak kalah wow-nya adalah even Rally Photo Togean. Di sini peserta akan menjelajahi dan menguak keindahan Kepulauan Togean yang juga dikenal dengan segitiga terumbu karang dunia. “Kepulauan Togean sangat indah dilihat dari atas. Dan di bawah lautnya,  lebih dahsyat lagi. Rally Photo Togean akan membuktikan hal itu,” tambah Norma.(*)
by Facebook Comment

Tembus 1200 Atlet, 50 Negara, 2000 Kamar di Ironman 70.3 Bintan


 

BINTAN - Gong perhelatan Ironman 70.3, Bintan 2016 sebentar lagi bakal ditabuh, tepatnya 27-28 Agustus 2016. Kementerian Pariwisata bekerjasama dengan PT Bintan Resort Cakrawala (BRC) dan Even Organaizer (EO) Metasport akan menjadi host event berskala international tersebut.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Bintan, Luki Zaiman Prawira mengatakan, perhelatan olahraga internasional Ironman 70.3 Bintan ini dipastikan banyak dilirik oleh atlet-atlet dunia. Dari data yang sudah diterima panitia, sudah 1.200 atlet dari 50 negara telah mendaftarkan diri untuk ikuti ajang bergengsi ini. “Inilah peluang besar bagi kita untuk mengenalkan Kabupaten Bintan kepada wisatawan mancanegara. Melalui even ini juga, kita akan menggenjot angka kunjungan wisatawan di 2016 ini,” ujar Luki.

Lebih lanjut Luki mengatakan, tidak menutup kemungkinan, jumlah atlet yang mendaftar akan bertambah lagi karena sampai saat ini pendaftaran masih terbuka. ”Targetnya, atlet yang ikut ambil bagian pada ajang Triathlon ini bisa mencapai 1500-1800 atlet,” tambahnya.

Luki menambahkan, dengan keindahan alam yang dimiliki Bintan dan perhelatan olahraga internasional yang digelar, pihaknya yakin Bintan akan jadi destinasi wisata kelas dunia. ”Bayangkan, ada 50 negara sudah tersedot perhatiannya ke kabupaten ini,” katanya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan setiap event international itu memiliki dua impact. Yakni, direct impact dan indirect impact. “Direct impact itu jumlah wisman yang masuk sebagai peserta, termasuk supporternya. Jumlahnya tidak sebesar indirect impact-nya. Nah indirect impact ini biasa disebut sebagai media value, karena bakal dirilis di banyak media dari mancanegara. Media value itu juga bisa dihitung,” ungkap Menpar Arief Yahya.

General Grup Manager (GGM) PT BRC, Abdul Wahab mengatakan PT BRC telah menyediakan 2.000 kamar hotel untuk menampung atlet, keluarga atlet hingga pendukungnya yang berasal dari 50 negara untuk mengikuti perhelatan tersebut.

“Okupansi Hotel sudah 90 persen. Sebab atlet yang ikut sudah dipastikan lebih banyak ketimbang tahun sebelumnya,” katanya.

Untuk lokasi pegelaran ajang bergengsi kelas dunia ini, kata Wahab, sama dengan tahun sebelumnya yaitu Kawasan Wisata Lagoi Bay. Menurutnya, Kawasan Lagoi Bay ini lebih serasi perpaduannya baik dengan adanya alam nan indah maupun fasilitas yang tersedia.

Bahkan, kata dia, PT BRC juga menyediakan sarana dan prasarana permainan anak-anak. Jadi bagi orang tua yang mengikuti perhelatan ini tidak perlu kawatir dengan keadaan anaknya sewaktu ditinggal berlaga. Karena anak-anaknya bisa bermain sepuasnya dengan sarana dan prasarana yang disediakan.

“Saya yakin ini bisa mendatangkan wisatawan mancanegara maupun lokal yang sangat banyak. Bahkan saya juga yakin kedepannya Bintan akan dikenal oleh seluruh dunia,” ungkapnya.

Event sport tourism itu juga sudah mulai heboh. Itu setelah Cameron Brown, juara dunia 4 kali Ironman World Champion, serta 12 kali menjadi raja di Ironman Selandia Baru, memutuskan ambil bagian di Ironman 70.3 Bintan 2016. Tentu, kelas persaingan di Bintan nanti akan semakin sengit dan tentu ini akan menaikan pamor Ironman 70.3 Bintan.

Meskipun dianggap olahraga kelewat “gila”, Ironman 70.3 ini rupanya tak sepi peminat. Seorang juara dunia sekelas Cameron Brown dipastikan ikut serta di lomba yang membutuhkan ketahanan fisik luar biasa itu. Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rizki Handayani mengatakan, olahraga ini sangat akrab dan mesra dengan alam. Kendati harus renang di perairan lepas, imbuh Rizki, bersepeda puluhan kilometer dan lari marathon puluhan kilometer, peminatnya tetap banyak.

"Nanti pada tanggal 27 Agustus 2016 akan diawali dengan Ironkids yang diikuti 200 peserta yang umumnya dari mancanegara. Selain itu Wismannya ditambah lagi dengan para pendamping atau kawannya saat mengikuti lomba. Akan banyak yang datang ke Bintan," ujar Kiki.

Lebih lanjut Kiki menjelaskan, para atlet Ironman 70.3 akan memulai lomba dengan berenang sejauh 1.2 mil (1.9 km, red) di air yang tenang dan jernih dengan pemandangan dasar laut yang indah yang dimiliki tanah air. Setelah itu, imbuh Kiki, Minggu 28 Agustus 2016, para peserta akan bersepeda sepanjang 56 mil (90 km, red). Rutenya Plaza Lagoi Bay – Simpang Lagoi – Kampung Baru – Simpang Penaga Lintas Barat – Busung, Simpang Lobam – RSUD Tanjunguban -TMP Dwikora Tanjung Uban – Kampung bugis -Sekera -Sungai Kecil kembali ke simpang Lagoi dan berakhir di Plaza Lagoi Bay. Kata Kiki, ujian daya tahan tubuh itu kemudian akan diakhiri dengan lomba lari yang akan melahap 3 lap sepanjang 21 km.

”Terpilihnya kembali Bintan sebagai lokasi ajang triathlon Ironman 70.3 bersama penyelenggara acara MetaSport ini semakin memperkuat posisi Bintan sebagai destinasi sport tourism kelas dunia. Banyak even olahraga internasional digelar di Bintan tahun ini. Dan hal itu diyakini akan mendongkrak pariwisata great Batam atau Bintan,” ujar Kiki. 

Sekadar informasi, Ironman 70.3 Bintan sudah diplot menjadi ajang kualifikasi Ironman dunia sebelum mencapai Ironman World Champion di Australia. Bupati Bintan Apri Sujadi mengaku bahagia dengan diadakannya perhelatan kelas dunia di wilayahnya. Hal ini tidak lepas dari dukungan pemerintah pusat untuk Pariwisata Bintan. “Bersama Kementerian Pariwisata, kami akan bersatu menyukseskan Ironman 70.3 Bintan, terima kasih Kemenpar yang telah mendukung perhelatan ini sehingga bisa terlaksana dan tersiapkan dengan baik,” ucap Apri.

Bagi Apri, menyelenggaraan Ironman 70.3 akan memberi direct impact terhadap peningkatan kunjungan wisman dan perolehan devisa. Sekarang, sudah ada bayangan minimal 1.000 wisman akan masuk dan membelanjakan dollarnya di Bintan. Itu belum termasuk keluarga peserta dan ofisial tim.“Even ini juga mempunyai media value yang tinggi. Atlet-atlet dunia yang tampil di Ironman 70.3 di Bintan pasti akan menjadi pemberitaan media internasional. Karenanya akan kami beri pelayanan terbaik untuk merekal Kami akan buat mereka terkesan dengan Bintan,” tambah Apri.

Untuk memperlancar pelaksanaan, Apri mengaku sudah menjalin komunikasi dengan pihak Imigrasi dan Bea Cukai. Proses kedatangan wisatawan atlet mancanegara akan dipermudah. “Tahun ini ada kenaikan jumlah peserta sekitar 20 persen. Harapan kami, Ironman tahun ini bisa kembali sukses seperti tahun sebelumnya,” harap Apri.

Selain ada ribuan peserta dan para atlet kelas dunia yang bakal meramaikan ajang tahunan di Bintan itu, Apri menyebut, ada 200 peserta Ironman Kids yang akan ikut serta di laga pembuka dengan berlari sejauh 1,5 km.(*)
by Facebook Comment

Tat Twan Asi Spirit Baru Sanur Village Festival 2016


 

BALI – Kisah sukses, selalu ada tokoh di balik layar yang sangat kuat. Kesuksesan Sanur Village Festival (SVF) 2016 yang dilangsungkan di Maisonettee Area Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali 24-28 Agustus 2016 itu juga ada arsiteknya. Siapa lagi kalau bukan Ida Bagus Gede Sidharta Putra, Chairman of SVF 2016. Dia pula yang selama 11 tahun mengawal dan menjadi motor penggerak festival tersebut, sejak tragedi bom Bali 2005. “Kami membuat festival ini untuk mengangkat kembali pariwisata Sanur, Bali dan Indonesia yang saat itu hancur oleh bom,” ungkap Ida Bagus Gede Sidharta Putra.

Kala itu semua indurtri “mati suri”. Tidak banyak wisman maupun wisnus yang berkunjung ke Bali. Dampak ledakan itu sangat besar, dan lama. Iklim berbisnis di pariwisata ikut terkena getahnya, pendapatan masyarakat juga terus merosot. Semua pihak prihatin dan harus menerima nasib sial. “Festival yang dilakukan dengan kebersamaan ini pelan-pelan bisa mengangkat kembali keberadaan kita,” kata dia yang juga pemilik Griya Santrian itu.

Dari waktu ke waktu, festival ini terus disempurnakan, menjadi lebih baik dan terus menuju kesempurnaan. Dia berterima kasih kepada Walikota Denpasar kala itu, Puspayoga, yang saat ini menjadi Menteri Koperasi dan UKM RI. Dia juga sangat terbantu, dua tahun berturut-turut dihadiri dan disupport oleh Kementerian Pariwisata. “Pak Menpar Arief Yahya ini sangat peduli dengan Sanur Village Festival ini. Sudah dua tahun berturut-turut membuka festival ini. Luar biasa! Terima kasih,” jelas IB Gede Sidharta yang mengenakan baju adat Bali itu.

Kini, popularitas Sanur Village Festival 2016 semakin ngetop. Volume pesertanya juga semakin banyak dan variatif. “Semakin besar, semakin banyak pengunjungnya. Sanur yang semula event lokal, sekarang sudah bisa mempromosikan Denpasar, dan Wonderful Indonesia. Tentu dengan digital media yang semakin borderless, tidak berbatas oleh waktu dan ruang lagi,” kata dia.

Tema Tat Twam Asi itu sendiri, kata dia, adalah buah pikirnya untuk memberi label festival tahun 2016 ini. Setiap tahun temanya berubah dan terus disesuaikan dengan perkembangan aktual. Kata-kata dari bahasa Sansekerta itu sendiri artinya: “Kamu adalah Aku, Aku adalah Kamu!” 

Apa makna di balik kata-kata itu? “Kami ingin saling menghormati, saling memiliki, saling menghargai, saling menjaga, agar Sanur tetap bersih, lestari, rukun, tenang dan nyaman. Kita memiliki Sanur, dan Sanur juga memiliki kita. Dalam suasana seperti itu, dari Sanur ini akan melahirkan kreativitas yang tiada henti,” jelas IB Gede Sidharta penuh semangat.

Tahun ini, menurut dia, lebih banyak mengagendakan kegiatan sport tourism di Sanur. Ada sekitar 20 events selama festival yang sudah dimulai sejak 14 Agustus 2016. Sebagai tahun sport tourism, maka dia menggandeng perusahaan aplikasi dari Hongkong untuk mempromosikan I Discover, yang berisi tentang jalur sepeda, jalur jalan kaki atau jalur trekking di kawasan Sanur. Mereka tidak sekedar berolahraga sepeda, tetapi ada kunjugan ke beberapa heritage site yang ada di sana.

Kegiatan yang sudah dirancang dan dipublikasikan antara lain, Sanur Golf Tournament, Environmental Care, Under water Festival, Fishing Contest, Sanur Kite Festival, Sport Competition, Bali International Triathlon, Phono Competition, Fun Beach Games, Sanur Creative Expo, Food Festival, Jazz Festival dan Yoga. “Triathlon yang sudah kami buat, ada 1.800 an peserta. Lalu belum lama juga ada Inter Hash dengan 6.000 peserta. Bukan hanya Sanur yang hidup, tetapi Bali juga semakin hidup,” ungkapnya.

Sementara itu, Rainier H Dauly, pebisnis yang bergerak di hospitality, entertainment, dan investment Rhadana, juga menyambut gembira akan Sanur Village Festival 2016 ini. Rainer yang juga pemilik The Oasis Lagoon di Sanur, Bali itu optimis perkembangan Pariwisata Indonesia akan terus maju dan berkembang. “Saya melihat dan merasakan, Festival ini semakin memperkuat Sanur sebagai community based tourism,” kata Rainier yang lulusan UI Jakarta itu.

Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra juga mensupport kegiatan ini sejak 11 tahun lalu, untuk mendorong iklim pariwisata yang menjadi kekuatan Bali. Dia mengapresiasi Yayasan Pembangunan Sanur yang dipimpin oleh IB Gede Sidharta Putra juga, karena telah membuat festival ini semakin dikenal di seluruh dunia. “IB Gede Sidharta itu orangnya kecil, tapi ide-idenya besar!” kata Walikota Rai Mantra yang disambut tepuk tangan.

Banyak tokoh yang juga hadir dalam momentum pembukaan festival itu. Termasuk Ida Bagus Putu Sukarta, Anggota DPR RI. Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM, Hermawan Kertajaya, Ibu Bintang Puspayoga, Walikota Denpasar, Wakil Ketua DPRD Kota Denpasar, beberapa Bupati di Bali, Konsul dan Kondulat Jenderal, Bali Tourism Board, Ketua PHRI, dan para pelaku bisnis pariwisata di sana. Suasananya sangat kompak, kekeluargaan, nyaman, dan damai.  

Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji konsistensi pelaksanaan festival dengan 20 mata acara yang sudah diawali sejak 15 Agustus 2016 ini. Sebuah rangkaian events yang semuanya tergarap dengan professional dan tingkat hospitality yang sangat detail dan berselera. “Inilah yang harus ditularkan ke banyak destinasi baru di tanah air. Saya sering menyampaikan ke banyak daerah, contohlah Sanur yang sukses menggarap community based dan bergerak cepat dengan digital,” jelas Arief Yahya.(*)
by Facebook Comment

PT Pelni Tawarkan Ship Xperience Wonderful Indonesia


 

JAKARTA – Gairah bisnis pariwisata bahari yang semakin moncer rupanya ditangkap oleh PT Pelni (Persero). BUMN yang bergerak di sektor pelayaran ini menawarkan mimpi indah untuk eksplorasi alam laut Indonesia Timur (Intim). Yakni dengan melempar paket Wisata Bahari 2016, yang bertema Ship Xperience: New Way to Explore Wonderful Indonesia.

Sebuah perjalanan wisata bahari yang menjanjikan sensasi tersendiri. Setidaknya ada lima destinasi unggulan yang ditawarkan oleh perusahaan pelayaran berbendar Merah Putih ini. Dari Labuan Bajo-Pulau Komodo, Derawan, Raja Ampat, Wakatobi, dan Bandaneira.

Kelima destinasi Wisata Bahari Pelni memiliki daya pikat yang wow. Raja Ampat dengan kekayaan terumbu karangnya, dan juara dunia untuk snorkeling versi CNN International. Labuan Bajo dengan Komodo-nya, adalah runner up-nya.

Wakatobi dengan 3.000 spesies ikan dan 600 jenis koral dunia. Banda Neira dengan pesona Gunung Api Laut dan Taman Wisata Bawah Lautnya, hingga Derawan dengan penyu raksasa dan ubur-uburnya yang sulit ditemukan padanannya di dunia. Semuanya world class.

"Konsep yang kami tawarkan mirip-mirip dengan live on board. Kapal Pelni punya fasilitas lengkap, jadi wisatawan tidak perlu kuatir. Kami menyediakan shower dengan air panas, makanan dengan menu bervariasi, dan tentunya sumber listrik atau colokan, agar urusan selfie-selfie tetap lancar,” papar Corporate Secretary PT Pelni, Didik Dwi Prasetio, Kamis (26/8).

Wisatawan nantinya akan diajak berlayar ke masing-masing destinasi menggunakan kapal Pelni selama empat hari tiga malam. Dan perjalanan wisatanya, dimulai dari titik pertemuan (meeting point) yang telah ditentukan.

Labuan Bajo misalnya. Di sini wisatawan terbang ke Labuan Bajo dulu untuk kemudian melakukan check-in di atas kapal Pelni yang menanti di Pelabuhan Labuan Bajo. Di akhir perjalanan, peserta akan dibawa kembali ke pelabuhan meeting point awal. Ada yang menyebut fly and cruise, terbang dulu ke Labuan Bajo, baru bergerak dari pulau ke pulau dengan kapal Pelni.

Setelah melakukan check-in, peserta akan mendapatkan fasilitas sesuai paket yang mereka pilih. “Yang membedakan hanya fasilitas kamar tidur. Kalau paket kelas 1, kapasitas kamar untuk dua orang, kamar mandi dan jendela menghadap ke laut lepas,” kata Didik.

Paket yang dijual oleh Pelni sudah termasuk fasilitas di atas kapal, perlengkapan snorkling dan perahu cepat. Fasilitas yang belum termasuk antara lain tiket pesawat menuju meeting point dan peralatan diving bagi mereka yang gemar menyelam.

Soal harga, jangan takut kemahalan. Dengan semua fasilitas tadi, Pelni memberikan tawaran paket yang tidak memberatkan. Mau yang murah? Pilihannya ada destinasi Labuan Bajo untuk kelas ekonomi. "Harganya Rp 3 juta," terang Didik.

Yang mau sedikit eksklusif, wisatawan bisa memilih paket kelas 1 Raja Ampat. "Harganya Rp 9 juta. Untuk reservasi dan harga lengkap Wisata Bahari PT Pelni silahkan hubungi 162 atau (021) 162. Bisa juga dipantau www.pelni.co.id," tambah Didik.

PT Pelni (Persero)  sejatinya merupakan perusahaan negara yang memiliki bisnis utama di sektor transportasi laut dan melintasi lebih dari 90 pelabuhan di Indonesia. Sejak 2014, perusahaan ini merambah bisnis pariwisata. Pelan-pelan Pelni mulai memanfaatkan kapal reguler yang telah dilengkapi dengan fasilitas tambahan selain kamar penumpang kelas, restoran dan kafetaria.

Di tahun 2016 ini, BUMN kian gencar menggelar Wisata Bahari. Dengan dukungan Kementerian Pariwisata yang telah diwujudkan dalam nota kesepahaman Juli 2015 lalu, wisata bahari Pelni diharapkan mampu memberikan sensasi berwisata yang unik dan berbada dari yang sudah ada.

Menpar Arief Yahya menyebut industry pariwisata akan terus berkembang, makin pesat dan paling sustainable. Langkah strategis Pelni dengan bermain di ini cerdas, dalam menentukan portofolio bisnis itu harus menghitung 3S, yakni size, sustainable dan spread. “Semua itu ada pariwisata,” ungkap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.(*)
by Facebook Comment

Kamis, 25 Agustus 2016

Menpar Arief Yahya Puji Sanur Village Festival 2016


 
 

BALI – Menpar Arief Yahya memuji konsistensi Sanur Village Festival 2016 yang sudah memasuki tahun ke-11. Dari tahun ke tahun, selalu punya tema khusus dan menampilkan inovasi baru. Tahun 2016 ini tema besarnya adalah “Tat Twam Asi” The New Spirit of Heritage, yang digelar di Maisonettee Area Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, 24-28 Agustus 2016.

Tat Twam Asi itu adalah bahasa Bali, yang menurut Ida Bagus Gede Sidharta Putra, Chairman of Sanur Village Festival, bermakna: “Aku adalah kamu, dan kamu adalah aku!” Sekilas mirip petikan karya susastra yang nyaring dibaca dan menembus hati. Ada spirit kebersamaan, kekompakan, penghargaan terhadap nilai-nilai, dan tetap menjaga identitas kultural Bali yang kental dengan darah seni.

Oleh Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, inti sari dari prinsip “Tat Twam Asi” itu dimaknai sebagai empati. Empati itu memahami apa yang orang lain rasakan, pikirkan, satu frequensi, sehingga tahu juga apa yang mereka inginkan dengan baik. Bahasa Betawinya, gue tahu elo banget! Dalam implementasi marketing, Arief Yahya sering menyederhanakan dengan istilah “cusmoter care” yang berbasis pada “service quality.”

“Itu ada ilmunya, disingkat TERRA, yakni tangible, empathy, reliability, responsibility, dan assurance. Filosofi tat twan asi itu lekat dengan empathy. Ketika kita hendak memberikan pelayanan yang terbaik, maka kita harus mengetahui siapa customers, apa yang dimaui, dan bagaimana menyentuhnya. Aku adalah engkau, engkau adalah aku,” jelas Arief  Yahya yang sudah mengarang buku Paradox Marketing dan Great Spirit Grand Strategy itu.

Tiga poin besar yang disampaikan Menpar Arief Yahya di Sanur Village Festival 2016 itu. Pertama soal festival itu sendiri, yang sudah 11 tahun konsisten dilaksanakan, dengan kreatif yang terus berbeda, semakin keren, semakin banyak pengunjung dan go digital. Termasuk melaunching aplikasi I Discover City Walk, rute jalan kaki, sepeda, tempat bersejarah di Sanur, yang bisa di download di mobile apps. Mantan Dirut PT Telkom ini juga menyaksikan launching itu sesaat sebelum membuka festival. “Festival ini bagus, tertata rapi, digarap serius, dan dipromosikan dengan bagus. Ini bisa dicontoh oleh daerah lain dalam membuat festival yang berkelanjutan,” kata Arief Yahya.

Poin kedua adalah Sanur sendiri, yang oleh Arief Yahya selalu dijadikan contoh sebuah kawasan pariwisata dengan community based terbaik di Indonesia. Sanur contoh konkret, sebuah kawasan di Bali yang brandingnya lebih artistic, lebih religius, lebih bercita rasa, sehingga turis yang datang pun punya kelas yang beda. Kebanyakan dari Eropa dan Amerika, yang benar-benar ingin menikmati budaya dan alam. Tidak berisik, tidak heboh dengan dentuman suara musik, seperti di kawasan Kuta dan Bali Selatan.

“Di Mandeh Sumatera Barat dan Danau Toba Sumatera Utara, saya gunakan Sanur sebagai contoh, dan saya minta mereka belajar ke Sanur, untuk pengembangan destinasi. Nah, Sanur Village sendiri harus menjadi Global Village, yang bisa diakses dengan mudah dan cepat melalui digital,” paparnya.  

Sebagai community based, Sanur punya pasar tradisional yang sudah online service. Pasarnya bersih, tempatnya oke, dan terkoneksi oleh wifi berkecepatan tinggi. “Saya berjanji, 27 September ketika Hari Pariwisata Dunia nanti, akan mereaktivasi pasar berbasis teknologi informasi itu. Sanur harus go digital, dan menjadi pemain global dengan asset community yang sudah terbentuk,” jelas Arief Yahya yang pakar di dunia digital itu.

Mengapa Sanur selalu dijadikan contoh? Karena, sebagai destinasi, Sanur sudah memenuhi syarat sebagai Sustainable Tourism Development (STD). Ada tiga aspek yang sudah kuat berjalan selama ini, yakni Community, Environment, dan Economic Values.  “Karena itu menggabungkan antara Global Village dengan UKM Digital, maka akan menjadi perkawinan yang sempurna dan bisa dijadikan contoh di level nasional dalam pengembangan destinasi dan industri,” ungkap Arief Yahya.

Dia juga mengingatkan, agar jangan hanya bertumpu pada community saja. Ada rumus Pentahelix yang juga dipopulerkan alumni ITB, Surrey University Inggris dan Unpad Bandung itu. Harus ada 5 unsur, Academician, Business, Community, Government dan Media. Singkatannya ABCGM. “Ingat, the future customers itu menggunakan digital. Jadi, jangan terlambat menjemput masa depan,” tutur pria Banyuwangi yang dipercaya Presiden Joko Widodo menangani Pariwisata itu.  

Poin ketiga adalah Bali. “Bagi ini menarik, karena 40% wisman masuk via pintu Bali. Dan, ketertarikan wisman ke Indonesia itu, 60% karena culture, 35% karena nature, dan 5% man made. “Bali ini sempurna, ketiga-tiganya kuat. Budayanya sangat kuat, alamnya kuat, dan tempat MICE dan Sport Tourism-nya juga kuat. Dua P-nya Bali itu sangat kuat, yakni produk dan process. Maka ujungnya, Bali punya pendapatan perkapita yang tinggi, indeks kebahagiaan tinggi, indeks kemiskinan rendah dan angka pengangguran juga rendah,” sebut Arief Yahya.

Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, dalam sambutannya menambahkan bahwa Sanur itu berasal dari kata “San” dan “Nur”. Artinya satu cahaya, yang dimaksud adalah matahari yang terbit dari timur. “Sejak dulu Sanur ini kawasan yang reigius, yang terjaga oleh kekuatan budaya dan art. Sampai sekarang konsisten itu masih tetap terjaga, dan itulah nilai unggul dan kekuatan Sanur,” kata Rai Mantra.(*)
by Facebook Comment

Menpar Arief Yahya Puji Sanur Village Festival 2016


 

BALI – Menpar Arief Yahya memuji konsistensi Sanur Village Festival 2016 yang sudah memasuki tahun ke-11. Dari tahun ke tahun, selalu punya tema khusus dan menampilkan inovasi baru. Tahun 2016 ini tema besarnya adalah “Tat Twam Asi” The New Spirit of Heritage, yang digelar di Maisonettee Area Inna Grand Bali Beach, Sanur, Bali, 24-28 Agustus 2016.

Tat Twam Asi itu adalah bahasa Bali, yang menurut Ida Bagus Gede Sidharta Putra, Chairman of Sanur Village Festival, bermakna: “Aku adalah kamu, dan kamu adalah aku!” Sekilas mirip petikan karya susastra yang nyaring dibaca dan menembus hati. Ada spirit kebersamaan, kekompakan, penghargaan terhadap nilai-nilai, dan tetap menjaga identitas kultural Bali yang kental dengan darah seni.

Oleh Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya, inti sari dari prinsip “Tat Twam Asi” itu dimaknai sebagai empati. Empati itu memahami apa yang orang lain rasakan, pikirkan, satu frequensi, sehingga tahu juga apa yang mereka inginkan dengan baik. Bahasa Betawinya, gue tahu elo banget! Dalam implementasi marketing, Arief Yahya sering menyederhanakan dengan istilah “cusmoter care” yang berbasis pada “service quality.”

“Itu ada ilmunya, disingkat TERRA, yakni tangible, empathy, reliability, responsibility, dan assurance. Filosofi tat twan asi itu lekat dengan empathy. Ketika kita hendak memberikan pelayanan yang terbaik, maka kita harus mengetahui siapa customers, apa yang dimaui, dan bagaimana menyentuhnya. Aku adalah engkau, engkau adalah aku,” jelas Arief  Yahya yang sudah mengarang buku Paradox Marketing dan Great Spirit Grand Strategy itu.

Tiga poin besar yang disampaikan Menpar Arief Yahya di Sanur Village Festival 2016 itu. Pertama soal festival itu sendiri, yang sudah 11 tahun konsisten dilaksanakan, dengan kreatif yang terus berbeda, semakin keren, semakin banyak pengunjung dan go digital. Termasuk melaunching aplikasi I Discover City Walk, rute jalan kaki, sepeda, tempat bersejarah di Sanur, yang bisa di download di mobile apps. Mantan Dirut PT Telkom ini juga menyaksikan launching itu sesaat sebelum membuka festival. “Festival ini bagus, tertata rapi, digarap serius, dan dipromosikan dengan bagus. Ini bisa dicontoh oleh daerah lain dalam membuat festival yang berkelanjutan,” kata Arief Yahya.

Poin kedua adalah Sanur sendiri, yang oleh Arief Yahya selalu dijadikan contoh sebuah kawasan pariwisata dengan community based terbaik di Indonesia. Sanur contoh konkret, sebuah kawasan di Bali yang brandingnya lebih artistic, lebih religius, lebih bercita rasa, sehingga turis yang datang pun punya kelas yang beda. Kebanyakan dari Eropa dan Amerika, yang benar-benar ingin menikmati budaya dan alam. Tidak berisik, tidak heboh dengan dentuman suara musik, seperti di kawasan Kuta dan Bali Selatan.

“Di Mandeh Sumatera Barat dan Danau Toba Sumatera Utara, saya gunakan Sanur sebagai contoh, dan saya minta mereka belajar ke Sanur, untuk pengembangan destinasi. Nah, Sanur Village sendiri harus menjadi Global Village, yang bisa diakses dengan mudah dan cepat melalui digital,” paparnya.  

Sebagai community based, Sanur punya pasar tradisional yang sudah online service. Pasarnya bersih, tempatnya oke, dan terkoneksi oleh wifi berkecepatan tinggi. “Saya berjanji, 27 September ketika Hari Pariwisata Dunia nanti, akan mereaktivasi pasar berbasis teknologi informasi itu. Sanur harus go digital, dan menjadi pemain global dengan asset community yang sudah terbentuk,” jelas Arief Yahya yang pakar di dunia digital itu.

Mengapa Sanur selalu dijadikan contoh? Karena, sebagai destinasi, Sanur sudah memenuhi syarat sebagai Sustainable Tourism Development (STD). Ada tiga aspek yang sudah kuat berjalan selama ini, yakni Community, Environment, dan Economic Values.  “Karena itu menggabungkan antara Global Village dengan UKM Digital, maka akan menjadi perkawinan yang sempurna dan bisa dijadikan contoh di level nasional dalam pengembangan destinasi dan industri,” ungkap Arief Yahya.

Dia juga mengingatkan, agar jangan hanya bertumpu pada community saja. Ada rumus Pentahelix yang juga dipopulerkan alumni ITB, Surrey University Inggris dan Unpad Bandung itu. Harus ada 5 unsur, Academician, Business, Community, Government dan Media. Singkatannya ABCGM. “Ingat, the future customers itu menggunakan digital. Jadi, jangan terlambat menjemput masa depan,” tutur pria Banyuwangi yang dipercaya Presiden Joko Widodo menangani Pariwisata itu.  

Poin ketiga adalah Bali. “Bagi ini menarik, karena 40% wisman masuk via pintu Bali. Dan, ketertarikan wisman ke Indonesia itu, 60% karena culture, 35% karena nature, dan 5% man made. “Bali ini sempurna, ketiga-tiganya kuat. Budayanya sangat kuat, alamnya kuat, dan tempat MICE dan Sport Tourism-nya juga kuat. Dua P-nya Bali itu sangat kuat, yakni produk dan process. Maka ujungnya, Bali punya pendapatan perkapita yang tinggi, indeks kebahagiaan tinggi, indeks kemiskinan rendah dan angka pengangguran juga rendah,” sebut Arief Yahya.

Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, dalam sambutannya menambahkan bahwa Sanur itu berasal dari kata “San” dan “Nur”. Artinya satu cahaya, yang dimaksud adalah matahari yang terbit dari timur. “Sejak dulu Sanur ini kawasan yang reigius, yang terjaga oleh kekuatan budaya dan art. Sampai sekarang konsisten itu masih tetap terjaga, dan itulah nilai unggul dan kekuatan Sanur,” kata Rai Mantra.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!