"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Senin, 23 Januari 2017

Presiden Jokowi Ajak Masyarakat Atasi Bersama Sebaran Berita Bohong

 
Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat untuk bersama dengan pemerintah menghadapi tantangan di era keterbukaan publik. Penyebaran berita bohong sebagai tantangan, belakangan memang makin mengkhawatirkan. Tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di berbagai negara lainnya.

"Saya kira kita berhadapan dengan masalah keterbukaan ini ya seperti itu. Ya kita hadapi karena semua negara juga menghadapi itu," terang Presiden usai mengikuti Kejuaraan Panahan Bogor Terbuka 2017 pada Minggu, 22 Januari 2017.

Oleh karena itu, berbagai cara dilakukan Kepala Negara guna mencari solusi terbaik dalam mengatasi fenomena yang utamanya menyebar lewat media sosial tersebut. Bahkan, Kepala Negara tak kenal lelah untuk mengajak masyarakat di tiap kesempatan kembali kepada nilai-nilai dasar yang dimiliki bangsa Indonesia.

"Masyarakat kita harus mulai membangun sebuah budaya baru, membangun sebuah nilai-nilai kesopanan, nilai-nilai kesantunan dalam kita berucap, dalam kita menyampaikan ujaran-ujaran di media sosial. Jangan menghasut, jangan memfitnah, jangan menyebarkan kabar bohong, jangan menyebarkan ujaran kebencian," tegasnya.

Presiden Joko Widodo optimis bahwa pemerintah bersama dengan masyarakat mampu menangkal sebaran berita bohong. Sebab, pihaknya selalu menekankan optimisme kepada rakyatnya.

"Kalau saya bekerja itu selalu membangun sebuah optimisme, bekerja itu selalu mendorong masyarakat untuk bergerak lebih optimis," imbuhnya.


Bogor, 22 Januari 2017
Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Sabtu, 21 Januari 2017

Kemenpar Gelar Festival Wonderful Indonesia di Perbatasan Jayapura

 

MERAUKE – Merauke, kota paling timur Indonesia, akan semakin asyik jika didesain sebagai destinasi crossborder tourism. Tidak banyak orang yang sudah menginjakkan kaki ke kota paling terkenal di Pulau Papua itu. Selain akses, juga faktor amenitas, tetapi lagu “Dari Sabang Sampai Merauke” membuat kota itu dikenal oleh seluruh rakyak Indonesia. “Kalau soal atraksi, ada banyak yang bisa dikemas sebagai daya tarik wisata,” kata Menpar Arief Yahya di Jakarta.

Karena itu, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menetapkan Merauke, sebagai salah satu destinasi crossborder, untuk Festival Wonderful Indonesia di Perbatasan Jayapura. Sabtu (3/12), lalu adalah contoh konkret, dari festival yang menampilkan konser musik dan seni budaya tersebut bisa menambah kunjungan wisatawan dari wilayah perbatasan (border).

Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Luar Negeri Kemenpar, I Gde Pitana mengatakan,  wilayah perbatasan Jayapura  merupakan pasar wisata yang potensial dan sangat pas sebagai  gapura untuk mempromosikan keindahan alam Indonesia.

Festival Wonderful Indonesia dikemas dengan menampilkan berbagai acara pertunjukkan budaya, seperti perang antar suku (sejarah perang suku), penampilan tari-tarian adat, Pertunjukkan balapan karapan, puradan (permainan melempar tombak ke arah bulatan rotan yang sedang berputar saat dilemparkan), sikoko (Permain menggunakan kayu jenis Pion yang di lemparkan menuju sasaran yang sudah ditunjuk), lomba memainkan alat musik pikon (alat musik tradisional tiup),dan berbagai macam perlombaan kebudayaan.

Presiden Joko Widodo juga sudah pernah ke sana. Papua adalah gapura untuk mempromosikan keindahan alam tropis Indonesia, dan memiliki banyak destinasi wisata terkenal. Seperti Taman Nasional Teluk Cendrawasih, Raja Ampat, Danau Sentani, Danau Paniai, Lembah Baliem, Desa Wisata Sauwandarek, Pantai Bosnik, Pantai Amai, Pulau Rumberpon dan Tugu MacArtur serta banyak wisata lain yang bisa dinikmati termasuk kebudayaan khas Jayapura.
Capaian jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman)  pada  Januari hingga Oktober 2016 secara kumulatif sebanyak  9.403.614 wisman atau tumbuh 9,54% dibandingkan periode yang sama tahun 2015 sebanyak 8.584.832 wisman. Diproyeksikan hingga akhir Desember 2016, semakin mendekati target.
Diharapkan, Festival perbatasan yang diadakan di Perbatasan Jayapura ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan khususnya untuk beriwisata di Jayapura dan sekitarnya. (*)
by Facebook Comment

Wapres Jusuf Kalla Kunjungi Destinasi Tana Toraja

 

JAKARTA – Keunikan tradisi dan budaya khas Toraja, betul-betul menarik perhatian Wakil Presiden RI Jusuf Kalla. Pria yang lahir di Watampone, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, 15 Mei 1942 itu hari Sabtu, 21 Januari 2017 ini bakal terbang ke Sulsel, dengan salah satu agendanya meninjau destinasi wisata Toraja. Dia mengajak Menpar Arief Yahya, yang baru saja landing dari Singapore setelah mengikuti ATF 2017, ASEAN Tourism Forum sejak 18-20 Januari 2017.

Toraja itu berada di Provinsi Sulsel, persisnya di Kab Tana Toraja dan Toraja Utara. Destinasi ini memang belum masuk dalam list 10 Bali Baru, atau 10 Top Destinasi Prioritas. Tetapi Toraja sudah punya pamor di Eropa, karena keunikan budaya, heritage, arsitektur nusantara dan kopi-nya. Toraja sudah mendunia, dan aktif mengikuti ITB Berlin, travel market terbesar di dunia itu.

“Saya akan mendampingi Pak JK –panggilan akrab Wapres Jusuf Kalla—untuk meninjau Toraja,” aku Menpar Arief Yahya, saat mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, pukul 23.00 WIB, Jumat 20 Januari 2017.

Seperti diketahui, ada banyak peninggalan situs sejarah zaman megalitikum di sana. Artefak itu merupakan world heritage, dan menjadikan Toraja sebagai destinasi heritage tourism kelas dunia. “Banyak Antropolog ternama dunia mengunjungi Toraja. Mereka mengagumi peninggalan kebudayaan megalitik, dan tradisi unik yang masih terpelihara baik sampai sekarang. Para Antropolog ini menulis  keunggulan wisata budaya Toraja di media maupun journal ilmiah sehingga memiliki news value yang tinggi. Ini sekaligus ajang promosi yang sangat efektif,” ucap Mantan Dirut PT Telkom itu.

Pihaknya akan mengikuti rapat pengembangan kepariwisataan di Tana Toraja yang dipimpin langsung oleh Wakil Presiden Yusuf Kalla, Minggu, 21 Januari nanti, sekaligus ikut dalam rangkaian kunjungan kerja Wapres ke Sulawesi Selatan. Wapres sendiri bakal kunjugan kerja selama empat hari (21-23 Januari 2017) antara lain akan mengunjungi Pondok Pesantren Nadlatul Ulum di Maros Sulsel, obyek wisata Pango-Pango (agro wisata kopi dan landscape pemandangan alam) di Makale Selatan, Kabupaten Tana Toraja, obyek wisata Negeri di Atas Awan, di Kecataman Kapalapitu, Kabupten Toraja Utara, serta peringatan hari jadi Kabupaten Luwuk, Sulsel. 

Arief Yahya menyadari, ada banyak destinasi di tanah air yang bisa dikemas menjadi world class destination. Presiden Joko Widodo sendiri sudah menetapkan 10 top destinasi yang sedang dikebut, dengan membangun infrastruktur dan 3A-nya. Yakni Akses, Atraksi dan Amenitas. “Akses merupakan salah satu problem besar di Toraja. Karena dari Makasar jalan darat masih 10-12 jam. Sementara standar dunia, jalan darat itu tidak boleh lebih dari 2 jam. Lebih dari itu, wisatawan boring dan tidak mau datang lagi,” kata dia.

Karena itu, akses menjadi poin penting dalam pengembangan destinasi wisata. Poin kedua adalah Atraksi, keindahan dan keunggulan apa yang dimiliki oleh sebuah kawasan sehingga menjadi magnit bagi orang untuk datang. “Saya percaya, atraksi Toraja sudah sangat kuat. Culturenya kuat, naturenya juga kuat. Daya tariknya sudah kuat. Saya tidak pernah ragu dengan atraksi Toraja,” paparnya.

Nah, Amenitas, itu akan hidup, berkembang dan menantang investor menanamkan modal jika akses-nya bagus. Arief Yahya menjelaskan, dalam pengembangan destinasi pariwisata Explore South Sulawesi, akan dikembangkan wisata alam (di Takanonerate; Selayar; Taman Nasional Batimurung), lalu wisata budaya (wisata budaya Toraja dan kebudayaan Bugis). Untuk  unsur aksesibilatas antara lain dikembangkan dan ditingkatkan  kualitas jalan menuju destinasi, peningkatan Bandara Buntu Kuni Toraja dan H. Aroeppala Selayar. “Akses ini selain darat juga air connectivity. Ada 3 A juga, Airlines, Airport dan Authority yang dalam hal ini Kementerian Perhubungan. Jika akses Jakarta-Selayar, Jakarta-Toraja dibuka, maka potensi wisata daerah itu bisa dieksplorasi,” kata Arief Yahya.

Soal amenitas, akomodasi di Sulsel relatif mencukupi. Menurut data 2014, Sulsel memiliki 927 kamar berkapasitas 16.192 unit kamar dengan rata-rata  tingkat hunian kamar mencapai 46,09% (hotel bintang) dan 25,92% (non-bintang). Tentu saat ini pasti lebih banyak lagi. Khusus destinasi Toraja jumlah hotel di sana ada 55 hotel bintang dan non-bintang  masing-masing di Tana Toraja 16 hotel dan Toraja Utara 39 hotel.

Kunjungan wisatawan ke Sulsel maupun ke Toraja menunjukan tren meningkat. Tahun 2015 tercatat jumlah kunjungann wisatawan ke Sulsel sebanyak 7,32 juta total, wisman dan wisnus. Ada 7,12 juta wisnus dan 191.773 wisman. Dari kunjungan wisatawan tersebut yang berkunjung ke Tana Toraja sebanyak 296.136 wisnus dan 34.685 wisman,  sedangkan ke Toraja Utara sebanyak 286.669 wisnus dan 32.763 wisman. (*)

 

 

*)Biro Hukum dan Komunikasi Publik
by Facebook Comment

Perkuat Kerjasama ASEAN+3, China, Jepang, Korea Selatan

 

Aksi Kolaborasi Menpar Arief Yahya di ASEAN Tourism Forum (ATF) 2017 Singapore 

SINGAPORE – China, Jepang dan Korea Selatan selalu tampil sebagai mitra sekaligus sahabat baik dalam peta pariwiasta Asia Tenggara. Karena itu, di setiap ATF –ASEAN Tourism Forum--, pertemuan tingkat menteri, ketiga negara itu selalu menjadi tamu istimewa. Pun juga di ATF 2017 yang dilangsungkan di Pan Pacific Hotel, Singapore, 16-20 Januari 2017, ada sesi khusus ASEAN+3. Ketiga Negara itu memang penyumbang terbesar dalam inbound tourism ke ASEAN.

Karena itulah, 20 Januari 2017 disiapkan waktu khusus untuk 16th Meeting of ASEAN Plus Three yang dipimpin tuan rumah Minister fot Trade and Industry Singapore, S Iswaran. Dan secara khusus, Minister for Tourism and Sport Thailand, Kobkarn Wattanavrangkul mengundang tiga wakil tiga Negara itu untuk hadir di ATF 2018 di Chiangmai, Thailand. “Terima kasih, China, Jepang, Korea Selatan adalah penyumbang wisatawan yang signifikan ke Thailand,” ucap Kobkarn, Menteri Pariwisata dan Olahraga-nya Thailand.

ASEAN Plus Three (APT) itu sejatinya melakukan pertemuan pendahuluan, di Vientiane 7 September 2016 di Lao PDR. Sudah ada MoC (Memmorandum of Cooperation), negara-negara ASEAN+3, untuk joint projects, programmes, dan activities. Semua menteri secara khusus mengakui, kedekatan 3 negara itu sangat strategis dalam peta pariwisata ASEAN. Daya beli mereka cukup besar, meskipun lama tinggalnya tidak sepanjang travellers Amerika dan Eropa.

Secara khusus Menteri Perdagangan dan Industri Singapore, S Iswaran mengucapkan terima kasih kepada tiga wakil Negara itu, China, Jepang dan Korea Utara. Mereka adalah Mr Hisayuki Fuji, Parliamentary Vice-Minister, Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism Jepang, Mr Hwang Myungsun, Deputy Minister, Ministry of Culture, Sports and Tourism Korea, dan Mr Du Jiang, Vice Chairman of China National Tourism Administration (CNTA). “Kami juga memberikan apresiasi kepada Mr Le Luong Minh, Sekretary General of ASEAN,” kata Iswaran.

Banyak kesepakatan yang juga disampaikan dalam press conference di akhir pertemuan selevel menteri itu. Ada satu pertanyaan wartawan yang cukup mengejutkan. “Mengapa ASEAN+3, dengan menggandeng China, Jepang dan Korea Selatan? Apakah ASEAN ini tidak melihat potensi India? Mengapa India tidak diundang di forum terhormat ini?” tanya seorang reporter yang berparas India, yang cukup dramatic dan di luar perkiraan 10 negara ASEAN plus 3 dan Sekjen ASEAN itu.

Forum ASEAN+3 itu sendiri terbentuk lama, bahkan di ATF Singapore 2017 ini sudah yang ke-16. “Tentu kami juga melihat pertumbuhan ekonomi dan outbond tourism India juga bagus. Dalam forum-forum di level ASEAN, India juga sudah sering diundang,” jawab Le Luong Minh, Sekjen ASEAN.

Ada juga pertanyaan cerdas dari reporter lain, bagaimana dengan investment di ASEAN+3 ini? Apakah hanya eksklusif untuk ASEAN+3 atau terbuka bagi investor lain untuk masuk di sector paariwisata? Kali ini Menteri S Iswaran, Singapore melempar ke Menpar RI Arief Yahya untuk menjawabnya. Momentum ini dimanfaatkan dengan pintar oleh Arief Yahya, untuk mempromosikan investasi menarik di 10 Top Destinasi Priorits. “Indonesia terbuka bagi investor untuk mewujudkan 10 Bali Baru. Pemerintah akan menyiapkan akses public, investor yang berbisnis dengan membangun amenitas,” jawab Arief Yahya.

Dia menegaskan, Indonesia akan menjadi negara dengan menjadikan pariwisata sebagai core economy. Karena Presiden Joko Widodo menetapkan 10 Bali Baru, atau destinasi top prioritas, dari Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru – BTS (Jawa Timur), Mandalika (Lombok), Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sultra) dan Morotai (Maltara). “Silakan yang mau berinvestasi, kami undang ke Indonesia,” ungkap Mantan Dirut PT Telkom Indonesia ini.

Arief Yahya bahkan menegaskan kembali, bahwa Indonesia tidak membatasi investor dari mana asal negaranya. ASEAN+3 boleh, Eropa-Amerika juga boleh, Timur Tengah juga silakan. Tiga prioritas adalah Danau Toba Sumut, Borobudur Joglosemar dan Mandalika Lombok. “Pertumbuhan wisman di Indonesia sangat bagus, sekitar 20%, jauh di atas rata-rata ASEAN dan dunia. Pergerakan wisnus lebih dahsyat lagi, lebih besar dari jumlah penduduk Indonesia. Saat ini, pariwisata Indonesia sangat bergairah,” kata Arief Yahya.

Dalam press conference itu, disebutkan komitmen bersama antar menteri yang membawahi pariwisata di kawasan ASEAN itu sedang menjadi topic hangat. Mereka kompak untuk joint promotion, atau beerpromosi bersama-sama, untuk kawasan ASEAN. Maka di setiap event internasional di semua negara, disepakati menempal logo Visit ASEAN@50. Sekaligus menyambut 50 tahun kerjasaman Negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Lalu kerjasama, deklarasi bersama untuk wisata kapal pesiar atau cruise tourism. ASEAN, terutama Singapore, Malaysia dan Thailand, sangat concern membangun cruise. Bahkan, semua menteri itu sempat lunch di atas Cruise Ship, Royal Caribbean International (RCI), yang sedang bersandar di Singapore. Kapal itu mirip hotel berjalan. Dengan kapasitas 3.500 wisatawan, dan 1.500 crew. “Kami juga akan mengembangkan cruise, dari Singapore, Belitung, Jakarta, Semarang, Surabaya, Bali. Tetapi ada infrastruktur pelabuhan yang harus diperbaiki,” ungkap Arief Yahya. (bersambung)
by Facebook Comment

Gandeng Sesama BUMN, ITDC Percepat Mandalika Lombok

 

JAKARTA - Step by step, Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEK) Mandalika, Lombok Tengah, NTB terus bergerak. Pekan ini, Jumat 20 Januari 2017 langkah nyata dilakukan manajemen PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) atau Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Badan Usaha Milik Negara (BUMN) pengelola KEK Mandalika, menandatangani kontrak dengan berbagai pihak terkait. 
Ketua Tim Percepatan 10 Top Destinasi Prioritas yang oleh Menpar Arier Yahya dijuluki 10 Bali Baru, Hiramsyah Sambudhy Thaib didampingi PIC Mandalika Lombok, Taufan Rahmadi mengatakan, ITDC dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, teken Kontrak Project Paket Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Taman Ruas C-I, I-11, E-R-S-T, R-R1, dan Penataan Pantai Kuta. 
Di hari yang sama juga ada Penandatanganan Land Utilization and Development Agreement (LUDA) Lot H2 Kawasan Pariwisata Mandalika dengan PT. Elmar Mitra Perkasa. "Penandatanganan ini menegaskan komitmen ITDC terhadap pengembangan kawasan Pariwisata Mandalika, mulai dari infrastruktur jalan dan penataan pantai Kuta serta pembangunan Hotel di awal tahun 2017. Ini  perkembangan yang positif,” ujar Taufan.
Menurut Taufan, penandatangan Kontrak Kerja ITDC dengan PT. Wijaya Karya (Persero) Tbk dilakukan dalam skema sinergi BUMN dalam percepatan pembangunan KEK Pariwisata Mandalika, dimana kedua pihak merupakan salah satu BUMN, dengan ekspertis ITDC sebagai pengembang dan pengelola destinasi pariwisata, sementara PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sebagai Total Solution Contractor yang mengedepankan quality dan safety. 
”Di samping itu juga, penandatanganan LUDA Lot H2 antara ITDC dan PT Elmar Mitra Perkasa yang merupakan kelanjutan dari ITDC sebagai BUMN Pengembang KEK Mandalika, untuk percepatan amenitas di Lombok,” ujarnya. 
Acara ini dihadiri oleh Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer, Direktur Operasi ITDC Ngurah Wirawan, Direktur Pengembangan ITDC Edwin Darmasetiawan, Project Director ITDC Mandalika Hari Wibisono, Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Direktur SDM dan Pengembangan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Direktur Operasi PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, Direktur Utama PT. Elmar Mitra Perkasa, serta para SKPD Kabupaten Lombok Tengah. Acara ini juga mengundang tokoh-tokoh masyarakat dan administrator KEK Pariwisata Mandalika serta Konsultan-konsultan Perencana, yang diawali dengan doa dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Seperti diketahui, Pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika di Lombok Tengah terus berjalan. Direktur Pengembangan Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) Edwin Darmasetiawan menegaskan, pengembangan kawasan seluas 1.171 hektare itu berjalan sesuai rencana.
Ia memaparkan, perkembangan pembangunan sudah berjalan bertahap, salah satunya dengan pembangunan Masjid dan penataan Pantai Kuta. ITDC bersama Menteri BUMN, Rini Soemarno melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung Mandalika, Mataram, tahun 2016 silam. Ini merupakan masjid terbesar kedua setelah Islamic Centre di NTB di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Taufan mengatakan, ITDC berupaya melakukan percepatan pembangunan Infrastuktur dasar dan pendukung KEK Mandalika. Salah satunya dengan pembangunan masjid Agung Mandalika di area muka kawasan Mandalika.  "Masjid akan berdiri di atas lahan seluas 5 hektar dan bisa menampung 1.500 Jamaah di dalam bangunan dan 500 orang di teras bangunan,” kata Taufan. Menurutnya, masjid yang akan selesai pada 2018 itu mengadopsi nilai-nilai kearifan lokal dari Mesjid Bayan, Lombok Utara dan Bangunan Adat di Sembalun, Lombok Timur. Ditambah ornamen Islami dan kaligrafi serta desain modern.
Dia menuturkan, bangunan masjid mengusung Eco Friendly dengan memanfaatkan penerangan cahaya matahari dan angin sebagai pendingin alami. "Konsep masjid berwawasan lingkungan bertujuan memberikan rasa nyaman kepada masyarakat untuk beribadah," katanya. Dirinya menambahkan masjid akan dilengkapi dengan pusat edukasi, bangunan serbaguna serta akan disediakan fasilitas wudhu dan toilet yang layak untuk mengantisipasi kunjungan tamu. Termasuk akan berdampingan dengan pasar seni dan areal festival yang direncanakan dibangun.(*)
by Facebook Comment

Festival Gastronomi Indonesia Akan Menggoda Selera Kuliner Paris

 

JAKARTA - Menpar Arief Yahya yakin diplomasi kuliner sukses membawa Thailand hingga 2016 meraup 32 juta wisatawan mancanegara itu. Itulah salah satu alasan mengapa tim percepatan wisata kuliner dan belanja yang dipercayakan pada Vita Datau Messakh dibentuk. Tujuannya adalah secepatnya memperkenalkan karya kuliner Indonesia ke seluruh penjuru dunia, seperti halnya Thailand mempopulerkan Tom Yam, Phad Thai, dan Kha Niew Ma Muang, mangga segar yang dimakan bersama ketan dan krim santan manis itu. 
Langkah maju dilakukan Visit Indonesia Tourism Officer (VITO) Kemenpar di Perancis, Eka Moncarre bekerjasama dengan AGI Akademi Gastronomi Indonesia yang diketua Vita Datau. Mereka bakal menggelar perhelatan bertajuk Festival Gastronomi Indonesia di Hotel Shangrila Paris selama 1 Minggu dari tanggal 7 hingga 12 Februari 2017, mendatang.
Menurut Eka Moncarre, Festival bertujuan  untuk memperkenalkan dan mempromosikan kekayaan budaya kuliner Indonesia di Perancis. Ini merupakan kesempatan dan momentum  unik dan memberikan nilai yang tinggi bagi kemajuan gastronomi indonesia di dunia internasional. "Apalagi kita semua tahu kalau di Perancis istilah Gastronomi bermula digunakan di tahun 1814. Jadi sangat penuh makna,” beber Vita yang juga diamini Eka dalam keterangan resminya.
Eka juga memastikan pesona kuliner Indonesia bisa dinikmati selama satu pekan. Sedangkan delegasi Kuliner Indonesia akan dipimpin oleh William Wongso. ”Saya bersyukur nanti kita dipimpin oleh beliau. William adalah Indonesian Culinary Expert yang terkenal dinamakan Paul Bocuse Indonesia oleh Warren Caragata dari Asia Week,” kata dia. 
Selain digelar di Hotel bintang lima tersebut, imbuh Eka, rangkaian promosi budaya kuliner Indonesia ini juga akan berada di Gallery Lafayette untuk Indonesia Brunch. Selain itu, diplomasi budaya kuliner juga akan digelar melalui edukasi dengan kunjungan AGI serta penandatanganan MOU dengan Lenotre Culinary School, yang nantinya dilengkapi dengan cooking demo. 
”Nah, nantinya kegiatan ini juga menjadi aksi awal untuk mendukung Europalia Indonesia 2017-2018 di Belgia dan yang akan menjadi Kurator adalah Bu Vita Datau, dimana Indonesia menjadi host country yang rencananya akan dibuka oleh Presiden Jokowi tanggal 10 Oktober 2017 mendatang, jadi persiapannya sudah bisa kita lakukan di acara ini. Ini sungguh momentum yang sangat tepat, terima kasih kepada Bu Vita dan AGI-nya,” jelas Eka. 
Untuk rentetan acaranya, Eka memaparkan bahwa acara perdana akan dilaksanakan di restaurant La Bauhinia di hotel Shangri-La Paris. Dalam acara ini, William Wongso, akan membuat menu special Indonesia dari bermacam pilihan entrées, plats, desserts di mana untuk pilihan menu diseleksi dan diciptakan khusus untuk festival ini.
”Saya juga sudah berkoordinasi dengan pihak terkait bahwa kita akan mempersembahkan tarian Indonesia di setiap malam selama dinner. Untuk tanggal 10 Februari kita akan menggelar Exchange forum, MOU dan demo cooking di sekolah masak perancis ternama, Lenotre,” kata Eka. 
Untuk tanggal 12 Februari, acara akan dilaksanakan di Brunch Indonesian di Galleries Lafayette, Paris. ”Festival ini terbuka untuk semua orang yang ingin mencicipi kuliner Indonesia yang dikreasikan khusus oleh William Wongso dan tim. Terima kasih kepada Wonderful Indonesia dalam hal ini Kemenpar RI dan Kemendikbud RI yang telah mendukung acara ini. Semoga acara ini berjalan dan sukses serta terus mengangkat Indonesia di mata dunia terutama Perancis,” tambah Vita.(*)
by Facebook Comment

Jumat, 20 Januari 2017

2017 Visit ASEAN @50 Diproyeksikan 121 Juta Wisatawan

 

Aksi Kolaborasi Menpar Arief Yahya di ASEAN Tourism Forum (ATF) 2017 Singapore 

SINGAPORE – Indonesia memproyeksikan kunjungan wisman di tahun 2017 dengan amat sangat optimis, yakni 15 juta wisman atau naik 25%. Kenaikan 3 juta setahun, atau 250 ribu per bulan itu, tentu bukan angka yang mudah. Visit ASEAN @50 sendiri hanya memproyeksikan 5% kenaikan, dari 115 juta 2016, menjadi 121 juta di 2017. Maka, sudah bisa dipasrikan, bahwa kontribusi terbesar adalah Indonesia sebagai magnit utamanya.

Menpar Arief Yahya melihat angka itu sebagai tantangan, yang sudah disadari sejak menjabat Oktober 2014 lalu. Terget besar hingga 20 juta di tahun 2019 itu adalah target Presiden Joko Widodo. Tidak ada pilihan lain, kecuali harus mendownload angka-angka itu ke dalam program prioritas. Karena itulah, langkah-langkah strategis di luar “pakem” diambil dengan menggunakan global standar.

“Hasil yang luar biasa, tidak bisa ditempuh dengan cara yang biasa Hasil yang luar biasa hanya bisa dicapai dengan cara yang tidak biasa,” jelas Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI di 45th Meeting of The ASEAN dan 20th Meeting of The ASEAN Tourism Ministers, 19 Januari 2017 di Pan Pacific Hotel, Singapore.

Selain tiga besar, Go Digital, Air Connectivity, dan Homestay Desa Wisata, forum Visit ASEAN@50, yang menjadikan ASEAN as a single destination itu juga bisa diandalkan. Forum ini semakin serius, sejak disepakati dalam Forum ATF (ASEAN Tourism Forum) di Manila, tahun 2016 lalu. “Di ATF 2017 Singapore ini, joint marketing, joint promotions dan events itu semakin kuat! Komitmen semua Negara makin kelihatan. Dan ini adalah opportunity baru bagi Indonesia,” jelas Arief Yahya.

Soal Digital Marketing, juga menjadi bahasan hangat hampir semua Menteri di forum tersebut. Thailand, Kanboja, Vietnam, Singapore, Malaysia, Filipina, semua menyebut online platform sebagai andalan dalam mengembangan pariwisata mereka. Tentu, ini akan semakin menguatkan spirit Indonesia, yang sejak Rakornas Triwulan III, tahun 2016, sudah melaunching Go Digital Be The Best. “Betul, itulah pentingnya benchmarking, dunia berkata apa, dunia sedang ke mana? Dan bergerak ke mana? Sebaliknya, kita sedang berada di mana? Kita telah dan akan melakukan apa? Dan goal-nya seperti apa?” kata Arief Yahya.

Yang menjanjikan adalah, pertemuan selevel menteri Pariwisata se ASEAN itu sudah merancang ASEAN Tourism Strategic Plan (ATSP) 2016-2025, lalu ASEAN Joint Declaration on Cruise Tourism, Visit ASEAN@50 Golden Celebration Campagne, memikirkan Developing ASEAN Tourism Products, menjaga dan membangun Quality Tourism, Fasilitation of Tourism Skilles Workers, Collaboration with Partners –lembaga-lembaga dunia seperti UN-WTO (United Natioan World Tourism Organization), WTTC WEF (World Travel and Tourism Competitiveness Index), PATA (Pacific Asia Travel Association), World Bank, ATRA (ASEAN Tourism Research Association), GIZ, ACC, AJC, dan AKC, sekaligus ASEAN Tourism Forum (ATF) 2017 yang digelar sejak 16-20 Januari 2017 di Singapore, yang dihadiri 324 buyers dan 355 exhibitors dengan tema: Shaping our Journey Together.”

Hampir semua Menpar se-ASEAN juga kompak dan hadir. Dari Menpar RI Arief Yahya, Minister of Primary Resources and Tourism Brunei Darusalam Dato Paduka Hj Ali Hj Apong, Minister of Tourism Cambodia Dr Thong Khon, Vice Minister of Information, Culture, and Tourism Lao PDR Mr Ounethoung Khaophanh, Minister of Tourism and Culture Malaysia, Dato Seri Mohamed Nazri, mewakili Hj Ab Ghaffar A Tambi.

Union Minister for Hotels and Tourism Myanmar Ohn Maung, Secretary of Tourism Philiphines Wanda Corazon, Minister of Trade and Industry Singapore S Iswaran, Minister for Tourism and Sport Thailand Kobkarm Wattanavrangkul, Secretary General of ASEAN Le Luong Minh. Hampir semua Negara di ASEAN sangat concern untuk menjadikan kawasan Asia Tenggara ini sebagai destinasi wisata dunia.

Di forum yang sangat penting buat masa depan pariwisata di regional ini, juga menghadirkan lembaga-lembaga dunia, yang dijadikan standar dalam pengembangan Pariwisata. Diantaranya UN-WTO, WTTC, PATA, World Bank, ASEANTA, termasuk dengan ASEAN Secretary, ASEAN-Korea Center, ASEAN-Japan Center, dan ASEAN-China Center. Kesadaran bahwa sector pariwisata menjadi andalan di masa depan di regional ini sudah menjadi isu kuat diantara negara-negara ASEAN. “Tidak salah Presiden Joko Widodo menempatkan Pariwisata sebagai core economy bangsa Indonesia,” papar Arief Yahya,

ATF 2017 itu sendiri dibuka Perdana Menteri Singapore, Lee Hsien Loong , di Ballroom Hotel Shangri-La, Singapore. Dia mengucapkan selamat dating dan terima kasih kepada seluruh menteri dan perwakilan lembaga-lembaga dunia yang bergabung di ATF. Tahun 2016 lalu ATF dilangsungkan di Manila, Filipina, tahun 2017 ini di Singapore dan tahun depan 2018 bakal digelar di Thailand. Selain ATF, di Marina Bay Sand, juga dilangsungkan TRAVEX –Travel Exchange ATF 2017, yang mempertemukan buyers dan sellers.

“Kami berharap ASEAN bisa segera menjadi destinasi Pariwisata yang semakin kuat, semakin solid, dan bermanfaat buat semua negara. Ada heritage and cultureal building di Borobudur, Angkor Wat! Ada pantai indah di Cebu, Bali dan Phuket? Ada tempat belanja dan kuliner di Kuala Lumpur dan Singapore? Dan semua punya kekuatan untuk saling melengkapi dan mempromosikan satu dengan lainnya,” jelas PM Singapore Lee Hsien.

Delegasi Wonderful Indonesia di forum itu sendiri dipimpin Menpar Arief Yahya, Stafsus Menpar Bidang Komunikasi Muh Noer Sadono, Asdep Hubungan Kelembagaan Kepariwisataan Ani Insani, Kabid Hubungan Kelembagaan ASEAN Jordi Paliama, Kabid Kemitraan Usaha Pariwisata Monique Wiryawan, Kasubbid Kerjasama Regional ASEAN Riana Uli, Asmen Sutanto. (bersambung)
by Facebook Comment

Indonesia Dorong Percepatan ASEAN as a Single Destination

 

Aksi Kolaborasi Menpar Arief Yahya di ASEAN Tourism Forum (ATF) 2017 Singapore 

SINGAPORE – Tiga strategi korporasi yang selalu menjadi pegangan Menpar Arief Yahya dalam membangun korporasi untuk menjadi global player. Yakni, Competitive, Comparative, dan Collaborative, yang biasa disingkat dengan 3C. Itu juga yang dijadikan patokan dalam menjalin kerjasama regional bersama Negara-negara Asia Tenggara, dalam rangkaian ATF 2017, ASEAN Tourism Forum di Singapore, 16-20 Januari 2017.

“ASEAN dengan 10 negara itu dikunjungi lebih dari 115,8 juta wisman tahun 2016, naik sekitar 7% dan angkanya terus bertambah. Kita masih kecil, hanya di kisaran 10-12%. Tailand sekitar 30%, Malaysia 25%, Singapore 15%, baru Indonesia, dan negara-negara lainnya seperti Vietnam, Filipina, Brunei, Kamboja, Laos dan Myanmar. Artinya, kita harus berkolaborasi untuk menjadi besar,” kata Arief Yahya, Menpar dalam 45th Meeting of The ASEAN NTOS dan 20th Meeting of ASEAN Tourism Ministers di Pan Pacific Hotel Singapore itu.

Forum Pariwisata ASEAN ini sangat penting dan strategis bagi Indonesia. Pertama, jika diteropong dari 3S, --Size (ukuran), Sustainability (pertumbuhan), Spread (hasil)--, Pariwisata Indonesia masih belum bisa mengalahkan tiga Negara, Thailand, Malaysia dan Singapore. Memang dari sisi growth atau pertumbuhan, hanya tertinggal dari Thailand dan Vietnam, tetapi size dan spread-nya masih harus mengejar Thailand, Malaysia, dan Singapore.

Karena posisinya bukan yang terbesar, maka Indonesia akan lebih diuntungkan bergabung dalam segala joint promotion dan events antarnegara ASEAN, yang menjadi komitmen penting di ATF 2017 itu. “Inilah implementasi dari collaboration. Masing-masing Negara punya kekuatan destinasi tersendiri, punya competitive dan comparative advantage. Ketika beragam kekuatan itu disatukan, maka akan saling mengisi kekurangan, dan menjadi satu

Arief Yahya mengibaratkan bermain bola. Jatah striker atau pemain penyerang dalam satu pertandingan 2x45 menit itu hanya 2-3 orang. Kalau sudah ada pemain sekelas Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi, yang terbaik dunia, maka kita jangan berambisi mengalahkan mereka yang saat ini peluangnya kecil. Maka, pilihlah posisi yang lain, yang penting dan menjadi pilar utama sebuah tim yang solid. Masih ada posisi kipper, stopper, bek kiri-kanan, libero dan playmaker di lapangan tengah, yang sama pentingnya dalam sebuah tim. “Inilah collaboration strategy! Berbagi peran,” ujar Mantan Dirut PT Telkom itu.

Kedua, ITF 2017 ini menjadi penting karena momentumnya juga pas, saat golden celebration, 50 tahun memperingati ASEAN, asosiasi Negara-negara Asia Tenggara. Kalau ASEAN kuat, maju bersama, maka Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk terbesar, wilayah terluas, destinasi terbanyak, bahari terbaik, akan punya opportunity yang lebih besar untuk maju. “Saya yang melauncing Visit ASEAN50@ Golden Celebration di ITB Berlin, Jerman 2016 lalu,” sebut Arief Yahya.

Arief Yahya juga mengingatkan bahwa bisnis Tourism itu mirip dengan Telecommunication dan Transportation. Ada factor season, atau musiman, ada peak season dan low season. Dan yang terpenting, ada proximity, atau kedekatan. Baik kedekatan jarak, maupun kedekatan budaya atau kultural. “Ini terbukti, tahun 2016, 43% wisatawan mancanegara yang masuk ke Negara-negara ASEAN itu berasal dari Negara-negara anggota ASEAN sendiri. Yang berasal dari ASIA, 36%, seperti China, Jepang, Korea, Hongkong, Taiwan, India, dan lainnya,” jelasnya.

Ketiga, Menpar Arief Yahya melihat proyeksi dan masa depan ASEAN as single destination, atau ASEAN sebagai satu destinasi itu sangat menjanjikan. Seorang CEO selalu melihat proyeksi, bahkan menyebut proyeksi itu jauh lebih penting daripada performance. “Program dan keseriusan menuju capaian di ASEAN@50 ini sangat bagus, agrasif, dan connect dengan tiga prioritas yang menjadi concern Kemenpar 2017,” ungkap Menpar.

TIga top three yang menjadi focus Menpar Arief Yahya selama 2017 adalah air connectivity, untuk memenuhi seats capacity, melalui airline dan airport, yang tahun 2017 ini kurang 4 juta seats. Lalu homestay desa wisata, untuk mengcover amenitas di setiap destinasi prioritas. Dan, go digital, yakni menggunakan digital untuk branding, advertising dan selling dia media. Lalu, digital di manajemen information system dengan M-17 war room. Dan, membangun platform digital market place dengan ITX Indonesia Tourism Xchange.

Di Ministrial Meeting yang dipimpin oleh tuan rumah, S Iswaran, Minister for Trade and Industry Singapore, menyebut bahwa statemen Menpar Arief Yahya itu adalah kuncinya. Terutama joint marketing, digital marketing, promosi melalui linking website www.Indonesia.travel dan www.visitasean50.com, serta melalui media social. “Peran Indonesia sangat penting di Visit ASEAN@50 ini,” sebut S Iswaran.  

Di forum yang dihadiri semua menteri di ASEAN yang membawahi Pariwisata itu, Arief Yahya menyampatkan 3 poin penting. Pertama, Indonesia mengucapkan terima kasih kepada tuan rumah Singapore, yang menyiapkan ATF 2017 dengan baik. Kedua, Indonesia ikut berpartisipasi aktif mensupport ASEAN as single destination, dan sudah dilakukan sejak 2016 lalu. Bahkan yang melauncing program visit ASEAN @50 itu di ITB Berlin adalah Menpar Arief Yahya, lalu diikuti dengan berbagai promosi di hampir semua booth Wonderful Indonesia di banyak travel market dunia, dipresentasikan di setiap pertemuan internasional.

Indonesia juga sudah menyetor, mengusulkan 5 event festival yang bisa dipromosikan di Negara-negara ASEAN, diantaranya Bali Art Festival, Asmat Cultural Festival di Papu, Singkawang Cap Go Meh Festival di Kalbar, Danau Toba Festival di Sumatera Utara, dan Jember Fashion Carnival. Indonesia juga sudah mempromosikan Visit ASEAN@50 di berbagai platform, dari online dan offline. “Kami juga sudah melakukan Famtrip The Most Unforgettable Travel Experience, untuk mendorong percepatan ASEAN as a single destination,” katanya.(*)
by Facebook Comment

Rendang Hitam Pamer Rasa di LA Travel & Adventure Show

 

JAKARTA-Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang dinahkodai Arief Yahya rupanya makin konsisten mempromosikan ‘Wonderful Indonesia’ di pasar Amerika Serikat (USA). Kali ini menggoda Los Angeles Travel & Adventure Show yang dilaksanakan pada tanggal 18 – 19 Februari 2017 di Los Angeles Convention Center di Los Angeles. Salah satu amunisinya, adalah pamer rasa kuliner rendang hitam kayu bakar. 
Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana didampingi Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan Afrika Kementerian Pariwisata Nia Niscayamengatakan, Los Angeles Travel and Adventure Show sendiri merupakan rangkaian dari Travel Show yang juga diselenggarakan di beberapa kota di Amerika Serikat sepertiWashington DC, San Fransisco, Philadephia, Chicago, San Diego, dan Dallas.
”Kemenpar memilih event yang berlangsung di Los Angeles karena merupakan kota yang memiliki konektifitas no 1 terbanyak ke destinasi Indonesia. Event ini merupakan event yang strategis untuk mempromosikan destinasi Indonesia mengingat skala pameran tahun ini diprediksikan akan menarik perhatian 130.000 orang pengunjung dan diikuti oleh 3.000 industri yang berasal dari lebih dari 100 negara,” beber Pitana. 
Menurut Nia, transaksi yang dihasilkan oleh Travel Shows ini diperkirakan mencapai 606 juta USD per tahun. Kemenpar dalam partisipasinya tahun ini all out dalam kegiatan branding, advertising dan selling. Selain penjualan paket dan memperkenalkan destinasi, imbuh Nia, dalam pameran LA Travel Adventure Show 2017 untuk meningkatkan branding Wonderful Indonesia.
”Kemenpar akan menggandeng restoran Marco Padang Peranakan yaitu chef Marco dan Mixologis-nya serta Sanggar Tari Warna Budaya. Chef Marco akan mendemokan salah satu icon culiner Indonesia yang telah dinobatkan oleh CNN sebagai The Best Food In The World yaitu “Rendang Hitam Kayu Bakar” pada Taste and Travel Stages. Selain itu untuk menarik pengunjung Mixologist akan menyajikan minuman khas tradisional Indonesia di pavilion dan di main stage,” ujarnya.
Pesona tarian dari tanah air juga akan diperlihatkan di perhelatan tersebut. Nia akan memboyong sanggar Warna Budaya yang akan mempertunjukkan tarian tradisional nusantara Bajidor Kahot, Sekar Pembayun, Cendrawasih, dan Zapin Lenggang Kipas. 
”Ada kombinasi yang menggambarkan profil tari tradisional dan kontemporer nusantara yang akan di demonstrasikan oleh Chef Marco,” kata dia. Nia memaparkan, dalam kegiatan Travel Show, Kemenpar memfasilitasi 9 (sembilan) industri dari Bali dan Jakarta untuk program kegiatan B to B dan B to C meeting untukmemperkenalkan dan menjual destinasi dan produk pariwisata Indonesia. 
Ke-9 industri yang mengikuti yaitu:Maestro Indonesia, Good Indonesia Food, Pacto Ltd. Indonesia, CNT Travel (Citra Nashwa Tour), Voyage2Paradise, Panorama Destination,Travel Registry Inc., The Dharmawangsa Hotel Jakarta, dan Singapore Airlines. Destinasi Bali dan Jakarta merupakan 2 destinasi yang paling dikenal saat ini untuk masyarakat Amerika Serikat. Disamping itu dalam event ini juga akan dipromosikan 10 Destinasi Prioritas.
”Untuk meningkatkan kegiatan selling, Kemenpar merencanakan bekerjasama (Joint Promotion) dengan Singapore Airlines dimana akan dijual tiket dengan Special Rate ke destinasi Indonesia yang akan dipublikasikan dalam bentuk iklan di. Dalam event ini Kemenpar juga akan mempublikasikan advertising joint promotion dengan SQ di media cetak dan online. Rangkaian kegiatan branding, advertising, dan selling diharapkan akan mampu menjadi trigger bagi wisman USA untuk memilih Indonesia sebagai destinasi wisata pilihan,” tandasnya.
Saat ini memang promosi pariwisata gencar dilaksanakan pada awal tahun mengingat waktu puncak kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) Amerika ke Indonesia pada umumnya berkisar di bulan Juni – Agustus dan bulan Desember. Untuk mendorong peningkatan jumlah Wisman dari USA Kemenpar juga merencanakan untuk berpartisipasi di Seatrade Cruise Global pada bulan Maret, IMEX America pada bulan Oktober, dan DEMA Show pada bulan November.
Pasar Amerika merupakan 10 pasar utama pariwisata Indonesia yang menunjukan potensinya dengan peningkatan wisman sejumlah 251,221 pada 2015. Pada tahun 2016 target untuk pasar Amerika adalah sebesar 310.000. Sepanjang tahun 2017, sektor pariwisata diharapkan untuk menarik 15 juta wisatawan asing didalamnya termasuk wisman dari Amerika sebanyak 380.000 untuk meningkatkan pengunjung menjadi 20 juta pada tahun 2019.(*)
by Facebook Comment

6 Event Terheboh di Kepri Selama Desember 2016

 

KEPRI - Hasil keren ditorehkan Kepulauan Riau (Kepri) yang oleh Menpar Arief Yahya diproyeksikan sebagai border area! Daerah perbatasan (lintas batas) yang dekat dengan pasar Singapore. Enam event yang digelar Kepri di Bulan Desember menghasilkan kedatangan Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang sangat fantastis.
“Posisi geografis Kepri yang dekat dengan Singapura dan Malaysia sangat menguntungkan kami. Ke Singapura naik kapal cuma 45 menit saja. Hingga akhir tahun, destinasi wisata di Kepri tak pernah sepi. Beberapa event tadi dibanjiri ribuan wisatawan,” terang Kepala Dinas Pariwisata Kepri, Buralimar.
Buralimar dan seluruh perangkatnya memang membuat gebrakan di bulan Desember 2016. Tujuan utamanya adalah meningkatkan jumlah kunjungan Wisman. Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) rajin menggelar enam event berbeda bulan Desember 2016, dengan menggandeng tim dari Singapore.
Rangkaian event yang digelar tersebut antara lain Trifam-Triathlon (9-11 Desember 2016), The Santana Experience with Almatina (10 Desember 2016), Tribun Barelang Marathon (11 Desember 2016), serta The 1st Batam Senior Golf Challenge (13-14 Desember 2016) yang digelar di Tering Bay.
”Wisman yang kami incar asal Singapura dan Malaysia kena banget. Sejak November 2016, banyak event yang berlangsung di Bintan dan Batam yang mereka datangi,”ujarnya. Bukti membludaknya kunjungan ke daerahnya, imbuh Buralimar, itu terlihat dari tingkat hunian hotel naik dengan prosentase cukup signifikan.
”Jumlah tamu yang menginap pada hotel berbintang pada Oktober 2016 tercatat 71.938 orang.  Jumlah ini meningkat 2,67 persen dibanding September 2016 yang sebanyak 70.064 orang. Jika dibandingkan dengan tamu menginap bulan Oktober 2015 yaitu sebanyak 60.316 orang, terjadi peningkatan sebesar 19,27 persen,”beber Buralimar.
Seperti diketahu, Kepri sukses menorehkan namanya di posisi tiga besar penyumbang wisman terbanyak di Indonesia. Prosentasenya mencapai 20%. Raihannya hanya bisa dikalahkan Bali 40% dan Jakarta 30%.
“Sekarang Kepri sudah memosisiikan diri sebagai gerbang wisata bahari Indonesia. Kami punya Batam, Bintan dan Anambas yang sangat strategis dikembangkan menjadi wisata yacht, marina dan tempat parkir perahu pesiar. Semuanya dekat dengan international hub udara maupun laut,” ungkap Buralimar.
Ledakan Wisman di Kepri tak selesai di situ. Pada agenda akhir Tahun kemarin,  tepatnya pada 31 Desember 2016 digelar kegiatan di dataran Engku Putri untuk memberikan hiburan wisman dan masyarakat Batam. ”Di situ ada pesta kembang api dan sinar laser. Puluhan ribu orang datang ke acara itu,”katanya. 
Even Kepri selama 2016 memang seabrek banyaknya. Sebanyak 56 agenda pada kurun Maret hingga Desember 2016 sudah dilaksanakan Kepri untuk menarik kunjungan wisatawan manca negara ke provinsi yang berbatasan dengan empat negara jiran itu.
"Banyak agenda yang masuk dalam kalender acara Wonderful Kepri. Di luar itu masih ada acara lainnya, jadi memang kita serius di Pariwisata," kata Buralimar.  Sekadar mengingatkan, pada pertengahan Maret, Pemkot Batam mengadakan acara pemilihan Duta Wisata Batam 2016.
Kemudian pada April, disebutkan terdapat enam kegiatan pariwisata yaitu Festival Seni Budaya, Parade Tari Daerah se-Kota Batam, Tour de Bintan pada 1-3 April, Bintan Fishing Event pada 16 April, Full Moon Welness Retreat pada 22-24 April dan Cruise to Pulau Lingga pada akhir April.
Pada Mei 2016, Cruise to Pulau Lingga dilanjutkan 1-8 Mei, kunjungan kapal wisata yacht ke Anambas, promosi wisata Natuna ke daerah lain, Festival Wisata Bahari Natuna, Tour de Barelang pada 14 Mei, Club Med Bintan Island Body and Soul pada 20 Mei, Nongsa Sensation Cycle Challange pada 21-22 Mei dan Bintan Triathlon pada 28-29 Mei.
Bulan Juni, pemerintah hanya memasukkan dua agenda pariwisata yaitu Turi Fish-tival dan Anambas Cruise.Pemerintah menggelar enam acara di Bulan Juli, yaitu Eid Fitri at Turi Beach Resort, Parade Tari Daerah se-Provinsi kepri, Ria Bintan Gplf Challange, Street Salsa dan Power Boat Granprix.
Kemudian pada Agustus terdapat acara Nongsa Run, Samsal Regatta, Marine Expo, 3rd Turi Fascinating Photography Competition, Bintan Tracking, Festival lagu dan tari Melayu pada 23-27 Agustus dan Ironman 70,3 km Bintan.
Sepanjang September, terdapat delapan acara yaitu Festival Wisata Bahari Natuna pada 1 September, Rock and Road, Moon Cake Festival, Nongsa Festival, Southlinks Independence Day, Nongsa Carnival, Wonderful Indonesia Sailing, dan Eidul Adha Mubarak Celebration at Turi Beach Resort.
Di Bulan Oktober, diadakan Jazz Festival, Pesona Indonesia Bintan Golf Challange, Bintan Marathon, Tanjungpinang International Dragon Boat Race, Festival Laut Tanjungpinang, Festival Bahari kepri, Dangkong Dance Festival, Wonderful Sail to Indonesia, Sail Indonesia Welcome and Farewell Party, Sail Karimata, Festival Bunda Tanah Melayu.
Pada November, hanya dua kegiatan yaitu The 11st Nongsa Cup dan Racing the Planet Bintan. Serta sejumlah kegiatan Desember yaitu Kenduri Seni Melayu, Golf Challange dan perayaan pergantian tahun di berbagai tempat wisata.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!