"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Kamis, 23 Februari 2017

Wonderful Indonesia Jawara di Los Angeles Travel and Adventure Show 2017

 

LOS ANGELES – Menteri Pariwisata Arief Yahya boleh tersenyum bangga. Wonderful Indonesia kembali menorehkan prestasi emas dalam Los Angeles Travel and Adventure Show 2017. Dua award bergengsi berhasil diboyong dari Negeri Paman Sam itu. Gelar Best of Show Cultural Display dan Best Dance World Heritage Cultural Center dipastikan menjadi milik Wonderful Indonesia setelah mengalahkan performer Middle East, Mesir, China, Tahiti, Panama dan Spanyol.

“Award ini memiliki 3 makna. Pertama menaikkan confidence atau kepercayaan diri sebagai bangsa. Kedua  mengangkat credibility di mata bangsa lain. Satunya lagi sebagai calibration untuk memotret seberapa hebat Wonderful Indonesia di global level. Sudah sampai di mana jika dilihat dari kacamata dunia? Ternyata kita terus bisa bersaing,” ucap Menpar Arief Yahya.

Menurut Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kemenpar, I Gde Pitana, yang didampingi Kabid Promosi Pasar Amerika dan Afrika, Hari Budiarti, Rabu, 22 Februari 2017, prestasi itu cukup membanggakan. Award ini makin bermakna lantaran di even akbar itu, Wonderful Indonesia mampu berkreasi yang menjadi selera dunia. Dan terbukti menyisihkan negara-negara lain yang punya reputasi tinggi di Pariwisata, Mesir, China, Tahiti, Panama dan Spanyol.

“Dua penghargaan dari Los Angeles Travel and Adventure Show 2017 itu adalah bukti bahwa jika serius, tidak ada yang tidak bisa dilakukan. Mengejar award, dengan segala kriteria itu, secara otomatis akan mendekatkan diri pada standar dunia,” ucap Pitana.

Ucapan Pitana tadi memang sangat masuk akal mengingat ada 14 pilar yang dipakai sebagai alat ukur competitiveness index oleh World Economic Forum (WEF). “Jadi, sekali merengkuh dayung dua tiga pulau terlampaui. Membangun destinasi dengan standar dunia, membuat objek wisata semakin bagus, bisa dikompetisikan di tingkat dunia dan berpotensi menang,” sambung pria asal Bali itu.

Soal potensi, Wonderful Indonesia memang punya banyak kartu sakti yang bisa dikeluarkan kapan saja. Wisata halalnya? Terbaik di dunia. Dari16 kategori yang dilombakan di World Halal Tourism Award 2016, Wonderful Indonesia sukses menyambar 12 gelar juara dunia. Wisata baharinya? Langganan juara dunia. Di 2017 ini, Indonesia dinobatkan sebagai Best Dive Destination 2017 oleh majalah Dive Magazine. Raja Ampat juga pernah dinobatkan sebagai Best Snorkling Site 2015 bersi CNN. Runner up nya, dipegang Labuan Bajo.

Belum lagi potensi 10 destinasi unggulan yang akan menjadi 10 "Bali baru". Dari Toba, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Pulau Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Jawa Timur, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara, semuanya punya panorama yang world class. Aktris peraih Oscar, Gwyneth Paltrow hingga dua jagoan MotoGP, Jorge Lorenzo dan Valentino Rossi bahkan tak ragu memposting momen-momen liburan dengan background panorama keren di Labuan Bajo.”Kalau Brand Equity nya sudah kuat, maka Indonesia akan makin masuk Consideration Set para turis yang mau milih destinasi. Terutama bagi yang belum punya awareness tinggi terhadap Indonesia. Di sinilah pentingnya memperkuat dan mempertajam branding Wonderful Indonesia di semua lini, termasuk memenangi persaingan di awarding,” sebutnya.

Lantas apa yang ditampilkan di Los Angeles Travel and Adventure Show 18-19 Februari 2017? Mengapa juga Wonderful Indonesia bisa dinobatkan meraih dua penghargaan sekaligus? Soal ini, Kabid Promosi Pasar Amerika dan Afrika, Hari Budiarti, ikut memberikan keterangan.  “Yang kami tampilkan semuanya adalah yang terbaik. Semua disiapkan dengan sangat matang,” ucap Hari.

Sebanyak 9 industri yang terdiri dari 5 Travel Agent dari Indonesia, 3 Travel Agent lokal dari USA dan 1 dari Singapore Airlines, tak henti-hentinya menggoda pengunjung dengan paket-paket menarik.

Aktivitas pavilion Wonderful Indonesia? Di set sangat keren. Dari mulai Indonesia Hospitality Corner yang menyediakan beef rendang, beef rendang quesadillas, es kopi padang, mixology ginger based traditional drink with lemongrass & lime, tak pernah henti disajikan ke pengunjung. Semua tak sabar memburu racikan keren dari chef dan Mixologist Marco Padang Restaurant.

Di Indonesia  Mini Stage? Wonderful Indonesia juga tampil sangat oke. Tradisional dance seperti Bajidor Kahot, Topeng Jigrik Ndat, Tari Piring dan Banyuwangi Carnival, selalu menghibur pengunjung yang datang.  Begitu juga dengan Taste of Travel. Ada demo membuat rendang hitam, beef rendang quesadillas dan mixology ginger based tradisional drink dengan daun sereh dan lemon segar yang sulit ditolak pengunjung.

Belum lagi pesona Destination Theatre Soft Adventure of WonderfulIndonesia: People, Culture & Nature yang dipresentasikan Paul Edmundus ( DPD Asita Bali) dan  Herry Rudyanto (DPD Asita Yogya). Semuanya ditata sangat keren. “Indonesia Hospitality Corner dan Indonesia Mini Stage menjadi magnet bagi para pengunjung LATAS 2017. Sajian kuliner khas Indonesia mampu menarik animo pengunjung ke booth Indonesia, mereka rela antri untuk mencicipinya. Respon dari pengunjung yang telah mencicipi makanan dan minuman khas Indonesia juga menuai banyak pujian,” ucap Hari.

Semua magnet tadi makin terasa lengkap lantaran ada juga Game interaktif & Quiz yang digelar. Pengunjung yang bisa menjawab pertanyaan seputar destinasi Indonesia langsung mendapat hadiah goody bag dan souvenir berupa kain songket.  (*)
by Facebook Comment

Rabu, 22 Februari 2017

Bandara Silangit Danau Toba Naik Kelas Jadi International Airport

 

MEDAN – Hore.. Bandara Silangit naik kelas. Bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II itu sudah diputuskan melalui rapat kabinet terbatas minggu lalu, bakal di up grade menjadi international airport 2018. “Karena itu, perpanjangan landasan dari 2200 meter menjadi 2650 meter, dan pelebaran dari 30 meter ke 45 meter bakal segera dituntaskan,” ujar Menpar Arief Yahya, di Jakarta. 

Karena status Bandara Silangit yang berlokasi di Siborong-borong, Tapanuli Utara, itu menjadi internasional, maka akan dibuat CIQP, Carantine, Immigration, Quarantine, Port. Bandara lain yang akan dinaikkan statusnya adalah Komodo Labuan Bajo, yang sampai sekarang masih berada di bawah pengelolaan Kementerian Perhubungan. “Semua bandara yang masuk dalam pengembangan 10 Bali Bali, atau 10 Top Destinasi Prioritas, diproyeksikan menjadi international airports” jelas Arief Yahya yang mantan Dirut PT Telkom ini.

“Kalau ingin menjadi global standar, dan memiliki customers di global market, maka aksesnya pun harus international standar. Sehingga ada direct flight yang bisa langsung dari negara originasi ke destinasi prioritas itu,” ungkap Menpar Arief Yahya. Dari 10 Destinasi itu yang belum memiliki bandara internasional adalah Danau Toba Sumut, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara. 

Joglosemar, Jogja-Solo-Semarang, saat ini sudah berstatus international airport, tetapi khusus Adi Sucipto Jogjakarta sudah overload. Karena itu, Presiden Joko Widodo sudah meletakkan batu pertama di Kulonprogo untuk mendukung destinasi Joglosemar, dengan ikon Borobudur.

“Info dari Pak Menkomar Luhut Panjaitan memang seperti itu. Di rapat

kabinet terbatas minggu lalu Menhub Budi Karya hadir juga, Bandara Silangit bakal naik kelas. Ini kabar yang bagus buat percepatan destinasi Danau Toba, yang saat ini Badan Otrita Pariwisata Danau Toba sedang bekerja keras,” terang Ketua Pokja

Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar, Hiramsyah S Thaib, yang

didampingi Direktur Utama Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata

Danau Toba, Arie Prasetyo, Rabu (22/2).

Setelah Danau Toba ditetapkan menjadi satu dari 10 destinasi wisata

prioritas di Indonesia, Badan Otorita Danau Toba (BODT) memang makin

getol membenahi Danau Toba, baik di kawasan otoritatif maupun wilayah koordinatif.

“Presiden Jokowi sudah berkali-kali mengatakan, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba, semuanya harus all out. Dari bandara yang sebelumnya tidak layak dilandasi pesawat, lantas dibenahi, dan sekarang sudah 300-500 orang per hari. Hasilnya mengejutkan, penumpang naik lima hingga enam kali lipat di Bandara Silangit,” ujar Hiram.

Pembenahan insfratruktur terus dilakukan. Tahapannya sudah masuk dalam level renovasi Bandara Silangit untuk mengejar kapasitas 500 ribu penumpang.  Target renovasinya? Selesai di April 2017. ”Nanti, bandara ini bisa disinggahi pesawat besar seperti Citilink dan Garuda. Landandasan pacu juga ikut diperbaiki hingga Desember 2017 melalui Angkasa Pura (AP) II. Prosesnya malah akan dipercepat menjadi September 2017. Jadi, harapan kita, September 2017, Bandara Silangit sudah bisa diresmikan, khususnya terminal dan landasan. Maka pada bulan April 2018, Bandara

Silangit sudah bisa kita usulkan menjadi bandara internasional,” timpal Arie Prasetyo, Dirut Badan Otorita Danau Toba.

Dari paparan Arie, Bandara Silangit sangat mungkin dipromosikan menjadi bandara internasional. Dasarnya? Peraturan Kementerian Perhubungan RI  yang menyebutkan bahwa bisa diusulkan karena adanya perubahan dalam hal posisi perkembangan pariwisata yang cukup besar. “Itulah alasannya,” sebut Arie.

Dari sisi market juga sangat mendukung.  Tapanuli Utara Silangit (wilayah Danau Toba), secara kawasan menjadi kunjungan utama wisatawan ke Sumut yang presentasenya mencapai 73 persen. Umumnya wisatawan-wisatawan itu =datang dari Benua Asia seperti Malaysia, Singapura,  Philipina, Thailand dan Vietnam. “Mayoritas pengunjung ke Sumut tahun lalu dari Malaysia mencapai 50 persen lebih,” imbuhnya.

Setelah Silangit naik kelas, Arie berharap, perjalanan dari Singapura ke Silangit dengan tujuan Danau Toba, tidak lagi melalui Kualanamu. Wisatawan akan diarahkan direct ke SIlangit  “Maunya dari Bandara Singapura ke Silangit bisa ditempuh dalam waktu 2 jam atau 1,5 jam, suapaya hari itu juga mereka bisa menikmati alam Danau Toba,” ujarnya.

Lantas apa yang akan dilakukan setelah peresmian run way September nanti?  ”Kerja parallel,” ucap Arie.  Badan Otorita Pariwisata Danau Toba, menurut dia, akan kembali membuka kerjasama dengan Malaysia Airlines dan Singapore Airlines untuk kembali

menawarkan apa-apa saja langkah konkret yang sudah dilakukan setelah sebulan penerbangan perdana ditetapkan. “Oleh  Kemenhub, selanjutnya akan menanyakan apa-apa saja yang akan kita benahi setelah membuka bandara internasional. Nah, untuk itu, kami harus bekerja secara paralel lagi dengan bandara internasional melalui intensif yang harus kita tawarkan, supaya perusahaan airlines dari luar negeri tertarik memulai bisnis. Kita benahi dulu bandara kita, baru berani kita jualan,” tegas Arie. (*)
by Facebook Comment

Artis-artis Korea Promosikan Hutan Sumatera Melalui TV Show

 

JAKARTA – Inilah cara cerdas mempromosikan destinasi wisata adventure Indonesia ke Korea Selatan. Setelah sukses bermain film di Manado, artis-artis kenamaan Negeri Ginseng itu bakal mengulang heboh di Hutan Sumatera. “Kami senang, semakin banyak film Korea yang menggunakan setting tempat di Indonesia. Semoga filmnya ngeboom di sana, sehingga semakin banyak orang Korsel yang penasaran dan berwisata ke Indonesia,” kata Arief Yahya, Menpar RI di Jakarta.

Eksotisme dan Keindahan alam Indonesia memang memikat hati industry pertelevisian Korea Selatan. Tim produksi acara reality show Law of the Jungle yang ditayangkan stasiun televisi SBS Korsel memutuskan untuk syuting di Pulau Sumatera untuk beberapa episode.

"Ini adalah kesekian kalinya Law of The Jungle mengambil lokasi syuting di Tanah Air. Sebelumnya, 2014 syuting di Borneo Kalimantan, lalu Sulawesi Utara 2016 untuk beberapa episode. Di Sumatera mereka akan mengambil lokasi di salah satu hutan yang ada di Sumatera Utara dan Sumatera Barat," ungkap Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Vinsensius Jemadu.

Law of the Jungle edisi Sumatera kabarnya akan dibintangi oleh Sungjae dan Peniel dari Born to Beat (BTOB), Shin Won Ho Cross Gene, aktris Jo Bo Ah serta aktor Kwak Si Yang. Syuting di Sumatera akan dilakukan di Februari ini. Produksi acara yang difilmkan di Sulawesi Utara sudah ditayangkan pada bulan November 2016 lalu. Peserta reality show Law of the Jungle pada waktu itu berasal dari kelompok K-Pop Infinite Sungyeol, WJSN Sungso, BTS Jin serta aktor Kim Min Seok dan Gong Myung.

Otoritas lokal Indonesia menyambut syuting seperti itu bisa membantu meningkatkan pariwisata di daerah atau membantu mempromosikan pantai yang indah di Sulawesi Utara. "Memang obyek wisata yang bisa kita tawarkan tidak hanya wisata liburan saja. Karena banyak juga wisatawan mancanegara yang senang akan kegiatan petualang yang menantang. Dan hutan atau pegunungan yang ada di Indonesia cocok buat mereka ini," ujar Vinsen.

Menurut dia, Kemenpar bakal memboyong sederet artis di bawah bendera Seoul Broadcasting System untuk kembali syuting di tiga destinasi unggulan Indonesia lainnya. Ketiga destinasi wisata itu Danau Toba (Sumatera Utara), Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur), dan Mandeh (Sumatera Barat) dalam waktu dekat ini.

“Kami sudah melakukan pembicaraan dengan pihak Seoul Broadcasting System agar syuting sinetron maupun reality show-nya. Semoga bisa terealisasi dan berdampak hebat untuk ketiga daerah tersebut dan pariwisata Indonesia. Dan kami sudah sukses memulainya dengan Law of the Jungle ini," ungkap VJ.

Law of the Jungle sendiri merupakan reality show yang membawa sejumlah selebritis Korsel berkunjung ke pedalaman. Mereka ditantang untuk bertahan hidup di dalam hutan dan mendapat pengalaman bersosialisasi dengan penduduk setempat. Law of The Jungle pertama kali tayang Oktober 2011 silam. Acara ini sudah mengunjungi pedalaman di berbagai negara seperti Madagaskar, Amazon & Galapagos, Savanna, dan banyak lainnya.

Yang menarik, bukan hanya melihat keteguhan para selebritis dalam mencoba setiap tantangan, tapi juga mengetahui sedikit tentang keberadaan masyarakat yang hidup di sana. Di episode Borneo Kalimantan misalnya, di sini terdapat Suku Bajau, atau biasa disebut kaum gipsy laut, masyarakat yang tinggal di rumah-rumah kayu di atas permukaan air laut. Suku Bajau Laut ada suku asli Filipina yang beberapa penduduknya menyebar di tiga negara Indonesia, Malaysia dan Filipina.

Dengan syuting yang melibatkan artis-artis Korea ini, Vincent optimis akan mempengaruhi masyarakat Korea untuk turut mengunjungi Indonesia. Tidak hanya hutan atau alam yang digunakan lokasi syuting reality show Law of the Jungle saja, melainkan destinasi-destinasi wisata lainnya yang ada di Indonesia.

"Tren wisatawan Korsel sebenarnya peluang yang sangat besar bagi Indonesia, oleh karena itu Kemenpar akan terus mensusun strategi atau kiat untuk meningkatkan wisman Korsel ke Indonesia," pungkas VJ.

Berdasarkan data Kemenpar, pasar utama wisman di Indonesia didominasi oleh 10 negara dengan kontribusi Asean mencapai 39,76%. Sisanya diikuti oleh China, Jepang, Korsel, dan Amerika Serikat. Korsel selama ini termasuk salah satu dari 10 kontributor wisman terbesar ke Indonesia. Jumlah kunjungan wisatawan Korsel ke Indonesia pada 2015 meningkat menjadi 338.671 orang atau naik 3% dibanding 2014 yang sebesar 328.122 orang. Sedangkan sepanjang Januari-September 2016, jumlah wisman dari Korsel sebesar 263.265.(*)
by Facebook Comment

Manado-Sulut Mulai Diminati Investor Bidang Pariwisata

 

MANADO – Destinasi Manado, Sulawesi Utara, yang semakin ramai dikunjungi wisatawan mancanegara, bakal semakin melejit. Problem amenitas, terutama hotel dan fasilitas akomodasi yang menghantui destinasi yang mengandalkan bawah laut Bunaken dan Selat Lembeh Bitung itu bakal bertumbuh. “Akses ke Manado semakin terbuka luas. Atraksinya harus didukung dan disupport oleh kabupaten lain di Sulut. Amenitas inilah yang selama tahun 2016 lalu menjadi bottlenecking,” jelas Arief Yahya, Menpar RI di Jakarta.

Belakangan, Menpar Arief bisa tersenyum. Setelah ada komitmen beberapa investor yang bergerak di bidang property dan hotel management yang ingin menanamakan modal di sana. Satu problem, amenitas yang selama ini menjadi kendala besar pengembangan destinasi Manado dan Sulawesi Utara, tidak lama lagi akan teratasi. “Kami mengundang para investor yang bergerak di amenitas untuk membangun fasilitas akomodasi di sana,” sebut Arief Yahya.

Kabar baik datang dari Vinsensius Jemadu, Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Asia Pasifik Kemenpar yang selama ini menghandle wisman asal Tiongkok. “Ada investor raksasa China yang siap membangun hotel berbintang di Manado. Senin, 20 Februari lalu kami sudah meeting dengan mereka di Gedung Sapta Pesona. Mereka sangat tertarik untuk membangun hotel berbintang di Manado,” terang Vinsensius Jemadu, Selasa, 21 Februari 2017.

Investor kelas kakap yang ingin menanamkan modal di sektor pariwisata itu adalah Jingle Couch International Hotel.Co.ltd. Di Indonesia, jaringan bisnisnya sudah tersebar di Manado, Sulawesi Selatan, Papua, Kalimantan Selatan serta Serang, Banten. Semuanya perusahaan berukuran besar. “Jaringan bisnisnya raksasa. Di Indonesia mereka sudah lebih dulu berinvestasi lewat Semen Conch, perusahaan semen terbesar di China dan salah satu perusahaan semen terbesar di dunia. Untuk amenitasnya, ada Jingle Couch International Hotel yang akan masuk. Dan mereka serius akan mengembangkan amenitas di Manado,” tambah VJ, sapaan akrab Vinsensius Jemadu.

Seriusnya niatan tadi ditandai dengan kedatangan Managing Director Jingle Couch International Hotel. co. ltd , Ming Zhang Chun, ke Gedung Sapta Pesona, Senin (20/2). Dan kedatangan Ming, disambut Vinsensius Jemadu bersama Ketua Pokja 10 Top Destinasi Kemenpar, Hiramsyah Sambudhy Thaib. “Tanggal 25 Februari 2017 langsung dijadwalkan bertemu dengan Gubernur Olly Dondokambey untuk  pembahasan lebih lanjut. Pembangunan amenitasnya akan segera running ,” papar VJ.

Mengapa juga investor raksasa China mau cepat-cepat berinvestasi di Manado? “Ini hal yang sudah hampir pasti. Pertumbuhan kunjungan wisman ke Manado naik 300% dalam satu tahun. Sementara amenitasnya sangat kekurangan. Ditambah lagi, ada CEO commitment yang kuat dari Gubernur Olly Dondokambey untuk memajukan pariwisata,” ungkap VJ.

Dari data BPS, Sulawesi Utara memang terlihat paling mulus menggaet turis China. Bumi Nyiur Melambai ini sudah berhasil mendatangkan lebih dari 25 ribu turis dari negeri tirai bambu dalam kurun waktu singkat. Hingga akhir 2016 jumlahnya sudah menembus 30 ribu. Dan sampai 2017 diproyeksikan menembus 150 ribu.

Dukungan akses? Sudah sangat oke. Hingga saat ini, ada tiga maskapai yang melayani penerbangan langsung China-Manado. Lion Air, Citilink, dan Sriwijaya Air. Garuda Indonesia juga merencanakan direct flight ke China, tepatnya Guangzhou-Manado mulai 2017. “Sekarang tinggal memperkuat amenitasnya saja. Kalau ini jadi, Manado akan makin kuat pariwisatanya. Bahkan setelah Manado, mereka berniat membangun hotel di destinasi wisata lainnya,” ucapnya.

Ternyata mereka juga tengah memikirkan untuk 10 destinasi prioritas. Karena di kesempatan yang sama, Ketua Pokja Percepatan 10 Bali Baru, Hiramsyah Sambudhy Thaib ikut mempresentasikan 10 titik destinasi unggulan. Dari Danau Toba Sumatera Utara, Tanjung Kelayang Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu Jakarta, Borobudur Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru Jawa Timur, Mandalika Lombok Selatan NTB, Labuan Bajo-Komodo NTT yang pernah dikunjungan jagoan MotoGP Valentino Rossi, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara, semuanya dipresentasikan di hadapan Managing Director Jingle Couch International Hotel. co. ltd, Ming Zhang Chun.

Hasilnya? Ada niatan Jingle Couch International Hotel. co.ltd untuk ikut berpartisipasi membangun amenitas di sejumlah destinasi unggulan di Indonesia. “Mereka tertarik juga membangun amenitas di 10 Destinasi Prioritas. Tapi fokus utama mereka Manado dulu. Modal Manado sudah cukup kuat. Pertumbuhan kunjungan wismannya sangat tinggi, punya atraksi kelas dunia. Terutama Bunaken dengan Wisata Bahari sub Underwater Zone yang sudah terkenal kemana-mana dengan atraksi bawah laut, terumbu karang dan biota laut,” ungkap Vinsen. (*)
by Facebook Comment

Menpar Arief Yahya: Geber 18 Promosi Wisata di Mancanegara

 

JAKARTA – Bukan hanya menggelar berbagai festival, sport tourism, events di nusantara, Menpar Arief Yahya juga sedang merencanakan pameran dan promosi di mancanegara. Tetapi, tahun 2017 ini tidak lagi menggelar acara sendiri, berpromosi secara mandiri di target market China, Singapore, Australia, Malaysia, Korea Selatan, Jepang, Eropa-Amerika, dan Timur Tengah. “Kami mengikuti berbagai events promosi pariwisata pada acara yang sudah punya pamor di global market,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI di Jakarta.

Dengan begitu, lanjut Arief Yahya, sudah ada audience, atau crowds yang sudah tercipta bertahun-tahun dan punya reputasi yang kuat. Indikatornya, banyak Negara yang ikut berpartisipasi dalam berbagai pameran tersebut. “Impact-nya juga lebih kuat. Kami concern untuk memaintain branding Wonderful Indonesia, sekaligus melakukan sales mission di berbagai travel maret yang sudah diakui keberadaannya di dunia, sehingga efektif,” kata mantan Dirut PT Telkom yang asli Banyuwangi itu.

Dia mencontohkan, ITB Berlin, atau International Tourismus Borse, atau bursa Pariwisata terbesar di dunia, 8-12 Maret 2017, yang selalu diiukuti oleh Kemenpar. Tiap tahun ITB Berlin menghadirkan 10.000 ekshibitor, lebih dari 180 negara dan wilayah. “Mereka terdiri dari tour operators, pengembang booking system, airlines, hotel, dan berbagai macam bisanis yang terkait dengan Pariwisata,” jelas Arief Yahya. 

Travel Market besar lain yang bakal diikuti Kemenpar adalah rangkaian MATTA Fair di Kuala Lumpur, 17-19 Maret 2017, yang dilangsungkan di PWTC KL. Dan MATTA Fair di bulan September 2017. MATTA Fair itu sendiri bisa mendatangkan 100 ribu pengunjung dan diikuti 10.000 booth yang terdiri dari travel agent, tourism board, hotel, resort, dengan konsep Business to Community.

Di bulan April 2017, persisnya tanggal 24-27, agenda travel market Kemenpar biasanya hadir di Arabian Travel Maret (ATM) Dubai, UEA. Targetnya adalah pasar Timur Tengah, dengan memamerkan 28.000 produk dan destinasi wisata dari seluruh dunia. Biasanya dihadiri oleh 26.000 buyers dan sellers selama 4 hari di Dubai International Convention and Exhibition Centre. Tahun ini diprediksi lebih dari 39.000 pengunjung dari industry travel professional, pemerintah, perwakilan media, airlines, dan segala usaha yang bergerak di sector pariwisata.

Ada juga expo yang focus dengan marine tourisme. Terutama pasar under water yang menjadi salah satu andalan destinasi bahari Indonesia. Salah satunya adalah ADEX, Asia Dive Expo yang digelar di Singapore, 7-9 April 2017. ADEX adalah dive expo tertua, terbesar, dan terpopuler di Asia. Tahun ini merupakan pelaksanaan ke-22. Selain pameran ADEX 2017 juga mengundang seniman, konservasionis, dan fotografer bawah laut untuk membicarakan passion dan pekerjaan mereka. Tahun lalu selama tiga hari dihadiri oleh 57.793 pengunjung.

Berikut ini Agenda kegiatan promosi Mancanegara yang diikuti Kemenpar sepanjang Maret-April 2017.

 

1.     8 – 12 Maret 2017, International Tourismus Borse (ITB) Berlin, Jerman.

2.     10 – 12 Maret 2017, PWI di Hot Air Balloon Fiesta, Malaysia.

3.     10 - 19 Maret 2017 PWI di Hongkong Flower Festival, Hongkong.

4.     14 – 17 Maret 2017 Seatrade Cruise Clobal, Miami, USA. 

5.     1 - 2 April 2017: PWI di New Zealand, Wellington, New Zealand

6.     4 - 7 April 2017: Riyadh Travel Fair,  Arab Saudi

7.     5 - 8 April 2017: Malaysia International Halal Showcase (MIHAS), Kuala Lumpur, Malaysia

8.     6 - 9 April 2017: Vietnam International Travel Mart Hanoi, Vietnam

9.     7 - 9 April 2017: Asia Dive Expo  Singapura 2017

10. 7 - 9 April 2017: Marine Diving Fair 2017 Jepang

11. 24 - 27 April 2017: Arabian Travel Market (ATM), Dubai

12. April 2017 PWI di Luoyang  Cina

13. April 2017 PWI di New Dehli, India.

14. 13 -14 Mei 2017 Promosi Kuliner Geralton, Australia

15. 15 - 16 Mei 2017 Halal Expo Japan Osaka, Jepang

16. 16 - 18 Mei 2017 International Meeting Exhibition Frankfurt Jerman

17. 19 - 22 Mei 2017 Kaohsiung International Fair Taiwan

18. Mei 2017 PWI di New Zealand Auckland.(*)
by Facebook Comment

Menpar Arief Yahya: Ini Dia 22 Event Besar Bulan April-Mei 2017

 

JAKARTA – Ada pepatah, gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di ujung lautan tampak jelas! Itu sering kali dirasakan masyarakat. Banyak events menarik di dalam negeri, tetapi masih saja orang mencari kegiatan di luar negeri. Nah, agar “si gajah” semakin nyata di depan mata, maka Menpar Arief Yahya merekomendari 22 event besar, yang digelar di tanah air.

“Anda yang belum punya rencana kemana-mana? Silakan hadir ke festival budaya, sport tourism, kuliner, belanja, alam dan banyak mata kegiatan kepariwisata lain yang kami kolaborasi dengan daerah-daerah. Sekaligus bisa meraba seberapa kaya Pesona Indonesia ini,” ajak Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI, di Jakarta.

Menpar yang Mantan Dirut PT Telkom ini mengajak masyarakat untuk Waktunya masih cukup panjang, April-Mei 2017, untuk memberi kesempatan masyarakat memilih dan membuat rencana perjalanan. Sekaligus browsing, minat apa yang belum kesampaian tahun 2017. Beberapa sudah pasti tanggal dan bulannya. “Kalau merencanakan jauh-jauh hari, bisa booking transportasi dan akomodasi lebih longgar, lebih murah, dan lebih banyak destinasi yang bisa disearching,” kata Arief Yahya.

Dia mencontohkan event tahunan, Tambora Menyapa Dunia di Kec Pekat, Kabupaten Dompu, NTB. Event yang dilangsungkan pada 12-16 April 2017 itu digelar untuk memperingati 2 abad meletuskan Gunung Tambora tahun 1815-2017 itu. Sekaligus mendukung Gunung Tambora sebagai Taman Nasional untuk tujuan wisata alam kepada para pendaki gunung nasional maupun international. “Sekaligus mendukung program Visit Lombok Sumbawa 2017,” ungkap pria asal Banyuwangi ini.

Juga Festival Danau Latu Tawar di Aceh Tengah, NAD, 13-16 April 2017. Ada kegiatan pacuan kuda, LautTawar Bike Championship, Pentas Seni Gayo, Pameran Foto, Lomba Perahu, Marathon Lintas Danau Laut Tawar 10K, dan lainnya. “Ada belum pernah mencicipi aroma kopi dari tanah asalnya, Gayo kan? Silakan membuat planning ke sana,” ajak Menpar Arief Yahya.

Juga Festival Pesona Teluk Tomini, yang tahun 2016 lalu pernah menjadi Sail Tomini di Parigi Mountong. Tahun ini digelar 1-9 April dengan tema “Teluk Tomini Surga di Khatulistiwa.” Ini juga menjadi idaman bagi penghobi wisata bawah laut. Di Palangkaraya juga ada Festival Budaya Isen Mulang (FBIM), pada 18-24 Mei 2017. FBIM ini digelar dalam rangkaian HUT Provinsi Kalteng setiap tahun. Festival budaya ini diikuti 13 Kabupaten dan 1 kota se Kalteng.

Berikut berbagai kegiatan dengan tema Pariwisata di Bulan April-Mei 2017 itu:

1. Festival Candi Muarajambi, di Kawasan Candi Muarajambi, Kab. Muaro Jambi, April 2017.

2. Pesta Laut “Mappanretasi” Kalsel, Pantai Pagatan, Kabupaten Tanah Bambu, April 2017.

3. Festival Teluk Jailolo, Maluku Utara, Halmahera Barat, April 2017.

4. Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU), Kabupaten/Kota Sumatera Utara, Minggu ke-2 Maret s/d minggu ke-2 April 2017.

5. Lampung Bay Marathon LA 10K+, Pesisir Teluk Lampung, Kab. Pesawaran, Lampung, Minggu ke-3 April 2017

6. Festival Pesono Teluk Tomini, Kab. Parigi Moutong, Sulteng, 1 - 9 April 2017.

7. Jakarta Fashion & Food Festival, La Piazza Kelapa Gading, Jakarta 7 April-7 Mei 2017

8. Majapahit Travel Fair (MTF), Grand City Convex, Surabaya, Jatim, 13-16 April 2017

9. Tambora Menyapa Dunia, Kecamatan Pekat, Kabupaten Dompu, NTB, 12-16 April 2017.

10. Festival Danau Laut Tawar , Kabupaten Aceh Tengah, Aceh, 13-16 APRIL 2017

11. Sungailiat Triathlon, Sungailiat, Bangka Belitung, 22-April-2017.

12. Halo Sultra, Sulawesi Tenggara, 23-27 April 2017.

13. Festival Masyarakat Peduli Danau Kerinci (FMPDK) XVI/2017 Pinggir Danau Kerinci, Kab. Kerinci, Jambi, Mei 2017.

14. Festival Geopark Merangin 2017, Kawasan inti Geopark Merangin-Kab. Merangin     Jambi, Mei 2017.

15. Seba Baduy, Pendopo Gubernur Lama Banten, Serang, Mei-2017.

16. Festival Budaya “Isen Mulang” (FBIM), Palangkaraya, Kalteng 18-24 Mei 2017

17. Bamboo Rafting Festival Kalsel, Loksado, Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Mei-2017

18. Legu Gam, Maluku Utara, Ternate, Mei-2017.

19. Festival Tidore, Kota Tidore, Maluku Utara, Mei-17.

20. Festival Pesona Kirab Laut Nusantara Gorontalo, Gorontalo, 1-10 Mei 2017.

21. Tour de Barelang, Batam, Kepri 13-Mei-17.

22. Tour de Flores, Flores, NTT, 15-23 Mei 2017. (*)
by Facebook Comment

Selasa, 21 Februari 2017

Menpar Arief Yahya Puji Keseriusan Menhub Budi Karya Bangun Akses Udara

 

JAKARTA – Menpar Arief Yahya lagi-lagi memuji keseriusan dan komitmen Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Baru sehari membuka akses Wakatobi di Bandara Matahora, Wangi-Wangi bersama direksi Garuda Indonesia dan Perusahaan Feri Indonesia ASDP, Budi Karya hadir menunjukkan supportnya pada Kemenpar. Senin, 20 Februari 2017, Mantan Dirut PT Angkasa Pura II itu menjadi keynote speaker

Dalam Rakor Lintas Sektor Program Transport-Toursim Stimulus Package di Balairung Soesilo Sudarman, Gedung Kementerian Pariwisata.

“Terima kasih Pak BKS (Baca: Budi Karya Sumadi, Menhub, red). Saya merasa punya sahabat, bukan hanya secara personal, tetapi juga dalam membangun kinerja kepariwisataan di pemerintahan Presiden Joko Widodo. Saya terharu dan tersanjung mendengar langsung, bahwa target 15 juta wisman Kemenpar sama dengan target Kemehub untuk menyediakan aksesibilitasnya! Luar biasa,” aku Menpar Arief Yahya di Jakarta.

Target wisman 2017 dengan 15 juta itu, menurut Arief Yahya, berarti seat capacity atau jumlah tempat duduk penerbangan yang ke tanah air masih minus 4 juta. Kapasitas sekarang, hanya cukup untuk 12 juta tahun 2016. Masih ada kekurangan kursi 4 juta, yang 75%-nya atau 3 jutanya harus dipenuhi dari air connectivity. Karena 75% wisman masuk ke tanah air dengan menumpang pesawat. Sisanya, dengan penyeberangan ferry, dan pos lintas batas atau crossborder.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi pun menjanjikan, soal kekurangan seats itu sudah masuk dalam planning-nya. “Saya akan membantu memberikan kemudahan akses, kenyamanan dan keamanan,” jelas Menhub Budi Karya.

Di 2017 ini, Menhub Budi Karya Sumadi memang makin tune in dengan Menpar Arief Yahya. Rumus 3A yang dipopulerkan dengan Akses, Atraksi, Amenitas oleh Arief Yahya itu langsung direspon Menhub. Spiritnya sama, Indonesia Incorporated. Dia ingin memperkuat konektivitas udara untuk memperkuat pariwisata menemukan targetnya.

Kebetulan, aksesibilitas udara adalah PR pertama yang ingin dituntaskan Menpar Arief Yahya di 2017, selain Go Digital dan Homestay Desa Wisata. Sebagai Negara kepulauan, jembatan udara memang paling krusial. Apalagi, jarak antardestinasi di Indonesia itu lumayan jauh. Sehingga kadang banyak keluhan, biaya transportasi Jakarta-Manado, Jakarta-Bali, Jakarta-Lombok, Jakarta-Labuan Bajo, Jakarta-Ambon, Jakarta-Raja Ampat sering kali lebih mahal dari Jakarta-Singapore, Jakarta-Kuala Lumpur, atau bahkan Jakarta-Bangkok.

Problem lagi, yang masuk ke Bali atau Jakarta itu banyak yang tidak terbang langsung, melainkan transit di Singapore, Kuala Lumpur, Bangkok, dan lainnya. “Ini sedang dibenahi. Kami sudah mengambangkan sejumlah bandara untuk mendukung pariwisata misalnya Bandara H AS. Hanandjoeddin – Tanjung Pandan, Belitung, yang telah menjadi bandara internasional. Setelah itu pengembangan Bandar Udara Sibisa - Parapat dalam rangka mendukung kunjungan wisatawan ke Danau Toba. Ada juga Bandara Internasional Yogyakarta Baru yang akan segera dimulai pembangunannya,” tambah Menhub.

Gerak cepat Menhub juga terlihat di Bandara Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah. Pada 2018 ini, bandara di Jawa Tengah itu sudah dinyatakan siap beroperasi. “Bandara Supadio Pontianak juga siap diresmikan tahun ini dan Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya di akhir tahun ini,” ucapnya.

Setelah itu, ada Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin yang akan selesai pada 2018, pengembangan Bandara Abdul Saleh Malang dalam rangka mendukung kunjungan wisatawan ke Bromo-Tengger-Semeru, serta pengembangan Bandara Pitu Morotai dalam rangka mendukung kunjungan wisatawan ke Morotai. “Konektivitas udara ke pasar-pasar utama wisman harus terbuka. Dan itu bentuk rillnya,” terang Menhub.

Yang membuat Mehub happy, pengembangan sejumlah bandara tadi tidak dikerjakan sendirian. Semangat Indonesia Incorporated jadi panglimanya. Dalam pengembangan bandara, sejumlah pemerintah daerah seperti Banyuwangi, Papua, dan Jawa Barat. “Itu sangat membantu karena dana Kementerian Perhubungan yang terbatas dapat digunakan di pembangunan lainnya,” ucap Menhub Budi Karya.

Lantas mengapa bandara di kantong-kantong pasar utama wisman harus dikembangkan? Di-upgrade fasilitasnya? Dibuat nyaman dengan standar global? “Karena akses adalah satu faktor krusial penunjang pariwisata. Panorama di destinasi unggulan yang begitu indah, tak ada artinya jika para wisman sulit datang ke sana,” beber Menhub.

Dan kebetulan, tren jumlah penumpang udara terus meningkat. Di 2016 saja, jumlahnya sudah mencapai 89,3 juta untuk domestik dan 23,4 juta untuk internasional. “Saya minta pemerintah daerah bersama seluruh stakeholder terkait untuk berkomunikasi dengan baik agar dapat memberikan level of service yang baik. Di awal tahun 2019, semua bandara diharapkan sudah selesai dan semoga tidak ada lagi kemacetan,” jelas Menhub.

Dengan peningkatan jumlah penumpang tadi, kerjasama dengan airlines pun diperlukan. Dan Menhub juga siap mendukungnya dengan memberikan penawaran slot ke maskapai. Caranya, dengan memberikan arahan kepada PT Angkasa Pura untuk memberikan stimulus kepada maskapai asing yang baru melayani penerbangan ke Indonesia dengan memberikan landing fee yang gratis. “Itgu sudah dilakukan tapi masih kurang menarik. Berarti apa yang kurang menarik? Kotanya atau paket wisatanya? Itu yang harus dicari,” kata Menhub.

Bagaimana dengan bandara besar seperti Soekarno Hatta? Pendekatannya ternyata lebih dahsyat lagi. Dengan 2 runway saat ini, Soekarno Hatta mampu melayani 86 slot dalam 1 jam.  Dan kuoata itu dinilai belum cukup. Masih akan ditgambah lagi. Setelah pembangunan runway, akan ada 3 runway di bandara tersebut sehingga dapat melayani 110 slot. “Ini ruang yang besar agar maskapai asing dapat masuk ke Jakarta,” jelas Menhub. (*)
by Facebook Comment

Wow, Festival Pesona Budaya Bauran Bandung Diserbu Ribuan Orang

 

JAKARTA - Mengagumkan! Itu kata yang pas untuk menggambarkan sukses event yang didukung Kementerian Pariwisata (kemenpar), Festival Pesona Budaya Bauran Cap Golak. Perhelatan ini digelar di Pasir Biru, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, 18-19 Februari 2017 dan dipadati ribuan orang.

”Surprise, acara itu penuh sesak, sampai bernafas saja susah bukan main. Lautan manusia tumplek blek di sana. Ribuan orang menyemut di arena, aman dan sangat meriah,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Esthy Reko Astuti, yang didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Wawan Gunawan.

Esthy menambahkan, kegiatan tersebut digelar dalam rangka mengapresiasi perkembangan seni tradisi yang semakin dapat meyakinkan masyarakat bahwa seni tradisi apabila dikemas sedemikian rupa dapat menjadi daya tarik pariwisata, dan tentunya berdampak dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Seperti apa yang diungkapkan oleh pak Menteri Pariwisata Arief Yahya, budaya itu semakin dilestarikan semakin mensejahterakan,” kata Esthy yang juga diamini Wawan.

Lebih lanjut, Esthy menyebutkan, acara ini digelar sebagai upaya para seniman kreatif dalam mengapresiasi perayaan khususnya terhadap Hari Raya Imlek dan Cap Gomeh tahun 2017 yang serentak dirayakan diberbagai daerah seperti: Bali, Manado, Singkawang, Medan, Palembang, Solo, Jogja, Surabaya, Jakarta, Bogor dan lainnya. ”Maka dari itu komunitas seni reak, helaran, badawang dan kuda lumping Cibiru Kota Bandung yang dikomandani Bah Enjum dan Bah Nanu selaku pengiat seni budaya tradisi kreatif menggelar suatu perhelatan akulturasi budaya yang bernama Festival Pesona Budaya Bauran Cap Golak, karena terjadi pembauran atau bersatunya seni dan budaya yang lain dalam satu bingkai acara. Ini begitu meriah, kami sangat bangga,” tambah Wawan.

Di Kota Bandung sendiri, imbuh Wawan, tedapat banyak jenis kesenian, mulai dari seni teater, musik, tari, dan lain lain. ”Begitu pun jenis kesenian dari mulai jaipongan sampai seni yang berbau mistis seperti debus, dan juga lainnya. Salah satunya adalah kesenian yang berasal dari Tatar Sunda, yaitu benjang. Semua dihadirkan di acara ini,” katanya lagi.

Sekadar informasi, Kesenian Benjang merupakan kesenian asli Jawa Barat yang berkembang di kaki gunung Manglayang, lebih tepatnya di daerah sekitar Ujungberung, Cibolerang sampai ke Cinunuk. Sampai saat ini belum diketahui siapa yang menciptakan kesenian tersebut. Namun menurut sumber yang merupakan tokoh Benjang di kampung Ciborelang, yaitu Adang Hakim, diketahui bahwa benjang mulai diperkenalkan di daerah Cibiru oleh Hj. Yayat sekitar tahun 1918. Selain dari kesenian benjang, masih banyak kesenian yang ain diantaranya seni reak, kuda lumping, dogcing, dan lainnya.

Wawan menambahkan, selain acara pagelaran tersebut, para seniman juga menggelar doa bersama dalam tajug “Ruwatan Jagat” demi kedamaian di bumi pertiwi ini, mengingat akhir-akhir ini terjadi bencana, kegaduhan dalam rangka Pilkada, teror bom, dan masih banyak yang lainnya.

”Selain gelar doa bersama, juga ada Helaran Budaya, beragam etnik seni tradisi yang hidup dimasyarakat kota Bandung dan sekitarnya seperti Seni reak, Benjang helaran, debus, kuda lumping, kuda renggong, pencak silat, sisingaan, badawang, jajangkungan, arak arakan babantengan, gagarudaan, dan dipadukan dengan seni nuansa tionghoa seperri Liong dan Barongsai. Semua bercampur dengan khidmat dan sangat meriah,” tandasnya.(*)
by Facebook Comment

Ultah Garut, Kemenpar Dukung Gebyar Budaya 2017

 

JAKARTA - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mendukung perhelatan Gebyar Budaya Garut 2017 yang akan digelar, 21 Februari-23 Maret 2017 di Jalan Ahmad Yani Kabupaten Garut, Jawa Barat. Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Esthy Reko Astuti, yang didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Wawan Gunawan menyebutkan, perhelatan tersebut dalam rangka HUT Kabupaten Garut ke-204, yang didukung langsung oleh Pesona Indonesia.

”Tahun ini tema yang diusung HUT KAB Garut ke-204 adalah Mapag Abad Kedigjayaan (menyambut Abad kejayaan). Garut diusianya yang sudah 2 abad sudah sepatutnya meraih kejayaan serta keberhasilan yang diimpikan oleh seluruh masyarakat Garut,” ujar Esthy yang juga diamini Wawan.

Sekadar informasi, rangkaian Event Hari Jadi Kab. Garut diselenggarakan dari tanggal 21 Februari hingga 23 Maret 2017. Dalam acara tersebut, hadir rentetan event yakni pameran Industri Pariwisata multiproduk, Napak Tilas hingga Helaran Budaya. ”Helaran Budaya atau Karnaval Budaya yang merupakan acara unggulan prosesi budaya pada HUT Kab.Garut akan dilaksaanakan pada Rabu, 22 Maret 2017 mulai pkl.08:00 -15:00 wib di Jalan Ahmad Yani Garut,” jelasnya.

Kata Wawan, helaran Budaya ini diikuti ratusan peserta dan dimeriahkan dari 22 Grup Seni Unggulan Garut, 5 Kabupaten/Kota di Jawa Barat, 5 Provinsi di Indonesia, 4 Negara. Selain itu akan diadakan Kontes Ketangkasan Domba Garut, Devile Batik Garutan, Pawai Kendaraan Hias, Adventure Wisata Garut. Garut Car Modification Contest, Enduro Wisata Di Tanah Legenda, Kirab Congcot dan Domba Catwalk. Rangkaian acara akan ditutup dengan adventur wisata Garut tanggal 22 Maret 2017.

”Bagi masyarakat Garut dan wisatawan yang sedang merencanakan kunjungan wisata ke Garut sebaiknya agendakan hadir dalam event tahunan yang meriah ini. Event ini pun diharapkan bisa majukan Pariwisata di Garut dan meningkatkan pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan dan pemerataan taraf kesejahteraan Warga Garut dan sekitarnya, salah satunya  dari sektor Pariwisata,” kata Esthy yang selalu diminta oleh Menpar Arief Yahya untuk selalu menyelaraskan antara cultural value dan commercial value-nya.

Menpar Arief Yahya memandang setiap event budaya itu harus punya dua kekuatan. Pertama kekuatan budayanya, yang biasa disebut dengan cultural value. Di sisi lain, juga harus bisa menghasilkan economic impact kepada masyarakat sekitarnya. Ini yang oleh Mantan Dirut PT Telkom itu disebut sebagai commercial value, atau financial value. Event itu harus punya nilai keekonomian.  

Wawan memaparkan, rancage dina gawe, sabilulungan, Paheuyeuk-heyeuk leungeun yang merupakan filosofi Sunda yang patut kita jalankan agar negeri yang kita cintai menemukan jatidirinya kembali. ”Salam Pesona indonesia. Dan kami tunggu di Garut Jawa Barat,” bebernya.(*)
by Facebook Comment

Minggu, 19 Februari 2017

Lengkapi Amenitas Desa Buho Buho, Morotai Pede sebagai Destinasi Kelas Dunia

 

MOROTAI – Ada yang sudah mulai kangen pantai pasir putih, lembut dan tidak sakit diinjak kaki telanjang? Ini coastal zone yang direkomendasi untuk escape sejenak dari kesibukan dan rutinitas yang penat sepanjang pekan. Silakan buka website, googling Morotai. Satu dari Bali Baru yang sedang dikembangkan Kemenpar yang dipimpin Menteri Arief Yahya ini menawarkan sensasi pantai yang wow.

Apalagi jika Anda suka memancing? Mengkomar Luhut B Pandjaitan juga pernah menantang Gubernur Maluku saat HPN Ambon 9 Februari lalu, untuk membuat international events seperti yang digelar rutin di Morotai. Menikmati sea zone, berlayar dari pukau ke pulau, memancing, sailing dengan yacht di bibir Samudra

Pasifik?

Tidak perlu was-was dengan tempat menginap di resort. Sudah ada Moro Ma Doto Resort & Spa di Desa Buho Buho, Morotai, yang bisa menjadi akomodasi yang keren buat tamu-tamu pre view experience. “Ini adalah high end resort. Desain resortnya sangat keren. Viewnya fantastis, menghadap langsung ke Samudera Pasifik. Fasilitas dan layanannya pun bintang lima,” tutur Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar, Hiramsyah S Thaib, yang didampingi PIC Morotai, Ari Surhendro, Minggu (19/2).

Menurut Ari Surhendro, desain arsitekturnya, cukup elegan. Bercorak Morotai dengan

balutan nuansa modern terlihat jelas dari luar resort. Dan desainnya, dihandle langsung oleh arsitek kenamaan, Habitat5 dari Bali yang sering mendapatkan penghargaan kelas dunia. “Secara resmi kami belum buka. Tapi Moro Ma Doto Resort & Spa sudah bisa menerima tamu VIP. Only for a pre view experience. Kami memiliki layanan istimewa dan sudah banyak  menerima komentar trerbaik dari tamu,” ucap Walter, salah seorang owner Moro Ma Doto Resort & Spa, Minggu (10/2)

Soal kemewahan, Moro Ma Doto Resort & Spa memang punya segalanya. Layanan helikopter bisa diatur dari bandara Daruba helipad pribadi di Moro Ma Doto. “Kalau kami bisa mendpaatkan izin dari pemerintah, kami bisa mengatur itu,” terang Walter.

Dan dengan 35 vila yang sudah dibangun, tamu-tamu VIP sudah bisa menikmati spa, yoga, meditasi, kegiatan surfing, diving, memancing, hiking, mengamati burung hingga santai di destinasi yang pernah muncul di tayangan Channel M6 Perancis dalam program “Horizons d’Asie" itu. “Morotai adalah pulau yang paling indah dan masih sangat alami. Saat ini kami memiliki villa induk dan para tamu dapat menikmati keindahan Morotai dari Moro Ma Doto,’ ucap Walter.

Saking okenya Moro Ma Doto, jurnalis dari Garuda Inflight Magazine, wartawan dari Destination Asia hingga Travel & Leisure, tak segan memberikan testimoni positif kepada Moro Ma Doto Resort & Spa. Bupati Morotai pun tak mau ketinggalan memberikan pujian bagi resort yang terletak di Desa Buho Buho itu. “Ada testimoni positif dari sejumlah jurnalis dan Bupati Morotai. Dan kami sangat mengapresiasinya.

Pendekatan kami adalah mengintegrasikan tenaga kerja dan tradisi local dan mengembangkannya secara berkelanjutan. Kami ingin ikut serta dalam melestarikan dan menjaga kualitas Morotai hingga generasi mendatang,” tambah pria berkebangsaan Jerman itu.

Bagi yang belum tahu, Moro Ma Doto Resort & Spa memiliki lahan yang sangat luas. Luasnya mencapai 60 Ha. Selain resort, lahan pertanian, buah dan sayuran organik berprinsip Perma Culture juga ikut dibangun di dalamnya. Dan semuanya, akan dikelola dengan melibatkan masyarakat sekitar. “Lahan yang akan dikembangkan memang luas sekali. Jauh lebih luas dari d’Aloha Resort yang mencapai 4,2 Ha. Dan saya yakin ini akan sukses karena Walter bukan tipe pengeluh,” timpal PIC Morotai, Ari Ari Surhendro.

Keberadaan Moro Ma Doto Resort & Spa ini membuat Ari happy. Karena selama ini, critical success Morotai ada di Akses dan Amenitas. Dua-duanya masih sangat minim.Belakangan, dua faktor tadi sudah mulai menggeliat. “Soal akses, sekarang sudah diterbangi Wing Air, Groupnya Lion Air dari Manado. Itu solusi yang bagus, karena Manado sedang booming wisatawan Tiongkok. Dan sekarang amenitasnya juga makin yahud seiring dengan hadirnya Moro Ma Doto Resort & Spa,” ucap Ari.

Ari pun mengaku makin pede mengejar target mendatangkan 500 ribu wisman di 2019. “Nanti amenitasnya akan ditopang dengan homestay. Kalau semua lini bergerak dengan semangat Indonesia Incorporated, saya yakin target mendatangkan 500 ribu wisman di 2019 bisa tercapai," tutur Ari. Jika 2016 baru mendapatkan 12 juta wisman, menuju 2019 yang diproyeksikan 20 juta, maka Morotai memang menjadi salah satu kantung wisata yang diharapkan bisa mendatangkan wisman.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!