"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Kamis, 02 Oktober 2014

RAN rilis single "Dekat Di Hati" yang juga jadi soundtrack film 'Remember When' => @RANforyourlife


 Tidak terasa sudah 3 single yang dirilis RAN dari album 'Hari Baru' yang dirilis sejak 2013 lalu, mulai dari ‘Hari Baru’, lagu ‘Kita Bisa’ yang menampilkan suara Tulus, serta ‘Begitu Saja’ sebagai single ketiga mereka. Kini RAN merilis ‘Dekat Di Hati’ sebagai single keempat yang dilepas 24 Juni 2014 yang diputar serentak di 113 radio di seluruh Indonesia.
Lagu ‘Dekat Di Hati’ mungkin sudah tidak asing bagi para RANers. Pasalnya, lagu ini memang sudah melekat di hati para penggemar bahkan sebelum resmi dirilis sebagai single. Tema hubungan jarak jauh dianggap menjadi salah satu alasan mengapa lagu ini begitu memikat dan mudah untuk disukai.
Lagu ‘Dekat Di Hati’ ini adalah salah satu lagu andalan kami,” kata Rayi, dengan menambah jargon “Dan jagoan keluar belakangan. Jadi ini jagoan kami semua.”
Lagu ‘Dekat Di Hati’ yang baru saja dirilis RAN sebagai single keempat diciptakan bertiga oleh Rayi, Asta dan Nino. Bercerita tentang hubungan jarak jauh atau yang lebih dikenal dengan istilah Long Distance Relationship.
Meski bukan berdasarkan pengalaman pribadi, Nino menjelaskan bahwa ada sedikit perasaan dimana para personil RAN sering mengalami kerinduan kepada para teman, keluarga atau pasangan yang sering muncul ketika harus manggung di daerah yang jauh.
Memotivasi semua orang yang harus berada jauh dari orang yang dikasihi untuk percaya bahwa seberapapun jauh kita dari mereka, semua akan baik baik saja bila kita menempatkan mereka di dalam hati.” sambung Nino. “Love has no distance.”
Jika selama ini, RAN dikenal sebagai grup musik dengan karya-karyanya yang ceria dan upbeat hal itu ditunjukkan berbeda dalam tema lagu ‘Dekat Di Hati’.
Musiknya basicnya akustik gitar, diperkaya juga dengan string quartet untuk memperkuat emosi dan pesan di lagu ini. kami rasa cocok aransemen seperti ini dengan tema liriknya,” jelas Asta. “Kami selalu suka mencoba hal baru dan sedikit keluar dari zona nyaman. inilah salah satu inovasi di album Hari Baru.” tutupnya.



by Facebook Comment

Selasa, 30 September 2014

ASHYA, juara Bintang Asik rilis debut single

 Press Release
 

Dengan keunikan suaranya, pemenang ajang kompetisi BintangAsik, Anisah Rizqa Syafitri siap memasuki percaturan Industri musik Indonesia dengan nama Ashya.


Setiap saat, industri musik Indonesia selalu mencari talenta-talenta baru yang potensial untuk berlomba mendapatkan lampu sorot di arena musik tanah air. Ada banyak kanal yang muncul sebagai penyaring bakat-bakat tersembunyi dari tanah air untuk bersinar di Industri musik Indonesia, salah satunya adalah kompetisi menyanyi.


Di industri musik tanah air, kita mengenal banyak kompetisi menyanyi, yang kesemuanya memiliki tujuan yang sama, mencetak calon penyanyi yang berkualitas. Bintangasik adalah salah satu ajang kompetisi menyanyi yang credible dan berkualitas. Digelar oleh Telkomsel, ajang ini dilakukan melalui telepon seluler yang dapat diikuti oleh pengguna nomor Telkomsel. Dari audisi telepon digelar selama 10 Minggu, dari 15 Januari sampai 30 Maret, ajang ini sukses menjaring lebih dari 247.000 calon penyanyi.


Didukung oleh juri-juri yang terdiri dari pemerhati musik, wartawan juga musisi, menjadikan ajang Bintangasik ini menjadi ajang yang patut diperhitungkan dalam mencetak penyanyi berkualitas.


Buktinya adalah penyanyi cantik dan berkualitas bernama Ashya.


Diambil dari singkatan pemilik nama lengkap Anisah Rizqa Syafitri, Ashya adalah sosok penyanyi yang unik yang layak diperhitungkan sebagai pendatang baru di Industri musik Indonesia. Berasal dari Palembang, Ashya adalah satu dari sekian banyak calon penyanyi yang beruntung dipilih juri untuk menjadi yang bersinar. Mewakili babak demi babak, menjalani proses karantina, sampai akhirnya ia terpilih jadi yang terbaik.


"Waktu itu saya bernyanyi 4 lagu yang berbeda, dan yang dipilih adalah suara saya ketika saya menyanyikan lagu "Somewhere Over The Rainbow"-nya Judy Garland," kenangnya.


Penyanyi yang amat mengidolakan Afgan ini sudah suka bernyanyi dari sejak umur 5 tahun, Ia mengasah keahlian bernyanyinya dengan mengikuti les vokal sejak umur 7 tahun, dari situ lah pelatih vokalnya melihat ada bakat terpendam yang ada dari diri penyanyi tersebut.


Sebagai penyanyi, Ashya punya tipe suara yang unik. Ia punya tipe vokal yang low dan berat, namun matang. Ini menjadi unik karena umumnya vokal suara penyanyi wanita adalah high, ini yang lantas membuat vokal Ashya menjadi mudah diingat karena berbeda dari kebanyakan.


Single "Legenda" didapuk menjadi single yang pas untuk karakter vokalnya. Lagu ini diciptakan oleh Widi Puradiredja yang notabene adalah drummer dari band Maliq & D'Essentials. Mengenai sosok Ashya, Widi sendiri punya catatan menarik.


“Menurut saya, Ashya lah yang paling cocok untuk menyanyikan lagu ini. Effortless tapi sangat pas dalam menempatkan emosi dan teknis di lagu ini, “aku Widi.


Memantau kompetisi Bintangasik, Widi sudah melihat kedewasaan vokal dari Ashya.“Meski dia paling kecil umurnya, namun paling dewasa dalam hal pengaturan suara, “tambahnya.


Proses rekaman dari lagu ini boleh dibilang cepat. Hanya butuh 2-3 kali take dengan total 1.5 jam di studio. Widi sendiri yang mengarahkan saat rekaman di studio.


“Ashya termasuk yang paling cepat beradaptasi. Rekamannya pun cepet banget. Tidak sulit mengarahkannya. Secara mood dia udah dapet dengan sendirinya.


Lagu “Legenda” sendiri menyajikan sebuah komposisi yang indah. Dibangun di atas notasi dan melodi, dan lirik yang manis, dengan aransemen yang sederhana, jauh dari kesan megah, namun lewat kesederhanaan ini lah kekuatan dari lagu ini, seperti ada suasana intim yang tercipta disana.


Hiasan-hiasan electric piano, string section, flute, gitar yang dibangun diatas ryhthm section yaituperkawinan antara bas dan drum yang saling menjalin, membuat sebuah landasan yang landai dan empuk bagi vokal Ashya untuk masuk dan mendarat dengan manis.


Liriknya sendiri menurut Widi menceritakan tentang perjalanan manusia untuk meraih mimpinya, bahwa akhir yang bahagia itu harus dilalui melalui suatu proses. Di dalam proses itu tentu ada duri dan cobaan yang menyertai menjadi pelajaran dan pengalaman berharga sebagai kekuatan untuk bertahan untuk tetap melangkah hingga bisa mencapai tujuan yang diimpikan.


Mengaca kepada Ashya, lagu ini serasa berbicara tentang dirinya, sebagai seseorang yang bemimpi menjadi seorang penyanyi, berbekal bakat yang dipunyainya, ia mengikuti kompetisi menyanyi, dengan segala cobaan dan tantangan yang ada di dalamnya, sampai ia berhasil menang dan berada di titik ini. Namun perjalanan ternyata masih panjang, karena ini adalah titik awal Ashya sebagai penyanyi baru untuk bersaing bersama dengan banyak penyanyi berkualitas untuk mendapatkan tempat di industri musik Indonesia, dan pastinya Ashya akan dihadapkan pada duri, cobaan dan tantangan yang akan ia temukan di tengah perjalanannya sampai akhirnya kelak jika ia bisa menghadapinya, ia akan me-‘legenda’, seperti penyanyi-penyanyi papan atas dan legendaris di tanah air pada umumnya.


Dan hasil pertemuan antara balutan lagu, lirik dan aransemen musik tersebut membuat "Legenda" menjadi sebuah lagu indah yang bisa menjadi soundtrack bagi setiap mereka yang mendengarkannya.


Semoga kehadiran Ashya dan single "Legenda" bisa memberi warna bagi kanvas musik Indonesia.





"Waktu itu saya bernyanyi 4 lagu yang berbeda, dan yang dipilih adalah suara saya ketika saya menyanyikan lagu "Somewhere Over The Rainbow"-nya Judy Garland," kenangnya.
Penyanyi yang amat mengidolakan Afgan ini sudah suka bernyanyi dari sejak umur 5 tahun, Ia mengasah keahlian bernyanyinya dengan mengikuti les vokal sejak umur 7 tahun, dari situ lah pelatih vokalnya melihat ada bakat terpendam yang ada dari diri penyanyi tersebut.
Sebagai penyanyi, Ashya punya tipe suara yang unik. Ia punya tipe vokal yang low dan berat, namun matang. Ini menjadi unik karena umumnya vokal suara penyanyi wanita  adalah high, ini yang lantas membuat vokal Ashya menjadi mudah diingat karena berbeda dari kebanyakan.
Single "Legenda" didapuk menjadi single yang pas untuk karakter vokalnya. Lagu ini diciptakan oleh Widi Puradiredja yang notabene adalah drummer dari band Maliq & D'Essentials. Mengenai sosok Ashya, Widi sendiri punya catatan menarik.
“Menurut saya, Ashya lah yang paling cocok untuk menyanyikan lagu ini. Effortless tapi sangat pas dalam menempatkan emosi dan teknis di lagu ini, “aku Widi.
Memantau kompetisi Bintangasik, Widi sudah melihat kedewasaan vokal dari Ashya.“Meski dia paling kecil umurnya, namun paling dewasa dalam hal pengaturan suara, “tambahnya.
Proses rekaman dari lagu ini boleh dibilang cepat. Hanya butuh 2-3 kali take dengan total 1.5 jam di studio. Widi sendiri yang mengarahkan saat rekaman di studio.
“Ashya termasuk yang paling cepat beradaptasi. Rekamannya pun cepet banget. Tidak sulit mengarahkannya. Secara mood dia udah dapet dengan sendirinya.
Lagu “Legenda” sendiri menyajikan sebuah komposisi yang indah. Dibangun di atas notasi dan melodi, dan lirik yang manis, dengan aransemen yang sederhana, jauh dari kesan megah, namun lewat kesederhanaan ini lah kekuatan dari lagu ini, seperti ada suasana intim yang tercipta disana.
Hiasan-hiasan electric piano, string section, flute, gitar yang dibangun diatas ryhthm section yaituperkawinan antara bas dan drum yang saling menjalin, membuat sebuah landasan yang landai dan empuk bagi vokal Ashya untuk masuk dan mendarat dengan manis.
Liriknya sendiri menurut Widi menceritakan tentang perjalanan manusia untuk meraih mimpinya, bahwa akhir yang bahagia itu harus dilalui melalui suatu proses. Di dalam proses itu tentu ada duri dan cobaan yang menyertai menjadi pelajaran dan pengalaman berharga sebagai kekuatan untuk bertahan untuk tetap melangkah hingga bisa mencapai tujuan yang diimpikan.
Mengaca kepada Ashya, lagu ini serasa berbicara tentang dirinya, sebagai seseorang yang bemimpi menjadi seorang penyanyi, berbekal bakat yang dipunyainya, ia mengikuti kompetisi menyanyi, dengan segala cobaan dan tantangan yang ada di dalamnya, sampai ia berhasil menang dan berada di titik ini. Namun perjalanan ternyata masih panjang, karena ini adalah titik awal Ashya sebagai penyanyi baru untuk bersaing bersama dengan banyak penyanyi berkualitas untuk mendapatkan tempat di industri musik Indonesia, dan pastinya Ashya akan dihadapkan pada duri, cobaan dan tantangan yang akan ia  temukan di tengah perjalanannya sampai akhirnya kelak jika ia bisa menghadapinya, ia akan me-‘legenda’, seperti penyanyi-penyanyi papan atas dan legendaris di tanah air pada umumnya.
Dan hasil pertemuan antara balutan lagu, lirik dan aransemen musik tersebut membuat "Legenda" menjadi sebuah lagu indah yang bisa menjadi soundtrack bagi setiap mereka yang mendengarkannya.
Semoga kehadiran Ashya dan single "Legenda" bisa memberi warna bagi kanvas musik Indonesia.
- See more at: http://sevenmusic.co.id/content/ashya-bin-baru-musik-indonesia#sthash.KShkxcBW.FPeOj5Xe.dpuf

"Waktu itu saya bernyanyi 4 lagu yang berbeda, dan yang dipilih adalah suara saya ketika saya menyanyikan lagu "Somewhere Over The Rainbow"-nya Judy Garland," kenangnya.
Penyanyi yang amat mengidolakan Afgan ini sudah suka bernyanyi dari sejak umur 5 tahun, Ia mengasah keahlian bernyanyinya dengan mengikuti les vokal sejak umur 7 tahun, dari situ lah pelatih vokalnya melihat ada bakat terpendam yang ada dari diri penyanyi tersebut.
Sebagai penyanyi, Ashya punya tipe suara yang unik. Ia punya tipe vokal yang low dan berat, namun matang. Ini menjadi unik karena umumnya vokal suara penyanyi wanita  adalah high, ini yang lantas membuat vokal Ashya menjadi mudah diingat karena berbeda dari kebanyakan.
Single "Legenda" didapuk menjadi single yang pas untuk karakter vokalnya. Lagu ini diciptakan oleh Widi Puradiredja yang notabene adalah drummer dari band Maliq & D'Essentials. Mengenai sosok Ashya, Widi sendiri punya catatan menarik.
“Menurut saya, Ashya lah yang paling cocok untuk menyanyikan lagu ini. Effortless tapi sangat pas dalam menempatkan emosi dan teknis di lagu ini, “aku Widi.
Memantau kompetisi Bintangasik, Widi sudah melihat kedewasaan vokal dari Ashya.“Meski dia paling kecil umurnya, namun paling dewasa dalam hal pengaturan suara, “tambahnya.
Proses rekaman dari lagu ini boleh dibilang cepat. Hanya butuh 2-3 kali take dengan total 1.5 jam di studio. Widi sendiri yang mengarahkan saat rekaman di studio.
“Ashya termasuk yang paling cepat beradaptasi. Rekamannya pun cepet banget. Tidak sulit mengarahkannya. Secara mood dia udah dapet dengan sendirinya.
Lagu “Legenda” sendiri menyajikan sebuah komposisi yang indah. Dibangun di atas notasi dan melodi, dan lirik yang manis, dengan aransemen yang sederhana, jauh dari kesan megah, namun lewat kesederhanaan ini lah kekuatan dari lagu ini, seperti ada suasana intim yang tercipta disana.
Hiasan-hiasan electric piano, string section, flute, gitar yang dibangun diatas ryhthm section yaituperkawinan antara bas dan drum yang saling menjalin, membuat sebuah landasan yang landai dan empuk bagi vokal Ashya untuk masuk dan mendarat dengan manis.
Liriknya sendiri menurut Widi menceritakan tentang perjalanan manusia untuk meraih mimpinya, bahwa akhir yang bahagia itu harus dilalui melalui suatu proses. Di dalam proses itu tentu ada duri dan cobaan yang menyertai menjadi pelajaran dan pengalaman berharga sebagai kekuatan untuk bertahan untuk tetap melangkah hingga bisa mencapai tujuan yang diimpikan.
Mengaca kepada Ashya, lagu ini serasa berbicara tentang dirinya, sebagai seseorang yang bemimpi menjadi seorang penyanyi, berbekal bakat yang dipunyainya, ia mengikuti kompetisi menyanyi, dengan segala cobaan dan tantangan yang ada di dalamnya, sampai ia berhasil menang dan berada di titik ini. Namun perjalanan ternyata masih panjang, karena ini adalah titik awal Ashya sebagai penyanyi baru untuk bersaing bersama dengan banyak penyanyi berkualitas untuk mendapatkan tempat di industri musik Indonesia, dan pastinya Ashya akan dihadapkan pada duri, cobaan dan tantangan yang akan ia  temukan di tengah perjalanannya sampai akhirnya kelak jika ia bisa menghadapinya, ia akan me-‘legenda’, seperti penyanyi-penyanyi papan atas dan legendaris di tanah air pada umumnya.
Dan hasil pertemuan antara balutan lagu, lirik dan aransemen musik tersebut membuat "Legenda" menjadi sebuah lagu indah yang bisa menjadi soundtrack bagi setiap mereka yang mendengarkannya.
Semoga kehadiran Ashya dan single "Legenda" bisa memberi warna bagi kanvas musik Indonesia.
- See more at: http://sevenmusic.co.id/content/ashya-bin-baru-musik-indonesia#sthash.KShkxcBW.FPeOj5Xe.dpuf
by Facebook Comment

"Saturday Light": Prolog Hangat Kembalinya Mondo Gascaro @Odnomar

Press Release

Seperti telah diberitakan sebelumnya, musisi dan komposer Mondo Gascaro kini tengah mempersiapkan loncatan besar untuk kembali memeriahkan arena musik setelah sempat beristirahat sejenak. Dalam dua tahun paska pengunduran dirinya dari band SORE, nama Mondo memang lebih banyak terdengar sebagai sosok balik layar. Mulai dari penggarapan musik latar filem layar lebar hingga memproduseri album musisi atau band lain seperti di antaranya Payung Teduh, solois Ayushita dan Noh SallehKini setelah semua siap, sebagai pengantar loncatan besarnya, Mondo mempersembahkan sebuah single terbaru, sebuah salam perkenalan dan apa kabar, sebuah prolog hangat kembalinya ia ke arena, sebuah tembang manis, "Saturday Light".
Menurut Mondo single "Saturday Light" adalah ungkapan sukacitanya setelah sekian lama bermusik. Lalu ia melanjutkan lebih jauh bahwa "Saturday Light" ia tulis sebagai "Selebrasi akan kehidupan dan romantisme, sebuah ungkapan kebebasan dan apresiasi akan banyak hal dalam kesederhanaan. Musik sederhana yang bersahabat namun tetap tidak meninggalkan kaliber penulisnya. Terdengar baru dan segar namun tidak sulit bagi semua pendengar untuk merasakan kembali apa yang telah lama hilang itu; Hey, it's Mondo! 
 
"Saturday Light" cocok didengarkan untuk menikmati hari Sabtu yang cerah. Semakin lengkap dengan liriknya yang mudah menghadirkan senyum. "Gue melihat diri gue sedang berdiri di atas bukit, menghadap laut, merasakan angin di tubuh dan wajah, di sebuah Sabtu sore.", Mondo menggambarkan perasaannya mendengarkan lagu ini.
Single "Saturday Light" diproduksi pada pertengahan 2014 sudah dirilis dalam format digital dan akan dirilis dalam format piringan hitam 7inchi dengan sebuah lagu b-side pada penghujung tahun ini. Dalam proses pembuatannya Mondo juga banyak dibantu oleh beberapa musisi, di antaranya; Mian Tiara (backing vocal), Bayu "The Monophones" (bass), Hari Winanto (flute) dan Dimas Pradipta (drum). Single ini dimaksudkan sebagai jembatan menuju full album yang akan dirilis tahun depan oleh Ivy League Music. Tanggung jawab penggarapan aransemen dan posisi produser ditangani langsung oleh Mondo. Let's embrace our Saturday Light!
 
by Facebook Comment

HIJAU DAUN rilis album baru 'Cahaya Cinta'

Press Release Warner Music Indonesia
 Cinta terkadang selalu menghadirkan motivasi yang baik bagi pemilik hati. Meski akhirnya berujung suka cita atau duka lara, kekuatan cinta tetap mampu menghadirkan rasa yang sungguh luar biasa. Cahayanya selalu memberikan harapan yang besar bagi hati yang terbuka, meski tak terlihat dan tersentuh secara nyata. Dan karena cinta itu pula, lima anak muda asal Teluk Betung, Bandar Lampung ini kembali ke scene musik lokal yang telah membesarkan namanya.
Band yang masih dibidani oleh Dide (vokal), Array (gitar), Arya (gitar), Richan (bass) dan Denny (drum), membawa janji yang siap ditepati bagi para pengikut setianya. Janji tersebut gak lain tentang comeback-Hijau Daun yang disertai dengan kehadiran album barunya yang dikasih judul Cahaya Cinta. Sebuah album yang memberikan semangat dan motivasi besar untuk tetap mampu bertahan dan memeriahkan industri musik Indonesia.
“Cinta lah yang menguatkan kita untuk tetap survive di scene musik tanah air. Karena cinta mereka (fans) yang tetap mendukung Hijau Daun, motivasi kita untuk tetap berkarya tetap menyala hingga saat ini. Buat kita album ini seakan menjadi kekuatan untuk memulai kembali apa yang telah kita buat sebelumnya. Album ini bakal menjadi titik nol Hijau Daun untuk mendapat titik yang lebih tinggi lagi,” jelas Dide.
Album yang sejak 4 tahun lalu telah dipersiapkan oleh Dide cs. ini menghasilkan karya musikal yang bakal membuat penikmat musik makin mencintai Hijau Daun. Sebanyak 9 track anyar plus sebuah bonus track, dihadirkan oleh band yang pernah memboyong penghargaan Band Pendatang Baru Ter-Dahsyat (2009). Yang menarik selain mengembalikan karakter musikal yang pernah melibatkan banyak pemilik hati, Hijau Daun pun maraciknya dengan inovasi-inovasi yang asik di album ini.
Sebut saja seperti lagu Guna-Guna, dimana Hijau Daun memasukan nuansa Keroncong dan instrumen ukulele untuk membungkus lagu pop modern ini dengan cerita yang berlatar belakang tentang cinta pada pandangan pertama yang seakan mampu menghipnotis rasa di hati. Membayangkan keanggunannya rasanya seperti terkena guna-guna. Padahal tak salingkenal, hanya mengagumi.
Lain lagi dengan lagu Bertahan, yang menceritakan tentang cinta yang tak seimbang. Besarnya cinta tapi tak ada penghargaan yang sesuai. Yang ada malah ditinggalkan pasangan. Dan bertahan pun adalah pilihan karena cinta. “Lagu Bertahan ini musiknya agak kelam. Agak-agak bernuansa sama dengan lagu Suara. Tapi yang ini terdengar elegan dalam nuansa-nuansa orkestrasi dan string section.
Sementara lagu Cinta Tak Pernah Singgah punya cerita yang menarik bagi anak-anak Hijau Daun. Soalnya ini adalah tema cinta yang amat teguh. Meski udah putus nyambung, berkat cinta tak ada kata putus asa. Keyakinannya, amat kuat bahwa cinta yang tulus akan datang, walaupun itu entah kapan. Dan lagu ini dikemas dalam komposisi yang cathcy dan easy listening. Komposisi-komposisi seperti inilah yang memang ditonjolkan oleh band yang pernah menghasilkan 12 juta aktivasi Ring Back Tone. Konsep musik pop dan lirik yang melibatkan secara emosi, menjadi pilihan Hijau Daun di album studio ketiganya. Seperti lagu Lima Menit, Dibawah Hujan, Ingatku, Malaikat Pencabut Rindu, Tunggu Aku Pulang dan Kekasih Cadangan.
Sebagai pengingat akan kesuksesan Hijau Daun di era debutnya, lagu Suara kali ini dihadirkan dalam konsep yang lebih fresh. Dide kali ini berkolaborasi dengan Shae untuk mengedepankan lagu ini lebih berbeda. “Kalo dulu terdengar dangdut kontemporer, kali ini Shae memunculkannya dalam konsep yang lebih fun, cathy dan up beat. Karakter lagunya tetap punya kekuatan kok,” ungkap vokalis berciri ini santai.
Demi memperkuat album yang dirilis dibawah Warner Music Indonesia ini, Hijau Daun pun mengajak musisi hits yang cukup populer di ranah musik rock. Ada Bato dan Edi Kemput untuk menghadirkan daya gedor album barunya. “Ada juga Fenti, backing vokal yang pernah ikut memeriahkan album pertama kita,” tambahnya.
Dengan komposisi musikal yang lebih kekinian, musisi-musisi pilihan yang mendukung serta semangat yang baru lagi, banyak harapan yang siap dihembuskan Hijau Daun. “Kami ingin album ini menjadi titik balik Hijau Daun untuk menjadi band yang lebih baik lagi. Apa yang kita dapat pada awal karir lalu, hanya sebagai bonus untuk membuat kita lebih termotivasi. Yang terpenting, apa yang diinginkan fans terhadap Hijau Daun bisa terpenuhi. Dan kami ingin karya kami dapat menjadi cahaya bagi para pemilik hati. Inilah album terbaik dari kami,” tutupnya.


by Facebook Comment

Selasa, 23 September 2014

Judika Rilis Single Terbaru "Sampai Kau Jadi Milikku"

Apakah ada yang namanya “Cinta pada pandangan pertama?” Apakah itu benar-benar cinta atau hanya rasa suka? Ketika kita bertemu dengan lawan jenis yang menarik dan memesona, wajahnya selalu terbayang di benak kita lantas kita akan berpikir, “Sepertinya aku jatuh cinta kepadanya.”  It’s love at the first sight!

Itulah kisah yang digambarkan di lagu ‘Sampai Kau Jadi Milikku’ yang sebenarnya cerita sederhana dan sudah pasti kita semua pernah mengalaminya. Jatuh cinta sejak pandangan pertama, sampai  berharap he’s / she’s the one. 

Harapan akan sebuah cinta yang akan bertahan selamanya menjadi inspirasi didalam menciptakan lagu “Sampai Kau Jadi Milikku”.  Sebuah komposisi musik pop dengan sentuhan beat-beat R&B yang dinamis sehingga bisa membangkitkan suasana romantis. 

“Selama ini orang mengenal saya sebagai penyanyi pop-rock dengan kemampuan vocal yang powerful serta bernada tinggi. Namun di lagu ini saya coba lebih manis. Dengan sentuhan music R&B saya merasa lebih bisa mengeksplorasi seluas-luasnya range vocal saya”. jelas Judika.  

Ya mungkin banyak penggemar kaget dengan eksplorasi yang dilakukan Judika di lagu barunya ini. Bermain dengan beat R&B adalah hal baru buat Judika. Namun menurut Judika, konsep aransemen lagu ini seperti memberi ruang untuk dirinya lebih menunjukkan kemampuan terbaik dari vokalnya yang ciamik.

"Saya mendapat tantangan baru dalam mengeksploitasi vokal saya. Ini membangkitkan semangat dan ternyata mempengaruhi mood saya menjadi baik hingga bisa menghasilkan lagu sebagus ini," tambah Judika. 

Lagu "Sampai Kau Jadi Milikku" ini sendiri istimewa karena proses penciptaan hingga perekaman lagunya dilakukan di Swedia. Bersama komposer asal negara itu, Gustav Efraimsson dan Iggy Strange-dahl, mereka bersama-sama menciptakan beberapa lagu termasuk lagu single ini. 






by Facebook Comment

Senin, 22 September 2014

Abdee 'SLANK' jadi pembicara di Asia Pacific Media Forum 2014

 via traxmagz.com
Abdee Negara menutup hari kedua Asia Pacific Media Forum (APMF) 2014 dengan raungan gitarnya sambil menyanyikan lagu “Where Are You Mr President?” Namun sebelum bernyanyi, gitaris Slank ini tampil sebagai pembicara dengan topik 'Peolpe's Power Through Music,' mengungkap kekuatan musik dalam menggalang pergerakan rakyat.

Peserta Asia Pacific Media Forum 2014 terperangah ketika Abdee Negara tampil sebagai pembicara. Rata-rata peserta yang terdiri dari praktisi media dan periklanan ini tak menyangka kalau sebagai seorang rock-star, Abdee tak hanya memukau dipanggung musik tapi juga di forum seperti ini.

Sesuai thema APMF kali ini yaitu Connect Deeper, para pembicara, termasuk Abdee, adalah para tokoh yang dinilai memberi pengaruh besar pada publik dibidangnya masing-masing. Pengaruh mereka menjadi besar antara lain berkat kemajuan teknologi komunikasi digital, terutama media sosial.

Abdee menceritakan bagaimana musik, yang kemudian disokong secara sukarela oleh media sosial telah memberikan pengaruh besar terhadap kemenangan Jokowi-JK dalam Pilpres 9 Juli lalu.

“Musik berhasil menggerakkan masyarakat, khususnya pemilih pemula yang cukup banyak itu untuk memilih Jokowi. Semangat yang ditimbulkan oleh para musisi yang bekerja sukarela tanpa bawayarn, dibantu kekuatan soial media, akhirnya bisa meyakinkan rakyat untuk memilih.”

Dimulai dengan membuat lagu “Salam 2 Jari” yang kemudian menjadi lagu thema tak resmi kampanye Jokowi-JK. Lagu yang sengaja dibuat sederhana, mudah diingat, dan mudah pula dimainkan ini akhirnya cepat menjadi viral di dunia media sosial khususnya Youtube. Lagu ini dibuat versi berbeda oleh banyak orang.

Konser 'Salam 2 Jari' adalah puncak dari pencapaian musik dalam menggerakkan masyarakat. Media sosial benar-benar menjadi tumpuan penyebaran info karena konser ini sendiri hanya dikerjakan dalam waktu 5 hari.

Abdee Negara berhasil membius peserta APMF 2014 baik dengan materi yang dibicarakan, serta lewat raungan gitarnya. Alhasil, peserta forum pun memberikan tepuk tangan meriah serta stancing ovation.

by Facebook Comment

Senin, 15 September 2014

'World On Fire" album terbaru Slash diluncurkan hari ini


 Slash, 'World on Fire'

Slash meluncurkan album baru bertajuk 'World On Fire'. Inilah album solo studio ketiganya setelah “Apocalyptic Love”, dan merupakan album kedua hasil kolaborasi mantan gitaris gitaris Guns N'Roses itu denan Myles Kennedy and The Conspirator.

Album solo Slash yang pertama dirilis 2010 bertajuk self titled 'Slash' sementara album keduanya, "Apocalyptic Love" dirilis 2012. ,Kedua album sebelumnya terbilang sukses karena diterima penggemar music rock di seluuh dunia selepas era kejayaan Guns N' Rose dan Velvet Revolver.

Untuk album baru 'World on Fire' yang diproduseri Michael 'Elvis' Baskette ini terdapat 17 lagu baru dengan “Wolrd On Fire” sebagai debut single yang sudah dirilis sejak 16 Juni silam.

Inilah tracklist album 'World On Fire'

1. "World on Fire"
2. "Shadow Life"
3. "Automatic Overdrive"
4. "Wicked Stone"
5. "30 Years to Life"
6. "Bent to Fly"
7. "Stone Blind"
8. "Too Far Gone"
9. "Beneath the Savage Sun"
10. "Withered Delilah"
11. "Battleground"
12. "Dirty Girl"
13. "Iris of the Storm"
14. "Avalon"
15. "The Dissident"
16. "Safari Inn"
17. "The Unholy"

by Facebook Comment

"Pemenang Di Hati" single kedua dari All In Band ==> @allinbandmusic


All In Band Luncurkan Single Kedua 'Pemenang Di Hati'

Setelah meluncurkan debut single "Selalu Ada" pada 2013 lalu, All In Band kembali meluncurkan single anyar bertajuk "Pemenang di Hati."

Lagu ini terasa pas diluncurkan dalam suasana pergantian estafet kepemimpinan negara kita. Dimana rakyat Indonesia telah memenangkan demokrasi, siapapun pilihan mereka masing-masing. Yang menang maupun yang kalah tentunya menjadi 'pemenang di hati' para pemilih masing-masing.

All In Band adalah band asal Manado yang mengusung genre J-Pop. Terdiri dari Yu (vokal), Kissu (gitar), Ayub (bass), Iponk (keyboard) dan Dave (drum).

"Semoga lagu bertempo up-abeat dengan nuansa Japaness rock ini bisa membantu menciptakan aura positif bagi mereka yang mendengarkan. Karena kita semua memiliki pemenang di hati masing-nasing," harap Kissu.

Menurut Kissu, lagu mereka "Pemenang di Hati" sudah bisa direquest di radio-radio seluruh Indonesia.
by Facebook Comment

Magic!, band yang populer dengan lagu "Rude" akan tampil di Jakarta



 


Penasaran dengan Magic!? Band yang menghentak dunia lewat lagu “Rude”dengan memuncaki 'Billboard Hot 100' itu nantinya bisa kita tonton langsung di Indonesia.

Band reggae fusion asal Toronto, Kanada yang dimotori oleh Nasri, vokalis yang juga seorang pencipta lagu dan produser musik, dibantu oleh Mark Pellizzer, Alex Tanas dan Ben Spivak. Pada 2013 silam mereka merilis debut single “Rude” yang merupakan lagu andalan dari album 'Don't Kill the Magic.'

Band ber-genre musik reggae itu dipastikan akan tampil di Jakarta dalam pentas musik Java Soundsfair di Jakarta Convention Center, 24-26 Oktober 2014. Kabar tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh pihak penyelenggara melalui situs www.javasoundsfair.com.

Festival musik yang baru pertama kalinya digelar itu juga akan menampilkan beberapa artis internasional lainnya seperti The Jacksons, Asian Dub Foundation, Yuna, Tokyo Ska Paradise Orchestra, Kraak and Smaak. Sementara musisi lokal yang akan ambil bagian dalam acara ini antara lain Bottlesmoker, Tulus, Sore, BRNDLS, G-Pluck, Ipang, Ari Lasso, dan RAN.

Tiket dijual dengan harga Rp200 ribu untuk satu hari acara. Tiket untuk tiga hari acara dijual Rp420 ribu. Magic! dan The Jacksons masuk dalam special event, sehingga dibutuhkan biaya tambahan untuk menonton sebesar Rp75 ribu untuk kelas festival dan Rp50 ribu untuk kelas tribun.
by Facebook Comment

Jumat, 05 September 2014

Album “Salam” Ras Muhamad Meraih Posisi Nomor Satu di Chart Internasional

Press Release

Displaying Ras Muhamad - Salam (official cover).jpeg

Jakarta, 5 September 2014 Pada Kamis, 4 September,  sebuah situs Reggae besar, Reggae-Vibes.Com berbasis di Belanda telah memilih Ras Muhamad sebagai peringkat tertinggi dan nomor 1 dalam tangga lagu "Album Top 50" mereka.  Tangga lagu (charts) tersebut adalah bentuk rekomendasi album terbaik di bulan September.

            Charts "Album Top 50" versi Reggae-Vibes diramaikan oleh artis papan atas internasional yang sebagian besar berasal dari Jamaika; seperti Luciano, Chronixx, Alborosie, Pressure, Ras McBean dan berbagai artis lainnya.  Namun Ras Muhamad, seorang musisi Indonesia yang cukup dilihat sebagai seorang "senior" dalam musik Reggae Indonesia, meraih prestasi luar biasa di mana ia mencapai peringkat tertinggi bulan ini sebagai album Reggae terbaik dan wajib didengarkan dalam kancah internasional.  Rekomendasi “Album Top 50” Reggae-Vibes bisa dilihat di http://www.reggae-vibes.com

Inline image 1

            Bukan sebatas meraih peringkat tertinggi namun Indonesia semakin dikenal dan harum namanya dengan karya-karya yang perlahan terdengar seantero bumi.  Bahkan bisa dilihat dari judul album "Salam" Ras Muhamad di mana ia mengucapkan "Salam" kepada dunia dengan mewakili bangsa Indonesia. Bisa dilihat juga bahwa Ras Muhamad memberi sentuhan dan corak Nusantara pada artwork sampul album "Salam", di mana ia menunjukkan padi Indonesia dan juga "Gunungan" dari seni wayang pada latar belakang sampul album "Salam".  Walau baru rilis 2 bulan usianya, album “Salam” telah membuat kesan dan dampak yang bagus bagi musik Indonesia di hadapan insan musik luar negeri.

            Single pertama serta video klipnya pun "Lion Roar" telah dilihat oleh 30,000 pengunjung di YouTube. Yang telah dikumpulkan sesuai data dari kanal YouTube Ras Muhamad dan juga situs Reggaeville, situs Reggae terbesar di dunia yang mendukung album "Salam" secara sepenuhnya.

            Sesuai dengan single pertamanya “Lion Roar” yang berarti “Auman Singa”, semoga seorang putra Indonesia terdengar “auman” karyanya dan menancapkan perlahan “cakaran kuku singa”-nya dalam kancah musik internasional sedalam-dalamnya.


by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!