"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Jumat, 18 Agustus 2017

Apresiasi bagi Keragaman Budaya dalam HUT RI ke-72




Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar pagi tadi dimeriahkan oleh pembagian sepeda kepada para tamu undangan yang mengenakan busana adat terbaik. Adapun pada sore hari, Presiden Joko Widodo juga kembali membagikan sepeda kepada sejumlah tamu undangan setelah upacara penurunan bendera.

Namun sebelum itu, saat menunggu dimulainya upacara penurunan bendera, Kepala Negara kembali turun dari mimbar kehormatan untuk menyapa para tamu undangan. Tak jarang, ia bersedia melayani permintaan para tamu undangan untuk berswafoto.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini bahkan beranjak keluar dari kompleks Istana Kepresidenan untuk menyapa masyarakat yang berada di sekitar panggung aubade. Tampak sejumlah warga kegirangan saat melihat Presiden Joko Widodo mendekat ke arah mereka.

Melihat antusiasme itu, Presiden tak ragu untuk naik ke atas panggung tempat di mana para warga menunggu Presiden. Ia kembali melayani permintaan jabat tangan dan swafoto bersama para warga.

Sekali lagi, inilah saat di mana Presiden Joko Widodo beserta tim melakukan penjurian. Segera setelah upacara penurunan bendera Merah Putih berakhir, hasil penilaian tersebut diumumkan. Adalah Wakil Presiden Jusuf Kalla yang kali ini membacakan pengumuman tersebut.

"Seperti tadi pagi, semua mendapat sepeda dari Bapak Presiden. Boleh langsung dipakai keliling-keliling," kata Wakil Presiden yang langsung disambut tepuk tangan.

Lima tamu undangan yang dipanggil Wakil Presiden untuk naik ke atas mimbar kehormatan dan membawa pulang sepeda ialah Franz Mansim yang sekaligus merupakan Kepala Suku Arfak (Papua Barat), Ratna Dewi Juwita Budiono yang tampil mengenakan pakaian adat Dayak, Yusak Rumambi dari Sulawesi Utara, Teuku Johan Marzuki dari Aceh, dan Sumahartati dari Bengkulu.

Franz Mansim (65) yang datang dari Manokwari, Papua Barat, menjelaskan bahwa pakaian yang saat itu ia kenakan merupakan pakaian adat suku besar pedalaman Arfak. Kepada Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, ia mengaku sangat gembira. Sebab, di saat pertama kalinya ia dapat mengunjungi Istana Kepresidenan, ia justru langsung berkesempatan untuk bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan membawa pulang sebuah sepeda pemberian Presiden.

"Baru pertama kali berkunjung Istana dan dapat sepeda, saya senang sekali. Harapan saya, semoga tahun-tahun mendatang hari kemerdekaan ini dibuat lebih meriah lagi, lalu Bapak Presiden harus memanggil lebih banyak lagi masyarakat yang ada di pelosok-pelosok supaya mereka merasa memiliki negara. Saya sendiri merasa sudah merdeka karena Papua adalah bagian dari Republik Indonesia," ujarnya.

Pemberian sepeda ini merupakan bentuk apresiasi bagi para tamu undangan yang mampu menampilkan kekayaan budaya Indonesia yang luar biasa. Dengan keragaman budaya itu Indonesia menjadi penuh warna, dan dengan Pancasila Indonesia kemudian dipersatukan.


Jakarta, 17 Agustus 2017
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Kamis, 17 Agustus 2017

Presiden Jokowi Pimpin Renungan Suci HUT RI ke-72 di TMP Kalibata




Presiden Joko Widodo memimpin upacara apel kehormatan dan renungan suci di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta, pada Kamis, 17 Agustus 2017, tepat pukul 00.00 WIB. Apel yang digelar sebagai rangkaian peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tersebut berlangsung dengan khidmat.

Presiden Joko Widodo selaku inspektur upacara menyampaikan penghormatan tertinggi bagi 9.870 pahlawan yang telah mengabdi dan berjuang demi kebahagiaan negara Indonesia. Presiden yang didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo, juga memberikan penghormatan kepada para pahlawan yang tak dikenal dari seluruh pelosok Indonesia. Beliau mendoakan agar para pahlawan diberikan tempat yang layak di sisi-Nya.

"Kami menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keridaan, keikhlasan, dan kesucian pengorbanan para pahlawan dalam mengabdi kepada perjuangan demi kebahagiaan nusa dan bangsa. Kami bersumpah dan berjanji, perjuangan para pahlawan adalah perjuangan kami pula dan jalan kebaktian yang ditempuh adalah jalan kami juga. Kami berdoa, semoga arwah para pahlawan diterima oleh Tuhan Yang Maha Esa di tempat yang sebaik-baiknya," ujar Presiden.

Apel kehormatan tahun ini juga dihadiri oleh di antaranya Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin yang membacakan doa di akhir prosesi.


Jakarta, 17 Agustus 2017
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Sejuta Pesona Karnaval Kemerdekaan Bakal Hebohkan Kota Priangan




BANDUNG - Kota Bandung, Jawa Barat, terpilih menjadi tuan rumah Karnaval HUT Kemerdekaan RI ke-72. Sejuta pesona siap ditebar untuk memikat wisatawan dari dalam dan luar negeri. 

Karnaval HUT Kemerdekaan RI ke-72 akan dilaksanakan 26 Agustus 2017. Seniman dan budayawan dari penjuru Tanah Air akan menampilkan karyanya dalam balutan tema "Nyalakan Api Semangat Kerja Bersama".

Karya bernuansa kebudayaan Indonesia akan dikemas secara apik untuk memikat para wisatawan. Terlebih lagi, di dalamnya akan turut digelar sejumlah acara, yakni pertunjukan wayang golek untuk murid sekolah di Pendopo (19 Agustus 2017), Bandung Run 2017 (20 Agustus 2017), dan Braga Culinary Night (20 Agustus 2017).

"Karnaval tersebut akan menjadi rangkaian penutup peringatan kemerdekaan RI ke-72. Ayo, seluruh masyarakat turut meramaikannya!," kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno.

Rute karnaval sendiri mengambil start dari Simpang Lima menuju Hotel Savoy Homann, Gedung Merdeka, dan finish di Alun-Alun Kota Bandung. Ribuan peserta diperkirakan akan meramaikan karnawal ini, dengan urutan dimulai dari drumband Changka Panorama Secara TNI-AD, Kuda Kavaleri TNI AD, kendaraan media (bandros), kendaraan Presiden RI, Anoa, kendaraan para menteri, dan kendaraan antik Presiden RI pertama, Soekarno.

Setelah rombongan VVIP, diikuti iringan Paskibra, Pramuka, Sisingaan Anak, Museum Kids Care Community, Asia Africa Student, kereta kencana, lingkung seni Dangiang Galuh Pakuan, masyarakat adat Jawa Barat, pencak silat, kuda renggong Sumedang, Keraton Kapangranan Gebang Cigugur, Historia Van Bandung, dan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI).

Karnaval juga diikuti rombongan hobi dari Paguyuban Sepedah Baheula dan Persatuan Penggemar Mobil Kuno Indonesia. Disusul dengan parade kampung adat dan budaya yang mengetengahkan budaya Cigugur Kuningan, Kampung Naga Salawu Tasik, Kampung Adat Kuta Ciamis, Kampung Ujung Jaya Kadipaten Rancakalong Sumedang, Negara Banceuy Subang, Dukuh Pamengpeuk Garut, Cikondang Ciwidey, Adat Ciptagelar Sukabumi, Cangkuang Garut, Mahumud Kabupaten Bandung, Kampung Urug Bogor, Kampung Adat Giri Jaya Gunung Halimun Sukabumi, Kampung Budaya Sindang Barang Bogor, dan Keraton Sumedang Larang.

"Karnaval kali ini dikemas sangat apik, menampilkan berbagai kebudayaan milik Indonesia. Hal ini bertujuan agar salah satu kekayaan bangsa berupa kebudayaan, yang ditampilkan melalui kesenian, dapat terus dilestarikan dan tidak terkikis oleh zaman," kata Deputi Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti yang didampingi Kepala Bidang Promosi Budaya Wawan Gunawan.

Esthy menjelaskan, Karnaval HUT Kemerdekaan HUT RI ke-72 ini merupakan kristalisasi kesadaran berbangsa dan bernegara, yang diselenggarakan oleh berbagai kalangan. Dulu dikenal dengan nama Karnaval Budaya, karnaval ini merupakan agenda rutin tahunan yang dihelat di Istana Negara dengan partisipasi dari 34 provinsi se-Indonesia. Namun sejak 2015, Karnaval tidak lagi diselenggarakan di Ibu Kota tetapi bergilir di berbagai penjuru Indonesia.

"Tahun lalu bernama Karnaval Kemerdekaan Pesona Danau Toba di Balige, Toba Samosir dan sebelumnya disebut Karnaval Khatulistiwa yang diselenggarakan di Pontianak, Kalimantan Barat. Jadi, semua daerah akan merasakan kegairahan yang sama," lanjutnya.

Menteri Pariwisata Arief Yahya sendiri berharap agar kegiatan ini menjadi heboh, gelaran acaranya pun dirancang tak biasa. Setelah menyiapkan lokasi acara, giliran penempatan spot panggung yang dirancang secara apik.

“Ini acara puncak. Usai parede juga akan ada acara di panggung berukuran besar di Monumen Juang. Di sini nanti tempatnya pesta rakyat digelar. Semua artis dan pengisi acara akan tumplek blek manggung di tempat ini," terangnya.

Rencananya Presiden Jokowi akan menghadiri rangkaian kegiatan Karnaval Kemerdekaan HUT RI ke-72. Jokowi tidak saja akan membuka acara, namun turut berpartisipasi dalam karnaval dengan mobil hias bersama Ibu Negara. 

“Eksposur medianya sangat besar. Kegiatan ini akan diliput sembilan stasiun TV nasional maupun internasional," ungkap Menpar Arief Yahya.

Dia menjanjikan acara yang meriah sehingga wisatawan yang datang tidk akan kecewa. Siap-siaplah terkesima oleh ragam kekayaan budaya Indonesia dan masyarakat Sunda, juga penampilan artis papan atas Indonesia.

"Pasti 'wow'. Ayo, ikut dan meriahkan Karnaval HUT Kemerdekaan RI ke-72, pesona Priangan ini," pungkasnya.(*)
by Facebook Comment

Selasa, 15 Agustus 2017

Presiden Jokowi Kukuhkan Anggota Paskibraka 2017




Presiden Joko Widodo mengukuhkan 68 pelajar SMA menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) di Istana Negara, Selasa, 15 Agustus 2017. Anggota Paskibraka yang dikukuhkan tersebut merupakan perwakilan dari 34 provinsi di Indonesia.
 
Selanjutnya, anggota Paskibraka yang baru dikukuhkan tersebut akan bertugas mengibarkan bendera merah putih pada peringatan Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 2017 mendatang di halaman Istana Merdeka.

Audrey Nathania Sumali dari provinsi Banten yang pada upacara pengukuhan tersebut bertindak sebagai pemimpin upacara, mewakili rekan-rekannya memegang bendera merah putih dengan kedua tangannya saat ikrar putra Indonesia diucapkan.

Setelahnya, Presiden Joko Widodo membacakan pernyataan pengukuhan ke-68 pelajar tersebut sebagai anggota Paskibraka. Dirinya juga mendoakan agar mereka dapat mengemban tugasnya dengan baik saat pelaksanaan nanti.

"Dengan memohon rida Tuhan Yang Maha Kuasa, pada hari ini saya mengukuhkan saudara-saudara sebagai pasukan pengibar bendera pusaka yang bertugas di Istana Merdeka pada tanggal 17 Agustus 2017," ujar Presiden.

"Sebagai tanda dikukuhkannya Paskibraka di seluruh Indonesia. Semoga bisa melaksanakan tugas ini dengan baik," lanjut Presiden.

Sebagai tanda pengukuhan secara simbolis, Presiden menyematkan lencana dan memasang kendit kepada pemimpin upacara. Anggota lainnya kemudian mengikuti dengan mengenakan lencana dan kendit masing-masing.

Adapun nama-nama anggota Paskibraka yang dikukuhkan langsung oleh Presiden Joko Widodo ialah:
1. Andreas Gunawan (Aceh)
2. Maula Najma Putri (Aceh)
3. Faldy Ichsan Siregar (Sumatera Utara)
4. Ruth Cheline Eglesya Purba (Sumatera Utara)
5. Ivan Auliya Kusuma (Sumatera Barat)
6. Laras Ghita Salsabila (Sumatera Barat)
7. Marsel Feradetama (Sumatera Selatan)
8. Nabilla Putrie Vithania Somad (Sumatera Selatan)
9. Fikri Erdiansyah (Riau)
10. Lafinia Annisa (Riau)
11. Rianto Fajriansyah (Bengkulu)
12. Elsa Ramadhanti (Bengkulu)
13. Muhammad Hibban Yanhasdin (Bangka Belitung)
14. Ghaizca Dwi Pramesti (Bangka Belitung)
15. Gian Ramadhan Manggala Putra (Kepulauan Riau)
16. Maudyana Khoirani Harahap (Kepulauan Riau)
17. Muhammad Gilang Ramadhan (Jambi)
18. Putri Ranjani (Jambi)
19. Muhammad Ridho Nur Sufi (Lampung)
20. Haliya Nida Miliantara (Lampung)
21. M. Naufal Ramadhan (Jawa Barat)
22. Annisa Bulan Dewi (Jawa Barat)
23. Fabian Ramadhan Gavin (Banten)
24. Audrey Nathania Sumali (Banten)
25. Evan William (DKI Jakarta)
26. Ratu Sarah Nadia Lubis (DKI Jakarta)
27. Aldian Fahrialam (DI Yogyakarta)
28. Afifah Salma Viadani Ananda (DI Yogyakarta)
29. Muhammad Afif Bayhaqi (Jawa Tengah)
30. Dienaar Rarastiti Widyaningrum (Jawa Tengah)
31. Muhammad Wildan Arsyad Muzakki (Jawa Timur)
32. Fariza Putri Salsabila (Jawa Timur)
33. I Komang Aji Tegak Sidiman (Bali)
34. Ni Kadek Natalia Maharani  (Bali)
35. Agus Putra Pratama Yudha (Nusa Tenggara Barat)
36. Fina Widianingrum (Nusa Tenggara Barat)
37. Filipus Randy Djogo (Nusa Tenggara Timur)
38. Audriana Alma Carla Egor (Nusa Tenggara Timur)
39. Muhammad Ryan Hidayat (Kalimantan Selatan)
40. Adelia Karenina Lestari (Kalimantan Selatan)
41. Rahmat Hersa Widiatmoko (Kalimantan Barat)
42. Mia Talia (Kalimantan Barat)
43. Alfares Deo Simangunsong (Kalimantan Timur)
44. Ferina Julia Syarif (Kalimantan Timur)
45. Yosua Anugrahnu (Kalimantan Tengah)
46. Rizky Kusumawardani (Kalimantan Tengah)
47. Muhammad Rasli (Kalimantan Utara)
48. Hasmarani (Kalimantan Utara)
49. Muhammad Huda W.P. (Sulawesi Selatan)
50. Siti Fatimah Azzahra (Sulawesi Selatan)
51. Ezra Aryaguna Tamboto (Sulawesi Tengah)
52. Fira Alsa Marchiana (Sulawesi Tengah)
53. Anggi Suhandar (Sulawesi Tenggara)
54. Ita Safitri (Sulawesi Tenggara)
55. Adiwijaya Rahmat (Sulawesi Barat)
56. Ni Made Widyasti (Sulawesi Barat)
57. Jeremy O. Y. Lumentut (Sulawesi Utara)
58. Tania Wulan Mokoginta (Sulawesi Utara)
59. Mohamad Alfin Abas (Gorontalo)
60. Audia Paramata (Gorontalo)
61. Muhammad Akram Maulana Gamgulu (Maluku)
62. Gabriela Saimima (Maluku)
63. Andika Dwikurnia (Maluku Utara)
64. Stephany Salamena (Maluku Utara)
65. Jeremiah Roderick Wambrauw (Papua)
66. Agnex Yomima Yaru (Papua)
67. Brian Moses Korwa (Papua Barat)
68. Kloria Marau (Papua Barat)

Sebagaimana diketahui, Paskibraka terdiri dari dua orang perwakilan dari setiap provinsi. Terkait hal tersebut, Kepala Negara mengatakan bahwa pihaknya ingin menunjukkan bahwa betapa beragamnya Indonesia itu. Inilah yang harus disadari oleh masing-masing anggota Paskibraka.

"Paskibraka ini dari 34 provinsi dikumpulkan. Mereka bisa bergaul antarprovinsi yang berbeda suku dan agama. Inilah yang ingin kita tunjukkan bahwa negara ini beragam dan majemuk. Betapa pentingnya Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Presiden usai acara.

Upacara pengukuhan tersebut ditutup dengan ucapan selamat dan jabat tangan dari Presiden Joko Widodo untuk kemudian diikuti para undangan yang hadir dalam acara itu.

Turut hadir dalam upacara pengukuhan tersebut diantaranya Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi dan Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo.


Jakarta, 15 Agustus 2017
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Sambut HUT RI ke-72, Presiden Jokowi Anugerahkan Sejumlah Tanda Kehormatan




Memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-72, Presiden Joko Widodo menganugerahkan sejumlah tanda kehormatan kepada 8 orang penerima. Penganugerahan tanda kehormatan tersebut digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 15 Agustus 2017.

Dalam kesempatan tersebut, tanda kehormatan Bintang Mahaputera diberikan kepada 3 orang penerima yang terdiri atas 2 penerima Bintang Mahaputera Adipradana dan 1 penerima Bintang Mahaputera Utama. Penyerahan tanda kehormatan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 84/TK/Tahun 2017 tanggal 14 Agustus 2017.

Keputusan Presiden tersebut menetapkan Prof. Dr. Bagir Manan, S.H., M.C.L., Ketua Mahkamah Agung Periode 2001-2008, dan K.H. Ahmad Hasyim Muzadi (alm), anggota Dewan Pertimbangan Presiden Periode 2014-2017, sebagai penerima Bintang Mahaputera Adipradana.

Sedangkan 1 tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama diberikan kepada Marianna Sutadi, S.H. yang pernah menjabat sebagai Wakil Ketua Mahkamah Agung Bidang Yudisial Periode 2004-2008.

Sementara itu, tanda kehormatan Bintang Jasa Utama dianugerahkan Presiden Joko Widodo dalam kesempatan yang sama kepada Drs. Christiandy Sanjaya, S.E., M.M., yang saat ini menjabat Wakil Gubernur Kalimantan Barat. Penganugerahan tersebut didasarkan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 85/TK/Tahun 2017 tanggal 14 Agustus 2017.

Lebih lanjut, Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 87/TK/Tahun 2017 tanggal 14 Agustus 2017 menetapkan penganugerahan tanda kehormatan Bintang Penegak Demokrasi Utama kepada Drs. Hadar Nafis Gumay yang menjabat sebagai anggota Komisi Pemilihan Umum Periode 2012-2017.

Adapun tanda kehormatan Bintang Budaya Parama Dharma diberikan kepada Soedjatmoko (alm) yang semasa hidupnya dikenal sebagai seorang filsuf dan pendidik, pelukis Dullah (alm), dan Toeti Heraty Noerhadi Roosseni selaku seorang filolog.

Ketiganya dianugerahkan tanda kehormatan tersebut melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 88/TK/Tahun 2017 tanggal 14 Agustus 2017.

Mengutip siaran pers Kepala Biro Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Laksma TNI Imam Suprayitno yang dipublikasikan pada 15 Agustus 2017, dalam memberikan pertimbangan dan usulan penganugerahan tanda kehormatan tersebut Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan berpedoman pada Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 yang mengatur kriteria pemberian tanda kehormatan.

Kriteria tersebut di antaranya adalah berjasa luar biasa di berbagai bidang yang bermanfaat bagi kemajuan, kesejahteraan, dan kemakmuran bangsa dan negara serta berjasa besar dalam meningkatkan, memajukan, dan membina kebudayaan bangsa dan negara.


Jakarta, 15 Agustus 2017
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Presiden Ingatkan Potensi Ikan Saat Bertemu Pemenang Lomba Masak Ikan Nusantara




Presiden Joko Widodo didampingi Ibu Negara Iriana Joko Widodo siang ini, Selasa, 15 Agustus 2017, meninjau 3 pemenang dan 7 finalis Lomba Masak Ikan Nusantara (LMIN) Tahun 2017, di halaman tengah Istana Kepresidenan Jakarta. Lomba ini untuk pertama kalinya digelar dalam rangka memperingati 72 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

"Kita ingin segera membangkitkan kembali, menyadarkan kita kembali, mengingatkan kita kembali bahwa yang namanya ikan ini potensinya besar sekali di negara kita. Apalagi setelah _illegal fishing_ dikejar-kejar sama Bu Susi," ujar Presiden kepada para jurnalis usai peninjauan.

Selain itu, Indonesia sebagai negara maritim seharusnya menjadi basis produksi utama dalam produksi ikan nasional beserta segala variasi olahannya. Namun tingkat konsumsi ikan di masyarakat masih sangat rendah. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo mendukung penuh diadakannya LMIN Tahun 2017 guna meningkatkan jumlah konsumsi ikan di Tanah Air.

"Potensi ikan kita ini melimpah banyak sehingga perlu sekali lagi dilompatkan agar konsumsi ikan itu naik secara signifikan. Ini yang kita inginkan," tutur Presiden.

Apalagi menurutnya, ikan merupakan salah satu jenis makanan yang memiliki asupan gizi tinggi. Sehingga konsumsi ikan pada masyarakat harus terus ditingkatkan agar sumber daya manusia Indonesia tumbuh cerdas, sehat, dan kuat serta unggul dalam persaingan di masa mendatang.

"Ikan itu mempunyai nilai gizi yang sangat tinggi. Nanti tanyakan ke Menteri Kesehatan. Nilai gizi yang sangat tinggi ini perlu untuk keluarga, perlu untuk anak," ucap Presiden.

Lebih lanjut, Presiden berharap agar lomba serupa turut digelar di daerah lain di Indonesia. Hal ini dilakukan guna mempromosikan masakan ikan yang lebih bervariasi kepada masyarakat.

"Kalau dulu ikan digoreng, padahal kan macam-macam. Tadi saya coba botok ikan, ada yang cumi-cumi tahu, cendol ikan, burger ikan. Yang macam-macam banyak, ini baru sekali, kalau nanti di semua kota itu melakukan ini mengenalkan kepada masyarakat," ungkapnya.

Presiden pun tak menutup kemungkinan jika ke depannya hasil karya lomba tersebut akan diperkenalkan sebagai salah satu sajian bagi para tamu negara. Langkah tersebut untuk semakin memperkenalkan aneka hidangan hasil kekayaan alam Indonesia.

"Nanti larinya ke sana, termasuk ke hotel restoran. Kalau yang menang-menang tadi dikenalkan," ujar Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden dan Ibu Iriana didampingi oleh Menteri Kesehatan Nila F. Moeloek, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki.

Presiden juga berkesempatan mencoba hasil masakan Abdul Kadir asal Pontianak yang menjadi pemenang LMIN Tahun 2017, yaitu Botok Ikan Masak Putih. Usai mencicipi dua sendok Botok Ikan Masak Putih, Kepala Negara pun memberikan komentarnya.

“Enak ini,” ucapnya.

Presiden pun  kembali mencicipi beberapa suap lagi dan tampak kepedasan setelah memakan botok tersebut.


Jakarta, 15 Agustus 2017
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Senin, 14 Agustus 2017

Presiden Meminta Pramuka Lakukan Terobosan Inovatif




Presiden Joko Widodo pagi ini, Senin 14 Agustus 2017, hadir dalam Peringatan Hari Ulang Tahun Pramuka ke-56 di Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur. Kepala Negara dalam kesempatan itu sekaligus meresmikan pembukaan Raimuna Nasional XI Tahun 2017.

Saat memberikan sambutan, Presiden berharap agar di usianya yang ke-56 ini, semua anggota gerakan Pramuka tetap memiliki semangat juang yang tinggi. Ia juga meminta agar Pramuka dapat menjadi garda terdepan dalam menjaga NKRI.

"Walaupun usia gerakan Pramuka semakin bertambah, saya minta semangatnya harus tetap muda. Harus selalu produktif dalam berkarya, inovatif, kreatif, menjadi yang terdepan dalam menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan menjadi garda terdepan perubahan di negeri kita yang kita cintai ini," ujarnya.

Dalam menjalankan aktivitasnya, Kepala Negara berujar bahwa gerakan Pramuka harus berani dalam melakukan terobosan dan tidak terjebak dalam rutinitas yang monoton. Selain itu, mereka juga harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang sedemikian cepatnya.

"Kita harus mendidik adik-adik Pramuka bukan saja latihan baris berbaris, cara membangun tenda, atau membuat simpul tali saja. Tapi juga harus memandu adik-adik Pramuka dalam disiplin menggunakan media sosial yang positif dan produktif," ucapnya.

Lebih lanjut, menurutnya gerakan Pramuka dapat dijadikan sebagai sebuah wadah kreativitas dalam menanamkan rasa bangga dan cinta kepada Tanah Air. Untuk itu, Pramuka harus meninggalkan pola pendidikan lama dan beralih kepada cara-cara terkini yang mampu mendekatkan diri kepada para pemuda masa kini.

"Kita harus meninggalkan pendekatan-pendekatan lama yang tidak pas digunakan untuk generasi saat ini. Sentuhlah rasa cinta, bangkitkan rasa bangga generasi muda pada tanah airnya sehingga benar-benar tertanam di dalam diri setiap anggota gerakan Pramuka," ia menegaskan.

Maka itu, Presiden yang hadir bersama Ibu Negara Iriana Joko Widodo menitipkan pesan kepada segenap anggota gerakan Pramuka di seluruh penjuru Tanah Air bahwa Pramuka Indonesia adalah manusia Pancasila. Pegang teguh Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika-nya demi kejayaan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

"Pancasila adalah dasar kita bernegara. Pancasila adalah pemersatu bangsa. Pancasila adalah rumah kita bersama. Saya Pramuka, saya Indonesia, saya Pancasila," tuturnya.

Tampak hadir dalam acara tersebut, Presiden RI kelima Megawati Soekarnoputri, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi, Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Hadi Tjahjanto, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Ade Supandi dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Mulyono dan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Adhyaksa Dault.


Jakarta, 14 Agustus 2017
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Presiden Yakini Jember Fashion Carnaval Tak Kalah Menarik dari Karnaval Pasadena #PesonaJFC2017





Jember _Fashion Carnaval_ adalah karnaval yang tidak kalah menarik, tidak kalah kreatif, tidak kalah heboh dengan karnaval tahunan yang diselenggarakan di negara lain, seperti karnaval Pasadena di Amerika Serikat, Rio de Janeiro di Brazil, Notting Hill di Berlin  dan Venesia di Eropa. Pernyataan ini disampaikan Presiden Joko WIdodo ketika menyampaikan sambutan di Jember _Fashion Carnaval_, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur pada hari Minggu, 13 Agustus 2017.

"Saya sangat gembira dapat hadir di Jember kota Karnaval Dunia," ucap Presiden. 

Jember _Fashion Carnaval_ yang telah berjalan 16 tahun ini telah menjadi ikon bukan hanya bagi Jember tapi juga ikon yang membanggakan Indonesia.

"Ini adalah sebuah karnaval yang digarap, direncanakan, diorganisasi, dilaksanakan secara detil dengan sangat baiknya," ujar Presiden.

Presiden menginginkan banyak kota di Indonesia yang memiliki festival yang khas, memiliki karnaval yang unik sehingga menjadi pesta kesenian yang meriah. "Yang diselenggarakan secara rutin, ada kalender eventnya, ada kalender tahunannya seperti Jember _Fashion Carnaval_ ini," ujarnya.

Lebih jauh Presiden mengingatkan bahwa keragaman budaya kita adalah sebuah kekuatan sekaligus keunggulan kita dibandingkan bangsa-bangsa yang lain. 

Presiden meminta panitia Jember _Fashion Carnaval_ untuk bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk melaksanakan karnaval seperti setiap tiga tahun di Jakarta atau kota lainnya. "Tetapi Jember tetap menjadi ikonnya," katanya.

Presiden juga telah memberi tugas langsung kepada Presiden Jember _Fashion Carnaval_ Dynand Fariz untuk merencanakan, mengorganisasi, sekaligus melaksanakan kegiatan tersebut.

Di akhir sambutannya, Presiden mengajak bersama untuk mempromosikan karnaval ini. "Nanti saya juga akan ikut posting. Biar semakin ramai," tutupnya.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.


Jember, 13 Agustus 2017
Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Presiden Ingatkan Siswa Sekolah Belajar Dan Berolahraga




Presiden Joko Widodo mengingatkan siswa sekolah untuk rajin belajar. "Belajar yang baik karena masa depanmu akan terbentang luas kalau anak-anak belajar dengan baik. Jangan lupa selalu berdoa dan juga berolahraga agar tubuh kita sehat," ucap Presiden ketika memberikan sambutan pada penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) di SMP Negeri 7, Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur, Minggu 13 Agustus 2017.

Adapun KIP yang dibagikan di Jember ini sebanyak 1.725, yakni 500 untuk siswa SD, 473 untuk siswa SMP, 300 untuk siswa SMA, 300 siswa SMK dan 152 untuk Paket k B dan C. 

Kartu Indonesia Pintar (KIP) menjamin dan memastikan seluruh anak usia sekolah dari keluarga kurang mampu terdaftar sebagai penerima bantuan tunai pendidikan sampai lulus SMA/SMK/MA. 

Besarnya bantuan yang diberikan berbeda-beda, yakni siswa  SD mendapatkan bantuan Rp450 ribu, siswa SMP menerima Rp750 ribu dan siswa SMA/SMK mendapatkan Rp1 juta. 

Presiden mengingatkan para pelajar agar menggunakan dana bantuan KIP untuk keperluan pendidikan, seperti membeli sepatu, tas, buku. "Kalau dananya dipakai bukan untuk kerluan sekolah, terus ketahuan kartunya dicabut, ini janjian kita," kata Presiden.

Dalam pertemuan ini, ada yang berbeda dalam kuis berhadiah sepeda, jika biasanya Presiden memberikan pertanyaan tentang Pancasila, nama-nama pulau, kota, kabupaten. Kali ini Presiden meminta pelajar yang memiliki keterampilan khusus, yaitu pencak silat dan membaca puisi untuk menunjukkan keahliannya. Bahkan Presiden menduetkan siswa SMP bernama Aliya dan siswa SD bernama Nabila membacakan puisi.

Turut mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil dan Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki dan Gubernur Jawa Timur Soekarwo.


Jember, 13 Agustus 2017
Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Minggu, 13 Agustus 2017

Pancasila, Ideologi Bangsa Untuk Hadapi Tantangan di Masa Depan




Saat ini dunia berubah dengan sangat cepat dan tentunya perubahan ini harus diantisipasi. Pancasila, sebagai sebuah ideologi bangsa dianggap dapat menjadi bintang pengarah untuk menghadapi tantangan tersebut. Hal ini disampaikan Presiden Joko Widodo ketika memberikan sambutan pada Peluncuran Program Penguatan Pendidikan Pancasila di Istana Kepresidenan Bogor, Sabtu 12 Agustus 2017. 

"Mengarahkan kembali cita-cita kemerdekaan itu kemana, ideologi itu lah yang mengarahkan kita. Siapa ideologi itu? Pancasila," ucap Presiden.

Agar perubahan yang terjadi tidak memberikan pengaruh buruk, perlu dilakukan penguatan nilai-nilai karakter bangsa dan keagamaan. Karena terjangan, pertarungan ideologi, infiltrasi ideologi tengah terjadi dan salah satunya melalui melalui media sosial. "Sekarang hati-hati, jangan sampai nilai-nilai kita hilang, karena terjangan infiltrasi ideologi," ujar Presiden. 

Di sisi lain, faktanya memang sulit menghadang infiltrasi budaya terjadi. Hal ini ditunjukkan dengan banyaknya remaja yang menyukai grup musik asal luar negeri. Tapi Presiden mengatakan bahwa hal ini tidak perlu terlalu dirisaukan, selama dilakukan untuk mengetahui ada dimana posisi kita dan untuk membandingkan kualitas musik mereka dengan grup musik dalam negeri.

Presiden pun mengaku bahwa dirinya suka menonton Metallica, Linkin Park dan Judas Priest. "Untuk apa harus tahu? Untuk apa kita nonton? Untuk membandingkan posisi kita ada dimana, kekalahan kita ada dimana, kemenangan kita ada di mana. Jangan sampai kita tergerus oleh itu," kata Presiden.

Selain untuk mengukur keberadaan grup musik di tanah air, menonton sebuah konser grup musik dari luar negeri juga diperlukan untuk membandingkan bagaimana penataan presentasi musik mereka meiputi manajemen _lighting_, manajemen panggung dan juga pengelolaan penonton. "Itu yang ingin saya lihat," ucap Presiden.

Bulan Oktober nanti misalnya, akan hadir  penyanyi asal Inggris yang akan berkunjung ke Indonesia. "Anak muda pasti senang semuanya. Hati-hati saya ingatkan, kita sendiri memiliki (artis), Mas Giring tadi mana?" ucap Presiden menunjuk kepada artis Giring Nidji.

Untuk musik rock, kehandalan pemusik di tanah air juga tidak kalah dengan pemusik luar negeri, Presiden menyebut grup musik Superman is Dead, Burgerkill dan Slank. 

Oleh karenanya Presiden mengingatkan bahwa Indonesia adalah negara besar yang memiliki kekayaan alam, seni, dan budaya.

"Kita memiliki semuanya, budaya kita juga kita lihat yang tarian, dari Sabang sampai Merauke berapa puluh ribu kita miliki," tuturnya.

Keberagaman budaya ini mengingatkan bahwa ideologi Pancasila untuk mengarahkan kembali kepada cita-cita kemerdekaan Indonesia. 

Terakhir, Presiden berharap masyarakat tetap waspada dan terus memegang teguh Pancasila dalam rangka memenangkan pertarungan ideologi dengan negara lain. Dirinya juga mengingatkan bahwa pertarungan ideologi belum selesai dan masih akan terus berlanjut.

"Dengan cara berbeda mereka akan masuk entah lewat musik, tari, budaya, ekonomi. Hati-hati!" ucap Presiden.

Sementara itu, Pancasila diyakini pula oleh Presiden kelima Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri yang juga Ketua Dewan Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP), dapat melahirkan manusia Indonesia yang berwatak membangun, inisiatif, optimis, dan gigih dalam mencapai tujuan. Oleh sebab itu, dirinya mendukung penuh hadirnya Pancasila dalam dunia pendidikan Tanah Air.

"Bagi saya moral Pancasila harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan bahkan sudah seharusnya menjadi fondasi dari sistem pendidikan Indonesia," ujar Megawati Soekarnoputri.

Turut hadir dalam acara tersebut diantaranya, Wakil Presiden keenam Try Sutrisno yang juga anggota Dewan Pengarah UKP-PIP, Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Sekretaris Kabinet Pramono Anung, Menteri Ristek dan Pendidikan Tinggu M Nasir, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki , Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Ketua UKP PIP Yudi Latief, para anggota Dewan Pengarah UKP-PIP Mahfud MD, Syafi'i Ma'arif, Wisnu Bawa Tenaya dan Sudhamek AWS.


Bogor, 12 Agustus 2017
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!