"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Senin, 23 Agustus 2021

May 11, 2011 ROCK-N-ROLL EXHIBITION: ANDRE OPA





Rudolf Dethu Page

Edition: May 11, 2011 Rock-n-Roll Exhibition: ANDRE OPASoundtrack of My Life: For Every milestone I've Reached, There's Been a #1 Hit to Define the Times

Menjadi penyanyi/musisi dan wartawan adalah cita-cita remaja saya. Kakek saya yang wartawan sekaligus pemain musik Hawaiian adalah stimulator masa depan saya. Usaha menjadi penyanyi sudah dimulai saat remaja manakala saya aktif ikut vocal group. Namun apa yang bisa diperbuat ketika cita-cita itu kita rangkai 30 tahun silam di tempat terpencil nun jauh di Tondano sana. Asa berbinar saat menjejak tanah Jakarta. Niat merealisasikan cita-cita sepertinya terbuka. Tapi di tahun 90-an awal jauh dari kemudahan seperti sekarang ini. Alhasil, walau sempet bergabung dengan Channel 2 Band dan Avatar Band, saya hanya terus menjadi pemimpi dalam merujuk cita-cita. Tahun 1999 saya menjadi jurnalis dalam rangka mewujudkan cita-cita saya yang lain. Tapi jiwa saya tak bisa lepas dari musik. Makanya sejak bergabung di Tabloid Indonesian Expose, Majalah Colors, Musikmu.com, Majalah Poster hingga menjadi Editor-in-chief di Majalah Trax, saya memilih menjadi pewarta berita musik. Pada akhirnya saya harus mengubur mimpi saya menjadi musisi. Tapi musik tetap mengalir dalam darah dan membuat saya terhanyut jauh. Di tengah kesibukan sebagai Editor-in-chief Majalah Trax, saya berkontribusi dalam industri musik sebagai manajer untuk The Titans dan Antik Band. Saya juga melakoni peran sebagai konsultan promo media serta sebagai produser untuk artis pendatang baru. Dan menjadi juri dalam beberapa ajang lomba pencarian bakat berkategori nasional. Dan, ‘ke-saya-an’ itu dituangkan dalam Soundtrack of My Life, sebuah rangkaian lagu pembentuk jiwa serta pengiring langkah dalam saya mencintai musik. Radio streaming live


The Playlist:

01. Mr. Tambourine Man – Bob Dylan
Sebuah kaset pemberian Om menjadi pembuka soundtrack kehidupan remaja. Saya menyenangi semua lagu di album Bob Dylan ini. Tapi paling berkesan adalah Mr. Tambourine Man.
Album: Bringing It All Back Home/Year released: 1965

02. Molina – Creedence Clearwater Revival
Soundtrack penanda saya mulai remaja. Lagu ini adalah saksi aku pertama kali melantai dansa. Bukan gejolak disco seperti “Saturday Night Fever”, bukan pula “Bahama Mama” (Boney M). “Molina” membuat aku pertama merasakan denyut rock-n-roll, nun jauh di tanah Tondano sana. Lagu ini berhasil membuat aku bergoyang dan melantai.
Pendulum/1970

03. Stairway to Heaven – Led Zeppelin
Lagu ini pertama saya dengar dari kaset kompilasi era sebelum Live Aid. Membuat saya ingin bermain gitar.
Led Zeppelin IV/1971

04. Highway Star – Deep Purple
Terdengar sangat garang di era remaja saya. Berhasil membangkitkan jiwa pemberontak dan yang pasti, menyukai musik rock.
Machine Head/1972

05. You Gotta Move – The Rolling Stones
Jadi soundtrack pertama saya saat mencoba “ngegele”. Jaman jahiliyah mulai merona. Saat-saat mulai menyukai Mick Jagger, bersamaan saat alkohol mulai menjalari darah mudaku.
Sticky Fingers/1971

06. Honky Tonk Woman – The Rolling Stones
Ini era dimana bagian pergaulanku hanya sebatas: nongkrong, main gitar, mabok Cap Tikus, dan The Rolling Stones. Ini era dimana The Rolling Stones seperti agama merasuk jiwa.
single/1969

07. Rock the Boat – Forrest
Hahahaha… dulu sempat buat group dance dengan lagu ini dan pentas di acara Karang Taruna.
single/1982

08. Untuk Kita Renungkan – Ebiet G. Ade
Lagu pertama yang saya bawakan secara live di atas panggung. Bernyanyi solo dengan gitar kopong, di depan jemaat Gereja GMIM Imanuelle Koya, dalam acara perayaan natal pemuda. Dan untuk mengantisipasi demam panggung, saya harus terlebih dahulu menenggak satu gelas Cap Tikus murni. Alhasil, penampilan aman, setelah itu bisa diduga.
Tokoh Tokoh/1982

09. I Don’t Want to Talk About It – Rod Stewart
Saat SMA, lagu ini menjadi semacam lagu wajib bila didaulat naik pentas. Gaya rambut Rod Stewart sempat jadi panutan.
single/1971

10. Barcelona – Fariz RM
Lagu anak negeri pertama yang saya suka dan merasuk. Walau tak mengidolai Fariz, setidaknya saya respect.
Living in the Western World/1988

11. Rock Bergema – Roxx
Lagu rock tanah air Indonesia yang saya sukai. Lagu ini memang menjadi salah satu penanda berjayanya musik rock Indonesia. Lagu ini ada dalam album kompilasi juara festival rock bersama Kaisar, Andromeda, Rudal, Power Metal, Big Boys, Kamikaze, dll.
10 Finalis Festival Rock se- Indonesia V/1989

12. Sweet Child o’ Mine – Guns ‘N Roses
Ini masa dimana glam rock menjadi panutan pikiran. Lagu ini menjadi lagu wajib di panggung bersama band saya waktu itu, Channel 2 Band. Padahal suara saya tak pernah mampu mencapai nada tinggi Axl.
Appetite for Destruction/1987

13. Aku Suka Kamu – Trio Libels
Tak malu mengakui bahwa ini adalah lagu yang mana pertama kali saya dibayar secara profesional ketika bernyanyi dalam sebuah acara 17-an. Bersama 2 teman, kami dibayar masing-masing Rp 20.000.
Aku Suka Kamu/1990

14. …And Justice for All – Metallica
Lars Ulrich cs membuka wacana baru tentang musik keras yang enak ditelinga. Saya juga menjadi saksi sejarah menonton konser Metallica di Stadion Lebak Bulus serta menyaksikan aksi anarki penonton bubaran konser metal. …And Justice for All/1988

15. Dr. Feelgood – Mötley Crüe
Memiliki kaset dari album fenomenal ini seperti sebuah keharusan. Dan saya bersyukur pernah mengalami eforia masa jaya Mötley Crüe.
Dr. Feelgood/1989

16. Keep The Faith – Bon Jovi
Band ini cukup mendapat tempat di hati saya. Selain memang penyuka glam rock, Bon Jovi sempat membuat saya terkesima dalam konser mereka di Ancol tahun 1994. Banyak lagu-lagu Bon Jovi yang saya sukai.
Keep the Faith/1992

17. I Still Think About You – Danger Danger
Mungkin kalau band ini ada di Indonesia saat ini, mereka bisa bersaing dengan band-band mellow yang malang melintang di jagad Melayu ini. Lagu ini 100 % lagu menye-menye gaya glam rock, tapi menarik hahahah….
Screw it!!/1991

18. Let’s Get Rocked – Def Leppard
Masih di era glam rock. Ini salah satu lagu favorit. Apalagi bila ingat saat anak pertama saya Ritchie Fergindo (saat itu 3 tahun), dengan lucunya meniru gaya Def Leppard.
Adrenalize/1992

19. Creep – Radiohead
Ini lagu yang kemudian membuka wawasan saya tentang band-band Inggris. Menjadi semacam lagu kebangsaan kala itu.
Pablo Honey/1992

20. Don’t Look Back in Anger – Oasis
Seperti Radiohead, tak bisa disangkal lagu ini membuat saya lebih dalam menyukai band British. Entah kenapa saya yang pada awalnya tak begitu menyukai band sejenis bisa merasakan sebuah suguhan lagu yang lebih lengkap dari sekadar The Beatles. Saya menyukai semua lagu yang ada di album ini
(What’s the Story) Morning Glory?/1995

21. Welcome to Paradise – Green Day
Saking sukanya sama lagu ini, saya sampai 3 kali membeli kasetnya karena 2 kali hilang dicolong. Green Day adalah band punk pertama yang saya sukai.
Dookie/1994

22. Sobat – Padi
Piyu cs menjadi band Indonesia pertama yang saya sukai di era ini. Lagu ini mengingatkan saya saat tiap hari nongkrong di Roti Bakar Kancil, Bintaro.
Indie 10/1998

23. More Than Words – Westlife
Hahaha… Ini semacam intermeso. Tapi boyband ini menjadi bagian sejarah dalam hidup saya. Sebagai wartawan, Westlife adalah artis luar negeri pertama yang saya interview. Saat itu di Singapore tahun 2000. Saya pilih lagu ini karena juga suka dengan versi aslinya Extreme.
Westlife/1999

24. Best I Ever Had – Vertical Horizon
Saat bertemu teman-teman wartawan, membentuk satu band bernama Avatar (mengispirasi nama anak kedua saya). Ini lagu wajib saat latian di studio tapi tak pernah dibawakan ketika tampil di panggung.
Everything You Want/1999

25. Crawling – Linkin Park
Selain memang menyukai Linkin Park, yang menarik adalah saat saya pertama kali me-manage sebuah bernama Stinkfingers. Band bentukan sekumpulan anak-anak SMA di jakarta ini memproklamirkan diri sebagai cover band untuk Linkin Park. Album Hybrid Theory menjadi santapan latihan mereka tiap hari. Stinkfingers bahkan tampil dalam acara launching album Linkin Park Meteora di Hard Rock Cafe Jakarta.
Hybrid Theory/2000

26. Long Way to the Bar – SID
Ingat, semasa masih di Majalah Poster dan mendapat kiriman EP ini dari Mr Dethu (2002). Cukup merubah sudut pandang saya tentang musik Indonesia. Waktu itu mungkin saya terlambat menyadari—atau terlambat bergaul—ternyata di Bali ada sebuah band bagus. Band lokal rasa international. Dan Majalah Poster menjadi salah satu media yang mendukung kehadiran SID.
Bad Bad Bad/2002

27. Crawling in the Dark – Hoobastank
Agustus 2002 band ini mengadakan konser kecil di Sand Island – Hard Rock Hotel Bali dan saya menjadi saksi kedatangan mereka yang pertama di tanah air. Dan Superman Is Dead menjadi pembuka mereka.
Hoobastank/2001

28. Say Something – Haven
Band ini juga menjadi salah satu yang banyak menginspirasi band-band anak negeri saat ini. Tahun 2002 mereka sangat mencuri perhatian, khususnya para penyuka Brit Rock. Lagu ini seperti banyak turunannya di tanah air. Between the Senses/2002

29. Karena Dia Kamu – Ungu
Ketika tak ada media yang mau mendukung mereka, saya bangga menjadi salah satu dari segelintir jurnalis yang melihat potensi besar dalam band ini. Bahkan Ryo dari HAI menganugrahi mereka sebagai Band Tercupu.
Tempat Terindah/2003

30. Are You Gonna Be My Girl – JET
Jaman masih sering ngumpul sama teman-teman jurnalis seperti Ryo, Boy, Mudya dll, lagu ini menjadi soundtrack setiap kumpul dan kongkow.
Get Born/2003

31. Ámame – Juanes
Bukan Ricky Martin bukan pula Shakira, tapi Juanes. Rocker latinos ini benar-benar mempesona saya. Musik latin dengan sentuhan folk-rock ini sempat menemani saya bepergian dengan mobil dinas saya dulu.
Mi Sangre/2004

32. America – Razorlight
Lagu paling saya suka dari English indie rock band ini. Pengantar saat sedang mengetik artikel saat-saat awal berkantor di Trax Magazine.
Razorlight/2006

33. Somebody’s Me – Enrique Iglesias
Lagu ini menjadi soundtrack hidup saat saya memasuki era ‘kemapanan’ serta melewati masa puber ke sekian yang bergejolak.
Insomniac/2007

___________________

Andre James Oscar Sumual—lebih tenar dengan panggilan “Opa”—lahir di Surabaya namun tumbuhkembang di Manado. Ia menerjuni karir sebagai jurnalis musik sejak 1999 mulai dari posisi reporter di Tabloid Indonesian Expose, majalah Colors, Musikmu.com, lalu melonjak ke peringkat wahid, Managing Editor di majalah Poster, dan terkini menjadi Editor-in-Chief di majalah Trax. Profesi lain yang digelutinya adalah memanajeri sekaligus beberapa band yaitu The Titans, Antik Band, Jirane dan Pesta Band; pula menekuni bidang music promotion specialist, juri lomba pencarian bakat, hingga MC.


by Facebook Comment

Rabu, 02 Juni 2021

Abdee Negara, Yang Akhirnya Ngabdi Bener ke Negara



Foto: istimewa


Seperti kata Shakespeare, apalah arti sebuah nama ?

Saat anak ketujuhnya lahir, wartawan Andi Cella Nurdin, membubuhkan nama bayinya, Abdi Negara Nurdin.

Siapa sangka, kelak, di tahun 2021 ini, Abdi Negara atau lebih dikenal dengan cara nulisnya "Abdee Negara", adalah gitaris Slank, yang kini benar-benar mengabdikan sisa hidupnya untuk  negara, yakni sebagai Komisaris Indenpenden di PT Telkom Tbk.

Seperti kata Shakespeare, apalah arti sebuah nama?

Abdee adalah anak ketujuh dari sepuluh bersaudara pasangan Andi Cella Nurdin dan Andi Raden Lamarauna.

Ayah, ibu dan dua saudaranya, sudah meninggal.  

Abdee  Negara  lahir di Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) tanggal 28 Juni 1968. Sebentar lagi ia akan ulang tahun, dengan kado istimewa, sebagai Komisaris BUMN. 

Di Sulteng, semasa hidupnya dulu, Andi Cella Nurdin adalah tokoh yang disegani, tak hanya sebagai wartawan, tapi beliau juga seniman, budayawan, bintang film, tokoh Muhammadiyah, pengusaha percetakan dan juga politikus. 

Di tahun 1992, ayah Abdee,  menjadi anggota DPR RI dari Fraksi PPP. 

Jadi,  bila sekarang Abdee Negara terjun ke dunia politik, kalian gak usah nyinyir, itu sudah menurun dari garis ayahnya.

Seperti kata Shakespeare, apalah arti sebuah nama?

Sedang dari garis ibunya, Abdee masih  keturunan bangsawan, dari Raja ke-11 dari Kerajaan Banawa (Donggala sekarang) bernama La Ruhana.

Dua kakak Abdee  yakni Rosihan Kaliinto Nurdin dan Setia Budi Nurdin, mengikuti jejak sang ayah,  jadi jurnalis. 

Dengan dua kakak Abdee ini, saya mengenal dekat.  Kami sama-sama wartawan musik di Jakarta era 90-an.

Nama Rosihan Kalionto Nurdin, kakak pertama, disematkan, karena sang ayah menaruh hormat pada wartawan senior kala itu, Rosihan Anwar. Dan ia pun jadi wartawan musik yang disegani

Seperti kata Shakespeare, apalah arti sebuah nama?

Saya mengenal Bang Hance, begitu Rosihan Kaliinto Nurdin ini biasa dipanggil, saat saya jadi wartawan tabloid Nyata dan Jawa Pos News Network (JPNN) tahun 1993-1999.

Bang Hance adalah wartawan musik senior di majalah Gadis, sosoknya bersahaja, rambutnya putih, berkumis, sering jadi koordinator jumpa pers artis.

Sedangkan   kakak  keenam (satu tingkat di atas Abdee yang anak ketujuh), adalah Setia Budi Nurdin alias  Budi Ace, juga wartawan musik.

Kami pernah satu media saat saya jadi  Wapimred Tabloid Indonesia Selebriti (Jawa Pos Group),  sedang Budi  Ace jadi Redaktur Musik.

Tak lama, Budi Ace lantas mengasuh "Koran Slank" di Potlot. 

Bila tiga bersaudara berdarah Bugis ini,  Bang Hance, Budi Ace dan  Abdee Negara,  adalah sosok-sosok cendikia, luas wawasan dan literasinya, ini karena sang ayah melengkapi perpustakaan pribadi di rumah mereka sejak masih di Donggala atau ketika hijrah ke Jakarta. 

Sejak kecil, mereka terbiasa baca buku-buku filsafat, sastra, jurnalistik, budaya, termasuk buku-buku Pramoedya Ananta Tour hingga Tan Malaka.

Sang ayah, Andi Cella Nurdin, adalah wartawan yang punya mesin cetak, yang mencetak media pertama di Sulawesi Tengah.

Sang ayah  juga pernah main film bareng Sophian Sophian, berperan sebagai Ulama Bugis.

"Trio Macan" ini, Bang Hance, Budi Ace dan Abdee Negara, adalah tiga perpustakaan berjalan, referensinya luas, nalarnya jauh, jangkauan pemikirannya jauh melompat  ke depan.

Misalnya Abdee Negara mendirikan   Importmusik bareng Anang Hermansyah dan Indra Lesmana.

Importmusik adalah perusahaan  digital media dan distribusi musik pertama di Indonesia, di luar yang dikelola operator atau provider resmi,  misalnya mengelola RBT lagu. 

Tahun 2001 lalu, saya pernah bawa lagu-lagu band indie dari Jatim, ketemu Abdee di kantor Importmusik, waktu itu kantornya di sebuah ruko di jalan Radio Dalam,  Jakarta Selatan (Jaksel).

Abdee  yang menempuh pendidikan di Fakultas Ekonomi ini, juga pernah jadi advisor Kementrian Kehutanan RI, jadi relawan, belajar ke Walhi, peduli pada orang utan.

Tahun 1998, Abdee datang ke Potlot, markas Slank, dengan rambut jabrik ala Keith Richards, gitaris Rolling Stones. Main gitarnya ngeblues banget. Cocok sebagai sosok pengganti gitaris Pay. Bimbim juga gemar Rolling Stones. Lagu Slank "Bimbim Jangan Menangis" mirip  "Fool to Cry"-nya Rolling Stones. Juga lagu Slank "Ngedrop"  mirip dengan "Around & Around"-nya Rolling Stones.

Abdee mulai bergabung di album ke-8 Slank  "Mata Hati Reformasi" (1998) hingga  album ke-24  "Vaksin" (2021). 

Di album "Vaksin", mengutip laman resmi Slank.com, Abdee  mengisi gitar dari studio Ruang Negara.

Di group Slank, Abdee mencipta lagu  #1 (Kereta Terakhir), juga mengansemen full lagu "Full Moon Blues", selebihnya diciptakan Bimbim dan Kaka.

Abdee dipercaya mixing dan mastering album "Virus".

Di Slank, tak terasa, Abdee Negara sudah berlabuh 23 tahun.

Kalau sekarang Abdee mengembangkan bakat politik dan bisnisnya, dengan terjun di dunia konten digital  sebagai komisaris yang tugasnya advisor  PT Telkom Tbk, apa yang salah ?

Yang salah, menurut saya,  adalah Slank yang ikut arus mendukung sebuah rezim, tidak netral,   hal yang tak dikehendaki sebagian penggemarnya  dan Abdee Negara pun kena imbasnya. 

Tapi, seperti kata Shakespeare, apa lah 
arti sebuah nama? Abdee Negara toh sudah benar-benar mengabdi ke negara.

Benar yang dikatakan pujangga Inggris William Shakespeare (26 April 1564 - 23 April 1616) yang menulis :"That which we call a rose by any other name would smell as sweet .." 

Artinya,  “Apalah arti sebuah nama, andaikan kita memberikan nama lain untuk bunga mawar, ia tetap akan berbau wangi.”

Tak salah almarhum Andi Cella Nurdin memberi nama anaknya Abdi Negara, seperti sebuah sihir, Abdee pun benar-benar mengabdi kepada negara. 

Semoga ia tetap wangi, di manapun ia berada,  seperti sebuah bunga, yang ditulis William Shakespeare.

Selamat ya Abdee , keep rock'in !

*damarhuda, penulis di @JPNN.com*
by Facebook Comment

Asdep BUMN: PT Perikanan Nusantara (Persero) Mesti Mengarah ke Hilir Agar Ada Nilai Tambah



Asisten Deputi bidang Industri Pangan dan Pupuk Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Zuryati Simbolon, meminta manajeman PT Perikanan Nusantara (Persero) atau Perinus untuk melakukan proses produksi lebih mengarah ke hilir sehingga menghasilkan nilai tambah (value added) yang lebih tinggi agar dapat memberikan kontribusi margin optimal bagi perusahaan.

Hal itu disampaikan Zuryati Simbolon saat bersama Direktur Utama Perinus, Sigit Muhartono, melakukan kunjungan ke kantor Perinus Cabang Benoa, Bali, akhir pekan lalu.
Kunjungan dilakukan disela-sela Rapat Pembahasan RPP Penggabungan PT Perinus dan Perindo di Denpasar, Bali, pada 27-28 Mei 2021.

Kehadiran Asisten Deputi Bidang Industri Pangan dan Pupuk Kementerian BUMN dan Direktur Utama Perinus ke Kantor Cabang Benoa Bali dalam rangka melihat kinerja Perinus Cabang Benoa dalam bermitra dengan Nelayan.

Pada kesempatan itu, Zuryati Simbolon dan Sigit Muhartono melihat pembongkaran ikan dari kapal nelayan kemitraan Perinus dan melihat kesiapan fasilitas unit pengolahan ikan tuna dan kegiatan dalam memproses ikan dari nelayan.
Kepala Cabang Perinus Benoa, Ade Romansyah, menjelaskaan bahwa Perinus Benoa sudah lama menjalin kerjasaman dengan mitra nelayan Bali. “Saat ini jumlah mitra Nelayan dengan armada kapal sebanyak 71 kapal yang terdiri dari 6 kapal purse seine dan collecting diatas 100 GT dan 64 kapal dibawah 30GT,” jelasnya.

Dirut Sigit Muhartono meminta cabang Benoa untuk meningkatkan kinerja melalui kerjasama dengan para nelayan sebanyak-banyaknya sehingga menjamin kepastian supply bahan baku. “Untuk itu diperlukan ketersediaan stok bahan baku secara kontinyu,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut pembongkaran ikan sebanyak 17 ton dillakukan oleh mitra Nelayan Nyoman Tamu dan Nyoman Ariante yang terdiri dari ikan Tuna, Cakalang, dan Tongkol. (yok/JakartaNews)

by Facebook Comment

Jumat, 28 Mei 2021

Testimoni Triawan Munaf tentang Abdee Slank





Banyak orang tahu Abdee Negara sebagai seorang gitaris papan atas. Sebagai personil Slank sepak terjangnya di dunia musik tak disangsikan lagi. Selain itu, Abdee juga dikenal senang berkolaborasi dengan musisi lain baik sebagai gitaris, pencipta lagu, sound engineer maupun produser. 

Namun kiprahnya selama ini tak sebatas main musik saja. Tak banyak yang tahu kalo Abdee ternyata sudah lama berkiprah di dunia bisnis dan juga organisasi2 baik organisasi masyarakat maupun pemerintahan. 

Bukan itu saja, Abdee juga, baik bersama rekan-rekan Slanknya ataupun dengan teman-teman aktivisnya, sangat aktif dalam berbagai kegiatan sosial, lingkungan hidup, gerakan anti Narkoba serta gerakan anti Korupsi.

Semangatnya untuk melakukan perubahan inilah yg membawa Abdee dan teman-temannya terjun dalam dunia politik membantu memenangkan Jokowi-JK dalam Pemilu 2014 dengan membentuk Gerakan Revolusi Mental - Salam2Jari (baca: Salam Dua Jari) yang berujung pada Konser Salam2Jari yang fenomenal itu.

Saya kenal Abdee sejak sekitar tahun 2005. Waktu itu bersama Anang Hermansyah dan Indra Lesmana, kami mendirikan sebuah perusahaan digital media-musik distribution pertama di Indonesia, Importmusik.com yang sampai sekarang masih beroperasi membantu ribuan musisi independen di tanah air.

Pada tahun 2014, setelah membantu kemenangan pasangan Jokowi-JK, Abdee membentuk dan memimpin tim kerja untuk pembentukan Badan Ekonomi Kreatif - Bekraf. Setelah saya terpilih jadi Kepala Badan, Abdee diangkat jadi Advisor Bekraf 2015-2019.

Berikut data kiprah Abdee yang saya dan teman coba kumpulkan. Ini hanya beberapa data saja dari yang kami ketahui. Banyak kegiatan Abdee yang memang jarang yang tahu, karena memang seperti yang sering dia katakan, "Saya sudah punya panggung Slank, untuk hal lain saya di balik layar saja".


Bisnis: 

1. Co-Founder Importmusik.com. Perusahaan digital media-musik distribution

2. Founder Maleo Musik - Record Label

3. TIPS Inovasi - Startup Logistic

4. Give.ID - Digital Content Production 

5. NSA - Survey and advisory


Oraganisasi Pemerintahan dan Swasta

1. Tim Pakar Ditjen HKI Kemenhumkam thn 2013, untuk pembuatan UU Hak Cipta dan pembentukan LMKN (Lembaga Manajemen Kolektif Nasional)

2. Dewan Pengawas LMKN, 2015

3. Anggota Badan Pengawas Pengelolaan Sampah Nasional, Kementerian LHK, 2016

4. Tim Pembentukan Bekraf, 2014

5. Senior Advisor Bekraf, 2015

6. Pendiri organisasi sosial KOIN (Kepedulian Orang Indonesia) 2009

7. Ketua Gerakan Revolusi Mental (Inisiator Konser Salam 2 Jari) 2014

8. Steering commitee Perayaan HUT Kemerdekaan RI ke-70, 2015

9. Inisiator Impian Indonesia, Ekspedisi Kapsul Waktu dan Monumen Kapsul Waktu Merauke, 2015

10. Keynote Speaker Asia Pacific Media Forum (APMF) 2015


Olah Raga

1. CEO Celebes Football Club, 2015

2. Steering Commitee Piala Jenderal Sudirman 2015

3. Steering Commitee Bhayangkara Cup 2016

4. Special Advisor Asian Games 2018


Entertainment 

1. Ketua Konser Salam 2 Jari, 2014

2. Ketua Karnaval Kemerdekaan Khatulistiwa, Pontianak 2015

3. Ketua Karnaval Kemerdekaan Pesona Dabau Toba, Parapat Balihe 2016

4. Ketua Karnaval Kemerdekaan Pesona Parahyangan, Bandung 2016

5. Ketua Konser Putih Bersatu, 2019

6. Produser Asian Games Theme Song Album, 2018

Tulisan ini saya buat agar orang-orang yang tidak mengetahui dan meragukan kapasitas seorang Abdee Negara bisa memahami kenapa Abdee terpilih sebagai Komisaris Independen PT Telkom Indonesia Tbk.

(Triawan Munaf)
by Facebook Comment

Minggu, 16 Mei 2021

Erick Thohir: Jadikan Masjid At-Thohir Los Angeles untuk Perkuat Komunitas Muslim Indonesia




Menteri BUMN Erick Thohir menginginkan Masjid At-Thohir di Los Angeles (LA), Amerika Serikat tidak hanya dikembangkan sebagai sarana ibadah, tetapi juga untuk meningkatkan semangat gotong royong dan kasih sayang sesama komunitas Indonesia.

Ke depan, Erick pun berharap agar masjid yang juga dijadikan sebagai pusat kegiatan komunitas muslim Indonesia atau Indonesia Muslim Community Center itu, bisa dijadikan tempat diskusi untuk meningkatkan diaspora Indonesia, termasuk di bidang ekonomi.

“Saya berharap selain untuk beribadah, masjid ini juga bisa meningkatkan semangat gotong royong dan saling menyayangi komunitas Indonesia. Juga untuk meningkatkan kelas masyarakat Indonesia di Los Angles,” kata Erick Thohir dalam tayangan video yang diunggah melalui akun Instagramnya, Sabtu (15/5).

Di sela kunjungan kerjanya di LA, beberapa waktu lalu, Erick Thohir menyempatkan diri
datang ke Masjid At-Thohir yang masih dalam proses renovasi tersebut. “Alhamdulillah, bisa silahturahmi juga dengan imam dan pengurus Masjid At-Thohir LA. Mudah-mudhan setelah proses renovasi selesai, masjid bisa segera digunakan untuk sarana beribadah, dakwah dan juga beraktivitas bagi komunitas umat muslim Indonesia di Los Angeles dan secara umum dapat digunakan oleh umat muslim yang ada di Los Angeles,” sebut Erick.

by Facebook Comment

Sabtu, 12 September 2020

Kerukunan Keluarga Kawanua Gelar Pemilihan Utu & Keke Kawanua 2020

Kerukunan Keluarga Kawanua (KKK) kembali membuka peluang bagi seluruh kawula muda Kawanua baik yang berdomisili di Indonesia maupun di luar negri untuk mengikuti ajang pemilihan Utu & Keke Kawanua tahun 2020.

Ketua Penyelenggara Moudy Lintuuran mengatakan, pasangan Utu & Keke yang terpilih nantinya dipastikan akan berhak mendapatkan sejumlah hadiah menarik dan juga dipastikan akan membuka peluang untuk mengikuti even even pemilihan tingkat nasional guna mewakili Kawanua ataupun Sulawesi Utara .

Pendaftaran bagi calon peserta pun sudah dibuka sejak 10 September 2020. Meski pendaftaran baru dibuka sore kemarin, namun peserta sudah ada yang mulai mendaftar.

Moudy Lintuuran, juga menyebutkan sesuai data yang ada pada pihaknya, sudah puluhan calon peserta yang menghubungi panitia bahkan sudah ada yang resmi mendaftar, bahkan mereka telah bersedia mengikuti seleksi. Ujar wanita yang juga pencinta Batik Minahasa ini.

Sementara itu Julian Fransisco Kojongian, Koordinator Bidang Humas dan Publikasi mengatakan,antusias calon peserta Utu & Keke Kawanua sangat luar biasa, saat ini yang sudah mendaftar ada yang berasal dari Kabupaten Kota di Sulawesi Utara, dari Ibukota Jakarta, Kalimantan,Bandung, Surabaya bahkan dari Amerika juga sudah ada.

“Kita masih terus menerima pendaftaran bagi yang berminat mengikuti kegiatan ini. Pendaftaran secara Online ini akan berlangsung bulan september 2020 ini,” pungkasnya.

Sebelumnya, Julian Fransisco juga mengatakan, persyaratannya yang harus dipenuhi oleh calon peserta Utu & Keke Kawanua adalah putra dan putri Kawanua atau keturunan Kawanua, memiliki kartu identitas yang jelas. berusia antara 16 – 24 tahun, memiliki tinggi badan untuk putra 175 cm dan putri 165 cm.

Selain itu, harus memiliki  wawasan luas, memiliki wawasan Kebudayaan, dan sejumlah persyaratan lainnya. Misalnya bisa menari tradisional Sulawesi Utara, bisa menyanyi atau memiliki kecakapan khusus.

Bagi seluruh calon peserta yang mendaftar, maka akan mengikuti audisi pada bulan Oktober 2020. sedangkan untuk karantina berlangsung pada awal Desember 2020 selanjutnya peserta akan mengikuti grand final pada 11 Desember 2020.

Bagi yang berminat mengikuti pemilihan utu keke kawanua 2020 bisa langsung menghubungi Sekertaris Donald Sendow 0811939025 Vera Sanger 081319923312dan Sisco 0812-8937-2500 atau bisa juga mendaftar langsung dan mengunjungi website penyelenggara di http://www.utu-keke.my.id/

Sementara itu Ketua Umum Kerukunan Keluarga Kawanua, (KKK) Ronni F Sompie mengatakan, tujuan utama penyelenggaraan Pemilihan Utu & Keke Kawanua ini adalah memberikan wadah bagi putra-putri berdarah Kawanua untuk berekspresi di bidang seni dan budaya.

“kegiatan ini merupakan yang kedua kali dilaksanakan setelah sukses di tahun 2018 dan ini juga menjadi salah satu program KKK dalam rangka turut berkontribusi di bidang pembangunan Sulawesi Utara terlebih membangun sektor pariwisata dan seni budaya termasuk pengembangan sumber daya manusia, yakni anak-anak muda Sulawesi Utara/Kawanua ” ucap Jenderal Bintang dua asal Kawanua yang pernah menjadi Kadiv Humas Polri,Kapolda Bali dan Dirjen Imigrasi Kementerian hukum dan Ham ini meyakinkan.

HumasUTUKEKE2020



by Facebook Comment

Rabu, 29 Juli 2020

Indra Eks-Peterpan Kembali ke Musica, Bakal Ada Reuni?




Sebelum dikenal sebagai NOAH, Ariel dkk punya karier gemilang dalam nama Peterpan. Grup asal Bandung ini akhirnya mengubah nama karena perpisahan dengan dua personelnya, Indra dan Andika.

Indra kemudian melanjutkan karier musiknya bersama The Titans. Namun baru-baru ini muncul kabar menarik tentang kembalinya pemain bass ini ke label Musica Studio's.

Diumumkan melalui postingan di Instagram, Musica memajang foto Indra dengan petunjuk yang cukup misterius. Kembalinya Indra Ex-Peterpan ke Musica Studios⠀Setelah 15 tahun⠀#BelumSiapKehilangan #Peterpan," tulis Musica dalam caption foto.




Kembalinya Indra disambut positif Sahabat NOAH, yang turut ganti nama dari Sahabat Peterpan. Mereka antusias sekaligus penasaran tentang project terbaru yang akan dipersembahkan oleh sang musisi.

"Apakah akan kembali posisi yang dulu lagi?" tanya salah satu fans. "Kayak nya ini project indra buat solois dehhhh di luar the titans," kata fans lain mencoba berasumsi.

(Sumber Fimela.com)

by Facebook Comment

Rabu, 22 Juli 2020

ONCE MEKEL RILIS LAGU “MUSISI” DARI MUSISI UNTUK MUSISI





Salam Musik Indonesia !

Once Mekel kembali kembali hadir dan merilis sebuah lagu berjudul “Musisi”. Sebuah lagu bernafas 80’s rock yang dikemas ulang dengan sentuhan-sentuhan baru agar bisa dinikmati juga oleh generasi milenial. Lagu ini memang populer tahun 80’ an oleh God Bless.

Dalam penggarapan musiknya Once Mekel dibantu oleh teman-temanya dari band Gugun Blues Shelter. Sebetulnya peoduksi lagu ini sudah selesai dikerjakan beberapa tahun lalu, “Tapi baru saat ini dirasa cocok untuk dirilis,” kata Once. 
Lagu ciptaan Donny Fattah ini didedikasikan Once Mekel khususnya untuk seluruh Musisi Indonesia yang saat ini sedang berjuang melewati masa sulit akibat pandemic yang sedang melanda negara kita.

“Seperti yang kita tahu bahwa seluruh aspek dunia musik sangat terdampak akibat keadaan ini, mulai dari penyanyi, band pengiring, sampai para tim produksi. Lagu ini sebagai penyemangat,” tutur Once.

Dan melalui lagu Musisi ini Once Mekel mengajak seluruh elemen dunia seni khususnya musisi untuk terus semangat berkarya dan tidak pernah menyerah. Begitu juga dengan masyarakat Indonesia pada umumnya agar terus memberi support kepada musisi Indonesia.

“Semoga kita segera keluar dari keadaan ini dan semuanya kembali normal,” tambah Once. 

Lagu ini selain sudah bisa dinikmati di radio seluruh Indonesia, juga sudah bisa diakses disemua  digital platform.

Kita terlahir untuk menang, dan kita pasti menang !







TRACK CREDITS
Executive Producer : Mapa Tala Music (MTM)
Producer : Once Mekel 
Song & Lyrics : Donny Fattah
Arrangement : Gugun Blues Shelter
Guitars : Gugun 
Bass : Jono
Drums : Bowie
Recorded, Mixed and Mastered by Kelana Halim at Mekel Music Studio (Jakarta, Indonesia)


“Musisi”

Getar jiwa kuungkapkan ke dalam nada
Ooh, tercipta lagu
Kutuliskan kata hati ke dalam bait
Ooh, tercipta lirik
Berkisah nada riang dan nada sendu
Curahan desah kalbu di kala itu
Pada gitar kupetikkan nada indah
Ooh, damai di hati
Kan kutuangkan bisik hati dalam kata
Ooh, derita jiwa
Hamparan kisah hidup dan perih rasa
Alunan getar jiwa ke ujung jari
Dalam musik kutuangkan sanubari
Ooh, luapan kalbu
Semua kata hati tercurahkan dalam lirik
alunan kisah
Dengarlah ketuk nada dalam birama
Inilah getar jiwa bagi musisi
getar jiwa bagi musisi
getar jiwa bagi musisi
getar jiwa bagi musisi



MAPA TALA MUSIC (MTM)
 Email: Hola.mtm@gmail.com 
 +62815 9257 989 (Mekcy Mekel)
Instagram: @Mapatalamusic, @oncemekelofficial
Facebook: Mapa Tala Music, Once Mekel
Twitter: @Mapatalamusic, @Oncemkl
Youtube: Mapatala Music , Once Mekel
by Facebook Comment

Senin, 13 Juli 2020

JOKO IN BERLIN RILIS TIGA SINGLE BERTURUT-TURUT

Namanya unik, Joko di Berlin  (JIB). Alasannya kenapa menggunakan nama itu, jawabnya simple. Joko itu Jawa banget dan Berlin itu mewakili musik mereka yang bernuansa Eropa. 

Terdiri dari Mellita Sarah (vocal), Popo Fauza (keyboard), Fran Rabit (bass) dan Marlond Telvord (drum). Sebelumnya di tahun 2019 mereka sudah merilis mini album self-titled Joko in Berlin.

Kali ini mereka secara berturut-turut merilis tiga single, dimulai dari 10 Mei 2020 melepas single "Pesawat Kertas", disusul 10 Juni 2020 dengan single "Utrecht" dan terbaru 10 Juli 2020 lewat single "Misanthropy" 

Semua lagu JIB bisa didengarkan di platform digital Spotify. 




by Facebook Comment


Create your own banner at mybannermaker.com!