"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Rabu, 18 Oktober 2017

Pariwisata, Primadona Baru Ekonomi Jokowi-JK #Pesona3thJkwJk




JAKARTA – Energi positif terpancar dalam suasana paparan Kinerja Tiga Tahun Sektor Pariwisata Pemerintahan Jokowi-JK, di Kantor Staf Presiden Jakarta, Selasa (17/10). Capaian pertumbuhan sektor pariwisata menunjukkan angka yang mengesankan. Sektor pariwisata betul-betul menjadi primadona perekonomian bangsa ke depan.

Bahkan sumbangan devisa dan penyerapan tenaga kerja dari sektor ini meningkat signifikan. Reputasi Wonderful Indonesia di pentas dunia pun juga melejit dan memancarkan optimisme. Paparan yang disampaikan Menteri Pariwisata Arief Yahya itu bertajuk "Pembangunan Ekonomi Baru dan Peningkatan Produktivitas untuk Menunjang Pemerataan."

"Pariwisata sudah dilirik sebagai primadona baru bagi perekonomian bangsa karena pertumbuhannya yang sangat bagus," ujar Menpar Arief Yahya.

Beberapa hal penanda bahwa pariwisata bakal semakin moncer itu diungkapkan dengan lugas Menpar Arief. Pertama, capaian pertumbuhan jumlah kunjungan wisman ke tanah air, yang dari waktu ke waktu, selama tiga tahun ini menunjukkan grafik menanjak. “Bahkan capaian Januari-Agustus 2017 ini, data terbaru naik 25,68%,” jelas Arief Yahya.

Seberapa bagus angka 25,68% itu? Dia bandingkan dengan pertumbuhan regional ASEAN 7%, maka Indonesia naik 3,5 kali lipat dari rata-rata Asia Tenggara. Dia juga bandingkan dengan pertumbuhan wisatawan dunia, yang bertumbuh 6,4%. “Kita naik 4 kali lipat dari rata-rata dunia,” kata Arief Yahya.

 Jika dilihat sejak 2014, maka angka kenaikan itu cukup mengagumkan. Tahun 2014 sebesar 9,3 juta, tahun 2015 naik menjadi 10,4, lalu tahun 2016 menembus 12 juta, dan tahun 2017 sampai bulan Agustus sudah mencatat 9,2 juta.

Jumlah wisatawan nusantara juga naik dengan besar. Bulan Agustus 2017 ini, sudah menembus 200 juta pergerakan, dari proyeksi 180,5 juta wisatawan. Tahun 2016, dari proyeksi 260 juta terlampaui hingga 264 juta. Dan Tahun 2015 juga melebihi target dari 255 juta, tercapai 256 juta.

Kedua, lanjut Menpar Arief Yahya, indeks daya saing Pariwisata Indonesia naik fantastis. Dari peringkat 70 dunia di tahun 2013, melompat ke posisi 50 besar di 2015, dan saat ini 2017 menembus papan 42 besar dunia. “Ini karena kita perkuat branding Wonderful Indonesia dan memperbaiki 14 pilar yang sudah disusun oleh TTCI – Travel and Tourism Competitiveness Index, World Economic Forum,” jelas dia.

Ketiga, Menpar Arief Yahya, menampilkan reputasi Indonesia di level dunia. Wonderful Indonesia selalu jawara di setiap kompetisi di sector pariwisata dunia. “Tahun 2016, kita memperoleh 46 penghargaan dunia dari 22 negara. Tahun 2017 ini, kita sudah mengantungi 22 negara dari 10 negara,” ungkap menteri kalem yang berasal dari Banyuwangi ini.

Dari tiga prestasi selama 3 tahun di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Wapres Jusuf Kalla itu, Menpar Arief menyebut masa depan Pariwisata akan semakin terbuka. Kinerja ini berkat CEO Commitment, yang ditunjukkan presiden selama memimpin kabinet kerja ini.

Pertama, pariwisata ditetapkan Presiden Jokowi sebagai leading sector dan sekaligus core ekonomi bangsa. Kedua, presiden sendiri sudah hadir dan mensupport pariwisata dengan menetapkan 10 destinasi prioritas, atau yang sering dipopulerkan dengan istilah 10 Bali Baru.

Ke-10 Destinasi Prioritas itu antara lain: Danau Toba Sumatera Utara, Tanjung Kelayang Bangka Belitung, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu DKI Jakarta, Borobudur di Joglosemar, Bromo-Tengger-Semeru Jawa Timur, Mandalika di Lombok, Komodo Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sulawesi Tenggara dan Morotai Maltara.

Ketiga, presiden sendiri sudah hadir langsung di banyak destinasi wisata tersebut. Selain di banyak momentum penting selalu menyampaikan pesan soal Pariwisata. Kawasan yang pernah didatangi Presiden Jokowi adalah Raja Ampat, Morotai, Labuan Bajo, Larantuka, Mandalika, Borobudur, Tanjung Lesung, dan Danau Toba.  

Sejumlah kegiatan karnaval, juga dihadiri langsung oleh Presiden Jokowi. Seperti Karnaval Khatulistiwa 2015 di Pontianak, Pesona Danau Toba 2016 di Sumut, Karnaval Parahyangan Bandung 2017. “Semua itu menunjukkan komitmen yang tinggi dari Presiden Jokowi terhadap dunia Pariwisata,” kata dia.

Turut hadir dalam acara tersebut Menko Perekonomian Darmin Nasution, Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) Triawan Munaf dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong. Menpar juga menjelaskan, hasil riset World Bank tahun 2016 menyebutkan sektor pariwisata merupakan penyumbang yang paling mudah untuk devisa dan pendapatan domestik bruto (PDB).

"Untuk Indonesia, pariwisata sebagai penyumbang PDB, devisa dan lapangan kerja yang paling mudah dan murah," jelas Arief Yahya.

Sejumlah penghargaan dunia itu, dikatakan Menpar, sangat penting untuk tiga alasan yang dia sebut sebagai 3C. Yakni pertama Calibration, kedua Confidence, dan ketiga Credibility. "Bila kita mendapatkan penghargaan, maka self confidence anak bangsa inin naik," ujar Menpar Arief.

Kemudian yang kedua adalah Credibility. Jika dikomunikasikan dengan baik maka penghargaan (award) yang diperoleh dapat menjadi cara marketing yang paling efektif untuk image. Sehingga tidak perlu bersusah payah menyampaikan keunggulan yang dimiliki. Dalam hal ini pariwisata Indonesia.

"Sebuah penghargaan juga bermanfaat untuk menera apakah yang kita lakukan sudah benar sekaligus mengetahui posisi kita dibandingkan dengan yang lain. Inilah fungsi yang ketiga sebagai Calibration," ujar Arief Yahya yang hingga pukul 00.00 semalam hastag #Pesona3ThJkwJk menghiasi daftar trending topic di Twitter.

Presiden Joko Widodo ujar Menpar telah menetapkan pariwisata sebagai salah satu leading sector perekonomian bangsa. Jumlah wisman hingga tahun 2019 pun ditargetkan mencapai 20 juta kunjungan. "Ketika Presiden sudah menetapkan sebagai leading sector, maka Kementerian/Lembaga lain harus mendukung. Indonesia incorporated menjadi hal yang penting untuk bisa dilakukan bersama-sama semua pihak," ujar Arief Yahya.

Sementara Menko Perekonomian Darmin Nasution menyebutkan bahwa pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas merupakan salah satu bentuk pembangunan perekonomian Indonesia sentris. "Yang tersebar di berbagai wilayah, sebagai salah satu bentuk pemerataan pembangunan," ujar Darmin Nasution. (*)
by Facebook Comment

Kamis, 12 Oktober 2017

Presiden Serahkan 147 Ribu Sertifikat Dalam Satu Tahun




Presiden Joko Widodo terus berkomitmen untuk meningkatkan jumlah sertifikat tanah yang diterima masyarakat selama periode kepemimpinannya.

Oleh karenanya dalam setiap kunjungan kerja ke daerah, Presiden selalu berusaha menghadiri acara penyerahan sertifikat tanah kepada masyarakat. Dimulai sejak 10 Oktober 2016 di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dengan membagikan 3.023 sertifikat. 

Kini, setahun kemudian, Rabu, 11 Oktober 2017, Presiden menyerahkan 10.100 sertifikat kepada masyarakat di lokasi yang ke-38, yakni Lapangan Bola Kampuse, Tangerang Selatan, Rabu, 11 Oktober 2017.

“Sampai saat ini saya sudah serahkan 38 kali. Yang lain diserahkan Pak Menteri. Total 147.813 sertifikat yang saya serahkan langsung,” kata Presiden.

Menurut Presiden, seharusnya sudah 126 juta sertifikat yang diserahkan di seluruh Indonesia. Namun, hingga akhir tahun 2016 baru 46 juta sertifikat yang berhasil dibagikan.

“Tahun ini saya perintahkan Menteri BPN diselesaikan di seluruh Tanah Air lima juta sertifikat. Tahun depan tujuh juta, (tahun) 2019 sembilan juta,” ujarnya lebih lanjut.

Untuk itu, Presiden mengaku akan terus mengecek angka tersebut guna memenuhi target yang ditetapkan sekaligus menghindari terjadinya sengketa lahan di masyarakat.

“Kerja dengan saya, saya hitung. Saya bawa tulisan kalau ke mana-mana, saya hitung terus. Kalau tidak selesai, saya bilang awas Pak Menteri. Yang terjadi sengketa tanah di mana-mana,” ucap Presiden.

*Jaga Persatuan dan Kesatuan*

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga berpesan agar semangat persatuan dan kesatuan sebagai saudara sebangsa dan se-Tanah Air tidak hilang hanya karena pemilihan kepala daerah (Pilkada).

“Saya titip Pilkada, Pilpres itu hanya kontestasi lima tahun sekali. Jangan korbankan karena pilihan presiden, kepala daerah, kita pecah. Tidak! Kita harus berani mengatakan itu,” kata Presiden.

Ia juga mengimbau agar tidak ada lagi pihak yang memanas-manasi proses pemilihan kepala daerah sehingga timbul keresahan di masyarakat.

"Pilkada ada yang _ngompori_, _manasi_ dengan isu, masyarakat panas. Tidak usah saling kompor, memanasi, yang rugi nanti rakyat sendiri,” tutur Presiden.

Turut hadir mendampingi Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo dalam acara tersebut adalah Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN Sofyan Djalil, Sekretaris Kabinet Pramono Anung dan Gubernur Banten Wahidin Halim.


Tangerang Selatan, 11 Oktober 2017
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Rabu, 11 Oktober 2017

Pesona Nusa Dua Fiesta 2017 Siap Bius 30 Ribu Pengunjung #EnjoyBali




NUSA DUA - Gelaran ajang atraksi seni, budaya, kuliner, olahraga dan hiburan di Nusa Dua kembali digelar. Event yang terangkum dalam Pesona Nusa Dua Fiesta (NDF) 2017 siap menyapa 11 - 15 Oktober 2017. Dan
pesonanya, siap membius 30 ribu pengunjung selama lima hari penuh.

Direktur Utama ITDC Abdulbar M Mansoer mengatakan, agenda NDF sudah rutin digelar sejak 1996. Hingga 2017, frekwensi even yang ikut didukung Kemnpar itu sudah  menembus angka 21 penyelenggaraan. 

Ajang ini merupakan wujud apresiasi hotel dan tenant kepada pengunjung The Nusa Dua. Dengan mengangkat tajuk The Colours of Nusa Dua, even ini juga merupakan sarana promosi bagi kawasan pariwisata terintegrasi
tersebut.

"Untuk target kami tetapkan sebanyak 30 ribu pengunjung. Pada tahun ini Nusa Dua Fiesta akan dikenakan harga tiket masuk (HTM) Rp 50.000. Meskipun terdapat HTM di tahun ini, kami yakin pengunjung akan tetap banyak yang datang. Semua akan dimanjakan dengan atraksi menarik," kata Abdulbar, Selasa (10/10).

Di kesempatan terpisah, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Eshty
Reko Astuti mengatakan, NDF sudah mengalami perubahan dalam berbagai
hal. Jumlah, variasi dan skala kegiatannya makin banyak. Makin beragam. Yang dulunya sempat hilang, kini muncul lagi dengan warna
berbeda. Dan semuanya, bakal ditampilkan dengan packaging yang menarik.

“Tantangan ke depan adalah bagaimana peran setiap hotel dan tenant di kawasan Nusa Dua tetap terlihat nyata, namun mereka tidak merasa dipaksa melakukan kegiatan karena merupakan bagian dari kontribusi
sosial dan pencitraan perusahaan,” ucap Esthy yang didampingi Kepala Bidang Promosi Budaya Kemenpar Wawan Gunawan.

Wawan menambahkan, dengan mengusung tema besar “Colors Of Nusa Dua” seluruh rangkaian kegiatan merupakan kontribusi bersama seluruh stakeholder secara proporsional. Tujuannya satu. Untuk mengangkat citra hotel dan tenant sebagai penjual jasa berkualitas serta mendorong partisipasi masyarakat sekitar sebagai komunitas yang produktif dan mengangkat nilai kawasan secara keseluruhan sebagai
salah satu destinasi terbaik di Bali, bahkan di Indonesia dan dunia.

“Tatanan panggung dan musisi nasional Nidji dan Andra and Thebackbone juga siap hadir di Nusa Dua. Dan yang lebih menarik, pemeran utama film Filosofi Kopi Rio Dewanto dan Chico Jeriko juga akan unjuk kebolehan di Nusa Dua Coffee week. Jadi tidak ada alasan untuk tidak datang ke NDF 2017, acaranya di jamin seru,” saut Wawan.

Selama lima hari, NDF 2017  akan dipadati atraksi dan penampilan seni, budaya, musik dan gaya hidup. Pengunjung juga dapat menikmati pameran produk kerajinan, fashion show, eksibisi dan kompetisi kuliner, Nusa
Dua Coffee Week, Body Painting, wine and cheese testing, beach movie serta pertunjukan tradisional Bali dan masih banyak lagi.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi penyelengaraan Pesona Nusa Dua Fiesta 2017. Menpar Arief menyebut kegitaan ini dalam upaya mempromosikan kawasan wisata Nusa Dua sekaligus meningkatkan kunjungan wisman ke Bali dengan menggelar even-even menarik.

“Great Bali sebagai ‘jendela pariwisata Indonesia’ memberikan kontribusi sebesar 45% dari total kunjungan wisman,” katanya.

Selain itu, even ini menjadi penanda ke publik internasional bahwa kawasan wisata di Bali masih sangat aman dari aktivitaa vulkanis
Gunung Agung.

"Wisatawan tidak perlu khawatir. Pemerintah telah mempersiapkan dan antisipasi segala sesuatunya. Pemerintah melalui Bali Tourism
Hospitality siap sepenuhnya. Silakan ke Bali, jangan pernah tertinggal dengan keindahan Bali dan segala aktivitasnya," ujar Arief Yahya
Menteri Pariwisata RI. (*)
by Facebook Comment

Bali Aman, Legian Beach Festival 2017 Siap Digelar 11-15 Oktober #EnjoyBali





BALI - Bali dengan segudang pesona keindahan dan berbagai acara-acara menariknya tak pernah berhenti menggoda wisatawan. Setiap daerah di Bali memiliki magnet yang luar biasa. 

Tidak ketinggalan Pantai Legian yang sudah termashur dengan keindahan pantai dan ombaknya yang menjadi favorit wisatawan dan peselancar. 

Nah, buat anda yang ingin menikmati keindahan lebih pantai Legian, siapkan diri anda. Luangkan waktu mulai 11 hingga 15 Oktober mendatang, karena akan digelar "Legian Beach Festival 2017" yang akan berlangsung di Pantai Padma Legian Bali. 

Berbagai acara menarik bakal dihadirkan. Mulai dari fun bike ride, fashion show, food festival, wood ball cup, barong dan tari-tarian serta tidak ketinggalan latihan selancar gratis. 

Deputi Bidang Pengembangan dan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti mengatakan, kawasan Pantai Legian memang sangat indah dengan pasir putih dan ombak yang menantang untuk kegiatan surfing. Tak ayal banyak wisatawan yang menjadikan Pantai Legian sebagai salah satu destinasi wajib saat berkunjung ke Bali. 

Pantai Legian selalu menjadi favorit wisatawan untuk menikmati hangatnya sinar matahari sambil melakukan kegiatan bersantai di pinggir pantai.

"Jadi buat wisatawan yang ingin menikmati lebih jauh Pantai Legian tidak boleh melewatkan festival ini," ujar Esthy Reko Astuti, didampingi Kabid Promosi Wisata Budaya, Wawan Gunawan. 

Ia mengatakan, Legian Beach Festival merupakan kegiatan promosi potensi wisata daerah yang menghadirkan kekayaan alam, keragaman barang kerajinan dan makanan sekaligus memperkenalkan keindahan tradisi dan budaya.

"Sehingga membantu upaya promosi daerah dalam menumbuh kembangkan pariwisata dan budaya daerahnya masing-masing," ujarnya. 

Legian Beach Festival 2017 akan dibuka dengan upacara pembukaan yang meriah. Dalam upacara pembukaan akan disajikan pagelaran Baleganjur Massal dan karnaval budaya dari seluruh peserta pameran serta eksibisi dari sejumlah negara. 

Setiap peserta LBF 2017 nantinya juga akan mengisi pertunjukam budaya daerahnya masing-masing di panggung budaya. Pagelaran budaya daerah di panggung LBF 2017 menjadi sangat penting dan strategis sebagai bagian promosi langsung dari para pelaku seni tradisi daerah. 

Selain itu juga akan ada kegiatan bola pantai yang akan melibatkan masyarakat lokal dengan wisatawan nusantara dan mancanegara yang sedang berada di Bali. 

"Karena Legian dikenal dengan ombaknya, panitia akan memberikan kesempatan kepada peserta luar daerah dan pengunjung untuk belajar bermain surfing yang akan dilatih oleh surfer profesional," ujar Wawan Gunawan. 

Dalam kegiatan ini juga akan diluncurkan secara resmi Himpunan Pengusaha Legian (HI.PEL) yang akan ikut mendukung pariwisata Legian dengan ikut serta dalam pameran-pameran di Indonesia dan luar negeri. 

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut baik bakal kembali terselenggranya ajang tahunan Legian Beach Festival yang akan berlangsung pada 11 hingga 15 Oktober mendatang. Ia mengatakan kegiatan festival akan menjadi kegiatan yang efektif dalam mendukung pariwisata dan terus menambah atraksi di Bali yang menjadi The Best Destination versi TripAdvisor. 

Terlebih di tiap tahunnya jumlah pengunjung LBF selalu meningkat. Jika di tahun 2015 jumlah pengunjung mencapai 65.500 dan di 2016 sebanyak 83.500. 

"Di tahun ini tentunya juga jumlahnya ditargetkan semakin meningkat," kata Menpar Arief Yahya. 

Pelaksanaan Legian Beach Festival ini juga akan menjadi penanda ke publik internasional bahwa kawasan wisata di Bali masih sangat aman dari aktivitaa vulkanis Gunung Agung. 

"Wisatawan tidak perlu khawatir. Pemerintah telah mempersiapkan dan antisipasi segala sesuatunya. Pemerintah melalui Bali Tourism Hospitality siap sepenuhnya. Silakan ke Bali, jangan pernah tertinggal dengan keindahan Bali dan segala aktivitasnya," ujar Arief Yahya.(*)
by Facebook Comment

Selasa, 10 Oktober 2017

Sulawesi Utara Swim Fest 2017 Dihebohkan Ratusan Wisman Tiongkok



 
MANADO - Sulawesi Utara Swim Fest 2017 sukses diikuti ratusan wisatawan mancanegara (wisman) dari Tiongkok. Acara yang digagas Bakamla RI, Pemprov Sulut dan disupport Lion Air ini resmi dibuka Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Steven Kandouw. Terlihat para Wisman asing membaur di Pantai Kalasey, Sulut, Rabu (10/10).
 
Wisman Tiongkok yang berasal dari Sanghai, Guangzhou dan Changza yang berjumlah 125 orang ini ramai mengikuti acara lomba dan renang senang-senang (happy fun) di pantai tersebut.
 
Dalam sambutannya, Kandouw mengapresiasi pelaksanaan Swim Fest 2017 dan berharap seluruh peserta dapat menikmatinya dengan baik. "Ni haooo Maaaa???" sapa Wagub Kandouw yang serempak banyak turis berteriaaak "We love mei na dhuooooo (manado)...we love sulawesi utara," teriak Wisman.
 
“Atas nama Pak Gubernur Olly, saya sampaikan apresiasi atas acara luar biasa ini. Kepada para Wisman, kami ucapkan selamat berwisata di Sulut,” kata Kandouw. 

Lebih lanjut Kandouw mengatakan, pihaknya berharap kegiatan seperti ini dapat diselenggarakan secara berkelanjutan demi tercapainya program OD-SK (duet Gubernur Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs. Steven O.E Kandouw) di bidang pariwisata. 

“Saya berharap  acara seperti ini bisa dilaksanakan berkelanjutan untuk mendorong kepariwisataan di Sulut,” cetus Wagub Kandouw.
 
Yang menarik, saking excited-nya para Wisman Tiongkok itu mengikuti kegiatan tersebut, beberapa dari mereka meminta Wagub foto bersama. Mantan Ketua DPRD Sulut ini mengakui kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wahana pertemuan para peserta, tapi banyak hal pofistif yang bermaanfaat bagi daerah. 
 
“Para Wisman tadi sangat menikmati. Agenda sport tourism seperti ini harus rutin digelar dengan kemasan yang baik, agar Wisman menjadi betah dan bangga berkunjung ke Sulut,” ujarnya. 

Adapun hasil lomba Swim Fest untuk atlet putra 2000 meter diraih Alexandro Nangka dari Palembang, non atlet/atlet putri 1000 meter diraih Sevio Polakitan dari Marina SC.
 
“Ini komitmen kita menggenjot sektor pariwisata dengan melibatkan wisman (wisatawan mancanegara),” kata Steven Kandouw. 

Saat ini, wisman Tiongkok itu masih tinggal di Manado dan kota-kota di sekitarnya seperti Tomohon, Danau Tondano, dan beberapa pantai di sana. Jika jumlah flights sudah banyak, jumlah wisman asal Tiongkok lebih besar, maka destinasi di luar Manado bakal hidup.
 
Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya menyambut positif pergerakan angka-angka positif di Manado. Kata Menpar, Manado akan terus berkembang karena Gubernur dan pemimpin-pemimpin di Manado sangat mendukung pariwisata. 
 
”Ketika gubernur dan wali kota, bupatinya sudah berkomitmen, tidak ada jalan yang tidak bisa ditembus. Tidak ada jalan buntu. Begitu pun sebaliknya, sehebat dan sesempurna apapun sebuah konsep, tanpa didukung oleh CEO-nya (kepala daerah), itu hanya akan mengawang-awang di langit,” ujar Menpar Arief Yahya.
 
Menpar menambahkan, modalnya sudah cukup kuat. Punya atraksi kelas dunia, terutama Bunaken dengan wisata bahari sub underwater zone itu. Bunaken sudah dikenal dimana-mana dengan atraksi bawah laut, terumbu karang dan biota laut. Tinggal kebersihan, manajemen sampah, fasilitas toilet, restoran dan kafe yang juga harus berkelas dunia.
 
“Sekali lagi, kalau Pak Gubernurnya mau, pasti dengan mudah bisa mengatasinya dan pariwisatanya akan terus berkembang,” ungkap Menpar yang Mantan Dirut PT Telkom Indonesia itu. 

Tiongkok adalah negara besar, berpenduduk terbesar di dunia. Memiliki jumlah outbound tourist terbesar di dunia. Terdapat 120 juta orang yang bepergian ke luar negeri pada 2015 lalu. Mereka tidak punya pantai, karena sebagian besar negaranya daratan, dan beriklim sub tropis, yang ada 4 musim dalam setahun. 

“Mereka suka akan wisata bahari, dan Manado dan sekitarnya punya bahari berkelas dunia," jelas Arief Yahya.(*)
by Facebook Comment

Sabtu, 07 Oktober 2017

Sebanyak 1.221 Kapal Hebohkan Festival #PesonaSelatLembeh2017





BITUNG - Festival Pesona Selat Lembeh (FPSL) 2017 menjadi momen istimewa bagi pariwisata Sulawesi Utara, utamanya Kota Bitung. Even yang digelar selama lima hari dari tanggal 6-10 Oktober itu menegaskan potensi Pariwisata Bahari yang ada di Selat Lembeh. 

"Even ini menujukan betapa kayanya potensi bahari di selat Lembeh yang memiliki luas 7,5 Kilometer. Dengan potensi tersebut dan FPSL ini, diyakini akan membuat wisata bahari di Kota Bitung bakal makin dilirik wisatawan mancanegara (wisman)," kata Walikota Bitung Maximilian Jonas Lomban, saat pembukaan FSPL 2017 dari atas kapal KRI Multatuli di Pangkalan Utama TNI AL Bitung, Jumat (6/10).

Max sapaan Akrab Maximilian juga mengucapkan terimakasih atas kelancaran dan kesuksesan FSPL, tentu tidak lepas dari dukungan berbagai pihak terutama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang selalu mendukung penuh kegiatan pariwisata diberbagai daerah. 

"Saya ucapkan terimakasih atas dukungan Kemenpar yang bukan hanya seratus persen, tetapi lebih dari seribu persen untuk acara ini. Dan juga kepada TNI AL. Karena kolaborasi ini memberikan rasa aman dan nyaman untuk wisatawan datang ke Bitung," katanya. 

Gelaran FSPL sendiri merupakan gelaran tahunan dan dalam rangka menyambut HUT Kota Bitung yang ke 27. Lebih dari 1.221 kapal mulai dari 3 KRI, kapal dagang dan kapal-kapal nelayan semua berbaris rapih memadati Selat Lembeh. Kapal-kapal dikreasikan sedemikian rupa sehingga menjadi atraksi sendiri bagi wisatawan. 

"Ada juga wisatawan mancanegara yang ikut parade. Mereka ke Lembeh umumnya itu High-end Diver," ucap Max. 

Di kesempatan yang sama, Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Esthy Reko Astuti mengatakan, FPSL Harus berkelanjutan ditahun depan harus sudah ditetapkan tanggalnya pastinya sehingga promosi yang dilakukan juga lebih maksimal. 

"Festival seperti ini yang sangat baik untuk perekonomian masyarakat. Dan juga harus memiliki keberpihakan kepada masyarakat atau community based. Misalnya kuliner-kuliner khas yang sudah di kurasi sehingga bisa disuguhkan. dan yang terpenting harus ramah lingkungan. Sangat sayang jika keindahan selat lembeh tidak dilestarikan," ucap Esthy yang didampingi  Kepala Bidang Promosi Wisata Bahari Kemenpar Florida Pardosi. 

Esthy juga berharap FSPL ini menjadi ajang yang efektif untuk mengenalkan pesona Kota Bitung kepada masyarakat di seluruh Indonesia dan juga para stakeholder pariwisata. Serta menjadi kontributor dalam mendorong pergerakan wisatawan baik wisnus dan wisman ke Sulawesi Utara. 

"Selat Lembeh merupakan salah satu spot diving terbaik di dunia yang didukung dengan biota laut yang unik, hal ini sebagai trigger pemerintah Kota Bitung untuk lebih mengembangkan potensi wisata bahari, sehingga mampu menggerakkan roda perekonomian masyarakat," ujarnya. 

Penyelenggaraan FPSL 2017 kali ini dimeriahkan dengan berbagai kegiatan antara lain;  lari 10K, lomba/pentas seni budaya, photograpy competition bawah air dan landscape, festival kuliner, lomba renang Selat Lembeh, parade/ lomba perahu hias, rekor MURI menari Manekin terbanyak (katrili/ pato-pato), parade yacht, festival tuna, dan perayaan menyambut HUT Kota Bitung sebagai puncak acara.

Menteri Pariwisata Arief Yahya menyebut, FSPL ini merupakan upaya mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kota Bitung yang ditetapkan sebagai international hub sea port dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

“Serta terus didorong menjadi kawasan industri dan perdagangan, kota pelabuhan internasional, kota perikanan, kota konservasi alam, serta kota pariwisata dunia,” ujarnya.

Menpar Arief Yahya juga menyambut baik gelaran Festival Pesona Selat Lembeh 2017 dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan ke Sulut yang tahun lalu dikunjungi 1,8 juta wisnus dan 30.000 wisman, atau sebanyak 13.019 wisman dan 20.133 wisnus di antaranya mengunjungi Kota Bitung.

“Posisi Kota Bitung sangat strategis karena secara internasional berada di bibir Pacific (Pacific Rim). Dengan ditetapkan sebagai IHP dan KEK, pengembang potensi kota ini sebagai kota industri, kota pariwisata dunia, dan kota konservasi alam akan lebih cepat,” kata Menpar Arief Yahya.(*)
by Facebook Comment

Jumat, 06 Oktober 2017

Berjalan Kaki, Presiden Hadiri Upacara Peringatan ke-72 Hari Lahir TNI




Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widido akan menghadiri Upacara Peringatan ke-72 Hari TNI Tahun 2017 yang diselenggarakan di dermaga yang berada di Kota Cilegon, Provinsi Banten pada hari Kamis, 5 Oktober 2017.

Namun saat hampir tiba di lokasi upacara, rangkaian kendaraan Presiden tidak bergerak selama hampir 30 menit. Saat itu jarak dari kendaraan yang ditumpangi Presiden ke lokasi upacara kurang lebih 2 km.

Melihat situasi seperti ini, Presiden memutuskan untuk berjalan kaki. “Presiden tadi di dalam mobil memutuskan berjalan kaki,” ucap Ajudan Presiden Kolonel Mar Ili Dasili.

Semula Presiden berjalan kaki hanya didampingi perangkat Kepresidenan. Tak lama setelah berjalan kaki, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian yang juga terjebak dalam kemacetan turut mendampingi Presiden. 

Saat berjalan kaki, Presiden tampak melambaikan tangan kepada masyarakat. “Pak Jokowi.. Pak Jokowi,” ucap masyarakat yang menyaksikan Presiden berjalan kaki.

Tiga ratus meter menjelang lokasi upacara, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Mulyono, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Ade Supandi dan Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal Hadi Tjahjanto menyambut kedatangan Presiden dan berjalan kaki bersama menuju lokasi upacara.

Dalam upacara tersebut, Presiden bertindak selaku Inspektur Upacara. Selain itu, Presiden menganugerahkan tanda kehormatan Republik Indonesia yakni Bintang Kartika Eka Paksi Nararya, Bintang Jalasena Nararya dan Bintang Swa Bhuwana Paksa Nararya. 

Setelah memberikan amanat, Presiden menyaksikan demonstrasi ketangkasan prajurit.

Siang hari nanti, Presiden akan menyerahkan Kartu Indonesia Pintar (KIP) dan Program Keluarga Harapan (PKH) di Kecamatan Cilegon, Kota Cilegon, Provinsi Banten.

Sore harinya, Presiden akan menuju Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang, Provinsi Banten untuk menghadiri _groundbreaking_ PLTU IPP Jawa 7. 

Dari kunjungan kerja ke Provinsi Banten, Presiden dan Ibu Iriana bersama rombongan akan melanjutkan perjalanan menuju Kota Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara melalui Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma Jakarta dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan Indonesia-1.

Cilegon, 5 Oktober 2017
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Minggu, 01 Oktober 2017

Presiden Jokowi: Jangan Sampai Sejarah Kelam Kekejaman PKI Terulang




Pemerintah akan selalu memegang teguh TAP MPRS Nomor 25 Tahun 1966 dengan tidak memberi ruang kepada Partai Komunis Indonesia (PKI). “Artinya apa? Komitmen kita, komitmen saya, komitmen pemerintah jelas karena di TAP MPRS Nomor 25 Tahun 66 jelas bahwa PKI dilarang. Jelas sekali,” ucap Presiden kepada jurnalis setelah memimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya Jakarta Timur pada hari Minggu 1 Oktober 2017.

Oleh karenanya Presiden mengingatkan semua lapisan masyarakat untuk memegang teguh Pancasila serta menjaga persatuan dan kesatuan. “Jangan sampai sejarah kelam kekejaman PKI itu terulang lagi. Jangan beri ruang kepada ideologi-ideologi lain yang bertentangan dengan Pancasila,” ujarnya. 

Lebih lanjut Presiden mengajak seluruh komponen bangsa untuk bersinergi membangun bangsa. “Saya mengajak seluruh komponen bangsa dan saya perintahkan kepada TNI, Polri serta seluruh lembaga-lembaga pemerintah untuk bersama-sama bersinergi membangun bangsa, membuat rakyat tenang dan tenteram dan bersatu padu menghadapi persaingan kompetisi global,” tutur Kepala Negara. 

*Pimpin Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017*

Pagi itu, tepat pukul 08.00 WIB Presiden Joko Widodo memimpin upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2017 di Monumen Pancasila Sakti, Lubang Buaya Jakarta Timur. 

Presiden yang tiba di Halaman Monumen Pancasila Sakti pada pukul 07.45 disambut oleh Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian dan langsung menuju ruang tunggu utama. Di ruang tunggu utama telah hadir Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Tak lama setelah itu, Presiden dan Wapres berjalan menuju tempat upacara dengan berjalan kaki dan Presiden langsung menuju mimbar upacara. Sementara itu di lapangan upacara telah tampak berbaris rapi pasukan upacara.

Dalam upacara itu, Naskah Pancasila dibacakan oleh Ketua DPD Oesman Sapta Odang, Naskah Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dibacakan oleh Ketua MPR Zulkifli Hasan. Sementara itu, Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah membaca dan menandatangani Naskah Ikrar dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin membacakan doa yang menjadi penutup rangkaian acara.

Sebelum meninggalkan tempat upacara, Presiden dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo beserta Wapres dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla mengunjungi rumah penyiksaan dan sumur maut. Setelah itu, beramah tamah dengan Keluarga Pahlawan Revolusi dan mendengarkan persembahan lagu-lagu perjuangan oleh Aubade.


Jakarta, 1 Oktober 2017
Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Sabtu, 30 September 2017

Presiden Nonton Bareng Film Pengkhianatan G30S/PKI di Makorem Bogor




Hujan deras yang mengguyur Kota Bogor pada Jumat malam, 29 September 2017, tak menyurutkan langkah Presiden Joko Widodo untuk bergegas menuju Markas Korem 061 Suryakencana Bogor, Jawa Barat. 

Presiden menyambangi Korem 061 Suryakencana Bogor yang tengah menggelar nonton bareng film "Pengkhianatan G30S/PKI" di halaman tenis _indoor_ bersama anggota TNI dan Polri serta masyarakat. 

Presiden yang malam itu tampak mengenakan jaket merah dipadu celana hitam tiba di lokasi sekira pukul 20.00 WIB dan langsung menempati tempat yang berada persis di hadapan layar. 

Turut mendampingi Presiden, di antaranya Danpaspampres Mayjen TNI Mar Suhartono, Ajudan Kolonel Mar Ili Dasili, Wakil Komandan Grup A Paspampres Letkol Mar Efhardian, Danrem Bogor Kol Inf Mirza Agus, Kapolres Kombes Pol Ulung Sampurna, Dandim Letkol Arm Doddy Suhadiman.

Bogor, 29 September 2017
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Kamis, 28 September 2017

Kearifan Lokal sebagai Modal Bersaing di Dunia Digital




Teknologi berkembang dengan cepatnya. Dengan perkembangan teknologi, dunia kini hidup di era keterbukaan. Negara-negara pun berlomba mengejar inovasi-inovasi baru di bidang teknologi.

Mau tidak mau, segala lapisan harus beradaptasi dengan perkembangan itu. Di dunia usaha misalnya, siapa yang mampu memanfaatkan teknologi maka mereka sudah memiliki keunggulan tersendiri. Hal itu bukan lagi merupakan suatu pilihan.

Demikian ditegaskan Presiden Joko Widodo saat membuka Konferensi IDByte 2017 di Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, pada Kamis, 28 September 2017.

"Kalau kita mau sejahtera, kita harus menyambut baik perkembangan-perkembangan ini, tidak ada pilihan. Perkembangan ini tidak bisa dibendung. Kalau kita menutup diri terhadap inovasi-inovasi seperti ini kita akan kehilangan daya saing," ujarnya.

Negara-negara yang mampu memunculkan inovasi-inovasi di bidang itu disebutnya akan memiliki daya saing yang tinggi. Demikian pula dengan dunia usaha yang pada akhirnya memunculkan raksasa-raksasa teknologi digital.

Lalu muncul pertanyaan, dengan adanya para raksasa teknologi tersebut, apakah kita akan menyerah begitu saja? Apakah tidak ada hal lain yang bisa dilakukan para pelaku usaha digital di Tanah Air untuk berkompetisi?

Jawabnya adalah tidak! Selalu ada peluang yang dapat dimanfaatkan. Setidaknya, inilah pandangan yang dikemukakan oleh Presiden Joko Widodo dalam kesempatan tersebut.

"Memang ada raksasa-raksasa internet yang harus kita manfaatkan. Tapi di ekonomi digital masih ada peluang-peluang yang sangat besar bagi pemain-pemain lokal," ucapnya.

Pemain lokal disebut Presiden harus mampu mengangkat keunggulan atau ciri khas lokal yang dimiliki. Inilah salah satu peluang yang dapat dimanfaatkan untuk dapat bersaing di pasar global.

"Orang Amerika tidak akan pernah mengerti artinya _ndeso_ seperti kita. Orang Tiongkok tidak akan pernah mengerti artinya _baper_ seperti kita. Berapa pun modal Google dan Amazon, mereka tidak akan pernah sedekat dan seakrab dengan orang kita seperti kita sendiri," demikian mantan Gubernur DKI Jakarta ini menggambarkan.

Oleh karenanya, Presiden Joko Widodo mendorong para pelaku usaha digital di Tanah Air untuk jeli dalam melihat keunggulan budaya kita sendiri yang kemudian diterapkan dalam dunia digital.

Selain itu, yang tak kalah pentingnya, jangan sekali-kali mencoba untuk melakukan sesuatu yang tidak perlu seperti mengembangkan sesuatu yang sebenarnya sudah ada. Sebaliknya, gunakan tenaga dan pikiran untuk memunculkan inovasi yang betul-betul unik dan mengangkat budaya lokal.

"Menurut saya, jangan coba-coba kita membuat Alibaba atau Google tandingan. Buat apa membuat itu lagi? Menurut saya kita akan buang waktu dan tenaga. Manfaatkan dan pakai saja yang sudah ada itu kemudian fokuskan tenaga kita untuk membuat inovasi-inovasi yang benar-benar unik dan lokal," ia menegaskan.

*Jatuh? Bangkit Lagi!*

Untuk mendukung perkembangan usaha dan ekonomi digital di Tanah Air, pemerintah akan terus memberikan dukungan melalui kebijakan-kebijakan yang ada.

Pemerintah akan memberikan peluang yang sebesar-besarnya bagi para pelaku usaha untuk bereksperimen dan berinovasi.

"Pemerintah harus memberikan keleluasaan untuk bereksperimen. Inovasi membutuhkan eksperimen, hal-hal baru harus dicoba," ucap Presiden.

Kepala Negara menyadari bahwa dari sekian banyak eksperimen yang dilakukan, pasti terdapat beberapa yang belum berhasil. Namun, baginya kegagalan itu merupakan hal yang dapat dijadikan pembelajaran ke depan.

"Kita harus menoleransi banyak kegagalan. Tidak apa, jangan malu, jangan menyerah. Jatuh tidak apa yang penting bangkit lagi. Jatuh kemudian bangkit lagi. Itulah kenyataan di dunia digital," tuturnya.

Presiden sendiri mengingatkan kepada jajarannya bahwa untuk mendukung iklim usaha digital dan berbagai eksperimen yang dilakukannya, pihaknya tidak boleh terlalu membatasi usaha-usaha rintisan dengan aturan yang menyulitkan.

"Startup tidak boleh dicekik dengan regulasi-regulasi yang berlebihan. Ini sudah saya sampaikan kepada menteri-menteri. Ini juga satu alasan kenapa deregulasi itu penting untuk mengurangi tumpang tindihnya aturan dan persyaratan yang menghambat cara-cara maupun pola baru," ucapnya.

Turut mendampingi Presiden dalam acara tersebut, Menteri Sekretaris Negara Pratikno dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf. 

Jakarta, 28 September 2017
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden

Bey Machmudin
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!