"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Rabu, 24 Agustus 2016

War Room M-17 Pusat Intelijen Pariwisata Wonderful Indonesia


 

JAKARTA - Anda pasti membayangkan, apa jeroan War Room M-17 di lantai 16, Gedung Sapta Pesona, Kemenpar, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakpus itu. Seperti apa "ruang perang" yang berbasis teknologi digital itu bekerja? Untuk mencapai tujuan mengalahkan Malaysia tahun 2017 itu? 

Ada 16 layar LED touch screen yang memantau 4 aktivitas utama di Kementerian yang oleh Arief Yahya, Menpar yang mantan Dirut PT Telkom itu diamati pergerakan angka-angkanya. 4 layar untuk pemasaran mancanegara, 4 layar untuk pemasaran nusantara. "Pergerakan Wisman dan Wisnus bisa dilihat real up date dari seluruh penjuru tanah air," ungkap Arief Yahya di Jakarta. 
Keluhan, kritik, saran, semua testimoni baik negatif maupun positif terekam oleh big data, langsung tampil di screen dengan warna merah (kritik), hijau (ok dan confortable). Wisnus dari kota A ke kota B, juga langsung terkoneksi dan terhitung dengan sangat tepat. 
Indikator positif negatif itu didasarkan pada TTCI Tour and Travel Competitiveness Index di World Economic Forum (WEF), menggunakan global standart. Diantaranya, health and hygine, business environment, human resources and labour market, international openess, prioritization of tour and tourism, safety and security, price, tourism servicer infrastructure, environment sustainability, ground and port infrastructure, air transportation infrastructure, ICT readiness, dan tourist service infrastructure. 
"Pertama, kita harus selalu menggunakan global standard, ukuran-ukuran yang dipakai dunia internasional. Kita harus bisa mengukur, dan menghitung posisi kita berada di mana? Kalau nggak bisa mengukur, Kita nggak akan bisa memanaj," jelas Arief Yahya, yang juga pengarang buku-buku marketing, seperti: Paradox Marketing Great Spirit Grand Strategy itu. 

Di sayap kanan, ada dashboard Pengembangan Destinasi Pariwisata nasional. Di sana ada progress perkembangan 10 top destinasi, yang live reporting, dengan kamera CCTV yang sudah terpasang dan bergerak. "Misalnya pengembangan kawasan, dari land clearing, ground breaking, pembangunan fisik, selesai berapa persen, progress reportnya bisa langsung terpantau dari layar, kata Arief Yahya. 

Khusus Kelembagaan dan SDM, ada di layar monitor sayap kanan, yang setiap bulan akan di up date. Dimasukkan data, berapa banyak yang sudah disertifikasi? Berapa daerah yang sudah dilatih, hospitality? Di mana saja daerahnya? Dari target, capaiannya sudah sampai mana? "Kita bisa pantau, target berapa? Harus disediakan SDM dengan kualifikasi apa? Berapa banyak Suplay tenaga kerja yang dibutuhkan?" ujarnya. 

Data-data itu terus bergerak, terutama capaian jumlah wisatawan ke suatu daerah. "Kami sedang membangun koneksi host to host dengan imigrasi dan Kemenkumham, agar setiap wisman yang masuk melalui pintu imigrasi, saat itu juga bisa terdata oleh Kemenpar. Memang hanya data-data teknis terkait jumlah, originasi, umur, laki atau perempuan. Karena itu yang dibutuhkan untuk menganalisa pasar berdasarkan timeline maupun originasi," kata dia.?

Menpar selalu berpatokan, hasil yang luar biasa caranya pasti tidak biasa. Hasil yang luar biasa hanya bisa didapatkan dengan cara yang tidak biasa. "Caranya adalah go digital! Karena semakin digital semakin personal, semakin digital, semakin global, dan semakin digital semakin profesional," tandasnya. 
Semua lini, dari marketing (pemasaran), pengembangan destinasi dan industri, sampai kelembagaan dan SDM, semua berbasis pada digital. Dashboard M-17 juga menggunakan teknologi digital. Inilah bagian dari winning for the future customers! (*)
by Facebook Comment

PATA Travel Mart 2016 Bakal Dibuka Presiden Joko Widodo


 

JAKARTA – Presiden Joko Widodo semakin serius menempatkan pariwisata sebagai sector strategis untuk mendulang devisa. Dalam perhelatan PATA Travel Mart (PTM) 2016,  yang akan dilangsungkan 7-9 September nanti, orang nomor satu di Indonesia itu juga bakal menyempatkan hadir. Tentu, ini akan menjadikan para pebisnis yang bergerak di sector pariwisata semakin confidence.

PATA Travel Mart yang terbesar di Asia Pasifik itu akan melakoni serangkaian aktivitasnya di Indonesia Convention Exhibition (ICE) Tangerang, Banten. Beberapa acara besar akan mengawali perhelatan yang akan dihadiri 60 negara dan ribuan buyers dan sellers tersebut. ”Rencananya di pembukaan akan dihadiri Bapak Presiden Joko Widodo dan Menteri Pariwisata Arief Yahya. Kami bangga, karena ini semakin meyakinkan bahwa pariwisata menjadi sector prioritas bagi pemerintah,” kata Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Asia Pasifik, Vincensus Jemadu di Jakarta.

Selain itu, kata Vincen, para tamu undangan juga akan dihibur oleh berbagai tarian, Angklung Saung Udjo dan persembahan nyanyian dari Elfa Secioria. Semua sedang dalam tahap konfirmasi dan proses koordinasi jelang acara. Malam dinner itu akan dilaksanakan pada pukul 19.00 yang diprakarsai oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar). Acara akan dimulai pukul 19.00 hingga pukul 21.30 di ICE, Banten.      

Acara sudah dimulai sejak pukul 9 pagi pada tanggal 6 September. Untuk teknis pertama, para seller, buyers serta seluruh media international dan nasional akan mengisi data registrasi pada jam 8 pagi hingga 17 WIB. ”Untuk keesokan harinya yakni pada tanggal 7 September akan diadakan city tour mulai pukul 7 pagi hingga jam 12 siang, akan ada juga blogger forum. Baru setelah itu malamnya ramah tamah semua peserta dan para awak media yang teregistrasi, bersama dengan pak Menteri dan pak Presiden,” ujar pria berdarah Flores itu.

Pada tanggal 8 September 2016 kegiatan mulai berlangsung intens. Kata VJ, berbagai rangkaian akan dilaksanakan dari pameran, pertemuaan seller dan buyers hingga penyerahan penghargaan PATA dan sebagainya dengan level international. Seperti diketahui, ajang pariwisata se-Asia Pasik, PATA Gold Awards 2016 memberikan 4 penghargaan pada Indonesia. Hal ini makin memberikan citra baik 'Wonderful Indonesia' di mata dunia.

Pengumuman PATA Gold Awards 2016 itu dilakukan di Bangkok sudah sejak Kamis, 21 Juli 2016 lalu. PATA sendiri adalah Pacific Asia Travel Association alias asosiasi pariwisata Asia Pasifik yang terbentuk sejak tahun 1951 dan bermarkas di Thailand.Perhelatan yang didukung langsung oleh Dinas Pariwisata Pemerintah Macau (MGTO) tersebut, dinilai dari 26 organisasi dan individu yang kategorinya terpisah. Event ini adalah salah satu ajang yang punya kredibilitas kuat dan diakui oleh industri pariwisata di dunia.

Keanggotaan PATA terdiri dari 95 badan turisme pemerintah, negara dan kota, 29 perusahaan penerbangan internasional, bandara dan jalur pelayaran, 63 institusi pendidikan,dan ratusan perusahaan industri travel. Sedangkan presentasi dan penyerahan penghargaan PATA Gold Awards akan dilaksanakan bersamaan dengan penyelenggaraan di perhelatan PTM 2016.

Di PATA Gold Awards, PATA memberikan 4 Grand Awards dan 29 Gold Awards. Ke-4 Grand Awards itu mencakup empat kategori: Pemasaran, Pendidikan dan Pelatihan, Lingkungan, dan Pusaka dan Budaya. Sukses Indonesia meraih 3 Gold Awards tahun ini bisa dijadikan tolok ukur keberhasilan branding Wonderful Indonesia dalam pentas kompetisi pariwisata dunia.

"Award ini memiliki 3 makna sesuai dengan yang diungkapkan pak Menteri, Yakni menaikkan confidence sebagai bangsa, mengangkat credibility sebagai negara, dan berfungsi sebagai calibration untuk memotret seberapa hebat Wonderful Indonesia itu. Nah, semuanya akan diserahkan di acara PTM nanti,” ujar VJ.

Negara tetangga, Malaysia juga mendapatkan 2 Gold Awards, Singapura mendapatkan 1 Grand Award dan 1 Gold Award, sedangkan Thailand memborong 1 Grand Award dan 5 Gold Award.Dalam PATA Gold Awards 2016, Wonderful Indonesia mendapatkan apresiasi untuk program 'Gerhana Matahari Total – GMT (Total Solar Eclipse)' yang berhasil memenangkan penghargaan kategori Marketing - Primary Government Destination. Kementerian Pariwisata dinilai berhasil melihat potensi turisme yang besar dalam peristiwa alam yang terjadi pada 9 Maret 2016.

Selain itu, VJ juga menjelaskan PATA Gold Awards 2016 itu penting bagi branding Wonderful Indonesia. Dia mengaku menerapkan strategi 'jemput-bola', tahun 2016 Indonesia berhasil meningkatkan raihan penghargaan dibanding tahun 2015 yang hanya mendapatkan 1 Gold Awards.(*)
by Facebook Comment

Festival Pesona Bahari Takabonerate 2016 Bakal Hebohkan Sulsel


 

SULSEL - Kekayaan Bahari Indonesia tidak ada habisnya mempesona para wisatawan mancanegara. Kali ini resonansinya akan terasa di Pulau Takabonerate, Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan 3-6 September, mendatang.  ”Berbagai atraksi budaya serta turnamen bahari kami gelar di Festival Pesona Bahari Takabonerate. Silahkan datang dan nikmati ke keindahan alamnya,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Sulawesi Selatan, Jufri Rahman.  

Menurut Jufri, para penjelajah laut Indonesia dan pecinta wisata bahari akan menikmati alam serta budaya Takabonerate, sekaligus bertemu dengan para peserta Sail Indonesia yang berlayar dari Darwin, Australia. ”Takabonerate Island Expedition 6 merupakan salah satu dari tiga kegiatan internasional yang digelar Pemda Kepulauan Selayar dalam program Explore South Sulawesi selama tujuh tahun terakhir. Namanya kita sebut Festival Pesona Bahari Takabonerate,” jelas dia.
Jufri memaparkan., kegiatan yang paling dinanti adalah kompetisi fotografi bertaraf internasional yang tahun ini melombakan dua kategori besar, yakni fotografi bawah alam dan fotografi wisata alam budaya Selayar. Sampai sejauh ini terdata sebanyak 50 orang peserta dari berbagai komunitas dalam dan luar negeri akan berpartisipasi.
”Selain kompetisi fotografi, diselenggarakan juga pagelaran budaya dan kesenian rakyat, famtrip kawasan Taman Nasional Takabonerate, lomba foto, wisata kuliner dan masih banyak lagi. Kami jamin Pesona Indonesia akan terus terlihat di acara kami ini,” jelas Jufri.

Menpar Arief Yahya mengucapkan selamat dan sukses atas rencana festival di Takabonerate itu. Wisata bahari dengan sentuhan budaya atau culture akan membuat Kepulauan Selayar semakin populer di negeri ini. "Selamat berfestival! Salam Pesona Indonesia!" ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI. 

Seperti diketahui, Festival Pesona Bahari Takabonerate terus diadakan karena sukses meningkatkan kunjungan wisatawan hingga 25%. Agenda tersebut menjadi program Pemda Kepulauan Selayar dalam rangka mendorong peningkatan jumlah wisatawan di “Bumi Tanadoang”, julukan Kepulauan Selayar, serta dijadikan kegiatan pra-event Sail Takabonerate yang berlangsung pada 2017 mendatang.

Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Selayar, Kadhafi mengatakan, rangkaian kegiatan, pertunjukan seni dan budaya Kepulauan Selayar, underwater exhibition, atraksi permainan rakyat, pameran dan acara hiburan lainnya diselenggarakan di beberapa titik.
Acara tahunan ini akan terpusat di kawasan Taman Nasional Takabonerate, sebuah gugusan pulau-pulau yang terdapat pada wilayah administratif Selayar. Dari kota Benteng, ibukota Kepulauan Selayar, Takabonerate dapat ditempuh dengan perjalanan selama 6 jam menggunakan kapal laut. “Kegiatan memberi makan anak hiu yang berada diperairan dangkal di Taman Nasional Takabonerate akan menjadi atraksi yang unik pada kegiatan itu,” ujarnya Kadhafi.

Selain di kawasan Taman Nasional Takabonerate, rangkaian Festival Pesona Takabonerate akan dilangsungkan di kota Benteng, ibukota Kepulauan Selayar. Pada penyelenggaraan tahun ini, Atraksi budaya dan kesenian rakyat seperti biasa akan dipertontonkan kepada para pengunjung.
Salah satu pertunjukan yang sangat khas, Manca Pa’dang (atraksi pedang), beladiri memadukan gerakan silat dan ketrampilan memainkan pedang. Kesenian tradisional lainnya, battik-battik, beladiri kontaw dan tari boda dan tari lambo. Sementara itu, panggung hiburan yang selalu hadir pada agenda tahunan tersebut, kali ini akan mengadirkan artis KDI dan beberapa artis lokal Sulawesi Selatan (Sulsel).

Kegiatan lainnya kunjungan ke beberapa peninggalan sejarah, seperti jangkar raksasa, Gong Nekara, mesjid tua Gantaran Lalang Bata dan tempat-tempat bersejarah lainnya.
Taman Nasional Takabonerate sendiri adalah taman laut terbesar ketiga di dunia setelah Kwajifein di Kepulauan Marshall dan Suvadiva di Kepulauan Maladewa. Luasnya sekira 220.000 hektare dengan sebaran terumbu karang mencapai 500 km persegi. Untuk sampai ke Selayar dan Takabonerate, Anda harus mengambil penerbangan ke Makassar, ibu kota Sulawesi Selatan. Ada tiga maskapai penerbangan yang beroperasi dari Bandara Sultan Hasanuddin Makassar ke Bandara H. Aeropala Selayar, yaitu Aviastar Airlines, Wings Air dan Express Air. 

Apabila menaiki bus umum, dari Bandara Sultan Hasanuddin, Anda bisa mengambil taksi menuju Terminal Bus Mallengkeri menuju Benteng (Selayar) melewati Pelabuhan Bira di Bulukumba. Di Kota Benteng masih melanjutkan perjalanan ke Pelabuhan Pattumbukan menggunakan mobil sewa dengan lama perjalanan 1,5 jam.(*)
by Facebook Comment

Dari Lantai 16, Menpar Arief Yahya Soft Launching War Room M-17


 

JAKARTA – Kemenangan itu harus direncanakan! Kata-kata Sun Tzu itu sudah ratusan kali diulang-ulang Menpar Arief Yahya di hapadan pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemenpar RI. Itu bukan tanpa maksud, dia berkeyakinan bulat, hanya energi yang besar dari seorang pemimpin yang mampu meng-“energize” seluruh pasukannya. “Semangat Pagi!” teriak Arief Yahya setelah menonbol screen bertulis “start” di soft launching Dashboard M-17 di lantai 16 Gedung Sapta Pesona, Jalan Dedan Merdeka Barat, Jakpus.

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 16.30 WIB, kelewat sore untuk disebut siang, apalagi pagi. Tetapi Mantan Dirut PT Telkom Indonesia ini tetap memekikkan salam “Semangat Pagi!” Iklim persaingan dengan musuh emosional Malaysia Truly Asia, dan rival professional Amazing Thailand semakin terasa. Suasana “perang” untuk merebut yang terbaik di sektor pariwisata sedang terjadi. “War room ini saya namakan M-17, dengan spirit mengalahkan Malaysia di tahun 2017,” tegas Menpar Arief Yahya memotivasi anak buahnya.

Dia ingatkan kata-kata Sun Tzu, kenali musuhmu, kenali dirimu, maka kamu akan memenangkan peperangan. Kata-kata itu maknai secara professional, “Kenali dunia, kenali dirimu, maka kamu akan memenangkan persaingan. Kenali pelangganmu, kenali dirimu, maka kamu akan memenangkan persaingan. Inti dari kata-kata itu adalah benchmark. Kalau kita ingin bersaing di level internasional, kita harus melihat pesaing-pesaing hebat kita, baik regional maupun global itu melakukan apa? Lalu bandingkan dengan apa yang kita lakukan,” kata Arief Yahya.

Lalu temukan top three, dan bottom three-nya. Mereka, tiga yang terbaik itu melakukan apa saja? Dan mereka yang terendah rankingnya itu juga menggunakan strategi apa saja? Bandingkan hasilnya? Bandingkan pertumbuhannya, kita dengan rata-rata dunia, dan rata-rata regional ASEAN? Posisi kita berada di mana? “Kalau kita lebih rendah dari rata-rata dunia dan regional, maka sejatinya, kita sedang sekarat, menuju mati. Itulah mengapa kita harus bertumbuh dan menyalip growth para pesaing kita,” terang Marketeer of The Year 2013 versi MarkPlus itu.

Jangan malu untuk mengambil sisi-sisi positif dari rival, termasuk membuang hal-hal yang tidak signifikan. Inovasi itu tidak harus menemukan sendiri, taktik dan strateginya lawan yang terbukti sukses juga bisa diimpor ke dalam negeri.

Apa ukuran menang-kalah dalam persaingan dengan Malaysia dan Thailand itu? Arief Yahya menyebut 3 indikator perhitungan yang tidak terbantahkan dengan istilah 3S, Size, Sustainability, Spread. “Dengan menggunakan ukuran itu, harus diakui, kita masih kalah jauh dengan kedua rival itu. Dengan Malaysia, size atau ukuran, kita kalah.  Sustainable menang, kita bertumbuh 10,3%, Malaysia minus 15%. Spread kita kalah. Skor-1-2. Dengan Thailand kita kalah ketiga-tiganya, skor 0-3,” aku Arief Yahya. 

Bagaimana cara memenangkan persaingan itu? Itulah alasan mengapa menggunakan istialah war room. War artinya perang. Atau dalam marketing dimaknai sebagai Winning your customers! Dalam memenangkan customers itu ada tiga skenario yang akan dijalankan Menpar Arief Yahya. Yakni retaining your customers, ecquiring your customers dan Winning the future customers.

Retaining your customers, menyangkut moment of truth, bagaimana memberi kesan pertama wisatawan mancanegara masuk ke Indonesia. Ini terkait dengan pelayanan di Imigrasi. Wajah Indonesia itu ditentukan oleh bagaimana wajah para petugas Imigrasi melayani turis sebagai customers atau pelanggan yang akan menambah pundi-pundi devisa dan diterima di dalam negeri.

Ecquiring your customers itu soal strategi sales. Arief Yahya mencontohkan ada yang Get More Pay More, seperti Garuda dan SQ, membayar mahal untuk mendapatkan fasilitas yang istimewa. Ada yang Less for Less, seperti LCC (low cost carrier) Lion, Air Asia, Citilink, dan lainnya. “Yang kita desain adalah You Get More, You Pay Less! Membayar dengan harga yang sama, tetapi mendapat fasilitas dan keunggulan yang besar,” jelas Arief Yahya.

Winning the future customers, menggunakan digital untuk memenangkan persaingan di masa depan. “Kita harus sadar, digital itu akan semakin akrab dengan kehidupan orang, dan ke depan akan semakin kuat. Maka kita tidak mungkin, marketing tanpa menggunakan digital,” tutur Arief, yang selalu berprinsip “Go Digital”. More Digital More Personal, More Digital More Professional, More Digital More Global.(*)
by Facebook Comment

Akhir Agustus, Serangkaian Festival Polewali Mandar 2016


 

POLEWALI MANDAR – Singkatannya PIFAF 2016. Artinya, Polewali Mandar International Folk and Art Festival 2016, bakal dirangkai dengan Festival Budaya XII Polewali Mandar 2016, Festival Sandeq III Polewali Mandar, dan Polewali Mandar Expo 2016. Maka 30 Agustus – 5 September 2016 ini akan banyak kejutan menarik di Sulawesi Barat itu.

”Acara 4 in 1 itu akan menampilkan kegiatan gathering, plant tree, parade, open ceremony dan penjualan hasil kerajinan. Untuk menikmati pertunjukan budaya yang lebih kaya, wisatawan dapat hadir dalam Festival Budaya XII,” ujar Kepala Dinas Pariwisata dan Budaya Polman, A.Nursami.

Polman adalah salah satu dari lima Kabupaten di Provinsi Sulawesi Barat. Itu wilayahnya dari kabupaten Mamasa Kuno dari suku Toraja di utara, dan Kabupaten Sulawesi Selatan di Timur. Polman memiliki populasi lebih dari 396,253 pada sensus tahun 2010. Kabupaten yang berkunjung beberapa kelompok etnis seperti Mandar, Bugis, Jawa, dan Toraja.

Ibu Kota Polewali, Polewali Mandar, terletak di dekat laut-penjuru daerah, dari teluk Mandar sekitar 200 km dari ibu kota Sulawesi Barat, Mamuju. Sementara 250 Km (160 mi) dari Makassar. ”Jadi sangat ideal untuk didatangi. Apalagi akan ada juga Festival Budaya XII menyuguhkan festival tari kreasi daerah, festival permainan rakyat, festival lagu daerah, festival kuliner tradisional, pemilihan to maolo dan to makapa, lomba foto kebudayaan dan pariwisata, lomba berbalas pantun Mandar hingga karnaval budaya,” ujar wanita berhijab itu.

Lebih lanjut Nursami mengatakan, berbicara tentang Polewali Mandar tidak bisa lepas dari Perahu Sandeq yang telah digunakan nelayan mandar sebagai alat transportasi sejak zaman nenek moyang. Dengan mengadopsi teknik layar zigzag melawan angin, kecepatan Perahu Sandeq bisa mencapai 15 sampai 29 knot sehingga diklaim sebagai kapal layar kecil tercepat di dunia.

“Bentuknya yang pipih, dengan lebar berkisar 1,5 – 2 meter dan panjang 6 – 9 meter menjadikan Sandeq lebih lincah dan lebih cepat dibandingkan dengan perahu layar lainnya. Ini sangat menarik untuk wisatawan,”ujarnya.

Untuk melihat sejauhmana kehebatan perahu ini, imbuh Nursami, wisatawan dapat berpatisipasi dalam Festival Sandeq III yang akan menampilkan sandeq race kelas marathon etape, sandeq race kelas segitiga pantai bahari, perkampungan kuliner tradisional, lomba sandeq mini, lomba perahu lepa-lepa dan lomba tarik tambang.

Dalam paparannya, Nursami berharap seluruh kegiatan tersebut diselenggarakan untuk mendukung program Nawa Cita Pemerintah Jokowi JK dalam hal pengembangan insentif khusus untuk memperkenalkan dan mengangkat kebudayaan lokal, dan meningkatkan proses pertukaran budaya untuk membangun kemajemukan sebagai kekuatan budaya.

”Selain itu adalah untuk mempromosikan potensi pariwisata Polewali Mandar pada forum internasional, serta memberikan ruang dan pengalaman kepada seniman tradisi untuk berekspresi di forum internasional,” katanya. Selain itu, dalam mewujudkan sajian budaya yang sangat berkesan bagi pengunjung, pihaknya juga akan bekerja sama dengan sanggar-sanggar kesenian. ”Seniman mancanegara pun akan hadir dalam Polewali Mandar International Folk Art Festival 2016 itu, dari India, Rumania, Rusia, Korea Selatan dan Malaysia,” tandasnya.

Menpar Arief Yahya mengucapkan selamat atas rencana besar Polewali Mandar International Folk Art Festival 2016 itu. Dia barharap semua event itu sukses, dan ujungnya memberi impact yang besar kepada masyarakat. Baik direct impact, maupun indirect impact dalam bentuk media value, sehingga Polman tampil dalam peta Pariwisata dunia. “Selamat dan Sukses!” ucap Menpar Arief Yahya. (*)
by Facebook Comment

Pulau Dewata Bali Bakal Dihebohkan Maybank Bali Marathon


 

BALI – Jangan kaget PT Bank Maybank mensupport Bali Marathon 2016! Itu bagus-bagus saja. Malaysia Truly Asia berpromosi ke Bali, itu adalah langkah cerdas Malaysia untuk menggaet wisman yang Bali. Itu sama dengan cara Menpar Arief Yahya dalam menjaring ikan di kolam yang penuh ikan di Singapore. Berpromosi Woderful Indonesia di Singapore, bukan hanya untuk mendapatkan pasar Singaporean, tetapi justru orang asing yang sedang berwisata atau menjadi ekspatriat di Singapore.

Karena itu, kecerdasan Malaysia Truly Asia itu patut diacungi jempol. Kali ini giliran  PT Bank Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia) yang memastikan bahwa penyelenggaraan lomba lari internasional yang tahun ini memasuki tahun kelima itu, akan berlangsung Minggu, 28 Agustus 2016 di Gianyar, Bali.

Dalam kesempatan yang sama Maybank Indonesia juga mengumumkan perubahan nama event dari “BII Maybank Bali Marathon” menjadi “Maybank Bali Marathon” selaras dengan identitas baru perusahaan. Manajer Perlombaan Maybank Bali Marathon 2016 Esti Nugraheni mengatakan, sejak pertama diselenggarakan pada tahun 2012, Maybank Bali Marathon sebagai lomba lari berstandar internasional telah mengantongi sertifikasi dari International Measurement Certificate number INA2012/009 dan telah disahkan Association of International Marathons and Distance Races (AIMS).

”Pengukuran rute dilakukan International Measurement Administrator Dave Cundy, yang memiliki Grade A IAAF-AIMS course measurer.  Sementara rute 10K telah mendapat sertifikasi dari Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PB PASI), tentu ini juga konsistensi kami menjaga Pariwisata Indonesia agar Bali Marathon tetap terus mendunia,” ujar Esti kepada wartawan.

Kalaupun seperti sebelumnya, saat marathon digelar, Malaysia Truly Asia banyak bertebaran di Bali itu oke-oke saja. Sah-sah saja, tidak ada yang dilanggar. Itu kecerdasan mereka yang justru perlu diapresiasi. Saat ini “Pure” New Zealand juga sedang gencar promosi melalui digital dengan bahasa Indonesia. Tentu sasarannya adalah wisman asal Indonesia untuk outbound.

Sejak 2014, imbuh Esti, event lomba lari yang diselenggarakan oleh Maybank Indonesia ini telah memenuhi kualifikasi sebagai official race directory Boston Marathon, yang merupakan salah satu dari enam World Major Marathon series (disamping Berlin, New York, London, Chicago, dan Tokyo Marathon).  Hanya pelari yang mampu menyelesaikan lomba lari marathon tertentu, termasuk Maybank Bali Marathon, dalam kualifikasi waktu (qualifying time) minimum yang telah ditentukan, berhak untuk melakukan pendaftaran di Boston Marathon.

”Maybank Bali Marathon juga mendapatkan pengakuan menjadi salah satu lomba yang tercatat sebagaiRemarkable Races You Need to Run Before You Die [Lomba Luar Biasa yang Wajib Diikuti sebelum Tutup Usia,Red] menurut The Active Times,”katanya.

Esti menambahkan, perlombaan lari Maybank Bali Marathon 2016 menargetkan keikutsertaan 7.000 peserta atau naik sekitar 30 persen dari jumlah peserta pada BII Maybank Bali Marathon 2015."Kami telah memperhitungkan sejumlah faktor seperti perayaan hari besar keagamaan, cuaca, bahkan Pekan Olahraga Nasional 2016 sebelum menetapkan tanggal pelaksanaan, jadi semua sudah kami pikirkan dengan baik," katanya.

Dalam versi ini, imbuh Esti, Maybank Bali Marathon disejajarkan dengan lomba marathon yang telah dikenal di dunia termasuk Boston, New York dan Great Wall China Marathon.  Selain itu, polling yang dilaksanakan oleh RunHood Instagram Magazine menempatkan lomba tersebut sebagai Best Marathon 2015, Best Half Marathon 2015 dan Best Finisher Medal 2015.

Saat pertama kali diselenggarakan pada 2012, Maybank Bali Marathon berangkat sejalan dengan mulai bertumbuhnya kembali animo masyarakat terhadap hobi lari.  Penyelenggaraan Maybank Bali Marathon menandai kembalinya ajang lomba full marathon internasional di tanah air setelah vakum 22 tahun dari kalender olah raga nasional.  Pada 2012, sekitar 2.000 peserta mengikuti lomba lari yang memperlombakan ajang full marathon berstandar internasional dengan jarak 42,195 km, half marathon (21,0975 km) dan 10K (10 km).  Jumlah peserta meningkat menjadi 3.000 peserta pada 2013 dan naik menjadi 4.500 peserta pada 2014 hingga mencapai lebih dari 5.000 peserta pada 2015. Disamping dari dalam negeri, tercatat juga peserta dari luar negeri, termasuk dari Kenya, Ethiopia, Eropa, Amerika Serikat, Australia dan Asia.

“Memperhatikan animo peserta yang terus meningkat dari tahun ke tahun, kami memproyeksikan penambahan slot peserta sekitar 25% dari jumlah peserta tahun lalu.  Penambahan slot ini tentu saja harus kami sertai dengan kesiapan infrastruktur yang lebih baik karena kami tetap harus menjaga dan memastikan kualitas, keamanan dan kenyamanan lomba.  Penambahan peserta pada prinsipnya tidak boleh mengurangi kualitas lomba,” kata Taswin Zakaria, Presiden Direktur Maybank Indonesia.

Menurut Taswin, selaras dengan misi humanising financial services, khususnya berada di tengah komunitas, Maybank Indonesia tumbuh dan berkembang bersama komunitas pehobi lari sejak 2012. “Kami mencermati beberapa peserta yang dulu memulai dari 10K kini sudah naik tingkat ke half marathon hingga full marathon.  Bahkan ada peserta dengan latar belakang non atlet mampu bersaing di ajang Maybank Bali Marathon,” jelasnya.

Tercatat, model Indonesia, Kelly Tandiono berhasil menjadi juara kedua dalam nomor 10K kategori Indonesia di Maybank Bali Marathon 2015.  Dari segi prestasi, atlet nasional Triyaningsih juga mampu mencatatkan namanya di antara peserta asing termasuk pelari Kenya dengan menjadi runner up 10K kategori open (internasional) di Maybank Bali Marathon 2015.

Sebagai bagian dari penyelenggaraan Maybank Bali Marathon, seperti tahun-tahun sebelumnya, Maybank Indonesia kembali akan melanjutkan program corporate social responsibility (CSR) di Bali, khususnya di kawasan yang dilalui dalam jalur lomba marathon.  Ribuan masyarakat Bali dan murid-murid dari 27 sekolah di Gianyar kembali akan berpartisipasi menyambut hangat para peserta dan menyemarakkan event lari internasional ini.(*)
by Facebook Comment

Legian Beach Festival 2016 Disuguhi Tarian Spesial


 
 

BALI - Tahun ini, semarak Legian Beach Festival (LBF) 2016 akan berlangsung pada 26-29 Agustus 2016 di sepanjang Pantai Legian, Bali, mulai dari The Stones Hotel menuju Padma Resort. Namun, ada yang spesial dari perhelatan ini dari sisi hiburan. ”Di tahun yang sudah ke-8 ini, Legian Beach Festival akan menampilkan tarian spesial yaitu Tari Joged Bumbung dengan nilai-nilai yang sebenarnya, karena tarian tersebut selama ini diklaim erotis namun penuh dengan seni dan sangat disukai wisatawan,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Bali, AA Gede Yuniartha Putra.

Selain itu, lanjut Agung, juga akan dimeriahkan band cadas /Rif dan The Groove yang popular di blantika music nasional. Pria yang biasa disapa Agung itu mengatakan, lewat acara LBF 2016 dan pantai Legian yang terkenal sebagai salah satu pantai favorit, baik budaya maupun tradisi Bali diperkenalkan kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

LBF 2016 akan diisi dengan kegiatan seni dan tradisi yang menghiasi acara, seperti tari-tarian, fetsival kuliner Indonesia, suvenir, fashion parade, mini pageant, surfing dan olahraga air lainnya. Baik artis lokal dan nasional berpartisipasi dalam acara ini. ”Legian Beach Festival 2016 akan menggelar aktivitas menarik khusus untuk anak-anak seperti melukis dan menggambar serta kompetisi menari. Bagi penggemar surfing, dihadirkan sesi khusus bersama pelatih profesional dari lintas negara. Anda pun dapat menikmati kompetisi fun bike yang juga diadakan pihak penyelenggara,” ujar Agung.

Agung sependapat dengan Menpar Arief Yahya, bahwa sebuah event itu harus dipromosikan dengan Pre, On dan Post Event. Khusus pre event itu sendiri ada beberapa tahap. Pertama, memberi informasi kepada publik akan event tersebut, melalui own media atau media yang bekerjasama dengan panpel. Kedua, mengajak orang orang untuk hadir secara persuasif. Ketiga, “memaksa” orang dengan hard sales, seperti diskon khusus bagi yang regirtrasi lebih cepat, dll.

On event adalah melaporkan peristiwa, memberikan bukti kepada public bahwa apa yang sudah dipromosikan itu benar-benar dijalankan dengan baik. Sedangkan post event adalah untuk “melanggengkan” suasana kesuksesan event, agar tetap dikenang dan menjadi inspirasi buat semua orang. “Kami belajar dari Pak Menpar Arief Yahya dalam mengemas sebuah event menjadi booming, lalu jadi trending topic dan lantas menjadi inspirasi bagi siapa saja,” ungkap Agung.

Kadispar Bali ini juga mengatakan, tujuan Legian Beach Festival adalah untuk mempromosikan pariwisata wilayah utara Kuta, serta mengundang pengunjung untuk menemukan dan mengenal lebih banyak budaya Indonesia dari pertunjukan-pertunjukan yang disuguhkan.

”Legian selama ini dikenal sebagai salah satu area tujuan wisata teramai di Bali yang dipenuhi toko, bar, hotel dan kelab dimana kehidupan malam di Bali seakan tidak berhenti berdenyut. Hotel-hotel di sini begitu spesial karena mayoritas terletak di sisi pantai sehingga akses wisatawan dengan pantai sangatlah mudah. Pantai-pantai di Legian memiliki pasir putih, namun relatif lebih sepi jika dibandingkan pantai-pantai di Kuta.Kita harus jaga terus promosi Bali ke mata dunia,” ujarnya.(*)
by Facebook Comment

Perlu Masukan Tentang Infrastruktur Berbudaya, Presiden Berdialog Dengan Budayawan


 

Presiden inginkan identitas dan jatidiri bangsa Indonesia lebih terlihat

Pembangunan infrastruktur memang merupakan program utama pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla selama lima tahun masa pemerintahannya. Namun demikian, Presiden Joko Widodo tidak melupakan begitu saja pembangunan sumber daya manusia yang juga dirasa penting dalam pembangunan nasional. Oleh karenanya, pada Selasa 23 Agustus 2016 sore, Presiden berdialog dengan sejumlah seniman dan budayawan di Galeri Nasional Indonesia Jakarta untuk mendapatkan saran dari berbagai sisi.

Mengawali pengantarnya, Presiden mengungkapkan anggapan yang selama ini ditujukan pada dirinya mengenai program pembangunan yang diusungnya. Banyak pihak menganggap bahwa pemerintah sekarang ini hanya berfokus pada percepatan pembangunan fisik semata.

"Sehingga pada sore hari ini, saya ingin mendapatkan masukan-masukan, mendapatkan input-input, agar pembangunan infrastruktur yang lunak, infrastruktur yang tidak keras itu juga bisa kita mulai," imbuh Presiden.

Adapun infrastruktur lunak yang dimaksud oleh Presiden tersebut terkait dengan kebudayaan dan segala dimensinya yang merepresentasikan identitas bangsa. Di hadapan sejumlah budayawan, Presiden menginginkan agar identitas dan jatidiri bangsa Indonesia jauh lebih terlihat. Presiden juga mengungkap bahwa dirinya merasakan sendiri dan memahami keterbatasan sarana pendukung budaya yang ada.

"Saya tahu bahwa infrastruktur budaya yang ada di daerah yang saya lihat memang pada kondisi yang tidak memungkinkan untuk kita bisa berekspresi dengan baik. Taman-taman budaya yang saya lihat sudah ada di beberapa kota/kabupaten tidak memberikan sebuah kontribusi yang kelihatan bagi pembangunan budaya kita," ungkapnya.

Usai memberikan pengantarnya, dialog antara Presiden dengan sejumlah budayawan pun dimulai. Saat dialog yang bertajuk "Ngeteh Bareng Presiden" tersebut berlangsung, Presiden Joko Widodo didampingi Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Staf Khusus Presiden Sukardi Rinakit. Tampak pula hadir ‎Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhajir Effendy dan Kepala Badan Ekonomi Kreatif Triawan Munaf.
Adapun sejumlah seniman dan budayawan yang turut berpartisipasi dalam dialog tersebut antara lain Arswendo Atmowiloto, Frans Magnis Suseno, Jean Couteau, Garin Nugroho, Radhar Panca Dahana, Sutanto Mendut, Ahmad Tohari, Acep Zamzam Noor, Nasirun, Edy Utama, Al-Azhar, Sys Ns, Djadoeg Ferianto, dan Butet Kertaradjasa.‎

Usai bertemu dengan para budayawan, Presiden mengatakan kepada wartawan bahwa kita sering berbicara masalah ekonomi dan  politik.

"Kita lupa bahwa ada sisi budaya yang juga harus kita perhatikan sehingga ada kebijakan makro kebudayaan Indonesia. Ini yang akan kita rumuskan bersama-sama," ucap Presiden.

Presiden mengakui dalam pertemuan itu banyak menerima masukan dari para budayawan itu, misalnya menumbuhkan kembali kesusastraan. 

"Menguatkan kembali diplomasi budaya kita, membangun pusat kebudayaan. Tapi tidak di wilayah urban tetapi juga di desa sehingga muncul pusat kebudayaan, tak hanya di kota tetapi juga di daerah. Saya kira banyak sekali nanti kebijakan makro kebudayaan kita dalam rangka proses pembudayaan manusia," ucap Presiden.

Ketika ditanyakan wartawan tentang banyak terdengar tawa dalam pertemuan tersebut. Presiden mengamini dalam pertemuan tersebut diselingi banyak canda dan tawa.

"Tadi ada yang banyak ketawa karena ada salah satu budayawan yang mengatakan saya katanya presiden yang perilakunya paling _ndeso_ dan wajahnya _ndeso_," ujar Presiden.

Jakarta, 23 Agustus 2016
Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Bey Machmudin‎
by Facebook Comment

Selasa, 23 Agustus 2016

Manado Sulut Catat Dua Langkah Kemajuan Pariwisata Lagi #EnjoyManado


 

MANADO – CEO Commitment memang nomor satu dalam pengembangan Pariwisata di sebuah daerah. Contohnya sudah banyak. Pimpinan daerah yang concern dan serius mengembangkan Pariwisata, dengan cepat, pariwisatanya maju. Begitu pun sebaliknya, kalau tidak punya komitment, sehebat apapun potensi wisatanya, tidak akan tereksplorasi dengan baik. Manado Sulawesi Utara adalah contoh konkret CEO Commitent men-drive kemajuan Pariwisata daerahnya.

Ada dua hal baru yang bakal hadir  1 September nanti. Pertama, direct flight Manado ke 6 kota di China itu akan berlanjut ke regular flight, terjadwal harian. Bukan lagi chartered flight. “Ini adalah kemajuan di bidang akses yang sangat berarti bagi pariwisata di Manado dan Sulut untuk pasar Tiongkok,” jelas Happy Korah, Kadispar Sulawesi Utara, di Manado.

Kedua, 1 September 2015 juga akan ada rute Manado-Davao-Filipina pp yang siap menyusul. Diharapkan dengan adanya penerbangan langsung ini, jumlah turis yang datang ke Indonesia akan lebih meningkat. “Mulai 1 September ada penerbangan langsung Manado-Davao dengan Wings Air. Namun Lion Air Group belum menyurat terkait slot time (jadwal kedatangan dan keberangkatan, red),” papar Halendra Waworuntu, General Manager Angkasa Pura I Bandar Udara Sam Ratulangi, Senin (22/8).

Pembukaan rute Manado-Davao City pp diyakini bisa mendongkrak jumlah

kunjungan wisatawan. Maklum, Manado dekat dengan Filipina tidak terlalu jauh. Tidak sampai 1.000 km atau sekitar 90 menit terbang dengan Boeing 737-800, Davao-Manado sudah bisa dijelajahi. Bila dikolaborasikan dengan wisata di Manado dan destinasi Pariwisata lain yang sudah berkelas dunia, hasilnya dinilai bisa dahsyat.

“Atraksinya sudah kelas dunia. Wisata baharinya kuat, baik 'underwater' maupun bentang pantai. Jadi pembukaan rute Manado-Davao ini sudah pas. Aksesnya dekat ke Pulau Cebu, Davao, Filipina. Turis di sana bisa ditarik juga ke Manado,” timpal Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey.

Dan tak hanya Lion Group yang melirik rute Manado-Davao. Maskapai penerbangan Brunei, Korea Selatan dan Jepang juga sudah mulai menjajaki penerbangan antarnegara ASEAN itu. “Memang sudah mulai banyak yang tertarik membuka rute penerbangan menuju Manado. Mudah-mudahan sampai Desember 2016 bisa bertambah 12 rute penerbangan per hari,” tandas Olly.

Menteri Pariwisata Arief Yahya memuji langkah cepat Gubernur Olly Dondokambey untuk bernegosiasi pembukaan rute penerbangan Manado-Davao. Kelak dikembangkan lagi ke Cebu Island. Mengapa? “Turis Korea yang ke Cebu Island Filipina itu lebih 1 juta orang setahun. Sangat signifikan. Dua pesawat yang mengangkut ke sana, yakni Jeju Air dan Jin Air yang sudah bertemu dengan kami. Mereka juga minta mitra airline Indonesia, untuk terbang lanjutan ke Indonesia, dan Lion Group sangat cepat menangkap peluang ini,” jelas Arief Yahya.

Tahun lalu, secara kumulatif, kunjungan wisman ke Sulut tercatat 19.465 orang yang melalui bandara Samratulangi. Setelah ada driect flight dari delapan kota Tiongkok, Olly memprediksi kunjungan wisman Tiongkok bisa mencapai 30.000 orang hingga akhir tahun nanti. Ditambah dengan akses Davao-Manado, Olly yakin kunjungan wisman ke Sulawesi Utara bisa menembus angka 2.500 orang per hari.

“Perputaran uangnya besar kalau pariwisata. Saya targetkan untuk wisatawan asing yang datang membuang uang di Sulut minimal Rp15 juta per orang. Jadi kalau target kami tembus sampai 1 juta kunjungan, bisa dibayangkan dampaknya,” tutur Gubernur Olly pekan lalu.

Yang masih menjadi PR saat ini menurut Olly adalah infrastruktur penunjang pariwisata. Pelabuhan wisata masih belum memenuhi standar. Akses menuju ke beberapa tempat wisata juga masih belum maksimal. Persoalan sampah juga belum tuntas diselesaikan  Data Badan Koordinasi Penanaman Modal Daerah (BKPMD) Sulut

menunjukkan, capaian realisasi investasi sektor pariwisata sendiri senilai Rp193,04 miliar. Jumahnya masih jauh di bawah sektor industry dengan porsi 32,41%, realisasi investasi mencapai Rp983,76 miliar dan energi dan sumber daya mineral mencapai Rp251,32 miliar. “Itu bukan kendala, tapi tantangan untuk memajukan pariwisata. Pelan-pelan sudah mulai dibenahi. Kami sudah menerima calon investor, baik perhotelan maupun yang lain. Kami mendorongnya untuk masuk,” ujarnya. (*)
by Facebook Comment

Presiden Jokowi: Kembangkan Taman Bunga di Danau Toba


 
 

DANAU TOBA - Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo Senin, 22 Agustus 2016 lalu meninjau kawasan wisata Desa Parulohan, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara. Satu dari tujuh kabupaten yang tengah dicari moziak untuk membingkai Kawasan Danau Toba sebagai integrated tourism destination. Di lokasi ini dinilai cocok untuk membangun Keukenhof-nya Indonesia, taman bunga berkelas dunia.

"Di sini bisa dikembangkan lebih besar lagi. Kawasan di sini bisa dipakai untuk taman bunga, tentu saja diberi tambahan lain seperti resort atau hotel untuk meeting sehingga bisa memberikan dampak ekonomi pada lingkungan," terang Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, apabila telah diputuskan, nantinya kawasan ini akan diperbaiki, dikembangkan, dan dihijaukan kembali. Presiden sendiri menilai apa yang ditawarkan oleh kawasan ini sudah sangat lengkap. "Jadi yang kita tawarkan adalah pemandangan alam yang kalau melihat ke sana danau terlihat sekali, ada air terjunnya, di bawah itu ada peninggalan warisan situs sejarah Sisingamangaraja. Cantik sekali, kalau menurut saya komplit," tambah Presiden Jokowi.

Kepada para jurnalis, Presiden menerangkan bahwa kunjungannya ini untuk melihat alternatif lokasi yang nantinya akan ditetapkan sebagai wilayah pengembangan kawasan Danau Toba. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, lokasi yang ditinjau Presiden kali ini diketahui memiliki luas 400 hektar.

Selain di lokasi ini, alternatif pengembangan Kawasan Danau Toba lainnya berada di Kabupaten Simalungun. "Tapi belum diputuskan, bisa dua-duanya dikembangkan," ucap Presiden. Turut hadir dalam peninjauan tersebut di antaranya Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi.

Usai meninjau kawasan tersebut, Presiden dan Ibu Iriana langsung menuju Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara untuk kemudian lepas landas menggunakan pesawat CN-295 TNI AU menuju Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang.

Menurut Menpar Arief Yahya, jika 400 hektare dibangun dengan global standar, maka itu sudah dua kali lebih besar dari Keukenhof, taman tulip yang terbesar di dunia di Holland Selatan, persisnya Kota Hillegom dan Lisse, barat daya Amsterdam.

Taman Keukenhof sendiri punya koleksi tujuh juta kuntum bunga yang terus ditanam, dengan berbagai ragam tulip. Bunga khas nya Belanda.

“Potensi di Danau Toba ini jauh lebih besar. Kita berada di daerah sekitar 1.000 meter dari permukaan laut, luasanya 400 hektare, dua kalinya Keukenhof yang 200 an hectare, dan ragam tanamannya yang bisa hidup di Indonesia jauh lebih banyak. Dengan landscape yang bagus, tentu ini akan menjadi andalan destinasi di Danau Toba. Jadi ke danau ini tidak sekedar melihat danau saja, tetapi ada banyak atraksi yang menarik,” kata Arief Yahya.

Rumus Arief Yahya ada 3A untuk strategi pengembangan destinasi. Atraksi, Akses dan Amenitas. Maka dia membenarkan statemen Presiden RI Joko Widodo, bahwa pengembangan kawasan itu juga harus sekalian dipikirkan hotel, resort, convention, restorant (Amenitas), selain akses menuju ke kawasan itu semakin simple dan cepat. “Kalau soal atraksi, kita sudah punya modal alam dan budaya. Man made-nya adalah membangun kawasan taman bunga,” tutur Menpar Arief Yahya.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!