"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Rabu, 22 Maret 2017

Eh.. Ada Wonderful Indonesia dan Raja Ampat di LIMA Langkawi Malaysia

JAKARTA – Pameran akbar kelautan dan kedirgantaraan, Langkawi International Maritime And Aerospace Exhibition (LIMA) 2017 sedang berlangsung di salah satu destinasi wisata Malaysia itu, 21-25 Maret 2017. Jangan heran, jangan kegat, jika booth Indonesia eksis di sana. Bukan hanya itu, logo Wonderful Indonesia pun ikut nangkring di booth tersebut. Apa kaitannya?

“Terima kasih, PT Dirgantara Indonesia (PT DI), wakil BUMN yang berkiprah di industry kedirgantaraan, yang turun memamerkan produk-produk pesawat terbangnya. Inilah implementasi dari Indonesia Incorporated, ke luar kita kompak, mempromosikan country branding kita sebagai kebanggaan bersama bangsa Indonesia,” ucap Menpar Arief Yahya di Jakarta.

Pameran ini digelar setiap dua tahun sekali. Hadirnya Wonderful Indonesia itu cukup menonjol dan bisa dapat dua. Mempromosikan produk PT DI, sekaligus mempromosikan core economy bangsa ini, pariwisata Indonesia. Toh juga ada olahraga kedirgantaraan yang tergabung dalam FASI – Federasi Aero Sport Indonesia seperti paralayang, terbang layang, aeromodeling, terjun payung, layang gantung, parasut swayasa dan lainnya. “Mereka itu lebih ke sport tourism,” kata Arief Yahya.

Menteri Arief memuji apa yang dilakukan PT Dirgantara Indonesia itu yang menggunakan brand Wonderful Indonesia di pameran-pamerannya. Kepala Divisi Pengembangan Bisnis dan Pemasaran PT Dirgantara Indonesia Ade Yuyu Wahyuna mengatakan turut diusungnya tema Wonderful Indonesia adalah wujud sinergi yang sudah terjalin antara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dan PT DI. Sinergi yang sudah terjalin dua tahun ini dikenal dengan istilah “Indonesia Incorporated.”

Dengan kerja sama ini, tema Wonderful Indonesia akan lebih banyak dikenal oleh kalangan penerbangan seluruh dunia. Dan hal itu akan berdampak positif bagi pariwisata Indonesia. "Sudah menjadi komitmen kami untuk turut promosikan pariwisata Indonesia, melalui sinergi Indonesia Incorporated ini, " ujar Ade, Rabu (22/3).

Ade melanjutkan, upaya PT DI mempromosikan pariwisata Indonesia dalam pameran ini tampak pada tulisan dan logo Wonderful Indonesia yang dipajang di booth PT DI. Selain itu, gambar destinasi wisata unggulan seperti Raja Ampat pun turut mewarnai booth PT DI.

Ade juga mengatakan, kerja sama ini bisa terjalin baik karena memang saling kedua instansi memiliki korelasi. PT DI memiliki produk pesawat N219 Amphibious Version yang bisa membuka akses ke pulau-pulau Indonesia yang akses infrastruktur nya masih minim. "Pesawat ini bisa menjangkau pulau-pulau terpencil dan terluar di Indonesia yang minim infrastruktur namun memiliki potensi wisata," ujar Ade.

Ini bukan kali pertama PT DI dan Kemenpar bersinergi dalam pameran kedirgantaraan. Pada Februari 2016, kedua instansi sudah bekerja sama dalam Singapore Airshow 2016 di Changi Exhibition Expo, Singapura. Kala itu, pihaknya juga mengundang Sesmenpar Ukus Kuswara untuk hadir membuktikan sinergi dengan logo-logo Wonderful Indonesia, dan destinasi wisata Indonesia.

Hal yang sama juga dilakukan di acara LIMA 2017, gambar destinasi Raja Ampat dengan logo Wonderful Indonesia juga turut mewarnai booth PT DI pada Singapore Airshow 2016. “Respons-nya bagus, gambar-gambar itu juga membuat booth menjadi lebih menarik,” katanya.*)
by Facebook Comment

Menpar Arief Yahya Bakal Serahkan Hadiah Sayembara Desain Toilet Bersih

JAKARTA - Toilet selalu dikeluhkan di sebagian besar destinasi wisata di tanah air. Menpar Arief Yahya selalu "diteror" oleh keluhan masyarakat tentang toilet yang jauh dari sebutan layak. "Komplainnya selalu, toiletnya bau, jorok, dan Mushala nya apek! Ini yang membuat kami ingin semua destinasi punya toilet yang standar bintang 4-5, seperti di hotel," kata Menpar Arief Yahya, di Jakarta.

Agar toilet bersih dan sanitasi sehat segera direalisasi, maka Kemenpar menggandeng Kementerian Perhubungan dan Kementerian LHK untuk membuat sayembara desain. Sasarannya, semua toilet di ruang publik, harus standar bagus, baik fisik maupun manajemen pengelolaannya. Maka pihaknya menggandeng Asosiasi Toilet Indonesia (ATI), untuk menggelar kompetisinya.

Kamis Malam, 23 Mare 2017 nanti, Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (MenLHK) Siti Nurbaya Bakar, dan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bakal memberikan hadiah kepada para pemenang Sayembara Desain Toilet Umum di Destinasi Pariwisata di Swiss Bell Hotel Jakarta, Kamis malam (23/3).

Penyelenggaraan sayembara tersebut dimaksudkan untuk memberi tantangan baru bagi para desainer dalam membuat desain toilet yang efisien, nyaman, higienis, dan ramah lingkungan serta sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya toilet umum bagi kehidupan dan kesehatan yang lebih baik,  serta mendukung terciptanya iklim pariwisata yang kondusif.

Menpar Arief cukup senang, sayembara ini mendapat sambutan antusias masyarakat. Sebanyak 231 desain kreatif masuk ke tim juri, kemudian diseleksi menjadi 60 desain dan selanjutnya ditetapkan masing-masing satu pemenang untuk 6 kategori Yakni:  "Toilet Umum Destinasi Wisata Kawasan Pegunungan; Toilet Umum Destinasi Wisata Kawasan Pantai;  Toilet Apung pada Homestay/Penginapan; Toilet Umum di Kawasan Konservasi Alam; Toilet Umum di Pasar Rakyat/Tradisional, dan Toilet Umum UPT Bandara," katanya.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaraan Sayembara Desain Toilet Umum Sayembara di Destinasi Pariwisata yang diinisiasi oleh Asosiasi Toilet Indonesia (ATI) yang didukung Kemenpar, KemenLHK, dan Kemenhub dalam upaya meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia yang mentargetkan berada di ranking 30 dunia serta mendatangkan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 275 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) di Tanah Air pada 2019 mendatang.

 “Daya saing pariwisata Indonesia saat ini berada di ranking 50, dari semula ranking 70. Salah satu kelemahan yang harus terus diperbaiki adalah masalah kesehatan dan higienitas. Menurut data World Economic Forum (WEF, 2015) untuk unsur kesehatan dan higienitas kita masih berada di posisi 109, ini menjadi perhatian kita bersama,” kata Menpar Arief Yahya.

Menpar Arief Yahya mengatakan, meningkatnya kunjungan wisatawan selain memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan juga memberikan ancaman serius bagi kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, melalui sayembara seperti ini diharapkan akan mendorong keterlibatan para pemangku pekentingan di lingkungan pariwisata dan masyarakat luas untuk menyediakan toilet umum yang bersih, higienis, ramah lingkungan, ramah bagi semua. “Dengan demikian pariwisata Indonesia akan menjadi pariwisata bagi semua (tourism for all), daya saing kepariwisataan Indonesia meningkat, dan tujuan pembangunan berkelanjutan tercapai,” kata Arief Yahya.

Menurut laporan  panitia penyelenggara,  peluncuran sayembara dilakukan pada 5 Desember 2016, sementara  untuk pendaftaran berlangsung pada  1 Januari  hinggga  28  Februari 2017 (batas akhir penerimaan karya)  sedangkan batas akhir kirim materi para finalis  berlangsung pada  8 Maret 2017, kemudian   dilanjutkan dengan proses penjurian oleh tim juri pada 14-15 Maret 2017.

Tim juri terdiri; Oneng Setya Harini (Kemenpar), Noer Adi Wardojo (KemenLHK), Yudhi Sari Sitompul (Kemenhub), Nani Sumaryati (ATI), Prasetyoadi  (Green Building Council Indonesia), dan Agus Sujatno (YLKI) akhirnya menetapkan masing-masing satu orang pemenang untuk 6 kategori. Para pemenang mendapat hadiah uang sebesar Rp 50 juta untuk masing-masing ketegori, yang penyerahannya dilaksanaan pada acara welcome dinner  menjamu pada peserta  South East Asia Toilet Conference yang berlangsung hari ini (23/3).

Pada saat yang sama, Asosiasi Toilet Indonesia (ATI) bersama organizer EXPO CLEAN 2017 serta didukung Kemenpar, KemenLHK, dan Kemenhub menggelar South East Asia Toilet (SEAT) Conference serta pameran EXPO CLEAN & EXPO LAUNDRY 2017 di JI Expo Kemayoran Jakarta  pada 23-25 Maret 2017.

SEAT Conference menghadirkan sejumlah nara sumber yang akan menyampaikan kiat dan kisah sukses dalam mengelola sanitasi dan toilet umum di negara mereka antara lain; Jack Sim (pendiri World Toilet Organization bermarkas di Singapura);  Wantanee Wattana,  Deputy Permanent Secretary for the Bangkok Metropolitan Administration membagi kisahnya untuk mewujudkan toilet bersih di Kota Bangkok; serta Dato James Chan Khay Syn,  Walikota Kuching South akan berbagi pengalaman tentang Kota Kuching  dalam mendapatkan  penghargaan Tourist City Award dari World Cities Scientific Development Forum serta WHO Recognition for Healthy Cities Best Practice under the Public Sanitary Convenience.

Sementara itu pameran EXPO CLEAN & EXPO LAUNDRY 2017 merupakan pameran dagang (EXPO CLEAN)  yang menampilkan berbagai produk dan teknologi kebersihan, mulai dari kebersihan komersil, kebersihan industri, kebersihan publik, hingga kebersihan rumah dan pribadi,  sedangkan EXPO LAUNDRY pameran dagang untuk berbagai produk dan mesin laundry. “EXPO CLEAN & EXPO LAUNDRY selalu menampilkan produk dan jasa industri kebersihan dan laundry yang efisien dan terbaru. Kami mengundang para pelaku industri dan pemerintah daerah untuk mengunjungi EXPO CLEAN & EXPO LAUNDRY 2017 sebagai bagian dari usaha menciptakan lingkungan dan sanitasi Indonesia yang bersih dan layak,” kata Teddy Halim, Direktur PT Media Artha Sentosa.

Pameran EXPO CLEAN & EXPO LAUNDRY 2017 yang diikuti sekitar  250 pengusaha industri cleaning dan laundry dari dalam dan luar negeri ini mentargetkan  10.000 pengunjung dari kalangan pebisnis dan masyarakat umum.  (*)
by Facebook Comment

Senin, 20 Maret 2017

Tokoh Sumut Launching Calendar of Event Danau Toba 2017 Bareng Menpar Arief Yahya

JAKARTA — Bagi yang kangen musik tradisional Batak? Kangen dengan suasana kampung halaman di Sumatera Utara? Ada baiknya menyimak acara di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta, kantor Kementerian Pariwisata (Kemenpar), Senin malam, 20 Maret 2017. Juga buat diaspora dan wakil 7 Kabupaten yang di sekitar destinasi wisata Danau Toba. Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya bersama Wakil Gubernur Sumut  Nurhajizah Marpaung me-Launching Calender of Event Pariwisata Danau Toba 2017.

Catat waktunya, pukul 19.00 WIB! Atau cek di medsos, pasti banyak yang upload dan live report. Ada banyak kegiatan selama Mei-Oktober 2017, yang jadi unggulan berupa festival, pesta budaya, karnaval, pertunjukan musik jazz, serta sport tourism bakal dikemas, sebagai informasi ke publik. "Ayo kita ramaikan calender of event pariwisata Danau Toba," ajak Menpar Arief Yahya, di Jakarta.

Para travellers, silakan menyiapkan waktu untuk menentukan liburan ke Sumatera Utara (Sumut) mengunjungi dan  meng-explore destinasi seputar Danau Toba yang penuh eksotisme dan keunikan berupa keindahan alam (nature) , budaya (culture), serta daya tarik wisata buatan (manmade).

Peluncuran calender of event ini sebagai upaya mempromosikan destinasi pariwisata Danau Toba yang ditetapkan pemerintah sebagai satu di antara 10 destinasi prioritas.

Menpar Arief Yahya berharap jadwal dan tempat events itu sudah ditetapkan. "Kepastian jadwal dan tempat kegiatan ini penting jangan sampai berubah tanggal ataupun bulan karena akan menjadi timeline- nya para travellers. Kemenpar juga akan mudah untuk mempromosikan, begitu pula perusahaan biro perjalanan akan berani membuat menjadi paket wisata untuk dijual kepada wisatawan,” kata Menpar Arief Yahya.

Menurut Mantan Dirut PT Telkom ini, di era digital terjadi perubahaan mendasar bagi wisatawan, terutama wisatawan muda, dalam melakukan perjalanan. Mereka search and share dengan mengandalkan digital;  dimulai dari mencapai informasi (searching) destinasi yang akan dikunjungi; kemudian menetapkan pilihan atau melakukan booking; hingga membayar (payment) paket wisata dilakukan via oline.

“Ketika searching tidak mendapatkan jadwal yang pasti, jangan harap para travellers akan mau datang. Para travellers itu membuat planning untuk berwisata jauh hari sebelumnya. Masing-masing negara pun punya kebiasaan season yang berbeda-beda. Mereka akan searching, booking, sampai payment via online. Anda bisa bayangkan, kalau berubah tanggal, mereka akan sangat kerepotan," papar Arie Yahya.

Menpar menjelaskan lebih jauh tentang perkembangan pengelolaan destinasi Danau Toba dari hasil rapat terbatas (Ratas) yang dilakukan baru-baru antara lain; perlu dilakukan percepatan dalam penyiapan/penyelesaian legalitas lahan di Zona Otoritas dengan melibatkan KemenLHK; penguatan organisasi yakni menjadi Badan Layanan Umum (BLU) maupun peningkatan anggaran Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata Danau Toba (BOPKPDT).

"Agar ideal, Kemenpar dalam menjalankan tugasnya untuk mengejar target 1 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke destinasi DanauToba  dengan perolehan devisa USD 500 juta pada 2019, dengan asumsi 1 juta wisman kali USD 500 spending per kedatangan,” kata Menpar Arief Yahya seraya mengatakan, selain itu sebagai quick wins Kemenhub akan menyelesaikan proyek infrastruktur Bandara Silangit dan revitalisasi jalur kereta api Medan-Kualanamu- Siantar sekitar September 2017.

Percepatan pembangunan destinasi Danau Toba, kata Menteri Arief, mempunyai peran penting dalam mewujudkan target pariwisata nasional tahun 2019 mendatangkan 20 juta wisman dan 275 juta pergerakan wisnus di Tanah Air. Karena destinasi yang dipersiapkan sebagai geopark dunia ini mentargetkan mendatangkan 1 juta wisman dan 5 juta wisnus pada 2019.

Wakil Gubernur Sumut Nurhajizah Marpaung mengatakan, seluruh stakeholder pariwisata di Sumut siap mensukseskan Danau Toba sebagai destinasi kelas dunia yang akan mendatangkan jutaan wisman dan wisnus sehingga memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sekitar. “Kegiatan pariwisata Danau Toba ditargetkan pada 2019 akan memberikan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) sebesar Rp 16 triliun serta menciptakan sebanyak 300 ribu lapangan kerja baru. Ini akan meningkat kesejahteraan masyarakat Sumut,” kata Nurhajizah.

Lebih lanjut dia  mengatakan, Calender of  Event Pariwisata Danau Toba 2017 merupakan bagian upaya promosi dalam meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba yang memiliki kunggulan dalam daya tarik budaya (culture), alam  (nature) dan daya tarik buatan (manmade).

Sebanyak  15 kegiatan  unggulan berupa;  festival,  pesta budaya, karnaval, pertunjukan musik jazz, serta  sport  tourism  yang dikemas sebagai calender of event yakni; Coffee Festival Toba (20-21 Mei 2017); Soposurung Art Festival (16-17 Juni 2017); Toba Nauli Photo Contest & Exhibition (27-30 Juli 2017); Pesta Bunga dan Buah (Kabupaten Karo, 6-9 Juli 2017); Festival Gondang Sabangunan (Kabupaten Humbanghas, 24 Juli 2017); International Toba Kayak Marathon (Kabupaten Tobasa, 28-30 Juli 2017); Paralayang (Kabupaten Tapanuli Utara); Toba Granfondo 2017; Karnaval Pesona Danau Toba (Kabupaten Tobasa); Festival Danau Toba (Prov Sumut, 9-12 September 2017); Pesta Budaya Nyuah-Nyuah (Kabupaten Dairi, 26-30 September 2017); Pesta Rondang Bittang (Kabupaten Simalungun, 28-30 September 2017); EXCOTISM T.O.B.A. BLUE (7-9 Oktober 2017); Samosir Jazz Seasons (Kabupaten Samosir, 28 Oktober 2017); dan Toba Trail Ultra (28 Oktober 2017). (*)                      
by Facebook Comment

Kamis, 16 Maret 2017

Menanti Pesona Jempol Bloggers - Vloggers - Selebgram di Wonderful Noon 2017

 

JAKARTA - Ada yang menggelitik dari acara Wonderful Noon - Click! The Heritage Line of Indonesia di TugubKunstring Paleis, Jakarta, 15 Maret 2017 lalu. Saat Kemenpar ngobrol bareng dengan anak-anak muda aktivis blogger, vlogger, dan selebgram yang mengantungi puluhan hingga ratusan ribu followers dan subscribers itu. 
"Kalau dulu ada pepatah, Mulutmu Harimaumu?   Sekarang up loadmu harimaumu? Di ruang ini, berlaku istilah: Jarimu Pesonamu!" sambut Ukus Kuswara, Sekretaris Kementerian Pariwisata RI, yang langsung disambut tepuk tangan oleh sekitar 50 orang yang ada di restoran di Jalan Teuku Umar 1, Gondangdia, Menteng, Jakpus itu. 
Kata-kata Ukus Kuswara itu rupanya bukan sekedar berkelakar dan bernada humor. Ada sedikit "rayuan" kepada para pegiat media sosial itu agar menyisihkan secuil perhatian buat mempromosikan Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia dalam timeline media sosialnya. "Plis, bantu promosikan pariwisata Indonesia melalui blog, vlog, Youtube, Instagram, Facebook, Twitter, Pinterest dan semua platform medsos kalian," harap Ukus. 
Dia menggambarkan, pariwisata adalah cara yang paling mudah, murah, dan cepat untuk meningkatkan devisa, PDB dan menyerap tenaga kerja terbesar buat bangsa. Pariwisata juga sudah ditetapkan Presiden Joko Widodo sebagai core economy Indonesia. Jika banyak wisman dan wisnus karena foto, video, infografis dan catatan dari pegiat media sosial ini, maka sama dengan sudah berkontribusi buat membangun masa depan bangsa! 
"Jadi, mari beramal, dengan cara kalian! Memposting content yang menggugah orang untuk berwisata ke Indonesia. Sesuai passion Anda," kata Ukus yang lagi-lagi membuat beberapa blogger, vlogger dan selebgram itu terharu. 
Ucita Pohan pun, salah satu peserta yang akrab dengan akun @uchiet di IG dengan followers lebih dari 53,5 ribu itu langsung menyahut. "Saya jadi terharu, ternyata di sini kita juga bisa beramal, untuk kesejahteraan masyarakat, amin!" spontan, kata Ucita yang juga broadcaster, MC, fashion beauty, kolumnis itu. 
Kegiatan ini diinisiasi oleh Biro Hukum dan Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata dengan tema 'Wonderful Noon - Click! The Heritage Line of Indonesia'. Sengaja dipilih di restoran Tugu Kunstring Paleis, karena tempatnya keren, kaya akan objek foto dan video, penuh dengan koleksi barang antik, dan di pusat kota Jakarta. 
Hadir juga Stafsus Menpar Bidang Komunikasi, Don Kardono, yang memberikan ilustrasi "gambar besar" arah dan strategi media Kemenpar ke depan. Satu dari top three prioritas Kemenpar adalah Go Digital, selain homestay desa wisata dan air connectivity atau akses penerbangan udara. "Kalian hidup dan muda di alam yang tepat, era digital lifestyle. Bangun tidur yang dicari pertama, handphone! Yang dipencet pertama button WA, IG, FB, Twitter, Line, dan sebangsanya! Ngaku nggak?" tanya Don. 
Anak-anak muda itu pun, tersenyum, saling lihat kiri-kanan, dan ujungnya mengangguk. Simbol konfirmasi. Mereka menyadari, tak bisa hidup berlama-lama tanpa smartphone di dekat nya. Dompet boleh lupa, tapi kalau HP dan powerbank yanh tertinggal, bisa uring-uringan sepanjang hari. "Itulah digital lifestye. Kita baru sadar, bahwa kita ini hidup di dua alam. Dunia nyata dan dunia maya. Dua duanya harus eksis," sebut Don Kardono. 
Dia juga mengajak para blogger, vlogger, selebgram untuk memposting dan meng-create tema-tema pariwisata. "Destinasi alam dan budaya kita gak kalah kok dengan di mana saja, di seluruh dunia! Festival dan event-event kita juga gak kalah heboh! Saya sangat yakin, objek gambar, video, dan kalimat kalimat bernuansa wisata, tidak akan menurunkan jumlah followers Anda, malah sebaliknya, akan menambah fans baru, karena ke depan pariwisata akan semakin banyak pengikut," jelas Don.  
Satu lagi, passion dan hobi anak-anak muda itu juga segaris dengan Menpar Arief Yahya yang 30 tahun hidupnya di teknologi digital. Karena itu media, dalam konsep Menpar Arief, ada 4, Paid Media, Own Media, Social Media, dan Endorser. Karena itu jangan heran, jika Go Digital Kemenpar itu dijalani dengan serius di semua lini. 
Acara ini diharapkan menjadi connection para blogger, vlogger, dan selebgram berkolaborasi bersama Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan pariwisata Indonesia secara Digital. Terutama melalui sosial media demi terwujudnya target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara dan 275 juta wisatawan nusantara di tahun 2019.
Staf Khusus Menteri Bidang Komunikasi ini juga mengulang statemen Menpar Arief Yahya di berbagai kesempatan. Pemerintah sudah menetapkan target kunjungan wisman sebesar 15 juta, dengan asumsi perolehan devisa sebesar US$ 14,9 miliar tahun 2017. Ini akan meningkat menjadi 20 juta wisman dan menghasilkan devisa sebesar Rp 280 triliun pada 2019 mendatang. Untuk mencapai target tersebut stategi pemasaran dan promosi pariwisata terus digencarkan. Salah satunya adalah pengelolaan dan pembangunan pariwisata melalui Go Digital. 
Kegiatan ini melibatkan para travel, fashion dan beauty blogger serta vlogger dan selebgram ternama dengan jumlah ribuan bahkan ratusan ribu follower seperti Indah Nada, Febrian, Ucita Pohan, Gemala Hanafiah, Trinity, Rachel Godard dan lainnya,  juga dihadiri oleh Staf Khusus Menteri Pariwisata Bidang Komunikasi Bapak Don Kardono, Kepala Biro Hukum dan Komunikasi Publik Bapak M. Iqbal Alamsjah, dan para tamu undangan General Manager Tugu Hotels Mr. Andy Guy, Dirut PT.Martina Berto Tbk., Bapak Bryan Tilaar, Corporate Marketing Manager Tauzia Group, Ibu Tri Niarti serta para pejabat eselon 3 dan 4 di lingkungan Biro Hukum dan Komunikasi Publik. 
Turut mendukung kegiatan ini yaitu Tauzia Group Hotels, Tugu Kunstkring Paleis, dan Martha Tilaar.  Kegiatan yang bertemakan 'Wonderful Noon - Click! The Heritage of Indonesia' menyajikan berbagai macam keseruan antara lain shoes painting, makeup challenge, doodle drawing yang bekerjasama dengan Tauzia Management dan untuk para pemenangnya mendapatkan voucher menginap dari Tauzia Management dan Voucher Spa dari Marta Tilaar. Di pojok belakang pun tersedia relax corner persembahan dari Martha Tilaar, disediakan bagi seluruh yang hadir jika ingin santai sejenak merasakan spa and massage dari Marta Tilaar. 
Di acara ini menampilkan beberapa atraksi yang gak kalah serunya seperti Sand Painting dari Ronal HK yang menggambarkan dengan ciamik 10 Destinasi Prioritas Kemenpar dalam lukisan pasirnya, performance by Renita & Band dengan alunan musik Jazz yang menghangatkan suasana, Food Parade dari Tugu Kunstring Paleis dengan tarian khas Ibu Kota Jakarta dan Hip Hop by Yello Hotels yang turut memeriahkan acara Wonderul Noon.
Wonderful Noon, diharapkan dapat mempererat hubungan baik dengan para "aktivis digital" ini dimana sebelumnya beberapa dari mereka banyak yang sudah aktif membantu Kemenpar sebagai "endorser" dalam memperkenalkan destinasi unggulan melalui kegiatan Famtrip. (komblik)
by Facebook Comment

Pasca Kunjungan Raja Salman, Kemenpar Pameran di Riyadh Travel Fair 2017

 

JAKARTA - Jejak-jejak bekas suasana kunjungan Raja Salman bin Abdul Aziz bin Saud belum juga hilang. Kemenpar sudah merancang   kegiatan lanjutan untuk menghangatkan momentum lawatan Raja Arab di Jakarta, Bogor, Bali dan sekitarnya. Salah satunya adalah Riyadh Travel Fair 2017 yang akan dilaksanakan 7 hingga 10 April 2017, mendatang.
Menteri Pariwisata Arief Yahya berpesan agar para pelaku bisnis pariwisata di tanah air segera membuat Paket King Salman Route. Meniti jejak dan napak tilas tempat-tempat istimewa yang pernah dikunjungi Raja Salman, para pangeran dan putri-putrinya, serta pejabat kementerian yang mendampingi raja. 
"Sebagai tokoh besar, orang paling berpengaruh di Arab, Raja Salman bisa mengendors rakyatnya di Bali untuk pemasaran wisata Indonesia," jelas Arief Yahya, Menpar. 
Menurut Arief Yahya, Raja Salman itu adalah endorser sejati, influencer terbaik buat wisman Arab. Dia ditokohkan di Timur Tengah, sehingga bisa berdampak positif. "Karena  itu saat inilah momentum yang pas, memanfaatkan Riyadh Travel Fair," kata Arief Yahya.
Konektivitas juga semakin terbuka. Saat kunjungan Raja Salman, Menteri Perhubungan Budi Karya telah menandatangani MOU antara Indonesia dengan Arab Saudi. Dalam MOU tersebut Indonesia mendapatkan penambahan slot penerbangan ke 3 kota di Indonesia baik ke Jeddah maupun Madinah.
”Saya yakin penambahan slot penerbangan ini akan bertambah terus seusai kedatangan Raja Arab Saudi, dengan begitu konektivitas akan membaik. Saatnya kita berpromosi dan membawa Wisman Timur Tengah ke tanah air,” ujarnya yang sedang menyiapkan pameran di Al Faisaliyah Tower Hotel, Riyadh - Arab Saudi.
Pameran akan menyentuh Wisman dengan pola B to C. Menurut Deputi Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana yang didampingi Asdep Pengembangan Pemasaran Mancanegara Wilayah Eropa Amerika, Afrika Timur Tengah Kemenpar, Nia Niscaya Kemenpar, pihaknya mempersiapkan luas lahan pameran sebesar 72 sqm.
”Kita akan membawa 5 seller yang terdiri dari 4 travel agent, 1 grup hotel dan 2 seller tambahan dari Arab Saudi,” ujar Pitana yang juga diamini Nia Niscaya.
Pitana menambahkan, jumlah pengunjung di perhelatan pameran tersebut juga sangat fantastis. Kata Nia, pada tahun 2016 sebanyak 25.724 orang datang ke Riyadh Travel Fair, angka ini meningkat meningkat 46% dari tahun 2015 yang didatangi oleh pengunjung sebanyak 17.573 pengunjung.
”Untuk jumlah peserta di tahun 2016 juga sangat banyak. Yakni 246 peserta dari 52 negara, meningkat 12% dari tahun 2015 yang diikuti sebanyak 219 peserta. Kita juga akan promosikan 10 destinasi Prioritas atau biasa kami sebut dengan 10 Bali Baru dan juga promosi terkait kemenangan kita di Wisata Halal Dunia,” ujar Nia.
Sedikit menengok data, Arab Saudi adalah negara yang menduduki ranking ke-13 pasar utama pariwisata Indonesia dan merupakan negara ranking ke-1 untuk kawasan Timur Tengah. Jumlah kunjungan turis asal Timur Tengah terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2015 saja, jumlahnya sudah mencapai 180 ribu. Tahun lalu jumlahnya meningkat 30% mencapai 240 ribu dan 80%-nya dari Arab Saudi. 
Nah, tahun 2017 ini pihaknya menargetkan kedatangan wisman Timur Tengah akan naik 50% menjadi 360 ribu. Rata-rata spending wisman Timur Tengah itu  US$ 2200 atau hampir 2x lipat dari rata-rata pengeluaran seluruh wisman.
Nia juga memaparkan, dari sisi konektivitas akan terus dicari slot penerbangan baru dari Timur Tengah. Dari sisi atraksi kita genjot destinasi halal baik di Lombok, Sumatera Barat, atau Aceh. Dari sisi amenitas kedatangan Raja juga akan Kemenpar manfaatkan untuk menarik investasi Arab Saudi untuk membangun hotel syariah di Tanah Air. ”Sedang promosinya, di Riyadh Travel Fair 2017 juga untuk menggenjot awareness Indonesia di mata wisman Timur Tengah,” ujar Nia.(*)
by Facebook Comment

Rabu, 15 Maret 2017

Ingin Mobil Seharga Rp 50 Ribu? Belanja di SmarGres Semarang 7 April - 7 Mei 2017

 

JAKARTA - Jika Anda ingin belanja murah berkualitas sekaligus liburan, sebaiknya luangkan waktu pada 9 April sampai 7 Mei 2017. Jika Anda ingin punya mobil gres, baru, platnya masih putih, dengan Rp 50 ribu rupiah? Silakan berwisata belanja ke Kota Semarang, periode 7 April sampai 7 Mei 2017. "Siapa tahu Anda yang dapat hadiah dari kupon belanja itu?" kata Menpar Arief Yahya saat peluncuran Semarang Great Sale 2017 berbarengan dengan Calender of Events Kota Semarang 2017. 
Cukup dengan dengan belanja minimal seharga Rp50 ribu, Anda akan mendapat satu kupon undian berhadiah motor dan mobil seharga ratusan juta rupiah. "Silakan brlanja sebanyak-banyaknya, agar memperoleh kupon yang banyak, dan punya kesempatan besar memenangi undian belanja. Tahun ini kami siapkan 5 juta kupon," tambah Wali Kota Semarang Handrar Prihadi, di Gedung Satpa Pesona Jakarta, Selasa (14/3) malam.
Bagi Anda yang ingin mengikuti kegiatan ini, tetapi tidak punya saudara dan binggung mau menginap di mana, panitia sudah menyiapkan 35 hotel berbintang untuk menginap. Biayanya dijamin murah. Saat event berlangsung, semua hotel ikut memberi potongan harga alias diskon
hingga 50%. “Ada 35 hotel yang sudah kami siapkan. Kapasitas kamarnya ada ratusan. Semua hotel berbintang. Kami tidak mau yang kelas melati," sambung Ketua Semargres 2017 Mei Kristanti, di lokasi yang sama.
Ditambahkan dia,  acara ini mendapatkan dukungan penuh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Republik Indonesia (RI), dan mendapat dukungan asosiasi pengusaha, usaha, instansi, pedagang, dan UMKM.
Asosiasi yang mendukung di antaranya adalah Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Jateng, Asosiasi Pengusaha Pandanaran Semarang (APPS), dan Airline Operating Committee (AOC). Selain itu ada Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), mall, pasar tradisional seperti Pasar Bulu, Mijen, Surtikanti, Pedurungan, Peterongan, Gunungpati, Jatingaleh, dan Mangkang. Bahkan enam sentra Pedagang Kaki Lima (PKL)  juga ikut memberikan dukungan di agenda akbar ini. "Semua akan berlomba-lomba mengikuti bulan diskon, dan akan
menjadi ajang untuk mempromosikan produk-produk mereka," tambah Handrar Prihadi.
Banyaknya potongan harga tadi ikut disimak Menpar Arief Yahya. Rayuannya, menurut dia sudah pas. “Culinary and shopping itu masuk
dalam di wisata budaya. Kuliner itu produk budaya, sudah dibuat dibuat lama, turun temurun, ratusan bahkan ribuan kali dimodifikasi berdasarkan selera customers," ujarnya.
Karenanya, menurut Menteri asal Banyuwangi itu yang didampingi Esthy R Astuty Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Nusantara Kemenpar itu menjelaskan, shopping sudah harus satu paket dengan kuliner dan harus ada di setiap destinasi. “Ini sudah pas, karena memang ada karakter wisman dan wisnus yang setiap berwisata itu mensyaratkan harus ada kuliner dan belanja,” ungkap Esthy. (*)
by Facebook Comment

Menpar Arief Luncurkan Gebyar Diskon, Night Carnival SmarGres 2017

 

JAKARTA - Semarang Great Sale 2017 (SmarGres) 2017 yang digelar selama
satu bulan penuh mulai 7 April hingga 7 Mei 2017, benar-benar memberikan penawaran yang sulit untuk diabaikan. Bahkan, sulit ditolak untuk tidak dikunjungi. Selain memberikan pesta diskon tak wajar untuk sejumlah produk yang mencapai 50%-70%, juga membuat berbagai paket wisata dan diskon tiket pesawat dari tujuh maskapai penerbangan.
"Sudah betul jika Walikota Semarang Hendi memilih pariwisata sebagai andalan Kota Semarang dalam mengelola destinasi ke depan.  Tidak banyak pilihan bagi kota, kecuali services. Belanja dan kuliner adalah satu paket pariwisata yang menjual services, dan memiliki impact yang kuat. Portofolo bisnis pariwisata itu 60% culture, 35% nature san 5% manmade. Di culture itulah 45% diantaranya kuliner dan shopping," jelas Menpar Arief Yahya saat melaunching SmarGres 2017 itu. 
Menteri Arief juga membeberkan soal triple T dalam bisnis yang memiliki pola yang sama, yakni Telecomunication, Transportation dan Tourism. Sama-sama memiliki peak-low seasons, sama-sama musiman, dan karenanya ada excess capacity. Karena itu pilihan great sales di saat low season, itu pilihan yang cerdas. "Kasih diskon yang besar, saat low season agar orang datang. Toh okupansi hotel dan airlines sedang di bawah, lebih baik terisi dengan diskon besar, daripada tidak terisi sama sekali? Nanti mengambil benefit dari sisi lain, atau services yang lain," jelas Arief. 
Di trade atau perdagangan juga begitu. Ketika kompak, semua industri sama-sama menawarkan diskon besar, itu akan sulit ditolak oleh customers. Maka mereka akan datang, belanja, kuliner, dan terjadikan cross selling. "Harganya menjadi affordable, sangat terjangkau, dan bisnisnya hidup. Keterjangkauan inilah yang mendorong semua level bisnis bergerak, dan tourism menjadi lebih hidup," jelas dia. 
Ini sudah terjadi di transportation, dengan istilah Low Cost Carrier (LCC). Juga di telecommunication dengan sebutan More for Less. "You get more, you pay less! Dengan mengeluarkan budget yang sama, bisa mendapatkan services yang lebih banyak! Dan, dengan Digital, memanfaatkan excess capacity itu, sektor tourism pun bisa menciptakan affordability," kata Arief Yahya. 
Konsep SmarGres 2017 yang sudah tahun ke 7 ini juga bisa menjadi mendorong keterjangkauan dalam tourism. "Karena itu Kemenpar akan mensupport dengan mempromosikan SmarGres ini lebih gencar, dengan pola pre, on dan post event yang sudah menjadi framework baku dan menentukan suksesbya program itu," kata dia. 
Dia sudah menghitung, target peserta great salenya 1.250 peserta, dengan total kupon 4 juta lembar, dan total transaksi Rp 300M selama sebulan program itu. Setiap transaksi Rp 50 ribu mendapat kesempatan 1 kupon untuk diundi dengan hadiah utama 1 mobil dan 17 motor. "Bagus, dari tahun ke tahun perputaran uangnya naik dramatis," papar Arief Yahya. 
Menpar menegaskan pariwisata bagi semua orang dapat dicapai melalui konsep More for Less itu. Tentu dengan memanfaatkan low season yang berbeda di tiap Industri dan daerah. More for Less dapat menambah keuntungan penyedia akomodasi, restaurant, dan industri pendukung Pariwisata dengan menerapkan "sharing economy." "Istilahnya Walikota Semarang itu dengan ekonomi gotong-royong," ungkapnya.
Arief juga menjelaskan pariwisata itu akan hidup jika 3A nya hidup. Atraksi, Akses, dan Amenitas. Tiga hal itulah yang sering menjadi bottleneck sebuah destinasi wisata sehingga tidak menghasilkan jumlah wisman yang signifikan. Dia mencontohkan Joglosemar --Jogja Solo Semarang-- dengan ikon Borobudur.  "Borobudur itu lebih tua, lebih besar, lebih kuat, daripada Angkor Wat, tetapi setahun Borobudur hanya mendapatkan 250 ribu wisman, sedangkan Angkor Wat bisa tembus 2,5 wisman? Apa yang salah?" tanya Arief Yahya yang selalu melihat Jateng-DIY itu sebagai satu kesatuan destinasi. 
Jawabannya ada di akses, menuju ke sana yang terbatas. Bandara Adi Sucipto Jogja kapasitasnya sudah over, tidak mungkin ditambah lagi. Jogja-solo-Semarang juga belum nyambung tol atau jalur bebas hambatannya. "Tahun 2017 Bandara Kulonprogo sudah digarap.Tahun 2018 Bandara Ahmad Yani sudah selesai dan siap beroperasi. Kereta api Bandara Adisumarmo - Solo Balapan juga akan selesai 2018, sehingga Jogja Solo Semarang akan terhubung dalam satu destinasi. Kapasitas air connectivity nya akan bertambah banyak," sebutnya. 
Ketika tiga kota itu sudah connected, maka Joglosemar akan menjadi destinasi yang kuat. "Soal atraksi, saya tidak pernah khawatir. 4 KSPN, Borobudur, Sangiran, Dieng, Karimunjawa akan menjadi simpul-simpul destinasi yang kuat," tegasnya. 
Dia juga mengaku tidak khawatir dengan event Semargres ini. Semarang, menurut dia, punya brand kuat di wisata kuliner dan wisata belanjanya. “Jika kita mencontohkan makanan Lumpia, pasti yang terbesit Lumpia Semarang. Begitu juga dengan Bandeng Presto, milik
semarang yang terkenal," ungkap Menpar Arief Yahya. 
Acara peluncuran itu sendiri dihadiri banyak tokoh-tokoh Semarang yang tinggal di Jakarta. Seperti Mantan Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, Sestama Badan Nasional Pengelola Perbatasan (BNPP), Ketua Kadin Kota Semarang Arnaz, Ketua Panpel Smargres Mei Kristianti, Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi, Wawali Kota Hevearita Gunaryanti, Kadispar Kota Semarang Masdiana dan banyak tokoh lainnya. 
Walikota Hendrar Prihadi juga menjelaskan di acara Semarang Great Sale ini juga melibatkan 5 pasar tradisional dan UMKM. Bukan hanya mal dan gerai pertokoan untul level atas, tapi juga sampai kr pasar tradisional, agar terasa impactnya sampai ke level bawah. "Kami punya banyak destinasi wisata, kami berharap Kemenpar membantu menjadikan Semarang sebagai kota wisata. Kami siap untuk mewujudkan 20 juta turis di 2019," kata Hendrar Prihadi. 
Menurut Hendi, panggilan Hendrar Prihadi, selama event ini juga bakal diselingi berbagai kegiatan seperti pertunjukan musik, pertunjukan kebudayaan, sport tourism, dan pameran mobil tua collectible.
"Nanti ada Semargres Run Colour Party yang menyasar anak-anak muda. Juga ada pameran Retro Car yang pesertanya ada yang datang dari negara tetangga Malaysia, China dan Jepang. Even Sport tourismnya ada Semargres Run Colour Party. Nanti dalam sebulan ada hari-hari yang ada hiburan musiknya, juga pertunjukan kebudayaan. Kalau Retro Car ini
pameran atau kontes mobil-mobbil klasic berbagai merk. Pesertanya ada yang datang dari Malaysia, China dan Jepang. Mereka membawa mobilnya menggunakan pesawat hercules,” ucapnya.
Menurut Mei, momentum Semargres telah menjadi magnet bagi sejumlah asosiasi usaha, instansi, pedagang, pengusaha, UMKM untuk
berlomba-lomba mengikuti bulan diskon di Kota Lumpia itu.
"Event ini dikatakan juga pemersatu bagi para pengusaha di Semarang. Karena semua dilibatkan dari usaha yang besar dan yang kecil. Termasuk jadi ajang silaturahmi para pengusaha dan pembeli," ujarnya.

Terpisah, Walikota Semarang Handrar Prihadi menargetkan ada transaksi sebesar Rp 300 miliar dalam event Semagres 2017 ini. Bila tahun lalu pihaknya berhasil menyebarkan kupon sebanyak 2 juta lembar, tahun ini ditargetkan tersebar sebanyak 4 juta kupon.
"Berdasarkan data Semargres tahun 2016, jumlah peserta mencapai 1.130 peserta dengan nilai transaksi Rp 110 miliar yang tercatat. Tahun ini, panitia menargetkan jumlah peserta sebanyak 1.250 peserta dengan target transaksi Rp 200 miliar sampai Rp 300 miliar. Kupon yang dikeluarkan juga ditarget naik dua kali lipat, 4 juta kupon. Satu kupon bisa didapatkan dengan berbelanja senilai Rp 50 ribu dalam masa great sale," kata Hendrar.
(*)
by Facebook Comment

Bandara Soekarno Hatta Sukses Naik 19 Peringkat di Skytrax World Airport

 
 
JAKARTA – Bandara Internasional Soekarno Hatta (CGK) Tangerang meraih dua sukses. Pertama, sukses menembus peringkat 44 besar dunia versi Skytrax World Airport Award 2017, dari posisi sebelumnya di 2016 di papan 63 besar. “Kami melompat 19 point, capaian terbaik selama ini. Kami sebenarnya hanya menargetkan masuk di 50 besar dunia. Terima kasih atas support dari seluruh masyarakat Indonesia, termasuk Pak Arief Yahya dan seluruh jajaran Kemenpar RI,” jelas President Director AP II Muhammad Awaluddin, Rabu dini hari, 15 Maret 2017. 
Kedua, Soetta Airport juga berhasil meraih penghargaan The World Most Improved Airport 2017, sebuah penghargaan prestisius berdasarkan The Skytrax World Airport Survey. Ini sudah melalui proses panjang dan detail dibandingkan 550 airport dari seluruh dunia, yang prosesnya dilakukan sangat independen. Yang disurvei adalah percepatan pembangunan fasilitas bandara, kualitas pelayanan, service excellence berstandar global. 
“Kami berterima kasih pada seluruh masyarakat yang rela menyisihkan waktu khusus untuk mengisi quasionnaires yang sangat detail, hingga 50 pertanyaan itu. Kalau bukan karena cinta Merah Putih, bangga dengan Soekarno Hatta Airport, bandara andalan Indonesia, sepertinya sulit terjadi,” lagi-lagi Dirut AP II Awaluddin berendah hati dan mengapresiasi para online voters itu. 
Bukan main-main, awarding tahun 2017 dilalui dengan sangat fair dan terbuka. Penilaian itu didasarkan pada 13,82 juta lembar jawaban survey secara online, yang diisi oleh travellers, dari 105 negara, dari Juli 2016 sampai Februari 2017 di 550 bandara internasional. Jika mengikuti website yang dipakai e-vote itu, http://bit.ly/voteCGK, jawaban dari pertanyaan kuesioner itu menunjukkan “performance indicators” dari kualitas layanan bandara. 
Dari check in, arrivals, transfers, shopping, security, imigrasi, sampai depan pintu keberangkatan. Nah, sementara international flight di Soetta masih di Terminal 2, belum pindah ke Terminal 1. “Selamat atas dua sukses sekaligus Bandara Soekarno Hatta. Bandara yang sudah ditetapkan sebagai Tourism Airport oleh Pak Menhub Budi Karya Sumadi,” sebut Menpar Arief Yahya, dini hari, 15 Maret 2017. 
Arief Yahya yang mantan Dirut PT Telkom itu juga berterima kasih kepada tim digital dan media social Kemenpar, yang terus mensosialisasikan dan mengajak public untuk menghibahkan votes-nya buat AP-2. Menteri Arief melihat ini adalah kepentingan nasional, maka dibutuhkan spirit Indonesia Incorporated. “Kalau Bandara kita hebat, berkualitas dunia, fasilitasnya lengkap, itu akan menjadi destinasi sendiri. Orang tidak takut transit dan berlama-lama di Jakarta,” ungkap Arief Yahya. 
Reputasi sebagai airport kelas dunia, kata Arief Yahya, itu sangat penting. Pertama untuk calibration, menyamakan dengan global standart yang sudah dimiliki oleh Skytrax dan diakui oleh dunia. Lembaganya juga sangat berbobot, punya nama besar juga. Kedua, award itu akan menaikkan confidence level. “Rasa percaya diri, bahwa kita bisa hebat, bisa juara dunia, dan kita tidak merasa minder dengan bangsa-bangsa lain, karena kita juga bisa lebih hebat dari manapun,” jelas pria asal Banyuwangi Jawa Timur itu. 
Ketiga, arwarding itu penting untuk membangun credibility, atau kepercayaan public terhadap lembaga ini. “Kalau sudah terpercaya, punya kredibilitas, maka value-nya naik. Kalau nilai valuasinya naik, maka harga pun masuk akan untuk lebih mahal dari airport yang lain,” paparnya. 
Proses e-vote-nya juga cukup rumit. Bahkan paling rumit dibandingkan dengan e-voting lain untuk melihat respons public atas kinerja Kementerian. Pertama, harus buka website mereka. Kedua, harus masukkan data dan diemail, bisa melalui handphoe, smartphone, juga bisa dengan PC (Personal Computers). Kedua, satu email, satu akun, satu suara. Tidak boleh nge-vote lebih dari sekali, karena pasti akan langsung sinkronisasi data. 
Ketiga, handicap kesulitan memenangkan The World’s Top 100 Airports itu, IP Address-nya tidak boleh sama. Artinya, kita tidak boleh menggunakan  HP yang sama, computer yang sama, dan IP Address yang sama. Karena itu, harus dengan satu IP Address. “Kita ini bangsa besar, bangsa maritime, bangsa yang punya potensi wisata melimpah. Maka saya yakin, Indonesia bisa berkompetisi dengan sehat. Saya yakin, kalau bersatu, demi Merah Putih, tidak ada yang tidak bisa!” lanjut lulusan ITB Bandung, Surrey University Inggris dan Doktor Unpad Bandung itu. 
Dia juga mengucapkan terima kasih kepada sekolah-sekolah Tinggi Pariwisata yang ikut mensosialisasikan melalui online dan offline. “Selamat dan Sukses Soekarno Hatta Airport,” kalimat Menpar Arief dengan bahasa yang menggelegar.(*)
by Facebook Comment

Selasa, 14 Maret 2017

Wow, 4 Hotel di Bali Raih Penghargaan Majalah Travel and Leisure Tiongkok

 
 
JAKARTA - Destinasi wisata Bali terus menerus memperoleh penghargaan kelas dunia. Dan, Bali memang pantas mendapatkannya. Kali ini, capaian positif kembali dilaunching untuk kategori Hotel-hotel terbaik di Indonesia. Salah satu majalah terkemuka Travel and Leisure Tiongkok merelease dengan memberikan penghargaan tahunan bagi pelaku industri pariwisata yang diputuskan pada bulan Maret 2017 ini. 
 
Di sanalah empat hotel dan resort Indonesia mendapatkan anugerah 2016 Annual Travel Awards yakni Hotel Mulia Bali, Hotel Ritz-Carlton Bali, Ayana Resort and Spa Bali, dan Bulgari Resort Bali. Keempatnya diberikan penghargaan sebagai Top Overseas Hotels (hotel terbaik di luar Tiongkok).
 
"Selamat! Buat semua hotel yang sukses mendapatkan penghargaan kelas dunia itu. Penghargaan seperti ini adalah akibat, dan sebabnya adalah mereka telah melakukan service of excellent! Yuk, jadikan ini inspirasi buat hotel lain di tanah air," kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI di Jakarta. 

Menpar Arief menyebut, masih banyak orang yang meremeh temehkan awarding. Tidak melihat impact-nya terhadap media value dan reputasi PR-ingnya. "Penghargaan itu sangat penting untuk calibration dengan standart global, untuk credibility atau menaikkan kredibilitas. Dan juga untuk mendongkrak confidence level," papar Arief. 

”Kami sudah mendapatkan kabar ini dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Tiongkok dan kami sangat bersyukur dengan hal ini. Penghargaan ini jelas adalah prestasi yang sangat membanggakan bagi industri pariwisata kita,” ujar Deputi Pemasaran Mancanegara Kementrian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana yang juga diamini Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu.   
 
Kata Vinsensius, kategori penghargaan beragam. Tak hanya untuk hotel namun juga untuk maskapai penerbangan, kapal pesiar, destinasi, juga biro perjalanan. Sebagian besar penghargaan ditujukan untuk industri pariwisata Tiongkok.
 
”Untuk yang menerima penghargaan hadir Konsul Jenderal Republik Indonesia untuk Shanghai, Siti Mauludiah, mewakili pemerintah Indonesia. Ajang prestisius ini juga dihadiri tamu-tamu kehormatan lain, di antaranya konjen negara-negara sahabat Tiongkok, pengelola hotel, dan media-media Tiongkok,”jelas pria yang biasa disapa VJ itu.  
 
Kata VJ, penghargaan bergengsi ini semakin menunjukkan bahwa pariwisata Indonesia dipandang tinggi di mata internasional. Terkhusus Bali, yang kerap dinilai sebagai salah satu pulau terindah di dunia. Selain itu juga ini adalah raihan bergengsi. Pasalnya, di dunia pariwisata, nama Travel and Leisure sudah sangat dikenal. Majalah yang berbasis di New York, Amerika Serikat itu punya tiras 4,8 juta. Pembacanya datang dari kalangan atas. Saking tenarnya, majalah ini punya banyak edisi internasional. 
 
Hingga saat ini, sudah ada Travel and Leisure edisi Australia/Selandia Baru, Tiongkok, Meksiko, Rusia, Turki, India, Asia Selatan, dan Asia Tenggara. Sekadar informasi, selain Bali, Indonesia pun memiliki hotel dan resort yang tak kalah hebat. Satu contoh, Nihiwatu Resort di Sumba yang didapuk Travel and Leisure sebagai penginapan terbaik dunia tahun 2016.
 
Penghargaan bagi keempat hotel dan resort di Bali semakin menegaskan pentingnya
Bali bagi pariwisata Indonesia. Di lain sisi, hal ini juga bisa dijadikan pemacu untuk mengembangkan destinasi lain, mulai dari atraksi, akomodasi, juga amenitasnya. Terlebih pemerintah sudah menetapkan 10 Destinasi Prioritas untuk dikembangkan menjadi 10 Bali Baru.
”Tentu ke depan kami berharap, dalam beberapa tahun mendatang penghargaan bergengsi prestisius tak hanya mampir ke Bali, tapi juga destinasi lain semisal Labuan Bajo, Belitung, Borobudur, maupun Raja Ampat dan seluruh 10 destinasi prioritas kita,” harap VJ.(*)
by Facebook Comment

Buyers Membludak, Jangan Lewatkan Lombok Travel Mart IV 24-26 Maret 2017

 

LOMBOK-Pariwisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) sebentar lagi punya hajatan besar. Anda harus siapkan waktu pada tanggal 24 hingga 26 Maret 2017 di Gili Air, Lombok NTB. Dinas Pariwisata NTB bekerjasama dengan ASPPI (Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia) menggelar Lombok Travel Mart (LTM) IV yang akan dihadiri 250 buyers dari dalam dan luar negri.
Kepala Dinas Pariwisata NTB Lalu Fauzal mengatakan, acara akbar ini rencananya akan dilaksanakan di salah satu destinasi wisata unggulan di Lombok dan tepatnya akan dilaksanakan di Hotel Ombak Paradise. 
”Antusiasmenya juga sangat Positif. Animo industri pelaku pariwisata luar dan dalam negeri untuk mengikuti acara ini terus meningkat. Untuk tahun 2017 ini melebihi target panitia dan dinas pariwisata yang awalnya hanya mentargetkan 150  buyers, dan ini sudah dipastikan 250 buyers akan ikut serta,” ujar Lalu.
Menurut data panitia, pada LTM-LTM sebelumnya jumlah buyersnya adalah sebagi berikut LTM I di tahun 2013 yang mempertemukan 104 buyer dengan 43 travel dan hotel di Lombok. Untuk LTM II di tahun 2014 dengan 200 buyer dengan 75 seller dan untuk LTM III dengan 200 buyer dengan 50 seller. ”Maka untuk tahun 2017 ini, buyers bertambah dan kami memprediksi  nilai transaksi pariwisata sampai ratusan milyar untuk satu musim kunjungan atau tahun 2017,” ujar Lalu.
Lalu memaparkan, sejak dibukanya Bandara Internasional Lombok, kunjungan wisatawan ke Lombok naik signifikan setiap tahunnya. Popularitas wisata pulau Lombok pun meningkat tajam, ini bisa dilihat dari pencarian tentang wisata Lombok yang meningkat di internet, serta berkembangnya travel agent di Lombok. Karena banyaknya permintaan wisatawan ke lombok, para travel agent di luar Lombok pun ingin menjual paket wisata Lombok.
”Nah, karena melihat perkembangan ini, maka ASPPI dan Dispar NTB menyelenggarakan Lombok Travel Mart sejak tahun 2013 untuk mempertemukan travel agent diluar Lombok yang ingin mencari partner hotel dan travel di Lombok,” beber Lalu. Menteri Pariwisata Arief Yahya menyambut positif perhelatan tersebut. 
Menurut Menpar, mengikuti LTM IV akan mendapatkan banyak sisi positifnya. Menpar menilai, nantinya di acara tersebut akan bertemu dengan ratusan buyer dan seller dari seluruh Indonesia dan mancanegara. Selain itu akan juga menghemat waktu. Karena dalam 3 Hari akan bertemu langsung dengan ratusan Buyer dan Seller.
”Selain itu tentu saja akan Hemat biaya promosi. Karena akan terjadi deal dengan banyak Buyer dan Seller dalam 1 tempat,” ujar mantan Direktur Telkom itu. 
Lebih lanjut Menpar menambahkan, keuntungan mengikuti acara-acara seperti itu juga nantinya akan meningkatkan jaringan bisnis dengan ratusan buyer dan seller potensial, meningkatkan potensi penjualan dengan buyer dan seller dari seluruh Indonesia dan mancanegara. ”Sudah terbukti pasti memberikan banyak manfaat,apalagi ini sudah digelar untuk keempat kalinya,” kata Menpar Arief Yahya.
Lalu juga mengatakan bahwa di tahun 2017 ini, NTB masih banyak agenda ciamik. Diantaranya adalah Festival Pesona Tambora 2017, ada agenda seminar dengan tema investasi mendorong pariwisata Pulau Sumbawa yang akan digelar tanggal 23 Maret 2017 di Jakarta dan sekaligus launching Festibal dengan pembicara utama Menpar Arief Yahya. Lalu menambahkan, kegiatan lain yang tidak kalah seru nya ada 11 rangkaian event Tambora Challenges dengan lari 320 km yang merupakan lari tepanjang di Asia di ikuti pelari kelas dunia dan Tur de Lombok Mandalika yang juga masuk agenda tahun 2017.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!