"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Sabtu, 23 Juli 2016

Gandeng Kemenkumham, Menpar Arief Yahya Koneksi Data Wisman


 

JAKARTA – Menpar Arief Yahya dan Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly membuat terobosan cerdas. Yakni dengan share data kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) yang masuk melalui semua pintu Imigrasi, secara house to house. Setiap entry data masuk ke server Imigrasi, pada dalam waktu yang hampir bersamaan, jumlah, asal negara, jenis kelamin dan umur wisman itu te-record oleh Kemenpar. “Ini adalah kolaborasi yang sangat maju dalam strategi mengembangkan pariwisata Indonesia,” sebut Arief Yahya, Menteri Pariwisata.

Di era digital saat ini, kata Mantan Dirut PT Telkom ini, analisa data itu sangat penting dan mendasar. Celakanya, selama ini baik Wisman maupun Wisnus, data baru masuk ke Kemenpar tiga bulan. Dalam korporasi, skema seperti ini tidak lazim dan tidak masuk akal, karena tidak bisa mengukur program yang sudah dijalankan itu efektif atau in-efektif. Tidak bisa membuat corrective action. “Padahal, dalam bisnis itu, speed atau kecepatan itu nomor satu. Persaingan bisnis itu yang cepat mengalahkan yang lambat! Bukan yang besar menggilas yang kecil,” ungkap Arief.

Karena itu, terobosan untuk mendapatkan data dengan real up date itu, akan sangat berguna dalam menentukan kebijakan, memilih program, dan mengevaluasinya. Base on data, bukan berdasarkan kira-kira atau asumsi kasar. Jika tidak ada data, tidak bisa mengukur, maka sudah pasti tidak akan bisa memanage. “Ini juga bagian dari implementasi instruksi Presiden Joko Widodo yang menetapkan tahun 2016 sebagai Tahun Percepatan. Beliau juga menetapkan, Pariwisata sebagai sector prioritas selain infrastruktur, maritime, pangan dan energy,” jelas Marketeer of The Year 2013 itu.

Menkumham Yasonna Hamonangan Laoly dalam kesempatan itu juga membenarkan pernyataan Menpar Arief Yahya itu. Karena itu, yang semula Menpar hanya menginginkan data jumlah saja tanpa nama dan nomor passport, Menkumham justru menambahkan data asal negara, umur dan jenis kelamin. “Data itu penting, untuk menentukan ke depan harus berpromosi di mana? Desain untuk usia berapa dan yang disukai oleh pria atau wanita?” kata Yasonna Laoly, yang sebelumnya duduk sebagai anggota DPR RI di Komisi II periode 2004 – 2009 itu. 

Menpar Arief Yahya menyebut petugas Imigrasi adalah wajah depan Indonesia. Jika tampak mukanya berseri, tersenyum dan ramah, ya seperti itulah persepsi wisman terhadap bangsa Indonesia. Begitu pun sebaliknya, jika tampak murung, seram dan tidak bersahabat, maka seperti itulah kesan pertama yang ditangkap oleh para wisatawan. “Jadi wajah Indonesia itu sangat tergantung oleh Dirjen Imigrasi Pak Ronny Sompie,” kata Arief Yahya yang disambut senyum oleh Ronny Sompie yang juga hadir Gedung Sapta Pesona, Merdeka Barat, Jakarta itu.

Kedua menteri pun akhirnya menandatangani Memorandum of Understanding (MoU)  mengenai Pemanfaatan Data Keimigrasian dalam rangka Akselerasi Pembangunan Kepariwisataan dan Perjanjian Kerja Sama perihal Dukungan Data Keimigrasian dalam rangka Akselerasi Pembangunan Kepariwisataan, Selasa lalu (19/07/2016).

Point kedua, Menpar menjelaskan, Index Bisnis Environment Indonesia itu sangat memalukan, yakni nomor 70 dari 141 negara. Pariwisata Indonesia kalah jauh dibandingkan Thailand, Malaysia, bahkan dengan Singapura. Jumlah turis mancanegara di Indonesia tahun lalu hanya 10 juta, bandingkan dengan Malaysia sebanyak 27 juta, dan Thailand 30 juta. “Di pariwisata pendapatan devisa kita hanya USD 10 Miliar, kalah jauh dengan Malaysia yang USD 21 M, dan Thailand USD 42 M,” beber Arief.

Padahal, potensi destinasi wisata Indonesia juah lebih bagus dan indah dibanding dengan negara tetangga. Mengapa? Menurut Menpar Arief, ketika potensi besar tetapi hasilnya minimalis, pasti ada persoalan mendasar di sector ini. “Dan itu adalah regulasi. Aturan yang menjerat dan mengikat-ikat kita itulah yang harus dibenahi. Jumlah peraturan di tanah air itu ada 42 ribu, dan banyak yang tabrakan antar satu dengan lainnya,” ungkapnya.

Poin ketiga, Menpar Arief sekaligus menjelaskan soal Bebas Visa Kunjungan (BVK) kepada Imigrasi dan Kemenkumham. “Kita harus out world looking. Melihat apa yang dilakukan oleh kesuksesan pihak lain. Singapore dan Malaysia itu sudah lebih dari 150 negara Bebas Visa jauh sebelum Indonesia membuka pintu lebar-lebar buat wisman. Kita jauh terlambat dalam hal Visa Fasilitation, atau dalam pantauan Competitiveness Index versi World Economic Forum, maka international openness kita rendah,” kata pria asal Banyuwangi, sambil memberi ilustrasi dalam bisnis telekomunikasi itu.

Bisnis di telco itu bukan di starpack atau kartu perdana. Tetapi di pulsa. Sama dengan tourism. Bisnisnya bukan di harga Visa, USD 35 per lembar. Namun, bisnisnya ada di spending wisman yang menurut hituangan UNWTO wisman ke Indonesia itu membelanjakan USD 1.200 per kepala.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly menyambut sangat baik kerja sama dengan Kemenpar itu. Untuk meningkatkan pariwisata di Indonesia, perlu ditingkatkan sinergitas antar kementerian dan para stakeholder agar berjalan dengan baik. “Semua kementerian dan stakeholder harus mempersiapkan infrastruktur dan perangkat pendukung lainnya agar para wisatawan dapat menikmati potensi wisata Indonesia secara optimal,” kata Yasonna.

Menkumham menyatakan siap membantu Kemenpar mendapatkan data wisatawan asing yang ada di Indonesia. “Kami akan bergandengan tangan dengan Kemenpar, apa yang bisa kami bantu akan kami lakukan,” ucap Yasonna.(*)
by Facebook Comment

Menpar Arief Yahya: Bangun SDM Pariwisata, Tak Bisa Ditunda!


 

BALI – Kemenpar paham betul, bahwa Sumber Daya Manusia (SDM) adalah kunci dari semua persoalan mendasar di pariwisata. CEO Message ke-5 Menpar Arief Yahya menekankan, memilih orang dulu, baru menugaskan pekerjaan. Istilahnya menentukan “who” dulu, baru menjelaskan “what.” Memastikan siapa driver-nya dulu, baru menentukan arah hendak kemana.
“Ya, First Who, Then What! Pilih orangnya dulu, kemudian katakan keinginanmu. Ini ada dalam buku Jim Collins berjudul Good to Great. Ada dua proses besar untuk menggulirkan perubahan dalam organisasi yang hebat, istilahnya Good to Great. Proses pertama adalah “build up” yang terdiri dari: Level 5 Leadership, First Who then What, dan Confront the Brutal Facts. Proses kedua adalah “breakthrough” yang terdiri dari: Hedgehog Concept, Culture of Discipline, dan Technology Accelerators,” jelas Arief Yahya, Menpar.

Khusus soal First Who then What, banyak pemimpin yang lebih memilih pendekatan First What then Who. “Mereka seringkali terjebak. Mereka sering mengatakan tetapkan visi, misi, dan strategi, baru kemudian dipilih orang-orangnya. Cara itu, berarti masih Kepemimpinan Level 4 (Level 4 Leadership). Nah, untuk mencapai Kepemimpinan Level 5 (Level 5 Leadership), pilihkah First Who then What,” katanya.

Karena itulah, soal Sumber Daya Manusia (SDM) Pariwisata, tetap menjadi concern Menpar Arief Yahya. Jawabannya adalah konsisten menggelar pelatihan dasar SDM Kepariwisataan di berbagai destinasi wisata. Hampir tak pernah putus dan terakhir dilakukan di Candi Dasa Karangasem Bali dari tanggal 22-23 Juli 2016.
”Pelatihan ini adalah lanjutan dari pelatihan-pelatihan sebelumnya. Pelatihan ini dimaksudkan untuk memberikan pengetahuan kepariwisataan ke berbagai kalangan agar terjadi pemahaman yang sama dan komprehensif mengenai pariwisata,” ujar Deputi Bidang Kelembagaan Kemenpar, Ahman Sya.

Dalam pelatihan tersebut hadir seluruh peserta yang isinya dari kalangan Pemandu Wisata Selam, Tokoh Masyarakat, Perangkat Desa, Industri Pariwisata, Lembaga Swadaya Masyarakat. Mereka akan bersentuhan langsung dengan wisatawan, baik mancanegara maupun nusantara. Mereka harus menjadi duta-duta bangsa yang baik, bisa membawakan diri dengan santun. ”Total sebanyak 150 orang,” kata pria asal Ciamis itu.

Ahman Sya menambahkan, pelatihan itu banyak manfaat dan nilai positifnya bagi masyarakat, terutama pelaku Pariwisata. Mereka semakin paham standar pelayanan bagi wisman, baik dari sisi komunikasi, kebiasaan hidup, dan hal-hal yang tak boleh disentuh. ”Tentu, ending dari pelatihan ini adalah untuk kesejahteraan masyarakat, terutama di kawasan Pariwisata yang dia kembangkan,” ujar Ahman Sya.

Dalam materi pelatihan kemarin, imbuh Ahman, wilayah Bali dalam hal ini Karang Asem diunggulkan dalam hal destinasi budaya dan religius. ”Nah, tokoh masyarakat dengan beberapa LSM dan pemuda yang mengikuti pelatihan memiliki tekad yang kuat untuk mempertahankan dan mengembangkan wisata budaya dan religi agar  tidak menurun dan terpengaruh oleh budaya barat, itu cakupan luasnya,” ujar pria yang juga pernah menjadi rektor salah satu kampus di Bandung.

Ahman menjelaskan, kendati Bali bisa dibilang mapan Pariwisata-nya namun tetap dibutuhkan komitmen untuk mempertahankan di puncak kejayaan saat ini. “Mempertahankan jauh lebih sulit dari meraihnya,” katanya lagi. Pelatihan yang sudah ke-50 kali yang digelar di beberapa provinsi. Adapun teknis pelatihan yang dimaksud adalah untuk menjaga kompetensi pemandu wisata sebanyak 10 kali di berbagai provinsi.

Seperti diketahui, tanggung jawab Kementerian Pariwisata (Kemenpar) amat  besar. Tugasnya cukup banyak.Selain promosi, menggali originasi, mengembangkan destinasi, memperkuat industri, SDM juga merupakan pekerjaan rumah yang tidak bisa dibilang enteng.

Maka Kemenpar tidak mau masyarakat Indonesia kalah dalam perhitungan kualitas SDM. Kemenpar kini memayungi STP Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung dan Bali. Juga punya Akpar Akademi Pariwisata Medan dan Makassar. Kemenpar akan membangun lagi Politeknik Pariwisata di Palembang dan Lombok. ” Jelas tujuannya untuk memperkuat dan memperbanyak tenaga kerja di sektor pariwisata," katanya.

Per-Oktober 2015, imbuh Ahman, pihaknya juga sudah meneken kerjasama dengan Kemenaker dengan target menggenjot 3.040 SDM Pariwisata. Saat ini, sebanyak 35 ribu SDM sedang dinaikkan level kualitasnya agar mampu menyambut wisatawan dan menghadapi perkembangan global Pariwisata dunia.

Kata Ahman, saat ini ada 35 ribu SDM dari berbagai profesi, sedang melaksanakan uji kompetensi dari berbagai profesi di seluruh Indonesia. "Terutama di tiga great yang kami maksimalkan. Great itu adalah, Great Batam, Jreat Jakarta dan Great Bali," kata dia.(*)
by Facebook Comment

Kepri Berambisi Menjadi Gapura Wisata Bahari Indonesia


 

BATAM – Kepri tak menyia-nyiakan potensi wisata bahari yang sudah diberikan Tuhan di wilayahnya. Masterplan pengembangan gerbang wisata sea zone, coastal zone dan underwater zone sudah mulai disiapkan. Targetnya, dalam tiga tahun, provinsi yang berbatasan dengan Singapura dan Malaysia itu menjadi pintu masuk wisman berbasis bahari di tanah air. “Kami fokus kembangkan bahari, mengubah pemikiran dan strategi dari darat ke laut. Tiga tahun ke depan, Kepri harus jadi gapura wisata bahari Indonesia,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Kepri Guntur Sakti, Sabtu (23/7).

Lantas mengapa memilih wisata bahari? Mengubah strategi dari darat ke laut? “Karena Kepri dikepung perairan yang sangat luas. Prosentasenya, 96% wilayah Kepri adalah lautan. Sementara 4% lainnya berupa daratan,” papar Guntur.

Dan yang membuat Guntur pede, Kepri punya geostrategis yang bagus. Di sebelah utara, wilayahnya berbatasan langsung dengan Vietnam dan Kamboja. Sementara di sebelah barat, ada Singapura dan Malaysia. Dua-duanya dekat. Dari Singapura bisa langsung menyeberang ke Batam selama 60 menit. Malaysia-Batam bisa ditempuh 75 menit, “Singapura yang kecil saja disinggahi 4.000 yacht dalam setahun. Padahal, laut yang bagus ada di Indonesia?” ucapnya.

Proses menggapai mimpi besar itu sudah dimulai. Dari Festival Bahari Kepri, Sail Karimata 2016, Eco Heroes, Tanjungpinang Dragonboat Race, Wonderful Indonesia Sailing, Sky Lantern, Kepri Carnival hingga parade kapal Sungai Carang, dipastikan bakal menarik wisman ke Kepri. Utamanya, lewat wisata bahari, wisata alam, yang tidak dimiliki oleh tetangga Singapore dan Malaysia, sehingga bisa menjadi komplementer.

Kalau untuk teknologi, modernitas, minimalis, Singapore pilihannya. Setelah berwisata di sana, silakan merasakan atmosfer alam, budaya, kehangatan, kuliner dan wisata bahari. Yang itu tidak bisa ditemukan di tempat lain kecuali di Indonesia. “Di sinilah pentingnya kerjasama, saling mengisi, atau istilahnya komplementer,” katanya.

Bila dikolaborasikan dengan regulasi yang pro pasar pariwisata, Guntur optimistis cara ini bisa menaikkan pamor wisata bahari Kepri. Sekarang kebijakan apa yang tidak pro pasar? Bebas Visa Kunjungan (BVK) sudah ada. Sekarang, ada Perpres 105 tahun 2015 yang memayungi. Total, ada 169 negara yang masuk BVK. Wisatawan dari 169 negara itu tidak perlu pusing-pusing mengurus Visa dan membayar USD 35 per stempel dan bisa langsung masuk.

Akses CAIT, untuk yacht (perahu pesiar) dan CABOTAGE untuk cruise (kapal pesiar) juga sudah dibuka. Bagi yachter tidak perlu lagi repot-repot sebagaimana sebelumnya diperlakukan seperti impor barang barang mewah, dengan bilangan pajak impor yang tidak kecil. Sekarang dibebaskan. Barang di declare costume, orangnya masuk tanpa visa bagi mereka yang berasal dari 169 negara yang sudah diberi kelonggaran dengan Bebas Visa Kunjungan itu.

Begitu pun Cabotage, bagi kapal-kapal pesiar. Tidak harus kapal yang berbendera Indonesia yang boleh menurunkan dan menaikkan penumpang di pelabuhan di Indonesia. Kapal asing juga boleh. Dengan begitu, tour operator asing mulai bisa menjual paket wisata bahari di Indonesia. 

“Sekarang sudah ada 16+1 entry point Kepri. MoU Gubernur Kepri dengan Duber RI untuk Singapura untuk menjadikan Kepri sebagai gerbang wisata bahari Indonesia juga sudah diteken. Sekarang tinggal running saja. Kami punya Zero Equator di Lingga. Ada juga playground eksotis di Natuna dan Anambas.  Kalau kita mau merebut pasar, ya harus berani kreatif. Kalau tidak, ya kita bisa kehilangan momentum, kita merasa bagus, cantik, hebat, tapi tidak banyak orang tahu,” ujarnya.

Menurut Menpar Arief Yahya, Singapore adalah hub country yang ideal. Seluruh penerbangan dunia transit ke Singapore. Satu tahun wisatawan yang masuk, --belum yang sekedar transir—ada 15,5 juta orang. Kalau dibagi 12 bulan, rata-rata 1.250 orang berwisata di Negeri Singa Putih itu. “Belum lagi ekspatriat yang bekerja profesional di Singapore. Jumlahnya ada 1,5 juta yang stand by, dan setiap akhir pecan mereka butuh berwisata? Jadi pasar Singapore sangat potensial, karena dekat dan bisa diakses dengan murah menggunakan ferry,” jelas Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Kerjasama sudah dijalin dengan Kementerian Pariwisata-nya Singapore termasuk Changi Airport Singapore, untuk joint promo. Marketing bersama untuk menjemput pasar wisman China, Korea, Jepang, Hongkong, dan Taiwan. “Two countries one destination. Paketnya untuk dua negara sekaligus, Singapore dan Batam-Bintan. Itu paket jualan yang bagus,” kata Arief Yahya.(*)
by Facebook Comment

Jumat, 22 Juli 2016

Menanti Kemeriahan Pesona Budaya Cheng Ho di Kota Leonpia Semarang


 
 
SEMARANG - Dalam rangka mempromosikan Jalur Samudera Cheng Ho untuk para Wisatawan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyelenggarakan Pesona Budaya Cheng Ho di Semarang. Bekerja sama dengan Pengelola Klenteng Tay Kak Sie, Klenteng Sam Po Kong dan Komunitas Tionghoa Semarang, perhelatan itu akan dilaksanakan mulai tanggal 30 hingga 31 Juli 2016, mendatang.

Tahun lalu, 2015 di peringatan yang sama, Menpar Arief Yahya hadir di kelenteng terbesar di Jateng itu. Bahkan sempat mengenakan baju kebesaran Cheng Ho, bermotif naga warna merah dan hitam. Saat itu juga sampai ke Kelenteng Tay Kak Sie di Gang Pinggir, Kota Lama Semarang. 
”Rangkaian kegiatan yang akan digelar antara lain ritual sembahyangan, malam budaya, seminar dan business meeting, serta kirab budaya dari Klenteng Tay Kak Sie ke Klenteng Sam Poo Kong. Ini akan digelar secara meriah. Yuk datang ke Semarang,” ujar Kepala Dinas Pariwisata Jawa Tengah, Prasetyo Aribowo.

Kata Prasetyo, pada saat kirab nanti berlangsung, ribuan warga akan sangat antusias ikut serta dan memeriahkan acara sejauh 6 kilometer dari satu klenteng ke klenteng lainnya.Perayaan kirab ini memperlihatkan detail-detail bagaimana perjalanan Laksamana Cheng Ho dengan armadanya, termasuk kisahnya saat memutuskan singgah di Semarang. ”Nanti akan membawa patung besar Cheng Ho, sangat menarik acara ini,” katanya.

Seperti diketahui, Semarang ditunjuk sebagai salah satu situs dari sembilan kota yang dilalui oleh ekspedisi Chengho yang kini ditetapkan menjadi jalur Samudra Chengho. Kota-kota yang dilalui yakni Aceh, Batam, Palembang, Bangka Belitung, DKI Jakarta, Semarang, Cirebon, Surabaya dan Bali.
”Selain itu, saat arak-arakan nanti akan ada juga tampilan 7 kesenian daerah yang mengiringi, sebagai bagian dari fakta kuatnya akulturasi budaya Tiongkok dengan budaya lokal di Jawa Tengah khususnya Semarang,” ujarnya. 
Prasetyo juga berharap wisatawan mancanegara terutama dari Tiongkok, serta para pengagum Laksamana Chengho, akan berbondong-bondong mengikuti paket tur wisata ke kota-kota tersebut termasuk ke acara di Semarang.

Seperti diketahui, pencanangan jalur samudra Chengho menjadi tonggak penting sejarah Indonesia. Dari 30 negara yang disinggahi oleh Chengho dalam tujuh kali ekspedisinya selama 28 tahun, lima ekspedisi dihabiskan di Nusantara yang saat itu mulai memasuki peradaban Islam kesultanan Demak. Dengan perhelatan Pesona Budaya Cheng Ho, masih kata Prasetyo diharapkan bisa menambah kunjungan wisatawan, khususnya wisman untuk berkunjung ke Semarang.

Adapun yang melatarbelakangi wisata jalur samudera Chengho untuk misi perdamaian, perdagangan dan adanya persamaan budaya, agama, antar kedua negara. Namun menurut Prasetyo, latar belakang tersebut pun harus seimbang dengan nilai perekonomian, salah satunya lewat pengembangan wisata. ”Wisata kemaritiman dibagi tiga besar, yaitu pantai, laut dan bawah laut. Itu semua harus kita eksplor. Di Indonesia sendiri, untuk wisata pantai baru 60 persen, 30 persen wisatawan main di laut, dan 10 persen yang di bawah laut. Jalur samudra Chengho bisa meningkatkan jumlah tersebut," harapnya.
Pemerintah Tiongkok sendiri yang akan mengonfirmasi mengenai cerita ekspedisi Tiongkok, sebab ada cukup banyak versi cerita mengenai perjalanan Chengho. Jalur Samudra Chengho dibuat untuk meningkatkan kunjungan turis mancanegara, khususnya Tiongkok.

Konon Laksamana Cheng Ho dan awaknya berlabuh di beberapa tempat, seperti goa yang sekarang disebut Gedong Batu Simongan atau akrab disebut Sam Poo Kong. Mereka juga dikabarkan bermukim di Pelabuhan Semarang yaitu di daerah Simongan dan sepanjang kali Semarang.
Laksamana Cheng Ho bukan hanya tokoh penjelajah bumi yang mashyur, namun juga seorang penyebar agama Islam yang disegani. Namanya sangat legendaris di tengah-tengah peranakan Tionghoa.

Jejak Cheng Ho di Semarang sangat mendalam karena konon keturunan Tionghoa di Indonesia telah bekerja susah payah bersama pribumi untuk membangun Kota Semarang.Tidak hanya itu, ekspedisi Cheng Ho secara garis besar juga berbuah persahabatan dan ilmu pengetahuan. Pada saat kirab berlangsung, para etnis Tionghoa dapat ikut sembahyang di altar besar Sam Poo Kong ataupun meminum air suci di goa petilasan tersebut.(*)
by Facebook Comment

Sebulan 37 Penerbangan Tiongkok Manado #EnjoyManado


 

JAKARTA - Ada yang menggembirakan dari ujung utara Pulau Sulawesi, Manado. Selama Juli 2016, ada 37 penerbangan yang membawa wisman dari beberapa secondary city di Tiongkok ke Bumi Kawanua itu. "Dengan asumsi 200 penumpang per flight saja sudah 7.400 wisman yang masuk melalui pintu Bandara Sam Ratulangi," kata Arief Yahya di Jakarta. 

Jika bisa ditingkatkan statusnya menjadi regular flight, kata Arief Yahya, akan ada 7.400 kali 12 bulan, akan ada 88.800 wisman Tiongkok setahun. Lalu bila spendingnya USD 1.200 saja, maka akan ada sekitar Rp 1,5 Triliun beredar di sana. "Itu akan langsung meningkatkan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di Sulawesi Utara dan sekitarnya. Industri pariwisata akan sangat maju dan cepat berkembang," ungkap Arief Yahya. 
Karena itu, Arief Yahya berpesan saat Launching Festival Pesona Sangihe 2016 di Balairung Gedung Sapta Pesona, Jalan Merdeka Barat, Jakarta itu, agar dijaga hospitalitynya. Kebersihan menjadi prioritas, manajemen sampah, toilet bersih, dan semua fasilitas publik harus ditingkatkan kualitasnya. "Kalau soal keramah-tamahan masyarakat Manado, saya yakin! Karena dasarnya memang sudah ramah dan welcome," katanya. 
Dia juga berharap Gubernur Sulawesi Utara Olly Dondokambey juga mensosialisasikan kebersihan dan manajemen sampah itu ke daerah-daerah yang sudah menempatkan positioningnya sebagai destinasi wisata. Sebab,  filosofi dasar pariwisata adalah menyenangkan! Semua hal yang menjadi pemicu ketidaksenangan harus disingkirkan jauh-jauh. "Saya banyak complain soal kebersihan, kerapian, dan toilet. Mari dijaga, agar mereka punya cerita bagus dari Manado dan Sulut," kata dia. 
Menpar Arief sangat yakin dengan kemampuan Gubernur Olly, karena orang nomor satu di Sulut ini memang sedang serius menggarap sektor pariwisata di sana. Mantan Dirut PT Telkom ini sangat percaya pada CEO Commitment. "Nomor satu faktor sukses itu adalah CEO nya. Who dulu, baru What!" tuturnya seperti yang disampaikan dalam CEO Message ke-5 nya. 

Dia mencontohkan Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, seorang CEO atau Bupati di daerah kecil, terpencil di ujung timur Pulai Jawa itu. Ketika sang CEO commited, serius menangani pariwisata, detail sampai ke level paling bawah? Maka endingnya pasti sukses. Dia mengajarkan masyarakatnya untuk peduli pariwisata. "Dan sekarang? Anda bisa lihat, banyal ikon pariwisata bagus yang di-create oleh Bupati Anas," kata dia. 
"First Who, Then What! Pilih orangnya dulu, kemudian katakan keinginanmu. Values yang menyangkut human capital ini diyakini oleh Jim Collins dalam buku Good to Great menyebutkan bahwa terdapat dua proses besar untuk menggulirkan perubahan di dalam organisasi yang hebat. Proses pertama adalah “build up” yang terdiri dari: Level 5 Leadership, First Who then What, dan Confront the Brutal Facts. 
Proses kedua adalah “breakthrough” yang terdiri dari: Hedgehog Concept, Culture of Discipline, dan Technology Accelerators.
"Khusus mengenai First Who then What, banyak pemimpin yang lebih memilih pendekatan First What then Who. Mereka seringkali terjebak. Mereka sering mengatakan tetapkan visi, misi, dan strategi, baru kemudian dipilih orang-orangnya. Ketahuilah, kalau kita mengambil pilihan itu, berarti kita masih menjalankan Kepemimpinan Level 4 (Level 4 Leadership). Untuk mencapai Kepemimpinan Level 5 (Level 5 Leadership) kita akan memilih First Who then What," jelas Arief Yahya. 

Itulah jawaban, mengapa Menpar Arief Yahya selalu menjadi CEo Commited sebagai faktor sukses sebuah perusahaan. Karena itu, dia meminta agar jangan salah memilih Kadispar yang secara teknis mengurus pariwisata. "Sekali kita salah orang, panjang ceritanya, lama recovery-nya," ungkapnya. 
Majunya Manado juga secara otomatis akan memajukan kawasan di sekitarnya. "Contohnya Kabupaten Kepulauan Sangihe bisa memanfaatkan Manado sebagai HUB. "Sinergikan dengan baik!" kata Arief Yahya yang juga meluncurkan Sangihe Calendar of Events 2017 ini. 

Tak hanya itu, Kepulauan Sangihe juga memiliki pesona keindahan bawah laut memukau, dengan beragam spot diving yang menarik, seperti Shipwreg (Teluk Tahuna), Lost City (Pulau Maselihe), Kawasan Mendaku, Pulau Bukide, Batu Wingkung, Pulau Para, dan kawasan terumbu karang lainnya yang membujur dari Kepulauan Taoareng hingga Kepulauan Nusa Tabukan.
Calendar of Events 2017 Pemkab Kepulauan Sangihe tengah menyiapkan Upacara Adata Tudule (31 Januari 2017), Pemilihan Ungke Momo Sangihe (27–29 Juli 2017), dan Festival Pesona Sangihe (5 – 10 September 2017).(*)
by Facebook Comment

Kamis, 21 Juli 2016

CEO Message ke-5 Menpar Arief Yahya, Soal Memilih Orang


 

JAKARTA - Menpar Arief Yahya mengeluarkan CEO Message yang ke-5, Kamis, 21 Juli 2016 di lantai 16 Gedung Sapta Pesona, Jalan Merdeka Barat, Jakarta. Pesan-pesan khusus terkait dengan manajemen, filosofi, leadership, dan benchmark tokoh-tokoh dunia yang inspiratif setiap Minggu sebelum Rapim (Rapat Pimpinan) yang diikuti oleh Eselon I dan II. Kali ini Mantan Dirut PT Telkom ini menuliskan tema "First Who, Then What. Menentukan orang dulu, setelah itu baru mengatakan keinginanmu!" ucap Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI di Jakarta. 
Berikut, catatan lengkap CEO Message ke-5 Arief Yahya itu: 

First Who, Then What
Pilih orangnya dulu, kemudian katakan keinginanmu…

CEO Message minggu ini saya masih membahas tentang values yang menyangkut human capital yakni prinsip First Who then What.
Jim Collins dalam buku Good to Great menyebutkan bahwa terdapat dua proses besar untuk menggulirkan perubahan di dalam organisasi yang hebat (disebut organisasi Good to Great). Proses pertama adalah “build up” yang terdiri dari: Level 5 Leadership, First Who then What, dan Confront the Brutal Facts. Proses kedua adalah “breakthrough” yang terdiri dari: Hedgehog Concept, Culture of Discipline, dan Technology Accelerators.
Khusus mengenai First Who then What, banyak pemimpin yang lebih memilih pendekatan First What then Who. Mereka seringkali terjebak. Mereka sering mengatakan tetapkan visi, misi, dan strategi, baru kemudian dipilih orang-orangnya. 
Ketahuilah, kalau kita mengambil pilihan itu, berarti kita masih menjalankan Kepemimpinan Level 4 (Level 4 Leadership). Untuk mencapai Kepemimpinan Level 5 (Level 5 Leadership) kita akan memilih First Who then What.

Dimulai dengan “Siapa” 
Dalam organisasi Good to Great, yang terpenting adalah memilih orang-orang (“who”) terlebih dulu, dibandingkan menetapkan apa yang harus dilakukan (“what”). 
Bila diilustrasikan dengan sebuah bus, maka transformasi organisasi Good to Great bukan dimulai dari membayangkan ke arah mana bus akan meluncur dan kemudian mencari orang-orang yang mengemudikannya untuk menuju ke sana. Tetapi yang pertama-tama dilakukan justru mencari orang yang tepat untuk disertakan dalam bus dan baru kemudian membayangkan ke mana bus tersebut akan berjalan.  

Karena itu, hal pertama yang harus dilakukan oleh pemimpin hebat (Great Leader) dalam memulai transformasi adalah menempatkan orang yang hebat (Great People) di dalam “bus”-nya. Pemimpin Good to Great menggunakan tiga prinsip dalam memulai sebuah proyek transformasi organisasi. 
Pertama, ia selalu memulai transformasi dengan “siapa” (who) daripada “apa” (what). Hal ini memungkinkan si pemimpin untuk beradaptasi terhadap perubahan, seekstrim apapun perubahan yang dihadapi organisasi. 
Kedua, bila Great Leader mempunyai Great People berada di dalam “bus”, maka ia tahu persis bahwa sebagian masalah sirna dengan sendirinya, terutama masalah yang terkait dengan memotivasi dan mengelola orang. Ya, karena Great People akan memotivasi dirinya sendiri untuk selalu memberikan hasil yang terbaik bagi organisasi. 
 Ketiga, ia juga tahu persis bahwa organisasi dengan arah yang tepat namun diisi dengan orang-orang yang tidak tepat, tidak akan pernah menciptakan organisasi yang hebat (great organization). Kata Jim Collins, “great vision without great people is irrelevant.”

Ruthless vs Rigorous
Organisasi-organisasi yang menerapkan prinsip First Who then What tidak memiliki budaya yang kejam (ruthless), melainkan tegas (rigorous). 
Ruthless berarti mengganti orang sembarangan tanpa pertimbangan yang matang.  Di sini si pemimpin membiarkan orang tetap bekerja padahal mereka banyak membuang waktu berharga si pemimpin. Sementara pada saat yang bersamaan sebenarnya si pemimpin memiliki kesempatan untuk mengerjakan pekerjaan yang lebih baik.
 Sedangkan rigorous berarti si pemimpin secara konsisten menerapkan standar yang tepat pada setiap kesempatan dan tingkatan. Orang-orang terbaik tidak perlu merasa khawatir atas posisinya dan dapat berkonsentrasi penuh pada pekerjaannya.
 
Bagaimanakah cara bersikap rigorous?
 
Pertama, ketika ragu terhadap orang yang akan direkrut, maka jangan keburu diterima, tetaplah mencari yang terbaik. 
Untuk tumbuh, perusahaan jangan hanya fokus pada pasar, teknologi, dan kompetisi. Perusahaan sebaiknya berkonsentrasi pada pencarian orang-orang hebat dan sebaik mungkin mempertahankannya.
Ingat Hukum Packard (berasal dari nama David Packard, salah satu pendiri Hewlett-Packard) yang mengatakan: “No company can grow revenues consistently faster than its ability to get enough of the right people to implement that growth and still become a great company.” (Tidak satupun perusahaan dapat menumbuhkan pendapatan secara konsisten lebih cepat dibanding kemampuannya memilih orang-orang yang tepat untuk mengimplementasikan pertumbuhan tersebut dan tetap menjaga sebagai perusahaan hebat).

Kedua,  ketika kita tahu bahwa perlu dilakukan perubahan orang, maka lakukanlah. 
Orang-orang hebat tidak perlu diatur, namun cukup dibimbing dan diberi pengertian. Lalu bagaimana dengan orang yang tidak tepat, yang tetap berada di dalam organisasi? Ketika kita membiarkan orang-orang yang tidak tepat tetap berada di posisinya, maka hal itu akan merepotkan seluruh tugas kepemimpinan kita. Orang-orang yang tidak tepat akan selalu menjadi pikiran bagi kita dan seringkali menghabiskan energi kita, sangat melelahkan.
Dalam melakukan perubahan, lakukanlah segera, jangan menunggu. Seringkali perubahan orang ini ditunda-tunda disebabkan ketidaknyamanan untuk mengganti orang-orang yang tidak tepat. Celakanya, hal tersebut seringkali berdampak pada orang-orang yang tepat, disinilah sesungguhnya terjadi “kekejaman” pada orang-orang yang tepat tersebut.

Perusahaan Good to Great tidak memiliki teori “try a lot of people and see who works”, coba-coba merekrut sebanyak mungkin orang, lantas dilihat mana yang bagus. Mereka menggunakan waktunya untuk mencari orang yang sangat tepat untuk suatu posisi.  
Ketiga, tempatkan orang-orang terbaik kita pada peluang terbesar, bukan pada masalah terbesar.

Sebagai pemimpin, satu hal ini harus kita camkan: “When you decide to sell off your problems, don’t sell off to your best people (bila kita memutuskan untuk membereskan masalah kita, janganlah memberikannya kepada orang-orang terbaik kita). Tempatkan orang-orang terbaikmu di pusat-pusat pertumbuhan bisnis, jangan tempatkan mereka pada bisnis yang sedang sekarat.
Organisasi Good to Great memiliki kebiasaan menempatkan orang-orang terbaiknya pada peluang terbesar, bukan masalah terbesar. Jajaran pemimpin dari organisasi Good to Great terdiri dari orang-orang yang sangat bersemangat untuk saling berdebat dalam rangka mendapatkan solusi terbaik; dan mereka solid mendukung begitu solusi terbaik tersebut sudah diputuskan. 

Di sini kita membutuhkan pemimpin-pemimpin yang dapat berdebat dan memiliki argumen (bukan “yes man”) untuk memperoleh jawaban terbaik di satu sisi. Namun di sisi lain, mereka juga secara penuh dan komitmen tinggi mendukung setiap keputusan yang telah dibuat. Jadi mereka bukanlah problem maker yang sibuk kasak-kusuk dan berpolitik untuk memancing di air keruh.

Menutup CEO message ini saya ingin mengutip sekali lagi kata-kata bijak Jim Collins, “the right people are your most important assets.” Orang-orang yang tepat adalah aset terpenting dari sebuah organisasi. Dan ingat, orang-orang yang tepat tersebut lebih banyak ditentukan oleh karakter (character) dan kapabilitasnya (capability) dibandingkan dengan keahliannya (skill).  
Akhirnya saya berharap bahwa organisasi yang kita cintai ini bisa mengimplementasikan prinsip First Who then What dan mampu menempatkan orang-orang terbaik di posisi-posisi terbaik. 

Dengan orang-orang terbaik sudah berada pada posisinya, saya yakin Kemenpar akan menjadi Great Ministry dengan kinerja yang luar biasa. Mari kita wujudkan organisasi yang kita cintai ini menjadi kementerian terbaik di negeri ini dan mampu mengalahkan negara-negara pesaing dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya.

Salam Pesona Indonesia!
by Facebook Comment

Ruth Sahanaya Hebohkan Launching Festival Sangihe 2016 di Balairung Kemenpar

Ini news untuk pesona sangihe



 

JAKARTA - Penyanyi senior asli Sangihe, Ruth Sahanaya mengajak Menpar Arief Yahya yang mengenakan udeng gaya Sulawesi Utara di Balairung, Gedung Sapta Pesona, Merdeka Barat, Jakarta, 19 Juli 2016. Lagu  "Kaulah Segalanya" yang populer di tahun 80-an itu rupanya masih cukup diingat oleh Mantan Dirut PT Telkom itu. Audience yang penuh di gedung tempat launching Festival Sangihe 2016 itu pun bertepuk tangan riuh. 

Performance Ruth, yang mantan anggota 3 Diva bersama Krisdayanti dan Titi DJ itu cukup memikat. Band Purwa Caraka yang mengiringi penampilan Ruth juga perfect. 
Festival itu sendiri bakal dilangsungkan pada 5-10 September 2016 di Kabupaten Sangihe. Peluncuran itu juga dihadiri oleh Bupati Kepulauan Sangihe Hironimus Rompas Makagansa, dan para Diaspora Sangihe. Selain festival juga diluncurkan pula Calendar of Events 2017. 

Menpar Arief Yahya mengapresiasi event itu, dipromosikan di level nasional dan dilancung di Jakarta. Itu adalah wujud tekad Kepulauan Sangihe menjadikan pariwisata sebagai andalan dengan mengoptimalkan potensi budaya (culture) dan daya tarik alam (nature). Terutama wisata bahari dengan Bunaken sebagai ikon marine tourism Manado, Sulut.
“Kunci pengembangan destinasi terletak pada atraksi, aksesibilitas, dan amenitas (3A). Selama ini wisman yang berkunjung ke Sulut hanya sampai di Manado dan Bunaken. Inilah yang perlu kemudahan transportasi dari Manado atau Bunaken lanjut ke Kepulauan Sangihe," jelas Marketeer of The Year 2013 ini. 

Kepulauan Sangihe adalah titik singgah yang menarik bagi kapal layar (yacht). Pada Sail Karimata Mei 2016 lalu, Tahuna — ibukota Kabupaten Kepulauan Sangihe — ditetapkan sebagai titik singgah peserta sail dari AS, Kanada, Australia, Malaysia, dan Inggris yang berlayar dari Davao (Filipina) dan perairan Malaysia menuju Kalimantan.
“Kepulauan Sangihe bisa memanfaakan even-even internasional seperti ini untuk mempromosikan potensi wisata bahari,” katanya.

Pembangunan kepariwisataan Kepulauan Sangihe, lanjut Menpar, mempunyai nilai strategis dalam mendukung program membangun wilayah pinggiran. Terlebih, posisi kepulauan ini berdekatan dengan wilayah Filiipina. Ini akan menguntungkan jika didukung dengan kemudahan aksesibilitas transporasi laut dan udara.

“Saya sangat merespon usulan Kepala Dinas Pariwisata Kota Manado agar pemerintah membuka jalur penerbangan Manado-Davao (Filipina). Saya minta agar dilakukan kajian seat capacity untuk pengembangan destinasi baru ini,” ujarnya sambil memanggil Robert Waloni, yang aksi Manado untuk mengembangkan aksesibilitas di sana. 
Festival Pesona Sangihe 2016 di Kepulauan Sangihe pada 5-10 September mendatang akan dimeriahkan dengan pawai budaya, penjemputan yacht rally, pegelaran seni budaya (musik oli dan tari salo), inland tour, pameran pembangunan dan aneka lomba. 

Sementara itu untuk Calendar of Events 2017 pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menyiapkan even berupa Upacara adat Tulude (31 Januari 2017), Pemilihan Ungke Momo Sangihe (27-29 Juli 2017), dan Festival Pesona Sangihe (5-10 September 2017).
Bupati Kepulauan Sangihe Hironimus Rompas Makagansa mengatakan wilahaynya memiliki terumbu karang beraneka ragam, gunung api bawah laut (under water volcano) sebagai pesona tersendiri. “Penyelam dapat menikmati pesona ini hanya dengan menyelam ke empat sampai sepuluh meter,” katanya. 
“Ada beberapa spot diving menarik antara lain Shipwreck (Teluk Tahuna), Lost City (Pulau Maselihe), Kawasan Mendaku, Pulau Bukide, Batu Wingkung, Pulau Para, dan kawasan terumbu karang yang membujur dari Kepulauan Tatoareng hingga Kepulauan Nusa Tabukan.”

Pakar Marketing Hermawan Kertajaya yang hadir secara khusus di acara launching itu menjelaskan tiga poin. Wonderful Indonesia, Sulawesi Utara dan Sangihe. "Saya baru saja traveling ke Eropa dengan cruise. Dimana-mana di seluruh dunia semua bercerita tentang branding Wonderful Indonesia. Luar biasa, logo itu sudah mendunia," tutur pendiri MarkPlus Inc itu. 

Hermawan juga menyebutkan Gubernur Sulut Olly Dondokambey sedang penuh semangat dan gencar-gencarnya membangun Sulut dari sektor pariwisata. Lalu Bupati Sangihe ini juga sangat concern membangun pariwisata. Ada gunung bawah laut yang keluar gelembung-gelembung air dari dasarnya, hanya 5-10 meter saja kedalamnya. "Saya yakin target 12 juta untuk wisman tahun 2016 ini akan tercapai, dengan kerja keras dan sangat peduli dengan angka-angka itu. Pak Arief Yahya memimpin kemenpar ini dengan cara-cara korporasi, seperti mengelola perusahaan saja," kata Hermawan.(*)
by Facebook Comment

Wonderful Indonesia Buka Kerjasama dengan Pure New Zealand

Ini news ke-5

 

JAKARTA - Menteri Pariwisata Arief Yahya semakin pede dengan brand Wonderful Indonesia. Ke mana pun Anda berada di kantung-kantung pariwisata dunia, sudah dijangkau oleh logo yang mirip burung Cendrawasih berwarna-warni itu. Itulah salah satu yang membuat Mantan Dirut PT Telkom itu  confidence untuk mempererat kerjasama dengan New Zealand yang promosi pariwisatanya menggunakan tagline "Pure" New Zealand. 

Apalagi, salah satu kantung originasi Australia yang selama ini juga menjadi tambang utama inbound New Zealand, juga sudah mulai melihat Indonesia lebih variatif dan menantang. April dan Mei 2016, dalam kurun dua bulan berturut-turut data yang dirilis ABS - Australia Bureau of Statistics menyebutkan tujuan utama dan peringkat pertama orang-orang Negeri Kanguru itu berwisata ke Bali and Beyond. 
Bulan Mei 2016, ada 108,5 ribu wisatawan Australia, naik 16,4% dari capaian tahun 2015 yang tercatat 92,8 ribu. Juga naik 1,3% dari bulan sebelumnya, April 2016 yang 106,6 ribu. 

Angka itu kembali mengalahkan New Zealand. Bulan Mei 2016, wisatawan Australia ke Selandia Baru itu tercatat 104,6 ribu. Bulan April 2019, juga kalah dengan capaian 99,4 ribu outbond Aussie ke Selandia Baru dibandingkan dengan Indonesia yang menembus 105,5 ribu wisman. 
"Promosi Pure New Zealand bagus, Wonderful Indonesia lebih keren!" kata Arief Yahya. 
Kini hubungan Indonesia - Selandia Baru semakin harmonis. Terutama di bidang Pariwisata nasional maupun di bidang investasi. Tanggal 18 Juli, Presiden Joko Widodo bersama Perdana Menteri yang merangkap Menteri Pariwisata Selandia Baru, H.E. Mr. John Philip Key, menyaksikan penandatanganan MoU Kerja Sama di Bidang Pariwisata di Istana Negara. 

Penandatanganan Kerja Sama dilakukan langsung oleh Kedua Negara yang ditandatangani Menteri Pariwisata Republik Indonesia, Arief Yahya dengan Menteri Perdagangan Selandia Baru, Mr. Todd McClay, di Istana Negara, Jakarta.
Dalam penandatanganan MoU itu dijelaskan, Kerja Sama Bidang Pariwisata antara Republik Indonesia dengan Selandia Baru terdiri dari 6 lingkup utama yakni  Pengembangan Sumber Daya Manusia, pertukaran informasi pariwisata, pengembangan destinasi dan produk wisata, penelitian pariwisata, pemasaran dan promosi pariwisata dan yang terakhir adalah kerja sama di forum dan organisasi regional dan internasional yang relevan untuk mendukung pencapaian tujuan kedua negara di bidang pariwisata.

"Kunjungan ini merupakan manifestasi dan keinginan Selandia Baru untuk terus memperkokoh hubungan, terutama di bidang Pariwisata. Dan Indonesia juga memiliki komitmen serupa untuk memperkuat hubungan bilateral, termasuk kerjasama di bidang Pariwisata,” ujar Presiden Joko Widodo dalam keterangan resminya.
Selain itu, Jokowi juga mengapresiasi komitmen Perdana Menteri Selandia Baru John Key untuk memperkokoh hubungan ekonomi dengan Indonesia. "Adalah suatu kehormatan bagi Indonesia menerima kunjungan PM Key dan rombongan. Kami mengapresiasi kunjungan yang disertai 22 orang Chief Executive Officer (CEO) dari perusahaan-perusahaan di Selandia Baru," kata Presiden Jokowi.

Dia mengatakan, kunjungan PM Key juga merupakan manifestasi serta keinginan Selandia Baru untuk terus memperkokoh hubungan ekonomi dengan Indonesia."Indonesia juga memiliki komitmen serupa untuk memperkuat hubungan bilateral, termasuk kerja sama di bidang energi terbarukan dan peternakan," katanya.
Perdagangan Indonesia dan Selandia Baru pada 2014 adalah sebesar US$ 1,31 miliar, di mana Indonesia mengalami defisit senilai US$ 354,61 juta dengan total ekspor sebesar US$ 481,4 juta dan impor US$ 836,03 juta. Sementara itu, pada 2015, total perdagangan kedua negara mengalami penurunan menjadi US$ 1,07 miliar, dan defisit mencapai US$ 200,8 juta dengan kinerja ekspor yang juga menurun menjadi US$ 436,25 juta dan impor US$ 637,0 juta.

Pertemuan tersebut berlangsung bersahabat. Dalam sambutannya, PM Key melontarkan pujian kepada Jokowi.Ia menyebut, kepemimpinan Jokowi tidak hanya terasa di Indonesia, tetapi juga terasa di Asia Tenggara. "Kepemimpinan Presiden Jokowi tidak hanya ditunjukkan di Indonesia, tapi juga di ASEAN," ujar Key. Key juga menyebut, suara Indonesia demikian lantang di Asia Tenggara. Hal itu lantaran sosok Jokowi yang terbilang muda namun tetap mampu mewujudkan percepatan ekonomi tanah air.

PM Key berharap pertemuan bilateral ini mampu mempererat hubungan dan kerja sama kedua negara di berbagai sektor. Menurut dia, ada banyak hal yang dapat dikerjasamakan antarkedua negara. Ia juga berharap bukan hanya pengusaha negaranya saja yang investasi di Indonesia, namun juga sebaliknya.
Jokowi menyambut kedatangan Perdana Menteri Selandia Baru John Key di Istana Merdeka sedikit spesial. Kedatangan Key disambut dengan dentuman meriam sebanyak 19 kali dan lagu kebangsaan kedua negara. Selain itu, kirab oleh pasukan berkuda dan Pasukan Nusantara dari Monas menuju halaman depan Istana Merdeka, turut memeriahkan acara.Tidak hanya itu, ratusan pelajar SMA dan SMP juga tampak menyambut dengan kibaran bendera kecil RI dan Selandia Baru saat mobil PM Selandia Baru memasuki area istana.(*)
by Facebook Comment

Mari Bertarung Kompetisi Lari Gunung Tingkat Dunia di Rinjani Lombok


 
 
NTB - Keindahan Gunung Rinjani kembali akan dikombinasikan dengan sport tourism. Itu setelah kompetisi lari ultra trail Rinjani 100 akan diselenggarakan di Gunung Rinjani pada tanggal 29 hingga 31 Juli 2016. ”Dahulu kalau diingat dan Anda pernah mendengar Mount Rinjani Ultra yang terkenal sebagai salah satu kompetisi lari paling menantang, kini acara tersebut berubah nama menjadi Rinjani 100. Dan ini akan kembali digelar,” kata Kepala Dinas Pariwisata NTB, HL Moh. Faozal, kemarin.

Lebih lanjut Faozal mengatakan, ada empat kategori yang diperlombakan yaitu 100 km, 60 km, 36 km dan 27 km. Para pelari 100 km dan 60 km akan melakukan start di Senaru dan finish di Sembalun. Sementara pelari jarak 36 km dan 27 km akan start serta finish di Sembalun.
Kata Faozal, mendaki Gunung Rinjani, bagi sebagian orang mungkin menjadi aktifitas olahraga yang cukup berat. Bagaimana tidak, medan yang akan dilalui terdiri atas turunan dan tanjakan yang tentu saja sangat melelahkan. Apalagi kalau pendakian yang dilakukan juga sambil membawa beban berat di punggung, berisi logistik makanan dan minuman, dijamin pendakian pasti sangat melelahkan.

Namun demikian, ternyata ada sebagian orang-orang “gila” yang melakukan pendakian Gunung Rinjani, dengan cara yang tidak biasa. Mendaki gunung dengan cara berlari, melalui even kegiatan yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) NTB, Rinjani 100.
“Sejak kegiatan ini dipromosikan dan diumumkan secara resmi melalui akun media sosial, tercatat sudah ratusan peserta dari berbagai belahan dunia yang telah mendaftar hingga hari ini,” kata Faozal.

Faozal memaparkan, banyak pelari yang sudah mengakui bahwa medan dari Senaru menuju Segara Anak terkenal sulit. Akan tetapi setelah Anda menaklukan medan tersebut tentunya akan menjadi kebanggaan tersendiri, terlebih ketika mengetahui bahwa lembah-lembah di sembalun sangat cantik.

Sekadar informasi, imbuh Faozal, Rinjani 100 diselenggarakan oleh Fonesport bekerjasama dengan Kementerian Pariwisata, Pemerintah Daerah, KOI, dan pihak Taman Nasional Gunung Rinjani. Rinjani 100 juga diadakan berkat kerjasama dengan Lombok and Beyond, biro perjalanann yang mengatur seluruh transportasi dan akomodasi yang dibutuhkan oleh peserta.

Disampaikan Faozal, Rinjani 100 yang bakal berlangsung pada 29 – 31 Juli mendatang, merupakan salah satu dari tiga sport tourism (olahraga wisata) skala internasional yang akan berlangsung di Pulau Lombok. “Dua even sport tourism lainnya yaitu rangkaian seri balap sepeda dunia Gran Fondo New York (GNFY), dan Kejuaraan Dunia Paralayang yang akan berlangsung di Are Guling Lombok Tengah,” tuturnya.

“Menariknya lagi, peserta lomba lari lintas gunung “Rinjani 100” selain akan dilepas start siang hari, baik di jalur pendakian Sembalun maupun Senaru, pada lomba terberat dengan menempuh 100 kilometer, ternyata para peserta dilepas malam hari. Benar-benar ekstrim, berlari mendaki Gunung Rinjani malam hari,” ujar Faozal.

Mengingat beratnya medan yang akan dilalui para peserta, terkait lomba lari gunung ini Disbudpar NTB juga menggandeng pihak kepolisian untuk melakukan pengamanan. Termasuk pihak Basarnas, dan Tim Kesehatan juga disiagakan sepanjang jalur lintasan.
Sedangkan Hendra Wijaya, panitia pelaksana, sekaligus atlet lari gunung legendaris di Indonesia menyatakan, bahwa Rinjani 100 yang menjadi bagian dari kompetisi lari gunung dunia, Mont Blanc, menjadi salah satu dari lima medan lari terberat di dunia. Empat lainnya yaitu di Gurun Gobi, Gunung Everest, Gunung Fuji, dan Gurun Sahara. “Karena menempuh jarak yang lumayan jauh, 100 kilometer, maka pelari yang berhasil menakhlukkan Rinjani 100 akan mendapatkan kredit 5 point,” terangnya.

Berapa hadiah untuk pemenang Rinjani 100? “Peserta yang mengikuti kegiatan olahraga ini tidak mendapatkan hadiah. Dan mereka ikut memang bukan untuk mengejar hadiah atau penghargaan, tetapi kredit poin yang diharapkan, agar bisa mengikuti kompetisi serupa dengan level yang lebih tinggi lagi. Paling akhir lomba nanti panitia hanya memberikan kaos, bahwa peserta tersebut telah berhasil menyelesaikan kompetisi. Tapi khusus untuk peserta Rinjani 100, kami (panitia) akan memberikan jaket eksklusif,” beber Hendra.

Gunung Rinjani sendiri memiliki tinggi 3.726 m dpl dan merupakan puncak tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Mendaki Gunung Rinjani tidaklah mudah namun akan menjadi pengalaman yang sangat berharga karena banyak pemandangan indah yang ditawarkan. Rinjani juga memegang pernanan penting dalam aspek kehiupan masyarakat. Nama Rijani sendiri berasal dari istilah Jawa kuno yang bermakna Tuhan.

Di dalam kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani terdapat Danau Segara Anak, danau cantik berbentuk sabit dan letaknya 600 m di bawah lereng kawah. Ini merupakan lokasi spiritual yang sering digunakan orang Bali untuk mengadakan upacara pekelan dimana perhiasan ditempatkan di danau dan dipersembahkan kepada roh gunung.

Ada dua titik untuk mendakinya yakni Desa Senaru dan Sembalun Lawang. Desa Senaru berjarak 3 jam dari utara Mataram, sedangkan Desa Sembalin Lawang berada sekira 4 jam perjalanan dari timur Mataram. Semua peserta diwajibkan menjaga lingkungan dengan tidak menganggu habitat hewan dan tumbuhan. Ada beberapa jalur yang tidak memperkenankan peserta untuk berlari saling mendahului demi kelestarian vegetasi.

Menpar Arief Yahya mengingatkan soal kebersihan, manajemen sampah dan toilet di Gunung Rinjani yang sering dikritik oleh para pendaki dan pecinta alam. Apalagi akan mengundang para pelari dari mancanegara di NTB. "Karena itu, pastikan kebersihan, sampah dan toilet publiknya betul-betul bersih dan tidak memalukan Lombok sebagai destinasi halal," kata Arief Yahya.

Lombok Mandalika adalah satu dari 10 top destinasi prioritas. Karena itu, pembenahan destinasinya harus berkelas dunia. Lombok juga sudah diputuskan sebagai destinasi halal Indonesia, selain Sumatera Barat dan Aceh. "Destinasi itu adalah miliknya pemda, karena itu peran pemda harus lebih optimal menjaga dan mengatur destinasinya dengan baik," kata lulusan ITB Bandung, Surrey University Inggris dan Doktor Unpad Bandung itu. (*)
by Facebook Comment

Rabu, 20 Juli 2016

Bali, Batam dan Bintan Curi Perhatian Industri Pariwisata Sydney


 

SYDNEY – Bali, Batam dan Bintan sukses mencuri perhatian para pelaku industri pariwisata Sydney. Di Travel Industry Exhibition di Luna Park, Sydney, 18-19 Juli 2016, dua destinasi wisata papan atas Indonesia itu diserbu ratusan pelaku industri papan atas Australia. Mayoritas, memburu wisata bahari.

Ya, pasar pariwisata di Sydney dan sekitarnya seperti tak pernah habis. Pada periode April-Mei 2016, arus kunjungan wisatawan Australia ke Indonesia mencatatkan pertumbuhan 16,4%. Dan saat ambil bagian di Travel Industry Exhibition di Luna Park, Sydney, 18-19 Juli 2016, arus wisatawan Negeri Kangguru ke Indonesia mulai memperlihatkan gejala naik lagi. Tiga booth yang disewa Wonderful Indonesia tak pernah sepi. 
“Saya senang melihat animo para pelaku industri pariwisata di Sydney. Dua Tour Operator yang kami bawa jadi semangat memasarkan paket perjalanan wisata karena banyak sekali yang tertarik dengan wisata
Batam dan Bintan. Semoga dampaknya signifikan bagi pariwisata kami di Kepri,” ungkap Guntur Sakti, Kadispar Provinsi Kepulau Riau, Kamis (19/7).

Di Sydney, Kepri yang mengandalkan Batam dan Bintan sebagai pintu masuk pariwisatanya, seperti tak pernah kehabisan ide untuk berpromosi lantaran 96% wilayahnya adalah laut. Jumlah pulaunya, ada  2.408. Kekuatan inilah yang dijual saat promosi di Sydney. “Kalau ke Bali memiliki Kawasan Nusa Dua, kami memiliki Kawasan Nusa Tiga-nya, yakni Kawasan Eksklusif Wisata Lagoi,” terangnya.
Nah, saat ini, branding Wonderful Indonesia di Negeri Kangguru cukup berhasil mencetak outbond tourist Australia. Pada April-Mei 2016, jumlah wisatawan asal Australia paling banyak terbang ke Indonesia. Sejak Mei 2016, Australia Bureau of Statistics (ABS) atau Badan Pusat.

Statistik milik Australia memang sudah merilis tujuan utama outbond warga Australia. Hasilnya, Indonesia ada di peringkat pertama tujuan wisata masyarakat Australia. Angka jelasnya, ada 108,5 ribu wisatawan Australia yang berkunjung ke Indonesia pada Mei 2016. Dibanding Mei 2015 yang tercatat 92,8 ribu wisman, ada peningkatan 16,4%. Angka ini juga naik 1,3% dari bulan sebelumnya, April 2016 yang berjumlah sekitar 106,6 ribu wisman. "Dampak promosi Wonderful Indonesia ke Australia semakin terasa. Jadi kami tidak akan pernah kendor berpromosi di sana,” Sekarang, tanda-tanda peningkatan juga terus terlihat,” terang I Gde Pitana, Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata.
Promosi Wonderful Indonesia di Australia memang sangat gencar. Dari digital hingga non digital, semuanya tak ada yang dilewati. Dari mulai trem di Melbourne, koran dan majalah pariwisata ternama, televisi, semuanya sudah disentuh brand Wonderful Indonesia. “Kita memang total berpromosi di sana. Termasuk promosi deregulasi Bebas Visa Kunjungan (BVK) untuk Australia. Promosi pariwisata dengan tema Bebas Visa Kunjungan, cukup efektif menggaet pasar Autralia,” ungkap pria
berkacamata itu.

Sekedar info, saat ini Indonesia sudah membebaskan visa bagi 169 negara. Dari 15 negara, kemudian ditambah menjadi 45 negara. Setelah itu makin bertambah lagi menjadi 90 negara. Dan terakhir, jumlahnya mencapai 169 negara.
“Travel Industry Exhibition di Luna Park sekaligus menjadi momentum untuk mempromosikan Bali and Beyond lebih gencar lagi. Kami ingin destinasi di sekitar Pulau Dewata juga ikut maju. Bali menjadi hub city, setelah menikmati Bali baru di distribusi ke luar Bali," kata dia.
Memang, tidak bisa dipungkiri, yang paling banyak mendapatkan benefit dari originasi turis Australia adalah Bali. Mereka sudah familiar ke Bali. Tapi, Indonesia juga punya 10 Bali Baru juga secara simultan mulai perlu diperkenalkan ke publik Australia. Dan kebetulan, 7 dari 10 Bali baru itu adalah wisata bahari. Jenis plesiran yang amat dinikmati wisatawan Australia.  "Turis Australia suka dengan tantangan di tepi pantai, dengan ombak dan surfing. Karena pasarnya suka bahari, kampanye promosi Wonderful Indonesia juga mengarah ke sana. Itu modal yang sulit dilawan negara manapun," ucap Pitana.

Terpisah, Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Vinsensius Jemadu, juga mengaku happy dengan trend peningkatan kunjungan wisatawan Australia tadi. ikut menambahkan, antusiasme para pelaku industri pariwisata Indonesia untuk ikut pameran di Travel Industry Exhibition juga ikut meningkat tajam. Tahun lalu, hanya ada dua pelaku industry pariwisata yang ikut berpromosi di even yang sama. Sementara di 2016, jumlahnya melonjak menjadi 12 pelaku industri pariwisata. “Antusiasme menggaet pasar Australia sangat tinggi.   Yang ikut pemain besar semua. Dari mulai Cahaya Duta Batam, Vital Idola Pesona T&T, Harris Hotel Batam, Mulia Hotel, Melia Hotel, Purimas hingga Omie Tour di Kalimantan, datang semua,” terang Vinsen.
Selain itu delegasi Wonderful Indonesia yang dipimpin Kepala Bidang Pameran Asia Pasifik Kemenpar, Rita Sofia. juga membawa serta penari dan pemusik asal Bandung World Ethnic dan Jember Fashion Carnaval. 

Menpar Arief Yahya melihat Negeri Kanguru itu sangat strategis di Wisata Bahari. "Dulu yang menemukan surfing Kuta Bali itu juga travellers Australia. Testimoni mereka di negaranya cepat menjadi viral dan setelah sekian lama menjadi Bali seperti sekarang. Promosi di Australia itu menjadi penting, banyak destinasi lain yang bisa mencontoh sukses Bali, tanpa harus meninggalkan Bali sebagai ikon pariwisata Indonesia," ujar Arief Yahya, Menpar RI . (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!