"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Sabtu, 01 Oktober 2016

Kemenpar Hidupkan Festival Bupolo Pulau Buru di Namlea

 

JAKARTA –  Apa yang terlintas di benak Anda saat mendengar kata Pulau Buru di Maluku? Pulau eksotis? Danau Rana? Tempat pembuangan tahanan politik? Atau malah sama sekali tak tahu? Bagi yang penasaran, silahkan simak Festival Bupolo di Namlea, Kabupaten Buru, 8-12  Oktober 2016. Eksplorasi kecantikan alam Maluku dan keindahan budayanya yang belum banyak orang tahu.

“Budaya, kuliner, dan alamnya oke punya. Itu sebabnya Kementerian Pariwisata ikut mempromosikan eksotisme wisata di Kabupaten Buru. Silahkan datang dan simak Festival Bupolo di Namlea, Kabupaten Buru,” ungkap Ukus Kuswara, Sekretaris Kementerian Pariwisata, Kamis (29/9) di Balairung, saat mewakili Menpar Arief Yahya yang mewisuda 603 lulusan STP Nusa Dua Bali itu.

Jika berbicara tentang eksotisme, Pulau Buru memang banyak menyimpan keindahan yang masih banyak belum tersentuh tangan manusia. Pulau seluas 8.473,2 kilometer persegi dengan garis pantainya sepanjang 427,2 kilometer secara umum berupa pebukitan dan pegunungan. Panoramanya? Dijamin banyak yang keren. Dari mulai wisata alam, pantai, budaya dan sejarah hingga kulinernya sangat oke.

Danau Rana misalnya. Di kawasan ini, wisatawan bisa menyaksikan pemandangan yang indah dengan Suku Rana yang masih tinggal dalam kultur tradisionalnya. Letaknya tidak biasa. Danau terbesar di Maluku itu berada pada ketinggian 700 mdpl. Sepanjang hari, danaunya nyaris selalu diselimuti kabut. Bila ingin berkeliling danau, masyarakat setempat siap mengantar Anda berkeliling danau dan wilayah sekitarnya.

Anda juga bisa mengunjungi perkampungan warga yang mengelilingi danau seperti Dusun Wamamboli, Kaktuan, Erdafa, Warujawa, Waimite, Wagrahi dan Waireman dengan sambutan senyuman ramah masyarakat Buru. Dan di perkampungan itu, Anda bisa mencicipi umbi-umbian dengan ikan bakar dan Colo-Colo khas Maluku.

Selain itu, masih ada Danau Namniwel yang bisa dinikmati. Danau ini merupakan danau yang sangat luas dengan panorama alam yang indah berpadu-padan dengan kumpulan burung Belibis di sekitarnya. Tempat ini cukup terkenal dan ramai dikunjungi pada akhir pekan. Masyarakatnya juga hidup secara tradisional.

Masih belum puas? Cobalah datangani Air Terjun Waprea. Air Terjun Waprea menyuguhkan pemandangan alam yang indah dan menarik. Setelah itu, jangan lupa berkunjung ke Desa Jikumarasa. Desa ini memiliki pantai dan danau yang indah yang terletak sekitar 17 Km dari Namlea. Pesona alam dan daya tarik dari pantai berpasir putih yang indah ini menjadikannya sebagai tempat yang cocok untuk berenang. Danau air asinnya juga menyuguhkan pemandangan yang sangat indah.

Pantai Jikubesar juga tak boleh Anda lewati. Pantai berpasir putih ini terletak sekitar 3 Km dari Namlea. Pemandangan yang indah menjadikan tempat ini baik untuk berenang. Di desa Lala, Anda bisa menjumpai goa dan sumber mata air yang ditemukan tentara Australia selama Perang Dunia ke-II. Mereka mendirikan tembok dan membuat jalan untuk turun ke sumber mata air tersebut. Masyarakat menggunakan airnya untuk kebutuhan sehari-hari. Proses penyulingan minyak kayu putih dilakukan di sini. Pengunjung dapat melihat langsung proses penyulingannya dan sekaligus dapat membeli hasil produksinya.  “Di Festival Bupolo 2016, semua bisa dinikmati. Budaya, alam, wisata sejarah, kuliner, ada semua,” tambah Ukus.

Lewat festival ini, Kemenpar ingin menggenjot kunjungan wisatawan ke Maluku, utamanya ke Kabupaten Buru. Itu  sekaligus mendukung mendukung
program Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia dalam mewujudkan target tahun ini 12 juta kunjungan wisatawan mancanegara dan 260 juta pergerakan wisatawan nusantara di Tanah Air. “Tahun ini Provinsi Maluku menargetkan kunjungan 16.173 wisman dan 121.768 wisnus dengan
total nilai transaksi ekonomi sebesar Rp 377,3 miliar. Sedangkan Kabupaten Buru menargetkan 570 wisman dan 21.230 wisnus dengan nilai transaksi ekonomi sebesar Rp 30,3 miliar,” tambah Ukus.
Mendatangkan wisman dan wisnus dalam jumlah banyak memang bukan pekerjaan mudah. Menggaet devisa dalam jumlah besar juga bukan pekerjaan ringan. Tapi, Ukus tak patah semangat. Menggaet semua mimpi tadi, menurutnya, masih sangat mungkin untuk dilakukan. “Pertama soal PDB, pariwisata menyumbangkan 10% PDB nasional. Nominalnya tertinggi di ASEAN. Kedua, PDB pariwisata nasional tumbuh 4,8% dengan trend naik sampai 6,9%. Angkanya sudah  jauh di atas industri agrikultur, manufaktur otomotif dan pertambangan,” terang pria kelahiran Cirebon itu.
Sumbangan devisanya? Pariwisata juga menunjukkan performance yang sangat oke. Posisinya ada di peringkat 4 penyumbang devisa nasional. Pertumbuhan penerimaan devisa pariwisata mencapai 13%. Sangat kontras bila dibandingkan minyak gas bumi, batubara, dan minyak kelapa sawit yang pertumbuhannya negatif.
Sumbangsih pembukaan lapangan kerja dari sektor pariwisata juga tak sedikit. Saat ini, pariwisata penyumbang 9,8 juta lapangan pekerjaan. Di tingkat nasional, prosentasenya mencapai  8,4%. Ada di urutan ke-4 dari seluruh sektor industri. “Pariwisata juga tercatat sebagai pencipta lapangan kerja termurah yakni; USD 5.000/satu pekerjaan, sedangkan industri lain rata-rata USD 100.000/satu pekerjaan. Jadi kalau ada target tinggi ya saya yakin bisa dicapai,” ungkapnya.
Paparan Ukus tadi langsung memantik semangat Wakil Gubernur Maluku Zeth Sahuburua. Dia mengaku makin pede mengembangkan pariwisata di wilayahnya. Apalagi, saat ini, Ambon-Banda sudah ditetapkan Kemenpar sebagai 10  destinasi prioritas wisata selam di Indonesia bersama dengan Bali; Lombok; Manado-Bunaken-Lembeh; Togean; Alor; Raja Ampat, dan Derawan. “Potensi pariwisata ini gencar kita promosikan melalui kegiatan festival antara lain seperti Festival Pattimura, Festival Ambon Manise, Festival 1000 Suling Bambu Ambon, Festival Teluk Ambon, dan Festival Pesona Bupolo,” kata Zeth Sahuburua.
Khusus untuk Festival Pesona Bupolo, Wagub Zeth Sahuburua mengaku akan all out menyiapkan yang terbaik. Beragam acara menarik, menurut Zeth, sudah disiapkan untuk memanjakan wisatawan yang datang. Dari mulai lomba huhate in the pool, Bupolo Expo, Underwater Photo Contest, Transpalantasi Terumbu Karang, Festival Papeda kuah ikan dan rujak, Karnaval dan Kirab Budaya Rakyat Nusantara, Festival Layang-Layang.
Panggayung Manggurebe, Gerak Jalan Indah, Parade Tifan Damang Fafu atau Persembahan Tarian Sawat Kolosal, Makan Patita, Gosepa Sail on Kaiely Bay dan ditutup dengan acara Pameran dan Malam Hiburan Rakyat, sudah siap menyambut wisatawan yang berkunjung ke Maluku, awal Oktober nanti. “Kalau lapar, wisatawan bisa menyantap hidangan hasil laut terbaik di Teluk Bara. Di sana ikannya sangat banyak dan sangat gampang untuk diambil.  Tidak perlu pakai bumbu lagi. Hanya celupan air laut saja bisa bikin ikan bakar dengan rasa yang enak," ungkapnya. (*)
by Facebook Comment

Menpar Arief Yahya: Bawah Laut Kita Langganan Juara Dunia

 

JAKARTA – Majalan Dive Magazine memasukkan lima spot underwater Indonesia ke dalam Top World Diving Destinations 2017 cukup beralasan. Raja Ampat Papua, Alor NTT, Pulau Komodo NTT, Lembongan Bali, dan Lembeh Sulawesi Utara, ternyata memang sudah menjadi langganan tampil di top 5 destinasi selam terbaik di Asia Pasifik, dan dunia. “Potensi wisata bahari kita memang world class semua,” kata Menpar Arief Yahya. 

Dari data sepanjang 2011-2015, lima destinasi itu tak hanya diakui DiveMagazine saja. Scuba Diving, majalah panduan traveller dunia yang hobi diving dan snorkeling, juga pernah memberi acungan jempol pada destinasi selam andalan Indonesia itu. Di 2011, Indonesia terpilih sebagai jawara untuk wilayah Indo-Pasific dalam empat dari delapan kategori yang dibahas di majalah cetak Scuba Diving.

Untuk kategori Macro Life, Overall Rating of Destination, Health of Marine Environment serta Underwater Photography, Indonesia ada di urutan nomor 1 Indo-Pasific. “Berbagai penghargaan itu diberikan tidak sembarangan, itu mempertaruhkan reputasi mereka jika tidak credible. Karena itu penghargaan itu juga menaikkan credibility destinasi selam kita,” ungkap Arief Yahya.

Di 2012, nama Indonesia kembali diperhitungkan. Dalam top 100 kategori resort, bar, destinasi serta segala hal yang terkait kehidupan bawah laut, lima wakil Indonesia masuk ke dalam kategori pilihan pembaca terbaik tingkat dunia. Bunaken National Marine Park, Indonesia, terpilih menjadi Best Marine Park. Setelah itu, ada Wakatobi House Reef, Indonesia, yang dinobatkan menjadi The Best Shore Dive. Untuk kategori  Best Topside, gelar terbaiknya dipegang  Bali, Indonesia.

Sementara untuk Best Live-Aboard, disambar Indo Siren, Indonesia. Satu gelar lainnya, Best Night Dive, direbut Nudi Falls, Lembeh Strait, Indonesia. Perburuan gelar spot diving terbaik kembali berlanjut di 2013. Hasilnya? Tiga gelar terbaik terkait kehidupan bawah laut kembali direbut Indonesia. Award Best Live-Aboard, menjadi milik Arenui, Indonesia. Plakat  Best Dive Site House Reef, direbut Wakatobi Dive

Resort. Satu gelar terbaik lainnya, direbut dari kategori Best Bar. Untuk yang ini, Cafe Billiard, Bali, Indonesia, juaranya.

Di 2014, Liberty di Tulamben, Bali, Arenui, Arborek Jetty, Raja Ampat masuk ke dalam posisi teratas top 100 Gold List reader’s choice award yang digelar Scuba Diving. Gelar Best Shore Dive, dimenangkan Liberty, Bali, Indonesia. Predikat Best Live-Aboard menjadi milik Arenui, Indonesia. Untuk Best Animal Encounter, menjadi milik Raja Ampat, Indonesia. Dua gelar lainnya, Best Night Life dan Best Night Dive

dimenangkan Bali serta Arborek Jetty, Raja Ampat, Indonesia.

Untuk 2015, Indonesia kembali masuk ke dalam daftar top 100 spot diving terbaik. Di kategori Best Underwater Photography region Pasifik dan Indian Oceans, foto Crab on Coral karya Rodger Klein dinobatkan menjadi yang terbaik. Foto itu diambil saat Rodger menyelam di Selat Lembeh, Sulawesi. Selain itu, ada juga gelar Best Macro Diving region Pacific and Indian Oceans yang berhasil diboyong ke Indonesia.

“Itu sebabnya spot selam Indonesia sudah dikenal dunia. Banyak award yang sudah diberikan ke Indonesia. Banyak juga yang secara periodic mengulas tentang kedahsyatan diving site di Indonesia,” ungkap tenaga Ahli Underwater Tourism Kemenpar, Cipto Aji Gunawan.

Semakin banyak award yang mampir ke Indonesia, menurut Cipto, akan makin menaikkan pamor Indonesia di mata dunia. Maklum, awardnya diberikan oleh pihak yang memiliki reputasi tinggi di bidang pariwisata. “Value dan trust kita semakin naik,” sebut Cipto.

Keuntungan lainnya, award yang didapat akan menaikkan confidence atau kepercayaan diri. Imbasnya, motivasi untuk berbuat yang lebih hebat lagi akan

tetap terjaga. Berangkat dari alasan tadi, Cipto pun kembali mengajak seluruh

masyarakat untuk ikut serta dalam memberikan vote untuk Indonesia.

Caranya gampang, dan tidak perlu bayar. Tinggal klik http://divemagazine.co.uk/go/7467-vote-for-top-dive-destinations-2017 dan scroll layar ke bawah, pilihannya bisa langsung terlihat. Ada kolom Indonesia yang bisa di klik di sana.  Sampai dengan 30 September 2016 pukul 11.09, Indonesia masih merajai dengan 15.840 voters, disusul Filipina 1.938, lalu Maldives 1.666, Laut Merah 1.304,

Australia 1.275, Thailand 1.185, dan lainnya lebih kecil semua. Total 18 negara yang dimasukkan dalam list peserta. Kemenangan vote ini, akan semakin memperkokoh keyakinan dunia, bahwa dive sites di Indonesia memang paling top di dunia.(*)
by Facebook Comment

Jumat, 30 September 2016

Yuk Vote Indonesia Jadi Top Dive Destination 2017

 

JAKARTA – Patenkan Indonesia sebagai destivasi underwater terbaik di dunia! Karena faktanya memang bawah laut Indonesia diciptakan Tuhan untuk juara dunia. Kalau pun banyak media yang belum menempatkan di urutan nomor wahid, hampir dipastikan karena belum tahu saja! Kini saatnya untuk memberitahu kepada dunia, bahwa di bawah laut kitalah yang paling fantastis.

Saluran televisi internasional, CNN Travel 2015 sudah menempatkan Raja Ampat dan Labuan Bajo sebagai dua snorkel site terhebat nomor satu dan dua di dunia 2015. Kini, ada DiveMagazine, majalah terbitan Inggris yang sedang pemungutan suara via online, untuk memilih destinasi selam terbaik di dunia. “Yuk, kita serbu! Kita menangkan vote via digital tersebut,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI di Bali.

Caranya mudah, kilik di site ini: http://divemagazine.co.uk/go/7467-vote-for-top-dive-destinations-2017. Landing page-nya di-scroll ke bawah, ada kotak orange dengan judul “Best place in the world to dive.” Centang saja Indonesia di pojok kiri atas. Sampai dengan 29 September 2016 pukul 16.30 Indonesia masih merajai dengan 6.160 voters, disusul Filipina 1.854, lalu Maldives 1.453, Laut Merah 1.240, Australia 1.182, Thailand 1.128, dan lainnya lebih kecil semua. Total 18 negara yang dimasukkan dalam list peserta.

Website www.divemagazine.co.uk itu cukup rajin meng-up load berita. Sejam sebelumnya menggunakan judul “Indonesia Memimpin Perolehan Suara Destinasi Selam Terbaik Dunia.” Lalu, membuat news lagi yang temanya pas dengan pemilihan itu. Kini mengangkat artikel pilihan lokasi diving di Raja Ampat, Alor, dan Labuan Bajo. Di bagian paling bawah dari berita itu juga memasang Lembongan Bali dan Lembeh Sulut.

Kesempatan voting masih dilayani hingga 31 Desember 2016. “Yuk, bantu vote. Indonesia memiliki 55 destinasi diving dan lebih dari 1.500 dive spots tersebar dari Aceh sampai Papua dan jumlah ini lebih banyak dibandingkan dengan semua negara di dunia. Apalagi Malaysia, Filipina, dan Thailand,” ajak tenaga Ahli Underwater Tourism Kemenpar, Cipto Aji Gunawan.

Lima diving spot Indonesia dalam satu minggu terakhir ramai digunjingkan netizen di dunia maya. Dari mulai Raja Ampat Papua, Alor NTT, Pulau Komodo NTT, Lembongan Bali hingga Lembeh Sulawesi. Namanya sontak berkibar lantaran masuk nominasi top diving destinations 2017 yang digelar DiveMagazine, sebuah majalah menyelam terkemuka di dunia yang menjadi panduan menyelam di 165 negara.

Hingga Kamis (29/9), sore, sudah puluhan ribu voter yang memilih spot-spot menyelam terbaik di dunia. Dari mulai Filipina, Palau,Meksiko, Galapagos, Maldives, Papua Nugini, Kuba, Bahama, Thailand, Australia, Turki, Islandia, Malta, Malaysia, hingga Indonesia, semuanya ada dalam radar nominasi spot menyelam terbaik

dunia.

Semuanya dinilai eksotis. Semuanya dinilai wow. Tapi, hanya hanya Indonesia yang terlihat seksi. Indonesia paling banyak meloloskan nominator destinasi spot menyelam terbaik. Raja Ampat Papua, Alor NTT, Pulau Komodo NTT, Lembongan Bali hingga Lembeh Sulawesi, masuk dalam radar pantauan tim DiveMagazine. Underwater

tourism di spot-spot tadi dianggap keren. Panoramanya dianggap world class. Bagi yang minat diving, disarankan untuk tidak mengalihkan pandangan ke lima spot terbaik tadi. Di sanalah surga wisata diving dunia. Lima destinasi spot diving tadi, dijamin bisa membuat setiap orang ketagihan dan ogah pulang.

Gambaran kasarnya sudah bisa disimak dari hasil voting sementara. Dari beragam spot menyelam terbaik dunia, diving spot Indonesia ada di urutan nomor satu. Sudah ada 11.258 voter yang memilih Indonesia sebagai diving spot terbaik dunia. “Sejauh ini Indonesia ada di urutan pertama dengan 11.528 voter,” tulis redaksi DiveMagazine.

Pilihan pembaca DiveMagazine tadi sejatinya tidak terlalu mengejutkan. Semua yang diinginkan dari pengalaman diving terbaik ada di Indonesia. Indonesia punya coral terhebat, terlengkap, terbaik di dunia. Pantai terpanjang di dunia nomor dua. Dan CNN, pernah menganugerahkan gelar The best snorkel site untuk Raja Ampat. Runner upnya Labuan Bajo. Dan peringkat tiganya Kepulauan Galapagos di lautan Pasifik Ekuador.

Untuk 2017, lagi-lagi Raja Ampat di Papua masuk radar. Raja Ampat telah menjadi pusat perhatian dunia ketika berbicara mengenai keindahan bawah laut dengan segudang kekayaan biota di dalamnya. Sebut saja spesies ikan yang mencapai lebih dari 1300 termasuk manta ray, whale shark, dan orca yang terlihat melewati kepulauan ini. Ada juga spesies moluska yang berjumlah 700-an, dan belum lagi sekitar 75% jenis coral di dunia ada di sini. Bagi peneliti, fotografer underwater, diver, hingga snorkeler, ini adalah surga, Banyak kesan indah yang bisa dibawa pulang setelah menyelam di Raja Ampat.

Taman Nasional Komodo punya cerita lain lagi. Pemandangan bawah lautnya disebut-sebut terdahsyat di planet bumi. Bagi para pecinta underwater photography, menyelam di Komodo adalah arena sempurna untuk mendapatkan hasil-hasil foto fantastis. Bayangkan, ada sekitar 40 titik penyelaman yang masing-masing menyimpan pesona tersendiri. Mulai dari kawasan Labuan Bajo, Pulau Komodo, dan Pulau Rinca. Begitu juga Alor NTT, Lembongan Bali serta Lembeh Sulawesi. Semua menyimpan panorama keren.

Nah, bagi yang belum memberikan vote, cepetan deh!
by Facebook Comment

Kamis, 29 September 2016

Tarik 1.000 Wisman, Kemenpar Tampil di Kongres Konsultan di Maroko

 

MAROKO – Kementerian Pariwisata RI jauh-jauh tampil ke Maroko, saat World Tourism Day (WTD), 27 September 2016 lalu. Ada apa? Berpromosi di negara yang bukan pasar utama? Pasti ada sesuatu yang masuk akal dan bernilai captive, sehingga Wonderful Indonesia menggoda negeri yang memiliki garis pantai yang sangat panjang di Samudera Atlantik dan berada diantara Spanyol dan Prancis itu.

“Tentu! Kami mensupport INKINDO –Ikatan Nasional Konsultan Indonesia yang sedang kongres dunia di Maroko. Tahun depan, mereka akan berkongres di Indonesia, dan menghadirkan 1.000 konsultan dari 89 negara. Karena itu, kami tampilkan keindahan alam, budaya dan man made yang dimiliki Indonesia, agar mereka semakin mantap dan meyakinkan untuk terbang ke tanah air,” kata Nia Niscaya, Asdep Pengembangan Pemasaran Mancanegara Wilayan Eropa, Amerika, Timur Tengah dan Afrika itu.

Pasar yang disasar kali ini, kata Nia, adalah MICE, meetings, incentives, conferences, exhibitions yang merupakan potensi besar bagi Indonesia. Bali Nusa Dua dan Jakarta adalah dua kota yang paling siap untuk 1.000 peserta MICE yang sangat mungkin jumlah itu akan bertambah. Karena banyak diantara mereka peserta MICE yang mengajak keluarga. Kota lain, seperti Bandung, Jogjakarta, Solo, Semarang, Batam, Bintan, Manado, Makassar, Surabaya dan Medan juga cukup fasilitasnya untuk menerima sejumlah itu.

Lalu apa yang dipromosikan di Maroko? Nia menjelaskan, Kemenpar mendesign booth dan image Wonderful Indonesia di sana. Tentu, juga beberapa TVC yang ada tayangan tentang destinasi wisata Indonesia dan kesenian tradisional Indonesia yang cukup dikenal di sana. “Di tayangan video-nya, ada short speech Pak Menpar Arief Yahya, yang intinya mengucapkan selamat dating tahun depan ke Indonesia,” kata Nia Niscaya yang mendampingi Deputi Pengembangan Pemasaran Mancanegara I Gde Pitana itu.

Menpar Arief Yahya menjelaskan bahwa Indonesia adalah tempat yang indah untuk berwisata culture dan nature. Budayanya kuat, alamnya istimewa. Dua keindahan yang jika digabungkan menjadi satu kekuatan atraksi pariwisata yang mengagumkan. “Silakan datang, eksplorasi dan nikmati alam dan budaya Indonesia,” kata Mantan Dirut PT Telkom yang pintar ilmu dan implementasi marketing ini.

Arief Yahya mengakui, spending wisman MICE itu jauh lebih besar daripada jenis wisatawan lain ke tanah air. Bahkan bisa tiga kali lipat, dibandingkan dengan leisure, dan sport tourism. Dana ini didapat dari asosiasi kongres se dunia, yang juga ada market-nya. “Coba, kalau dipaketkan, mereka MICE di Nusa Dua, dan mereka bisa bebas memilih berkunjung ke semua destinasi di Bali? Itu kombinasi yang cantik, masuk dari tourism dulu akan lebih smooth,” kata Arief Yahya.

Jauh-jauh dari Eropa, Amerika, atau Timur Tengah ke Bali, Jakarta, Batam, Bintan, Jogjakarta, Surabaya, Semarang, Bandung, Makassar, atau Medan, kalau hanya untuk berkonferensi atau pertemuan, tentu tidak sayang dengan waktu dan kesempatan. Karena itu, mereka biasanya mengajak istri, anak dan keluarganya untuk sekalian berliburan, belanja, kuliner, atau berburu souvenir. “Itulah MICE, yang bidding tahun 2017 sudah dimenangkan oleh INKINDO,” kata pria asal Banyuwangi ini.(*)
by Facebook Comment

Peringati WTD 2016, Akpar Medan Aksi Bersih-bersih Destinasi

 

MEDAN – Ada banyak cara untuk mengekspresikan komitmen di World Tourism Day (WTD) 27 September 2016. Menpar Arief Yahya melaunching Culinary and Shopping Festival 2016 yang dibuka serentak di 12 provinsi, 16 kota (bukan lagi 14 kota, red), dan 85 mall ternama di tanah air, yang ditandai dengan live videoconference dengan Walikota Surabaya Tri Rismaharini. Akpar –Akademi Pariwisata—Medan memilih cara unik dan simpatik, yakni bersih-bersih destinasi wisata di Kota Medan.  

Sebuah komitmen yang patut diacungi dua jempol, karena Akpar Medan berada di kota yang memang membutuhkan kerja keras untuk menghormati rasa bersih dan bebas sampah berceceran. ”Mereka membersihkan Istana Maimun dan Masjid Raya Al Mashun Kota Medan. Selain dalam rangka Dies Natalis Akpar Medan yang ke-25, kegiatan juga berlangsung dengan tujuan menyambut datangnya Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Medan,” sebut Deputi Kelembagaan Kemenpar, Profesor Ahman Sya.

Sejak mahasiswa, kata Ahman, anak-anak yang kelak memperkuat barisan Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia itu sudah diajarkan spirit hospitality. Itu nilai yang paling membutuhkan perhatian di ibu kota Sumatera Utara tersebut. “Jadi, langkah ini sudah inline dengan spirit dunia pendidikan kita yang sangat dekat dengan pariwisata,” ungkapnya.

Ahman mengatakan, berdasarkan laporan Akpar , aksi bersih-bersih diikuti oleh sekitar 800 mahasiswa dan mahasiswi serta 180 orang dari kalangan dosen dan pegawai Akpar Medan. Aksi itu juga didukung beberapa perguruan tinggi pariwisata lainnya yakni, Akpar Medan Hotel School dan Akpar Darma Agung dan STIM Sukma.

”Sehingga total peserta yang mengikuti aksi bersih tersebut mencapai hampir 1.100 orang. Akpar Medan meggelar aksi tersebut bertujuan untuk memupuk cinta dan peduli terhadap pariwisata Indonesia, khususnya Sumatera Utara yang semakin maju dan menjadi core bisnis ekonomi pariwisata Indonesia,” ujar pria yang pernah mengenyam S2 di Belgia itu.

Bukan itu saja, masih kata Ahman, selain itu kegiatan tersebut juga dapat mempererat kekompakan antar para akademisi dan mahasiswa pariwisata di kota Medan. Aksi ini juga digelar dengan harapan agar mampu menginspirasi stakeholders pariwisata untuk dapat bekerja nyata dalam mendukung pariwisata yang menjadi sektor prioritas, dimana sebentar lagi hadir destinasi prioritas, Danau Toba menjadi salah satu icon pariwisata Indonesia. 

”Ini namanya berbuat sesuatu dan berkarya serta berbuat nyata untuk kemajuan pariwisata Kota Medan, Sumut dan Indonesia. Kita harus terus tanamkan hal ini kepada kader-kader Pariwisata Indonesia,” ujarnya.

Seperti diketahui, kunjungan wisatawan ke Sumatera Utara sudah semakin membaik. Peningkatan kunjungan ini harus tetap dijaga dengan melakukan perbaikan di berbagai sektor termasuk infrastruktur, peningkatan kualitas produk sumber daya manusia. Gubernur Sumut Erry Nuradi menyebut apa yang dilakukan Akpar Medan itu cerminan pelaku Pariwisata Indonesia yang harus dijaga.

Apalagi, Pariwisata akan mejadi penopang utama ekonomi bangsa Indonesia. Dikatakan Erry, berdasarkan data WTO, di perkirakan pada tahun 2020 indonesia termasuk tujuan wisatawan mancanegara akan mengalami peningkatan pengunjung berkisar 6 hingga 8 persen, hal ini harus diantisipasi oleh kesiapan para lulusan pendidikan bidang wisata termasuk Akpar Medan.

“Untuk itulah mahasiswa Akpar Medan diharapkan menjadi ujung tombak untuk ikut mengembangkan pariwisata di daerah ini. Teruslah berkarya,” ujarnya. Erry juga mengakui sampai saat ini masih banyak objek wisata daerah Sumatera Utara yang perlu dikembangkan dan dipromosikan keindahaannya.Karena itu pendidikan kepariwisataan memiliki prospek yang bagus ke depan. ”Tentunya kami berharap pendidikan kepariwisataan harus menunjang program pemerintah untuk menjamin kelancaran pelayanan serta penyelenggaraan Pariwisata,” jelas Erry. (*)
by Facebook Comment

CEO Message #11 Menpar Arief Yahya Bicara Go Digital

 

JAKARTA – Sebagai Mantan Dirut PT Telkom, Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya bukan kebetulan jika terus-terusan berbicara soal Go Digital Be The Best. Juga bukan ingin disebut “gaya-gayaan” biar disebut selera masa kini. Tiga puluh tahun lebih, orang nomor satu di Kemenpar itu bergulat dengan digital dan IT. Dan dia tidak menemukan jawaban lain, kecuali “Go Digital” untuk menerobos proyeksi spektakuler 20 juta wisman di tahun 2019.
“Kalau ada platform yang lebih baik dari digital, silakan bawa ke saya. Mari kita bedah, mari kita uji. Sejauh ini, saya masih berkeyakinan, hanya dengan cara yang tidak biasa, bisa mendapatkan hasil yang luar biasa! Dan cara yang luar biasa itu, adalah digital,” kata Arief Yahya mengawali rapat pimpinan di lantai 16, sesaat sebelum membacakan CEO Message #11.
Berikut adalah CEO Message yang dia beri judul tegas: Go Digital!
The more digital, the more personal.
The more digital, the more professional.
The more digital, the more global.
 
Rakornas Kemenpar ketiga berlangsung istimewa karena kita mengambil tema yang keren yaitu: Go Digital. Tema ini tentu saja bukan asal keren-kerenan, tapi sudah menjadi urgensi kita semua untuk merambah ranah digital dalam mewujudkan visi 20 juta wisman di tahun 2019. Kemenpar harus melakukan transformasi digital, tanpa itu tak mungkin kita bisa mewujudkan visi menantang kita.
 
Saya tidak main-main dengan tema Go Digital ini. Ini bukanlah sekedar omongan dan slogan semata, tapi akan saya wujudkan secara kongkrit. Secara serius saya akan merombak pola pikir dan cara kerja Kemenpar menjadi semakin digital. Caranya dengan mendorong sebanyak mungkin digital initiatives di kementerian ini.
 
Beberapa waktu lalu kita telah meresmikan War Room. War Room yaitu pusat kendali peperangan berupa perangkat berbasis digital yang memungkinkan kita mengambil keputusan-keputusan secara cepat dengan berbasis pada data real time. Data real time ini tak mungkin kita peroleh jika platform kita tidak digital. Saya juga sudah meminta Pak Samsriyono untuk mempersiapkan sebuah platform online marketplace pariwisata Indonesia yaitu ITX (Indonesia Travel Exchange). Platform ini akan berfungsi super efisien sebagai hub yang mempertemukan supply dan demand industri pariwisata Indonesia.
 
Terkait Go Digital, saya punya tagline yang sepertinya orisinal yaitu: “The more digital, the more personal. The more digital, the more professional. The more digital, the more global.”
 
Semakin digital maka kita bisa menggunakan beragam apps dan digital tools untuk menyentuh satu-persatu konsumen secara personal. Kita bisa tahu demografi, psikografi, dan perilaku konsumen kita satu-satu.
 
Semakin digital maka cara kerja kita dalam menggaet wisatawan akan semakin profesional, misalnya dengan memanfaatkan convergence media yang mengintegrasikan paid, owned, dan social media. Dengan menggunakan big data kita akan mampu mendapatkan insights perilaku konsumen yang jauh lebih presisi.
 
Dan semakin digital maka kita akan bisa menjangkau konsumen global dari manapun dia berada di muka bumi ini. Begitu kita menggunakan platform digital, maka kita bisa diakses oleh wisatawan dari manapun di seluruh dunia. 
 
Digital Lifestyle
Kenapa kita harus Go Digital? Tak lain karena konsumen kita sudah berubah jauh perilakuknya menjadi semakin digital, apalagi jika Gen Y (milenial) dan Gen Z semakin besar jumlah dan pengaruhnya. Kini kita mengenal istilah “always-connected travellers”, di manapun dan kapanpun mereka saling terkoneksi dengan adanya mobile apps/devices. Ingat, jika kita tak berubah mengikuti perubahan konsumen, kita pasti akan mati.
 
Gaya hidup wisatawan dalam mencari informasi destinasi, memperbandingkan antar produk, memesan paket wisata, dan berbagi informasi kini telah mereka lakukan secara digital, singkatnya mereka search and share menggunakan media digital. Ciri digital lifestyle ini ada tiga yaitu: mobile, personal, dan interactive. Dalam mencari informasi, membeli, dan mengonsumsi produk wisata, mereka telah menggunakan mobile device, melakukan engagement secara personal, dan interaksinya bersifat “two-way” bahkan “many-to-many” dengan cara berbagi dengan peers dan komunitasnya.
 
Harus diingat pencarian produk (search) dan berbagi informasi (share) di industri pariwisata kini sudah sekitar 70% menggunakan media digital. Harus diingat pula efektifitas media digital (digital media effectiveness) bisa mencapai empat kali lipat dari media konvensional. Karena itu kita harus mulai meninjau ulang proporsi media digital kita dibanding media konvensional.
 
Berdasarkan statistik biaya promosi yang dikeluarkan diseluruh dunia rata-rata adalah sekitar 70% uang kita di media konvensional dan 30% di media digital atau 70:30, maka proporsi ini harus kita ubah menjadi 60:40 atau bahkan 50:50. Dengan mengalikan proporsi tersebut dengan masing-masing angka media effectiveness-nya, maka kita akan bisa melihat berapa kali kenaikan efektifitasnya.
 
Matematikanya sederhana. Kalau proporsinya 70:30 maka perhitungannya adalah: 70 x 1 ditambah 30 x 4, yaitu 190. Nah, kalau kita ubah proporsinya menjadi 60:40, maka perhitungannya menjadi 60 x 1 ditambah 40 x 4, yaitu 240. Jadi untuk masing-masing proporsi itu kita akan mendapatkan kenaikan media effectiveness dari 190 menjadi 240. Kalau proporsinya diubah menjadi 50:50 maka tentu kenaikan efektivitasnya akan lebih besar lagi.
 
Intinya, dengan menaruh uang kita sebagian besar di media digital, maka kita akan mendapatkan efektifitas yang jauh lebih tinggi.
 
Look-Book-Pay
Digital media juga lebih ampuh dibanding conventional media, karena pada dasarnya digital media adalah convergence media. Convergence media ini terbagi menjadi tiga yaitu: paid, owned, dan earned media. Karena orang mendefinisikan earned media sulit, saya mengganti namanya biar mudah menjadi social media.
 
Tiga jenis media ini menyasar target wisatawan yang berbeda-beda: Paid media seperti ad banner atau paid search untuk menyasar prospects atau khalayak umum yang belum menjadi pelanggan kita. Owned media seperti website atau blog menyasar customers. Sementara social media seperti Facebook atau Instagram untuk menyasar para advocators. Konvergensi antara paid, owned, dan social media ini bisa terwujud hanya jika kita menggunakan digital media. Dengan conventional media kita tak mungkin bisa melakukannya.
 
Nah, digital media ini saya beri istilah baru yaitu: Look-Book-Pay. Istilah ini mengacu pada pola consumer journey yang dimulai dari si wisatawan mencari dan melihat-lihat informasi (Look), kemudian memesan paket wisata yang ia minati (Book), dan kemudian membayarnya secara online (Pay). Look artinya media untuk kita mencari informasi seperti Google, Baidu, atau TripAdvisor. Book adalah media untuk memesan produk wisata seperti: booking.com, C-Trip/AliTrip, atau Traveloka. Sementara Pay adalah media atau apps untuk melakukan pembayaran seperti: PayPal. AliPay, atau Amazon.
 
Kalau Look-nya kita menggunakan conventional media seperti TV atau koran, maka kita tak bisa mengintegrasikannya secara digital dengan booking company (Book) atau online payment company (Pay). Kalau integrasinya tidak bisa, maka konsep convergence media tidak bisa kita jalankan. Di kalangan Gen Y dan natinya Gen Z, proses Look-Book-Pay tersebut sudah mulai dilakukan secara fully-digital, sehingga kalau platform kita tak mampu mengakomodasinya, maka jelas kita akan ketinggalan kereta.
 
Conversion Rate  
Dalam digital marketing, conversion rate merupakan hal terpenting untuk tercapainya sukses penjualan. Tak ada gunanya kita memiliki awareness yang tinggi di Google atau Facebook jika awareness itu tidak dikonversi menjadi penjualan. Apa itu conversion rate? Kalau kita hit di Google, maka dalam konsep AIDA (Awareness, Interest, Desire, Action) maka posisi kita masih sebatas Awareness, Interest, atau mentok sampai Desire.
 
Untuk bisa menghasilkan penjualan maka si wisatawan harus berlanjut hingga ke Action. Dalam dunia pariwisata Action itu adalah Book dan Pay. Jadi agar berujung hingga ke transaksi penjualan customer journey-nya harus sampai pada Book dan Pay. Saya sering katakan bahwa Look itu hasil dari branding, sementara Book-Pay itu hasil dari advertising dan selling.
 
Nah, conversion rate akan tinggi jika wisatawan tak hanya Look tapi juga Book dan Pay. Jadi jumlah wisatawan yang Book dibanding Look (Book/Look) itulah conversion rate. Juga, jumlah wisatawan yang Pay dibanding yang Book (Pay/Book); dan pada akhirnya jumlah wisatawan yang Pay dibanding yang Look (Pay/Look) itulah conversion rate.
 
Coba kita bandingkan antara Google dan TripAdvisor. Kalau kita mendengar presentasinya Google, maka mereka akan bilang hits dan click-nya tinggi. Tapi ketika saya tanya berapa conversion rate-nya hingga berujung ke penjualan, pasti Google sulit menjawab karena conversion rate-nya kecil. Sementara kalau TripAdvisor, dia akan bilang conversion rate-nya tinggi walaupun hits dan click-nya kecil. Kenapa? Karena pengunjung TripAdvisor sudah terseleksi secara spesifik yaitu para travellers yang memang secara khusus berburu tiket pesawat, hotel. Maupun paket wisata.
 
Intinya saya ingin mengatakan, bahwa kita harus cermat dan mengerti nature dari media yang kita pilih. Untuk branding akan efektif jika kita menggunakan Google, tapi untuk selling TripAdvisor jauh lebih efektif.  
 
Sekarang coba kita lihat bagaimana alokasi dana promosi yang dialokasikan untuk TripAdvisor. Pada tahap awal materi promosi untuk branding 80%, advertising 20%, dan selling 0%. Alokasi ini kita lakukan karena kita belum mengerti benar tentang positioning TripAdvisor sebagai search engine yang khusus untuk traveler, sehingga kecenderungan viewer adalah langsung untuk melakukan transaksi. Setelah kita mengerti, maka komposisi materi promosi harus diubah menjadi: branding 20%, advertising 30%, selling 50%.
 
Dengan komposisi semacam ini, maka diharapkan return on marketing investment (ROTI) kita akan naik secara tajam. Ya, karena dana promosi yang kita investasikan makin banyak yang bisa dikonversi menjadi dolar bukan awareness semata.
 
CEO message yang singkat ini saya harapkan bisa menjadi pengantar bagi rekan-rekan Kemenpar dalam memasuki jagat digital marketing. Namanya pengantar, tentu saja ilmu yang disampaikan masih seujung kuku. Untuk mendalaminya lebih jauh rekan-rekan harus open mind, terus belajar, dan tidak boleh resisten pada dunia baru ini.
 
Ingat, go digital or you’ll die!!!
So, let’s change and embrace the digital world.  
 
Salam Pesona Indonesia!
by Facebook Comment

Plataran L’harmonie Menjangan Masuk 100 Top Destinasi Hijau Dunia

 

SLOVENIA – Anda pernah mampir ke Plataran L’harmonie Menjangan di Bali Barat-Utara? Yang harus memasuki hutan 4 kilometer dari Jalan Raya Gilimanuk-Buleleng? Yang konstruksi jalannya mempertahankan makadam atau bebatuan yang ditata tanpa aspal ataupun cor beton? Yang papan petunjuknya serba berbahan kayu dan artistik? 

Kalau nasib sedang mujur, bisa bertemu menjangan bercula panjang, atau sekumpulan monyet yang jauh dari kesan “nakal.” Memang Anda tidak boleh memberi makan, kecepatan kendaraan tidak boleh lebih dari 10 km/jam, tidak boleh berburu, memancing sembarangan, apalagi memotong pohon-pohonan di sana. Resort dengan bangunan yang “nangkring” di atas tanah itu menggunakan tagline, Integrated Eco Nature Development Park, yang dibangun di dalam Taman Nasional Bali Barat.

Ada The Octagon di lantai tiga, yang bisa memandang panorama sun set, open space, sambil menikmati secangkir kopi panas. Khas Plataran Group, memang menampilkan dekorasi koleksi barang-barang antik, di Bali itu juga akan Anda temukan lonceng raksasa dari Nederland, yang dipajang di lobi resto. Tembok-temboknya juga memanfaatkan bekas-bekas batu karang yang ditata rapi dan nyaman dipandang mata.

Di Hari Pariwisata Dunia “The Tourism Day” 27 September 2016, Plataran L’harmonie itu dinobatkan sebagai 100 top destinasi hijau dunia, dalam sebuah acara Global Green Destination Day di Ljubljana, Slovenia. Indonesia diwakili David Makes, PT Trimbawan Swastama Sejati, yang membawa sukses melalui Plataran L’harmonie Menjangan. Selain Plataran, Misool Radja Ampat juga masuk 100 besar dunia tersebut.

Pemilihan 100 destinasi dunia dari 46 negara termasuk Indonesia itu cukup membanggakan. “Dengan terpilihnya Indonesia sebagai salah satu destinasi hijau pariwisata, itu konfirmasi bahwa pariwisata Indonesia diperhitungkan secara global. Ke depan pengembangannya diharapkan menjadi sebuah destinasi hijau, sehingga moto Kementerian Pariwisata Semakin Dilestarikan Semakin Mensejahterakan betul-betul konkret,” jelas David Makes yang juga Ketua Tim Percepatan Ecotourism Kemenpar itu. 

Menpar Arief Yahya juga concern di eco tourism, yang menghitung berbagai kriteria yang tidak mudah bagi negara berkembang seperti Indonesia. Tetapi Mantan Dirut PT Telkom ini sudah berkomitmen, bahwa nature harus dijaga, dipertahankan, dan dilestarikan. Di hampir semua destinasi yang menonjolkan nature, dia selalu berpesan agar konservasi itu dijaga. “Kalau ada potensi terumbu karang, jangan pernah dirusak, karena itu hanya akan menghancurkan masa depan Anda,” kata Arief Yahya.

Dia mencontohkan di Mandeh, Sumatera Barat, yang oleh Menpar Arief Yahya disebut sebagai Raja Ampat-nya Sumatera. Dulu orang Carocok, Pesisir Selatan, Sumbar, bermata pencaharian sebagai nelayan. Menangkap ikan, dan bahkan mengambil terumbu karang untuk dijual. “Satu hari mereka hanya mendapatkan income Rp 50 ribu. Sekarang, mereka berubah menjadi destinasi wisata, mereka menjaga terumbu karang dan ikan yang ada di dalamnya. Pendapatannya naik, menjadi Rp 225 ribu per hari. Itu contoh, bahwa semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” kata dia.

Bukan hanya itu, komitmen Arief Yahya dalam urusan Sustainable Tourim Development (STD). Saat PATA Travel Mart Indonesia 2016 lalu Menteri Pariwisata itu juga memberikan penghargaan kepada beberapa destinasi sebagai bagian dari Sustainable Tourism Observatory yang sudah diakui oleh UNWTO – United Nation World Tourism Organization. “Satu di Pangandaran Jawa Barat bekerjasama dengan ITB Bandung. Satu di Kulonprogo Jogjakarta joint dengan UGM, dan satu lagi di Lombok bermitra dengan Universitas Mataram,” ungkap Menpar Arief Yahya.

Selain itu, Kementerian Pariwisata juga telah menerbitkan Peraturan Menteri khusus berkaitan dengan pembangunan kepariwisataan yang berkelanjutan yang menjadi panduan pengembangan kepariwisataan Indonesia ke depan. Selain gencar mengejar target kunjungan 20 juta turis mancanegara tahun 2019, keindahan alam  dan budaya Indonesia dapat terjaga kelestariannya. Ini sejalan dengan tuntutan perkembangan pariwisata global ke depan dengan prinsip Sustainable Development Goals.(*)
by Facebook Comment

Jelang TdL 2016, Destinasi Wisata Kuningan Dikebut

 

KUNINGAN – Balap sepeda Tour de Linggarjati (TdL) 2016 tinggal hitungan pekan. Persisnya, 28-30 Oktober 2016, ajang cycling bertaraf international yang bakal memacu destinasi wisata di kawasan Kuningan, Jawa Barat. Sejarah Linggarjati, dengan perundingan dan perjanjian yang menghasilkan status Kemerdekaan RI, dan ditandatangni 15 November 1946 itu bakal ikut terangkat.

Nama Linggarjati itu sendiri sudah sarat sejarah dan perdebatan. Anak-anak muda masa kini perlu, membuka lembaran kisah masa lalu, yang berperan dalam perjalanan republic ini. Karena itu, Bupati Kuningan Acep Purnama memprediksi jumlah tim dan peserta, serta penonton yang tertarik di perhelatan balap sepeda bakal melebihi target.

”Optimisme itu didasari atas membludaknya konfirmasi dari tim dan atlet balap sepeda profesional. Ini progress yang baik dari segala lini, termasuk Pariwisata kami,” ujar Acep. Bupati Acep Purnama menyebutkan, perhelatan TdL ini, pihaknya membatasi jumlah peserta hanya untuk 20 tim balap sepeda profesional yang terbagi atas 10 tim undangan dari luar negeri dan 10 tim nasional dengan jumlah peserta per tim sebanyak 5 orang.

"Tetapi ternyata agenda Tour de Linggarjati yang kedua di Kuningan disambut antusias luar biasa dan sangat banyak atlet yang ingin bergabung menjadi pesertanya. Saya optimistis akan melebihi target, jadi kita harus siap semua, termasuk Objek Wisata kami," kata Acep.

TdL yang didukung Menpar Arief Yahya ini dimulai sejak Agustus tahun 2015 yang lalu. “Jadikan Tour de Linggarjati untuk menyempurnakan infrastruktur jalan sepanjang lintasan. Pastikan di kiri dan kanan lintasan itu pemandangan alam dan budayanya hidup dan bagus. Karena, 60% dari peserta sport events itu berdasarkan survei akan datang kembali ke lokasi tersebut,” pesan Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Menurut Acep dan Ketua Pelaksana even Dian Rachmat Yuniar, sudah dimasukkan sebagai salah satu agenda balap sepeda berkelas internasional. Dian menambahkan, pihaknya sudah mendapat konfirmasi dari belasan tim nasional yang ikut serta. Sudah tercatat ada 8 tim balap sepeda profesional mancanegara yang memastikan ikut Tour de Linggarjati 2016.

"Pendaftaran resminya nanti mendekati hari H pelaksanaan tetapi yang pasti tim-tim balap sepeda dari sejumlah negara sampai hari ini masih banyak yang meminta informasi lebih lanjut untuk bergabung mengikuti Tour de Linggarjati di Kuningan. Bahkan, beberapa tim dari Malaysia, Australia, dan Netherland sudah ada yang mengirimkan data atlet yang akan diturunkan pada perhelatan balap sepeda Tour de Linggarjati," kata Dian.

Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Raseno Arya meminta kepada semua stake holder Pariwisata di Kuningan untuk bersolek terkait dengan keindahan Pariwisata. Rute Tour de Linggarjati 2016 melewati sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Diharapkan, destinasi itu segera dikebut untuk bersolek, agar tidak mengecewakan wisatawan yang datang.

“Salah satunya destinasi sejarah, Rumah Perundingan Linggarjati, Waduk Darma, dan Cibulan,” kata Raseno. Gedung Perundingan Linggarjati adalah obyek wisata berupa kompleks seluas 2,4 hektar dan berada di Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan. Adapun Rumah Perundingan Linggarjati yaitu titik awal dimulainya Tour de Linggarjati.

Sementara, Waduk Darma berada di bawah kaki Gunung Ciremai, sekitar 715 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan terletak sekitar 12 kilometer (km) di barat daya pusat kota Kuningan.Obyek wisata Cibulan terletak di Desa Manis Kidul, Kecamatan Jalaksana. Obyek wisata itu menyajikan suasana alam berpadu dengan keunikan Ikan Dewa dan Sumur Tujuh-nya.

Raseno Tour de Linggarjati, memperkenalkan destinasi itu ke dunia internasional. Dimulai dari Gedung Naskah Perundingan Linggarjati, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, pesepeda menempuh rute sepeda sepanjang 245 kilometer, melewati 20 kecamatan dan 200 desa di Kabupaten Kuningan.

Para atlet balap sepeda mulai memperebutkan titel juara dengan total hadiah sebesar Rp 500 juta. TdL 2016 melombakan tiga kelas yakni Individual Time Trial (ITT), Road Race/Circuit Race dan Criterium buat elite (senior), junior, dan youth(pemula). Event balap sepeda Tour de Linggarjati yg mulai digelar pada 28-30 Oktober 2016 mulai diikuti oleh 10 tim pesepeda luar negeri.

TdL tahun ini melewati trek 245 km di 20 kecamatan dan sekitar 180 desa di Kabupaten Kuningan. Acara berskala internasional ini akan digelar untuk kedua kalinya Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.Kepala Pusat Perkembangan Ilmu Teknologi dan Kesehatan Olahraga Nasional (PP-ITKON) Kempora, Edi Nurinda Susila menilai TdL 2016 telah diakui oleh Union Cycling Internationale (UCI) dan PB Ikatan Sport Sepeda Indonesia (PB ISSI). Hal itu menjadi alasan event TdL menjadi skala internasional.

“Berbagai tour balap sepeda di Tanah Air diharap akan menjadi wahana untuk memacu prestasi atlet sepeda Indonesia ke ajang dunia. Dengan semakin banyak kompetisi, sangat bagus guna melatih daya juang pesepeda nasional. Kami melihat Tour de Linggarjati 2016 ini akan perbanyak even-even olahraga sehingga even ini jadi daya pacu peningkatan prestasi. Seperti halnya bulutangkis yang banyak even superseries-nya,” katanya. 

Menurut Direktur Sport and Medicine Satlak Prima itu, lomba balap sepeda ini juga bisa sebagai ajang pelatihan ke arah Olimpiade  2020 dan Asian Games 2018. Diakui Olimpiade 2016 kemarin atlet sepeda Indonesia hanya  meloloskan 1 atlet dari nomor BMX dan ini perlu dikembangkan lagi.(*)
by Facebook Comment

Rabu, 28 September 2016

Hotel Indonesia Group (HIG) Resmi Dibentuk

 

Jakarta, 28 Oktober 2016.
Di hadapan Menteri BUMN Rini Soemarno, Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada Ibu Menteri dan jajaran Perusahaan dibawah Induk BUMN dengan diluncurkannya Hotel Indonesia Group di Jakarta, hari ini; sebagai suatu bentuk Indonesia Incorporated!

Acara Peresmian yang bertempat di Gedung Patra Jasa Office Tower, Jakarta ini selain memperkenalkan _portal/website_ HIG dan meresmikan logo untuk memperkuat identitas Hotel Indonesia Group, penandatanganan kerjasama antara HIG dan 16 BUMN lainnya untuk kebutuhan supply chain, SDM, dan hotel management.
 
*Hotel Indonesia Group dibentuk sejalan dengan pencanangan Pariwisata sebagai _core business_ di Indonesia. Oleh sebab itu, kebutuhan akomodasi menjadi bagian penting untuk mendukung peningkatan jumlah wisatawan Nusantara dan Mancanegara.*
 
Untuk menyikapi hal tersebut, Pemerintah Indonesia melalui Kementerian BUMN membentuk konsolidasi seluruh hotel yang dimiliki BUMN dalam sinergi Hotel Indonesia Group (HIG). Tahap pertama adalah sinergi antar hotel yang dimiliki oleh PT Hotel Indonesia Natour (HIN), PT Patrajasa (anak usaha PT Pertamina), dan PT Aero Wisata (anak usaha PT Garuda Indonesia Tbk).
 
Sinergi yang dibangun ini memiliki visi dan misi menjadikan Hotel Indonesia Group menjadi hotel chain terbesar di Indonesia sehingga hotel-hotel tersebut menjadi tuan rumah di negeri sendiri, yang memudahkan dan memberi pelayanan terbaik kepada para wisatawan asing maupun lokal, dengan mengedepankan keramahtamahan Indonesia yang bertaraf internasional.
 
Saat ini HIG terdiri dari 26 hotel yaitu 7 hotel milik Aerowisata, 12 hotel milik Hotel Indonesia Natour, dan 7 hotel milik PatraJasa, tersebar di beberapa lokasi strategis dengan variasi kelas mulai dari bintang 2 hingga bintang 5. Pada kesempatan peresmian HIG ini juga 9 hotel milik Pegadaian (Pesona Hotel), dan 1 hotel milik Taman Wisata Candi yang berlokasi di Kawasan Candi Borobudur secara resmi menjadi bagian dari HIG. Diharapkan selanjutnya hotel milik BUMN lainnya akan menyusul bergabung dengan HIG.
 
Dengan adanya jaringan perhotelan di bawah HIG, pelanggan mendapatkan variasi hotel yang sesuai dengan kebutuhannya demikian juga bagi anggota yang bergabung dengan HIG akan merasakan manfaat di bidang pemasaran, dan efisiensi dalam pengadaan kebutuhan masing-masing hotel karena HIG didukung sepenuhnya oleh BUMN lainnya yang mendukung fasilitas yang disajikan kepada pelanggan, mulai dari kebutuhan kamar, restaurant, dan lain sebagainya, karena dilakukan secara terpadu.

Menpar Arief Yahya, yang juga ber-reuni dengan sesama Jajaran Dirut dibawah BUMN di acara ini, dalam kesempatan ini menuangkan ide bisnisnya, dimana :
1. Sources of Synergy : 3 S dan 3 B
a. Scale : Getting bigger (Economic of Scale bersaing dengan International Hotel Chain)
b. Scope : Getting broader (Tourism and Property, Tourism and Transportation)
c. Skill : Getting better (Collaborative Innovation)
 
2. PDB, Devisa, dan Tenaga Kerja
a. PDB : 10%, tumbuh tinggi, 170%
b. Devisa : Nomor 4, tumbuh tertinggi, 2%.
c. Tenaga Kerja : Nomor 4, 30%, USD 5.000
 
3. Investasi Pariwisata
a. 2014 : USD 700 Juta, 2015 : USD 1 M, 50%, PMA 70%, PMDN 30%, Investasi Akomodasi : 60%
b. Semester I 2016 : USD 858 Juta, Proyeksi USD 1,5 M, 50%
c. Pemberian _Privilege_ bagi investor di 10 Destinasi Prioritas
 
4. Akomodasi Negara Kepulauan Besar (Indonesia)
a. Total kebutuhan 100.000 kamar, Hotel Bintang dan Non Bintang : 18.000 Hotel, Akomodasi lainnya (Villa, Pondok Wisata, Motel) : 18.000 unit
b. _Live on board_ : Kebutuhan 10.000 kamar, Transport Company, Hotel Company, Sinergi BUMN (Fly and Cruise)
c. Homestay : Kebutuhan : 100.000 kamar, KPH (Kredit Pemilikan Homestay), dan Perumnas
-0-

Sekretariat Menpar,
Salam Pesona Indonesia!
by Facebook Comment

Selasa, 27 September 2016

Gandeng Tung Desem dan Travelio, Kemenpar Genjot Great Batam

 

BATAM - Motivator yang kaya trik, Tung Desem Waringin tertantang mewujudkan target pariwisata spektakuler 20 juta di tahun 2019. Semakin tinggi proyeksi, justru semakin menaikkan adrenaline tokoh asli Solo ini. Bersama Kemenpar, Tung Desem mulai dari Great Batam yang saat ini menyumbangkan 20 persen wisman ke tanah air.
Kementerian yang tengah mengembangkan Go Digital Be The Best di bawah komando Arief Yahya itu sengaja menggandeng Travelio dan ahli motivator marketing, Tung Desem. Bertempat di Radisson Hotel Batam, Senin (27/9) sore, Kemenpar menggelar acara pertemuan antara Tung Desem, Travelio dan para pelaku industri Pariwisata yakni Hotel, penyewaan Ferry dan pusat perbelanjaan.
”Tujuannya memperbanyak jumlah Hotel yang bisa memberikan komitmen dengan Travelio dan Pak Tung juga akan memberikan motivasi dan mengajarkan kepada mereka bagaimana cara berjualan yang lebih baik sehingga mereka dapat manfaat maksimal dari program ini. Ini program yang harus dimulai dan jalan,” ujar Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rizki Handayani.
Lebih lanjut, Rizki mengatakan, bahwa kegiatan promosi  bersama ini merupakan suatu model publik , private dan  partnership yang saling menguntungkan satu sama lain. Kombinasi format promosi yang menggunakan gimik-gimik  menarik dengan menggunakan platform  digital.
”Dengan melibatkan semua pihak atau secara pentahelix,” ujar wanita jebolan ITB Bandung itu. Lebih lanjut Kiki --sapaan Rizki Handayani-- mengatakan, Kemenpar sebagai endorser atau penjamin dalam program promosi, Pemerintah Daerah, mengkonsolidasikan industri yang ada di wilayah Batam dan Bintan Industri pariwisata, jasa angkutan dan perdagangan, Hotel, Travel, Mall, Ferry, spa atau sebagai penyedia jasa.
”Sementara kami melibatkan Tung Desem Waringin ini berperan sebagai expert pemasaran membantu memberikan capacity building kepada industri untuk promosi dan penjualan Travelio sebagai penyedia platform penjualan dan pemasaran untuk Batam dan Bintan,” katanya. 
Kiki menambahkan, semua pihak akan mendapatkan keuntungan di dalam kerjasama ini. ”Kita mencoba memulai cara baru dalam promosi yang sudah berorientasi pada penjualan, tidak lagi branding dan advertising,” tegasnya.
Dalam acara tersebut, Kemenpar mempertemukan Tung Desem dengan yakni menjabarkan platform yang akan digunakan untuk promosi Wonderful Indonesia yakni Batam dan Bintan di Singapore dan Malaysia. Dalam pertemuan tersebut telah disepakati penggunaan Travelio, mengingat Travelio telah memiliki kerjasama dengan beberapa Bank di Singapore yang juga bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan program promosi. Program akan di launching dalam waktu dekat. 
Tung Desem dalam sambutannya menjelaskan, secara umum, program yang akan dijalankan yaitu mempromosikan paket menginap dan ferry di Batam dengan harga yang sangat murah ke pasar Singapura dan Malaysia. Hotel dan Ferry didapatkan secara free dari  industri pariwisata Batam, dipromosikan dengan menggunakan slot iklan yang sudah dimiliki oleh Kemenpar di pasar Malaysia dan Singapore.  ”Kita harus berani jualan dan memanfaatkan momentum agar mereka kembali ke Batam dan Bintan, kita sudah siapkan beberapa jurus,” ujarnya.
Dari hasil rapat koordinasi dan pertemuan kemarin, Tung Desem dan industry pariwisata Batam, telah didapatkan komitmen dari 15 hotel yang berkomitmen dan ini jumlahnya juga bisa bertambah untuk konsep kegiatan tersebut beserta 2 ferry di Batam.
”Selain itu, Trevellio siap mendukung, karena program ini sejalan dengan Travellio yang juga menyasar pasar Singapura. Saat ini Travellio sudah melakukan kerjasama dengan Bank – Bank di Singapura DBS, UOB, dan diharapkan akan dapat memperkaya program ini. Misalnya diskon 50% lagi pada malam kedua dengan menggunakan kartu kredit DBS dan banyak orang singapura yang melakukan pemesanan melalui Travellio,” ujar Tung Desem.
Tung Desem juga mengatakan bahwa Travellio dapat membatasi IP Address pemesan, hanya untuk IP Address di luar Indonesia, karena sesuai sasaran program ini adalah untuk mendatangkan Wisatawan Mancanegara. ”Ini adalah cara cerdas dan harus segera dimulai,”tandas Tung Desem.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!