"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Senin, 26 Maret 2012

Uthara Band Menjual Kesederhanaan


Mereka polos dan jujur. Kesederhanaan menjadi lakon sehari-hari. Itulah personifikasi para personil UTHARA BAND yang tercermin dari lagu mereka. Lagu yang polos, jujur dan sederhana.

Mereka tak menyembunyikan kegamangan bahwa industry musik nasional adalah hal baru buat mereka. Selama ini mereka hanya bermusik di daerah dan kini mencoba menyesuaikan diri di pelataran yang lebih luas. “Kami tak muluk-muluk. Lagu kami dirilis secara nasional saja kami sudah sangat bersyukur. Itu pencapaian kami yang terbaik saat ini. Tapi kami akan menjalani pencapaian ini dengan baik agar bisa merangkak lebih tinggi lagi,” ungkap Rommy Mandey, kiboardis sekaligus pencipta lagu.

UTHARA adalah sebuah band yang berasal dari penghujung utara Pulau Sulawesi. Itupula kenapa mereka menamai bandnya dengan UTHARA. Terdiri dari Jefry (vokal), Rommy (kibord), Aldy (gitar), dan Ivan (drum) yang yang berasal dari Kauditan, kota kecil di Minahasa Utara, kira-kira 30 km dari kota Manado. Dan dari kota kecil itu pula mereka memulai perjuangan bermusik.

Seperti kebanyakan band yang berjuang dari daerah, apalagi dari luar Pulau Jawa, kendala tehnis serta minim infrastruktur menjadi kendala utama. Tapi proses kreatifitas menjadi pemupus kendala. Dan terbukti lagu UTHARA Band bisa diterima oleh pendengar musik di kota Manado dan sekitarnya. Lagu mereka “Tak Ada lagi Yang Seperti Aku” cepat popular diantara para penyuka musik pop-rock didaerahnya. Hampir semua angkutan umum di Manado memutar lagu mereka. Dengan bermodal lagu bagus dan semangat juang akhirnya UTHARA memberanikan diri melanglang ke Jakarta untuk membawa lagu mereka lebih dikenal luas ditingkat nasional.

Dan impian mereka rupanya sudah mulai memperlihatkan hasilnya. Baru-baru ini lagu “T.A.L.Y.S.A (Tak Ada Lagi Yang Seperi Aku)” dirilis dibawah label AYO Records. “Kami berharap perjuangan kami bisa membawa hasil, setidaknya menjadi salah satu band Manado yang dikenal orang Indonesia,” harap Aldy, salah seorang gitaris popular di Manado yang dikenal sebagai ‘guru gitar’ dari Enda Ungu.
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!