"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Senin, 14 Mei 2012

Malamnya Slanker Wangi

Sumber   www.traxmagz.com

Sebuah catatan menarik kembali tertulis di lembaran musik Indonesia. Konser I SLANK U-The Journey Of The Blue Island sukses digelar pada Jum’at kemarin (11/5) di Ballroom The Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta. 
Pemandangan konser Slank kali ini sedikit berbeda. Tidak ada bendera berlogo kupu-kupu menjulang di kerumunan, tidak nampak pula gerombolan Slankers penghemat air mandi, tetapi yang tampak di sekeliling luar Ballroom adalah poster besar, foto band, beberapa instalasi berupa atribut-atribut penghargaan yang sudah diraih Slank dan biografi perjalanan Slank yang dapat dilihat oleh para pengunjung. Para penonton yang hadir pun disebut dengan panggilan 'Slankers Wangi', karena memang harga tiket konser ini yang terbilang cukup mahal. Mereka sudah mulai berdatangan sejak pukul 16.00 WIB pun mulai mengantri untuk masuk ke dalam Ballroom sekitar pukul 20.00 WIB. 
 
 
Gimmick di venue konser malam itu seakan didesain untuk menunjukkan bahwa band yang berkiprah sejak tahun 1983 ini memang pantas mendapatkan tempat tersendiri yang spesial di sebuah area ''berkelas", tempat dimana biasanya hanya musisi-musisi internasional sajalah yang dapat tampil. Slank memang menunujukkan kapasitasnya sebagai band papan atas yang bertaring malam itu yang semakin ditegaskan dengan bumbu spesial konsep kolaborasi dengan banyak musisi dan artis, serta sisipan penggunaan aransemen lagu dengan choir dan orkestra.
 
Konser pun dimulai, dan Hilbam Dunar selaku MC memanggil Kaka, Bim-bim, Ridho, Abdee, dan Ivanka menuju singgasana Slank, yang berhadapan dengan panggung konser I Slank U ini. Setelah para personil duduk, mereka menerima sebuket bunga secara simbolis dari salah satu perwakilan dari Yayasan untuk para penderita HIV/AIDS, Syair Untuk Sahabat. Yap, bisa dilihat di logo konser I Slank U tulisan dibalut dengan pita merah yang merupakan kepedulian mereka terhadap penderita HIV/AIDS dan sebagian dari hasil konser ini telah disumbangkan kepada penderita HIV/AIDS.
 
Slank tampil setalah beberapa musisi/band pengisi line-up Tribute to Slank seperti Naif, Dira, Sashi, Alexa, dan Tika membawakan tembang hits “I Miss U But I Hate U”, “Memang”, “Foto Dalam Dompetmu”, “#1”, “Jakarta Pagi Ini”, “Terlalu Manis”, “Mawar Merah”, “Kirim Aku Bunga”. Sayangnya, lagu “Kalah” dan “Koepoe Liar” terdengar kurang pas saat dibawakan oleh Pure Saturday karena mungkin karakter sang vokalis band asal Bandung ini menurut penulis kurang cocok menyanyikan lagu-lagu Slank.
 
 
Ketika waktu menunjukkan pukul 22.30 WIB, lagu “Pulau Biru” yang dibawakan choir beserta orkestranya menuntun Slank berjalan dari singgasana ke panggung. Mereka membuka konser dengan membawakan lagu "Bang-bang Tut", "Tong Kosong", "Virus", "Mars Slankers", "Lo Harus Grak", "Jurus Tandur", "Garuda Pancasila", dan "Pak Tani" secara medley.
 
 
“Bidadari Penyelamat” dibawakan apik dengan format solo oleh Bim-bim, menyusul kemudian duet Kaka dan Bim-bim di lagu “Lorong Hitam” yang diambil dari album keenam mereka Lagi Sedih . Setlist Slank malam itu memang tak lepas dari hits-hits mereka selama ini, seperti, “Anyer 10 Maret”, “Piss”, “Ketinggalan Jaman”, “Kilav”, “Gara-gara Kamu”, “Lembah Baliem”, “Maafkan”, “Ku Tak Bisa”, “Reaksi”, “Poppies Lane Memory”, dan tentunya “Orkes Sakit Hati”. “Pandangan Pertama” dibawakan Kaka bersama Poppy Sovia dan Yuyun Arfah. Slankids Mezzaluna, Tallulah, dan Kay ikut tampil di lagu “Kupu Biru”. Sayangnya, kesalahan teknis mic yang mati ketika Slank tampil bersama Poppy Sovia, cukup dirasa mengganggu.
 
 
“Terbunuh Sepi” yang diambil dari album Generasi Biru dipilih menjadi lagu penutup dari konser spektakuler ini dan tentu saja sukses membius semua yang hadir disana. <pohan
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!