"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Senin, 22 Oktober 2012

Nostalgia Sepultura Bersama Soulfly - [via @traxmagz]

Di tengah manisnya JakJazz yang ‘ramah’ di telinga, Minggu (21/10) malam di Jakarta menjadi saksi hangar bingar kuartet metal asal Arizona, Soulfly. Sejak open gate pukul 17.00 WIB para pasukan hitam-hitam (metalheads-red) telah memadati arena Plaza Selatan tepat di seberang lapangan baseball. Padahal acara sendiri dijadwalkan baru mulai pukul 19.00 WIB.

Cavalera’s tribe memadati pintu masuk ketika SuckerHead memainkan nomor pembuka. Cukup ngaret rasanya mengingat Sadrach cs baru naik panggung pukul 20.30 WIB. Meski begitu, antusiasme untuk melihat Max seolah tidak luntur.

SuckerHead turun, lighting panggung kembali gelap dan jeda setengah jam terasa cukup lama menanti pasukan metalcore asal Amerika, Unearth naik panggung. Semakin banyak fans Sepultura dan Soulfly yang ingin menyaksikan aksi Max cs. Sayang sound dari pada saat Unearth naik, terbilang kurang maksimal bahkan sound depan sempat mati walau untungnya penonton masih bisa memaklumi.

Pukul 22.45 WIB setelah jeda yang cukup lama pasca Unearth turun dan di panggung masih checksound untuk Soulfly dalam waktu cukup lama, sekitar 45 menit, drummer David Kinkade yang dulunya sempat tampil bersama Malveolent Creation memberikan aba-aba bila puncak show akan dimulai.



Tanpa berbasa-basi, “Inner Self”, hits lawas dari Sepultura dibawakan sebagai pembuka. “Terimasih Indonesia,” teriak Max sebelum “Refuse/Resist” dimainkan. Circle pit terbentuk dan Senayan malam itu semakin panas. Tanpa menunggu lama, single anthemic untuk ber-singalong “Primitive” dibawakan Max cs. Kontan saja, koor massal “Back to The Primitive, Fuck Your Politics” terdengar kencang malam itu.



Sesuai prediksi, Soulfly tampil dengan membawakan cukup banyak lagu Sepultura. Tujuh lagu Sepultura dimainkan termasuk “Troops of Doom” dan “War for Territory” sukses membawa kenangan masa lalu ketika Sepultura tampil di Indonesia circa 90-an. Jika tak mempedulikan sound yang terasa kurang maksimal dan serbuan copet yang cukup mengganggu, aksi Soulfly malam itu layak diacungi jempol! <dipta

by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!