"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Senin, 26 November 2012

Last Child Rilis Album di Malaysia - via @myLASTCHILD - @TRAXMagz

Kesuksesan yang diraih Last Child di negeri sendiri mencuri perhatian pasar di Asia Tenggara yakni masyarakat di negeri jiran. Akhirnya, pada hari Selasa (20/11) lalu album teranyar mereka, Our Biggest Thing Ever resmi beredar melalui kerjasama dengan label Warner Music Malaysia.

Perilisan album OBTE di Malaysia tentu memberikan kemudahan bagi Last Friend (fans Last Child-red) yang tinggal di Malaysia untuk membeli album tersebut. Dimas mengatakan, "Ya, kami selalu berkomunikasi dengan para fans di sosial media. Karena permintaan album OBTE juga sangat besar. Kita kabulkan untuk merilis album disana agar lebih mudah didapatkan, " ungkap Dimas kepada TRAX (23/11).

Cover OBTE yang diterbitkan di Malaysia pun berbeda dengan yang rilis di Indonesia, "Kita coba kasih artwork yang semenarik mungkin agar mudah dicarinya, " jelas Dimas.



Virgoun (vokal, gitar), Dimaz (bass), Mamie (gitar) dan satu personil baru mereka Ipank (drum) optimis dengan langkah barunya untuk memasuki level Asia Tenggara. DImas memaparkan, "Album ini memang berbeda dari album kita sebelumnya. Mulai dari gaya bahasa serta pola pikir yang ada didalam lagu, kita kemas secara universal agar dapat diterima oleh semua kalangan yang mendengarkannya, " jelas sang bassis.

Bagi band yang mempunyai lebih dari 3.5 juta likes di Facebook page ini negara Malaysia bukanlah destinasi terakhir. Yap, berita baik lainnya adalah Last Child tengah men- translate lagu-lagu yang terdapat di album OBTE untuk dirilis dalam versi bahasa Inggris.

"Banyak sekali tanggapan dari pendengar yang ada di luar negeri sana, mereka suka dengan musik (aransemen) yang kami punya, tetapi mereka tidak mengerti apa isi dari lagu tersebut. Maka dari itu, kami coba men- translate lirik demi lirik agar pesan yang ada bisa dipahami juga agar lebih bisa dinikmati secara universal, " kata Dimas. <pohan

by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!