"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Kamis, 03 Januari 2013

Prediksi Musik Indonesia 2013

-->


Music is the richness of life Stock Photo - 15655100
Foto ilustrasi: 123rf.com
  • Tren musik masih tak jauh bergeser disebabkan pecinta musik Indonesia yang makin selektif. Media internet yang menjangkau daerah membuat jenis musik yang diterima masyarakat makin beragam. Jurang perbedaan yang dulu sangat lebar antara musik kota dan daerah kini kian menyempit. Berimbas terhadap berkurangnya dominasi satu genre pada tren. Tren musik akan lebih merata. Prediksi saya justru yang akan mencuri perhatrian nantinya adalah artis/band dengan format folk. Sementara masa jaya boyband dan girlband tak akan mencapai pertengahan tahun. Musik melayu akan kembali berjaya walau tak akan mendominasi tren. Kehadiran Noah Band tak banyak merubah peta industri musik tanah air. Noah tak cukup kuat untuk membangkitkan industri musik Indonesia.
  • Meningkatnya penjualan digital karena bermunculan platform baru dengan basic penjualan digital. Apalagi dengan resminya iTunes Indonesia. Sedikit melegakan walau tak akan signifikan menguntungkan secara financial disebabkan masih maraknya free ilegal download (pembajakan digital)..
  • Terpuruknya penjualan fisik CD membuat label berpikir keras untuk berinovasi dengan distribusi. Tren penjualan CD di restoran jadi primadona. Setelah KFC, sekarang ada 7Eleven, Es Teler 77, Mister Baso. Ini termasuk penjualan alternatif diluar resto seperti di Indomart, Alfa Mart, bahkan di pom bensin. Dan tentunya banyak lagi yang akan menyusul.
  • Band berbasic komunitas akan pegang peranan dalam industri. Fans walau tak besar tapi loyal, akan menjadi aset bisnis yang sangat menguntungkan. Asalkan komunitasnya dikelola dengan baik, penghasilan dari penjualan fisik CD dan merchandise akan sangat melegakan. Dan peluang ini rata-rata dipunyai oleh band-band indie. Untuk sign-up, label cenderung akan lebih memilih artis/band indie yang memiliki komunitas dari pada artis yang benar-benar baru namun tak punya basic fans.
  • Penyebaran media yang merata ke daerah merupakan peluang bagus untuk industri musik. Sekarang hampir semua daerah punya media radio, koran, majalah, hingga TV. Blog dan social media juga membuat orang daerah lebih mengenal dunia luar. Desentralissasi industri musik menjadi terobosan. Membuka label di daerah dengan sasaran promo lokal (yang nantinya bisa berskala nasional) akan mewabah. Bayangkan sebuah label di Palembang, dengan artis lokal, promosi lewat media lokal dengan pangsa pasar di daerah sendiri yang sangat besar, tentunya bisa jadi bisnis menggiurkan.
  • Yang tak lega di tahun 2013 adalah artis/band pendatang baru yang sedang dalam proses menggapai impian. Rata-rata para debutan ini menggantung harap kepada major-label, sementara perkiraan saya, di tahun 2013 major-label masih belum berminat untuk mencetak artis baru karena kondisi industri yang belum dapat diandalkan. Pendapatan masih akan belum bisa menutupi biaya produksi dan promosi yang besar.
  • Akan bermunculan artis/band baru dengan biaya produksi dan promosi sendiri. Chart radio akan dipenuhi produk dari nama-nama baru, baik artis, label maupun manajemen. Ada sedikit ketakutan dengan fenomena ini, artis/band yang dirilis ke radio tak terkontrol kualitasnya, baik tehnis maupun musikalitas. Tentu ini bisa terjadi apabila artis/band baru lebih mengunggulkan kemampuan financial dari pada kualitas musikal. Dalam kondisi ini, radio akan punya tanggung jawab besar karena mereka diharapkan menjadi filter atas kualitas musik yang dihasilkan artis pebdatang baru.


    (Oleh Opa dari editorial notes Traxmagz Januari 2013)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!