"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Minggu, 03 November 2013

Play Sirens : Pertama Kalinya Kolaborasi Musisi Indie dari Indonesia dengan Distrik Seni Terkemuka di Korea

thedyingsirens adalahproyek musik kolaboratif asal Jakarta yang dibentuk pada tahun 2002 lalu.Hingga kini thedyingsirenssudah merilis tiga mini album dan tiga album (termasuk) split albumnya bersama band bernama Pop Up yang dirilisDesember 2012.

Seperti kita ketahui, keunikan kolektif ini terletak pada pelibatan musisi-musisi berbeda dalam setiap penampilan mereka di atas panggung maupun selama proses rekaman. Nama-nama seperti Ramondo Gascaro, Anda Perdana, hinggaYudhi Arfani pun sempat menyumbang warna untuk musik thedyingsirens. Jadi memang tepat rasanya jika tahun ini, thedyingsirenskembali membawa angin segar di kancah musik indie Indonesia dengan album terbaru mereka,‘Our Times Our Feelings’.

thedyingsirens amat senang mengeksplorasi dan menangkap keragaman dan mengungkapkannya melalui musik mereka.Karena itu, kontribusiberbagai individu dengan latar belakang selera musik yang berbeda yang diboyong Uga (frontman thedyingsirens) di albumini -- mulai dari Gabriel Mayo (Vox), Dhendy Mawardi (Little Space Donkey), Branandi W Madya K (Friday), Pronky Karamoy (eks Alien Sick)sampai Olivia Imelda dan Stephanie Eka (Back Vocal Bin Harlan) membuat thedyingsirens terdengar makin catchy. Meminjam peribahasa asing, mungkin kita bisa bilang, "the old dog has learn some new tricks".

Trik lain yang juga dibawa oleh kolektif ini ada hubungannya dengan demam K-Pop yang merajak di dunia akhir-akhir ini. Tidak, mereka tidak akan melakukan koreografi sinkron dengan memakai kostum ketat dan mewah. Mereka juga tidak punya agenda berbagi panggung dengan Girls' Generation atau Big Bang. Tapi ya, mereka mungkin akan jadi band indie rock Indonesia pertama yang tampil di Korea Selatan, di distrik seni terkemuka di Seoul, untuk melakukan kolaborasi dengan sesama seniman dan musisi setempat.

Adalah LetsPlayPlanet – social innovation enterprise di Korea, yang menghubungkan thedyingsirens untuk mengerjakan sebuah proyek kolaborasi musik dan seni bersama komunitas lokal – Mullae Art Village di Seoul. LetsPlayPlanet (letsplayplanet.com) adalah sebuah platform online yang bertujuan untuk menciptakan dampak sosial offline. LetsPlayPlanet menyediakan pengalaman perjalanan lokal otentik untuk mengembangkan pemahaman antarbudaya, ikut serta dalam mendukung ekonomi lokal, meningkatkan kesadaran dan membuat teman baru dari seluruh dunia.

Mullae Art Village sendiri adalah rumah di mana terdapat berbagai 200 seniman tinggal dan 100 studio seni yang aktif. Mullae Art Village adalah  “Desanya para seniman”.

Jadi pada tanggal 8-10 November 2013, thedyingsirens akan menyebar cinta mereka ke tanah Ginseng dan menjadi salah satu performer dalam VIA FESTIVAL : “Various Integrative Artistic Festival”http://www.viaf.or.kr/.Dengan set akustik, mereka akan memperkenalkan album terbaru mereka, ‘Our Times Our Feelings’, yang sebagian besar masih mengusung tema cinta, dengan lagu-lagu seperti‘Our Times Our Feelings’,beberapa lagu lama mereka dengan interpretasi barudengantambahan amunisi baruseperti ‘Happiness Is A Hoax’ dan ‘#99’.

Jika tak dapat menyaksikan langsung thedyingsirens menaklukan Korea, beli dan nikmati album Our Times Our Feelings yang sudah dirilis hari ini dihttp://bit.ly/tdsOTOF. Our Times Our Feelings berisi lagu baru, lagu lama, remixes, cover version dan demo, juga tembang lama yang belum pernah dirilis oleh thedyingsirens, yaitu‘Karma’,

Sumber: Press Release


by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!