"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Selasa, 01 April 2014

Don't follow a trend, follow your heart


 Don't Follow a Trend, Follow Your Heart 

I happened to come along in music business when there was no trend - Elvis Presley

Pada zamannya, Elvis tak perlu bersusah-payah memikirkan tren saat bermusik. Karena ketika memasuki industri musik, di era itu dunia hanya mengenal satu jenis musik, yaitu pop. Elvis hadir mewakili sebuah genre baru yang pada awalnya hanya berkembang di komunitas kaum kulit hitam Amerika. Sebagai idola baru, Elvis kemudian ditahbiskan sebagai raja dari tren musik bernama rock and roll.

Ketika industri musik modern berkembang pesat dengan berbagai genre yang terus bermunculan. Tren kemudian menjadi faktor penting untuk dicermati. Sampai akhirnya di setiap pergantian tahun, prediksi tren musik menjadi hal penting untuk dibicarakan.
Bicara tentang tren musik di tanah air, tahun 2014 ini menurut saya tidak akan ada tren. Tak akan ada jenis musik yang mendominasi pasar. Bahkan pasar musik sendiri sekarang sedang gamang dan tidak jelas. Akibatnya bisnis rekaman yang sedang lesu tak lagi bisa melahirkan tren.

Beberapa opini berikut mengindikasikan kalau tak akan ada tren di industri musik Indonesia tahun ini:

* Perusahaan rekaman tak lagi merilis artis baru karena tidak menguntungkan secara bisnis. CD dan berbagai rilisan fisik tak lagi laku sementara penjualan digital belum menggembirakan. Walau bermunculan berbagai platform baru penjualan digital, namun hal itu belum bisa mengimbangi tingginya tingkat pembajakan.
* Karena major label vakum merilis artis baru, pasar diisi oleh pendatang baru bermodal besar yang rela menanggung sendiri biaya produksi dan promosi. Akibatnya beragam jenis musik hadir di pasar, baik yang berkualitas maupun yang tak bisa dipertanggungjawabkan. Faktor ini tentunya sangat mempengaruhi tren.
* Saat ini untuk deal dengan artis baru, sebuah perusahaan rekaman membuat banyak persyaratan. Salah satunya adalah artis baru itu wajib memiliki fanbase yang kuat. Kegiatan di media sosial menjadi parameter label mengukur kredibilitas artis-artis baru. Namun artis baru yang memenuhi kriteria itu juga tak lantas serta merta mendapatkan tanda tangan dari label.
* Kecenderungan yang menguat saat ini justru datang dari artis-artis yang sudah memiliki komunitas. Walaupun belum mampu melahirkan tren tapi setidaknya mereka mampu membentuk pasar sendiri.
* Tahun 2014 ini pasar musik masih tetap dibanjiri lagu yang berkategori aman, yaitu pop. Namun musik genre lain seperti heavy metal, jazz, hip hop, R&B, dance, akan tetap besar di komunitasnya.
* Tanda-tanda tidak akan ada tren di 2014 sebenarnya sudah mulai terlihat sejak 2013. Contoh paling sederhana adalah tak ada artis, baik solo atau band, yg mencuat di 2013. Sementara materi lagu yang dirilis begitu banyak. Bayangkan, seorang music director sebuah radio perharinya bisa menerima minimal 10 lagu new release.
* Faktor perilisan lagu yang tak lagi dimonopoli major label menjadi pemicu lainnya. Sekarang manajemen artis pun bisa merilis lagu ke radio. Ini baik untuk industri musik, karena tidak ada monopoli major label, dan radio mendapatkan banyak materi lagu.   Namun akibatnya, major label tidak lagi bisa menyetir pasar apalagi membuat tren.
Pelarangan produk rokok mensponsori event musik juga jadi salah satu faktor tidak adanya tren musik di tahun ini. Event musik akan sangat berkurang dan yang ada di panggung hanyalah band-band besar yg sudah punya nama.
K-Pop sudah saatnya tutup buku, pop Melayu tidak terlalu kuat untuk bangkit lagi, dan dangdut berhasil sedikit mencuri perhatian. Musik pop masih mendominasi pasar, namun agak sulit untuk mencuat sendirian sebagai sebuah tren.

Seperti kata Krist Novoselic, "Don't follow a trend, follow your heart," bahwa sebaiknya dalam membuat karya musik sebaiknya tak usah berpikir tentang tren, pikirkan kualitas karya, ikuti idealismemu, karena sebuah karya baru sejatinya bisa melahirkan tren. Sulit percaya? Setidaknya Nirvana sudah membuktikannya. (Andre OPA Sumual)

*Artikel ini dimuat di Editor's Note TRAX Magazine Edisi Februari 2014

by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!