"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Selasa, 17 Februari 2015

Superman Is Dead: "Mereka pikir Bali tidak bisa hidup tanpa Aussie? Idiot." ==> @SID_Official

 via traxmagz.com

 Superman Is Dead Kecam Gerakan #BoycottBALI dari Warga Australia
“Mereka pikir Bali tidak bisa hidup tanpa Aussie? Idiot. Yg ada malah kebalikannya, Aussie yg tidak bisa hidup tanpa Bali.”

Pernyataan keras ini datang dari Superman Is Dead menyikapi gerakan #BoycottBALI yang sedang trend di Australia.


Hubungan Indonesia dan Australia kembali memanas sehubungan dengan dua warna Australia pengedar narkotika yang akan segera dihukum mati . Andrew Chan dan Myuran Sukumaran, merupakan dua gembong narkotika Australia yang ditangkap 17 April 2005 di Bali bersama tujuh orang Australia lainnya yang kemudian populer dengan nama Bali Nine. Pemerintah Australia lewat Perdana Menterinya Tony Abbott meminta secara resmi kepada pemerintah Indonesia untuk menangguhkan hukuman mati bagi dua warganya itu namun pemerintah Indonesia menolak permintaan itu. Penolakan Indonesia ini kemudian melahirkan sentimen anti Indonesia di Australia. Hastag #BoycottBali menjadi trending di Australia, merupakan himbauan di sosial media bagi orang Australia untuk tidak berwisata ke Bali.


Superman Is Dead, band punk asli Bali terusik dengan hastag #BoycottBali. Band yang sangat peka dengan isue-isue sosial ini tak tinggal diam. Mereka kemudian menuliskan pandangan mereka tentang isue ini serta tingkah laku kebanyakan turis Australia yang datang ke Bali ke laman Facebook mereka: Superman Is Dead. Tulisan yang diunggah Senin (16/2) kemaren itu ditulis dalam Bahasa Inggris serta Bahasa Indonesia.



Selengkapnya tulisan SID itu (versi Bahasa Indonesia):


Kami tidak rasis terhadap ras apapun. Sama sekali tidak. Tapi keinginan (sebagian warga) Australia memboikot Bali terkait hukuman mati yg diberikan Indonesia terhadap WN Australia (yg tertangkap menyelundupkan narkotika) kami rasa berlebihan. Okelah, kami masih bisa mengerti jika Aussie menuntut keringanan hukuman, tapi sampai mengancam utk boikot Bali? Mereka pikir Bali tidak bisa hidup tanpa Aussie? Idiot. Yg ada malah kebalikannya, Aussie yg tidak bisa hidup tanpa Bali. Mau kemana lagi mereka liburan murah/dekat dan disambut kehangatan khas masyarakat/budaya Bali? Mereka tidak sadar jika Bali sudah mulai muak dengan kelakuan sebagian turis Aussie yg sering seenaknya memperlakukan warga/budaya lokal. Mereka pikir dirinya raja dan semua bisa dibeli dengan dollar. Hal itulah yg membuat mereka terlalu percaya diri dan menganggap hukum di Indonesia bisa dibengkokkan hanya dengan ancaman boikot Bali. Yg perlu dan HARUS mereka ketahui, kelakuan sebagian warga mereka di Bali sangat meresahkan dan Bali tidak perlu turis-turis sampah seperti itu! Kami WNI ketika bertamu ke negara kalian, selalu mematuhi segala hukum yg berlaku di sana. Dan kalian juga seharusnya melakukan hal yg sama ketika bertamu ke Bali. Bali tidak butuh sampah! Tidak ada negara yg butuh sampah. RESPECT! THATS WHAT WE ALL NEED! ~ SID





by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!