"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Jumat, 08 Mei 2015

APROFI dan BEKRAF gelar diskusi Hak Kekayaan Intelektual

Via traxmagz.com

Film menyimpan segudang hak kekayaan intelektual. Dengan perlindungan dan pemahaman yang baik mengenai HKI, insan perfilman bisa membuka pasar baru dan mendapat pemasukan tambahan, juga bisa menghalau terjadinya pembajakan.
 
Untuk memicu kesadaran pentingnya perlindungan terhadap Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Asosiasi Produser Film Indonesia (APROFI) bekerja sama dengan Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) menggelar forum diskusi HKI dan sosialiasi UU HKI no.28 tahun 2014.
 
Acara yang dibuka langsung oleh Wakil Presiden Republik Indonesia Bapak  Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla ini terdiri dari 4 panel dengan pembicara yang berbeda-beda. 
 
Dari sesi panel Pemerintah diisi oleh Menteri Komunikasi dan Informatika Bapak Rudiantara, Kepala Badan Ekonomi Kreatif Bapak Triawan Munaf dan Dirjend HKI, Bapak Prof. Dr. Ahmad M. Ramli. 
 
“Film adalah produk industri budaya dan hiburan yang sangat padat modal. Pelanggaran terhadap Hak Kekayaan Intelektual atas produk film seperti membiarkan tubuh mengalami perdarahan yang mematikan," ungkap Triawan Munaf selaku Kepala BEKRAF di Hotel JS Luwangsa, Rabu (6/5).
 
Dalam salah satu sesi soal bagaimana memonetisasi dan melindungi IP Right, Mira Lesmana (Miles Films), Salman Aristo (Salto Films) berbagi kisah sukses soal bagaimana mereka memonetisasi HKI atas film-film mereka seperti AADC dan Garuda di Dadaku. 
 
Namun Mira Lesmana juga menyadari bahwa tidak semua film mudah dimonetisasi. "Kita mudah memonetisasinya karena film itu (AADC-red) box office). Kalau filmnya nggak sukses di pasaran akan sulit, tapi bukan berarti tidak mungkin," ujar Mira.
 
Mira maupun Salman mengakui bahwa kesadaran tentang IP Right masih sangat tipis di Indonesia. "Ini adalah tradisi yang belum umum," kata Salman.
 
Padahal menurut Sheila Timothy selaku ketua APROFI dan penyelenggara, dengan perlindungan HKI, film dapat mengembangkan potensinya lewat banyak hal. "Bukan hanya pengembangan pasar baru dalam bentuk digital tetapi juga turunan ke dalam bentuk industri kreatif lainnya seperti games, buku, musik, seni pertunjukkan, pariwisata dan lain-lain".

by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!