"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Minggu, 16 Agustus 2015

Slank, Marcello Tahitoe dan Saykoji Antusias Ramaikan Karnaval Khatulistiwa

Press Release

JAKARTA, 16 AGUSTUS 2015 -Sejumlah artis dan musisi di antaranya Slank, Marcello Tahitoe, Saykoji dan Di Atas Rata-rata akan berpartisipasi dalam perhelatan Karnaval Khatulistiwa pada 22 Agustus 2015 di Pontianak, Kalimantan Barat. Mereka akan tampil pada salah satu bagian dari rangkaian kegiatan karnaval yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan (HUT) ke-70 Republik Indonesia.

Kelompok musik Slank mengaku bangga bisa terlibat dalam acara peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di titik ekuator dan menampilkan kekayaan khasanah budaya nusantara. “Kami ingin menduniakan Karnaval Khatulistiwa lewat musik Slank. Kami juga berharap karnaval ini menjadi ajang untuk merajut lagi mimpi yang masih berserakan menjadi satu impian kebersamaan yang baru,” ujar penabuh drum Slank, Bimo Setiawan yang lebih dikenal dengan nama Bimbim.

Antusiasme untuk ikut ambil bagian dalam peringatan kemerdekaan di kota tempat Tugu Khatulistiwa ini juga ditunjukkan oleh Saykoji dan Marcello. “Kesempatan luar biasa untuk turut dalam perayaan kemerdekaan di lokasi garis khatulistiwa melintas. Bisa dibilang pengalaman yang sangat menarik bisa tampil di tengah jantung Indonesia untuk merayakan momen kemerdekaan. Semoga dengan peringatan kemerdekaan ini bangsa Indonesia semakin maju di tengah persaingan dengan bangsa lain,” tutur Saykoji.

"Sangat disayangkan jika festival kebudayaan yang besar ini dilewatkan, karena saya selalu tertarik dengan budaya Indonesia yang kaya dan unik. Mudah-mudahan dengan adanya acara ini anak muda generasi penerus bangsa bisa menghargai kemerdekaan dengan berkarya lebih baik,” timpal Marcello.

Rencananya, para musisi tersebut akan tampil pada acara Panggung Hiburan Rakyat yang merupakan penutup dari rangkaian kegiatan Karnaval Khatulistiwa. Panggung musik yang digelar mulai pukul 17.00 WITA tersebut juga menampilkan pertunjukan seni daerah dan artis lokal, di antaranya Fery Sape dkk. Berkat kepiawaiannya memainkan sape –alat musik khas Kalimantan Barat, Ferry berhasil tampil pada pertunjukan di berbagai negara. 

Selain musisi, Karnaval Khatulistiwa juga dimeriahkan sejumlah artis yang akan memandu kegiatan karvanal antara lain Olga Lydia, dan Putri Patricia.

Karnaval Khatulistiwa, yang akan dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo dan dihadiri sejumlah menteri ini berisi serangkaian kegiatan yang akan menampilkan kekayaaan budaya Indonesia sebagai negara kepulauan sekaligus negara maritim. 

Peserta karnaval bukan hanya berasal dari Kalimantan Barat, tapi juga provinsi-provinsi lain baik dari Kalimantan maupun pulau-pulau lain, mulai dari Sumatera hingga Papua yang akan menampilkan pakaian adat dan kesenian daerahnya masing-masing. Presiden dan para menteri juga akan ikut dalam karnaval dengan menggunakan pakaian adat.

Ketua Panitia Karnaval Khatulistiwa Jay Wijayanto mengatakan, rangkaian kegiatan Karnaval Khatulistiwa akan dimulai pada siang hari, diawali dengan karnaval darat dari rumah Bentang (rumah adat Kalimantan Barat) menuju alun-alun Kapuas dengan jarak tempuh kurang lebih lima kilometer. Karnaval darat ini menampilkan arak-arakan kendaraan hias dan pejalan kaki yang menggunakan kostum adat Dayak dan Melayu. Karnaval juga melibatkan sekitar 500 penari Dayak dan 50 kelompok seni Kalimantan Barat. Karnaval juga akan diramaikan marching band dari sekolah-sekolah terpilih, di antaranya SMA Bhayangkari, dan SMA St. Paulus “Peserta karnaval darat bukan saja berasal dari Kalimantan Barat. Ada 15 provinsi yang akan ikut berpartisipasi menampilkan kekhasan budaya masing-masing daerah,” ujarnya.

Usai karnaval darat, kegiatan dilanjutkan dengan karnaval air menyusuri sungai Kapuas Besar dan Kapuas Kecil menggunakan kapal serta sampan atau perahu tradisional yang dihias. 

Sebanyak 1.500 perahu hias dari 18 provinsi termasuk Kalimantan Barat akan berpartisipasi dalam karnaval air ini. Konvoi perahu hias akan dilepas oleh Presiden Jokowi dengan menyalakan meriam karbit dari anjungan depan Masjid Sultan Abdurrahman, masjid bersejarah yang dibangun pada tahun 1771. Rencananya akan ada 70 ledakan meriam karbit sebagai penanda dimulainya karnaval.
“Acara selanjutnya sekaligus penutup kegiatan Karnaval Khatulistiwa adalah Panggung Hiburan Rakyat yang akan digelar malam hari selama kurang lebih empat jam. Panggung ini akan menampilkan pertunjukan seni dan musik yang melibatkan musisi papan atas dan seniman lokal,” ungkap Jay

Lebih lanjut Jay mengatakan, Karnaval Khatulistiwa digelar sesuai dengan tema peringatan kemerdekaan tahun ini, yaitu semangat bekerja serta lebih banyak melibatkan peran serta masyarakat. “Sesuai arahan pemerintah, Karnaval Khatulistiwa bertujuan membangkitkan optimisme dan kemandirian bangsa. Kegiatan ini diharapkan bisa digelar rutin setiap tahun secara mandiri oleh daerah. Untuk tahun ini kegiatan diselenggarakan di Pontianak sekaligus untuk menunjukkan Indonesia sebagai bangsa maritim, karena Pontianak merupakan daerah perbatasan yang memiliki banyak sungai yang bermuara ke laut,” paparnya.

Karnaval Khatulistiwa di Pontianak menjadi puncak dari serangkaian kegiatan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia yang diinisiasi pemerintah pusat bekerja sama dengan pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN) dan G70, yaitu Panitia Nasional Gerakan Ayo Kerja 70 Tahun Indonesia Merdeka yang bekerja berlandaskan surat tugas dari Menteri Sekretaris negara.

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi: Koordinator Media dan Publikasi Karnaval Khatulistiwa: Catharina Widyasrini (0811190084) Albiner Sitompul (081397591388)


by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!