"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Minggu, 06 Maret 2016

Konser Fenomenal SLANK, Terjadi Sekali Dalam 375 Tahun

Press Release 


PROMOSI PESONA INDONESIA, TOTAL SOLAR ECLIPSE CONSERT, yang akan digelar di Palu oleh Maleo Music dan Kementerian Pariwisata, pada tanggal 9 Maret mendatang, tepat disaat Gerhana Matahari Total terjadi di belahan bumi Indonesia, akan menampilkan band legendaris yang memesona, SLANK.

Selain tampil, Slank juga membawa misi kepariwisataan yang sangat penting bagi masyarakat Indonesia. Sebut saja “Virus Wisata” Slank, yakni; menjaga lingkungan hidup daerah wisata agar tetap bersih dan asri, menjaga daerah wisata dari gangguan tindak kriminal dan menjadikan daerah di Indonesia sebagai tujuan wisata utama rakyat Indonesia.

“Semoga Total Solar Eclipse Concert yang menampilkan Slank sebagai ujung tombak konser, menjadi pertanda bangkitnya  kepariwisataan Indonesia, khususnya pariwisata di Kota Palu,” simpul Setiabud A.C. Nurdin, promoter konser dari Maleo Music.
  
Sejak Slank dibentuk tahun 1983, baik Bimbim, Abdee, Kaka, Ridho maupun Ivanka, mungkin baru sekali dalam hidup mereka  menyaksikan Gerhana Matahari Total (GMT) di Indonesia. Betapa tidak, secara teori, setiap wilayah hanya bisa menyaksikan GMT setiap 375 tahun sekali.

Adapun 12 provinsi yang dilintasi GMT yaitu Maluku Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Bangka Belitung, Jambi, Sumatera Selatan, Bengkulu, dan Sumatera Barat. Durasi paling lama ada di Kota Maba, Kabupaten Halmahera Timur, Maluku Utara selama waktu 3 menit 17 detik; Kota Luwuk, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah selama 2 menit 50 detik; dan Kota Ternate, Maluku Utara selama 2 menit 45 detik. Palu, termasuk ibukota provinsi yang akan mengalami GMT selama lebih kurang 2 menit 48 detik, diperkirakan akan berlangsung mulai pukul 08.30 WITA.

“Wah ini pengalaman pertama, mungkin hanya sekali seumur hidup gue nyanyi disaat bumi gelap gulita disiang hari,” ungkap Kaka yang tak bisa menahan rasa gembiranya bisa kembali konser di Palu untuk yang ke-4 kalinya, namun dalam suasana yang berbeda, ada fenomena alam Gerhana Matahari.

Kegembiraan Kaka Slank merupakan gambaran dari antusiasme warga dunia yang ingin menyaksikan fenomena alam paling menakjubkan ini. Tak heran jika kemudian sejak setahun lalu, 2500 wisatawan mancanegara, telah mendaftarkan diri mereka untuk mengikuti paket wisata fenomena alam tersebut, melalu sebuah agensi pemburu fenomena alam. 

Jumlah tersebut akan bertambah, khususnya yang berasal dari wisatawan yang tengah liburan di Bali. Sejak tanggal 8 Maret mereka akan meninggalkan Bali, menuju ke Palu dan kota lainnya yang akan dilintasi GMT. Apalagi pada tanggal 9 Maret, Bali tengah khusyuk dengan Perayaan Nyepi.

Slank  akan hadir di Palu dengan formasi lengkap. Meski tak ikut manggung, Abdee Negara, gitaris Slank yang sejak tahun lalu istirahat dari jadwal manggung dengan Slank, datang ke Palu, kota dimana ia menghabiskan masa remajanya.

Sejak pukul 7 pagi, Slank bersama beberapa menteri dan para deputi dari sejumlah kementerian, termasuk Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Triawan Munaf, dan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara, Esthy Reko Astuty, mulai berkumpul di Lapangan TVRI Palu, untuk menunggu datangnya GMT. Dan disaat GMT berlangsung, Kaka secara solo diharapkan akan menyanyikan 2 lagu. Lagu Suku Kaili, bertajuk ‘Tananggu Kaili’, akan dinyanyikan saat bumi gelap gulita. Dan saat bumi kembali terang, Kaka akan menyenandungkan ‘Terlalu Manis’, lagu hits sepanjang masa.

Sebelum Slank tampil kembali pada pukul 7 malam. Sejak, ukul 4 sore, panggung Lapangan TVRI akan diisi oleh band lokal, seperti band etno rock; Smile Jamming, The Box dan Adi Tangkilisan & The Culture Project. Juga penampilan seniman kontemporer; Pedati, Karambangan  Lewuto, Salibow Ensamble dan Tarian Daerah Sulawesi Tengah. Malam hari, sebelum Slank tampil, ada musisi senior, Ote Abadi & Palu All Stars, Rival ‘Pallo’ Himran’ dan Jalanan Reggae. Serta diselingi penampilan Stand Up Comedy, Beat Box & Evo Dance Vrew. 

“Konser dengan berbagai penampil yang mewakili berbagai seni budaya menjadi pengantar kemeriahan Gerhana Matahari Total yang akan memesona Indonesia dari Palu, Sulawesi Tengah,” kata Esthy Reko Astuty, merangkum kegiatan promosi Pesona Indonesia yang digagas oleh Kementrian Pariwisata Republik Indonesia.   [] Humas 


by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!