"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Sabtu, 09 Juli 2016

Menpar Arief Yahya: Yuk ke Festival Pesona Pasar Tradisi 2016 Solo


 

SOLO - Gong pembukaan Festival Pesona Pasar Tradisi 2016 akhirnya ditabuh. Untuk pertama kalinya, even tersebut dilaksanakan di Solo yang mulai tanggal 8 hingga 10 Juli 2016. Kegiatan ini akan difokuskan pada tiga lokasi pasar, yaitu: Pasar Gede, Pasar Kembang dan Pasar Triwindu, Kota Solo. 
”Solo terkenal akan beragam jenis pertunjukan budaya seperti fashion show, tari-tarian, musik etnik dan masih banyak lagi. Bagaimana kalau itu semua diselenggarakan di pasar tradisional? Festival Pesona Pasar Tradisi inilah yang mewujudkan itu dan tersedia di even ini,” ujar Widdi Srihanto, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surakarta, dalam release resminya.
Lebih lanjut Widdi mengatakan, Pasar Kembang dipilih karena menjual aneka ragam bunga, Pasar Triwindu terkenal dengan barang-barang antiknya, sementara Pasar Gede menunjukkan keberagamannya karena berbagai penjual bisa ditemui di sana.
”Festival Pesona Pasar Tradisi sengaja diselenggarakan dalam suasana Hari Raya Idul Fitri dengan tujuan agar festival tersebut menjadi ajang silaturahmi bagi masyarakat. Dipilihnya pasar tradisional sebagai lokasi acara karena tempat ini merupakan jembatan silaturahmi antarmasyarakat,” tambah Widdi.
Sekadar informasi, Salah satu ciri khas pasar tradisional adalah pertemuan langsung antara penjual dan pembeli. Transaksi yang diciptakan mereka juga menghasilkan hubungan sosial dimana tak jarang hubungan tersebut meningkat menjadi pertemanan sehingga kegiatan jual beli mereka lebih menguntungkan. Hal inilah yang tidak bisa ditemukan di pasar-pasar modern.
Festival Pesona Pasar Tradisi 2016 diharapkan dapat mengundang wisatawan ke Solo yang rindu akan suasana masa lalu. ”Slogan Solo the Spirit of Java membuat kota ini ingin membuktikan bahwa warganya mampu hidup dalam dinamika masyarakat yang kekinian, sekaligus tetap memelihara ciri khas dan tradisi budaya yang sudah mengakar secara turun-temurun,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Program Festival Pesona Pasar Tradisi Heru Mataya menerangkan, pemilihan tiga lokasi pasar tradisional, yakni pasar Gede, pasar Kembang, dan pasar Triwindu, karena ketiga pasar itu menjadi ikon Kota Solo.
Tak hanya itu saja, ketiga pasar tersebut dianggap memiliki ciri khas tersendiri. Sehingga tak heran, jika berbagai pertunjukan kesenian akan ada disana mulai 8-10 Juli mendatang, saat libur lebaran tiba.

Heru mengatakan untuk pembukaan nanti di langsungkan di Pasar Gede, dengan menampilkan sajian musik etnik.  “Secara fasilitas mungkin pasar modern bisa lebih mentereng, namun jangan salah ada hal lain yang tak bisa didapatkan, yakni adanya proses transaksi jual beli tawar menawar antara pedagang dan pembeli. Apapun dan bagaimanapun juga, pasar tradisional sebagai identitas bangsa Indonesia,” terangnya.
Menpar Arief Yahya mengapresiasi Festival Pesona Pasar Tradisi 2016 yang dikaitkan dengan momentum #PesonaLebaranSolo dan #PesonaKulinerSolo itu. Timing nya pas, di saat libur Lebaran, sehingga banyak orang luar kota yang mudik ke kota kelahiran di Solo. Saat itu pula, ada festival yang khas mengangkat tema kesenian di lokasi pasar yang membaur dengan aktivitas pasar tradisional tersebut. "Unik, aneh, dan asyik," komentar Arief Yahya, Menteri Pariwisata yang dipercaya Presiden Joko Widodo untuk mencapai target fantastik 20 juta wisman di 2019 itu. 

Festival Pesona Pasar Tradisi 2016 ini, lanjut Arief, tidak hanya menghidupkan pariwisata lokal. Tetapi juga menggabungkan aktivitas pasar tradisional dengan seni tradisi yang dulu pernah menjadi "bumbu penyedap" suasana jual beli di pasar. Alamiah, menyatu dalam frame pasar yang penuh orang belanja dan tawar menawar. "Kalau Anda berada di Solo dan sekitarnya, lihat deh, di tiga pasar itu! Pasar Gede yang dibangun sejak masa kerajaan Kasunanan, Pasar Kembang tempat jual beli bunga, dan Triwindu bagi penghobi barang antik dan kuno," jelas Arief Yahya.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!