"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Selasa, 23 Agustus 2016

Hello Pacitan 2016 Sukses Gelar Flaming of the Sea


 

PACITAN — Mempesona dan membanggakan! Begitulah gambaran yang muncul setelah ajang sport tourism bertajuk Hello Pacitan 2016 “Flaming of the Sea” digelar di Pantai Pancer, Pacitan, 17 – 21 Agustus 2016. Deretan pantai yang menawarkan gulungan ombak tinggi seperti barel, hamparan pasir yang putih lagi lembut dan air laut biru bagaikan hamparan safir bening, mendapat pujian banyak surfer dunia. Dan yang terpenting lagi, juara kategori putra menjadi milik tuan rumah Indonesia.
“Banyak surfer dunia yang ingin kembali ke Pacitan. Menurut mereka ombak di sini (Pacitan, red) sudah world class, Event internasional seperti ini sangat mengangkat nama Pacitan ke mancanegara,” terang Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Pacitan, Wasi Prayitno, Senin (22/8).

Soal keinginan para surfers untuk return atau turis yang datang kali kedua, ketiga, untuk mengeksplorasi keindahan yang belum sempat dia telusuri. Ada survei terhadap peserta sport event yang akhirnya mencari waktu sendiri, kembali lagi ke destinasi yang dimaksud. "60 persen mereka datang kembali ke Indonesia," kata Menpar Arief Yahya. Yang membuatnya happy, tiga putra terbaik Indonesia mampu menorehkan prestasi sebagai atlet surfing terbaik di even yang masuk ke dalam kalender ASC itu. Atlet surfing dari Bali, Raditya Rondi, menjadi juara pertama di Asian Surfing Championship (ASC) kategori putra. Posisi kedua menjadi milik peselancar asal Jepang, Rio Wada. Sementara peringkat III direbut dua orang sekaligus, Dede Suryana dari Jawa Barat serta Darmaya Bleronk asal Bali.

Untuk kategori putri, juara pertama diraih Rina Kitazawa asal Jepang. Posisi runner up diraih Taina Izquierdo yang merupakan atlet blesteran Indonesia dan Amerika Serikat. Sementara posisi 3 besar menjadi milik Kailani Johnsonos dan Puanani Johnsonos yang merupakan atlet blesteran Indonesia dan Amerika Serikat. ”Ombaknya begitu indah dan panjang.

Sangat  bagus untuk berselancar. Tempatnya juga sangat indah. Saya sangat senang di sini. Sangat bagus dan menakjubkan karena ada
hamparan pasir dan ombaknya memecah karang. Saya memutuskan untuk memperpanjang liburan di Pacitan agar bisa menikmati selancar di sini,” kata jawara seri kelima ASC 2016 kategori putri, Rina Kitazawa.

Jawara kategori putra, Raditya Rondi juga ikut angkat suara. Menurutnya, ombak di Pacitan tak kalah dahsyatnya dengan ombak-ombak
di luar negeri. “Sangat seru berselancar di Pacitan. Ombaknya sangat menantang. Saya kira ini sangat layak menjadi salah satu spot surfing terbaik dunia karena gulungan ombaknya bisa mencapai 10 meter. Panjang
gulungan ombaknya juga bisa satu kilometer. Ini tempat yang sempurna untuk berkompetisi . Dan saya bangga bisa jadi juara di sini,” ungkapnya.

Kebanggaan itu rupanya tak hanya menjadi milik juara. Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono ikut mengaku kagum dengan event kompetisi berskala internasional tour seperti Asian Surfing Championships (ASC) 2016. Sementara mantan Ibu Negara, Ani Yudhoyono ikut berbagi keseruan Hello Pacitan 2016 “Flaming of the Sea” lewat  akun instagram miliknya. Dan tentu saja, langsung menjadi viral di dunia maya.

“Masa depan olahraga surfing ini sangat cerah. Saya masih ingat beberapa tahun lalu dalam gelaran Asian Beach Game di Bali, Indonesia menyabet dua emas dari olahraga surfing. Dengan ombak yang bagus seperti yang ada di Pacitan, saya yakin atlet-atlet surfing tingkat
nasional hingga dunia bisa lahir dari sini,”  ungkap SBY.

Menurut dia, kondisi pantai di Pacitan tidak bisa dibandingkan pantai di daerah atau negara lain. Pantai Pacitan, bagi SY, memiliki ciri khas yang sangat menarik yaitu ada sungai, perbukitan, langit yang cerah dan bersih, serta ombak yang indah. “Perpaduan alam yang indah itu sangat menarik. Sulit sekali menemukan pantai yang memiliki hal seperti itu selain di Pacitan. Sekarang tinggal mencari cara untuk menarik wisatawan supaya mau berkunjung ke Pacitan,” papar SBY.

Manteri Ibu Negara, Ani Yudhoyono juga ikutan takjub dengan alam Pacitan. Jika SBY memuji lewat statemen, Ani Yudhoyono mempromosikan Pacitan lewat foto-foto bidikan kamera SLR-nya.  Hasil jepretan
fotonya, di share via akun instagram miliknya. Foto dengan frame aksi peselancar Indonesia direspon 20.300 netizen. Foto keluarga dengan
background Sungai Grindulu, Pacitan, mendapat like dari 49.300 netizen. Dan foto-foto aksi surfer lainnya, ikutan dikomentari lebih dari 20.000 netizen. Semuanya komentar positif.

“Dari Hello Pacitan di Pantai Pancer Door, Pacitan. Photo by Ani Yudhoyono. #hellopacitan2016 #pacitan #jawatimur #wonderfulindonesia #indonesia #surfing #beach #pancerdoor,” tulis Ani Yudhoyono di akun instagram miliknya.
Dengan kamera SLR miliknya, Ani Yudhoyono tak segan mengabadikan tiap momen di pantai tersebut. Dirinya pun mengakui keindahan Pantai Pancer. “Ini sangat surga bagi saya, bagus banget dari ujung ke ujung,” katanya.

Dan ternyata, ini adalah momen perdana Ani Yudhoyono ke Pantai Pancer. Rasa kagumnya memuncak setelah melihat ombak yang begitu bagus.”Saya baru pertama kali ke Pantai Pancer Door. Melihat ombak dan teluknya bagus banget,” ujarnya.

Selain kekagumannya pada Pantai Pancer, Ani ternyata juga menyukai Sungai Grindulu yang bermuara ke Pantai tersebut. “Kagum dengan
jernihnya sungai Grindulu di Pacitan,” demikian pernyataan Ani di akun Instagramnya.
Ani pun menyempatkan diri untuk berfoto dengan latar belakang Pantai Grindulu, bersama anak keduanya Edhie Baskoro Yudhoyono dan menantunya, Aliya Rajasa. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!