"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Minggu, 28 Agustus 2016

Ice Carving Tetap Menyihir Pengunjung Sanur Village Festival


 

 

Malam, hari ketiga (26/8) setelah dibuka SVF secara resmi oleh Meneteri Pariwisata Arief Yahya tambah meriah dengan hadirnya ragam aktivitas di areal main stage. Ice carving yang selama ini hadir merias malamnya SVF menjadi pesona diantara kerumunan pengunjung yang menikmati suguhan musik dan atraksi budaya di atas panggung.

Ida Bagus Gede Astawa, seniman ice carving  Sanur yang telah menjuarai berbagai kejuaraan Ice carving tingkat dunia, pada tahun ini menghadirkan karya yang berhubungan dengan tema SVF yakni Tat Twam Asi. Karya yang menyerupai dua orang sedang berbakti dengan di tengah-tengah berupa patung es yang menyerupai pura, benar-benar menyihir pengunjung.

Pengunjung yang sedari awal menunggu dan menyaksikan seluruh rangkain proses pemahatan tak henti-hentinya mengabadikan sebagai kenangan pribadi. Setidaknya ada sepuluh balok es yang dieksekusi emapat pemahat dalam waktu tiga jam berhasil disusun dan diberdirikan di tengah panggung khusus.

Menurut Gus Astawa sapaan akrap seniman patung es Sanur, penggararan ice carving tahun ini tidak menemukan kesulitan yang berarti karena materi yang dipersiapkan dengan pola susun atas sangat mudah ketimbang susun samping. Dengan pola susun atas juga dapat mempertahankan lelehan es yang mencair, sehingga pengunjung dapat menikmati dengan lama.

Ida Bagus Sidartha Putra ketua umum Sanur Village Festival mengatakan, potensi berkesenian masyarakat Sanur memang sangat luar biasa dari ragam seni termasuk ice carving yang telah menjadi identitas Desa Sanur. Melalui SVF, seniman diberikan ruang untuk berekspresi sekaligus menunjukkan kehebatan mereka dihadapan publik. Ice carving oleh seniman Sanur Ida Bagus Gede Astawa telah membuktikan kehebatan pemahat es Sanur, dan terus hadir memberikan suguhan yang terbaik bagi pengunjung SVF.

Bebarengan dengan pertunjukan pesona ice carving, peragaan busana karya desainer Andy Soe yang mengangkat tema karma pala dengan tampilan para peraga busana dari Point Model Management tak kalah menarik perhatian pengunjung. Andy membawa dua puluh lima rancangan karyanya yang menonjolkan keindahan prada di atas kain hitam. Desain modern dan kontemporer yang berbasis tatanan tradisi nusantara karya Andy, semakin menambah takjup pengunjung dengan iringan musik garapan Honggo. Panggung menjadi tambah gemerlap mana kala prada-prada emas yang apik bersinergi dengan kemolekan tubuh para model peraga busana.

by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!