"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Sabtu, 27 Agustus 2016

Pacu Industri, Kemenpar Gelar Kompetisi Pariwisata Halal Nasional 2016


 

JAKARTA – Kementerian Pariwisata makin intens memantapkan langkah untuk bersaing total dalam peta destinasi utama pariwisata halal dunia. Beragam daya upaya terus dilakukan, untuk memenuhi standar sebagai tujuan wisata kelas dunia. Salah satunya, dengan menggelar Kompetisi Pariwisata Halal Nasional 2016. Ini yang akan membuat industri akan bersaing ketat, menjadi yang terbaik.

“Ini baru pertama kali diadakan. Kami ingin mempercepat pengembangan industri pariwisata ramah wisatawan muslim lewat kompetisi ini,” tutur Riyanto Sofyan, Ketua Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal (TP3H) Kementerian Pariwisata, Jumat (26/8).

Ngototnya Sofyan tadi bukan tanpa sebab. Maklum, saat ini wisata halal sudah menjadi industri yang terus berkembang. Prospeknya  sangat menjanjikan. Laporan yang disusun Thomson Reuters dan Dinar Standar mengungkapkan, secara global belanja Muslim untuk wisata halal pada 2012 sebesar 137 miliar dolar AS. Dan pada 2018 nanti, angkanya diperkirakan akan naik menjadi 181 miliar dolar AS.

Laporan Pew Research Center Forum on Religion and Public Life juga paralel dengan Thomson Reuters dan Dinar Standar. Pew Research Center Forum on Religion and Public Life memperkirakan populasi Muslim dunia bertambah dari 1,6 miliar menjadi sekitar 2,2 dari total penduduk dunia di tahun 2030. Berikutnya, laporan Global Muslim Travel Index 2015 yang menyebutkan segmen wisata Muslim memiliki nilai 145 miliar dolar AS dengan jumlah 108 juta wisatawan Muslim. Angka tersebut diprediksi akan naik menjadi 150 juta tahun 2020 dengan nilai pasar 200 miliar dolar AS. “Yang perlu dicatat, wisatawan Muslim itu tidak hanya dari Timur Tengah. Tapi juga Tiongkok, pecahan Uni Soviet dan negara lainnya,” papar Sofyan.

Berangkat dari fakta tadi, rancangan Kompetisi Pariwisata Halal Nasional pun mulai dibuat. Destinasi serta pemain industri pariwisata, dari objek wisata alam, kuliner, hotel, bandara, resor pantai, hingga agen perjalanan, ikut dilibatkan dalam kompetisi. Semuanya bertarung menjadi yang terbaik di 15 kategori yang dilombakan.

“Kompetisi ini sudah mencapai tahap asesmen dan penjurian. Dari hasil penilaian dan pleno dewan juri, ada 111 peserta yang masuk nominasi dari 119 yang mendaftar. Selanjutnya pemenang akan dipilih berdasarkan voting online mulai tanggal 26 Agustus-15 September 2016 di situs www.halaltourism.id. Pemenangnya akan diusulkan ikut dalam kompetisi pariwisata halal internasional, World Halal Tourism Award 2016,” papar Sofyan.

Menpar Arief Yahya berharap agar momentum ini dimanfaatkan sebaik mungkin. Agar lebih banyak yang muncul di media baik di dalam maupun luar negeri, soal hotel dan destinasi halal Indonesia. “Juga belajar dari awal untuk menjadi pemain global, yang sudah menggunakan standar kualitas dunia, dan harus tampil paling hebat. Kita sudah membuktikan dengan Lombok, dan itu sukses,” kata dia.(*)

 

DATA-DATA
Potensi Wisata Halal
Menurut Thomson Reuters dan Dinar Standar, belanja Muslim secara global untuk wisata halal pada 2012 sebesar 137 miliar dolar AS dan pada 2018 akan naik menjadi 181 miliar dolar AS.

Tiga Daerah Percontohan Wisata Halal
1. Aceh
2. Sumatra Barat
3. Nusa Tenggara Barat


Penghargaan yang diraih Indonesia di ajang The World Halal Travel

Summit/Exhbition 2015 di Abu Dhabi, Uni Emirate Arab
1. World's Best Family Friendly Hotel (Sofyan Hotel Betawi, Jakarta)
2. World's Best Halal Honeymoon Destination (Lombok, NTB)
3. World's Best Halal Tourism Destination (Lombok, NTB)

Potensi Wisata Halal

@  Pew Research Center Forum on Religion and Public Life memperkirakan populasi muslim dunia bertambah dari 1,6 miliar menjadi sekitar 2,2 dari total penduduk dunia di tahun 2030

@ Global Muslim Travel Index 2015 menyebutkan, segmen wisata Muslim memiliki nilai sebesar 145 miliar dolar AS dengan jumlah 108 juta wisatawan Muslim. Diprediksi angka ini akan tumbuh menjadi 150 juta tahun 2020 dengan nilai pasar 200 miliar dolar AS.

13 provinsi tujuan wisata halal
1. Nusa Tenggara Barat (NTB)
2. Nangroe Aceh Darussalam
3. Sumatra Barat
4. Riau
5. Lampung
6. Banten
7. DKI Jakarta
8. Jawa Barat
9. Jawa Tengah
10.Yogyakarta
11.Jawa Timur
12.Sulawesi Selatan
13.Bali

Empat bidang yang telah ditetapkan sebagai fasilitas pilihan wisata halal:

1. Hotel
2. Restoran
3. Biro Perjalanan
4. Spa

Sumber : Kemenpar
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!