"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Selasa, 23 Agustus 2016

Presiden Jokowi: Kembangkan Taman Bunga di Danau Toba


 
 

DANAU TOBA - Presiden Joko Widodo dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo Senin, 22 Agustus 2016 lalu meninjau kawasan wisata Desa Parulohan, Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara. Satu dari tujuh kabupaten yang tengah dicari moziak untuk membingkai Kawasan Danau Toba sebagai integrated tourism destination. Di lokasi ini dinilai cocok untuk membangun Keukenhof-nya Indonesia, taman bunga berkelas dunia.

"Di sini bisa dikembangkan lebih besar lagi. Kawasan di sini bisa dipakai untuk taman bunga, tentu saja diberi tambahan lain seperti resort atau hotel untuk meeting sehingga bisa memberikan dampak ekonomi pada lingkungan," terang Presiden Jokowi.

Menurut Presiden, apabila telah diputuskan, nantinya kawasan ini akan diperbaiki, dikembangkan, dan dihijaukan kembali. Presiden sendiri menilai apa yang ditawarkan oleh kawasan ini sudah sangat lengkap. "Jadi yang kita tawarkan adalah pemandangan alam yang kalau melihat ke sana danau terlihat sekali, ada air terjunnya, di bawah itu ada peninggalan warisan situs sejarah Sisingamangaraja. Cantik sekali, kalau menurut saya komplit," tambah Presiden Jokowi.

Kepada para jurnalis, Presiden menerangkan bahwa kunjungannya ini untuk melihat alternatif lokasi yang nantinya akan ditetapkan sebagai wilayah pengembangan kawasan Danau Toba. Berdasarkan informasi yang diperoleh dari Bupati Humbang Hasundutan Dosmar Banjarnahor, lokasi yang ditinjau Presiden kali ini diketahui memiliki luas 400 hektar.

Selain di lokasi ini, alternatif pengembangan Kawasan Danau Toba lainnya berada di Kabupaten Simalungun. "Tapi belum diputuskan, bisa dua-duanya dikembangkan," ucap Presiden. Turut hadir dalam peninjauan tersebut di antaranya Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pariwisata Arief Yahya, dan Gubernur Sumatera Utara Erry Nuradi.

Usai meninjau kawasan tersebut, Presiden dan Ibu Iriana langsung menuju Bandara Silangit, Kabupaten Tapanuli Utara untuk kemudian lepas landas menggunakan pesawat CN-295 TNI AU menuju Bandara Kualanamu, Kabupaten Deli Serdang.

Menurut Menpar Arief Yahya, jika 400 hektare dibangun dengan global standar, maka itu sudah dua kali lebih besar dari Keukenhof, taman tulip yang terbesar di dunia di Holland Selatan, persisnya Kota Hillegom dan Lisse, barat daya Amsterdam.

Taman Keukenhof sendiri punya koleksi tujuh juta kuntum bunga yang terus ditanam, dengan berbagai ragam tulip. Bunga khas nya Belanda.

“Potensi di Danau Toba ini jauh lebih besar. Kita berada di daerah sekitar 1.000 meter dari permukaan laut, luasanya 400 hektare, dua kalinya Keukenhof yang 200 an hectare, dan ragam tanamannya yang bisa hidup di Indonesia jauh lebih banyak. Dengan landscape yang bagus, tentu ini akan menjadi andalan destinasi di Danau Toba. Jadi ke danau ini tidak sekedar melihat danau saja, tetapi ada banyak atraksi yang menarik,” kata Arief Yahya.

Rumus Arief Yahya ada 3A untuk strategi pengembangan destinasi. Atraksi, Akses dan Amenitas. Maka dia membenarkan statemen Presiden RI Joko Widodo, bahwa pengembangan kawasan itu juga harus sekalian dipikirkan hotel, resort, convention, restorant (Amenitas), selain akses menuju ke kawasan itu semakin simple dan cepat. “Kalau soal atraksi, kita sudah punya modal alam dan budaya. Man made-nya adalah membangun kawasan taman bunga,” tutur Menpar Arief Yahya.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!