"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Senin, 26 September 2016

Dari Festival Wonderful Indonesia di Ho Chi Minh City, Vietnam

 

Antusias, Membludak, Kemenpar Siapkan Even Lanjutan

HO CHI MINH CITY - Badai promosi wisata luar negeri besutan Menteri Pariwisata RI Arief Yahya terasa makin kencang. Warga Vietnam yang tersihir Festival Wonderful Indonesia di Ho Chi Minh City selama dua hari (24-25 September 2016) kelihatan berminat melihat dari dekat apa yang terjadi di Indonesia. Ngebet banget dengan obyek wisata merah putih. Apa lagi dengan destinasi unggulan semacam Bali, Lombok, Jogjakarta dan Bandung. 
Rizky Handayani, Asdep Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar pun terpana dengan antusiasme warga Vietnam yang berbondong-bondong mendatangani festival. Selama dua hari Sc Vivo City Mall, tempat dihelatnya festival membeludak. "Itu artinya orang Vietnam tertarik dengan Indonesia. Kami optimis akan ada transaksi lanjutan pasca pameran," kata Rizki yang terjun langsung mengawal pameran.
Sukses promosi ini menurut Rizki parameternya jelas. Dari data dan fakta yang ada, dua hari pameran pengunjung membanjiri acara. Lebih dari 8 ribu orang masuk market area yang didesain Indonesia mini seluas 540 m2 itu. Konten pameran dan isi acara secara keseluruhan jempolan. Tari-tarian, musikalisasi, lagu-lagu daerah, hingga performance Batik Carnival yang diboyong dari Indonesia sukses menyedot perhatian warga Saigon. 
Dua hari full pusat perbelanjaan yang saban hari disambangi 24 ribu orang itu heboh. Apalagi atraksi Batik Gonggong Batam dan Wayang Golek dari Bandung. Dua hari ludes diserbu pengunjung yang belajar membantik dan menghias wayang dari kayu itu. Permainan penuh sensasi tekonologi 9D yang memperlihatkan obyek obyek wisata andalan dijajal lebih dari 2000 orang.Karena itu, Rizki berharap promosi ini bisa berkesinambungan. "Kemenpar akan terus berjuang bisa promosi lagi secara berkala di Ho Chi Minh. Mungkin dengan model berbeda dan tempat yg berbeda pula,"tambah wanita berjilbab ini. Kiki, sapaan akrabnya bukan tanpa data bersiap menyeriusi pasar Vietnam. Dari 90 juta populasi negara yang kini sedang tumbuh pesat itu, sekitar 10 jutanya suka berwisata ke luar negeri. 
Kue yang cukup besar inilah yang harus segera direbut. Selama ini kebanyakan mereka pergi ke Thailand, Singapura, dan Malaysia. Yang ke Indonesia baru 0,45 persen dari target wisman 12 juta 2016. "Angka yang masih sangat kecil dibandingkan potensinya. Tapi kami yakin akan meningkat cepat dengan promosi gencar ke Vietnam," ujar Asdep yang dikenal detil melototi even promosi ini. 
Setelah seharian diskusi dengan Konjen RI Ho Chi Minh City, Jean Anes, pejabat Eselon II Kemenpar ini bertekad membuat even bersekala besar minimal setahun dua kali di Saigon. Tempatnya bisa di mall atau di luar. Untuk mematangkan idenya itu, disela melototi festival hari kedua, Kiki menyempatkan meninjau sebuah lokasi baru di pusat kota. Namanya Saigon Walking Zone. Sebuah area terbuka dengan pedestrian yang lebar dan panjang. Di tempat ini saban malam dipenuhi orang lokal dan turis santai menikmati udara luar. Duduk sambil mendengarkan hiburan dan atraksi atraksi anak muda. 

 

"Panjang pedestrianya hampir satu kilo. Kalau malam minggu lebih dari 3000 orang berkumpul bersantai," kata Kiki. Di ruang terbuka yang bagian ujungnya ada taman dan patung Ho Chi Minh itulah mnurut Kiki cocok untuk promosi. Sudah ada kerumunan tinggal mengisi hiburanya. Ke depan dia ingin setiap even luar negeri dikolaborasi dengan orang orang lokal yang bisa berbahasa Indonesia. Merekalah yang lebih tahu kebutuhan warganya.  Travel agent lokal juga siap membantu. 
"Semoga tahun depan Garuda sudah membuka penerbangan langsung (direct fligth) Ho Chi Minh-Bali, Hanoi-Bali atau Hanoi Jogja. Kalau direct flight dibuka dia optimis turis Vietnam membanjiri Indonesia. Apalagi dua negara ini punya sejarah kedekatan sejak zaman Soekarno dan Ho Chi Minh. Saya merasakan ada getaran antusiasme yang beda dari pameran Hon Chi Minh. Kita optimis dapat ikan besar dari sini," lanjutnya sambil mematok branding kedepan harus target selling. Tidak sekedar awareness. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!