"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Senin, 19 September 2016

Kepri Tancap Gas, Kebut Go Digital

 

BATAM – Gerakan Go Digital yang digaungkan Menpar Arief Yahya di Rakornas III Pariwisata 2016 terus bergulir. Kali ini direspon cepat oleh Provinsi Kepri. Hari ini (19/9), Kepri langsung mengumpulkan seluruh stake holder pariwisata di sana. Yang dibahas, seluruh persoalan terkait
implementasi Go Digital dan koneksi pusat serta daerah.
“Wadahnya sudah ada. Hari ini kami bahas tuntas,” ungkap Guntur Sakti, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, Senin (19/9).
Ngototnya Kepri mengumpulkan seluruh stakeholder kepariwisataan bukan tanpa sebab. Setelah Rakornas Pariwisata, Kepri ingin jadi yang terbaik. Jadi nomor satu. Terutama, wisata baharinya. “Buat kami, baik saja tidak cukup. Kami ingin yang terbaik. Caranya tentu harus menggunakan digital,” tambah Guntur.
Lewat digital, keindahan perairan Natuna dan Anambas bisa makin mudah dijual ke seluruh dunia. Pantai Nongsa, Pantai Melur, Mega WIsata Ocarina, Pantai Marina serta Pantai Lagoi juga makin mudah dipasarkan.
Bahkan Zero Equator di Lingga yang kerap menjadi incaran yachter dunia, bisa cepat nge-hits. “Kalau mau merebut pasar ya harus berani
kreatif. Harus segera beralih Go Digital. Kalau tidak ya kita pasti kalah. Pasti jadi pecundang. Kita merasa bagus, cantik, hebat, tapi tidak banyak orang tahu,” ujarnya.
Berlebihan? Rasanya tidak. Faktanya, Kepri sangat bagus dan relatif mudah dijual karena memenuhi semua kriteria 3A untuk sebuah destinasi wisata. Attractiveness (daya tarik) ada. Ammenities (fasilitas pendukung/akomodasi) punya. Access (akses) nya pun ada banyak. Ada bandara dan 16+1 entry point dari laut yang yang bisa dimasuki wisatawan. Semuanya banyak tersebar di Batam dan Bintan.
Hal lainnya, Great Kepri itu adalah “Bali”-nya Indonesia Barat. Jika Bali menjadi second home-nya warga Australia, dan menjadi destinasi favorit di Negeri Kanguru itu, Batam Bintan pun serasa sudah menjadi home-nya Singapura dan Malaysia.  Di 2014 saja, Great Kepri yang terdiri dari Batam dan Bintan mencatat 24% dari seluruh wisman ke
Indonesia, peringkat ketiga, setelah Great Bali 40% dan Great Jakarta 28%. Jaraknya dengan Jakarta tinggal 4% saja.
Dan yang tak kalah pentingnya, letak geografis Kepri sangat bagus. Di sebelah utara, wilayahnya berbatasan langsung dengan Vietnam dan Kamboja. Di sebelah barat, ada Singapura dan Malaysia. Singapura-Batam
dapat ditempuh 45-60 menit. Sementara Malaysia-Batam bisa ditempuh 75 menit. Waktu tempuhnya lebih singkat bila dibanding Australia yang sekitar 3 jam ke Perth, 2 jam ke Darwin, 4 jam ke Sydney, 5 jam ke Melbourne, dan 7 jam ke Canberra. Biayanya juga lebih murah, karena bisa ditempuh dengan nyaman melalui jalur Selat Malaka, dengan biaya
sekitar USD 25 saja. “Kalau dibantu dengan pemasaran Digital Market Place Kemenpar, saya yakin Kepri bisa mengalahkan Jakarta. Di situ komplit kok. Ada lapak pasar. Semua pelaku bisnis pariwisata bisa menjual paket-paketnya di situ. Semua OTA –Online Travel Agency,bisa menjual paketnya,” ungkap Guntur.
Di rapat hari ini, Kepri akan membahas calender of events, website yang real time up date serta kerjasama dengan industri untuk support
paket. Semua akan diarahkan ke even-even Oktober 2016. Dari mulai lomba foto dan video drone (20-30 Oktober 2016), Eco Heroes (20
Oktober), Dragon Boat Race (21-23 Oktober), Pesta Kuliner 10 Kampung, Panggung Gurindam, Fashion Show & Parade Drumband (25 Oktober), Wonderful Indonesia Sailing (26-30 Oktober), Wonderful Kepri Expo
(26-30 Oktober), Panggung Penyair (26 Oktober), Pawai Budaya & Parade Mobil Hias (27 Oktober), Sound from Motherland of Malay (27 Oktober, hingga Traditional & Modern Games (28 Oktober ), semua akan dibahas dan dikonekkan dengan pelaku industri dan pemasaran di IndonesiaTourism Exchange. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!