"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Senin, 19 September 2016

Samosir Lake Toba Ultra Marathon Bikin Menkomar Makin Pede Kembangkan Pariwisata

 

SAMOSIR – Gebrakan Samosir Lake Toba Ultra Marathon 2016 yang digelar
Sabtu (17/9), mengundang keoptimisan Menteri Koordinator Maritim dan
Sumber Daya, Luhut B Panjaitan. Kawasan wisata Danau Toba, menurutnya,
bakal segera “menyala” dalam waktu cepat. Apalagi, saat even digelar, ada 1.056 pelari dari 18 negara yang ambil bagian di dalamnya.

"Acara ini harus dipertahankan karena banyak keindahan yang
ditawarkan," tutur Menkomar Luhut BInsar Panjaitan.

Ucapan itu keluar bukan karena semata-mata karena Luhut berdarah Batak. Itu dipicu kemasan sport tourism yang punya warna beda. Di Indonesia, hanya Samosir Lake Toba Ultra, even marathon yang digelar
di pinggir danau.

Sensasinya? Boleh diadu dengan even marathon di belahan bumi manapun.
Di Toba, peserta lari bisa menikmati pemandangan alam kaldera yang kaya dengan cerita soal asal muasal danau sepanjang sekitar 117 km dan seluas 30 km itu. Di even itu, para pelari bisa menikmati perbukitan yang hijau, jajaran pohon pinus, dan beningnya air danau.

Sajian budayanya? Juga oke punya. Ada sejumlah penari tor-tor serta pemuda yang memainkan alat musik gondang yang ditempatkan di setiap station water. Yang haus, yang kelelahan, dijamin bakal makin bersemangat saat melewati  station water yang dilewati.

Atraksinya? Sudah world class. Selama berlari, pelari diajak menerabas sejumlah destinasi wisata berpanorama keren. Panorama Sianjur Mula-mula, salah satu distrik di Samosir yang dikelilingi sawah dengan pemandangan indah, setia mengawal tiap peserta. Ada pula Batu Hobon, situs yang terletak di Desa Limbong Sagala. Batu ini sakral karena merupakan tempat Si Raja Batak menyimpan harta bendanya. Singkat
cerita, dari mulai pantai, lembah, bukit, perkampungan tua batak,
semuanya dilewati. Perbukitan yang hijau, jajaran pohon pinus, dan
beningnya air danau, semua bisa dinikmati.

“Jadi sangat pas menyeriusi pariwisata. Saat sektor yang selama ini menjadi andalan sedang meredup, even sport tourism seperti Samosir Lake Toba Ultra Marathon 2016 justru banyak mengundang wisatawan datang. Tahun depan harus ada lagi,” tambah Menteri Luhut.

Ucapan Luhut memang tak berlebihan. Saat lomba digelar, ada 1.056 pelari yang ambil bagian di dalamnya. Ribuan pelari itu datang dari 16 negara. Dari mulai Malaysia, Singapura, India, Jerman, Inggris,
Amerika Serikat, Afrika Selatan, Zimbabwe, Kenya, hingga tuan rumah
Indonesia, semuanya ada. Semuanya ambil bagian ke dalam lomba 50K, 20K, 10K dan 5K dengan masing-masing batas waktu 9 jam, 4,5 jam, 2,5 jam dan 1,5 jam.

Nah, segala keindahaan dan tantangan yang ditawarkan Samosir Lake Toba Ultra Marathon membuat pelari asal Malaysia, Nadia Dzulquarnie, mengaku happy. Sensasi berlari di Danau vukanik nomor dua terbesar di dunia itu, menurutnya sangat unik. Dia pun mengaku siap ambil bagian di edisi 2017. “Samosir Lake Toba Ultra Marathon pemandangannya lebih indah dari even di Bali. Kalau di Bali, lebih culture-nya. Jadi kami akan coba ikut 50 K kalau acara ini digelar lagi,” kata Nadia.

Respon Menpar Arief Yahya? Sangat positif. Marketeer of The Year 2013
itu menyebut marathon, cycling, triathlon dan lainnya adalah
competition tourism, olahraga yang memiliki sinergi dengan tourism.
Jumlahnya massal, dan umumnya, peserta yang hadir tertarik dengan
keindahalan alam Indonesia. “Karena itu mengembangkan sporttourism itu
sangat tepat untuk mempromosikan destinasi pariwisata kita. Termasuk
Samosir Lake Toba Ultra Marathon,” kata Arief Yahya, Menteri
Pariwisata Republik Indonesia.
Makin banyak event internasional di Danau Toba, menurutnya akan makin memperkuat branding Danau Toba sebagai destinasi level dunia. Keuntungan yang diambil ada dua. Pertama, direct impact, yakni
kedatangan langsung wisman dan wisnus. Kedua, indirect impact, yang
berupa media value, karena terekspose ke seluruh penjuru dunia. Eksposure media inilah yang menaikkan branding Danau Toba. “Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan, kerapian, keramahan dan
hospitality. Beri kesan yang terbaik, pada siapapun wisman yang datang, karena mereka bisa menjadi informal endorser di media sosial,” tambah Menpar.

Terakhir, mantan Dirut Telkom itu tak lupa mengucapkan terima kasih
kepada Menkomar Luhut BInsar Panjaitan yang telah hadir di Toba.
Perhatiannya terhadap pariwisata dinilai sangat besar. Sejak menjabat
Menkomar, Luhut sudah empat kali aktif hadir di acara pariwisata. Dari
mulai Karnaval Pesona Danau Toba, Rakornas III Kemenpar di
Econvention, Ecopark Ancol, Nias hingga Samosir Ultra, semua dihadiri
Menkomar Luhut. “Terima kasih atas dukungan Menkomar. Ini menunjukkan
komitmen dan perhatian pemerintah terhadap pariwisata,” ucap Arief.
(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!