"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Rabu, 14 September 2016

Tour de Linggarjati 2016 di Launching di Kemenpar

 

JAKARTA - Balap sepeda internasional Tour de Linggarjati (TdL) 2016 yang kembali digelar 28-30 Oktober 2016. Kali ini semakin banyak pihak yang merespon positif, kegiatan jelajaah alam mengejar kecepatan bersepeda itu. Sembilan tim luar negeri dipastikan ambil bagian. Sementara dari dalam negeri, ada delapan tim yang siap berpartisipasi. Bahkan, Kementerian Pariwisata RI, mensupport promosi sport tourism itu agar semakin dikenal.

“Gelaran pertama di 2015 hanya bermodal semangat.  Sekarang ada dukungan besar dari Kementerian Pariwisata.Ini yang membuat even ini melejit menjadi skala internasional,” terang Bupati Kuningan, Acep Purnama, 14 September 2016, yang sudah dilaunching di Kemenpar.

Dukungan besar Kemenpar, menurut Acep tak lepas dari pelaksanaan Tour De Linggarjati yang juga beririsan dengan peringatan momen bersejarah. Ada perundingan Linggarjati ke-70 yang dijadikan cantolannya. Ada nuansa sejarah yang kuat, terkait dengan kemerdekaan RI, yakni Perundingan Linggarjati yang diperingati setiap 10 tahun sekali.

Kalau pun banyak anak muda yang tidak terlalu paham sejarah, paling tidak nama Perundingan Linggarjati kembali muncul di media, dan menjadi bahan perbincangan publik. Hingga Selasa (14/9), sembilan tim luar negeri dan delapan tim dalam negeri sudah mengkonfirmasi keikutsertaannya. NSC Malaysia, Black Ink Singapore, Nice Switzerland, Timnas Vietnam, St. George Merida Australia, Cebu Philippines, Terengganu Malaysia, EDBS Australia, Singha Thailand, tak ingin ketinggalan menjelah rute-rute bersejarah perundingan Linggarjati. Begitu juga dengan Pegasus, KFC

Indonesia, CCC Indonesia, LBC Lombok, PGN Jakarta, BRCC Banyuwangi, UBK Malang serta Pessel Bank Nagari. Semua seakan sudah tak sabar untuk ikut bernostalgia mengenang pengakuan Pemeringah Belanda yang mengakui Indonesia sebagai satu negara merdeka dan berdaulat. Sama derajatnya dengan Belanda dan negara-negara merdeka lainnya.

“Jumlah peserta masih bisa bertambah lagi. Saat lomba nanti, kami mengajak peserta TdL untuk mengenang kejadian di Kuningan yakni Perjanjian Linggarjati pada tahun 1946. Mimpi saya, Tour de Linggarjati bisa menjadi kegiatan unggulan dan ikon daerah yang meningkatkan image Kuningan,” ujar Acep.

Dan jangan khawatir dengan rute yang dilalui. Dari mulai seputar Pemda, Simpang Tiga Bakom Darma, Hotel Ayong, Desa Japara, Water Boom Tirta Agung Mas, Desa Gerba, simpang tiga Cibeureum-Mandirancan, dan perempatan jalan Baru Bayuning,kondisi jalannya sudah mulus. Bakal ada 100 desa di 20 kecamatan yang akan dilewati oleh para pembalap nanti. Tanjakan dan turunan tajam dipastikan siap menyapa. Kontur jalan berkelok-kelok dengan bentang alam yang indah juga akan tersaji di lomba yang akan menerabas total rute sejauh 345 kilometer itu. “Yang pasti, adrenalin pembalap akan lebih terpacu dengan kondisi rute di Kuningan yang sangat menantang ini,” pungkas Acep.

Menteri Pariwisata Arief Yahya ada di barisan yang sama dengan Acep. Dukungan langsung diberikan Kemenpar terhadap even ini. Hasilnya? Even yang telah diakui UCI (Union Cycling Internationale) dan Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) itu skalanya langsung terdongkrak menjadi internasional.

“Tour de Linggarjati adalah international sport event. Berdasarkan waktu penyelenggaraan, ini adalah cycling race keempat di Indonesia. Pertama adalah Tour de Singkarak, Tour de Ijen, Tour de Flores, dan selanjutnya Tour de Linggarjati. Dan jangan lupa, Tour de Linggarjati media value-nya akan besar. Ada Perjanjian Linggarjati yang bisa dijadikan cerita sejarah yang penting buat negeri ini,” tutur Menpar Arief Yahya.

Menurut Arief Yahya yang asli Banyuwangi ini, ada commercial value tinggi yang bisa diraup masyarakat di Kuningan. Semua potensi, kegiatan, dan atraksi yang ditampilkan di TdL, menurut dia, akan memberi dampak ekonomis yang konkret bagi masyarakat. Utamanya, di sekitar Linggarjati yang menjadi tuan rumah TdL 2016.

Estimasinya? Dengan asumsi 500 wisnus, dengan spending Rp 800 ribu per orang, ada Rp 400 juta uang yang akan beredar selama pelasanaan event di Kuningan itu. Income dari wisman? Lebih dahsyat lagi. Dengan asumsi 250 kunjungan dan spent money USD 1.200, Kuningan diyakini bisa meraup income hingga Rp 3,2 miliar. “Hitungannya, 1 USD diasumsikan Rp 13.000. Jadi selama Tour de Linggarjati 2016 berlangsung, dampak ekonomi langsung yang didapat sekitar Rp 4 miliar,” terang Arief Yahya yang Mantan Dirut PT Telkom Indonesia itu.

Manfaat lain, yang bisa dirasakan oleh masyarakat adalah fasilitas jalan-jalan yang dilalui Tour de Linggar Jati itu menjadi mulus, dan nyaman. Karena salah satu syarat dalam balap sepeda internasional adalah race-nya harus bagus. “Ini adalah event yang dampak sosialnya tinggi,” ujarnya. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!