"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Rabu, 21 Desember 2016

SATU INDONESIAKU: Seruan Seniman Musik untuk Indonesia Damai dan Bersatu

Press Release


 


Hari ini, Selasa 20 Desember 2016 menjadi saat bersejarah, single dan video clip SATU INDONESIAKU secara resmi diluncurkan. 

Satu Indonesiaku adalah gerakan moral seniman musik Indonesia dalam merespon dinamika kebangsaan akhir-akhir ini. Kebhinekaan yang menjadi roh kita sebagai bangsa sedang dalam cobaan besar.


Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia (PAPPRI) dan Asosiasi Industri Rekaman Indonesia (ASIRI) mengajak 30 artis penyanyi top Indonesia lintas genre, usia, generasi dan etnis untuk berkolaborasi dalam satu komposisi musik istimewa. Setelah peluncuran resminya, single Satu Indonesiaku akan diputar di radio-radio seluruh Indonesia di bawah Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI). Video clipnya akan ditayangkan di televisi swasta di bawah naungan Asosiasi Televisi Swasta Indonesia (ATVSI), di layar bioskop di jaringan Cinema XXI, inflight entertainment Garuda Indonesia serta YouTube. Ketua Umum PAPPRI, Tantowi Yahya menggagas ide ini bersama Gumilang Ramadhan, Ketum ASIRI dalam suasana keprihatinan melihat dinamika yang terjadi. Gagasan dengan tingkat kesulitan tinggi ini kemudian didukung sepenuhnya oleh dua sahabat lainnya; Erwin Gutawa dan Toni Sianipar. Jadilah mereka "Empat Sekawan" yang bekerja kurang dari tiga minggu dalam merealisasikan ide besar bernuansa kolaboratif kebangsaan ini. Terima kasih kepada Telkomsel yang mendukung proyek ini. Perjalanan menjadi mudah ketika Telkomsel melihat kerja bareng ini sebagai kontribusi kepada bangsa dan negara.


 


Menurut Tantowi Yahya, setiap komponen bangsa harus berkontribusi positif untuk merawat kebhinekaan Indonesia dan musik masih menjadi alat yang sangat efektif untuk menyuarakan pesan-pesan perdamaian dan persatuan di masyarakat. Ditambahkan oleh Gumilang Ramadhan, musik Indonesia masih merajai pasar dalam negeri dan para penyanyi bisa menjadi agent of peace. Syukur alhamdulillah, dari tahap perencanaan, pengerjaan, sampai penyelesaiannya, Satu Indonesiaku mendapatkan energi luar biasa dari para artis pendukungnya. Pengambilan vokal dan gambar dikerjakan hanya dalam waktu 4 hari mengingat padatnya jadwal para artis yang terlibat. “Kesamaan visi dan konsep 

kebangsaan adalah dua hal yang mendorong para artis lintas generasi ini untuk bisa 

berkolaborasi,” jelas Erwin Gutawa yang meramu empat mahakarya yaitu Rayuan Pulau Kelapa (cipt. Ismail Marzuki), Kolam Susu (cipt. Yok Koeswoyo), Zamrud Khatulistiwa (cipt. Guruh Soekarnoputra) dan Pemuda (cipt. Candra Darusman) menjadi komposisi baru yang diberi nama "Satu Indonesiaku". Erwin bekerja ekstra keras agar single ini mampu memunculkan semangat kebangsaan bagi siapapun yang mendengarnya. Toni Sianipar, mantan Elfas Singers yang selama ini berkiprah di pembuatan film-film iklan kali ini mendapatkan tugas yang menantang. Dia harus mampu mewujudkan lagu tersebut dalam bentuk visual yang bercita seni tinggi dan berteknologi mutakhir sehingga Satu Indonesiaku  dapat menjadi rujukan tayangan ketika kebhinekaan dan persatuan sedang dalam ancaman. 


 


Tantowi, Gumilang, Erwin dan Toni berharap lagu dan clip Satu Indonesiaku dapat diterima baik oleh masyarakat. Dan pesan-pesan perdamaian dan persatuannya dapat terpatri dalam jiwa setiap anak bangsa.


Acara peluncuran lagu single serta videoklip "Satu Indonesiaku" berlangsung di XXI Ballroom, Djakarta Theater, selain artis-artis pendukung, juga dihadiri beberapa pejabat pemerintahan seperti Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukito, Menteri Kominfo Rudiantara, Kepala Bekraf Triawan Munaf, mantan Menteri Perindustrian Saleh Husein. 


 


 



by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!