"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Minggu, 15 Januari 2017

20 Spot Diving Sabang, Pemikat Para Yachters Dunia

 

SABANG – Keindahan underwater Sabang mulai dilirik yachter-yahter dunia. Imbasnya, angka kunjungan wisatawan asing wisatawan bahari dengan kapal yacht di 2016 meningkat hingga 600 persen bila dibanding 2015. “Angka riilnya memang seperti itu. Kunjungan yachter dari berbagai belahan dunia ke Sabang meningkat 600 persen di 2016 bila dibanding 2015,” terang Fauzi Husen, Kepala Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS), Jumat (13/1).
Para yachter Asia, Eropa dan Afrika memilih di Sabang pada 2016 silam karena alam baharinya  sangat menawan. Pasir putih, air jernih, langit biru, kehidupan bawah laut dengan terumbu karang dan ikan-ikannya sangat indah. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Sabang Zulfi Purnawati melihat para yachters itu sangat antusias. Dari paparannya, yachter-yachter dunia yang ikut membawa dua sampai tiga crew itu tergoda untuk berwisata ke Sabang lantaran ingin menyelam di 20 spot diving yang tak kalah kerennya dengan Raja Ampat ataupun Labuan Bajo. Length of Stay nya pun bisa panjang mengingat para yachter yang wisata ke Sabang punya passion yang sama. Semua cinta keindahan bawah laut.
Bangkai kapal Jerman (Sophie Rickmers), Â Batee Dua Gapang, Batee Meuroron, Batee Meuduro, Batee Tokong, Batee Gla, Rubiah Utara, Rubiah Seagarden, Pante Peunateung, Pante Seuke, Pante Ideu, Long Angen atau
Pantee Gua, Limbo Gapang, Arus Balee hingga Seulako Drift, jadi destinasi selam yang wajib dijelajahi. Belum lagi Sumur Tiga, Anoi Itam, Wreck Tugboat, Pulau Rondo, dan mobil karang. “Indonesia sudah terbukti the best diving spot in the world. Kita punya coral terhebat, terlengkap, terbaik di dunia,  termasuk yang di Sabang. Dan semua spot
tadi sudah diselami oleh penyelam dari berbagai belahan dunia, termasuk para yachter,” ucap Zulfi.
Di 20 titik selam tadi, suasana eksotis dan pemandangan menawan bisa dengan mudah dijumpai. Bangkai kapal Sophie Rickmers yang tenggelam sekitar tahun 1940-an misalnya. Spot selam ini kini menjadi salah satu lokasi penyelaman terbaik para pencinta diving dari belahan dunia.
Selain mengeksplor kapal produksi The Rickmers Werft Hamburg itu, wisatawan bisa melihat terumbu karang yang tumbuh alami pada bangkai kapal itu dan beragam ikan hias di sekitarnya. “Banyak yang mengabadikan gambar pada kedalaman  40-an meter. Dan sudah banyak juga yang sudah viral di dunia maya,” ungkap Zulfi.
Spot diving yang tak kalah unik lainnya bernama Underwater Volcano. Di sini wisatawan bisa menyelam di antara gelembung-gelembung udara yang
naik membentuk rantai keluar dari celah pasir di dasar laut. Sensasi menyelam di air yang terasa hangat dengan ditemani ikan kecil yang bermain di antara puluhan rantai gelembung bisa disaksikan di sini.
Selebihnya Spot Anoe Itam dan spot Batee Meuduroe juga menyimpan keindahan bawah laut yang membuat hati penyelam takjub. Keindahan terumbu karang dan ratusan jenis ikan menyajikan pesona bawah laut ini
layaknya hamparan taman bunga.
Bagi yang tidak dapat melakukan diving, snorkeling adalah alternatif lain untuk menikmati keindahan aneka terumbu karang dan berbagai jenis ikan di laut Sabang. Hanya perlu berenang di bibir pantai, wisatawan
sudah bisa langsung terpesona dengan taman bawah lautnya. Beberapa spot snorkeling yang dapat didatangi adalah Pantai Ujung Karang, Arun,
Gapang, Iboih dan Rubiah. Di pantai Gapang, Iboih, dan Rubiah yang letaknya saling berdekatan, wisatawan bisa dengan mudah menyewa peralatan snorkeling atau diving.
“Hampir setiap hari wisatawan asing bisa dengan mudah dijumpai di Pantai Iboih, Gapang, dan Pantai Sumur Tiga. Underwater Sabang sudah world class, hampir 98 persen objek wisata baharinya terbentuk dengan
sendiri tanpa ada polesan tangan manusia. Beragam jenis spesies ikan ada di sini. Terumbu karangnya pun tidak kurang dari 100 jenis,"
ujarnya. 
Menpar Arief Yahya menyebut destinasi bahari itu ada tiga, yakni coastal zone (pantai), underwater zone (bawah laut) dan sea zone (antar pulau). Sabang di ujung barat utara Indonesia sana, memenuhi syarat untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!