"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Minggu, 15 Januari 2017

Astindo Fair 2017 Digelar Dua Kali di Jakarta dan Surabaya

 

JAKARTA – Salah satu pameran perjalanan terbesar di tanah air bakal kembali hadir di tahun 2017.  Perhelatan bertajuk Astindo Fair 2017 itu rencananya akan digelar di dua kota besar di Indonesia yakni di Jakarta bertempat di Plenary & Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC) dan Surabaya di Atrium I Supermall, Pakuwon Mall tanggal 24-26 Maret 2017.

“Industri pariwisata terus mengalami perkembangan yang cukup pesat dan semakin bergairah. Terlebih, destinasi wisata, obyek wisata hingga sarana pendukung terus beragam. Belum lagi pertumbuhan hotel, airlines, cruise membuat masyarakat di Indonesia bisa memiliki refrensi terbaik dalam melakukan perjalanan wisata melalui Astindo Fair 2017,” jelas Ketua Astindo Elly Hutabarat.

Elly juga menambahkan, pihaknya akan terus mendukung program Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang terus melahirkan 10 destinasi prioritas atau yang biasa disebut dengan Bali Baru. ” Untuk mendukung hal itu, akan dibuka paviliun Pesona Indonesia. Kami akan mengundang perwakilan 10 destinasi pariwisata prioritas untuk juga berpromosi di Astindo Fair 2017," beber Elly.

Untuk pagelarannya juga tidak akan main-main. Buktinya, untuk tahun ini, Astindo Fair di Jakarta Convention Center akan menempati area yang lebih luas dibanding tahun sebelumnya. Astindo Fair 2017 di JCC akan menempati Plenary & Assembly Hall, Jakarta Convention Center (JCC) memiliki luas 11.463 meter persegi.

“Tahun ini terjadi perluasan area, sehingga masyarakat Indonesia akan lebih puas dalam mencari rencana perjalanan yang diinginkan. Pelaku industri pariwisata juga lebih banyak,” bebernya lagi. Perhelatan ini merupakan kali ketujuh Astindo Fair digelar, usai kali pertama pada 2010.Menurut Elly, masyarakat Jakarta dan sekitarnya serta di Surabaya bisa menemukan kebutuhan liburan di Astindo Fair 2017. Pengunjung bisa menemukan paket-paket wisata, tiket pesawat, sewa kamar hotel, hingga kebutuhan lain pendukung liburan.

Lebih lanjut Elly mengatakan, rencananya akan diisi oleh 150 peserta yang terdiri dari 60 travel agent, 13 maskapai penerbangan, 17 badan promosi pariwisata internasional dan domestik, serta industri pariwisata pendukung lainnya.Ia mengatakan pengunjung Astindo Fair 2017 bisa menemukan segala paket wisata mulai dari domestik dan internasional.

"Untuk domestik ada Belitung, Lombok, dan tentunya Bali dan Yogya. Ini semua dalam rangka mendukung kampanye pemerintah untuk memajukan pariwisata,”kata Elly.

Hal serupa diutarakan oleh Ketua Panitia Astindo Fair 2017 Rudiana yang mengatakan bila pihaknya menargetkan 150 ribu pengunjung selama tiga hari.“Dengan adanya perluasan area, maka kami menargetkan transaksi penjualan (sales volume) sekira Rp175 miliar sampai Rp200 miliar. Target ini naik 25 persen dibanding tahun lalu. Nilai transaksi ini diperoleh dari penjualan tiket (Ticket issued) rute internasional maupun domestik serta paket-paket wisata,” tukasnya.

Tahun lalu, Astindo Fair 2016 diselenggarakan di Jakarta pada 25-27 Maret di Jakarta Convention Center (JCC) dan tanggal 17-20 Maret di Atrium Grand City Mall Surabaya.

Astindo adalah Asosiasi Perusahaan Penjual Tiket Penerbangan Indonesia. Astindo sendiri berdiri pada tanggal 10 November 1999.Sementara itu, pameran tersebut juga akan diikuti oleh 13 maskapai penerbangan internasional dan domestik.“Sekarang yang sudah confirm 13 maskapai. Saat ini kami sedang mengundang airlines lokal seperti Citilink dan Sriwijaya,” tambah Elly.

13 maskapai penerbangan yang ikut dalam Astindo Fair 2017 adalah Air New Zealand, Garuda Indonesia, Singapore Airlines, Malaysia Airlines, Qantas Airways, Qatar Airways, Thai Airways, Eva Air, Etihad Airways, Cathay Pacific, ANA, China Airlines, Emirates, dan Oman Air.

Menpar Arief Yahya pun mengapresiasi gawe besar Astindo Fair yang sudah masuk ke sales itu, baik yang di Jakarta maupun di Surabaya. Itu adalah ajang pertemuan penting antara buyers dan sellers, bagi industry yang bergerak di sector pariwisata. Travel Mart itu kesempatan bagi para pelaku bisnis untuk bertransaksi, baik yang bergerak bidang atraksi, amenitas maupun akses. “Terus majukan bisnis di sektor Pariwisata, karena salah satu keunggulan bangsa ini adalah industry kreatif, dan pariwisata bagian dari cultural industry,” jelas Arief Yahya.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!