"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Senin, 16 Januari 2017

Belitung Ngebut Penuhi Syarat Global Geopark UNESCO

 

BELITUNG – Tim Percepatan 10 Top Destinasi Prioritas yang oleh Menpar Arief Yahya acap disebut “10 Bali Baru” terus berakselerasi. Di Belitung, seperti yang dilaporkan Ketua Pokja Hiramsyah Sambudi Thaib, melalui PIC Tanjung Kelayang, Larasati Sedyaningsih, makin ngebut. “Setelah Mr Guy Martini, salah satu Assesor Geopark Global Network (GGN) UNESCO, Senin 26 Desember 2016 lalu sudah tiba di Bandara H AS Hanandjoeddin Tanjungpandan, Belitung,” sebut Larasati.

Sekretaris Jenderal GGN UNESCO ini, disambut Bupati Belitung H. Sahani Saleh, S.Sos dan Tim Geopark Pulau Belitung. Mr Guy langsung melakukan verifikasi, atas rencana Pulau Belitung menuju Geopark Global. “Dia cukup terkesan dan mengapresiasi keseriusan pemerintah dalam mengusulkan Belitung sebagai geopark dunia itu,” kata Laras lagi.

Lalu apa langkah lanjutan setelah kehadiran Mr. Guy Martini ke Belitung? Tim Geopark langsung melakukan evaluasi. Hasilnya, pertama, bakal dilakukan FGD tentang geologi Belitung. Kedua, mendata jurnal ilmiah tentang Belitung. Ketiga, melakukan riset ilmiah tentang batu satam, batu granit dan penetapan kawasan cagar alam geologi. Keempat, koordinasi dengan pemprov Babel terkait dengan deliniasi geopark, termasuk zona laut. Kelima, penyusunan tim ahli dengan SK 2 Bupati. Dan keenam, Pembentukan BP dengan SK 2 Bupati tersebut.

“Semua itu dilakukan untuk memenuhi dossier atau dokumen-dokumen yang disyaratkan baik untuk menjadi Geopark Nasional maupun UNESCO Global Geopark. Kami langsung melakukan serentetan actions, mumpung ketemu momentum yang tepat, dan Belitung menjadi satu dari 10 Top Destinasi, selain Danau Toba Sumatera Utara, Tanjung Lesung Banten, Kepulauan Seribu – Kota Lama Jakarta, Borobudur Joglosemar, Bromo Tengger Semeru (BTS) Jatim, Mandalika Lombok, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara,” tambah Hiramsyah.

Dilaporkan juga, soal aksesibilitas, Bandara HAS Hanandjoedin, tanggal 16 Januari 2017 ini akan diadakan rapat koordinasi dengan seluruh stakeholders. Diantaranya,  pemkab, kemenhub, airlines yang akan dipimpin oleh dirjen perhubungan udara Kemenhub, untuk membahas rencana pengoperasian bandara internasional tersebut,” ungkap Laras.

Maskapai Lion Air sudah mengajukan izin penerbangan Belitung - Malaysia dari bandara HAS Hanandjoedin. Izin menunggu peningkatan status bandara. Sasaran Lion Air adalah wisatawan China, karena wisatawan China senang dengan pantai pasir putih, laut yang jernih, dan suasana pantai. Lion Air sudah membuktikan itu Denpasar maupun di Menado.

Sedangkan Bandara Depati Amir, Pangkalpinang Bangka, untuk meningkatkan pariwisata ditingkatkan sarana dan prasarananya. Rencananya, 11 Februari 2017, Presiden RI Joko Widodo akan meresmikan bandara itu. Terminal baru dengan 2 lantai ini mampu menampung sebanyak 1,5 juta pax/tahun, dengan 12 check in counter, 3 departure gate, serta fasilitas lainnya. Sriwijaya Air akan menjadikan Pangkalpinang sebagai gateway wisman maupun wisnus ke Bangka.

Awal Januari 2017, kemenhub memberikan bantuan 6 unit bus ke Pemkab Belitung untuk digunakan sebagai bis wira wiri terminal-Tanjung Pandan.

“Sedangkan untuk membangun Pelabuhan Tanjung Batu, tahun 2017 ini Kemenhub sudah menyediakan anggaran Rp 4M utk perbaikan trestle,” kata Larasati.

Bagaimana soal Amenitas? Untuk menambah daya listrik di Provinsi Babel, pada tanggal 11 Februari 2017 Presiden RI akan meresmikan PLTG MPP Air Anyir di Pulau Bangka dengan kapasitas 2 x 25 MW. Supplay energi listrik itu akan menjadi salah satu problem terbesar di Babel. Industri Pariwisata hampir semua membutuhkan energy listrik, karena itu tanpa supplay yang mencukupi, tidak mudah membuat Babel cepat berkembang.

Public utility itu memang menjadi tanggung jawab pemerintah, yang sudah dicicil dan disiapkan satu satu. Berupa, jalan, air, listrik dan infrastruktur telekomunikasi, terutama yang menuju ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata atau destinasi unggulannya.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!