"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Minggu, 15 Januari 2017

Festival Pesona Bau Nyale Mandalika Digulirkan 15-17 Februari 2017

 

LOMBOK – Catat tanggal mainnya! Jangan sampai lolos, pastikan Anda kosongkan waktu di tanggal 15-17 Februari 2017! Silakan hadir di Festival Pesona Bau Nyale, Mandalika, Lombok Tengah yang bakal heboh di Pantai Kuta, Seger dan Selong Belanak, NTB. Hapir setiap tahun, event ini selalu heboh dan menjadi atraksi wisata yang melegenda.

PIC Mandalika, Pokja 10 Top Destinasi untuk Mandalika Lombok, Taufan Ramhadi menjelaskan, sudah dilakukan Rapat Koordinasi perencanaan Festival Pesona Bau Nyale itu, pada hari Kamis 12 Januari 2017 lalu di Kantor Bupati Loteng. Acara ini dihadiri oleh Kadispar Prov NTB, Kadisbudpar Loteng berikut jajaran, dan Muspida Loteng (Lombok Tengah).

Menurut Taufan Rahmadi, Bau Nyale adalah event tahunan masyarakat Sasak di Kabupaten Lombok Tengah. Banyak yang tidak ngeh dengan istilah Bau Nyale. Dalam bahasa Lombok, kata Bau artinya menangkap, sedangkan Nyale hewan sejenis cacing laut. Hewan laut ini uniknya hanya keluar setahun sekali dan muncul di sepanjang pesisir selatan pulau Lombok tersebut. Nyale muncul sekitar hari ke 19-20 bulan kesepuluh dan kesebelas awal tahun Penanggalan Sasak. Hal ini ditandai dengan munculnya bintang Rowot.

Di kalender penanggalan Sasak, bulan ke satu dimulai pada 25 Mei dan banyaknya hari dalam satu bulan adalah 30 hari. Penentuan tanggal bau Nyale (Menangkap Cacing Nyale) ditentukan berdasarkan penanggalan Sasak tersebut sekaligus hasil dari kesepakatan para tokoh adat.

Pesta rakyat itu digelar untuk mengenang legenda Putri Mandalika, putri raja Lombok yang konon berparas cantik jelita. Karena kecantikannya itu, dia tersohor hingga negeri seberang. Keanehan yang terjadi pada diri putri Mandalika, setiap pangeran yang datang melamar tak satupun dia tolak. Putri Mandalika tidak ingin menyakiti dan terjadi pertumpahan darah karena memperebutkan dirinya.

Sedangkan, para pangeran tidak bisa menerima keputusan sang putri yang menerima semua lamaran para pangeran. Atas kesepakatan sang Putri dengan keluarga Kerajaan, Putri Mandalika lalu mengadu kekuatan para pangeran di sebuah arena pertarungan berupa Presean. Siapa yang menang di arena Presean ini lah yang nantinya berhak mempersunting sang Putri.

Pertumpahan darah hampir terjadi dan Putri Mandalika menjadi sedih, lalu ia memutuskan untuk tidak menerima lamaran dari semua pangeran dan meminta waktu untuk berfikir matang.  Dalam kegalauan itu, putri memutuskan untuk mengorbankan jiwa dan raganya demi rakyatnya. Sang putri mengundang semua pangeran dan seluruh rakyat Lombok tanggal 20 bulan 10 penanggalan Sasak untuk datang ke pantai Seger Kuta, Lombok.

Di saat itulah, Putri Mandalika memilih menceburkan dirinya ke laut dan ditelan gelombang dahsyat. Di setiap tanggal itu pula Cacing Nyale keluar dari pantai tersebut. Hingga kini, tiap tanggal itu, Nyale itu datang dan ditangkap warga, menjadi rebutan di bibir pantai. Untuk apa? Ada yang ditaburkan sebagian ke sawah dan sisanya diolah menjadi lauk pauk, berupa pepes, sambal nyale hingga masakan bersantan. Kadang-kadang cacing nyale juga dijadikan sebagai obat beberapa jenis penyakit.

Soal Akses, Taufan Rahmadi yang saat melaporkan ke Ketua Pokja Percepatan 10 Top Destinasi Prioritas Kemenpar Hiramsyah Sambudy Thaib, menyebut terus progresif. 12 Januari 2017, lalu sudah terjadi pertemuan Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III, di Surabaya. “Sekaligus menegaskan dukungan Pemkab Lobar dalam rencana Pelindo untuk membangun pelabuhan Gili Mas,” jelas Taufan Rahmadi.

Direktur SDM dan Umum Pelindo III Toto Heli Yanto, menjelaskan bahwa pembangunan pelabuhan Gili Mas ini adalah bagian dari  mensukseskan Program Tol Laut yang digagas Presiden Jokowi.

Soal Amenitas, kata Taufan, CEO GE Indonesia Handry Satriago sudah melakukan kunker ke Lombok, tanggal 12 Januari 2017. Dia menyampaikan bahwa Teknologi pembangkit listrik bergerak GE pada power plant PLN di Jeranjang akan membantu menambah kapasitas pembangkit listrik sebesar 50 MW di Lombok, yang merupakan bagian dari komitmen GE di dalam mendukung program listrik pemerintah di daerah pariwisata.

Dari sisi kelembagaan, SDM dan industry, Taufan melaporkan, 10 Januari 2017 Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) cabang Lombok bekerjasama dengan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Pariwisata Bali memberikan pelatihan kepada karyawan hotel di Mataram, Senggigi dan Gili. Ini adalah bentuk komitmen IHGMA di dalam memberikan kontribusi untuk kemajuan pariwisata NTB pada umumnya, salah satunya dengan cara memfasilitasi pelatihan sertifikasi profesi ini.

“Asean Korea Tourism Centre 12 Januari 2017 juga sudah melakukan kegiatan dengan title ASEAN-Korea Tourism Capacity Building Workshop. Acara ini bekerjasama dengan Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar RI, dan merupakan kegiatan untuk meningkatkan kunjungan wisatawan Korea ke Indonesia khususnya ke Lombok,” kata Taufan.

Menpar Arief Yahya terus mendorong agar Mandalika, satu dari 10 Top Destinasi Prioritas yang dikembangkan Kemenpar itu segera memperkuat ekosistem pariwisatanya. Sebagai destinasi, 3A harus semakin kuat menyatu, dan bisa diandalkan. “Aksesnya harus diperkuat, bandara internasional sudah ada. Atraksinya, diperbanyak, agar orang bisa berlama-lama di Mandalika. Dan Amenitasnya dilengkapi,” jelas Arief Yahya. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!