"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Selasa, 17 Januari 2017

Gairahkan Jatiluhur, Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi Bersihkan Karamba

 

PURWAKARTA – Komitmen Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi untuk membangun destinasi pariwisata kelas dunia, tidak tanggung-tanggung. Kali ini, bupati yang memboyong ide dancing fountain (air mancur menari, red) dan menghebohkan Taman Sri Baduga Purwakarta tiap Malam Minggu itu, mulai masuk ke Bendungan Jatiluhur. Orang nomor satu di Purwakarta itu akan menjadikan bendungan itu semakin legendaris dan mendunia.
Langkah awal Bupati Dedi Mulyadi, adalah penataan Keramba Jaring Apung (KJA), yang jumlahnya sudah over. Tempat pembesaran ikan itu rupanya memproduksi sekitar 30% sisa makanan ikan yang tidak terkonsumsi dan akhirnya mengendap di bawah karamba. Sisa makanan itu menjadi polutan bawah air, dan menjadi problem di hampir semua danau yang dijadikan budidaya ikan air tawah di tanah air. Pun juga Danau Toba di Sumatera Utara.
"Kalau kondisi airnya sudah bersih dan steril, saya yakin atraksi pariwisata Jatiluhur Purwakarta akan semakin bergairah. Mulai pemandangan alam yang indah, aktivitas berbasis air, sampai olah raga air. Karena tempatnya sangat potensial, sangat bagus, dengan daya tampung air yang besar," ujar Bupati Dedi Mulyadi. Jaraknya dari market utama, pasar Jakarta juga hanya 74 km, sangat dekat.
Untuk itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purwakarta bersama Perum Jasa Tirta (PJT) II Jatiluhur memberi waktu enam bulan ke depan kepada puluhan ribu pengusaha Keramba Jaring Apung (KJA), untuk membongkar semua KJA di seluruh perairan Bendungan Ir H Juanda atau Jatiluhur. Ketua Tim operasi Jatiluhur Herang adalah Dandim 0619 Purwakarta.
Kata Dedi, Pembersihan KJA itu dinamakan operasi Jatiluhur herang, melibatkan Polres, Kodim 0619, Satpol PP, Dinas Perhubungan Purwakarta dan Kodam III Siliwangi. Rapat pembahasan itu digelar di Gedung Negara Pemkab Purwakarta, Selasa, beberapa waktu lalu.
"Kami beri tenggat waktu 6 bulan dari sekarang," ujar Bupati.Operasi Jatiluhur Herang sendiri akan dipimpin Dandim 0619 Purwakarta Letkol Inf Ari Maulana. Untuk mempercepat proses pembersihan KJA, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kodam III Siliwangi untuk menggunakan kapal sea rider.
"Kapal Sea Rider milik TNI akan digunakan untuk mempercepat penarikan KJA, berkoordinasi dengan Kodam III Siliwangi," katanya. Itu karena jumlah KJA yang ada saat ini sebanyak 24 ribu. Setelah dibersihkan, pemerintah daerah dan PJT II tidak akan kembali memberikan izin usaha KJA.
"Sudah tidak akan ada lagi izin baru KJA setelah yang ada saat ini dibersihkan. Target tahun ini Jatilihur bersih dari KJA," ujar Dedi menegaskan. Selama enam bulan tersebut, para pengusaha KJA akan diberikan sosialisasi. Sosialisasi pertama untuk membongkar sendiri, kedua penindakan dan ketiga secara paksa.
Jika keramba jaring apung itu sudah dibersihkan, maka Pemerintah Kabupaten Purwakarta akan membantu pengembangan obyek wisata di sekitar Waduk Jatiluhur. "Obyek wisata di Waduk Jatiluhur bisa dikembangkan lagi, seperti pengembangan resort, ski air, dan segala permainan air lain yang mendukung gairah destinasi wisata di Jatiluhur," katanya.
PJT sendiri memiliki ukuran tersendiri seberapa banyak KJA di bendungan yang airnya disuplai untuk warga DKI Jakarta. Yakni, sebanyak 4.000 KJA. Namun, bupati berpandangan lain. "Kalau diminimal-minimalkan ujung-ujungnya nambah terus, jadi masalah terus menerus. Sedangkan semua pihak justru menginginkan bendungan ini masih bermanfaat untuk generasi kita kelak," ujar Dedi.
Meski begitu, kata dia, langkah lintas sektoral sepanjang 2016 membersihkan KJA. Menurutnya, saat ini direksi PJT memiliki kesungguhan untuk menertibkan KJA. Apalagi, selama ini KJA disebut-sebut sebagai penyebab kerusakan turbin. KJA yang saat ini beroperasi, menggunkan pakan ternak yang tidak ramah lingkungan.
Akibatnya, kadar asam dalam air bendungan menjadi penyebab korosif enam turbin yang tersedia. Karenanya, Dedi menegaskan agar sifat merusak itu hilang, maka jalan satu-satunya yakni dengan membersihkan total KJA.
"Kalau KJA dibersihkan total, menurut saya tidak akan mempengaruhi aktifitas perekonomian harga komoditas ikan kok, komoditas ikan ke Jakarta masih bisa disuplai dari daerah lain juga," ujarnya. Direktur Pengelolaan Air PJT II, Harry M Sungguh menambahkan data terakhir KJA di Bendungan Jatiluhur sudah mencapai angka 25 ribu, dari batas maksimal sebanyak 4 ribu KJA.
Memang, Purwakarta harus punya destinasi lebih banyak dan connected satu atraksi dengan lainnya. Menpar Arief Yahya memuji gagasan Bupati Dedi Mulyadi dengan air mancur menari di pusat Kota Purwakarta itu. Performance-nya bagus, dan bisa dikembangkan menjadi world class level. “Benchmark fountain atau air mancur menari itu ada di Dubai. Tapi di sana tidak ada atraksi lain, kecuali permainan air menari saja,” kata Arief Yahya.
Sedangkan, benchmark untuk atraksi di atas panggung air, ada di Xihu Lake atau West Lake Impression di Hangzhou, sekitar 1 jam dari Shanghai. Art performance mereka memadukan teknologi lighting, sound system, dan permainan gerakan kolosal banyak penari. Hasilnya, luar biasa, seolah menari di atas air danau. “Nah, Purwakarta bisa dua-duanya, dikombinasi,” papar dia.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!