"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Rabu, 18 Januari 2017

Inilah 10 Program Prioritas Kemenpar 2017

 

*Menpar Arief Yahya Titipkan Promosi Pariwisata pada 23 Calon Dubes LBBP RI 

JAKARTA – Pembekalan buat 23 Calon Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) yang bakal ditugaskan di 40 negara atau administrasi, Selasa, 17 Januari 2017 menjadi momentum istimewa buat Menpar Arief Yahya. Dia memaparkan detail apa yang telah, sedang, dan akan diprioritaskan dalam program kerja Kemenpar 2017 ini. “Top Three yang menjadi concern Kemenpar adalah Digital Tourism (E-tourism), Homestay (rumah wisata), dan Air Connectivity (airlines),” sebut Arief Yahya, di Kantor Kemenlu di Jalan Pejambon No 6, Gambir, Jakarta Pusat.

Setelah itu, 7 prioritas yang lain adalah, Branding, Top-10 Originasi, Top-3 Destinasi Utama (15 Destinasi Branding), Pengembangan 10 Destinasi Prioritas atai 10 Bali Baru, Sertifikasi Kompetensi SDM dan Gerakan Sadar Wisata, Peningkatan Investasi Pariwisata dan Pengelolaan Crisis Center.

Menpar Arief Yahya menjelaskan Go Digital untuk E-Tourism, sudah dimulai diluncurkan sejak Rakornas Kepariwisataan Triwulan III 2016 di Econvention, Ancol, Jakarta Utara. Ada tiga Go Digital Strategic Initiative, yang sedang digarap Kemenpar untuk mengejar target 20 juta di tahun 2019. Yakni, pertama: War Room M-17 untuk management information system. “Kenali dirimu, kenali musuhmu, kenali medan tempurmu, maka kau akan memenangkan 100 pertempuran! Kenali musuhmu, kenali customers mu, kenali dunia, kau akan memenangi persaingan,” kata Arief Yahya, meminjam istilah Sun Tzu, ahli militer penulis “Seni Berperang” itu.   

War Room M-17 itu berisi data-data real up date, terkini. Dengan menggunakan big data, maka pergerakan angka-angka baik di internal maupun di rival-rival kita akan kelihatan dengan konkret. Dia yakin bahwa cara untuk menjadi pemenang yang terbaik, tercepat dan paling cerdas adalah benchmark, untuk mencapai global best practices. Menempatkan rival atau pesaing sebagai tolak ukur. Apa yang dilakukan lawan? Bandingkan dengan apa yang kita lakukan? Istilah M-17 itu sendiri, untuk menyebut “musuh emosional” yang akan dikalahkan di tahun 2017.

Kedua, Go Digital Kemenpar adalah CIS –Customer Information System, untuk Look Book Pay. Dia menjelaskan bahwa customer behavior itu sudah mengalami pergeseran, cepat bergerak, menuju ke digital lifestyle. Yakni makin mobile, makin personal, dan interaktif. Anak-anak muda sekarang search and share menggunakan digital, bahkan angkanya 70% sudah digital. “Harus diakui, digital media itu 4x lipat lebih efektif daripada conventional media,” jelas Arief Yahya yang memang memiliki background digital.

Promosi di mancanegara pun, kata Arief Yahya, Kemenpar sudah mulai menggunakan pola digital. Dari Booking Portal, seperti TripAdvisor, Ctrip, Expedia, dan lainnya. Komposisi promosi dulu alokasi branding 80%, maka tahun 2017 nanti sellingnya 50%, Advertising 30% dan Branding 20%.

Ketiga, ITX –Indonesia Travel Xchange, digital market place, semacam pasar bagi industri pariwisata yang mempertemukan antara supplay side dan demand side dalam sebuah platform. Menpar ingin mendigitalkan semua industry pariwisata, agar bisa terkoneksi dengan buyers dan sellers di seluruh dunia. Semua industry, dari perhotelan, airlines, rent a car, transportasi, travel agent, souvenir shop dan restorant, park dan semua atraksi bisa bergabung dalam satu ekosistem pariwisata.

ITX saat ini sedang disosialisasi ke industry di berbagai kota di Indonesia, dari Batam Kepri, Medan Sumatera Utara, Magelang Joglosemar, Surabaya Jatim, Banyuwangi Jatim, Jakarta, Nusa Dua Bali, Lombok NTB, Labuan Bajo NTT, dan Palembang Sumsel. “Keunggulannya, semua produk akan lebih beragam, lebih luas dan real time yang masuk di ITX ini. Lebih Responsif & Kreatif. Akses Pasar menjadi lebih luas, seluruh dunia, bisa bertemu antara supplier dan distributor. Membangun opportunity mengisi low season, dan untuk masuk ke platform ini free,” jelasnya.

Jadi, semua industry yang masuk ke ITX difasilitasi oleh Kemenpar. Free template website yang sudah commerce. Free booking system, yang langsung bisa memonitor inventory. Free payment engine, yang membuat orang semakin digital dari searching, booking hingga payment. Dan semua dipandu, diasistensi, sampai benar-benar bisa menjadi OTA OnLine Travel Agent.(*/bersambung)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!