"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Minggu, 29 Januari 2017

Kawasan Danau Toba Miliki Toilet Berkelas Bintang Lima

 

MEDAN –Toilet di sekitar destinasi Danau Toba sudah mulai berubah wajah. Pengolahan waste –nya menggunakan biotank yang ramah
lingkungan. Kompositnya ditata rapi sehingga mencerminkan toilet berkelas bintang 5. Teknologinya pun menggunakan Panel Blue Energy yang hemat listrik. “Ini adalah toilet umum pertama kelas bintang lima yang dibangun di Danau Toba. Seluruh kelengkapan higienitas sudah tersedia,” terang Dirut Badan Otorita Danau Toba, Ari Prasetyo, Jumat (27/1).
Pemandangan air kran yang tidak mengalir, tisu beserakan, jejak kaki penuh tanah di lantai hingga lampu tidak menyala, tidak lagi bisa
dijumpai di salah satu kawasan yang akan segera disulap menjadi '10 bali Baru ' itu. Semua sudah bertransformasi menjadi toilet super bersih berasitektur kekinian. “Silahkan cek. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat sudah membangun toilet bintang 5 di Tomok – Samosir, Ajibata – Tobasa dan Muara – Tapanuli Utara. Masing-masing
satu unit,” tambah Ari.
Begitu masuk ke bilik toilet, wisatawan langsung disapa dengan wastafel bergaya modern. Urinoirnya setara dengan urinoir bandara. Klosetnya pun tak beda jauh dengan hotel bintang 5. Tidak berbau dan nyaman digunakan. Lantainya? Juga terlihat eksklusif. Seluruhnya dilapisi ubin mozaik aneka warna. Kesan jorok yang telah begitu melekat dengan gambaran toilet di Indonesia selama puluhan tahun sudah tak lagi terlihat. Semuanya sudah bergeser menjadi toilet keren, higienis. “Dijamin, turis yang masuk akan nyaman berada di sana,” sambung Ari.
Hadirnya tiga toilet bintang 5 di sekitar Danau Toba diyakini mampu meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia di level global. Selama
ini, Indonesia sangat lemah di infrastructure, health and hygiene, dan environmental sustainability. Setelah dibenahi, rangking Indonesia dalam hal daya saing pariwisata diharapkan bisa segera melompat dari 50 besar dunia ke 30 dunia. “Bersih itu menjadi kekuatan pariwisata Indonesia, apalagi healthy building sangat difokuskan untuk menuju tahun 2020. Mudah-mudahan perbaikan ini bisa meningkatkan daya saing pariwisata Indonesia ke 30 dunia," harap Ari.
Lantas bagaimana dengan perawatannya? Siapa juga yang menghandle kebersihannya? “Setelah dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, toilet bintang 5 tadi dihibahkan ke Pemkab. Dan dari Pemkab, pengelolaannya diserahkan kepada masyarakat sadar wisata dengan kontribusi PAD kepada kabupaten,” pungkas Ari.
Menpar Arief Yahya mengakui, problem besar di hampir semua destinasi wisata di tanah air adalah toilet bersih. Semua orang berkeluh kesah dengan toilet, bau tidak sedap, mushalanya juga sempit lembab, dan memberi kesan tidak bersih. Sementara semua orang memahami bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. "Karena itu mulai sekarang toilet harus menjadi perhatian serius di semua destinasi," jelas Menpar Arief Yahya.  (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!