"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Selasa, 17 Januari 2017

Kepulauan Seribu dan Kota Tua Siapkan Atraksi Kasteel de Batavia

 
 
JAKARTA - Kepulauan Seribu dan Kota Tua Jakarta sedang berbenah. Satu dari 10 Top Destinasi Prioritas yang oleh Menpar Arief Yahya disebut dengan "10 Bali Batu" itu mulai memikirkan atraksi yang bisa dijadikan destinasi buat wisman maupun wisnus, terutama di daratan Kota Lama Jakarta. Salah satunya mempersiapkan atraksi di Kampung Masyarakat Jakarta.   
”Saat ini sudah ada penyusunan konsep Wisata Kampung Tongkol dan Kerapu dengan tema "Kaastil de Batavia". Kampung ini menyajikan potensi kampung urban di kawasan Heritage, kampung Tongkol dan Kerapu merupakan pemukiman penduduk dipinggir Kali Ciliwung dimana masyarakatnya hidup di sekitar sisa tembok kastil dan bekas gudang gandum VOC,” ujar Ketua Tim Pokja Percepatan Pembangunan 10 Destinasi Pariwisata  Prioritas, Hiramsyah S Thaib.
Lebih lanjut Hiramsyah mengatakan,  potensi lainnya yang terus dikembangkan di Kaastil de Batavia adalah masyarakatnya melakukan urban farming, pengelolaan sampah menjadi kompos dan kampung ini merupakan kampung percontohan oleh Universitas Indonesia. 
”Selain itu, kami juga terus melakukan pemanfaatan gedung-gedung tua yang telah selesai direvitalisasi di sekitar zona inti oleh JOTRC sebagai ruang publik yang diisi dengan kegiatan kreatif seperti Yoga, pameran foto tentang kota tua, pasar kreatif dan lain-lain,” katanya.
Seperti diketahui, untuk urusan aksesibilitas alternatif akses menuju Kepulauan Seribu dari Jakarta dapat melalui Pelabuhan Sunda Kelapa Kota Tua dengan menggunakan kapal perintis KM Sabuk Nusantara 46. ”Kapal ini dengan jadwal keberangkatan pukul 7 pagi dan pulangnya dari Pulau Kelapa menuju Jakarta daratan pada pukul 19 malam setiap hari,layanan ini juga terintegrasi dengan TransJakarta. Jadi sudah sangat banyak pilihan,” ujar Hiram yang pernah memimpin Asosiasi Kawasan Pariwisata Indonesia itu. 
Untuk amenitas, semua perangkat pemerintahan sudah melakukan program revitalisasi Kalibesar yang dijadwalkan selesai pada Agustus 2017 ini dimana nantinya Kawasan Kalibesar akan difungsikan sebagai ruang publik dengan konsep floating garden ditengah kanal. ”Dan yang update terbaru adalah pengerjaan kawasan Parkir di Lapangan Cengkeh untuk menampung para Pedagang Kaki Lima telah berjalan sekitar 50% dimana nantinya akan disiapkan tempat yang lebih layak bagi pedagang untuk berjualan dan nyaman didatangi wisatawan,” katanya.
Jakarta memang harus terus berinovasi. Sekadar informasi, pada pertengahan tahun 2015, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberlakukan pembersihan kawasan pinggir Sungai Ciliwung dalam rangka normalisasi. Kampung-kampung yang berjajar di pinggiran Kali Ciliwung pun tak terhindar dari penggusuran. Sekitar 300 rumah di Kampung Pinangsia dan lainnya dihancurkan, sisanya kehilangan muka rumah yang menghadap ke kali. Penggusuran pinggir kali menjadi momok bagi warga kampung lainnya. Mengantisipasi penggusuran, warga kampung Tongkol, Krapu, dan Lodan tidak putus harapan. Terletak diantara Sungai Anak Kali Ciliwung dan sisa-sisa benteng kolonial Belanda di utara Jakarta, tiga kampung tersebut percaya bahwa penggusuran bukanlah satu-satunya cara dalam pembangunan kota. Mereka mengorganisasi diri dan menunjukan alternatif lain yaitu perbaikan kampung (kampung upgrading). 
Proses pembenahan kampung hingga pembangunan Rumah Contoh merupakan bukti bahwa warga kampung informal bantaran dapat hidup serasi dengan sungai dan jalur Pariwisata. Dan di Kampung Tongkol, mereka tetap menjaga reruntuhan tembok warisan kolonial. Sebuah solusi saling menguntungkan tercapai melalui proses perencanaan desain dan perbaikan kampung yang partisipatif. Tentunya, ini menjadi sebuah alternatif terhadap praktek penggusuran dan pemindahan ke rusunawa.
Tidak berhenti pada pembangunan rumah contoh, bersama relawan arsitektur Universitas Indonesia dan ASF-ID, warga meneruskan kegiatan melalui pelatihan merancang fasad, utilitas, dan pertanian kota (urban farming), pengelolaan sampah, pembuatan kompos, hingga menyelenggarakan tur wisata sejarah kota tua sebagai bagian dari rangkaian acara Kota tua Ruang Kita yang digelar l bersama Pusat Dokumentasi Arsitektur dan UNESCO untuk Pariwisata Indonesia.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!