"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Sabtu, 21 Januari 2017

Perkuat Kerjasama ASEAN+3, China, Jepang, Korea Selatan

 

Aksi Kolaborasi Menpar Arief Yahya di ASEAN Tourism Forum (ATF) 2017 Singapore 

SINGAPORE – China, Jepang dan Korea Selatan selalu tampil sebagai mitra sekaligus sahabat baik dalam peta pariwiasta Asia Tenggara. Karena itu, di setiap ATF –ASEAN Tourism Forum--, pertemuan tingkat menteri, ketiga negara itu selalu menjadi tamu istimewa. Pun juga di ATF 2017 yang dilangsungkan di Pan Pacific Hotel, Singapore, 16-20 Januari 2017, ada sesi khusus ASEAN+3. Ketiga Negara itu memang penyumbang terbesar dalam inbound tourism ke ASEAN.

Karena itulah, 20 Januari 2017 disiapkan waktu khusus untuk 16th Meeting of ASEAN Plus Three yang dipimpin tuan rumah Minister fot Trade and Industry Singapore, S Iswaran. Dan secara khusus, Minister for Tourism and Sport Thailand, Kobkarn Wattanavrangkul mengundang tiga wakil tiga Negara itu untuk hadir di ATF 2018 di Chiangmai, Thailand. “Terima kasih, China, Jepang, Korea Selatan adalah penyumbang wisatawan yang signifikan ke Thailand,” ucap Kobkarn, Menteri Pariwisata dan Olahraga-nya Thailand.

ASEAN Plus Three (APT) itu sejatinya melakukan pertemuan pendahuluan, di Vientiane 7 September 2016 di Lao PDR. Sudah ada MoC (Memmorandum of Cooperation), negara-negara ASEAN+3, untuk joint projects, programmes, dan activities. Semua menteri secara khusus mengakui, kedekatan 3 negara itu sangat strategis dalam peta pariwisata ASEAN. Daya beli mereka cukup besar, meskipun lama tinggalnya tidak sepanjang travellers Amerika dan Eropa.

Secara khusus Menteri Perdagangan dan Industri Singapore, S Iswaran mengucapkan terima kasih kepada tiga wakil Negara itu, China, Jepang dan Korea Utara. Mereka adalah Mr Hisayuki Fuji, Parliamentary Vice-Minister, Ministry of Land, Infrastructure, Transport and Tourism Jepang, Mr Hwang Myungsun, Deputy Minister, Ministry of Culture, Sports and Tourism Korea, dan Mr Du Jiang, Vice Chairman of China National Tourism Administration (CNTA). “Kami juga memberikan apresiasi kepada Mr Le Luong Minh, Sekretary General of ASEAN,” kata Iswaran.

Banyak kesepakatan yang juga disampaikan dalam press conference di akhir pertemuan selevel menteri itu. Ada satu pertanyaan wartawan yang cukup mengejutkan. “Mengapa ASEAN+3, dengan menggandeng China, Jepang dan Korea Selatan? Apakah ASEAN ini tidak melihat potensi India? Mengapa India tidak diundang di forum terhormat ini?” tanya seorang reporter yang berparas India, yang cukup dramatic dan di luar perkiraan 10 negara ASEAN plus 3 dan Sekjen ASEAN itu.

Forum ASEAN+3 itu sendiri terbentuk lama, bahkan di ATF Singapore 2017 ini sudah yang ke-16. “Tentu kami juga melihat pertumbuhan ekonomi dan outbond tourism India juga bagus. Dalam forum-forum di level ASEAN, India juga sudah sering diundang,” jawab Le Luong Minh, Sekjen ASEAN.

Ada juga pertanyaan cerdas dari reporter lain, bagaimana dengan investment di ASEAN+3 ini? Apakah hanya eksklusif untuk ASEAN+3 atau terbuka bagi investor lain untuk masuk di sector paariwisata? Kali ini Menteri S Iswaran, Singapore melempar ke Menpar RI Arief Yahya untuk menjawabnya. Momentum ini dimanfaatkan dengan pintar oleh Arief Yahya, untuk mempromosikan investasi menarik di 10 Top Destinasi Priorits. “Indonesia terbuka bagi investor untuk mewujudkan 10 Bali Baru. Pemerintah akan menyiapkan akses public, investor yang berbisnis dengan membangun amenitas,” jawab Arief Yahya.

Dia menegaskan, Indonesia akan menjadi negara dengan menjadikan pariwisata sebagai core economy. Karena Presiden Joko Widodo menetapkan 10 Bali Baru, atau destinasi top prioritas, dari Danau Toba (Sumatera Utara), Tanjung Kelayang (Belitung), Tanjung Lesung (Banten), Kepulauan Seribu (Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah, Bromo Tengger Semeru – BTS (Jawa Timur), Mandalika (Lombok), Labuan Bajo (NTT), Wakatobi (Sultra) dan Morotai (Maltara). “Silakan yang mau berinvestasi, kami undang ke Indonesia,” ungkap Mantan Dirut PT Telkom Indonesia ini.

Arief Yahya bahkan menegaskan kembali, bahwa Indonesia tidak membatasi investor dari mana asal negaranya. ASEAN+3 boleh, Eropa-Amerika juga boleh, Timur Tengah juga silakan. Tiga prioritas adalah Danau Toba Sumut, Borobudur Joglosemar dan Mandalika Lombok. “Pertumbuhan wisman di Indonesia sangat bagus, sekitar 20%, jauh di atas rata-rata ASEAN dan dunia. Pergerakan wisnus lebih dahsyat lagi, lebih besar dari jumlah penduduk Indonesia. Saat ini, pariwisata Indonesia sangat bergairah,” kata Arief Yahya.

Dalam press conference itu, disebutkan komitmen bersama antar menteri yang membawahi pariwisata di kawasan ASEAN itu sedang menjadi topic hangat. Mereka kompak untuk joint promotion, atau beerpromosi bersama-sama, untuk kawasan ASEAN. Maka di setiap event internasional di semua negara, disepakati menempal logo Visit ASEAN@50. Sekaligus menyambut 50 tahun kerjasaman Negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Lalu kerjasama, deklarasi bersama untuk wisata kapal pesiar atau cruise tourism. ASEAN, terutama Singapore, Malaysia dan Thailand, sangat concern membangun cruise. Bahkan, semua menteri itu sempat lunch di atas Cruise Ship, Royal Caribbean International (RCI), yang sedang bersandar di Singapore. Kapal itu mirip hotel berjalan. Dengan kapasitas 3.500 wisatawan, dan 1.500 crew. “Kami juga akan mengembangkan cruise, dari Singapore, Belitung, Jakarta, Semarang, Surabaya, Bali. Tetapi ada infrastruktur pelabuhan yang harus diperbaiki,” ungkap Arief Yahya. (bersambung)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!