"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Selasa, 17 Januari 2017

Presiden Jokowi Minta Garuda Indonesia Buka Jalur Penerbangan Jakarta-LA via Tokyo

 

JAKARTA – Di tengah suasana akrab Kunjungan Perdana Menteri Jepang Shinzou Abe di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu, 15 Januari 2017 lalu ada satu hal yang terkait pariwisata. Presiden Joko Widodo meminta Negeri Sakura itu untuk bekerjasama dalam peningkatan air connectivity dengan Indonesia. Tujuannya adalah untuk mempermudah akses bagi wisatawan mancanegara berlibur dan menikmati eksotisme Wonderful Indonesia. 

"Indonesia meminta Jepang agar dapat mempertimbangkan rencana peningkatan konektivitas udara dengan pembukaan jalur penerbangan Garuda Indonesia rute Jakarta-Los Angeles via Tokyo," kata Presiden Jokowi, usai pertemuan dengan PM Jepang Shinzou Abe di Istana Bogor, yang dikutip banyak media itu.

Presiden Jokowi sangat meyakini pariwisata adalah core economy bangsa Indonesia ke depan. Dengan kekuatan sumberdaya alam, budaya dan kreativitas manusia, Indonesia sanggup bersaing di level global dari sisi tourism. Kini, salah satu problem serius yang tengah dihadapi Kementerian Pariwisata yang dinahkodai Arief Yahya itu adalah air connectivity atau akses udara menuju ke Indonesia dan destinasi-destinasi berkelas dunia di tanah air.

Untuk itu, Presiden Jokowi yang pernah menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta dan Kota Solo itu meminta kerjasama Jepang untuk air connectivity. “Ini untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan manca negara. Salah satunya adalah dengan meningkatkan konektivitas dalam bentuk membuka rute-rute penerbangan baru dari berbagai Negara,” jelasnya.

Soal connectivity itu, Menpar Arief Yahya juga menjelaskan bahwa 75% wisatawan mancanegara yang masuk ke Indonesia itu melalui udara. 25% sisanya, menggunakan jalur penyeberangan laut dan pelintas batas di crossborder. “Karena itu, salah satu concern kami di tahun 2017 ini adalah air connectivity, yang urusannya ada di 3A, yakni Airlines, Airport, dan Authority (Kementerian Perhubungan). Maka kami terus melakukan koordinasi lintas KL ke Kemenhub, Angkasa Pura I dan II, semua Airlines,” jelas dia.

Menpar Arief sudah menghitung sejak triwulan IV tahun 2016, Oktober-Desember lalu. “Kami perlu tambahan 4 juta seats capacity untuk memenuhi target 15 juta wisman di tahun 2017 ini. Kalau dengan cara biasa, cara-cara normal, hampir pasti tidak akan bisa ketemu dengan target, karena terjadi bottlenecking. Tidak ada pesawat? Maka, kami terus melakukan serangkaian cara untuk memenuhi kebutuhan seats itu, dengan penataan kapasitas slot time di bandara tertentu (solusi non fisik), juga melobi airlines untuk memanfaatkan bandara yang masih kosong dan punya slots,” kata Arief Yahya.

Selain itu, bersama-sama Kemenhub menaikkan beberapa status airport ke level international, agar bisa langsung didarati oleh pesawat-pesawat langsung dari luar negeri. Juga memperpanjang landasan, memperlebar dan memperkeras, agar bisa didarati pesawat-pesawat berbadan lebar, yang punya daya angkut lebih banyak. Saat ini, hanya tiga airport dari 12 top bandara yang masih available untuk dinaikkan kapasitas pergerakan take off dan landing, yakni Batam, Surakarta (Solo) dan Lombok. Empat bandara paling sibuk, sudah makin sulit ditambah slot baru, Jakarta, Denpasar, Jogjakarta dan Surabaya. Sedangkan, yang sudah berstatus “limited” adalah Medan, Bandung, Semarang, Makasar dan Manado.

Presiden Jokowi cukup concern dan penuh perhatian dengan urusan kepariwisataan. Kerjasanama soal Garuda Indonesia itu menjadi salah satu bukti, apa saja yang bisa mendorong wisatawan masuk ke Indonesia, akan diprioritaskan. Dalam pertemuan dengan PM Jepang itu, Presiden Jokowi dan Abe telah sepakat untuk percepatan realisasi pembangunan Pelabuhan Ptimban.

"Kita juga sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang ekonomi, termasuk rencana pembangunan pelabuhan Patimban. Yang kedua, pengembangan Blok Masela. Ketiga, diskusi awal mengenai pembangunan jalur kereta api Jakarta-Surabaya, dan juga pembahasan kerjasama pembangunan sentra kelautan dan perikanan terpadu di pulau-pulau terdepan Indonesia," tandas Jokowi. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!