"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Rabu, 22 Februari 2017

Bandara Silangit Danau Toba Naik Kelas Jadi International Airport

 

MEDAN – Hore.. Bandara Silangit naik kelas. Bandara yang dikelola oleh PT Angkasa Pura II itu sudah diputuskan melalui rapat kabinet terbatas minggu lalu, bakal di up grade menjadi international airport 2018. “Karena itu, perpanjangan landasan dari 2200 meter menjadi 2650 meter, dan pelebaran dari 30 meter ke 45 meter bakal segera dituntaskan,” ujar Menpar Arief Yahya, di Jakarta. 

Karena status Bandara Silangit yang berlokasi di Siborong-borong, Tapanuli Utara, itu menjadi internasional, maka akan dibuat CIQP, Carantine, Immigration, Quarantine, Port. Bandara lain yang akan dinaikkan statusnya adalah Komodo Labuan Bajo, yang sampai sekarang masih berada di bawah pengelolaan Kementerian Perhubungan. “Semua bandara yang masuk dalam pengembangan 10 Bali Bali, atau 10 Top Destinasi Prioritas, diproyeksikan menjadi international airports” jelas Arief Yahya yang mantan Dirut PT Telkom ini.

“Kalau ingin menjadi global standar, dan memiliki customers di global market, maka aksesnya pun harus international standar. Sehingga ada direct flight yang bisa langsung dari negara originasi ke destinasi prioritas itu,” ungkap Menpar Arief Yahya. Dari 10 Destinasi itu yang belum memiliki bandara internasional adalah Danau Toba Sumut, Labuan Bajo NTT, Wakatobi Sultra dan Morotai Maltara. 

Joglosemar, Jogja-Solo-Semarang, saat ini sudah berstatus international airport, tetapi khusus Adi Sucipto Jogjakarta sudah overload. Karena itu, Presiden Joko Widodo sudah meletakkan batu pertama di Kulonprogo untuk mendukung destinasi Joglosemar, dengan ikon Borobudur.

“Info dari Pak Menkomar Luhut Panjaitan memang seperti itu. Di rapat

kabinet terbatas minggu lalu Menhub Budi Karya hadir juga, Bandara Silangit bakal naik kelas. Ini kabar yang bagus buat percepatan destinasi Danau Toba, yang saat ini Badan Otrita Pariwisata Danau Toba sedang bekerja keras,” terang Ketua Pokja

Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar, Hiramsyah S Thaib, yang

didampingi Direktur Utama Badan Otorita Pengelola Kawasan Pariwisata

Danau Toba, Arie Prasetyo, Rabu (22/2).

Setelah Danau Toba ditetapkan menjadi satu dari 10 destinasi wisata

prioritas di Indonesia, Badan Otorita Danau Toba (BODT) memang makin

getol membenahi Danau Toba, baik di kawasan otoritatif maupun wilayah koordinatif.

“Presiden Jokowi sudah berkali-kali mengatakan, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke Danau Toba, semuanya harus all out. Dari bandara yang sebelumnya tidak layak dilandasi pesawat, lantas dibenahi, dan sekarang sudah 300-500 orang per hari. Hasilnya mengejutkan, penumpang naik lima hingga enam kali lipat di Bandara Silangit,” ujar Hiram.

Pembenahan insfratruktur terus dilakukan. Tahapannya sudah masuk dalam level renovasi Bandara Silangit untuk mengejar kapasitas 500 ribu penumpang.  Target renovasinya? Selesai di April 2017. ”Nanti, bandara ini bisa disinggahi pesawat besar seperti Citilink dan Garuda. Landandasan pacu juga ikut diperbaiki hingga Desember 2017 melalui Angkasa Pura (AP) II. Prosesnya malah akan dipercepat menjadi September 2017. Jadi, harapan kita, September 2017, Bandara Silangit sudah bisa diresmikan, khususnya terminal dan landasan. Maka pada bulan April 2018, Bandara

Silangit sudah bisa kita usulkan menjadi bandara internasional,” timpal Arie Prasetyo, Dirut Badan Otorita Danau Toba.

Dari paparan Arie, Bandara Silangit sangat mungkin dipromosikan menjadi bandara internasional. Dasarnya? Peraturan Kementerian Perhubungan RI  yang menyebutkan bahwa bisa diusulkan karena adanya perubahan dalam hal posisi perkembangan pariwisata yang cukup besar. “Itulah alasannya,” sebut Arie.

Dari sisi market juga sangat mendukung.  Tapanuli Utara Silangit (wilayah Danau Toba), secara kawasan menjadi kunjungan utama wisatawan ke Sumut yang presentasenya mencapai 73 persen. Umumnya wisatawan-wisatawan itu =datang dari Benua Asia seperti Malaysia, Singapura,  Philipina, Thailand dan Vietnam. “Mayoritas pengunjung ke Sumut tahun lalu dari Malaysia mencapai 50 persen lebih,” imbuhnya.

Setelah Silangit naik kelas, Arie berharap, perjalanan dari Singapura ke Silangit dengan tujuan Danau Toba, tidak lagi melalui Kualanamu. Wisatawan akan diarahkan direct ke SIlangit  “Maunya dari Bandara Singapura ke Silangit bisa ditempuh dalam waktu 2 jam atau 1,5 jam, suapaya hari itu juga mereka bisa menikmati alam Danau Toba,” ujarnya.

Lantas apa yang akan dilakukan setelah peresmian run way September nanti?  ”Kerja parallel,” ucap Arie.  Badan Otorita Pariwisata Danau Toba, menurut dia, akan kembali membuka kerjasama dengan Malaysia Airlines dan Singapore Airlines untuk kembali

menawarkan apa-apa saja langkah konkret yang sudah dilakukan setelah sebulan penerbangan perdana ditetapkan. “Oleh  Kemenhub, selanjutnya akan menanyakan apa-apa saja yang akan kita benahi setelah membuka bandara internasional. Nah, untuk itu, kami harus bekerja secara paralel lagi dengan bandara internasional melalui intensif yang harus kita tawarkan, supaya perusahaan airlines dari luar negeri tertarik memulai bisnis. Kita benahi dulu bandara kita, baru berani kita jualan,” tegas Arie. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!