"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Rabu, 01 Februari 2017

Booth Wonderful Indonesia dan Kopi Arabika Pukau NYTTS 2017

 

NEW YORK - NYTTS (New York Times Travel Show) 2017 sepertinya menjadi panggung bagi Wonderful Indonesia di Negeri Paman Sam. Betapa tidak, perhelatan yang digelar dari tanggal 27 hingga 29 Januari 2017 itu booth Indonesia membludak oleh para pengunjung. Menpar Arief Yahya menyebut, pasar lama 10 besar yang masuk ke Indonesia tetap dirawat, selain membuka pasar baru seperti sasaran crossborder area. 
”Kami sangat bersyukur pengunjung begitu banyak. Bahkan, pengunjung rela antri panjang untuk menikmati kopi Indonesia jenis Arabika.  Apalagi seperti kita tahu, Barometer harga  kopi dunia untuk jenis ini ditentukan di kota New York Amerika Serikat,” ujar Asisten Deputi Promosi Pariwisata Eropa, Timur Tengah, Amerika, dan Afrika Kemenpar Nia Niscaya.
Nia menjelaskan, NYTTS adalah event tradeshow terbesar di USA yang mendatangkan 29.000 travelers, industri profesional, 500 exhibitors dari berbagai belahan dunia. Selain itu ada juga sekitar kurang lebih 250 pembicara ahli mengenai travel dan 100 cultural presentations.
”Kami hadir di New York dengan Booth Wonderful Indonesia menfasiltasi 8 industri diantaranya adalah 2 hotel, 3 travel agents  Bali, 2 industri lokal serta Singapore Airlines dalam rangka joint promotion dengan airlines yang menawarkan special rate ke destinasi Indonesia selama pameran berlangsung,” kata Nia.
Dalam kesempatan pameran tersebut, Konsulat Jenderal RI di New York juga bersinergi hadir untuk mempromosikan destinasi Indonesia dengan menampilkan cultural activities yakni photo off dengan aksesories mahkota Jawa dan Bali serta workshop pembatas buku dengan karakter huruf Jawa yang ramai didatangi oleh pengunjung. ”Mereka begitu antusias dan terpukau dengan budaya Indonesia,” kata Nia.
Seperti diketahui, masa liburan pertengahan tahun di New York jatuh di bulan Juni-Juli 2017. Kementerian di bawak komando Arief Yahya itu tidak mau kehilangan momentum, untuk menggarap pasar wisman dari Negeri Paman Sam, USA. Sebab, data digital menunjukkan bahwa travellers asal Amerika itu sudah mulai searching untuk memilih destinasi wisatanya 5-6 bulan sebelumnya. Atas salah satu alasan itulah yang membuat Kemenpar berpromosi ke USA.
Salah satunya adalah mengikuti perhelatan New York Times Travel Show yang bakal digelar pada tanggal 27–29 Januari 2017, di Jacob K. Javits Center di New York. Kemenpar ikut dalam perhelatan tersebut untuk mendorong peningkatan jumlah Wisman dari USA ke tanah air.  ”Pasar Amerika merupakan 10 pasar utama pariwisata Indonesia yang menunjukan potensinya dengan peningkatan wisman sejumlah 251,221 pada 2015. Sepanjang tahun 2017, sektor pariwisata diharapkan untuk menarik 15 juta wisatawan asing didalamnya termasuk wisman dari Amerika sebanyak 380.000 untuk meningkatkan pengunjung menjadi 20 juta pada tahun 2019,” ujar dia.
Kemenpar memilih event yang berlangsung di New York ini karena merupakan kota yang memiliki connectivity no 2 berbesar, setelah Los Angeles di Pantai Barat, ke destinasi Indonesia. Kata Nia, tahun ini Indonesia all out dalam kegiatan branding, advertising dan selling. Selain penjualan paket dan memperkenalkan destinasi, dalam pameran New York Times Travel Show 2017, sekaligus memaintain branding Wonderful Indonesia yang sudah masuk di peringkat 47 besar dunia. ”Kami juga dalam event ini mempromosikan 10 Destinas Prioritas. Semua rangkaian kegiatan branding, advertising, dan selling diharapkan akan mampu menjadi trigger bagi wisman USA untuk memilih Indonesia sebagai destinasi wisata pilihan,” harapnya.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!