"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Kamis, 16 Februari 2017

Borobudur, Joglosemar, Wisata Halal Pamerkan Kalender Event di TITF 2017

 

BANGKOK - Candi Borobudur dan destinasi Joglosemar (Jogjakarta, Solo, Semarang) benar-benar ngebut menarik Wisatawan Mancanegara (Wisman) di Thailand. Salah satu destinasi prioritas Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu memperlihatkan keunggulannya dengan melaunching 25 Kalender Even 2017 di Borobudur dan sekitarnya dalam acara pameran pariwisata Thai International Travel Fair (TITF) 2017 pada tanggal 15 – 19 Februai 2017 di Queen Sirikit National Convention Center (QSNCC), Bangkok - Thailand.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementrian Pariwisata (Kemenpar) Rizki Handayani didampingi Asisten Manajer Promosi PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, Ikhsan Tarima memaparkan, 25 event tersebut adalah Tawur Agung Prambanan (27 Maret), Ratu Boko Yoga dan Meditation Day (9 April), Lomba Cipta Kreasi Tari Borobudur (11-12 April), Mandiri Jogja International Marathon (23 April), Borobudur International Conference (6-7 Mei), Borobudur Photo Contest (1-30 Mei), Waisak and Borobudur (11 Mei), Prambanan Music, Art and Culture (20 Mei).

Selain itu ada juga Prambanan International Yoga Day (3 Juni), Borobudur Legoland Festival (15-30 Juni), Sounds of Borobudur Cultural and Music Camp (14-16 Juli), Mahakarya Borobudur Hair Style and Fashion (22 Juli), Borobudur International Festival (28-30 Juli), Prambanan Culinary Festival (12-13 agustus), Prambanan Jazz (19-20 Agustus), Festival Tari Keraton Nusantara (20-21 Agustus), Ratu Boko Festival (22-24 September), Borobudur and Prambanan Water Color Heritage Exhibition (25 September), 6 Oktober (Festival Gamelan Nusantara and Langen Cerita (6 Oktober), Goowess Bike Tour (28 Oktober), Borobudur Music Performance (28 Oktober), Hari Raya Kebudayaan Borobudur (17-18 Oktober), Jogja International Heritage Walk (18-19 November), Borobudur International 10K (26 November), dan New Years Borobudur Nite (31 Desember).

”Kami mengucapkan terima kasih kepada Kemenpar yang telah mengakomodir dan memberikan arahan di pameran ini, kami akan berusaha terus berkoordinasi dengan tour travel yang melayani wisatawan Thailand menuju ke Joglosemar agar mereka mau hadir ke acara-acara kami, salah satunya dengan pameran ini,” ujar Ikhsan Tarima.

Menurut Ikhsan, selain memamerkan semua agenda di destinasi prioritas tersebut, pihak Candi Borobudur juga akan bertemu dengan beberapa tokoh agama yang ada di Thailand terkait dengan kedatangannya ke Borobudur. ”Karena secara  Religi, kaitannya sangat kental destinasi kami ini dengan Thailand. Kami sudah mempersiapkan 25 event itu untuk menjaga konsistensi kedatangan ke Borobudur,” ujarnya.

Lebih lanjut Ikhsan mengatakan, pada tahun 2016, Borobudur berhasil mendatangkan sebanyak 2 juta Wisman dan Wisnus yang datang ke salah satu keajaiban dunia tersebut. ”Kita ingin di 2017 ini terus bertambah dan semakin banyak lagi Wisman Thailand yang datang ke destinasi kami,” harapnya.

Sementara itu, Rizki Handayani menambahkan, bukan hanya umat Budha yang bisa mendatangi Borobudur atau Joglosemar. Seluruh Wisman apapun dan dari manapun bisa menyambangi kehebatan Borobudur dan ketiga kota tersebut. Tidak terkecuali para traveller muslim yang ada di belahan bumi manapun. Kata wanita berparas cantik itu menambahkan, wisata halal saat ini sudah menjadi gaya hidup.

Kata wanita jebolan Institute Tekhnologi Bandung itu mengatakan, karena ketiga kawasan tersebut juga memang sedang disetting untuk menjaring wisman asal Timur Tengah yang memiliki spending paling tinggi dan lama tinggal paling lama.

“Jumlah outbound Timur Tengah juga sekitar 120 juta wisman setiap tahunnya. Dan di Kawasan Asia Tenggara, yang terbesar justru di Thailand dan disusul Malaysia,” kata wanita yang biasa disapa Kiki itu. Penduduk Thailand tidak mayoritas muslem. Indonesia dan Malaysia lebih banyak komunitas muslimnya?

“Iya, memang halal tourism itu tidak terkait langsung dengan agama, tetapi lebih ke services dan lifestyle. Sudah menjadi gaya hidup di banyak negara, untuk mengkonsumsi makanan halal. Thailand itu tidak banyak muslim, tetapi mereka menerapkan standar pelayanan internasional yang bagus dan nyaman, sehingga wisman dari Timur Tengah pun merasa nyaman, Indonesia juga sudah sangat berpotensi,” kata Kiki.

Kiki menjelaskan, bagi kita, bangsa Indonesia, sudah punya modal yang lebih kuat. Penduduk muslim banyak, tempat ibadah masjid ada di mana-mana, makanan juga sudah hampir pasti 100 persen halal. Tidak perlu diragukan. Proses memasaknya juga sudah 100 persen halal dan itu juga tersedia banyak di destinasi Borobudur dan Joglosemar.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!