"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Senin, 06 Februari 2017

Kemenpar Boyong Industri Bali-Lombok ke Australia

 

JAKARTA - Pasar seksi Australia terus dirayu Kementerian Pariwisata RI, agar semakin banyak travellers mereka yang outbond ke Indonesia. Kini giliran 14 industri dari Bali dan Lombok-NTB diboyong Kemenpar dalam kegiatan “Indonesia Sales Mission to Australia 2017” di Melbourne dan Perth, tanggal 7-9 Februari 2017, mendatang.

Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana yang didampingi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Pasifik Vinsensius Jemadu mengatakan, hal ini dilakukan karena sejak lama Australia menjadi penyumbang utama kunjungan wisatawan mancanegara di Indonesia. Paling banyak, mereka terbang ke Bali, lalu NTB-NTT yang mulai dilirik oleh mereka.

Pemilihan industri dari Bali dan Lombok juga bukan tanpa alasan. Kata Pitana, Bali adalah destinasi favorit pelancong Australia. Dari 1,1 juta kunjungan, 90 persennya masuk melalui Bandara Ngurah Rai di Badung, Bali. Oleh sebab itu, di kegiatan ini Kemenpar menggandeng Badan Promosi Pariwisata Daerah (BBPD) Badung, Bali.

Pitana menambahkan, wujud kerja sama ini adalah menggandeng sejumlah pelaku industri pariwisata di Bali dan Lombok. Jumlahnya tak sedikit, ada 14 perusahaan yang berpartisipasi, mulai dari hotel, dan resort.

”Di Melbourne dan Perth, keempat belasnya akan dipertemukan dengan buyers Australia yang siap menjalin kerja sama bisnis. Kerja sama ini tentunya akan menguntungkan kedua pihak, Australia juga Indonesia,” ujar Vinsensius yang juga diamini Pitana.

Lebih lanjut Pitana menambahkan, Indonesia adalah destinasi tujuan utama wisman Australia. Hingga November ini, kunjungan ke Indonesia masih jadi yang tertinggi dibandingkan pesaing lain di Asia Tenggara. Capaian Indonesia di angka 1,1 juta unggul jauh dari pesaing terdekat, Singapura di angka 600 ribu. Hal inilah yang akan terus dijaga oleh pemerintah.

Sementara itu Vinsensius menambahkan, Pemerintah Indonesia pun sudah menetapkan 10 destinasi prioritas yang tengah dikembangkan agar sejajar dengan Bali. Salah satunya adalah Mandalika di Lombok. Mandalika diproyeksikan menjadi Bali kedua Indonesia melalui pengembangan kawasan oleh Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC).

”Nah, dikawasan tersebut akan dibangun pondok wisata alias homestay yang melekat pada pengembangan destinasi wisata Indonesia. Tak asal ada, konsep ini pun mengedepankan estetika sekaligus kesesuaian dengan lokasi wisatanya. Maka dari itu, wajib kita perkenalkan kepada Australia,” katanya.

Seperti diketahui, fokus Menteri Pariwisata Arief Yahya dalam menggeber Pariwisata Indonesia ada di tiga hal. Yaitu konektivitas udara (air connectivity), pemasaran dengan digital (go digital dengan selling platform), dan pondok wisata (homestay)-desa wisata. Kemenpar sudah menyiapkan TXI (Tourism Exchange Indonesia) sebagai wadah seller dan buyer saling bertemu untuk mengembangkan bisnis mereka.

Konektivitas udara terus digenjot guna meningkatkan kapasitas angkut. Hal ini penting karena lebih dari 75 persen wisman datang ke Indonesia melalui jalur ini. Terkait pondok wisata, pemilihannya atas dasar kecepatan pembangunan. Dalam tiga tahun, masyarakat bisa membangun 100.000 pondok wisata, jauh lebih banyak dari kecepatan membangun kamar hotel. Dalam kurun waktu yang sama, baru bisa dibangun 1.000 kamar.

Hingga November ini tercatat sebanyak 1.100.817 kunjungan dari Australia ke Indonesia. Tahun ini, Kemenpar menargetkan bisa menarik 1.816.000 kunjungan wisman Benua Kangguru. Target ini naik 29% dari target 2016 yang dipatok di angka 1,4 juta. Langkah yang ditempuh bertumpu pada tiga aktivitas: branding, advertising, dan selling. Hanya saja tahun ini aktivitas selling lebih ditekankan karena brand Wonderful Indonesia dipandang sudah kuat di Australia.

Daya tarik Indonesia di samping keindahan alam dan kekayaan budaya, tentu saja fasilitas bebas visa kunjungan yang berlaku sampai 30 hari. Wisman Australia yang hendak vakansi ke Indonesia pun tak perlu repot mengurus visa.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!