"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Minggu, 19 Februari 2017

Lengkapi Amenitas Desa Buho Buho, Morotai Pede sebagai Destinasi Kelas Dunia

 

MOROTAI – Ada yang sudah mulai kangen pantai pasir putih, lembut dan tidak sakit diinjak kaki telanjang? Ini coastal zone yang direkomendasi untuk escape sejenak dari kesibukan dan rutinitas yang penat sepanjang pekan. Silakan buka website, googling Morotai. Satu dari Bali Baru yang sedang dikembangkan Kemenpar yang dipimpin Menteri Arief Yahya ini menawarkan sensasi pantai yang wow.

Apalagi jika Anda suka memancing? Mengkomar Luhut B Pandjaitan juga pernah menantang Gubernur Maluku saat HPN Ambon 9 Februari lalu, untuk membuat international events seperti yang digelar rutin di Morotai. Menikmati sea zone, berlayar dari pukau ke pulau, memancing, sailing dengan yacht di bibir Samudra

Pasifik?

Tidak perlu was-was dengan tempat menginap di resort. Sudah ada Moro Ma Doto Resort & Spa di Desa Buho Buho, Morotai, yang bisa menjadi akomodasi yang keren buat tamu-tamu pre view experience. “Ini adalah high end resort. Desain resortnya sangat keren. Viewnya fantastis, menghadap langsung ke Samudera Pasifik. Fasilitas dan layanannya pun bintang lima,” tutur Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Kemenpar, Hiramsyah S Thaib, yang didampingi PIC Morotai, Ari Surhendro, Minggu (19/2).

Menurut Ari Surhendro, desain arsitekturnya, cukup elegan. Bercorak Morotai dengan

balutan nuansa modern terlihat jelas dari luar resort. Dan desainnya, dihandle langsung oleh arsitek kenamaan, Habitat5 dari Bali yang sering mendapatkan penghargaan kelas dunia. “Secara resmi kami belum buka. Tapi Moro Ma Doto Resort & Spa sudah bisa menerima tamu VIP. Only for a pre view experience. Kami memiliki layanan istimewa dan sudah banyak  menerima komentar trerbaik dari tamu,” ucap Walter, salah seorang owner Moro Ma Doto Resort & Spa, Minggu (10/2)

Soal kemewahan, Moro Ma Doto Resort & Spa memang punya segalanya. Layanan helikopter bisa diatur dari bandara Daruba helipad pribadi di Moro Ma Doto. “Kalau kami bisa mendpaatkan izin dari pemerintah, kami bisa mengatur itu,” terang Walter.

Dan dengan 35 vila yang sudah dibangun, tamu-tamu VIP sudah bisa menikmati spa, yoga, meditasi, kegiatan surfing, diving, memancing, hiking, mengamati burung hingga santai di destinasi yang pernah muncul di tayangan Channel M6 Perancis dalam program “Horizons d’Asie" itu. “Morotai adalah pulau yang paling indah dan masih sangat alami. Saat ini kami memiliki villa induk dan para tamu dapat menikmati keindahan Morotai dari Moro Ma Doto,’ ucap Walter.

Saking okenya Moro Ma Doto, jurnalis dari Garuda Inflight Magazine, wartawan dari Destination Asia hingga Travel & Leisure, tak segan memberikan testimoni positif kepada Moro Ma Doto Resort & Spa. Bupati Morotai pun tak mau ketinggalan memberikan pujian bagi resort yang terletak di Desa Buho Buho itu. “Ada testimoni positif dari sejumlah jurnalis dan Bupati Morotai. Dan kami sangat mengapresiasinya.

Pendekatan kami adalah mengintegrasikan tenaga kerja dan tradisi local dan mengembangkannya secara berkelanjutan. Kami ingin ikut serta dalam melestarikan dan menjaga kualitas Morotai hingga generasi mendatang,” tambah pria berkebangsaan Jerman itu.

Bagi yang belum tahu, Moro Ma Doto Resort & Spa memiliki lahan yang sangat luas. Luasnya mencapai 60 Ha. Selain resort, lahan pertanian, buah dan sayuran organik berprinsip Perma Culture juga ikut dibangun di dalamnya. Dan semuanya, akan dikelola dengan melibatkan masyarakat sekitar. “Lahan yang akan dikembangkan memang luas sekali. Jauh lebih luas dari d’Aloha Resort yang mencapai 4,2 Ha. Dan saya yakin ini akan sukses karena Walter bukan tipe pengeluh,” timpal PIC Morotai, Ari Ari Surhendro.

Keberadaan Moro Ma Doto Resort & Spa ini membuat Ari happy. Karena selama ini, critical success Morotai ada di Akses dan Amenitas. Dua-duanya masih sangat minim.Belakangan, dua faktor tadi sudah mulai menggeliat. “Soal akses, sekarang sudah diterbangi Wing Air, Groupnya Lion Air dari Manado. Itu solusi yang bagus, karena Manado sedang booming wisatawan Tiongkok. Dan sekarang amenitasnya juga makin yahud seiring dengan hadirnya Moro Ma Doto Resort & Spa,” ucap Ari.

Ari pun mengaku makin pede mengejar target mendatangkan 500 ribu wisman di 2019. “Nanti amenitasnya akan ditopang dengan homestay. Kalau semua lini bergerak dengan semangat Indonesia Incorporated, saya yakin target mendatangkan 500 ribu wisman di 2019 bisa tercapai," tutur Ari. Jika 2016 baru mendapatkan 12 juta wisman, menuju 2019 yang diproyeksikan 20 juta, maka Morotai memang menjadi salah satu kantung wisata yang diharapkan bisa mendatangkan wisman.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!