"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Senin, 06 Februari 2017

Naga Batik Terpanjang di Asia Ada di PBTY 2017 Jogjakarta

 

JOGJAKARTA - Pernah lihat naga raksasa terpanjang di Asia? Yang panjangnya mencapai 159 meter? Nah, pasti Anda penasaran, seperti apa wajah “naga” super panjang, bahkan terpanjang se-Asia ini? Saksikan di Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY), di kawasan Malioboro, mulai 5-11 Februari 2017.

"Nanti ada naga terpanjang se-Asia yang tampil di kawasan Malioboro, Jogjakarta. Desainnya sangat keren,” ucap Deputi Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusatara Kemenpar, Esthy Reko Astuti, yang didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya, Wawan Gunawan, Sabtu (4/2).

Naga raksasa yang akan tampil di PBTY 2017 nanti tergolong sangat istimewa. Tak hanya panjangnya saja yang wow. Di sekujur tubuh naga, juga akan memperlihatkan motif batik khas Kota Gudeg itu. Ribuan pasang mata yang bisa bebas menonton di pinggir jalan, mulai kawasan parkir Abu Bakar Ali, di sepanjang Jalan Malioboro hingga seputaran Titik Nol Kilometer, diyakini akan terkagum-kagum dengan kreativitas yang tergolong tak biasa ini. Berbagai jenis kamera dari DSLR, kamera handphone hingga kamera bertenaga baterai A3 juga diprediksi bakal berebut mendokumentasikan si naga raksasa. “Yang doyan selfie dan foto-foto, silakan datang dan abadikan momentumnya di PBTY 2017,” ajak Esthy.

Di PBTY 2017, panitia memang tidak memberlakukan batasan usia. Tua, muda semua memiliki kesempatan yang sama untuk menyaksikan aksi naga raksasa. Juga tidak berbayar, alias gratis. Dengan menggunakan rangka bambu dan rotan, dilapisi sterofom dan dibalut kain katun, motif aplikasi batik karya seni ini dibuat semirip mungkin dengan wujud naga.

Tampang sangar yang kerap dipertontonkan naga bakal kembali terpampang. Tapi filosofi kebaikan, keperkasaan dan kewibawaan sang naga juga tidak dilupakan. “Seluruh bagian naga punya makna mendalam. Kumala diartikan sebagai visi, kepala sebagai pemimpin, badan sebagai eksekutif, sedangkan ekor merupakan rakyatnya. Jadi ini bukan sekedar parade naga. Ada filosofi dan makna mendalam yang terkandung di dalamnya,” timpal Kepala Bidang Wisata Budaya Kemenpar, Wawan Gunawan.

Yang perlu dicatat, ada satu syarat yang sangat penting dan harus disadari pemain naga, yakni adanya cu atau bola api. Karena itulah perlambang spirit yang tidak bisa ditawar. Jika tidak ada Cu, maka tidak ada spirit dalam naga, tanpa Cu naga bukanlah naga. “Sebagai ikon, tentu saja dengan adanya naga motif batik raksasa ini bisa merealisasikan pariwisata, menjadi magnet keramaian tersendiri pada PBTY tahun ini,” ujar Wawan.

Menpar Arief Yahya percaya, kreativitas Orang Jogja itu luar biasa. Kota Budaya yang pernah menjadi ibu kota Republik Indonesia itu sejak dulu memang dikenal sebagai kota kreatif, kota pendidikan, kota budaya, dan tentu kota pariwisata. Semua sisi, bisa dikemas dengan konsep pariwisata, dan ekosistemnya sudah mulai terasa. “Selamat dan sukses atas event PBTY 2017,” ucap Mantan Dirut PT Telkom ini.

Permainan naga motif batik raksasa pun ingin merepresentasikan tema PBTY 2017 yakni Pelangi Budaya Nusantara. Menggunakan karya seni berbentuk naga, dengan kebersamaan untuk menghasilkan pertunjukan yang hanya bisa disaksikan di Jogjakarta. “Ini memang sebuah obsesi untuk membuat kembali naga raksasa, dan kali ini terwujud dengan adanya naga motif batik raksasa. Ini sebuah keinginan untuk membanggakan Jogja. Dan masyarakat yang melihat juga ikut bangga, seperti halnya sang naga, kuat namun ramah,” ujar Ketua Umum Pekan Budaya Tionghoa Yogyakarta (PBTY) 2017, Tri Kirana Muslidatun. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!