"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Jumat, 24 Februari 2017

Puncak Acara Festival Komodo 3-4 Maret 2017


 

MANGGARAI – Menpar Arief Yahya semakin konkret mendorong Komodo Labuan Bajo sebagai destinasi prirotas. Bukan hanya wisata alam berbasis bahari yang bakal mengangkat NTT sebagai Next Tourism Theritory, tetapi juga menjanjikan budaya lokal di kawasan ini semakin hidup dengan industri kreatif. “Karena 60 persen wisatawan itu ke Indonesia untuk merasakan sensasi budayanya. Sedang keindahan alamnya 35% dan sisanya 5% buatan,” ujar Arief Yahya Menteri Pariwisata RI.

Karena itu, jika ingin sustainable, Menpar Arief Yahya mendorong daerah itu harus punya budaya yang hidup dan berkembang di masyarakat local. “Kegiatan Festival Komodo 2017 yang bakal berakhir, 4 Maret 2017 mendatang itu adalah upaya menghidupkan cultural value-nya, agar semakin layak menjadi destinasi kelas dunia,” papar Arief Yahya.

Nah, Anda yang belum sempat terbang ke Labuan Bajo, NTT, masih ada waktu untuk menikmati rangkaian acara yang sudah dimulai sejak 4 Februari-4 Maret 2017 itu. Kegiatan yang masih berlangsung di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT) itu akan diisi Festival Komodo, Carnaval Budaya, dan Petualangan Alam Komodo. “Silakan berkunjung ke Labuan Bajo, NTT. Semampang bisa menikmati sajian kultural dan sekaligus berwisata bahari,” ungkapnya.

Di acara itu juga ada Pameran Kerajinan Daerah, Pameran Kuliner Lokal, Lomba Foto Daya Tarik Wisata Manggarai Barat, Pameran Produk Industri, Lomba Voley Pantai, dan Lomba Dayung Sampan Tradisional. "Tanggal 2-3 Maret nanti ada pentas caci selama dua hari, panggung hiburan selama sebulan, pameran kerajinan tangan dan makanan lokal, serta lomba duta wisata komodo reba agu molas (ganteng dan cantik),” ungkap Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Esthy Reko Astuti.

Pada 4 Maret 2017, acara puncaknya ada festival musik dan berbagai kegiatan. Ada pameran kerajinan tenun, anyaman, ukiran, dan lukisan. Diharapkan akan bertemu antara penjual dan pembeli. “Diharapkan, kegiatan ini juga dihadiri turis asing. Mereka menginap di hotel-hotel di sana,” ujar Esthy.

Maruli menambahkan, kegiatan ini rencananya akan menjadi agenda tetap setiap tahunnya dalam rangka mendukung pencapaian tujuan percepatan pengembangan dan pembangunan Kawasan Pariwisata Labuan Bajo Flores sebagai destinasi pariwisata prioritas nasional.

Festival Komodo diawali dengan parade patung Komodo pada 4 Februari dengan titik start dari Lapangan Sepak Bola Kampung Ujung. Parade pukul 14.30 WITA. Rutenya melewati pertigaan BNI, pertigaan jalan Patung Komodo, Langka Kabe, Sernaru, Lancang, Wae Bo, SDK Wae Medu, Pertigaan Polres Mabar, Patung Caci, Pasar Batu Cermin, dan finish di tempat Acara Festival Komodo Batu Cermin.

Pemprov NTT menargetkan wisman 5.000 orang dan wisnus sebanyak 10.000 orang dalam Festival Komodo 2017 ini. Kunjungan wisnus dan wisatawan mancanegara di propinsi NTT grafiknya terus menunjukkan peningkatan. Pada 2014, kunjungan wisnus sebanyak 2.745.976 orang dan wisman sebanyak 65.939 orang. Di tahun 2015, ada peningkatan kunjungan wisnus mencapai 2.788.062 orang dan wisman sebanyak 66.860 orang. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!