"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Minggu, 26 Februari 2017

Raja Arab Saudi Salman Juga Melirik Destinasi Wisata Halal Mandeh

 

JAKARTA – Sektor Pariwisata rupanya juga memikat hati Raja Arab Saudi Salman bin Abdul-Aziz Al-Saud. Orang paling terhormat di Arab itu berencana menanamkan modal di sektor pariwisata halal yang tengah dikembangkan Indonesia, terutama di kawasan Mandeh, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat. "Raja Salman siap menanam investasi cukup besar di sektor pariwisata. Daerah yang diliriknya adalah Mandeh, Sumatera Barat, dan Belitung," Asisten Deputi Pengembangan Pasar Eropa, Timur Tengah, Amerika dan AfrikaKementerian Pariwisata (Kemenpar) Nia Niscaya.

Ketertarikan Raja Salman terhadap Mandeh, tidak lepas dari usaha Kementerian Pariwisata (Kemenpar) yang terus menggenjot promosi wisata Mandeh ke negara-negara Timur Tengah, selain Malaysia, Singapura, dan Cina. "Kawasan wisata Mandeh diambil dari nama salah satu kampung, terletak di bagian tengah Teluk Cacorok Tarusan. Teluk itu cukup landai dan tidak berombak, karena disekitarnya terdapat beberapa pulau kecil," papar wanita kelahiran Bandung itu.

Pulau-pulau tersebut adalah Pulau Traju, Pulau Setan Kecil, Sironjong Besar, Sironjong Kecil, dan Pulau Cubadak. Pulau-pulau ini memiliki pemandangan yang sangat indah, tidak kalah dengan objek wisata di tingkat dunia.Khusus untuk Pulau Cubadak, sudah dikembangkan menjadi resort oleh investor dari Italia. Pulau yang lebih dikenal dengan Cubadak Paradise itu, kini menjadi tujuan liburan mewah para wisatawan asing dari berbagai mancanegara.

Menpar Arief Yahya sering menyebut Mandeh sebagai Raja Ampat Sumatera. Agar orang mudah membayangkan bagaimana positioning Mandeh sebagai destinasi wisata bahari. “Kalau 10 Destinasi Prioritas disebut 10 Bali Baru, Mandeh kami biasa menyebut Raja Ampat-nya Sumatera. Keindahan bawah lautnya oke, banyak terlindung oleh pulau-pulau, sehingga airnya tenang seperti danau,” sebut Arief Yahya, yang Mantan Dirut PT Telkom itu.

Secara terpisah, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno mengatakan, kawasan wisata Mandeh memiliki luas 8.000 hektare, berada di daerah perbatasan Kota Padang. Laut Mandeh memiliki terumbu karang indah seluas 70 hektare. "Selain itu juga terdapat hutan mangrove seluas 389 hektare, serta berbagai biota laut yang beraneka ragam. Mandeh juga punya teluk yang cukup luas dan indah, dengan ombak yang sangat tenang," terang Gubernur Irwan.

Sejak dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2015, pembangunan wisata Mandeh terus dikebut. Sebanyak 100 unit toilet sudah dibangun, home stay dan pasar modern telah dikembangkan, termasuk promosi wisatanya. Perbaikan tempat wisata Mandeh, ternyata memicu tingginya kedatangan turis ke Sumatera Barat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat, terjadi kenaikan kunjungan wisatawan asing hingga 13,77% di 2016.

Hingga Maret 2016, jumlah wisatawan asing yang datang ke kawasan ini mencapai 4.428 orang, naik dari Februari yang hanya 3.892 orang. Turis asing yang paling banyak datang berasal dari Malaysia sebanyak 3.305 orang."Salah satu penyebab tingginya kunjungan wisatawan dari Malaysia ke Sumatera Barat, karena ada akses penerbangan langsung dari Kuala Lumpur ke Bandara Internasional Minangkabau," kata Kepala BPS Sumbar Dody Herlando.

Turis asing terbanyak kedua berasal dari Australia, dengan jumlah 100 orang, kemudian Jepang 31 orang. Lalu ada wisatawan asal Prancis 30 orang, Amerika Serikat 558 orang, dan negara-negara lainnya sebanyak 588 orang.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!