"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Minggu, 26 Februari 2017

Sambut Raja Salman, Lift dan Toilet di Istiqlal Berubah Wajah

 
 
JAKARTA – Magnit Raja Salman, pemimpin tertinggi kerajaan Arab Saudi ini memang luar biasa. Masjid Istiqlal pun sampai ikut berbenah menyambut kedatangan salah satu pemimpin berpengaruh dunia itu. Dari mulai lift, toilet, hingga ruang meeting, semua diset menyesuaikan kebutuhan Raja Salman.
“Istiqlal sudah siap menyambut Raja Salman. Nantinya Raja Salman bakal masuk lewat pintu Al Malik yang biasa digunakan untuk Presiden,” terang Kepala Sub Bidang Pemeliharaan Gedung dan Teknik Masjid Istiqlal Syaiful Haq, Sabtu (25/2).
Itu belum seberapa. Masih ada ruangan Al Malik yang sudah dipercantik untuk menyambut kedatangan sang raja. Di ruangan singgah itu, berjejer sekitar tujuh kursi berwarna hitam. Kapasitas kursi bisa diduduki 14 orang. “Di sana Raja Salman akan beristirahat. Setelah itu Raja Salman dan rombongan melakukan meeting di ruangan yang ada persis di dekat ruangan singgah,” tambahnya.
Yang menyambut pun bukan orang sembarangan. Di Istiqlal nanti, sudah ada Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Pimpinan Badan Pelaksana Pengelola Masjid Istiqlal (BPPMI), dan Imam Besar Istiqlal, Nasaruddin Umar, yang siap menyambut delegasi Saudi.  “Ada juga beberapa menteri lainnya,” katanya. 
Lantas bagaimana siasat Istiqlal untuk mengajak bersafari turun naik di masjid terbesar di Asia Tenggara dan Asia Timur itu? Maklum, Raja Salman sudah tidak lagi muda. Naik dan turun pesawat sekalipun membutuhkan bantuan escalator portable. “Nanti akan ada lift khusus untuk beliau. Lift-nya nanti akan membantu Raja Salman naik ke lantai utama.,” ucap Syaiful.
Keamanannya? Sangat oke. Lift yang dikerjakan PT Waskita itu dilengkapi kamera pengintai. “Sangat aman,” sambung Syaiful.
Fasilitas lain yang disiapkan adalah toilet khusus yang disesuaikan dengan kebutuhan raja bergelar "pelayan dua Tanah Suci" tersebut.. Letaknya ada di ruangan Al Malik. Konturnya tidak biasa. Closet duduk toiletnya  lebih ditinggikan sekitar 12 centimeter dari ukuran normal. "Jadi tingginya sekitar 55 centimeter," tambah Syaiful.
Di kanan dan kiri closet, disediakan pegangan dari alumunium. Itu sengaja disediakan buat mempermudah Raja Salman jongkok dan berdiri. Pegangan lebih tinggi sekitar lima centimeter dari closet.
Di dalam kamar mandi juga disediakan karpet tebal. Karpet memang sengaja diminta karena Raja Salman, agar tidak terpeleset. Perlengkapan kebutuhan kamar mandi Raja Salman pun khusus dibeli dari toko di kawasan Petamburan. Sederet fasilitas itu disesuaikan dengan perintah protokoler. Fasilitas dibuat sama persis dengan standar yang telah ditetapkan.
Menpar Arief Yahya ikut mengapresiasi rencana kunjungan Raja Salman ke Istiqlal. Menurutnya, kunjungan itu akan membuka keran wisata religi atau wisata ziarah ke Indonesia. “Potensi wisata religi itu cukup besar. Kami sudah pernah menggelar wisata religi Dzikir Nasional Manaqib Qubro, di Masjid Istiqlal. Dan evennya dihadiri ratusan ribu umat Islam. Ada yang datang dari wilayah Priangan Timur seperti wilayah Tasikmalaya, Ciamis, Garut, Sumedang, Subang, Bandung, bahkan Malaysia, Brunei Darussalam dan Singapore,” ungkap Menpar Arief Yahya.
Dan kedatangan Raja Salman ke Istiqlal dinilai akan memperkuat pengembangan wisata religi di Indonesia. Menurut menteri asal Banyuwangi itu, pergerakan wisata religi berdampak sangat baik bagi perekonomian. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, terjadi kenaikan hingga 165 persen perjalanan wisata yang didasarkan pada wisata religi. “Dan yang lebih penting lagi, wisata religi menjadi pembeda dan ciri khas peradaban bangsa Indonesia,” ucapnya. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!