"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Senin, 06 Februari 2017

Wonderful Indonesia “Memancing Ikan” di Chingay Parade 2017 Singapura

 
 
JAKARTA-Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dengan branding nasionalnya Wonderful Indonesia akan ambil bagian di perhelatan Chingay Parade, Singapura yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 hingga 12 Februari 2017 di F1 Pit Building, Singapura.     Deputi Bidang Pemasaran Pariwisata Mancanegara Kementerian Pariwisata (Kemenpar) I Gde Pitana yang juga didampingi Asisten Deputi Bidang Pengembangan Pasar Asia Tenggara Kemenpar, Rizki Handayani mengatakan, Chingay Parade merupakan salah satu event festival besar di Singapura berupa pawai terbesar di Asia yang mewakili keragaman budaya. 
”Kami berharap ikut acara ini mendongkrak citra pariwisata sekaligus menjadi daya tarik wisatawan dari Singapura ke Indonesia, ini yang disebut pak Menteri Arief Yahya memancing ikan yang banyak di sebuah Kolam,” ujar Pitana yang juga diamini Rizki. 
Lebih lanjut Pitana menjelaskan, Chingay Parade 2017 bermakna sama dengan Mandarin zhuang yi yang berarti seni kostum dan topeng dalam dialek Hokkien pertama kali diselenggarakan pada 4 Februari 1973.
Kata Pitana, tahun ini dalam penyelenggaraan Chingay Parade yang ke-44, Indonesia kembali berpartisipasi dengan mengirimkan tim kesenian untuk mempromosikan keberagaman budaya Indonesia.
"Ajang ini merupakan kesempatan baik bagi Indonesia untuk lebih meningkatkan promosi pariwisata Indonesia bagi pasar Singapura dan juga menarik kunjungan wisatawan mancanegara dari sana," kata Pitana.
Oleh karena itu, menurut dia, Chingay Parade menjadi ajang yang sangat potensial untuk menarik minat wisman Singapura sekaligus peluang mempromosikan pariwisata Indonesia. "Kami berharap keikutsertaan Indonesia pada festival ini dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisman Singapura ke Indonesia dan mendongkrak devisa negara dari sektor pariwisata dari negara tetangga," tambah Rizki.
Wanita yang biasa disapa Kiki itu, dalam ajang tersebut Pawai Indonesia akan terdiri dari seniman dan mahasiswa di antaranya dari ISI Solo dan Klaten, SMA Presiden Jakarta, ISI Bali, Universitas Medan, Boyolali, SMA Batik Surakarta, dan Insight (mahasiswa Indonesia di Singapura).
"Selain pawai kami juga akan melakukan promosi Wonderful Indonesia dalam bentuk pemasangan umbul-umbul dan membagikan T-shirt dengan logo Wonderful Indonesia. Dengan ini kami harapkan mampu meningkatkan public awareness tentang pariwisata Indonesia dalam acara tersebut," kata wanita jebolan ITB Bandung.’
Tahun lalu, Chingay Parade menjadi pawai internasional yang penuh gegap gempita karena diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai negara. Tercatat pada Chingay Parade 2016, jumlah peserta mencapai 8.000 orang terdiri dari kontingen Tiongkok, Jepang, Rusia, Malaysia, Korea, Amerika Serikat, Singapura, dan Indonesia. 
"Tahun lalu sekitar 160.000 pengunjung hadir di event internasional yang berlangsung selama 2 hari ini. Dan tahun ini diperkirakan pengunjungnya akan lebih banyak,"tutupnya.
Sementara itu, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengatakan pentingnya posisi Singapura bagi Indonesia.Mantan Direktur Telkom itu bahkan bertekad untuk mejadikan Singapura sebagai hub, dimana Singapuraerupakan gerbang menuju ”The World Next Door” Indonesia.  Hal ini dengan melihat posisi strategis Singapura yang menghubungkan Barat-Timur, Utara-Selatan, dan Tenggara-Barat Laut. 
”Keunggulan kompetitif dan komparatif yang dimiliki Indonesia untuk menarik pasar Singapura antara lain jaraknya yang dekat, waktu terbang yang tidak lama, banyaknya
akses pintu (termasuk via pelabuhan di Batam-Bintan) serta keanekaragaman budaya dan kekayaan alam Indonesia. Oleh karena itu, promosi di negara fokus pasar tersebut harus
senantiasa proaktif dan berkesinambungan,” bebernya. 
Sekadar informasi, pada 2017 target kunjungan wisman Singapura ke Indonesia sebesar 2.275 juta wisman dan Singapura menempati urutan pertama perolehan wisman dalam 16 fokus pasar utama Indonesia. Menurut Arief, hal ini disebabkan antara lain karena Indonesia merupakan negara terdekat di Singapura yang mempunyai daya tarik alam dan budaya Indonesia yang khas dan disukai oleh masyarakat Singapura. 
”Wisman Singapura ke Indonesia terus meningkat dalam kurun waktu 3 tahun terakhir
(2013 – 2015). Selain itu pada 2015, Indonesia merupakan negara yang paling banyak dikunjungi oleh wisman Malaysia, yaitu sebanyak 1.571.982 sedangkan Malaysia, Thailand, dan Vietnam masih di bawah peringkat Indonesia,” katanya. 
Oleh karena itu, Menteri Arief menegaskan perlunya memperbanyak upaya promosi Wonderful Indonesia di Singapura untuk menarik lebih banyak kunjungan wisatawan dari negara itu sekaligus meningkatkan citra pariwisata Indonesia di Singapura.
Mantan Dirut Telkom yang asli Banyuwangi itu juga menegaskan bahwa promosi Wonderful Indonesia dalam bentuk festival di negara originasi tidak lagi membuat acara sendiri dan berdiri sendiri. Tapi harus mengikuti event atau festival yang sudah ada dan sudah lama eksis di negata yang bersangkutan. "Jadi sudah ada audience atau crowds nya," papar Menpar Arief Yahya.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!