"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Selasa, 21 Februari 2017

Wow, Festival Pesona Budaya Bauran Bandung Diserbu Ribuan Orang

 

JAKARTA - Mengagumkan! Itu kata yang pas untuk menggambarkan sukses event yang didukung Kementerian Pariwisata (kemenpar), Festival Pesona Budaya Bauran Cap Golak. Perhelatan ini digelar di Pasir Biru, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, 18-19 Februari 2017 dan dipadati ribuan orang.

”Surprise, acara itu penuh sesak, sampai bernafas saja susah bukan main. Lautan manusia tumplek blek di sana. Ribuan orang menyemut di arena, aman dan sangat meriah,” ujar Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Wisata Nusantara Esthy Reko Astuti, yang didampingi Kepala Bidang Wisata Budaya Asdep Pengembangan Segmen Pasar Personal Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kemenpar, Wawan Gunawan.

Esthy menambahkan, kegiatan tersebut digelar dalam rangka mengapresiasi perkembangan seni tradisi yang semakin dapat meyakinkan masyarakat bahwa seni tradisi apabila dikemas sedemikian rupa dapat menjadi daya tarik pariwisata, dan tentunya berdampak dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Seperti apa yang diungkapkan oleh pak Menteri Pariwisata Arief Yahya, budaya itu semakin dilestarikan semakin mensejahterakan,” kata Esthy yang juga diamini Wawan.

Lebih lanjut, Esthy menyebutkan, acara ini digelar sebagai upaya para seniman kreatif dalam mengapresiasi perayaan khususnya terhadap Hari Raya Imlek dan Cap Gomeh tahun 2017 yang serentak dirayakan diberbagai daerah seperti: Bali, Manado, Singkawang, Medan, Palembang, Solo, Jogja, Surabaya, Jakarta, Bogor dan lainnya. ”Maka dari itu komunitas seni reak, helaran, badawang dan kuda lumping Cibiru Kota Bandung yang dikomandani Bah Enjum dan Bah Nanu selaku pengiat seni budaya tradisi kreatif menggelar suatu perhelatan akulturasi budaya yang bernama Festival Pesona Budaya Bauran Cap Golak, karena terjadi pembauran atau bersatunya seni dan budaya yang lain dalam satu bingkai acara. Ini begitu meriah, kami sangat bangga,” tambah Wawan.

Di Kota Bandung sendiri, imbuh Wawan, tedapat banyak jenis kesenian, mulai dari seni teater, musik, tari, dan lain lain. ”Begitu pun jenis kesenian dari mulai jaipongan sampai seni yang berbau mistis seperti debus, dan juga lainnya. Salah satunya adalah kesenian yang berasal dari Tatar Sunda, yaitu benjang. Semua dihadirkan di acara ini,” katanya lagi.

Sekadar informasi, Kesenian Benjang merupakan kesenian asli Jawa Barat yang berkembang di kaki gunung Manglayang, lebih tepatnya di daerah sekitar Ujungberung, Cibolerang sampai ke Cinunuk. Sampai saat ini belum diketahui siapa yang menciptakan kesenian tersebut. Namun menurut sumber yang merupakan tokoh Benjang di kampung Ciborelang, yaitu Adang Hakim, diketahui bahwa benjang mulai diperkenalkan di daerah Cibiru oleh Hj. Yayat sekitar tahun 1918. Selain dari kesenian benjang, masih banyak kesenian yang ain diantaranya seni reak, kuda lumping, dogcing, dan lainnya.

Wawan menambahkan, selain acara pagelaran tersebut, para seniman juga menggelar doa bersama dalam tajug “Ruwatan Jagat” demi kedamaian di bumi pertiwi ini, mengingat akhir-akhir ini terjadi bencana, kegaduhan dalam rangka Pilkada, teror bom, dan masih banyak yang lainnya.

”Selain gelar doa bersama, juga ada Helaran Budaya, beragam etnik seni tradisi yang hidup dimasyarakat kota Bandung dan sekitarnya seperti Seni reak, Benjang helaran, debus, kuda lumping, kuda renggong, pencak silat, sisingaan, badawang, jajangkungan, arak arakan babantengan, gagarudaan, dan dipadukan dengan seni nuansa tionghoa seperri Liong dan Barongsai. Semua bercampur dengan khidmat dan sangat meriah,” tandasnya.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!