"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Jumat, 10 Maret 2017

Betah di Bali, Insan Pariwisata Siapkan Persembahan Istimewa untuk Raja Salman

 

NUSA DUA - Kabar rencana perpanjangan liburan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al-Saud di Bali ikut direspon insan pariwisata Pulau Dewata. Sebuah persembahan tarian Bali pun siap dipentaskan untuk sang penjaga dua Kota Suci itu.
“Kami sangat gembira dan terharu menbaca surat dari kedutaan besar Arab Saudi yang menyatakan Raja Salman memperpanjang liburannya di Bali. Kami ucapkan terima kasih kepada Sri Baginda Raja Salman bin Abdul Aziz bin Saud karena merasa nyaman, tenang dan bahagia di Pulau Dewata,” ungkap Ketua Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI)
Bali yang juga Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah (BPPD) Bali Tjokorda Artha Ardana Sukawati, Rabu (8/3).
Pria yang akrab disapa Tjok Ace itu percaya dan yakin pesona laut Nusa Dua meluluhkan hati Raja Salman untuk tinggal lebih lama. Baginya, ini hal positif dan modal untuk promosi wisata Bali di pasar Timur Tengah.
”Peluang pasarnya sebenarnya terbuka sejak lama, hanya saja kedatangan Raja Salman menjadi momentum baik untuk Bali lebih percaya diri berpromosi ke Timur Tengah,” ujarnya.
Dari paparannya, wisatawan Timur Tengah memang dibidik karena—berdasarkan analisis PHRI Bali—pengeluaran atau belanja wisata
mereka lebih besar dari wisatawan Eropa. Rata-rata wisatawan Eropa di Bali berbelanja sekitar 300 dollar AS (Rp 3,9 juta) per hari. Sementara wisatawan Timur Tengah bisa dua kali lipatnya. “Ini akan memberi dampak yang sangat bagus untuk pariwisata Bali,” ungkapnya.
Sebagai rasa simpatik dan ucapan terimakasih kepada Raja Salman, Tjok Ace pun mengaku ingin memberikan persembahan tarian Bali kepada sang penjaga dua kota suci itu.  Mengingat hingga Rabu (8/3), aktivitas
Raja Salman masih terpusat di St Regis, tempat ia menginap, termasuk menggelar makan malam, bersama keluarganya, Tjok Ace mengaku tak keberatan bila diminta mempersembahkan tarian adat Bali di hotel
tempat Raja menginap. Sebagai bentuk hotmat, kami ingin berbuat sesuatu untuk beliau (Raja Salman, Red). Kami ingin berikan persembahan tarian Bali yang mungkin bisa dipentaskan di sela-sela waktu beliau di hotel ,” ucapnya.
Sebagai bagian masyrakat Bali yang telah membuka diri untuk periwisata sejak 1930-an, Tjok Ace mengaku ingin memberikan persembahan terbaik untuk sang raja. Baginya, kehadiran Raja Salman di Bali sangat
bermakna. Raja Salman dinilai telah menjadi endorser yang kuat bagi calon wisatawan di Timur Tengah agar berkunjung ke Indonesia, utamanya Pulau Bali. “Karenanya kami ingin menjadi tuan rumah yang baik. Raja bisa merasa sangat nyaman dan menikmati atraksi Bali, baik alam, budaya maupun wisata buatan yang ada," sambungnya.
Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya ikut menyimak pernyataan simpatik Tjok Ace tadi. Ingatannya kembali menerawang ke momen penyambutan Raja Salman di Bandara Ngurah Rai Bali, 4 Maret 2017. Saat itu, Raja Salman
sangat terkesan dengan tarian "Selamat Datang" di Bali. Anak-anak kecil yang menari Pendet, membuat perhatian Sang Raja tidak bisa berpindah-pindah. Gerak-gerik anak-anak yang gesit, kompak, serempak dengan baju tradisional yang berwarna emas menyala itu benar-benar membuat raja terpesona.
Mulai keluar dari pesawat, di tangga atas, pandangan Raja Salman langsung tertuju pada para pelajar penari Tarian Pendet. Hngga masuk mobil pun, Raja Salman masih sempat membuka kaca jendela untuk melambaikan tangan khusus ditujukan kepada para penari Tarian Pendet.
"Beliau terlihat senang dengan karya budaya Bali. Cultural perfomance Bali yang memang sudah kelas dunia. Dan sangat mungkin itu bisa kembali dipertunjukkan untuk Raja Salman dan seluruh delegasinya," papar Arief Yahya.  (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!