"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Sabtu, 04 Maret 2017

Lampaui Target, Tour de Bintan 2017 Diikuti 1.153 Pembalap Mancanegara

 


BINTAN - Hasil positif diraih event Sport tourism Tour de Bintan 2017. Perhelatan yang juga didukung oleh Kementerian Pariwisata (Kemenpar) itu berhasil diikuti oleh 1.153 Pembalap yang datang dari 42 negara.


Bertempat di Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), Sabtu (4/3), acara olahraga skala international ktu pesertanya melampaui yang ditargetkan penyelenggara. 


"Kami sangat bersyukur jumlah peserta juga tercatat naik 35 persen dibandingkan peserta luar negeri di tahun lalu. Tour de Bintan 2017 ditargetkan akan ada 800 pembalap sepeda dari 70 tim dan komunitas dari 40 negara. Tapi kenyataannya melebihi target, ada kenaikan siknifikan pesertanya tahun ini mencapai 1.153 pembalap dari mancanegara," ujar Wakil Bupati Bintan, Dalmasri Syam yang juga diamini Asdep Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kemenpar Vinsensius Jemadu yang mewakili Kemenpar di perhelatan tersebut, Sabtu (4/3), di Bintan.


Event sport tourism bertaraf Internasional ini mengambil start di Simpang Lagoi, Bintan, Kepulauan Riau, Sabtu (4/3) pagi, lomba dimulai dengan memberangkatkan kelompok putri dilanjutkan dengan kelompok pria. Sebelum berangkat, pembalap dihibur suguhan tarian Tandak Lemang yang diperagakan 18 penari pria dan wanita.


"Jarak yang ditempuh oleh pembalap mencapai 140 km dengan rute yang melewati tiga spot wisata Bintan yakni Pantai Trikora, Pantai Lagoi, dan Pantai Beralas Pasir," jelas Dalmasari.

Dalmasari menjelaskan alasan mengambil rute itu, kawasan Lagoi merupakan tulang punggung APBD Kabupaten Bintan yang banyak menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor pariwisata mulai dari pajak hotel, restoran, hiburan dan PPJ mencapai Rp100 miliar pada akhir priode Desember 2016.


Kepala Dinas Pariwisata Bintan Luki Prawira mengatakan, Tour de Bintan 2017 ini mendapat pengakuan Global oleh UCI Grand Fondo World Series di Perancis dan masuk dalam kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI) dan menjadi salah satu ajang sport tourism ‎tahunan Indonesia.


"Event ini merupakan salah satu babak kualifikasi untuk UCI Grand Fondo World Series di Perancis pada 24-27 agustus 2017 mendatang 25 persen peserta yang mencapai garis finish pertama setiap kategori yang berhak. Event Tour de Bintan adalah satu-satunya babak kualifikasi untuk bagian Asia Tenggara, dan salah satu di Asia selain Jepang," papar Luki.


Pria yang hobi memakai topi itu menambahkan, ajang Tour de Bintan 2017 yang dimulai sejak 2 Maret ini bukan sekadar balap sepeda yang menunjukkan keindahan Kabupaten Bintan. Dirinya yakin event bertaraf internasional ini akan menjadi penyedot kedatangan wisatawan mancanegara (wisman).


"Jumlah peserta sudah melebihi yang ditargetkan dari mancanegara, datang dari banyak negara. Untuk wisatawannya yang datang berapa jumlah resminya, masih menunggu usai event. Namun dengan meningkatnya jumlah peserta saat ini, maka membuat kami optimis mengejar target 3 juta Wisman di 2017 yang masuk seluruh Kepulauan Riau melalui pintu Batam atau Great Batam," Kata Luki.


Tour de Bintan pertama kali diselenggarakan pada tahun 2009 setiap akhir tahunnya, pada tahun 2015 penyelenggaraannya dibatalkan akibat bencana kabut asap dan pada tahun 2017 merupakan penyelenggaraan Tour de Bintan yang ke-8 kalinya. 


Dengan jumlah kunjungan turis asing sebanyak 305.474 orang dan turis lokal mencapai 268.863 orang pada tahun 2016 ini, membuat pintu masuk internasional di wilayah Imigrasi Tanjunguban merupakan pintu masuk terpadat ke-4 terbanyak di Indonesia.


Menteri Pariwisata Arief Yahya menjelaskan, melalui event sport tourism merupakan cara yang efektif untuk mempromosikan potensi pariwisata ke mancanegara. “Sekaligus meningkatkan kunjungan wisata karena event seperti ini memberikan direct impact dan media value yang tinggi,” tambahnya. 


Kata Mantan Direktur Telkom itu, jika pariwisata itu ibarat celana, maka kantung kanan Bali, kantung kiri Jakarta, kantung belakang Kepri (Bantam, Bintan). Tiga kantung utama itu acap disebut 3 Greater. Selain membuat kantung-kantung baru, salah satu yang didorong Kemenpar adalah memperbesar kapasitas kantung yang sudah ada. 



"Atraksi manmade di Bintan seperti sport tourism dan event tourism sudah mulai popular di Singapura dan Malaysia. Nature-nya, memiliki keunggulan dan menjadi komplementer buat Singapura yang tidak memiliki pantai, hutan, bakau dan bawah laut. Nah, Tour de Bintan juga adalah potensi sport tourism di Bintan yang terus mendulang Wisman,"kata  Menpar.(*)

by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!