"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Kamis, 13 April 2017

Cruise Pacific Eden Akan Disambut Menko Maritim dan Menpar

 
 
BENOA- Bali akan kedatangan 'tamu' spesial, kali ini merupakan tamu yang bersejarah bagi pariwisata Indonesia, khususnya wisata bahari. Tamu yang dimaksud ialah kapal Cruise Pasific Eden yang berlayar dari Pelabuhan Fremantel Australia Minggu (9/4), dan rencananya akan bersandar di Pelabuhan Benoa Bali pada kamis (13/4), pukul 10.00 WITA..
 
Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Vinsensius Jemadu mengatakan, rencananya Menteri Pariwisata Arief Yahya dan Menko Maritim Luhut Binsar Pandjaitan akan hadir menyambut kedatangan 1.500 Wisatawan Mancanegara (Wisman) tersebut. 
 
Kata Vinsensius, kedatangan kapal tersebut merupakan pelayaran bersejarah. Pasalnya, karena cruise yang memiliki panjang kapal 220 meter sering memiliki hambatan saat bermanuver saat bersandar di Pelabuhan Benoa. ”Selama ini kapal cruise hanya bisa lakukan anchoring agak jauh dari Pelabuhan Benoa tapi kali ini langsung merapat. Selain itu setelah mereka tiba di Bali akan lanjut menjelajahi Lombok, Pulau Komodo dan Labuan Bajo,” kata pria yang biasa disapa VJ itu.
 
VJ menambahkan, penyambutan itu dirangkai dengan acara Art n Cultural Performance serta pengalungan bunga kepada Captain kapal Pasific Eden. Dilanjutkan dengan workshop bahari Cruise Ship didalam kapal. “Nanti juga akan diadakan penandatanganan MoU dari pihak P&O Corp selaku holding Cruise Pasific Eden dangan Kemenpar dan Pelindo. Bila ini sukses, maka akan ada rencana P & O Corp untuk Hub di Pelabuhan Benoa,” tutur pria yang akrab disapa VJ ini.
 
Managing Director Cruise Asia by Destination Asia I ketut Sediya Yasa, selaku tour operator mengaku sangat senang, Cruise Pasific Eden akhirnya bisa bersandar di Pelabuhan Benoa. “Sebelumnya sudah 4 kali datang ke Pelabuhan Benoa, tetapi hanya berlabuh atau lego jangkar, dan saat ini kali ke lima mereka datang dan mau bersandar di Pelabuhan Benoa dan ini sangat bersejarah untuk ke depannya,” tutur Pria yang akrab disapa Yasa. 
 
Yasa menambahkan, jika sebelumnya Cruise Pasific Eden yang datang ke Benoa hanya berlabuh, dan belum ada kepastian pasti mengapa tidak ingin bersandar. “Dari segi kedalaman, pelabuhan kami memiliki kedalaman 10 meter sedangkan Pasific Eden hanya butuh 8 meter untuk bersandar. “ujarnya.
 
Setelah bersandar di pelabuhan, wisatawan yang ada di kapal Pasific Eden rencananya akan berlibur di Bali selama sehari. “Setelah kapal itu bersandar, ada 2 tipe penumpang, yang pertama penumpang yang sudah melakukan pre arrangement, dimana penumpang tersebut sudah menentukan aktifitas dan kegiatan apa saja setelah mereka bersandar.Jika sudah melakukan pre arrangement, turis itu langsung ditangani oleh tour operator,” ungkap Yasa.
 
Yang kedua, lanjut Yasa, terdapat penumpang independent, penumpang ini akan turun dengan sendirinya tanpa mengunakan jasa tour operator. “Biasanya mereka jalan-jalan dan makan daerah di dekat pelabuhan seperti kuta. Yang paling penting apabali jadwal kapal sudah mau berangkat, mereka sudah tiba dikapal,” Sambung Yasa.
 
Yasa juga memberikan paket tour menarik bagi wisatawan yang sudah melakukan pemesanan. “Destinasi yang dikunjungi beragam, di Bali masih favorit Kuta, karena selain dekat dengan pelabuhan. Disana juga pusat keramaian, mereka biasanya belanja, dan berwisata kuliner. Paket tour ada yang ke Kintamani dengan beberapa lokasi saat menuju kesana. Ada juga naik gajah, ke Uluwatu menyaksikan tari kecak, ke Ubud dan masih beragam lainnya,” ungkap Yasa.
 
Paket tour yaang ditawakan Cruise Asia by Destination Asia sangat terjangkau, perhari wisatawan dikenakan biaya berkisar 50-70 US dollar perhari. “Dari 1500 wisatawan, baru 40% yang sudah memesan tour ke operator, dan harga kami relatif terjangkau dan harga tersebut sudah termasuk makan,” ujarnya.
 
Yasa juga berharap, dengan adanya moment bersejarah ini, kedepannya makin banyak kapal yang bisa sandar di Pelabuhan Benoa. ”Pelabuhan ini tidak hanya menjadi pelabuhan yang membuat kapal itu transit hanya sehari. Tetapi sebagai pelabuhan yang bisa melakukan turn around (naik/turun kan penumpang). Sehingga mereka yang turun entah bisa bermalam dulu di Bali, atau jalan-jalan, sehingga bisa memberikan potensi bagi hotel-hotel yang ada di Bali sebelum mereka pulang ke negaranya masing-masing,” ungkap Yasa.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!