"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Senin, 17 April 2017

Direvitalisasi, Kota Tua Jakarta Jadi Destinasi Wajib Dikunjungi Wisman

 

JAKARTA - Kota Tua Jakarta yang sudah ditetapkan menjadi salah satu destinasi prioritas "10 Bali Baru" bakal direvitalisasi bangunannya. Tujuannya agar Kawasan Kota Tua ini bisa terintegrasi dengan tempat-tampat wisata dan museum lainnya di Jakarta. 

Program revitalisasi ini dikerjakan kolaborasi PT Propan Raya dan Pemda DKI Jakarta. Kota Tua Jakarta ini akan destinasi pariwisata di bidang budaya dan heritage building.

Ketua Pokja Percepatan 10 Destinasi Prioritas Pariwisata Kementrian Pariwisata (Kemenpar), Hiramsyah S Thaib mengatakan, Kemenpar mendukung kegiatan ini, karena menginginkan Kota Tua menjadi destinasi yang wajib dikunjungi wisatawan mancanegara (wisman) yang datang ke Ibukota Jakarta. 

"Jakarta selama ini penyumbang wisman ketiga terbesar di Indonesia. Terima kasih kepada Propan dan Dinas Pariwisata DKI yang merevitalisasi Kota Tua yang merupakan bagian dari percepatan destinasi kami," ujar Hiram acara Kick Off Revitalisasi Kota Tua Jakarta, di Museum Keramik kawasan Kota Tua Jakarta, Minggu (16/4). 

Hiram melanjutkan, pihaknya berharap Jakarta bisa menjadi seperti ibukota-ibukota di Eropa Timur, yang menjadi destinasi wajib setiap turis yang berkunjung. “Kawasan Kota Tua, kita bencmark seperti kota tua di Budapest atau Istanbul yang menjadi tempat wajib dikunjungi turis,” katanya.

Sebagai langkah awal revitalisasi, pemerintah mulai mengaktifkan gedung-gedung yang berada di kawasan Kota Tua Jakarta. Pemda menunjuk Konsorsium Kota Tua Jakarta untuk mengaktifkan kembali bangunan-bangunan kosong di kawasan Kota Tua. 

Guberner DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama yang turut hadir dalam acara tersebut berharap program ini bisa berlangsung cepat. “Kalo bisa 5 tahun sudah ada hasilnya,” tutur Gubernur yang akrab disapa Ahok ini. 

Ahok meyakinkan, meski masa jabatannya tinggal 6 bulan lagi, konsorsium tidak perlu khawatir, nanti kawasan Kota Tua akan terintegrasi dengan daerah wisata sekitarnya seperti pelabuhan Sunda Kelapa, Masjid Luar Batang, serta perkampungan nelayan Muara Angke. 

"Langkah awalnya yaitu melebarkan trotoar jalan di lokasi-lokasi tersebut. Kita juga harus menyiapkan trotoar yang baik, sampai Museum Bahari, Masjid Luar Batang, kita harus rapikan," ujarnya. 

Sementara, Managing Director Konsorsium Kota Tua Jakarta, Eddy Sambuaga menjelaskan, pihaknya siap bertanggung jawab untuk bisa merevitalisasi dengan cepat. “Saya rasa sangat realistis jika pak Ahok menargetkan 5 tahun, dan bisa ada hasil,” ujar Eddy.

Eddy menerangkan, saat ini konsorsium memiliki 13 proyek pengerjaan pengaktifan kembali bangunan. Pengaktifan itu termasuk gedung milik PT Kerta Niaga. Pengaktifan gedung dilakukan agar gedung tidak kosong. Sehingga, kawasan kota tua bisa aktif dikunjungi oleh masyarakat.

"Di dalam gedung, nanti ada etalase anak muda yang jualan seperti yang baru mulai star up, atau jualan kayak di Instagram seperti aksesoris, gelang, atau baju, dengan selera anak muda,” kata Eddy.

Revitalisasi gedung-gedung kosong baik milik BUMN atau milik individu akan dibangun Golden Boutiq Hotel di Gedung Cipta dan Kerta Niaga, Gedung Ontel akan di bangun art community space dan macro cinema, Gedung Kerta Niaga akan dijadikan penjualan souvenir, serta beberapa gedung yang akan diubah menjadi kawasan ekonomi kreatif. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!