"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Sabtu, 01 April 2017

Gandrung Wisata Bunga "Setia Aji Flower Farm" di Bandungan

 

SEMARANG - Jika Anda termasuk pemburu keindahan bunga berwarna warni, atau pemburu foto macro, silakan menjajal spot wisata baru di Bandungan Kabupaten Semarang. Lereng Gunung Ungaran itu kini punya obyek wisata bunga yang lagi ngehits di kalangan anak muda. Namanya obyek wisata "Setiya Aji Flower Farm". Tepatnya di Dusun Ngasem, Desa Jetis, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang. 

Berada di kawasan seluas 50 hektar, pengelola menawarkan warna warni keindahan bunga Krisan. Bunga yang sangat indah untuk dipandang bersama pasangan dan keluarga. Hamparan bunga berwarna kuning, putih, dan merah itu membuat tak jemu siapapun yang melihatnya. Apa lagi yang hobi berfoto ria. Dijamin tak kehabisan angle untuk mengabadikan indahnya ciptaan Tuhan itu. 

Daya tarik bunga itulah yang membuat anak muda berbondong bondong kesana. Setiap hari selalu ada yang datang untuk berselfi ria. Bahkan Sabtu dan Minggu penuh sesak. "Kalau tanggal merah atau Minggu bisa ratusan orang per hari," kata Setiya Aji, penggagas obyek wisata ini. 

Spot yang digandrungi anak muda ini mereka bangun setahun lalu. Mulai nge-hits tujuh bulan belakangan setelah banyak orang menjadi marketing gratis dengan mengunggah foto foto mereka ke sosmed. Daya tarik bunga dengan hawa yang sejuk menambah sempurnanya suasana. Apa lagi pagi dan sore hari, pengunjung bisa mendapatkan kesegaran bunga yang sempurna. Obyek wisata ini disebut taman bunga "Setiya Aji Flower Farm". 

Penggagasnya adalah pemuda desa setempat bernama Setiya Aji, yang saat ini masih kuliah di Unnes Semarang. Hamparan luas taman bunga itu gabungan lahan milik petani warga sekitar. Mereka diedukasi oleh Setiya Aji untuk sama sama menanam bunga krisan sehingga punya magnet yang menarik. Mereka menanam warna bunga yang berbeda sehingga berwarna warni. 

"Dulunya petani menanam bunga sendiri sendiri. Lalu kita edukasi menanam bunga yang sama dengan area yang lebih luas. Hasilnya bisa kita lihat seperti sekarang," tambah mahasiswa Fakultas Teknik, Jurusan Elektro Program Studi Pendidikan Teknik Informatika dan Komputer itu. 

Eksplorasi bunga Krisan, menurut Setiya Aji memang sulit sulit gampang. Sebab musim bunga yang banyak dipakai untuk hiasan pengantin itu tidak lebih dari satu bulan. Setelahnya punah bersama pohonya. Lalu harus menanam lagi dari nol untuk menunggu berbunga lagi 4 bulan berikutnya. 

"Tapi jangan khawatir. Kami sudah mengantisipasi dengan tambal sulam. Yaitu dengan menyiapkan tanaman baru lokasi berdekatan. Kalau lokasi pertama bunganya punah, lokasi kedua ketiga dan seterusnya sudah siap berbunga. Karena itu datang ke sini kapan saja bunga krisan siap menyambut," jelasnya.

Kini Setiya Aji Flower Farm menjadi salah satu tempat wisata favorit di Bandungan yang wajib dikunjungi. Pemburu spot bunga tidak hanya datang dari Semarang. Tapi sudah dikenal komunitas sosmed tanah air. Aat, pria asal Pati, Sabtu (25/3/2017) mendatangi lokasi bersama keluarganya karena penasaran. 

"Ternyata memang menarik. Tidak sia sia datang ke sini,"katanya. Begitpun yang dilakukan Susianawati bersama 4 temanya. Mereka datang dari Solo karena ingin selfie dengan background bunga krisan seperti foto foto yang beredar di instagram. "Kami datang dari Malang setelah tahu dari internet. Ternyata emang keren," tukas Wiwik, warga dari Malang sambil menenteng oleh oleh bunga yang dia beli di lokasi.

Tiket masuk juga tergolong murah. Rp 7.500/orang. Menuju lokasi jika ditempuh dari kota Semarang arah Bandungan sekitar 1 jam atau 45 Km. Sebelum pasar Bandungan belok kiri mengikuti petunjuk melewati jalan kampung 1 Km sampai lokasi. Lebih fleksibel pakai sepeda motor atau mobil pribadi karena aksesnya masih sempit. "Kami memohon pemerintah bisa membantu membuka akses jalan lebih lebar supaya rombongan bus bisa masuk dan tersedianya lahan parkir," harapnya. 

Ke depan, pihak Dusun sebagai pengelola juga akan mengexplore potensi selain bunga. Ini akan menjadi destinasi wisata baru yang menarik. "Di daerah kami juga melimpah dengan petani salak,alpukat, dan jambu. Ini destinasi berbeda yang juga keren," tutupnya. 

Menpar Arief Yahya mengapresiasi taman bunga itu. "Kita punya potensi taman bunga dengan segala rupa tanaman bunga asli Indonesia yang khas. Kalau di Belanda ada Keukenhof, tidak lama lagi Indonesia juga punya di Danau Toba, seluas 400 hektar lebih. Saya kira gagasan membuat taman bunga sebagai destinasi wisata baru di Kab Semarang itu bagus sekali," tutur Menpar Arief Yahya. .(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!