"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Kamis, 06 April 2017

Hutan Pinus Kayon, Spot Baru Instagramers di Lereng Merbabu

 

SEMARANG - Menpar Arief Yahya mengaku senang, makin banyak destinasi baru yang sedap dipandang mata di instagram. Dia meminta para instagramers, netizen, bloggers, vlogger, untuk lebih rajin memposting tempat-tempat bagus di berbagai sudut di negeri ini. "Keren-keren kok! Silakan lebih banyak penuhi wall media sosial Anda dengan gambar-gambar destinasi wisata yang bagus," sebut Menpar Arief Yahya di Jakarta. 

Terutama komunitas GenPi di mananapun berada, selalu ada sisi keindahan dan keunikan alam, budaya dan buatan yang bisa diupload. "Jangan lupa pergunakan hastag #WonderfulIndonesia dan #PesonaIndonesia, agar memperkuat branding pariwisata kita," jelas Menteri Arief. 

Ini contoh yang bagus. Ada spot hutan pinus yang kini lagi diburu anak muda. Namanya Hutan Pinus Kayon. Destinasi baru yang belum banyak dijamah kaum sosial media. Terletak di kawasan Kopeng Salatiga yang berbatasan dengan kabupaten Semarang. Persisnya di Dusun Kerangkeng, Desa Batur, Kecamatan Getasan, masuk wilayah Kabupaten Semarang. 

Hutan pinus yang masih perawan ini berada di lereng Gunung Merbabu. Selain menjadi obyek foto dan selfie yang instagramable, juga sering menjadi spot pavorit penyuka camping di alam terbuka. Lokasinya tidak terlalu jauh. Hanya sekitar 6 kilo meter dari kota Salatiga. Jika anda datang dari Semarang, setelah masuk kota Salatiga menujulah perempatan Pasar Sapi. 

Lalu masuk jalan arah Kopeng hingga menyeberangi jalan lingkar (ring road Salatiga). Naik terus sampai melewati Salib Putih. Sampai pertigaan Desa Jampelan Getasan beloklah ke kiri. Lurus hingga perempatan Wonosari. Ambil arah ke Dusun Kerangkeng belok ke kanan. Lima menit lagi Anda sudah sampai kawasan hutan Pinus Kayon. 

"Hutan Pinus Kayon, menyuguhkan nuansa alam teduh dan pemandangan hijau yang akan membuat Anda menjadi tenang dan tentram. Di sini sobat traveler bisa duduk santai menghabiskan sore sambil berfoto-foto. Banyak spot foto yang instagramable sehingga Anda bisa bebas memilih sesuai selera," kata Agus, pemuda desa yang bertugas menjaga obyek wisata anyar ini. 

Yang paling pavorit kata Agus, anak muda berebut selfie di atas pohon pinus yang bengkok. Bentuk bengkokan yang mirip hurup "U" tersebut banyak dipanjat lalu duduk bergaya. Temanya yang dibawah mengambil foto atau yang naik pohon selfie sendiri dengan tong sis. Dijamin hasilnya keren. 

Selain itu, di sekitaran hutan ini juga terdapat sumber mata air yang sangat jernih. Anda bisa menyatu dengan pohon pohon pinus yang berdiri tegak. Guguran daun pinus kering menghampar di tanah membuat semakin betah duduk dibawah pohon. 

Biar makin seru, Anda bisa mengajak pasangan kekasih, keluarga dan sahabat. Bawalah tikar, cemilan, makanan, dan ayunan agar makin betah berlama lama. Jangan lupa bawa kantong plastik sampah supaya kawasan tetap bersih. Saat cuaca panas, pas banget ngadem disini. 
"Sobat traveler yang mau ke sini bisa naik motor atau mobil. Agar tidak bingung Anda bisa menggunakan GPS atau Google Maps. Dan jangan malu tanya warga sekitar ya,"saran Agus. 

Agus mengakui spot pinus tersebut belum sepenuhnya tersedia fasilitas. Pengelola baru mengexplore hutan alami apa adanya. Selain tergolong baru dikunjungi orang, kawasan pinus ini termasuk wilayah konservasi hutan Merbabu. Sehingga tidak mudah untuk dirubah atau ditambah spot lainya. Tidak heran jika rute menuju kawasan inipun belum dilengkapi dengan petunjuk arah. 

Obyeknya juga masih perawan. Mengandalkan hutan pinus dan sumber mata air alami. Meski begitu pengelola sudah menerapkan tiket masuk. Satu orang Rp 5000/tiket. Pengunjung bebas menjelajahi hutan pinus, berfoto-foto, menggelar tikar di bawah pohon, hingga camping. "Kami juga melayani rombongan camping, mau bermalam santai atau sambil ada acara monggo," imbuhnya.

Hamparan hutan pinus ini luasnya berpuluh puluh hektar hingga ke puncak Gunung Merbabu. Tetapi yang recomended untuk pengunjung yang terdekat pemukiman saja. "Untuk parkir jangan khawatir, sementara untuk motor bisa masuk ke bawah pohon pinus asal tidak merusak. Untuk mobil bisa di lapangan dekat hutan sini," tambahnya.

Pengunjung mulai ramai beberapa bulan belakangan. Jika Sabtu dan Minggu bisa 200 - 300 orang dari berbagai kota. Kebanyakan tahu dari sosial media. "Spot nya asyik mas. Saya puas bisa naik pohon huruf "U" meskipun kerepotan manjat,"ujar Silvie, ditemani pacarnya yang datang dari Jogja. 

Radit, yang datang bersama tujuh temanya juga menyapu habis spot spot yang ada. Mereka malah membawa model untuk diambil foto-fotonya. "Pas lihat instagram teman ada foto di pohon "U" yang keren," katanya.(*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!