"Sepenggal hati mungkin tak bisa bercerita, tapi sepotong cerita bisa membuat hati bicara" - Andre OPA ********* "Music is everybody’s possession. It’s only publishers who think that people own it.” - John Lennon

Selasa, 18 April 2017

Jarak Ditambah 200 KM, Jadwal Tour de Flores Diubah 14-19 Juli

 

FLORES - Jadwal event sport tourism Tour de Flores 2017 yang semula dijadwalkan 9-14 Mei diubah menjadi 14-19 Juli 2017. Jarak tempuhnya pun yang semula  661,5 kilometer ditambah menjadi 808 kilometer.

Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Timur (NTT) Marius Ardu Jelamu mengatakan, panitia sudah bersepakat mengubah jadwal dan penambahan jarak, lantaran ada perubahan rute baru pada sejumlah titik.

"Kita kemudian memutuskan bahwa Tour de Flores akan digelar mulai tanggal 14 sampai 19 Juli. Di beberapa rute ada perubahan jalur. Semula kan jalurnya hanya lurus, tapi sekarang memutar, khususnya di Kabupaten Nagekeo, Manggarai Timur dan Manggarai, sehingga ada penambahan jarak hampir 200 kilometer," kata Marius, Senin (17/4/2017).

Penambahan jarak tersebut, jelas Marius, berada pada jalur Aigela dan Mbay di Kabupaten Nagekeo dan Borong di Kabupaten Manggarai Timur serta Ruteng di Kabupaten Manggarai.

"Setelah kita lakukan survei sepanjang daratan Flores, mulai dari Kabupaten Lembata,  Ada enam etape mulai dari Larantuka sampai Labuan Bajodengan total jaraknya bertambah yakni 808 kilometer," ucap Marius.

Dalam survei yang dilakukan selama seminggu itu juga melibatkan tim dari Kementerian PUPR sehingga mereka kemudian menghitung biaya untuk melakukan perbaikan jalan mulai dari Larantuka hingga Labuan Bajo.

"Dana yang akan dialokasikan untuk perbaikan dan peningkatan kualitas jalan, berkisar antara Rp 30 miliar sampai Rp 40 miliar," ungkap Marius. 

Sementara untuk balap sepeda, peserta yang sudah mendaftar kini telah mencapai 120 orang yang terbagi dalam 13 tim di mana dalam satu tim terdapat delapan orang. Marius memastikan jumlah peserta akan terus bertambah.

"Semua peserta yang sudah mendaftar itu berasal dari 30 negara yang sebagian besar berasal dari Eropa," kata Marius. 

Menurut Marius, kegiatan Tour de Flores ini bukan hanya berdampak pada arus kunjungan wisatawan yang tinggi, namun ada nilai lainnya yakni diplomasi internasional yang bisa dibangun dengan balap sepeda internasional ini.

Untuk atraksi hiburan yang mendukung Tour de Flores 2017 masih tetap sama. Yakni ada bazaar pameran produk-produk budaya, dan kunjungan destinasi wisata yang dikemas dalam paket-paket wisata. Dan yang terunik digelar Gerakan Sejuta Cagkir Kopi. Dalam event ini semua masyarakat akan bersama-sama meminum kopi dari ujung Flores Timur hingga Manggarai Barat pada jam yang sama di acara penutupan Tour de Flores 2017.

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Reko Astuti berharap event ini bisa lebih menarik wisatawan domestik dan mancanegara untuk datang ke NTT.

"Saya setuju dengan side event seperti Gerakan Sejuta Cangkir Kopi tersebut. Kalau main event Tour de Flores kan hanya menarik para riders dan timnya saja, jadi memang harus ada acara lain untuk side event yang bisa menarik wisatawan, dan tentunya lokal konten harus diangkat," ujar Esthy.

Esthy menambahkan, melalui event sport tourism internasional tersebut, diharapkan kabupaten serta provinsi NTT dapat memanfaatkan peluang dan momen ini untuk bisa sebagai daya tarik. "Pak Menpar Arief Yahya mengapresiasi sport tourism dan sport event yang mengundang pembalap asing seperti ini," kata Esthy.

"Untuk menjadi daya tarik tentunya harus jauh-jauh dipersiapkan, dipromosikan, dan dikemas dalam suatu paket dan produk. Harusnya industri juga dapat membantu. Dari sisi pariwisata kita harus ambil peluang karena kita gunakan Tour de Flores sebagai event untuk menarik wisatawan. Tentunya Tour de Flores ini menurut Esty harus dipromosikan sebelum, saat event berlangsung, hingga sesudah event," paparnya. (*)
by Facebook Comment

Create your own banner at mybannermaker.com!